29.7 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 643

Infrastruktur Rampung Dibangun, Warga Sireungit Inisiatif Syukuran dan Gunting Pita

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Baru menjabat menjadi Kepala Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor Lukmanul Hakim meresmikan pembangunan jalan lingkungan baru baru ini. Peresmian pembangunan infrastruktur jalan tepatnya di Kampung Sireungit RT 01 RW 09 Dusun 06.

“Bentuk pengakuan masyarakat, hingga masyarakat bersukarela menggelar kegiatan peresmian jalan,” kata Kepala Desa Curugbitung Lukmanul Hakim kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurut Kades, warga berswadaya menyiapkan seperti tumpeng maupun makanan lainnya. ini sebagai ungkapan syukur karena jalan yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat telah dihotmix. Lukmanul Hakim mengatakan, seluruh Jalan Kampung Sireungit yang dibangun memiliki lebar standar 2,4 dengan panjang 400 meter kini telah dilakukan peningkatan dengan cara dihotmix.

Bahkan euforia dan amino masyarakat karena jalan itu dibangun, peresmian gunting pita jalan pun rela dilakukan masyarakat.

“Peresmian jalan tersebut atas dasar inisiatif masyarakat kerena keinginan jalan itu dibangun sudah terjawab,” ujarnya.

Lukmanul Hakim menjelaskan, pembangunan jalan ini sangat penting karena untuk menciptakan pemerataan pembangunan melalui pengembangan dan pemerataan insfratruktur.

Selain pembangunan di Kampung Sireungit, anggaran dana desa tahun 2023 juga dimanfaatkan untuk hotmix di Kampung Cibeberkulon dusun 05, serta Kampung Lebak Gedong di wilayah dusun 05.

** Arip Ekon

Hampir 1 Semester, Anggaran BHPRD tak Kunjung Parkir di Rekening Desa

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Lagi-lagi kegelisahan menghampiri Kepala Desa di Kabupaten Bogor. Pasalnya sudah hampir 1 semester anggaran Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang merupakan nafas bagi kepala desa tak kunjung ada tanda-tanda pencairan. 

Seperti disampaikan Kepala Desa Jonggol Yofie M Safri mengaku kekhawatirannya akan anggaran BHPRD yang tak jua ada tanda-tanda akan dicairkan. Apalagi operasional desa bergantung pada anggaran tersebut, begitupun untuk gaji Linmas, LPM, dan pengeluaran baku seperti listrik, air dan lainnya.

“Bisa dibayangkan dari bulan Januari sampai Mei sekarang yang sudah mau habis masih aja nunggu Perbub yang belum jua ada informasinya,” tandas Yofie biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Minggu (28/5).

Menurutnya, disini Kades seperti dipermainkan dan seolah desa itu gak penting, padahal pokok ujung pangkal administrasi berawal dari desa. Kadang ia ingin bertanya langsung kepada Plt Iwan Setiawan, paham tidak akan keluhan yang dirasakan desa. Kira-kira kepikiran gak soal pengeluaran desa nutup operasional dari mana.

“Jujur saya masih trauma akan adanya perubahan Perbup tahun lalu yang membuat administrasi keuangan Desa Jonggol jungkir balik. Dana talang yang dipinjam tak bisa dikembalikan karena ada selisih 400 juta dari Perbub tahun lalu yang dibuat oleh Plt Iwan Setiawan,” beber Yofie yang juga sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Jonggol.

Oleh karena itu, sambung Yofie, efek dari kejadian tahun lalu dirinya tidak berani untuk meminjam uang dan menggunakan dana talang, khawatir jika nanti ada perubahan tanpa pemberitahuan seperti tahun lalu.

“Ngalir aja sekarang mah, saya khawatir Plt gak ngerti dengan dengan kendala yang ada di desa, karena jika dia paham anggaran gak akan mandek kaya gini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra menyampaikan hal sama terkait belum adanya kabar akan dicairkannya anggaran BHPRD yang sudah mau menginjak satu semester. Dirinya berharap apa yang sempat diucapkan oleh Kepala Dinas DPMPD Reynaldi itu benar terjadi.

