30.8 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 699

Petani Penggarap Terusik Klaim PT BSS

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

Di usianya yang mulai menua, UN (45 tahun), berharap masih bisa memiliki penghasilan dan menghidupi keluarga dari bertani. Selepas berhenti bekerja di sebuah perusahaan swasta, UN sejak 30 tahun lalu menjadi penggarap di lahan milik negara di kawasan Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Berpuluh tahun lamanya ia bersama warga lainnya memanfaatkan lahan di lereng Gunung Salak untuk bercocok tanam beragam jenis sayuran. Ia pun cukup merasa tenang bisa mendapatkan penghasilan dan menghirup udara asri Gunung Salak setiap harinya.

Tapi sejak akhir tahun 2022, UN dan puluhan penggarap lainnya mulai merasa terusik. Tiba-tiba, lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi yang selama ini digarapnya diakui sepihak oleh PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS).

“Saya kaget, tiba-tiba saya dan para penggarap lainnya didatangi segerombolan preman yang mengaku dari pihak PT BSS. Mereka mengatakan bahwa tanah yang saya garap bersama yang lainnya ini adalah milik PT. BSS,” ungkapnya, Selasa 24 Januari 2023.

UN mengaku kecewa lantaran sebelumnya tidak pernah mendapat teguran dan didatangi secara tiba-tiba oleh banyak preman. Bukan pihak PT BSS langsung. “Kami diusir secara kasar. Tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya dan mereka juga tidak bisa menunjukkan bukti-bukti kepemilikan sah,” ungkapnya.

Atas perkara tersebut, UN beserta para penggarap lainnya mengadukan persoalan tersebut ke Ketua DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong didampingi kuasa hukumnya Indra Surkana, SH., pada Selasa, 24 Januari 2023.

Menurut Indra, dirinya merasa terdorong untuk membela para penggarap karena banyak yang janggal dalam persoalan tersebut. “Saya juga asli warga Cijeruk dan mantan Kepala Desa Cijeruk. Saya hapal betul selama saya jadi Kepala Desa tidak pernah muncul klaim dari PT BSS. Saya sangat menyayangkan karena sebelumnya muncul statemen dari Camat Cijeruk bahwa lahan-lahan yang digarap penggarap adalah milik PT BSS. Seharusnya Camat mengundang pihak-pihak terkait untuk bermusyawarah agar jelas,” paparnya.

Menurut Indra, pihaknya merasa perlu mengadukan persoalan tersebut ke DPRD guna menjaga hak-hak penggarap serta salam rangka menegakkan konstitusi khususnya di sektor agraria.

“Coba tengok Pasal 33 UUD kita, tidak boleh ada lahan telantar dan harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat secara adil. PT BSS sendiri menguasai ratusan hektar tanpa jelas peruntukannya dan digarap untuk apa. Sedangkan kawasan Gunung Salak harus dirawat bersama, di sana merupakan sumber mata air yang harus dijaga,” terang dia.

Indra menegaskan, setelah rampung melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor pihaknya akan mengadukan hal serupa ke DPR RI.

** Dede Suhendar

Soal Penambahan Masa Jabatan Kades, Ini Tanggapan Ketua Apdesi Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri Udin Saputra menyatakan mendukung masa jabatan kepala desa (Kades) diperpanjang. Seperti diketahui, sejumlah kepala desa se-Indonesia menggelar demonstrasi di Jakarta pada 17 Januari lalu menuntut pemerintah pusat merevisi masa jabatan kades yang tadinya 6 tahun menjadi 9 tahun.

Menurut Udin Saputra, perpanjangan masa jabatan kades dinilai bisa memimalisir anggaran pilkades yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

“Menurut saya sama saja, yang membedakan adalah periodenya. Jika saat ini kades incumbent atau petahana diperbolehkan mencalonkan diri sebanyak 3 kali dengan masa jabatan 6 tahun, berarti totalnya 18 tahun. Nah, jika 9 tahun, kades tersebut hanya bisa mencalonkan diri untuk incumbent hanya 2 periode, jumlah waktunya sama-sama 18 tahun,” ujar Udin Saputra yang juga Kades Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dulu, Udin bercerita, dia pertama kali melakukan pencoblosan kepala desa tahun 1995, saat itu masa jabatan kades 8 tahun. Dan pada tahun 2002 dia mengikuti pencoblosan lagi, pada masa itu masa jabatan kades hanya 5 tahun, namun bisa 3 periode untuk incumbent yang sudah pernah menjadi kepala desa.

