25.9 C
Bogor
Monday, May 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 654

Iwan Nyoblos Pilkades di Desa Lewimalang

0

Cisarua|Jurnal Bogor

Plt.Bupati Bogor, Iwan Setiawan didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Halimatussadiyah Iwan turut serta menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi Pilkades serentak gelombang II tahun 2023. Hal itu dilakukan saat melakukan pemantauan langsung ke lokasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak salah satunya ke TPS 09 wilayah 3 Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (12/3).

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, Pilkades serentak gelombang II merupakan momen yang ditunggu masyarakat di 36 desa yang tersebar di 26 kecamatan se-Kabupaten Bogor sehingga penyelenggaraannya harus sukses, aman dan kondusif.

“Hari ini momen yang ditunggu masyarakat, kami harap dari mulai pemilihan hingga perhitungan sore ini bisa selesai dengan kondusif aman dan tenang,” terang Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan menyatakan, Pilkades merupakan pesta demokrasi yang mana masyarakat bebas menentukan dan memilih berdasarkan hak pilihnya.

“Mari sama-sama kita serius pantau dan jaga pelaksanaan Pilkades serentak ini sampai sukses dan tuntas,” tuturnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada para Kades yang nanti terpilih bisa menjalankan tugas dengan amanah sesuai dengan kewenangannya. “Agar apa yang dibutuhkan dan diharapkan masyarakat bisa terakomodir dengan baik,” tegas Plt. Bupati Bogor.

** Dede Suhendar

Aparat TNI-Polri Amankan Pilkades Desa Curugbitung

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Ratusan aparat gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, Tentara Negara Indonesia (TNI), Pol PP dan Linmas mengamankan perhelatan hajat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor. Pengamanan dilakukan di sebar ke sebanyak 17 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing RW. 

“Untuk situasi saat ini Desa Curugbitung di 17 TPS relatif aman kondusif, belum ada laporan-laporan kejadian yang tidak diharapkan,” kata Kapolsek Nanggung AKP Handoko kepada Jurnal Bogor, Minggu (12/03). 

Dia menegaskan, selama perhitungan di masing-masing TPS berjalan sesuai dengan keinginan, tidak ada riak-riak dari para pendukung para calon. “Intinya berjalan seperti semestinya, tidak ada riak-riak apapun. Saat ini perhitungan sedang dilakukan tinggal menunggu laporan di masing-masing TPS untuk di kirim ke tingkat desa,” tegasnya.

Menurut Handoko, ratusan aparat gabungan mengamankan di sejumlah titik TPS dari kepolisian sendiri dibantu oleh Polres Bogor. “Dari kepolisian sekitar 40 orang dibantu oleh TNI, Pol PP, Linmas, bahkan linmas dari masing-masing desa di Kecamatan Nanggung dikerahkan,” katanya.

Jadi kata dia, diharapkan para calon agar untuk menciptakan situasi aman dan kondusif. “Dalam hal ini para calon sudah berikrar untuk menciptakan situasi aman dan kondusif apapun hasilnya dan siapapun yang menang,” ucap dia. 

Sementara, Ketua Panitia Pilkades tingkat kecamatan Ae Saefulloh mengimbau agar panitia maupun petugas TPS menjalankan dengan jujur dan tidak menimbulkan masalah.  “Kami mengimbau kepada seluruh panitia dan petugas TPS untuk menjalankan pemilihan dengan jujur dan adil agar pelaksanaan Pilkades tidak menimbulkan permasalahan dan berjalan lancar,” katanya.

Jadi kata Ae pelaksanaan Pilkades saat ini serentak yang digelar di 36 desa di 26 Kecamatan, untuk kondusifitas acara para calon diimbau bisa mengendalikan pendukungnya. “Para calon kepala desa untuk mengendalikan pendukungnya agar tidak terpancing suasana apa pun, hasilnya nanti setelah perhitungan suara,” papar Ae.

Di tempat yang sama Ketua Panitia Pilkades Irfan Darajat mengatakan, tahap demi tahap Pilkades telah terlewati dengan kondusif.