“Kata pak Rey yang saya baca di salah satu media media mengatakan BHPRD akan dikucurkan pertengahan bulan Mei ini. Tapi bulan sudah mau habis belum ada tanda-tanda juga,” keluhnya.

Dirinya berharap, Plt Bupati untuk sesegera mungkin membuat Perbup. Agar kegiatan-kegiatan yang ada di desa juga tidak terhalang dengan ketiadaan anggaran, ” Semoga segera dicairkan karena operasional desa masuk kedalam anggaran BHPRD itu, sedangkan pelayanan harus terus dilakukan oleh desa, jadi sama-sama memahami lah kesulitan kami dibawah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepada Dinas DPMD Reynaldi saat ditemui Jurnal Bogor dalam suatu acara mengatakan jika pertengahan Bulan Mei 2023 ini dipastikan anggaran BHPRD turun karena semua sedang berproses dan sedang melalui tahapan ke Provinsi dan Kementerian.

“Diperkirakan 14 hari kerja, anggaran itu bisa turun ke desa,” ungkapnya saat itu.

Untuk diketahui, Anggaran Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang disalurkan ke setiap desa untuk diperuntukan ke 4 bidang yakni : 

1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah
2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 
3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan 
4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat

** Nay Nurain

Pemdes Sukamanah Pertanyakan Lahan Fasos Fasum Pemda dari Yasbhum

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Lagi-lagi persoalan fasos fasum yang menjadi rebutan dan jadi kendala. Kali ini terjadi di Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor, dimana Kades Sukamanah mempertanyakan Fasos fasum milik Pemda yang diserahkan oleh Yayasan Bhumi Ancha (YASBHUM) yang kini menjadi Perumahan TNI AL.

Sekolah Hang Tuah memasang plang di lahan fasos fasum

Kades Sukamanah, Hadi Sutardi menyebut bahwa sesuai dengan Surat Keterangan Bupati Bogor, Nomor 591.3/82/Kpts/SK/Huk/2008, Tentang Revisi Kedua Site Plan Pembangunan Perumahan atas nama Yayasan Sosial BHUMYAMCHA di Desa Sukamanah Kecamatan Jonggol yang ditantangani oleh Bupati Bogor Agus Utara bahwa ada sekitar 10.718 M2 lahan fasos fasum milik Pemda.

“Dalam site plan itu kan disebut ada untuk fasilitas umum sekolah SD,SMP dan SMA yang sepengetahuan saya itu seharusnya diperuntukan untuk sekolah negeri. Jika pun dibangun oleh sekolah swasta harusnya ada persentase bagi hasil dengan Pemda karena sekolah swasta tersebut menggunakan lahan fasos fasum milik Pemda,” ungkap Hadi.

Dan saat ini, sambung Hadi, lahan Fasos Fasum tersebut dibangun SD dan SMP Hang Tuah. Dan saat ingin dilakukan pemagaran seluruh lahan fasos fasum untuk kemudian akan dibangun SMA Hang Tuah, pihak Pemdes memasang plang bahwa ini adalah milik Pemda. Namun yang jadi pertanyaan ialah, bagaimana sekolah Hang Tuah bisa membanguan sekolah di lahan fasos fasum yang sudah diserahkan kepada Pemda.

“Kami ingin mengajukan untuk sarana olahraga yang nantinya akan jadi GOM untuk Desa Sukamanah. Tapi pihak Hang Tuah tidak terima, karena sudah masuk ke dalam plotingan, lah kalo fasos fasum sudah diserahkan oleh Pemda berarti lahan itu milik Pemda bukan lagi milik Yasbhum. Maka dari itu saya minta pihak Hang Tuah jika tidak terima untuk menghadirkan BPKAD, BPN, untuk gelar data agar kami juga tau, data apa yang dimiliki Hang Tuah sehingga bisa mendirikan sekolah di lahan fasos fasum milik Pemda,” ungkap Hadi.