“Jadi, jika saat ini ada keinginan dari para kepala desa untuk diperpanjang jabatan dengan masa waktu 2 periode, untuk saya pribadi bukan suatu persoalan yang harus dibesarkan dan masih tergolong wajar,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/01/23).

Lebih lanjut Kades yang juga pengusaha rongsokan ini menjelaskan, terkait kekhawatiran dan suara sumbang akan Kades yang sarat dengan korupsi, tidak perlu dikhawatirkan. Saat ini pengawasan sudah dilakukan secara berlapis, ada dari inspektorat, kejaksaan, bahkan pihak kepolisian.

” Untuk saya pribadi berapa lama pun jabatan Kades, jika tujuan Kades tersebut baik dan untuk memajukan desanya, pasti desa tersebut akan maju dan berkembang, sekalipun hanya menjabat 1 periode. Tapi, jika tujuan seseorang menjadi Kades untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok, gak sampe satu periode pun sudah mondar-mandir dipanggil penegak hukum,” cetusnya.

Satu hal yang harus diketahui oleh masyarakat, sambung Udin, Pilkades itu gesekannya sangatlah kuat, karena perbedaan pilihan berada dalam satu lingkup ruang kehidupan sehari-hari. Dan untuk mendamaikan konfik bekas pilkades itu butuh waktu lama, bisa sampai 3 atau 4 tahun. Belum lagi, untuk pembenahan administrasi dan infrastruktur, itu butuh waktu bertahun-tahun.

“Poin plusnya, jika waktu jabatan kepala desa diperpanjang menjadi 9 tahun, kemungkinan Kades terpilih bisa menyesuaikan diri dan mampu menyelesaikan konflik yang ada. Juga, jika Kades hanya terpilih 1 periode, program kerja 9 tahun itu waktu yang cukup panjang untuk bisa diselesaikan secara matang,” tandasnya.

Dirinya berharap, perjuangan kepala desa se- Indonesia bisa didengar dan dikabulkan oleh pemerintah pusat sebagai pemangku kebijakan. Namun, jika ada kebijakan tambahan seperti standar pendidikan untuk mencalonkan diri menjadi kepala desa, dirinya meminta minimal izasah SMA jangan sampai S1.

“Mengingat di Indonesia ini masih banyak wilayah yang di pelosok dan sulit akses untuk mendapatkan pendidikan, jika standarnya menjadi S1 akan menyulitkan mereka yang punya cita-cita membangun desa dan menjadi kepala desa,” pungkasnya Udin Saputra.

** Nay Nur’ain

Pilkades Kranggan Masuki Tahap Verifikasi DPS

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Proses pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Kranggan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sudah memasuki tahapan verifikasi Daftar Pemilih Sementara (DPS). Proses verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah pemilih tetap yang nantinya akan melakukan Pilkades Desa Kranggan pada 12 Maret 2023.

Berdasarkan data awal dari Disdukcapil Kabupaten Bogor, jumlah pemilih di Desa Kranggan yang berhak mengikuti Pilkades berjumlah 17.218 jiwa.

“Saat ini masih proses verifikasi DPS. Data awal dari Disdukcapil sedang kami kroscek dan pastikan apakah ada penambahan atau pengurangan sehingga nantinya menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang berhak mencoblos pada pemilihan Kepala Desa Kranggan nanti,” ujar Ketua Panitia Pilkades Desa Kranggan, Mardi kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/01/23).

Menurutnya, selain proses verifikasi DPS, panitia juga sedang melakukan pemberkasan terhadap bakal calon, khususnya pemberkasan ijazah. Proses pemberkasan dilakukan terhadap 5 orang kandidat yang sudah mendaftarkan diri ke panitia.

“ Paling lama bulan depan sekitar tanggal 3 Februari kami sudah bisa tetapkan siapa saja nantinya yang berhak mengikuti Pilkades Kranggan,” jelasnya.

Dari seluruh tahapan yang sudah ditentukan, sambung dia, pihak panitia tidak menemukan kendala yang dapat mengganggu jalannya tahapan pilkades, termasuk dari sisi anggaran. Menurutnya, anggaran yang disediakan masih cukup untuk menyelesaikan seluruh tahapan Pilkades.

“Kalau kendala alhamdulilah tidak ada, semua berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan,” tukasnya.

Mardi berharap Pilkades Desa Kranggan dapat berjalan lancar, aman, dan sukses tanpa ada dampak. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada calon dan pendukung calon untuk sama-sama menjaga kondusifitas dan melaksanakan proses pemilihan kepala desa yang demokratis, jujur dan terbuka.