“Alhamdulillah segala tahapan-tahapan Pilkades sudah kita lalui bersama, hingga hari ini bisa terlaksana puncaknya Pilkades Curugbitung dengan total hak pilih 7841 yang tersebar di 17 TPS. Semoga pelaksanaan Pilkades ini berjalan lancar, jujur, adil dan menghasilkan pemimpin yang terbaik dan amanah untuk melanjutkan pembangunan di Desa Curugbitung ini,” katanya.

** Andres

PPP Yakin Bisa Pertahankan Satu Kursi Dewan di Dapil IV

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Berkurangnya kursi Dewan di Dapil IV Kabupaten Bogor,  tidak merontokkan semangat kader partai PPP di wilayah Dapil IV. Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin mengaku optimis PPP bisa mempertahankan satu kursi dewan di Dapil IV.

“Sebelum menghadapi Pileg nanti, kita kuatkan dulu kader PPP di setiap kecamatan, salah satunya dengan para pengurus kader PPP di Kecamatan Dramaga,”  ujar Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin yang merupakan anggota DPR RI.

Elly mengungkapkan bahwa  penguatan dan pembekalan terhadap kader sangat penting dalam menghadapi Pileg 2024.   Apalagi, jumlah kursi dewan Dapil IV Kabupaten Bogor, bakal berkurang pasca-Kecamatan Ciomas masuk ke Dapil III.

Dengan berkurangnya satu Kecamatan, otomatis jumlah kursi dewan juga ikut berkurang. Dari yang sebelumnya 9 kursi dewan, sekarang kursi dewan Dapil IV  menjadi 7 kursi.

“Sekarang ini bagimana caranya  PPP bisa mempertahankan satu kursi dewan di Dapil IV. Kalau target di Kabupaten Bogor yakni sepuluh kursi Dewan ,” ujarnya  saat penguatan mesin Partai di Pendopo Dramaga, Desa Dramaga.

Ia mengaku bangga dengan kesolidan yang ditunjukkan pengurus Partai Anak Cabang PPP dalam menjalankan mesin partai berlambang kabah tersebut. Ia berharap semuanya solid dan bersatu saling mendukung, serta kerja keras untuk memenangkan PPP.

“Mari kita bersama-sama untuk semangat perjuangan, semangat pengabdian yang tulus, untuk mengembalikan kejayaan PPP di masa mendatang. Hanya satu tujuan, menjemput kemenangan,” jelasnya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil IV M. Romli mengaku optimis kursi dewan di Dapil IV  bisa dipertahankan. Walaupun dirinya di Pileg 2024 tidak lagi maju di Dapil IV. Hal tersebut disebabkan amanat partai untuk  melangkah maju ke DPRD Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, untuk mempertahankan kursi dewan di Dapil IV tentunya perlu adanya penguatan  pengurus ranting PPP. Bahkan pascadirinya melangkah ke Jabar, tentunya semua para bakal calon legislatif (bacaleg) memiliki peluang yang sama. Hal tersebut disebabkan tidak adanya dewan incumben.

“Intinya, Caleg  PPP harus memiliki semangat juang yang tinggi. Karena niatnya bukan menjadi calon, akan tetapi bagaimana siap menjadi dewan,” tukasnya.

** Andres

Jalan Lingkungan tak Sesuai, Warga Sinar Harapan Minta Perbaikan

0

Sukajaya l Jurnal Bogor 

Warga Sinar Harapan menuntut Pemerintah Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor agar jalan lingkungan (jaling) yang baru dibangun sudah rusak lagi untuk segera diperbaiki.

Salah satu tokoh masyarakat setempat H. Uci menyebutkan, sesuai prasasti yang dipasang jalan lingkungan itu menghabiskan dana sebesar Rp18 juta.

“Faktanya jaling itu cuma menghabiskan dana hanya 6 juta,” ungkapnya, Minggu (12/3).  

Bahkan H.Uci berterus-terang berdasarkan informasi yang terlebih tertulis  di spanduknya, jaling itu adalah betonisasi, tapi pada kenyataan bukan beton. “Kami menuntut, setidaknya anggaran 18 juta itu minimal dibangunkan sekitar 70 persen. Jangan sampai terjadi menipu masyarakat, sebab di spanduk bangunan tersebut tidak sesuai kenyataan,” kesal Uci.