” Sampai hari ini kami masih menunggu undangan yang katanya akan dibuat oleh pihak Hang Tuah, untuk kelanjutannya,” tambahnya.

Lebih lanjut Hadi mengatakan, bukan tidak ingin melibatkan pihak Kecamatan, karena menurutnya selama dia masih mampu untuk menyelesaikan semuanya sendiri, Pemdes akan coba sendiri dulu. Karena ini sudah yang kedua, dan tiba-tiba akan dilakukan pemagaran secara total padahal status lahan masih kuo.

” Makanya kita pasang plang agar masyarakat luas tahu, bahwa ada lahan Pemda loh yang sudah diserahkan oleh Yasbhum, dengan luasan sekian, dan Pemdes atau masyarakat lain pun berhak untuk mengajukan permohonan penggunaan lahan kepada Pemda,” papar Hadi.

Dirinya berharap, secepatnya untuk dilakukan gelar data, dengan dihadirkan dinas terkait dan pihak Yasbhum, serta Sekolah Hang Tuah.

“Maunya segera diselesaikan, agar nantinya desa juga bisa berencana untuk melakukan pembangunan dengan dana yang ada di desa, ” pungkas Hadi mengakhiri.

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan lebih lanjut yang disampaikan pihak Yasbhum, terkait beberapa persoalan lahan di Kecamatan Jonggol.

** Nay Nur’ain

Adang Sebut Tiga Tokoh InI Pantas Masuk Bursa dan Pengurus

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Mantan Ketua Umum Perpani Kabupaten Bogor, Adang Suptandar menyebut tiga tokoh olahraga Kabupaten Bogor seperti Burhanudin ( Sekda / Mantan Pengurus IPSI) Rustandi ( Mantan Ketua PBSI) dan Yani Hasan ( Mantan Pengurus Pertina Jabar) sangat pantas dan mumpuni masuk dalam bursa Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Adang Suptandar yang juga mantan Sekda Kabupaten Bogor ini menilai ketiganya harus masuk dalam Kabinet KONI Kabupaten Bogor kedepan.

Ia melanjutkan, ketiga tokoh Kabupaten Bogor tersebut punya konsep dan pola pikir yang matang dalam menata program keolahragaan.

” Kita tak perlu meragukan totalitas dan loyalitas Pak Sekda, Pak Rustandi dan Pak Yani Hasan kepada dunia olahraga Kabupaten Bogor selama ini. Makanya, saya mengusulkan nama ketiganya bisa masuk dalam bursa Ketua KONI atau Kabinet KONI Kabupaten Bogor kedepan,” ujar Adang Suptandar, Minggu, 27 Mei 2023.

Namun, kata Adang, ia akan bersikap netral dan tidak akan menggiring cabor untuk mendukung salah satu calon dari semua calon yang sudah beredar.

” Musorkab adalah arena demokrasi insan olahraga dan saya berharap semua voters bisa memilih sesuai nurani dalam melihat calon yang akan diusungnya untuk menahkodai KONI Kabupaten Bogor kedepan,” tegasnya.

Menurutnya, Kabupaten Bogor sudah harus mengurangi persentase atlet mutasi yang akan masuk dalam Kontingen pada saat ada event Porprov atau Porda Jabar.

” Kabupaten Bogor punya semuanya, Fasilitas, SDM keolahragaan dan daya dukung anggaran yang sangat bagus. Masa iya tiap empat tahun sekali semua cabor tidak bisa menghasilkan atlet berkarakter juara. Lupakan yang sudah berlalu dan saatnya bangkit dengan semangat pembinaan berkelanjutan,” pungkasnya.( asep syahmid)

Elektabilitas FM Terus Meroket

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Berdasarkan hitung manual respon cabor dan insan olahraga yang menelpon dan melemparkan pesan WhatsApp kepada wartawan media ini, Elektabilitas Farid Maruf yang akrab disapa FM terus meroket dan digadang gadang sebagai balon ideal yang mumpuni untuk menahkodai KONI Kabupaten Bogor kedepan.

