29.1 C
Bogor
Saturday, August 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 655

Cegah Tebingan Terkikis, Pemdes Pangkaljaya Bangun TPT 

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Tebingan yang berlokasi di Kampung Tapos RT 01 RW 13, Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor kini dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT).  Pembangunan TPT tersebut dari anggaran dana desa untuk mengantisipasi terjadinya longsor akibat terkikisnya tebingan.

“Agar memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna kepada Jurnal Bogor, Senin (15/5).

Di wilayah  itu diakuinya kerap dilanda tanah longsor, meski longsornya tidak begitu besar dengan bangunan TPT itu untuk  mencegah terjadinya bencana alam. Apalagi tebingan itu berbatasan tanah masyarakat dengan lingkungan sekolah.

“Maka itu bangunan TPT sebagai pemberdayaan dalam rangka mendukung program pendidikan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, diatas tebingan ada gedung SDN Tapos, dan sering terkikisnya tebingan  ketika hujan berdampak  jalanan menjadi licin.

Sementara Kepsek SDN Tapos, Sukadir mengaku keberadaan  bangunan TPT yang tengah dibangun itu, menurutnya  sangat membantu pihak sekolah.

“Sangat terbantu Karena bangunan TPT itu tepat berada perbatasan tanah masyarakat dengan bangunan sekolah. Tentu bangunan TPT itu selain memberikan manfaat masyarakat sekitar tentu saja SDN Tapos juga sangat diuntungkan tidak khawatir longsor,” tandasnya. Arip Ekon

Tower Seluler tak Berizin di Desa Dayeuh, Jamhali Sebut Surat Belum Dia Tandatangani 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Sejumlah warga Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor menyatakan penolakan terkait pembangunan salah satu menara seluler di RT 02/02 yang sudah mulai dikerjakan oleh pihak kontraktor. 

Pasalnya, warga menilai pihak pemilik menara sejauh ini belum melakukan sosialisasi kepada warga, terkait izin pembangunan menara seluler maupun dampak dari keberadaan menara tersebut.

Warga mendesak agar pihak Pol PP Kecamatan Cileungsi segera melakukan tindakan tegas dan menghentikan pembangunan menara yang diduga belum memiliki izin tersebut.

“Sejauh ini kami belum diundang atau disosialisasikan dari pihak pemilik menara atau pihak desa terkait pembangunan menara ini. Mungkin izin lingkungan juga hanya beberapa warga saja, karena umumnya warga tidak mau adanya menara disini. Apalagi pihak pemilik tower tidak menjelaskan kepada warga terkait dampak pembangunan menara yang berada di tengah pemukiman ini,” kata salah satu warga Desa Dayeuh, Ahmad kepada Jurnal Bogor.

Menurut dia, saat ini proses pembangunan tower tersebut sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor. Ketika warga bertanya terkait izin, lanjut Nasir, pihak kontraktor tidak dapat menunjukan izin mendirikan tower dari Pemkab Bogor dan hanya mengatakan tidak tahu menahu mengenai proses perizinan.

“Inikan namanya tidak sinkron antara pemilik tower dengan pihak kontraktor. Harusnya kalau memang sudah berizin ya pihak kontraktor diberitahu. Sehingga kalau ada permasalahan di lapangan dapat ditunjukan kepada warga,” jelasnya.

Ahmad meminta kepada pihak desa maupun aparat di Kecamatan Cileungsi untuk segera menindak dan menghentikan proyek pembangunan menara tersebut sampai semua persoalan jelas dan tidak ada peraturan yang dilanggar oleh pihak pemilik tower.

Sementara itu, Penanggungjawab proyek pembangunan tower, Triono mengatakan dirinya tidak tahu terkait izin pembangunan tower. Ia mengaku, pihaknya hanya bertanggungjawab untuk pembangunan tower tersebut sesuai dengan kesepakatan pihak pemilik tower.

“Kalau untuk izin saya kurang paham. Karena saya hanya ditugasi untuk membangun tower ini,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dayeuh, Jamhali yang dikonfirmasi terkait izin lingkungan pembangunan tower tersebut mengatakan, pihak pemilik tower memang sudah mengajukan izin lingkungan untuk pembangunan tower tersebut. Namun, lanjutnya pihak desa belum memberikan persetujuan. 