Dengan kondisi tersebut dia merasa tidak puas karena banyaknya terjadi kecelakaan sehingga dia harapkan jalin dibangun dengan kokoh. Bahkan sejak awal, dia mengaku pembangunan jaling pihak masyarakat maupun RW tidak dilibatkan

“Tidak ada koordinasi, padahal kalau untuk pembangunan lingkungan kami siap membantunya baik secara fisik maupun secara moral, kami siap. Bahkan bangunan serupa juga tidak hanya di satu titik saja. Termasuk di Budi Utomo pun sama pembangunannya seperti ini,” beber dia lagi.

Tak hanya tokoh masyarakat, Ketua  RT  02 RW 07 Suru juga mengharapkan jaling yang sudah rusak itu untuk segera ada perbaikan. “Tolong segera diperbaiki,” kata Suru.

Sementara ketika dikonfirmasi Jurnal Bogor perihal tersebut, Pemerintah Desa Harkatjaya melalui Sekretaris Desa Kiki, serta Kasie Ekbang Kecamatan Sukajaya Cici  tak merespons. 

Sebelunya diberitakan, seorang warga membagikan keluhan kondisi pembangunan infrastruktur berupa jalan lingkungan (jaling) di wilayah Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor melalui unggahan video di media sosial.

Dilansir dari akun Ulan Pahri Ulan Pahri menunjukkan hasil pembangunan jalan yang berasal dari Dana Desa itu dikeluhkan hasilnya.

“Pembangunan di kampung sinar harapan 18 juta, yang dibangunin cuma 6 juta,”katanya dalam unggahan video yang diterbitkan pada Rabu (8/3) lalu.

Dia juga menunjukkan beberapa kerusakan di titik jalan yang mana pembangunan tersebut diketahui baru selesai 1 bulan.

“Baru sebulan masa sudah kaya gini-ginj jalan, lihat bangunanya 18 juta ini,” kata dia mengeluhkan.

Informasi didapat dalam video tersebut, lokasi pembangunan jaling itu berada di Kampung Sinar Harapan menghabiskan anggaran Rp17.988.200. Sementara dari tayangan video itu menunjukkan kekecewaan hasil dari pembangunan tersebut.

** Arip Ekon

Penggunaan Produk Import di Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Mendapatkan Keluhan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Kementerian Perindustrian telah proaktif mendorong pelaksanaan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Upaya ini menjadi langkah strategis dalam memacu produktivitas dan daya saing industri manufactur yang akan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 43 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Penunjukan Verifikasi Independent dan Pengenaan sanksi Adminintrasi dalam rangka Perhitungan dan Verifikasi besaran nilai TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP).

Bahkan besaran nilai TKDN tersebut bukan hanya tertuang dalam Permen. Juga tercetus dalam UU Cipta Kerja yang jelas menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah diminta untuk mengalokasikan minimal 40 persen belanjanya untuk UMKM dan Koperasi dari produk dalam negeri.

Namun hal yang sangat disayangkan, intruksi Undang-Undang serta arahan Presiden, bahkan Peraturan Menteri tidak cukup membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk menggunakan produk dalam Negeri yang memiliki nilai TKDN diatas 40 persen.

Hal tersebut terlihat dan sudah terjadi sejak 3 tahun kebelakang, dimana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor justeru lebih memilih produk import asal Perancis dengan menggunakan atap jenis Ondulen yang hanya memiliki nilai TKDN 24 persen. Tak ada perubahan dalam penggunaan produk import tersebut juga menjadi keluhan bagi para kontraktor atau aplikator, karena selisih nilai atap Ondulen dengan jenis atap lain cukup signifikan.

“Mengenai produk atap jenis Onduline yang gemar dipakai Dinas Pendidikan belakangan ini selalu jadi rebutan pihak distributor, apalagi kebutuhan atap tersebut diduga dimonopoli oleh salah satu suplaier yang namanya berseliweran di Dinas Pendidikan,” ucap NF kepada Jurnal Bogor, Minggu (12/03/23).