Mayoritas cabor yang melakukan kontak komunikasi dengan Jurnal Bogor semua satu frekuensi siap memberikan dukungan kepada Jubir Paguyuban Camat se Kabupaten Bogor ini.

Beberapa cabor juga sudah ada yang kontak langsung ke FM memberikan dukungan untuk nyalon jadi Ketua KONI Kabupaten Bogor.

” Saya siap maju dan nyalon Ketua KONI pada saat Musorkab nanti. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan ketemu dengan cabor cabor yang sudah minta saya maju dalam Musorkab nanti,” ujar Camat Tenjolaya ini, Minggu, 27 Mei 2023.

Menurutnya, ia sangat mengapresiasi dukungan para cabor yang menginginknya maju dalam Musorkab nanti.

Tak hanya itu, kata FM, ia juga akan sowan kepada para tokoh olahraga di Kabupaten Bogor untuk minta saran dan masukan terkait olahraga Kabupaten Bogor kedepan.

FM menambahkan, pembinaan olahraga di semua daerah masih sangat butuh dukungan dan kebijakan politik.

Akan tetapi, dunia olahraga tidak perlu ada ruang untuk berpolitik diluar politik pembinaan keolahragaan.

“Semua harus satu irama dan menciptakan strategi pembinaan berkelanjutan,” paparnya.

Lebih lanjut, tambah FM, ia tak akan membuat visi dan misi dalam pencalonannya nanti.

Visi dan Misi, kata FM, tak ubahnya sebagai Gincu, jika tak ada implementasi pembinaannya.

” Saya hanya akan fokus dan mengimplementasikan bagaimana caranya semua cabor bisa menjalankan semua program pembinaan berkelanjutan,” sergahnya. ( asep syahmid)

Saminyak Kompak Support FM Nyalon KONI 1

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Selain mendapatkan banyak dukungan dari para ketua cabor dan insan olahraga di Kabupaten Bogor maju dalam Musorkab KONI bulan Juli mendatang, sosok Farid Ma ruf atau yang akrab dengan panggilan FM juga mendapatkan support total dari ” Saminyak”

” Saminyak” merupakan Grup WhatsApp para camat yang ada di Kabupaten Bogor dan mereka kompak satu Frekuensi akan memberikan support kepada Camat Tenjolaya untuk maju dalam Kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor kedepan.

Ivan Pramudya, Camat Cisarua yang juga masuk dalam WA Grup Saminyak mengatakan, meskipun para camat mayoritas bukan Voters dalam Musorkab KONI mendatang namun ” Saminyak” merasa bangga kalau sosok FM banyak mendapat dukungan dari cabor mayoritas.

” Jika mayoritas cabor saja sudah memberikan dukungan masa iya kami sesama para camat di Kabupaten Bogor tidak mendukung atau mensuportnya” tegas Ivan, Minggu, 27 Mei 2023.

Menurutnya, Saminyak mendukung Full alias total FM untuk nyalon KONI 1.

” Saya optimis FM akan menjadi matahari baru dunia olahraga Bumi Tegar Beriman yang akan bijak kepada semua cabor dan akan mengedepankan program pembinaan berkelanjutan,” paparnya.

Beberapa komentar yang ada di Saminyak terkait bursa Ketua KONI Kabupaten Bogor kedepan diantaranya Gassskeun Kang FM, Lanjutkeeeeunn FM dll. ( asep syahmid)

Sidak Dewan dan Pol PP Kabupaten, Berakhir ‘Hadiah’ PPNS Line Pada Tower Bodong di Dayeuh

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) PT.Gihon yang berada di Kp.Cikadu, RT 02/RW 02, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor disambangi Anggota DPRD Achmad Fathoni bersama Kasie Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Jumat (26/5/23).

