28.8 C
Bogor
Saturday, August 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 660

Ingkar Janji, PT PMC Digeruduk Puluhan Warga

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perumahan Tamansari Garden yang tengah digarap oleh PT Prima Mustika Candra (PMC) digeruduk warga, Senin (8/5).

Diketahui sebelumnya, perumahan yang berlokasi di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor disebut pendemo belum menepati janjinya.

Tiaji, salah satu koordinator aksi mengatakan, demo yang dilakukan di depan pintu masuk Tamansari Garden terkait aspirasi yang belum sama sekali dipenuhi pihak pengembang.

Pertama, Tiaji mengatakan, aspirasi dari warga sekitar yang dilontarkan terkait analisis dampak lingkungan (amdal).

“Tuntutannya amdal. Sebab dampak dari pembangunan tersebut mengakibatkan banjir di tiga desa diantaranya Desa Tamansari, Desa Sukaluyu dan Desa Sukaresmi. Itu terjadi karena pihak pengembang tidak membuat saluran air (drainase),” katanya.

Kedua, sambung Aji, belum adanya penggantian lahan garapan warga yang terpakai pihak pengembang seluas 9,23 hektar.

“PMC ada sangkutan janji yang sudah dinotulenkan terkait penggantian lahan yakni 1 banding 1. Janji ini sudah dari 2019 tapi hingga saat ini belum ada realisasinya,” tuturnya.

Selain itu, Aji juga menyayangkan pihak PT. PMC yang diketahui menggandeng ormas untuk membekingi pengembang.

“Kami sebagai masyarakat kampung sangat mengutamakan perdamaian. Tapi ini sangat kami sayangkan karena pihak pengembang malah menggandeng ormas. Belum lama ini saat warga mendatangi pengembang, kami sempat mau benturan dengan ormas yang ada di sekitar perumahan. Kami tidak mau ada benturan, kami ingin gotong royong dan mengutamakan perdamaian,” tuturnya.

“Gerakan aksi ini sudah diketahui pihak keamanan perumahan. Akan tetapi, apabila PT. PMC mengingkari janji kami akan bergerak lebih banyak lagi, tolong diingat lagi oleh pihak PMC,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui via telepon, Manager Eksternal Relation and Communication PT. Prima Mustika Candra (PMC), Miko Arief mengaku belum mengetahui isi surat yang dikirimkan warga sebagai tuntutan aspirasinya.

“Kita sudah diberikan surat oleh mereka, suratnya kan tertutup, jadi kita belum tahu tuntutannya apa,” kata Miko.

Soal aksi yang dilakukan warga, Miko menjelaskan, itu merupakan hak warga yang tidak bisa dihalanginya untuk memberikan pendapat (aspirasi) didepan umum.

“Selama itu tidak mengganggu ketertiban dan tidak melakukan anarkis, saya rasa sah-sah saja,” ungkapnya.

Saat ditanya soal adanya bekingan dari ormas, Miko menjelaskan, pihaknya tidak pernah melibatkan ormas.

“Justru kita merekrut pemuda setempat. Jadi pemuda yang ada disana kita seleksi, jadi bukan kita merekrut dari lembaga ormas, kita tidak lakukan dan itu tidak benar,” pungkasnya.

Handy Mehonk | **

Smansan Aktif Peduli Lingkungan

0

Tuan Rumah Go Green 7 Dihadiri Menteri LHK

Nanggung | Jurnal Bogor

SMAN 1 Nanggung, Kabupaten Bogor meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar setelah aktif dan peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar. Sekolah berjuluk Smansan ini pun menjadi tuan rumah Go Green 7 yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya sebagai bentuk kepedulian terhadap alam sekitar.

R.D. Nia Elisa Yulianti bersama siswi berprestasi

“Program Adiwiyata ini diikuti sebagai bentuk implementasi dari visi dan misi sekolah untuk menjaga lingkungan. Seperti kita ketahui isu pemanasan global dan efek rumah kaca yang semakin meningkat, maka dengan adanya program Adiwiyata yang diikuti sekolah ini bisa berkontribusi untuk alam sekitar bahkan dunia,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Nanggung, R.D. Nia Elisa Yulianti dalam keterangannya, Selasa (9/5/2023).