“Kami tentunya berharap seluruh proses berjalan dengan baik dan tidak ekses dari pelaksanaan Pilkades nantinya,” tutup Mardi.

** Taufik/Nay

Peringatan Bulan K3 Nasional, Ini yang Dilakukan PLN UP3 Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada 12 Januari hingga 12 Februari 2023, PLN UP3 Gunung Putri meggelar apel pagi di halaman kantor PLN UP3 Gunung Putri, Selasa (24/01/23).

Apel Bulan K3 Nasional dengan tema “Terwujudnya Pekerjaan Layak yang Berbudaya K3 Guna Mendukung Keberlangsungan Usaha di Setiap Tempat Kerja” dipimpin langsung Manager PLN UP3 Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan dan diikuti oleh seluruh pegawai UP3 Gunung Putri dan 3 Unit Layanan Pelanggan (ULP) yakni ULP Citeureup, Jonggol dan ULP Cileungsi, serta mitra kerja di lingkungan UP3 Gunung Putri.

Selain apel pagi, Bulan K3 Nasional juga diisi dengan penandatanganan komitmen keselamatan dan kesehatan kerja oleh Manager UP3 Gunung Putri bahwa segenap manajemen unit siap untuk memperkuat disiplin eksekusi K3, safety leadership, dan memastikan kesiapan sumber daya untuk mewujudkan zero accident tahun 2023.

“Setelah kegiatan apel, dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan dan simulasi  tentang Pertolongan Pertama Gawat  Darurat (PPGD) oleh Tim PMI Kabupaten Bogor kepada seluruh pegawai, dan diakhiri dengan lomba PPGD,” papar Rully kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/01/23).

Menurutnya untuk menambah semarak Bulan K3 Nasional, PLN UP3 Gunung Putri juga melaksanakan beberapa kegiatan dan lomba lomba seperti Lomba PPGD, cerdas cermat terkait K3, senam sehat, sosialisasi peduli bahaya listrik, dan masih banyak lagi.

“Semuanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kepatuhan seluruh pegawai dan mitra kerja terhadap norma K3 dan penerapannya dalam bidang  pekerjaan masing masing,” pungkas Rully.

** Nay Nur’ain

Camat Cileungsi Janji Awasi Penjualan Miras

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Aktivitas peredaran dan penjualan minuman beralkohol (minuman keras/miras) di wilayah Cileungsi semakin mengkhawatirkan. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya tempat yang menyediakan dan menjual miras, dari mulai tempat hiburan malam hingga ruko dan warung yang menjual minuman tersebut secara langsung dan terang-terangan.

Dari penelusuran Jurnal Bogor, setidaknya ada dua titik lokasi yang menjadi sentral penjualan miras di wilayah Cileungsi, yakni di kawasan Kirab Cileungsi dan salah satu ruko di Metland Transyogi.

“Kalau yang jual miras berbagai jenis ada di Kirab sama di Ruko Metland. Anak muda biasanya sudah pada tahu. Karena kalau beli miras ya disitu,” kata salah satu warga Cileungsi, Mulyadi kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/01/23).

Menurut dia, kedua lokasi tersebut sudah cukup lama menjual miras di wilayah Cileungsi. Namun hingga kini tidak ada tindakan dari pemerintah maupun pihak kepolisian.

“Mungkin kordinasinya bagus jadi tidak diganggu. Karena buktinya sampai sekarang masih tetap jualan. Kalau soal izin saya gak terlalu paham izinnya harus seperti apa,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Camat Cileungsi, Adhi Nugraha mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peredaran dan penjualan miras di wilayah Cileungsi. Pihaknya akan mengerahkan Pol PP Kecamatan untuk segera melakukan pengecekan.

“Dulu sudah pernah kami tutup yang di ruko Metland bersama dengan Pol PP Kabupaten Bogor. Kalau memang masih ada yang berjualan dan tidak memenuhi proses perizinan yang seharusnya, maka akan kami tertibkan,” cetus Adhi.

Sementara, Kasie Ops Pol PP Kabupaten Bogor, Rhama Khodara mengatakan, dari hasil penertiban yang pernah dilakukan di salah satu ruko dikawasan Metland Transyogi pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap izin yang dimiliki oleh pengusaha miras tersebut. Memang pihaknya memiliki izin jual dari Kementerian melalui OSS sebagai distributor. Namun, kalau praktiknya yang bersangkutan menjual miras secara langsung atau eceran,  maka harus mendapat izin dari Pemkab Bogor.