Penggunaan atap Ondulen produk import tersebut semakin hebat di pasaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan seolah tidak bisa ditawar lagi padahal nilai TKDN Ondulen sangat rendah dibawah 40 persen.

“Seolah – olah produk atap tersebut mendarah daging di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor padahal didalam Kepres jelas tercetus cintailah produk dalam negeri tapi aturan tersebut seolah tidak berlaku dalam lingkup Dinas Pendidikan,” ungkap NF.

Dirinya sangat menyayangkan, dari sekian banyak produk dalam negeri yang tidak kalah bagus kualitasnya, justeru malah produk import yang dipertahankan oleh Dinas Pendidikan.

“Saya sih berharap, keluhan kami sebagai penyedia jasa yang sangat mendukung produk Indonesia bisa didengar dan disampaikan oleh pemangku kebijakan yang lebih tinggi. Walaupun untuk kualifikasi jenis barang tahun ini di lingkup Dinas Pendidikan belum ada ketetapan, tapi kami berharap baik untuk baja ringan, keramik maupun atapnya Dinas Pendidikan bisa menggunakan produk dalam negeri yang jelas nilai TKDN-nya tinggi, ” pungkasnya penuh harap.

Sementara, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Desirwan saat dimintai keterangan terkait pemakaian jenis produk barang yang akan digunakan pada pekerjaan tahun 2023 via telepon dan pesan singkat tidak memberikan jawaban. Hingga sampai diturunkannya berita ini belum ada penjelasan dari Dinas Pendidikan.

Untuk diketahui Kementerian Perindustrian sudah memverifikasi produk yang nilai TKDN-nya lebih dari 40 persen di Indonesia sudah mencapai lebih dari 19 ribu jenis usaha.

** Nay Nur’ain

Kapten Rocky Gandeng PT ASI Beri Pelatihan Kerja Lulusan SMK

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Koramil 0621-05 Gunung Putri, bekerja sama dengan PT Aneka Servis Indonesia merekrut para pemuda lulusan SMK untuk mengikuti pelatihan mekanik alat berat, di kawasan pergudangan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (10/3/23).

Danramil 0621-05/Gunung Putri, Kapten kav La Ahmadin mengatakan, pelatihan ini kami sediakan untuk anak pemuda lulusan SMK. Mengingat, jika SMK sedikit banyak pasti mereka punya dasar akan teknik mesin atau mekanik.

“Pelatihan ini bermaksud setelah para pemuda ini mendapatkan pendidikan, kedepan mereka akan disalurkan diperusahaan yang menggunakan alat berat,” ucap Kapten Rocky sapaan akrabnya itu kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, mengambil langkah pelatihan untuk para pemuda ini, selain agar para pemuda bisa mendapatkan lapangan pekerjaan, juga upaya mengalihkan agar mereka tidak melakukan hal-hal yang negatif.

“Langkah ini kami ambil agar anak-anak muda yang baru lulus sekolah, minimal dia sudah mempunyai kerjaan. Sehingga anak-anak itu tidak melaksanakan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tawuran, narkoba, atau menjadi geng motor,” jelasnya.

Sementara Direktur PT Aneka Servis Indonesia menyampaikan, perusahaannya bergerak di bidang pelatihan mekanik, untuk menunjang operasional khususnya pembinaan sumberdaya manusia.

“Karena ini dilatar belakangi background saya, waktu itu saya pernah kerja di perusahaan besar Astra. Saya menjadi instruktur pada waktu itu, kemudian saya merasa terpanggil, karena potensi anak muda yang sekarang, saya akan menggiring mereka menjadi mekanik yang handal nanti di lapangan,” paparnya.

“Karena kita punya latar belakang, kita punya insfrastruktur, mengapa tidak kita lakukan untuk pelatiahan bagi para pemuda disini,” jelasnya lagi mengakhiri.