“Sudah di saya tapi belum saya tanda tangan,” singkatnya. 

** Taufik/Nay 

Pemkab Bogor Sorot Tambang Emas Ilegal Buanajaya

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan berkoordinasi dengan Polres Bogor mengecek keberadaan tambang emas ilegal di Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang sudah lama beroperasi.

Pasalnya, sempat beredar kabar jika aktivitas tambang ilegal di kawasan Gunung Sanggabuana tersebut disiinyalir menjadi penyebab terjadinya bencana longsor di Desa Buanajaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait kabar tambang ilegal tersebut. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pemeriksaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

“Kami belum bisa menganalisa sebab kejadian, mungkin di beberapa media juga ada, tapi masih simpang siur. Memang di situ katanya ada info galian Gunung Sanggabuana ada sumber emas katanya, nanti kita cek dulu,” kata Iwan kepada wartawan, Senin (15/5/23).

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, saat ini hal terpenting yang dilakukan ialah melakukan penanganan pascabencana serta menangani warga yang terdampak. Menurutnya, ada sekitar 300 warga Kampung Cibeureum, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang sempat mengungsi akibat kejadian longsor pada awal pekan lalu.

“Saya akan klarifikasi ke BPBD asesmennya apa, yang penting kita untuk pascabencana aja dulu kita sudah tangani. Kita juga koordinasi dengan Kapolres Bogor, segera beliau akan tindak lanjut, akan turun mungkin akan ditutup kalau itu ilegal,” tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan kabar beredar menyebutkan longsor yang terjadi di kawasan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, pada awal pekan ini disebabkan karena aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Sanggabuana. Setelah ditelusuri, polisi mengatakan lokasi longsor dengan tambang emas ilegal itu cukup jauh.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Rustami, menjelaskan longsor yang terjadi pada Senin (8/5/2023) itu terjadi karena faktor alam. Dimana terdapat pergeseran tanah dan curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut, dan jauh dari lokasi yang selama ini disebutkan sebagai tambang galian ilegal atau liar.

“Jarak antara longsor dengan adanya galian tambang emas ilegal atau liar tersebut jaraknya bisa diperkirakan memakan waktu perjalanan sekitar dua jam lebih. Dan harus ditempuh melalui jalan darat dengan berjalan kaki dan tidak mudah untuk bisa cepat sampai ke lokasi galian liar tersebut,” kata Rustami.

** Taufik/Nay

Achmad Fathoni Kembali Dicalonkan PKS untuk Maju ke Legislatif 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Achmad Fathoni dicalonkan kembali sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai PKS Kabupaten Bogor di Pemilu 2024 mendatang. Fathoni menargetkan raihan suara empat kali lebih banyak dari tahun sebelumnya. 

“Dengan modal 6.500 suara di 2019, saya ingin meningkatkan minimal 3 sampai 4 kali lipat dari raihan suara sebelumnya jadi sekitar 20.000. Khusus untuk Gunung Putri hitungan kita meraih suara 10.000 kalau per desa itu dapat 1.000 suara,” katanya kepada Jurnal Bogor saat menghadiri Halal Bihalal Akbar DPC PKS Gunung Putri, di GOM Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (14/5/23). 

Fathoni yang kini masih duduk di Komisi 3 mengaku optimistis, bakal duduk lagi di kursi DPRD Kabupaten Bogor. Karena masyarakat Bogor Timur atau Daerah Pemilihan (Dapil) dua, sudah memiliki kesadaran dalam menentukan pilihan wakil rakyatnya. 

“Saya optimis, karena kesadaran masyarakat khususnya Gunung Putri dan Cileungsi yang sudah bagus dari segi pendidikan dan komunikasinya. Saya yakin mereka punya penilaian yang obyektif dalam memilih Caleg,” ungkapnya.

Fathoni menyebut, selama menjadi anggota dewan sudah memenuhi janji kepada masyarakat. Namun tidak mendefinitifkan dan menentukan point janji yang sudah terealisasi. Tapi sebagai seorang dewan tugasnya sudah jelas, penganggaran, pengawasan dan menyusun perda. 