“Memang kami sudah pernah tertibkan. Namun jika yang bersangkutan masih berjualan dan belum memenuhi proses perizinan mungkin bidang ‘Penegakan Perda’ Pol PP yang lebih paham. Karena saya sifatnya tindakan di lapangan,” pungkasnya.

** Taufik/Nay  

Terkait Lahan, Ratusan Warga Batutulis Datangi Kantor Desa

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Buntut dari adanya rumor terkait lahan adat akan diambil alih oleh pihak PT Sadeng Jambu sebagai lahan Hak Guna Usaha (HGU), ratusan masyarakat mendatangi kantor Desa Batu tulis, Nanggung, Kabupaten Bogor, kemarin.

Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna menjelaskan, kedatangan masyarakat ke kantor desa untuk meminta kejelasan terkait tanah adat yang diduga akan diambil alih oleh salah satu PT. Kendati pihak desa mengaku akan memperjuangkan hak warga sebagai mana mestinya dan akan menyelesaikan permasalahan tanah warga Desa Batutulis dengan pihak PT. Sadeng Jambu.

“Saat ini sudah membuat surat yang nantinya akan diserahkan kepada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor untuk diploting ulang pengukuran tanah, itu sebagai bukti bahwa saya berpihak kepada warga,” paparnya.

Keinginan warga, kata dia, pihaknya telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai.

“Intinya saya siap menyelesaikan permasalahan tanah warga dan ikut menjaga serta mengamankan apa saja yang menjadi tanah hak milik. Jika saya tidak bisa menyelesaikan permasalahan tanah yang ada di desa, maka saya siap bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku,” tutur Ade seperti dalam kutipan surat pernyataan.

Setelah mendapat jawaban dan pernyataan sikap dari kepala desa, ratusan warga pun akhirnya meninggalkan kantor desa dengan tertib dan kondusif.

** Andres

Kerjasama Polsek dan Koramil, Ruang Pelatihan Kerja Disiapkan untuk Warga Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Putri, Polres Bogor, menyiapkan pelatihan kerja bagi masyarakat Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor untuk bidang desain grafis Komputer, dan pangkas rambut secara gratis. 

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, program kerja yang akan dilaksanakan bertempat di belakang Polsek Gunung Putri, dan diperkirakan target dari pembangunannya akan selesai pada pecan ini dengan 1 ruangan komputer, dan pangkas rambut. 

“Alhamdulillah pembangunan ruangan komputer, dan pangkas rambut ini akan rampung pada minggu ini, secepatnya kita akan membuka pendaftaran bagi masyarakat Kecamatan Gunung Putri yang akan mengikuti program kerja ini,” ujar Kompol Bayu kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/01/23).

Dengan adanya program kerja ini, sambung dia, diharapkan masyarakat bisa maksimal dengan keahliannya masing-masing. 

“Kita mencari momen, mendekati tahun politik, dimana kampanyenya pasti menggunakan kostum. Pastinya banyak orderan sablon, seperti menyablon baju-baju partai, dan atribut lainnya yang akan digunakan,” paparnya. 

Selain itu Kompol Bayu juga menegaskan, untuk mengantisipasi isu di tahun 2023, yang katanya akan banyak PKH dan krisis, semua itu sudah ada persiapan dengan adanya pelatihan program kerja ini. 

“Mudah-mudahan mindset masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan saat ini bisa terbuka, sehingga bisa melihat peluang-peluang untuk usaha,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pelatihan kerja kerjasama antara Polsek dan Koramil Gunung Putri. Dengan harapan, warga Kecamatan Gunung Putri bergerak maju, dan diharapkan warga yang belum memiliki keahlian bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan kerja ini.

“Target dalam waktu 2 minggu mereka yang mendaftar sudah bisa menguasai pangkas rambut, sablon, dan desain grafis. Berharap program kerja ini bisa membantu kemajuan masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

SDN Parakanmuncang 02 Juara 1 Putra dan Putri LT II Kepramukaan 

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

SDN Parakanmuncang 02 meraih juara pertama kategori regu putra dan putri kegiatan lomba tingkat (LT) II yang digelar Gerakan Pramuka Kwarran Nanggung di Lapangan Kalongliud, Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor, kemarin.