Pada sidak tersebut, Kasie  Penindakan Pol PP Kabupaten Bogor langsung memasang garis PPNS Line pada tower yang diketahui belum mengantongi Izin Mendirikan Bangungan (IMB). Padahal pekerjaan pemasangan tower sudah 70% hampir selesai, selain tak mengantongi IMB, fakta lain didapat PT.Gihon belum memberikan uang sewa sepeser pun kepada pemilik lahan.

“Kadatangan saya kesini sebelumnya berdasarkan pengaduan warga yang disalurkan melalui media, dan saya hadir ingin memastikan benar atau tidak keluhan itu memang dari warga, dan ternyata benar saya mendengar langsung dari mulut warga yang persis rumahnya berdekatan dengnan Tower BTS ini,” ungkap Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor.

Dari hasil pembicaraan tadi, sambung Fathoni, adanya miskomunikasi antara warga, RT,RW dan pengusaha. Warga yang sudah menandatangani izin lingkungan mengaku tidak paham akan dampak yang akan dihadapinya kedepan, bahkan setelah tahu hasilnya, bangunannya seperti ini mereka justeru menolak dan khawatir jika nanti ada angin dan Tower itu roboh juga radiasi yang akan didapat nantinya.

“Disini kehadiran saya bukan untuk menghalangi pembangunan, tapi pengusaha yang ingin menjalankan usahanya harus menyelesaikan perizinan sesuai dengan aturan, dan seharusnya tidak perlu lagi dari Kabupaten turun ke lapangan tapi pemerintah setempatlah yang seharusnya menjadi penegak Perda pertama,” jelasnya.

Politisi PKS itu menyebut, sinergi dibawahlah yang harusnya dipererat lagi, jangan hanya sebatas izin lingkungan, tapi jika tak mengantongi IMB jangan dulu diizinkan membangun. Jika sinergitas itu dihidupkan maka pekerjaan pun akan ringan. Saat ini Tower BTS yang tak berizin di Kabupaten Bogor itu banyak, dan kelemahan Pemda Bogor tidak berani untuk memungut retribusi untuk tower yang tak berizin.

“Padahal perusahaan juga sudah pasti mengeluarkan uang untuk pendirian tower ini, disini ada oknum yang pastinya menjanjikan semua rapi tanpa harus mengurus izin, maka itu kita tertibkan jangan sampai pengusaha merugikan Pemda dan menguntungkan oknum tersebut. Karena jika terjadi sesuatu hal yang repot ya Pemda juga,”ungkapnya.

” Padahal hari ini saya berharap ada kades untuk hadir, atau kecamatan, jadi hal seperti ini bisa ditanggulangi dan diharapkan tidak terjadi lagi. Tapi kades ada urusan tidak bisa hadir katanya,” sambung Fathoni.

Sementara, Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid melalui pesan singkat WhatApps mengatakan, pihaknya sudah mengutus Kasie Penindakan untuk mendampingi dewan dan sudah dilakukan tindakan dengan melakukan pemasangan garis PPNS Line.

“Sudah kami pasang PPNS Line, dan akan dilakukan penindakan selanjutnya terhadap perusahaan. Untuk sementara ini kegiatan harus dihentikan,” singkat Cecep Imam.

Sementara, salah satu warga Cikadu yang keberatan Ragil mengungkapkan untuk dilakukan izin lokasi ulang, karena saat diminta tandatangan untuk izin lokasi dirinya tidak ada di rumah, dan orang tuanya kurang paham apa itu tower dan dampak dari tower itu sendiri.

“Jangan sampai kami yang hanya diberi uang 300 ribu harus merasakan dampak belasan tahun, maka dari itu saya ingin warga dikumpulkan dulu di satu tempat dan beri pemahaman kepada kami, dampak serta pertanggungjawaban dari perusahaan jika terjadi sesuatu hal di kemudian hari. Yang pasti saya menolak, apalagi tower ini persis berada di belakang rumah saya,” pungkas Ragil. Nay Nur’ain

Sidak Dewan dan Pol PP Kabupaten, Berakhir ‘Hadiah’ PPNS Line Pada Tower Bodong di Dayeuh

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) PT.Gihon yang berada di Kp.Cikadu, RT 02/RW 02, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor disambangi Anggota DPRD Achmad Fathoni bersama Kasie Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Jumat (26/5/23).