“Setiap tahunnya saya mengusulkan 300 program. Begitupun untuk pengawasan, bisa dilihat siapa diantara anggota dewan yang selalu turun langsung dan merespons keluhan masyarakat. Kemudian soal Perda, saya juga menjadi anggota Bapem Perda, jadi terlibat langsung menginisiasi Perda pendidikan maupun Perda lain yang diinisiasi oleh eksekutif,” bebernya. 

Lebih lanjut Fathoni menyampaikan, jika untuk periode pertama dirinya menjabat untuk belajar, dan harus mencoba semua tugas di komisi lain. Dengan begitu, bisa lebih paham apa yang dibutuhkan masyarakat, dan apa yang menjadi penyebab proyek pembangunan bisa terhambat. 

“Jadi, di periode pertama inilah saya bisa lebih paham, kalau namanya jalan terlambat dibangun apa penyebabnya, kualitas jelek juga apa permasalahannya. Kemudian juga masyarakat punya keluhan harus apa solusinya, itu sudah banyak informasi dan pengalaman. Maka dari situ insya Allah periode kedua nanti akan lebih efektif saya dalam merencanakan maupun menyusun perda,” cetusnya.

Meski selalu turun menanggapi keluhan masyarakat walaupun bukan di bidangnya, sambung Fathoni, dirinya tetap punya etika agar semua masyarakat yang membutuhkan peran dewan dalam menyelesaikan persoalan dapat diperjuangkan. 

“Jadi saya punya dua etika. Pertama, untuk  dapil saya, warga harus saya wakili, semua bidang walau bukan komisi saya, harus saya perjuangkan. Begitu juga sebaliknya, saya ada di Komisi 3, semua masyarakat se-Kabupaten Bogor harus saya perjuangkan di bidang saya. Makanya saya bisa lintas dapil saat mengurusi urusan komisi 3,” paparnya.

Menurutnya, secara umum keseluruhan dalam pelaksanaan Perda, dirinya juga merupakan anggota Bapem Perda dan untuk  pelaksanaan APBD itu bagian dari bagian pelaksanaan Perda. 

“Saya juga bertugas untuk mengawasi pelaksanaannya, mengevaluasi termasuk menyerap aspirasi apakah perda yang sudah ada harus diperbaiki atau kita ubah,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Cari Makan, Kera dari Gunung Kapur Turun ke Permukiman

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Kawanan kera ekor panjang hampir setiap hari turun ke permukiman warga di Kampung Cibadak, Desa Badak, Ciampea, Kabupaten Bogor.

Aktivitas kawanan kera ini tidak menggangu warga sekitar karena kera tersebut berasal dari Gunung Kapur yang berada tidak jauh dari pemukiman. 

Menurut warga, Endang, kawanan kera tersebut hampir setiap hari turun ke permukiman hanya mencari makanan, dan saat ini tidak begitu banyak yang turun ke permukiman.

“Hampir setiap hari, kalo siang gini hanya kawanan kecil saja yang turun. Ramainya mereka ini pagi dan sore, mereka hanya mencari makan,” katanya.

Selain di permukiman warga, kawanan kera juga terlihat di area tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Ciampea Baru.

Biasanya aktivitas kera-kera tersebut kata dia, mencari berbagai makanan di tumpukan sampah itu.

“Sudah delapan bulan kera-kera ini tidak terlalu banyak yang turun ke permukiman, sekarang-sekarang ini  kera tersebut hanya berada di tumpukan sampah yang ada di belakang pasar,” kata salah satu pedagang sayur yang berada di area pasar, Enah. 

Dia mengatakan, untuk kera dengan jumlah yang banyak turun ke pemukiman atau ke pasar itu terjadi musiman yang biasanya setahun sekali. 

“Dulu sempat turun dengan jumlah ratusan keberadaannya cukup meresahkan, karena mengganggu aktivitas warga terlebih di pasar,” katanya.

** Andres 

Empat Pemain Muda Bogor Promosi Masuk Persikabo Senior

0

Ia menambahkan, empat pemain Persikabo U20 yang mendapatkan kesempatan promosi ke Tim Persikabo Senior diantaranya Muhammad Syamsul Rifai, Aldi Al Ghifari, Muhammad Zidan Jailani Lestaluhu dan Muhammad Dzaki Nurrobi.