Selain itu, sekolah ini juga menjadi anggota pada kegiatan Satuan Pendidikan Peduli lingkungan (Sapulidi) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, yang berfokus pada normalisasi DAS Citarum dan kebersihan lingkungan. Pada kegiatan ini Smansan beberapa kali mengikuti kegiatan kepedulian terhadap lingkungan yang ada di Jawa Barat, salah satunya adalah kegiatan edukasi kebersihan lingkungan Masjid Al Jabar Bandung.

“Para siswa dan guru memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Masjid Al Jabar,” jelas Nia Elisa.

Selain aktif pada kegiatan menjaga lingkungan SMAN 1 Nanggung juga memiliki prestasi, baik tingkat Kabupaten Bogor maupun nasional, salah satunya prestasi tingkat kabupaten adalah menjadi Juara 1 berturut-turut selama 2 tahun pada lomba Gelar Inovasi Daerah (GID) Kabupaten Bogor dan yang terbaru pada tahun 2023 ini SMANi 1 Nanggung mendapatkan juara 3 pada lomba tersebut.

Sedangkan untuk tingkat nasional, peserta didik atas nama Herlina Widiana meraih medali perak pada perlombaaan Senior High School Olympiad (SHSO). Selain di bidang sains, prestasi tingkat nasional lainya muncul pada olahraga pencak silat, peserta didik atas nama Yulia Putri Andini meraih juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Alm.Muhammad Hadi Mulyo UQI CUP II 2022 Antar Pelajar dan Mahasiswa Tingkat Nasional dan juara 3 Kejuaraan Nasional Pencak Silat UIC Cup Piala Dr.Nur Azizah Ma’ruf Amin.

Adapun kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Nanggung adalah ikut aktif membantu korban bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Nanggung, serta yang terbaru adalah peserta didik dan guru mengadakan bakti sosial berupa sembako dan santunan anak yatim di lingkungan Nanggung.

** Arip Ekon

Pangkas Pohon, PLN Unit Leuwiliang Cegah Gangguan Listrik

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 
Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Leuwiliang membabat dahan pohon yang dekat dengan kabel jaringan listrik. Upaya ini guna menghindari gangguan kelistrikan.

Manajer PLN ULP Leuwiliang Setiyadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemangkasan pohon di beberapa titik lokasi yang dekat dengan kabel jaringan listrik milik PLN.

“Di gardu KSA di Gardu DSD apalagi yang ke arah seksi KCU kami babat habis dan kami lalukan sterilisasi pohon karena di daerah KCU yang ke arah Kampung Cikadu, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng itu disitu banyak pohon mendekati jaringan listrik kami,” kata Setiyadi kepada wartawan, Senin (8/5).

Setiyadi menyampaikan, sebelum melakukan pemangkasan pohon pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak terkait juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.

“Jadi, kami coba melakukan penebangan berbarengan koordinasi dengan PUPR dan masyarakat. Karena kemarin saya sudah berkoordinasi dengan wakil ketua RW, bahwa ada pohon dan warga setuju kami lakukan penebangan dan sterilisasi dari pohon,” katanya.

Jadi kata dia,  bagi warga yang hendak melakukan penebangan pohon yang dekat dengan jaringan kabel PLN dapat berkoordinasi dengan pihak PLN guna memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Ini juga supaya menjaga keselamatan masyarakat daripada masyarakat menebang pohon sendiri, lebih baik lapor ke PLN. Jadi, jangan sampai itu sendiri yang melakukan penebangan, bisa lapor datang langsung ke kantor PLN atau ke perwakilan kami atau petugas kami dan akan kami bantu untuk melakukan penebangannya,” ucapnya.

Menurut dia,  dalam pelaksanaan pemangkasan tersebut juga dilakukan pemadaman listrik dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB yang disosialisasikan kepada masyarakat melalui lingkungan RT maupun RW setempat.

“Hari ini kami amankan dulu, listriknya kita padamkan dan semua kami sterilisasi jaringan listriknya dari pohon supaya kehandalan listrik semakin baik dan untuk menjaga keamanan masyarakat,” paparnya.

Setiyadi berharap, yang dilakukan pihaknya dapat meningkatkan kehandalan listrik semakin baik

“Dan masyarakat dapat menikmati aliran listrik tanpa diganggu oleh padam padam lagi yaitu lebih maksimal. Kan semakin banyak pemakaian dari masyarakat kami juga semakin besar pendapatan aliran listriknya,” katanya.