Pada sidak tersebut, Kasie  Penindakan Pol PP Kabupaten Bogor langsung memasang garis PPNS Line pada tower yang diketahui belum mengantongi Izin Mendirikan Bangungan (IMB). Padahal pekerjaan pemasangan tower sudah 70% hampir selesai, selain tak mengantongi IMB, fakta lain didapat PT.Gihon belum memberikan uang sewa sepeser pun kepada pemilik lahan.

“Kadatangan saya kesini sebelumnya berdasarkan pengaduan warga yang disalurkan melalui media, dan saya hadir ingin memastikan benar atau tidak keluhan itu memang dari warga, dan ternyata benar saya mendengar langsung dari mulut warga yang persis rumahnya berdekatan dengnan Tower BTS ini,” ungkap Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor.

Dari hasil pembicaraan tadi, sambung Fathoni, adanya miskomunikasi antara warga, RT,RW dan pengusaha. Warga yang sudah menandatangani izin lingkungan mengaku tidak paham akan dampak yang akan dihadapinya kedepan, bahkan setelah tahu hasilnya, bangunannya seperti ini mereka justeru menolak dan khawatir jika nanti ada angin dan Tower itu roboh juga radiasi yang akan didapat nantinya.

“Disini kehadiran saya bukan untuk menghalangi pembangunan, tapi pengusaha yang ingin menjalankan usahanya harus menyelesaikan perizinan sesuai dengan aturan, dan seharusnya tidak perlu lagi dari Kabupaten turun ke lapangan tapi pemerintah setempatlah yang seharusnya menjadi penegak Perda pertama,” jelasnya.

Politisi PKS itu menyebut, sinergi dibawahlah yang harusnya dipererat lagi, jangan hanya sebatas izin lingkungan, tapi jika tak mengantongi IMB jangan dulu diizinkan membangun. Jika sinergitas itu dihidupkan maka pekerjaan pun akan ringan. Saat ini Tower BTS yang tak berizin di Kabupaten Bogor itu banyak, dan kelemahan Pemda Bogor tidak berani untuk memungut retribusi untuk tower yang tak berizin.

“Padahal perusahaan juga sudah pasti mengeluarkan uang untuk pendirian tower ini, disini ada oknum yang pastinya menjanjikan semua rapi tanpa harus mengurus izin, maka itu kita tertibkan jangan sampai pengusaha merugikan Pemda dan menguntungkan oknum tersebut. Karena jika terjadi sesuatu hal yang repot ya Pemda juga,”ungkapnya.

” Padahal hari ini saya berharap ada kades untuk hadir, atau kecamatan, jadi hal seperti ini bisa ditanggulangi dan diharapkan tidak terjadi lagi. Tapi kades ada urusan tidak bisa hadir katanya,” sambung Fathoni.

Sementara, Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid melalui pesan singkat WhatApps mengatakan, pihaknya sudah mengutus Kasie Penindakan untuk mendampingi dewan dan sudah dilakukan tindakan dengan melakukan pemasangan garis PPNS Line.

“Sudah kami pasang PPNS Line, dan akan dilakukan penindakan selanjutnya terhadap perusahaan. Untuk sementara ini kegiatan harus dihentikan,” singkat Cecep Imam.

Sementara, salah satu warga Cikadu yang keberatan Ragil mengungkapkan untuk dilakukan izin lokasi ulang, karena saat diminta tandatangan untuk izin lokasi dirinya tidak ada di rumah, dan orang tuanya kurang paham apa itu tower dan dampak dari tower itu sendiri.