” Mudah mudahan masuknya empat pemain Persikabo U20 ke Tim Persikabo Senior akan memotivasi para pemain muda lainnya yang ada di Kabupaten Bogor,”  ujar mantan pemain PSBL Bandar Lampung Ini. ( asep syahmid)

Bahar Optimis Pemain Muda Bogor Bisa Bersaing di Persikabo 1973

0

Masuknya empat pemain muda Persikabo U-20 dalam promosi ke Tim Senior Persikabo 1973 mengundang rasa optimisme para pegiat dan pemerhati sepakbola di Kabupaten Bogor.

Bahar Lestaluhu, arsitek Persikabo U20 mengaku optimis empat pemain binaanya akan mampu bersaing dengan para pemain  di skuad Persikabo 1973 yang dipersiapkan mengarungi kancah Liga 1 2023/ 2024.

Menurutnya, secara skill, teknik dan kemampuan para pemain Bogor tak kalah dengan para pemain lainnya.

” Saya  berharap masuknya empat pemain dari Persikabo U 20 ini akan membawa gairah baru bagi para pesepakbola muda di Kabupaten Bogor,” papar Bahar.

Lebih lanjut, katanya, dengan adanya empat pemain muda Persikabo U20  yang promoso ke Tim Senior  diharapkan akan memberi dampak bagi masyarakat Kabupaten Bogor untuk datang langsung ke Pakansari saat Persikabo 1973 bertanding.

Stadion Pakansari Siap Dikelola Pihak Swasta

0

Pemkab Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora) memberikan angin segar kepada pihak swasta yang berminat mengelola Stadion Pakansari, Cibinong.

Saat ini, SKPD yang menangani leading sector sarana dan prasarana keolahragaan di Kabupaten Bogor ini tengah merancang regulasi soal tata kelola Stadion Pakansari jika dikelola oleh pihak ketiga.

” Kami sudah study banding ke Managemen Bali United soal tata kelola stadion jika diberikan pengelolaannya kepada pihak ketiga,” ujar Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, Senin, 15 Mei 2023

Menurutnya, managemen Bali United mengelola Stadion Kapten I Wayan Dipta yang milik Pemkab Gianyar.

Ia menegaskan, kunjungan ke Bali ini akan menjadi bahan bagi Pemkab Bogor untuk membuat regulasi soal tata kelola Stadion Pakansari jika dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

” Mudah mudahan regulasi ini akan segera beres dan tertuang dalam Perbup Bogor,” paparnya.

Lebih lanjut, tambah Asnan AP, ada banyak nilai plus nya jika pengelolaan Stadion Pakansari ditangani oleh pihak Ketiga.

” Intinya Stadion Pakansari sudah siap dikelola oleh pihak swasta atau pihak ketiga,” pungkas Asnan AP.( asep syahmid)

Camat Sukamakmur Akan Kembangkan Konsep Wisata Desa Menjadi Destinasi Nasional

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Destinasi wisata di Kabupaten Bogor sebenarnya tidak hanya kawasan Puncak, Cisarua saja yang memiliki pesona alam yang jadi magnet para wisatawan selama ini.

Karena beberapa Kecamatan lain di Bumi Tegar Beriman juga memiliki potensi keindahan alam yang tak kalah cantiknya dengan kawasan Puncak.

Sebut saja, Kawasan Wisata Alam di Kecamatan Sukamakmur yang banyak memiliki potensi desa wisata dan punya pemandangan yang sangat bagus serta udara yang tak kalah jauh dengan kawasan Puncak.

Bakri Hasan, selaku Camat Sukamakmur mengatakan, potensi wisata yang ada di wilayahnya mayoritas Wisata Alam Pegunungan.

Namun saat ini, sudah banyak juga wisata buatan dan Camping Ground yang ada di Kecamatan Sukamakmur.

” Kecamatan Sukamakmur memiliki 10 desa dan rata rata punya keindahan alam yang bisa dijadikan destinasi wisata kedepannya,” ujar Bakri Hasan, Senin, 15 Mei 2023.

Saat ini, tambah Bakri Hasan, tingkat kunjungan wisatawan dari luar Kabupaten Bogor atau luar Jawa Barat ke kawasan wisata yang ada di Sukamakmur sudah sangat banyak.