** Nay Nur’ain 

Cariu Jadi Pusat Pelatnas Tenis Meja

0

Cariu | Jurnal Bogor

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano meresmikan Donic Table Tennis Training Center (DTTTC) di Desa Cariu, Kabupaten Bogor. Arena tersebut merupakan milik Ketum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) masa bakti 2022-2026 Peter Layardi Lay yang akan dijadikan sebagai tempat Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tenis Meja.

“Tenis meja ini bisa jadi cabang olahraga unggulan Indonesia untuk SEA Games dan Asian Games ke depan, mari coba tata kembali tenis meja setelah sekian lama tidak terdengar, tidak ada kompetisi hanya karena permasalahan antar pengurusnya. Mari fokus pembinaan atlet, dan hari ini sangat positif. Sarana ini dibangun untuk Pelatnas atlet di Indonesia,” kata Marciano kepada wartawan.

Marciano berpesan agar PTMSI mengesampingkan perbedaan guna memberi ruang lebih kepada atlet tenis meja untuk menjadi juara. Dalam mempersiapkan atlet juara, Marciano berharap arena tersebut dapat digunakan untuk mempersiapkan atlet lapis kedua dan ketiga yang kelak menjadi atlet elite. 

“Adanya arena ini juga menjadi pembangkit semangat kita semuanya, dengan harapan agar potensi area sekitar Pelatnas perlu dikembangkan agar kelak muncul atlet-atlet Indonesia dari Cariu, Bogor,” harapnya.

Sementara itu, Peter Layardi membeberkan jika PB PTMSI terus menjalankan proses pembinaan atlet nasional, baik lapis utama, lapis kedua dan ketiga dan generasi penerus tenis meja Indonesia.

“Ada 11 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 5 putri yang ikut dalam Pelatnas, Indonesia ini merupakan Raja Tenis meja di Asia Tenggara, saya berharap para atlet terbaik kami bisa dikirim dan mendapat dukungan dari KONI Pusat, KOI, dan Kemenpora sehingga mereka semangat dan dapat menampilkan yang terbaik.” jelas Peter.

Sedangkan Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan Kabupaten Bogor menyambut baik adanya sarana dan prasarana olahraga tingkat nasional yang dibangun di Kecamatan Cariu karena Kabupaten Bogor tengah mengembangkan Sport Tourism.

“ Sudah ada 25 sarana dan prasarana yang tersebar 15 kecamatan di Kabupaten Bogor, salah satunya training center untuk Pelatnas Tenis Meja dari PB PTMSI ini,” singkatnya.

** Taufik / Nay

Warga Cileungsi Swadaya Perbaiki Jalan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Tidak sabar menunggu adanya perbaikan dari pemerintah, warga Cileungsi akhirnya melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Hal tersebut lantaran kondisi ruas jalan mengalami kerusakan yang cukup parah serta banyak genangan air di permukaan jalan. Hal itu membuat kondisi jalan menjadi licin dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas.

“Kami melakukan perbaikan jalan yang berlobang dan digenangi air. Karena kalau hujan deras dan air menggenang lobangnya tidak kelihatan dan berbahaya bagi para pengguna jalan, apalagi yang bawa motor,” kata salah satu warga Cileungsi, Usman kepada Jurnal Bogor, Minggu (12/03/23).

Menurut dia, ruas jalan yang rusak tersebut sudah cukup lama dan belum pernah dilakukan perbaikan. Padahal warga sudah sering melaporkan hal tersebut kepada pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.

“Banyak warga yang sudah ngadu agar segera dilakukan perbaikan. Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Maka kami perbaiki bersama-sama walau cuma menutup permukaan jalan yang bolong
dan rusak parah,” ujarnya.

Usman mengatakan, selama musim hujan jumlah jalan yang rusak diwilayah Cileungsi terus bertambah dan kerusakannya semakin parah. Seperti kerusakan jalan di Jalan Raya Narogong dan Jalan Raya Transyogi.

“Kalau di Cileungsi jalan yang rusak banyak. Deket prapatan dan dekat pasar ya Jalan Raya Narogong banyak yang sudah rusak. Belum lagi Jalan Transyogi yang juga banyak yang rusak,” kata dia.

Usman berharap, pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan. Karena akses Jalan Transyogi dan Jalan Raya Narogong merupakan akses utama bagi masyarakat di Bogor Timur yang
setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.