“Jangan sampai kami yang hanya diberi uang 300 ribu harus merasakan dampak belasan tahun, maka dari itu saya ingin warga dikumpulkan dulu di satu tempat dan beri pemahaman kepada kami, dampak serta pertanggungjawaban dari perusahaan jika terjadi sesuatu hal di kemudian hari. Yang pasti saya menolak, apalagi tower ini persis berada di belakang rumah saya,” pungkas Ragil.

Nay Nur’ain

Pelti Kabupaten Bogor Sepakat Fokus Kedepankan Pembinaan Lokal

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Jajaran pengurus Pelti Kabupaten Bogor akan mengedepankan program pembinaan talenta lokal yang ada di Kabupaten Bogor.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam rapat koordinasi pengurur Pelti Kabupaten Bogor di Gate 6 Stadion Pakansari, Jumat, 26 Mei 2023.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor, Usep Supratman beserta jajaran pengurus.

Usep mengatakan, ada 3 tahun lagi menuju Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor, makanya Pelti tegaskan saat ini akan fokus mengedepankan pembinaan para atlet binaan.

” Binpres Pelti saat ini tengah mendata base para atlet yang di proyeksikan bisa jadi bagian skuad Kabupaten Bogor di Porprov Jabar 2026,” papar Usep

Ia menambahkan, skuad Pelti Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2026 mendatang akan lebih banyak dihuni atlet binaan sendirin dan akan hanya akan melakukan mutasi sesuai kebutuhan target saja.

Jika memang harus ada mutasi, kata Usep, pihaknya berharap bisa dilakukan jauh jauh hari dan tidak mendadak serta kuotanya harus lebih banyak atlet binaan.

” Masih ada beberapa atlet peraih medali emas Porprov Jabar 2022 dan masih akan jadi bagian skuad Tenis Lapangan Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2026,” tegasnya

Binpres Pelti Kabupaten Bogor, Omay Komara menegaskan pembinaan atlet lokal memang jadi program utama Pelti Kabupaten Bogor saat ini.

Akan tetapi, kata Omay, persoalan mutasi akan lebih flelksibel dan sesuai dengan kebutuhan KONI dan Kontingen.

Namun, tambah Omay, kalau pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan semua atlet binaan sering ikut event nasional tentunya ini akan menambah jam terbang dan kualitas para atlet binaan. ( asep syahmid)

Rumah Bilik di Karacak Ambruk Diterjang Angin Kencang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Satu rumah di Kampung Rawajero RT 01 RW 08 Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor ambruk setelah diterjang angin kencang saat hujan deras, Jumat (26/5/2023) malam, pukul 21.15 WIB.

Rumah bilik beratap genteng itu kondisinya rata dengan tanah. Akibatnya kini pemilik rumah Omi (70) harus mengungsi ke kediaman anaknya.

“Menurut informasi yang kami dapat kejadian itu bermula saat hujan deras dan angin kencang,” kata Anggota Satpol PP Kecamatan Leuwiliang, Yodi dihubungi wartawan, Sabtu (27/05/2023).

Kata dia, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Sabtu pagi pukul 08.30 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian itu.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ucapnya.

Mengetahui hal itu, pihaknya langsung mendatangi rumah korban dan turut membantu membersihkan reruntuhan.

“Kerugian belum dapat dipastikan, selanjutnya pihak Desa Karacak akan membuat berita acara dan akan diserahkan ke Kecamatan Leuwiliang,” katanya.

Jodi menyampaikan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Binwil Desa Karacak bersama warga sekitar bahu-membahu melakukan gotong-royong membersihkan puing – puing bangunan rumah yang roboh.

“Tidak ada kendala selama kegiatan (gotong royong) berlangsung,” pungkasnya.

** Andres

Warga Ciguha Ubah Hutan jadi Lebih Produktif dan Bangun Sarana Sosial

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Masyarakat Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor. patut menjadi kampung percontohan dan acungan jempol. Pasalnya, warga setempat dengan pola swadaya yang berbasis gotong royong selalu dilakukan terutama dalam kegiatan sosial.