Sedangkan juara 2 regu putra kategori SD diraih SDN Sukamaju 08 dan SDN Malasari 02 juara 3. Lalu kategori regu Putri, SDN Sukamaju 08 juara 2 dan SDN Malasari 05 Juara 3. Sementara untuk, kategori SMP Regu putra MTS Cendekia Muslim juara 1, SMP Darul Fikri juara 2, SMPN 1 Atap Nanggung juara 3. Kategori putri, SMP Darul Fikri juara 1, SMP IT Cendekia Muslim juara 2 dan MTS Cendekia Muslim juara 3.

Sementara LT II diikuti ratusan peserta setelah sebanyak 69 pangkalan mengirimkan  masing-masing dua regu. Hal tersebut dilakukan untuk persiapan jelang Lomba tingkat (LT) III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor tahun 2023 yang akan dilaksanakan pada Februari mendatang.

“Ini adalah kegiatan Lomba tingkat II untuk anak -anak Pramuka golongan penggalang SD dan SMP,” kata Ketua Kwarran Nanggung Ondeng Sofwanudin. 

Ondeng menjelaskan, kegiatan tersebut adalah selain ajang silaturahmi diantara para pembina dan para anak pendidik juga ajang untuk adu pemahaman tentang keterampilan kepramukaan.

“Hari ini dihadiri sebanyak 554 orang. Hasilnya dari kegiatan lomba tingkat II nanti khususnya juara satu mereka memiliki kewajiban yang mana akan mewakili Kwarran Nanggung, untuk mengikuti lomba tingkat III Kwarcab Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ondeng menyebut, dengan berbagai macam ragam kegiatan yang sudah dilombakan di tingkat Kwarran agar para juara lebih giat berlatih. 

“Kegiatan ini meliputi lomba menyanyi, lomba yel-yel dan lomba menyambung tongkat serta lomba menafsir tinggi dan lebar, lomba membuat menara,” paparnya.

Sedangkan yang akan bertanding nanti tentunya dengan 40  kwartir ranting kecamatan. Ondeng berharap, kegiatan lomba tingkat II tersebut bisa dijadikan sebagai motivasi awal, bagi peserta didik khususnya dan umumnya para pembina untuk lebih giat lagi meningkatkan kegiatan kepramukaan di gugus depannya masing-masing.

“Jadi pola-pola pembinaan kita harus lebih diintensifkan lagi. Kepada regu yang sudah mendapatkan juara pertahankan prestasinya. Kemudian bagi yang belum mendapatkan juara agar lebih giat lagi berlatih, supaya kedepan ada event kegiatan seperti ini bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik tentunya,” tandasnya.

** Andres

UIKA Bogor Gelar Seminar Nasional Kepahlawanan Sholeh Iskandar

0

Sholeh Iskandar Dirikan UIKA, PTS Pertama di Bogor

Bogor | Jurnal Bogor

Dalam rangka mengenang besarnya jasa Sholeh Iskandar dalam memperjuangkan agama dan kemerdekaan Bangsa Indonesia,  UIKA Bogor menggelar seminar nasional pengusulan Sholeh Iskandar sebagai pahlawan nasional di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq Kampus UIKA Bogor, Selasa (24/1/2023).  Terlihat Sejumlah menteri dan guru besar hadir untuk memberikan dukungan.

Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid mengatakan, selain seorang ulama, Sholeh Iskandar juga merupakan seorang pejuang yang mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan dan mendidik umat.

“Banyak sekali jejak beliau sebagai seorang pendakwah yang sangat kuat didalam melaksanakan tugas-tugas dakwah yang sangat mulia. Beliau seorang alim yang terus menebarkan ilmu dan beliau tidak hanya sekedar mendidik tetapi juga memerdayakan umat melalui penguatan ekonomi umat, melalui pelayanan bagaimana mensejahterakan umat, beliau juga mendirikan pondok pesantren, membangun lembaga dakwah, lembaga pendidikan dan masih banyak karya pengabdian beliau yang tidak mungkin bisa disebutkan satu persatu,”ujarnya.

Lebih lanjut Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan Sholeh Iskandar merupakan pahlawan multitalenta. “Almarhum sosok yang langka, beliau multitalenta, pejuang secara fisik tentara, sangat peduli isu pendidikan, rumah sakit, berkiprah di perbankan dan banyak sekali kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang semuanya terus berlanjut bahkan kalo kita memberikan label, beliau ini sosok pahlawan yang lengkap tiga zaman yaitu merebut, mempertahankan dan mengisi,” jelasnya.