“Ini kan akses utama bagi warga Bogor Timur, seharusnya pemerintah lebih peduli terhadap kondisi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan dan mengurangi kemacetan. Karena kalau ada jalan yang rusak sudah pasti macet apalagi kalau hujan pasti macet sangat Panjang,” tandasnya.

** Taufik /Nay 

Fokus Lindungi dan Berdayakan Petani, Kementan Minta Insan Pertanian Pahami Perpu Ciptaker

0

Tangerang-Banten. Kementerian Pertanian terus mengupayakan perlindungan dan pemberdayaan bagi petani guna meningkatkan kesejahteraan mereka, salah satunya memberikan pemahaman pada seluruh insan pertanian, khususnya petani mengenai Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 tahun 2022 dengan substansi perlindungan dan pemberdayaan Petani melalui sosialisasi pada Kamis (09/03).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan insan pertanian tak perlu khawatir pada perlindungan negara bagi petani menjadi berkurang dengan dimudahkannya investasi yang tersurat pada Perpu Ciptaker.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Badan Penyluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa adanya Perpu Ciptaker ini justru menciptakan perlindungan dan pemberdayaan petani karena di dalam Perpu tersebut masih “senafas dan sejalan” dengan UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

“Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi ketentuan WTO, kita harus menyesuaikan ketentuan pasal-pasal tersebut dengan tetap memberikan perlindungan kepada petani”, kata Dedi.

Menyinggung tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah dalam kesempatan membuka giat sosialisasi mengatakan bahwa perlindungan dan pemberdayaan petani merupakan pekerjaan besar yang perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan pemangku kepentingan lainnya agar seluruh petani mendapatkan perlindungan terutama petani kecil dan memaksimalkan pemberdayaan melalui penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan.

“Pemahaman yang lalu, perlindungan petani itu hanya dikonotasikan dengan bantuan kepada petani. Namun sekarang yang namanya perlindungan dan pemberdayaan itu akan berjalan seiring pemberdayaan dalam meningkatkan capacity building atau kemampuan petani melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan”, katanya.

Dalam Perpu Nomor 2 Tahun 2022 yang perlu digaribawahi tentang perlindungan petani secara tersirat terdapat dalam pasal 15, 30, dan 101.

Hadir sebagai narasumber, Novianto dari Biro Hukum Kementerian Pertanian mengatakan salah satu aspek dalam perlindungan petani yang perlu menjadi perhatian yaitu mengenai framing impor, dimana sebelum dikeluarkannya perpu dikatakan bahwa pemerintah secara tegas melarang impor komoditas pertanian pada saat ketersediaan komoditas pertanian dalam negeri masih mencukupi kebutuhan konsumsi dan/atau cadangan pemerintah, namun pada perpu ciptaker menjelaskan bahwa impor akan dilakukan dengan tetap melindungi kepentingan petani dan sesuai instrumen perdagangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Perpu akan menjadi upaya pemerintah untuk sejalan dengan WTO, dimana tidak boleh ada pelarangan impor yang secara tersurat dalam Undang-Undang. Pemerintah akan tetap melindungi petani dengan berbagai cara”, ucap Novianto.

Bertempat di kampus Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) Tangerang, sosialisasi yang digelar oleh BPPSDMP Kementerian Pertanian bertujuan agar para insan pertanian dapat memaknai maksud diterbitkannya perpu tersebut.

Sebagai salah satu tim penyusun Undang-Undang Nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, BPPSDMP berkewajiban mensosialisasikan perubahan-perubahan rumusan beberapa pasal dalam UU tersebut dengan perubahan atau yang diubah menjadi Perpu No.2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Giat tersebut juga sekaligus implementasi arahan Presiden Joko Widodo yang telah memerintahkan satgas cipta kerja bersama dengan kementerian/lembaga untuk melaksanakan sosialisasi secara masif dengan melibatkan stakeholder untuk menjelaskan kepada semua kalangan, masyarakat, dan seluruh komponen anak bangsa mengenai tujuan dari pembentukan perpu ciptaker agar dapat terlaksana dengan baik. Nita/PPMKP

Kementan Gelar Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektare, Petani Pandeglang Suka Cita

0

Pandeglang | Jurnal Bogor

Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektar, digelar Kementerian Pertanian (Kementan) secara serentak di 30 provins, 131 Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia, Kamis (9/3).