” Kedepannya kami tengah merancang semua potensi desa wisata yang ada di Kecamatan Sukamakmur bisa menjadi destinasi wisata nasional,” tegas Ketua PORTINA Kabupaten Bogor ini.

Ia berharap banyaknya potensi wisata alam di Sukamakmur ini bisa diimbangi dengan kualitas Infrastruktur jalan raya yang menjadi akses ke kawasan semua desa wisata di Sukamakmur.

Beberapa kawasan wisata di Sukamakmur yang sudah jadi magnet kunjungan wisatawan saat akhir pekan atau liburan diantaranya, Villa Kayangan, Nirvana Valley, Green Villas, Curug Cipamingkis, Curug Ciherang, Situ Rawa Gede, Curug Cidulang, Curug Cibeureum, Curug Pakuan, Curug Golek, Curug Tiga Bidadari, Curug Leuwi Hejo, Taman Sukawangi .

” Kami tengah merencanakan konsep wista desa di Sukamakmur ini jadi destinasi wisata nasional,” pungkasnya. ( asep syahmid)

DPC PKS Gunung Putri Silaturahmi Akbar, Ini Pesan Dedi Aroza 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tingkat DPC Kecamatan Gunung Putri mengadakan halal bihalal dan silaturahmi akbar dengan tema “ Merajut Ukhuwah Merajut Kemenangan “di GOM Gunung Putri, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (14/5/23).

Wakil ketua DPC PKS Kecamatan Gunung Putri, Sugianto mengatakan kegiatan halal bihalal ini sekaligus silaturahmi akbar untuk semua kader PKS se-Kecamatan Gunung Putri. Dimana, dalam kesempatan ini untuk saling mengenal antara Caleg dan kader yang ada di Kecamatan Gunung Putri.

“Alhamdulilah kegiatan halal bihalal kali ini dihadiri 1000 lebih kader PKS se-Kecamatan Gunung Putri. Selain memang silaturahmi pasca hari raya, disini kami juga sekaligus mengencangkan kepada para kader PKS yang ada di Kecamatan Gunung Putri untuk memenangkan partai dan caleg yang kita usung,” ujar Sugianto kepada Jurnal Bogor.

Oleh karena itu, sambung Sugianto, dalam kesempatan ini pula sekaligus memperkenalkan para Caleg yang akan bertarung di Pilkada 2024 mendatang. Dan pelantikan Koordinator RW (Korwe) yang akan dibentuk untuk menjadi tim pemenangan.

“ Untuk suara sendiri, kita menargetkan 40% mendapatkan suara untuk Kecamatan Gunung Putri. Untuk di Gunung Putri sendiri Caleg PKS untuk DPR RI ada 3, untuk DPRD Provinsi ada 2, dan untuk DPRD kabupaten ada 4. Untuk target sendiri kita menargetkan semua menang tapi lebih mengutamakan incumbent,” cetusnya.

Sementara, Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Dedi Aroza mengatakan silaturahmi akbar ini merupakan kegiatan rutin yang biasa digelar oleh PKS. Selain untuk mempererat silaturahmi juga untuk menjaga kondusivitas PKS di lapangan.

“Kegiatan hari ini untuk di wilayah Bogor Timur ada 3 kecamatan yang melaksanakan silaturahmi akbar. Tadi saya berpesan kepada para kader untuk pemenangan kali ini kita ketuk pintu tetangga dan juga pintu langit sebagai dorongan do’a kita. Karena apapun yang sedang kita kerjakan haruslah selalu berharap mendapatkan ridha Allah SWT,” paparnya.

Lebih lanjut Dedi Aroza berharap kepada para Caleg yang akan bertarung nanti, baik untuk incumbent maupun yang baru agar merangkul masyarakat dengan sebaik mungkin, dan buat kepercayaan masyarakat tumbuh untuk PKS agar bisa menjadi pemenang kedepannya.

“Sejauh ini kita optimis untuk menang, makanya tadi saya pesankan pada para kader jaga silaturahmi dan jangan lupa untuk berdoa memohon kepada Allah SWT yang menentukan segalanya,” tandasnya.

** Nay Nur’ain