Seperti diketahui, wilayah Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada Senin, 24 April 2023 lalu banyak pohon tumbang akibat diterjang hujan disertai angin kencang dan sempat mengganggu pasokan listrik ke rumah rumah warga akibat kabel milik PLN tertimpa pohon tumbang.

Dari pantauan saat kejadian, tampak para petugas PLN ULP Leuwiliang berjibaku memeriksa keamanan aliran kabel listrik hingga larut malam. “Karena kami siaga 24 jam,” pungkasnya.

** Andres

PORTINA Kabupaten Bogor Agendakan Festival Ortrad 2023

0

Persatuan Olahraga Tradisional ( PORTINA) Kabupaten Bogor bertekad menggali dan memasyarakatkan olahraga tradisional di Kalangan generasi muda, pelajar dan masyarakat umum yang ada di Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, PORTINA Kabupaten Bogor juga siap mendukung dan mensukseskan event FORNAS Jabar 2023 yang akan dilangsungkan di Bandung dalam waktu dekat.

Bakri Hasan selaku Ketua PORTINA Kabupaten Bogor menegaskan pihaknya akan menggelar Festival Ortrad pada September 2023 dan akan diikuti semua perwakilan pelajar SD, SMP dan Umum yang ada di Kabupaten Bogor.

” Kami ingin Festival Ortrad ini jadi salah satu media yang tepat dalam melestarikan olahraga tradisional di Kabupaten Bogor,” ujar Bakri Hasan disela sela rapat dan halal bihalal PORTINA Kabupaten Bogor di salah satu resto yang ada di Kecamatan Sukaraja, Selasa, 9 Mei 2023.

Bakri menegaskan, pada pelaksanaan FORNAS 2023 banyak atlet Kabupaten Bogor yang akan memperkuat Kontingen Jabar dan juga Kontingen Kabupaten Bogor.

” Dalam FORNAS 2023, Portina Kabupaten Bogor juga akan mengirimkan atletnya yang terpisah dari Kontingen Jabar,” paparnya

Hal yang sama dikatakan, Didik Satriya salah satu pengurus teras PORTINA Kabupaten Bogor, PORTINA tetap mengirim pegiat atau atlet ke FORNAS KORMI di Bandung.

” Sebagai wujud dan peran aktif PORTINA kabupaten Bogor akan selalu berpartisipasi dalam pengembangan Ortrad , tapi secara khusus PORTNA Kabupaten Bogor akan konsen pada Festival Ortrad Kabupaten Bogor 2023 yang akan dijadikan sebagai untuk pengembangan dan.pelestarian Ortad di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.(***)

12 Atlet Pelajar Binaan NPCI Bakal Ikuti Pepaperda Jabar 2023.

0

Cibinong | Jurnal Bogor

NPCI Kabupaten Bogor menyiapkan sebanyak 12 atlet binaannya menghadapi pelaksanaan Pekan Paralimpic Pelajar Daerah ( Pepaperda ) Jabar 2023 di Kabupaten Bekasi.

Pelaksanaan Pepaperda Jabar 2023 ini akan dilangsungkan pada bulan Juni 2023 serta diikuti oleh semua atlet pelajar binaan NPCI se Jawa Barat.

Semua atlet pelajar binaan NPCI Kabupaten Bogor yang akan ikut dalam Pepaperda Jabar 2023 harus ikut dalam program TC yang akan berlangsung bulan Juni di Cibinong.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach membenarkan kalau pihaknya akan mengirimkan 12 atlet pelajar nya pada Pepaperda Jabar 2023 di Kabupaten Bekasi bulan Juni mendatang.

Ia berharap, 12 atlet pelajar binaan NPCI Kabupaten Bogor yang akan tampil pada Pepaperda Jabar 2023 bisa menorehkan prestasi emas.

Misbach mengakui, saat ini pihaknya memang terus menggali potensi atlet pelajar yang akan jadi binaan di NPCI Kabupaten Bogor. ( Asep Syahmid)

NPCI Kabupaten Bogor Gelar Pra Pelatda Mulai Awal Juni 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Jajaran pengurus NPCI Kabupaten Bogor kembali membuat program positif guna meningkatkan prestasi dan potensi para atletnya.
Induk organisasi olahraga penyandang disabilitas Kabupaten Bogor ini akan menggelar Pra Pelatda pada awal Juni mendatang.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach mengatakan, pihaknya akan melakukan TC dan Pra Pelatda sebelum para atlet NPCI Kabupaten Bogor seleksi di Jabar untuk persiapan menuju Peparnas 2024.