Panen dipusatkan di Kebumen Jawa Tengah dipimpin langsung Presiden Joko Widodo.

Menteri Pertanian menyampaikan produksi padi nasional terus meningkat tiap tahun. Tahun 2022 produksi padi mencapai 54,75 ton GKG atau mengalami peningkatan 333,69 ribu ton dbanding tahun sebelumnya.

“Kita terus upayakan peningkatan produksi padi nasional agar kebutuhan pangan masyarakat terus tercukupi dengan baik, “ ujar Mentan Syahrul.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan saat ini Kementerian Pertanian bertranformasi dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern dan Era Industri 4.0 hal ini ditandai dengan penggunaan alsintan dan penerapan teknologi informasi.

”Ciri ciri pertanian modern terlihat dari pelaku usaha pertanian dalam penggunaan teknologi informasi, internet dan juga penggunaan alat dan mesin pertanian. Oleh karena itu, pengoperasian alsintan dalam panen raya padi merupakan hal yang mutlak,” ucap Dedi.

Suka cita panen raya dirasakan petani di Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang karena hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) melimpah yakni 7,8 ton/ha.

Untuk mempertahankan Pandeglang sebagai lumbung padi nomor satu di Provinsi Banten Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Aban menekankan perlunya normalisasi sungai Cilatah yang ada disekitar wilayah Kecamatan Panimbang.

Lebih jauh Wakil Bupati menuturkan Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang merupakan wilayah yang menjadi langganan banjir. Hal tersebut menjadi salah satu kendala bagi petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), karena jika musim hujan banjir dan kemarau mengalami kekeringan.

”Diwilayah ini terdapat sungai – sungai yang menjadi tanggungjawab pusat dan juga provinsi. Sungai – sungai tersebut harus dinormalisasi dengan membuat sodetan, ” jelas Tanto.

Untuk itu Ia mengajak petani untuk bersama – sama mendorong terlaksananya normalisasi sungai. ” Saya terus meminta ke pusat maupun provinsi coba sungai Cilatah dinormalisasi, minimal ada sodetan, ” jelas Tanto saat mendampingi Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Yusral Tahir, panen padi menggunakan combine harvester.

Panen melimpah dengan rata – rata produksi 7,8 ton menurut Tanto menjadi momentum untuk menjaga inflasi dan membuktikan bahwa beras di Kabupaten Pandeglang ketersediaannya mencukupi bahkan dapat memasok ke wilayah lain seperti Karawang dan sekitarnya.

“ Saya melihat ada potensi inflasi. Ini kita bicara makro kedepan. Kita menjaga inflasi kita pasca covid. Jadi ada beberapa poin yang harus kita jaga salah satunya adalah beras. Beras ini salah satu penyebab inflasi tertinggi. Panen kali ini untuk membuktikan bahwa ketersediaan padi kita mencukupi, “ tandas Tanto.

Kabupaten Pandeglang menyumbang 34 persen produksi padi provinsi Banten yang kini berada diurutan ke delapan provinsi dengan produksi padi nasional terbesar.

Panen padi di Desa Mekarsari dilakukan pada hamparan area seluas 1,227 ha dengan varietas Inpari32.

Berdasarkan Kerangka Sample Area, Badan Pusat Statistik (KSA BPS) tercatat luas panen padi Maret 2023 secara nasional seluas 1,70 juta ha tersebar dari Aceh hingga Papua. Luas panen padi Banten Maret 2023 59,671 ha yang akan menghasilkan 311,168 ton GKG atau setara beras 179,450 ton.

Panen di Pandeglang dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Kapolresta Pandeglang, Dandim 06/01 Pandeglang, Anggota Komisi II DPRD kabupaten Pandeglang, petani, penyuluh dan stakeholder lainnya.

** Regi/PPMKP