Tampak membangun sinergitas, kekompakan, dan kerja sama saling berkolaborasi di kampung tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat di kampung Ciguha adalah pelopor pelestari alam. Sebab kini kelompok tani Ciguha telah mendapatkan surat keputusan (SK) pengelolaan dan pemanfaatan hutan kemasyarakatan (HKM) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Dirjen PSKL).

“HKM di kampung Ciguha jumlahnya mencapai 143 hektar yang sudah di-SK-kan oleh Kementrian LHK dan ditandatangani oleh Dirjen PSKL,” kata staf Desa Bantarkaret Makmur.

Dia menjelaskan, kelompok tani HKM yang dipelopori bang Willy adalah bapak pelestari alam di Ciguha suatu pencapaian yang luar biasa perlu diapresiasi.

“Apapun kegiatan-kegiatan masyarakat yang ada di Ciguha pertama memang saya selaku di pemerintahan desa sangat mengapresiasi kepada anggota dan pengurus HKM dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Ciguha,” jelasnya.

Jadi kata dia, tujuan daripada HKM tersebut adalah bagaimana untuk pemanfaatan hutan dari tadinya tumbuh pohon-pohon kayu hutan belantara yang saat ini mereka sulap atau diubah menjadi satu hutan yang produktif.

“HKM di Ciguha kini memanfaatkan hutan dengan ditanami pohon-pohon buah yang sifatnya akan menjadi satu sumber ekonomi masyarakat yang berkepanjangan, dimana ada pohon durian, rambutan dan juga manggis serta mangga dan pohon buah yang lain-lainnya,” kata Makmur.

“Sekali lagi saya katakan terima kasih kepada kelompok HKM yang ada di Ciguha dan terima kasih kepada dinas-dinas yang lain, juga yang sudah membantu sehingga hkm itu sudah resmi dan SK-ya sudah jelas berpayung hukum,” tambahnya.

Selain memanfaatkan hutan, kegiatan-kegiatan terus-menerus setiap hari dilakukan terutama kegiatan-kegiatan sosial sebagaimana dengan pola swadaya yang berbasis gotong royong.

“Warga Ciguha membuka jalan desa dari Ciguha sampai ke Kampung Nunggul selain jalan kita lihat warga berswadaya membangun mesjid yang luar bisa dan membangun sarana lain seperti madrasah dan juga lapangan bola dengan begitu kami pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih dukungan dan apresiasi kepada warga kampung Ciguha,” katanya.

Dia tak menampik banyaknya kabar miring terhadap warga kampung Ciguha di tengah perjalanan berjuang demi kemaslahatan masyarakat banyak.

“Kita juga melihat banyak opini miring opini yang dibangun oleh orang yang tidak suka dengan kegiatan tersebut, seperti menggiring opini yang sifatnya negatif tidak ada sedikitpun sisi positifnya. Padahal kalau kita lihat pergerakan atau perjalanan di wilayah Ciguha itu justru banyak positifnya. Luar biasa sekali hal positifnya dibanding hal negatifnya,” tegas Makmur.

Sementara, menanggapi hal itu, Kepala Seksi PTPNW II Bogor Dudi Mulyadi mengatakan, bahwa upaya HKM itu salah satu produk yang dicanangkan oleh Kementerian LHK dan itu hal ini sangat positif.

“Ini menjadi suatu hal yang positif dalam melakukan pelarutan diri untuk baik-baik kedepan yang perlu membangun kawasan berkontributif,” katanya.

Dalam melakukan itu tentu, kata dia diharapkan apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Ciguha dapat sukses dan berhasil.

“Kita bangga dan bersyukur kalau misalkan yang merupakan wujud positif dalam rangka membangun menjadi kawasan kebun buah nusantara yang dapat jadi trend kedepan bisa mendorong dan memperkenalkan yang lebih maju lagi kedepan dengan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

** Andres