” Ada 40 sampai 50 atlet binaan NPCI yang akan masuk dalam program Pra Pelatda dan terpusat di Cibinong,” ujar M Misbach, disela sela rapat dengan jajaran pengurus dan pelatih di NPCI Kabupaten Bogor, Selasa, 9 Mei 2023.

Lebih lanjut, kata Misbach, semua atlet yang ikut Pra Pelatda akan di TC kan selama 3 bulan.

” Mudah mudahan sebelum para atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor ikut seleksi Jabar, semua.atlet kita sudah siap dan bisa bersaing dengan daerah lain,” paparnya.

Selanjutnya, kata Misbach, berharap Kontingen Jabar dalam Peparnas 2024 mendatang bisa dihuni lebih dari 40 sampai 50 atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor. ( asep syahmid)

Butuh Paving Block, SDN Parakanmuncang 01 Minta Bantuan Antam

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakanmuncang 01, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor meminta bantuan PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, terkait kebutuhan paving block di halaman sekolah.

Kepala Sekolah Parakanmuncang 01 Ondeng Sofwanudin mengatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya itu masih membutuhkan ribuan paving block. 

“Pada awalnya saat kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan, namun saat ini masih ada kekurangan sekitar 5000 paving block lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, halaman sekolah yang belum terpasang paving blok ini jika terjadi hujan sering becek dan menimbulkan debu di saat musim kemarau. 

Untuk mengatasi halaman becek serta menambah kerapian lingkungan, pihak sekolah meminta terhadap perusahaan Antam Pongkor untuk memberikan bantuan paving blok.

“Karena, halaman sekolah ini banyak manfaatnya selain sebagai area pembelajaran formal maupun non formal,” jelasnya.

Kata dia, memiliki lingkungan fisik dan non fisik yang lebih mendukung dalam pembelajaran dan pembentukan kepribadian siswa sehingga sangat diharapkan bantuan tersebut dapat terwujud.

“Besar harapan kami ajuan untuk kekurangan ribuan paving block untuk halaman sekolah ini dapat terwujud,” pungkasnya.

** Andres

Longsor Buanajaya, Ratusan Kepala Keluarga Dievakuasi

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Bencana tanah longsor menimpa ratusan warga di Desa Cibeureum dan Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Senin (08/05/2023) dini hari.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun bencana tersebut mengakibatkan ratusan warga terdampak dan mengalami kerugian material. Sedikitnya 170 kepala keluarga harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari terjadinya longsor susulan.

Petugas dari TNI, Polri, Pol PP dan BPBD terus melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak longsor tersebut. 

“Semalam sekitar jam 02.30 saat saya dan keluarga sedang tertidur tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari bukit Ari yang bersebelahan dengan bukit Sanggabuana. Ternyata longsor, dan suaranya sangat keras sehingga kami terbangun dan berusaha menyelamatkan diri. Karena memang rumah saya sangat dekat dengan lokasi longsor,” kata salah satu warga Desa Buana Jaya, Yenti kepada Jurnal Bogor, Senin (8/5/23).

Ia mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun peristiwa longsor tersebut membuat warga shock dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Yang terdampak longsoran itu lahan pertanian dan perkebunan yang luasnya mencapai 3 hektare,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Buanajaya Sudarjat mendapat laporan dari warga pada dini hari terkait adanya longsor di Bukit Ari yang dibawahnya memang terdapat pemukiman warga. Dengan laporan tersebut, ia bersama dengan aparat desa pun langsung melakukan proses evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.

“Penyebab utama adalah memang curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya longsor. Kini sudah ditangani TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD untuk melakukan evakuasi ratusan kepala keluarga di tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah desa bersama dengan tim evakuasi juga sudah membentuk posko dan tenda darurat untuk tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak longsor.

“Warga yang lokasinya dekat dengan tempat kejadian untuk sementara ada yang tinggal di rumah saudara dan di posko darurat sambil melihat perkembangan di lokasi,” ujarnya.

** Taufik / Nay 

Pasca Idul Fitri PTSL Ligarmukti Dilanjutkan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Ligarmukti, Klapanunggal, Kabupaten Bogor akan dilanjutkan bulan ini. Pasalnya, program tersebut sempat tertunda lantaran libur Idul Fitri. Setidaknya, 1200 berkas PTSL di Desa Ligarmukti menunggu untuk diselesaikan oleh BPN Kabupaten Bogor.