“Apa yang didirikan beliau masih berjalan sampai sekarang. Beliau sosok role model yang kokoh dalam pejuang keislaman dan kebangsaan, beliau nasionalis dan agamis. Jadi itu hal-hal yang sangat menonjol yang diakui seluruh warga Kota Bogor, beliau juga sosok pahlawan yang tidak hanya memberikan kemaslahatan bagi Kota Bogor tapi juga bagi Indonesia,”tambahnya.

Rektor UIKA Bogor Mujahidin juga mengungkapkan tujuan diselenggarakannya seminar adalah untuk meneladani Sholeh Iskandar dalam membangun agama, bangsa dan negara.

“Rangkaian kegiatan ini ditujukkan untuk meneladani KH. Sholeh Iskandar dalam membangun bangsa negara serta masyarakat Indonesia tercinta. Peninggalan yang paling monumental yang ditorehkan KH. Sholeh Iskandar yaitu telah mendirikan Universitas Ibn Khaldun Bogor sebagai PTS paling awal di Bogor. Kemudian mendirikan BKsPPI, BPRS Amanah Ummah, RSIB, Pesantren-pesantren dan lainnya. Pada masa perjuangan beliau juga komandan Hizbullah dan banyak karya-karya beliau yang ditorehkan untuk bangsa dan negara ini,” tandasnya.

** Maria Ulfah/ks-jb/uika

Wujudkan Tertib Pengelolaan Arsip, PPMKP Kementan Musnahkan 2226 Arsip Dinamis

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Sebanyak 2226 dokumen arsip lembaga dimusnahkan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian pada Selasa (24/01). Arsip-arsip tersebut merupakan dokumen yang telah habis masa retensinya dan selesai dipertanggungjawabkan.

Menyadari pentingnya pengelolaan arsip yang benar, Kementerian Pertanian terus melakukan pengawasan internal ke UK/UPT di bawahnya demi mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Kementerian. Kualitas pengelolaan arsip  juga menjadi salah satu indikator penilaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menekankan pada seluruh jajarannya untuk meningkatkan penyelenggaraan kearsipan secara profesional sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditentukan.

Sebelum dilakukan pemusnahan, PPMKP melalui pejabat fungsional Arsiparis telah terlebih dahulu melakukan tahapan penyeleksian dan mengajukan usulan dokumen arsip yang akan dimusnahkan untuk mendapat persetujuan dari Sekretariat Jenderal Kementan.

Hadir sebagai saksi, Rezky Yudhistira, Koordinator Kearsipan dan Tata Usaha, Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian mengungkapkan pemusnahan arsip yang dilakukan PPMKP merupakan salah satu bentuk pengelolaan arsip sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2011 tentang Kearsipan.

“Kegiatan pengelolaan arsip dinamis itu dimulai dari penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan, serta penyusutan arsip. Nah kegiatan di PPMKP ini merupakan salah satu bentuk pengelolaan arsip, yaitu penyusutan/pemusnahan,” ungkap Rezky.

Rezky pun menjelaskan kedepannya pengawasan pengelolaan arsip akan lebih ditekankan pada penggunaan Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi), yaitu aplikasi penyimpanan dan pendokumentasian arsip secara digital dan terintegrasi yang baru-baru ini disosialisasikan di lingkup Kementan.

“Di tahun 2023 ini, penilaian pengawasan arsip akan lebih besar ditekankan pada penggunaan Srikandi. Sosialiasi sudah kami lakukan di tahun lalu. Dan di tahun 2023 ini diharapkan dapat dimaksimalkan penggunaannya”, sambung Rezky.

Sementara itu, Kepala  PPMKP, Yusral Tahir, mengatakan harapannya untuk perbaikan dan peningkatan sistem pengelolaan arsip.

“Kami harapkan, kedepannya sistem pengelolaan arsip di PPMKP bisa lebih baik lagi dan terus ditingkatkan, mengingat arsip tidak hanya merupakan dokumen kelembagaan tetapi juga aset lembaga yang harus benar-benar dijaga” kata Yusral.

Kegiatan pemusnahan arsip kali ini merupakan ketiga kalinya dilakukan PPMKP. Arsip yang dimusnahkan yatu dokumen tahun 2011-2017. Penandatangan berita acara pemusnahan arsip dilakukan oleh Kepala PPMKP, dengan saksi-saksi meliputi Kepala Bagian Umum, Subkoordinator Rumah Tangga dan BMN BPPSDMP, Koordinator Kearsipan dan Tata Usaha Biro Umum dan Pengadaan Kementan, serta Pejabat Fungsional Arsiparis.

** Nita/PPMKP