“Infonya bulan ini program PTSL di Ligarmukti bakal dilanjutkan setelah libur lebaran. Kami berharap program ini dapat berjalan sesuai dengan jadwal,” kata Kepala Desa Ligarmukti, Samin kepada Jurnal Bogor, Senin (8/5/23).

Desa Ligarmukti, Klapanunggal, Kabupaten Bogor tahun ini menjadi salah satu desa yang mendapatkan alokasi kuota program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kini pihak desa tengah melakukan pemberkasan terhadap ribuan berkas yang sudah diajukan guna lancarnya program tersebut.

“Warga menyambut positif program sertifikasi lahan itu dan merasa sangat terbantu, mengingat masih sangat banyak warga Desa Ligarmukti yang memiliki lahan, namun belum memiliki sertifikat,”kata dia.

Samin mengatakan, untuk Desa Klapanunggal mendapat alokasi Program PTSL sebanyak 1200 lebih berkas. Mengingat jumlah kepala keluarga di Desa Ligarmukti tidak terlalu banyak seperti desa lain, maka program ini hampir dirasakan oleh seluruh warga Desa Ligarmukti.

“Jadi hampir seluruh warga Desa Ligarmukti kebagian program ini, karena jumlah kuota dan jumlah kepala keluarga atau pemilik lahan tidak jauh berbeda,” ujarnya.

Samin mengatakan, pihaknya akan merealisasikan program PTSL sesuai dengan aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan agar tidak menimbulkan permasalahan ke depannya.

“Kita ikuti semua aturan dan mekanismenya. Karena ini program untuk masyarakat, semoga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Samin.

** Taufik/Nay

Kades Kembang Kuning Bakal Sidak TPS Ilegal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Kepala Desa Kembang Kuning, Neneng menyatakan akan melakukan sidak ke lokasi TPS Ilegal di Desa Kembang Kuning yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah ilegal. Lokasi yang berada dibelakang kawasan satelit tersebut merupakan salah satu TPS yang sudah beroperasi cukup lama yang menampung sampah dari Cileungsi dan Klapanunggal.

“Nanti usai pelatihan saya akan lihat ke lokasi dan mencari informasi tentang TPS illegal tersebut,” kata Kepala Desa Kembang Kuning, Neneng kepada Jurnal Bogor, Senin (8/5/23).

Neneng pun belum bisa berkomentar banyak lantaran dirinya belum mendatangi lokasi dan mengetahui berbagai hal terkait keberadaan TPS Ilegal tersebut.

“Nanti kalau sudah ke lokasi baru kami akan ambil tindakan lanjutan,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Kebersihan dan Sanitasi II Jonggol, Heri mengatakan, pihaknya sudah mengetahui terkait keberadaan pembuangan sampah ilegal tersebut. Menurut dia, keberadaan TPS ilegal akan berdampak negatif terhadap masyarakat sekitar.

“Mungkin saat ini lokasi masih jauh dari pemukiman, tapi suatu saat nanti itu akan menjadi persoalan Ketika lokasi akan dimanfaatkan atau difungsikan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan TPS memerlukan berbagai kajian dan pertimbangan teknis terkait dampak lingkungan. Jadi tidak sembarangan tempat bisa dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Inilah salah satu persoalan yang sampai saat ini masih menjadi agenda bersama untuk diselesaikan. Bagaimana menciptakan TPS yang memang memenuhi persyaratan dan tidak melanggar aturan,” paparnya.

Terkait keberadaan TPS tersebut, Heri mengaku, hal tesebut sudah dilaporkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor untuk dilakukan penindakan. Hal itu lantaran TPS di Klapanunggal tersebut tidak memiliki izin.

“Untuk tindakan penertiban tentunya kewenangan dari Pol PP Kabupaten Bogor. Kami hanya berkordinasi dan melaporkan,” ungkapnya.

Heri mengatakan, persoalan sampah di wilayah kerja UPT Sanitasi dan Kebersihan II Jonggol memang kompleks. Mulai dari tingginya produksi sampah, minimnya armada pengangkutan, TPS illegal dan lokasi TPA Kabupaten Bogor yang sangat jauh.

“Ini tentunya persoalan di lapangan yang jadi agenda kami dari UPT untuk diselesaikan secara bertahap,” tandasnya.

** Taufik/Nay