27.1 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 643

Tindaklanjuti Kemacetan Akut di Gandoang, Ini Penjelasan Achmad Fathoni

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Menindaklajuti keluhan pedagang akan jalur buka tutup yang berdampak pada penghasilan mereka, Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat akan menata saluran dan perbaikan jalan. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Komisi 3 Achmad Fathoni yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Pertemuan ini dalam rangka Dinas Binamarga Provinsi menjelaskan rencana penataan saluran dan perbaikan jalan. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut komunikasi intens sekitar 2 pekan terakhir dengan Ka UPTD Binamarga Pak Yudha. Dan saya minta bisa hadirkan warga, desa dan kecamatan. Alhamdulillah disetujui,” papar Fathoni sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (27/03/23).

Menurutnya, turut hadir dalam kesempatan tersebut, dua Kadus yang diwakili oleh Ramdani dan Alek, dua RW, perwakilan Satpol PP Kecamatan Cileungsi,  Babinsa serta pengurus Paguyuban Pedagang. Mereka semuanya menyatakan siap sinergi membantu suksesnya program utama saluran dan jalan yang akan dikomandoi oleh Binamarga Provinsi.

“Semoga bisa menjadi solusi terhadap keluhan kerusakan jalan yang diikuti kemacetan akut di perempatan Gandoang selama ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Fathoni menjelaskan pertemuan dilaksanakan di lokasi perempatan agar langsung bisa meninjau kondisi lapangan.

“Menurut Pak Hendra tadi yang mewakili Binamarga Provinsi dijelaskan bahwa akan dilaksanakan penataan mulai dari saluran drainasenya, kemudian diikuti perbaikan jalan. Untuk melaksanakan itu, beberapa tiang listrik dan telepon akan kena pemindahan,” beber politisi PKS tersebut.

Untuk itu, sambung dia, akan dilakukan koordinasi dengan instansi terkait. Dirinya turut menyampaikan terima kasih kepada UPTD Binamarga yang sudah menerima masukan, agar dilakukan peninjauan bersama ke lokasi perempatan Gandoang.

“Dan saat Pak Yudha infokan jadwalnya, saya langsung hubungi pihak desa melalui Kadus Ramdhani, Pak Camat serta paguyuban pedagang. Dan alhamdulillah seluruh elemen hadir, termasuk Pol PP dari kecamatan, ” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan penjelasan ini semua mendengar langsung rencana penataan perempatan Gandoang dan kemudian bisa membantu sesuai kewenangan dan posisi masing-masing. Menurut Binamarga pekerjaan dilaksanakan 2 bulan kemudian dengan dana dari CSR perusahaan perumahan.

Untuk antisipasi sementara, jalan yg rusak akan ditambal dan diperbaiki.

“Program penataan ini sesuai dengan yang saya sampaikan saat apel permulaan uji coba buka tutup sekat senin pekan lalu bersama Dishub dan Polsek. Semoga dengan penataan ini, kemacetan akut dan rutin di perempatan Gandoang bisa diatasi,” pungkasnya. Nay Nur’ain 

Ingin Tutup Jalan Cimanggurang, Wahyu Minta Pihak Perusahaan Sosialisasi Terlebih Dahulu 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Penutupan jalan yang akan dilakukan oleh PT Karya Bintang Gemilang atau biasa disebut Sentul Alaya mendapat perlawanan dari masyarakat Kp.Cimanggurang, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (27/03/23).

Warga Cimanggurang, Asri (45) berharap adanya solusi dari persoalan yang sedang dihadapi warga saat ini mengingat jalan tersebut merupakan akses masuk lintas warga dan sudah bertahun-tahun.

“Jalan ini merupakan akses warga untuk beraktivitas, dengan lebar 2,5 meter bisa dilalui mobil,” papar Asri.

Namun, sambung dia, hasil keputusan Perumahan Alaya akhirnya jalan ini mau ditutup dan warga diberikan separonya. Dalam arti, hanya masuk motor saja.

” Kami berharap Pemerintah ikut turun tangan dalam menangani masalah ini, kami sadar sebagai warga yang hanya berharap belas kasihan kami tidak punya kekuatan apapun untuk melawan. Maka dari itu, kami harap kehadiran pemerintah ditengah kami,” cetusnya.

Sementara, Kasi Pemeritahan Babakan Madang Wahyudin mengatakan bahwa dirinya hadir bukan karena adanya undangan, tapi menghindari adanya gesekan antara warga dengan perusahaan.

“Rencana penutupan jalan yang ingin dilakukan oleh PT Karya Bintang Gemilang ini tidak disertai sosialisasi kepada masyarakat dan pemberitahuan kepada pemerintah,” ujar Wahyu.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, seharusnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi dan pemberitahuan terlebih dahulu, sekalipun tanah yang ingin ditutup adalah miliknya.

“Persoalan ini berhubungan langsung dengan warga, alangkah baiknya dibicarakan terlebih dahulu. Maka dari itu, saya minta hari ini pihak perusahaan untuk membatalkan niatnya menutup jalan sebelum adanya sosialisasi dan pemberitahuan kepada pemerintah,” tegasnya.

** Nay Nur’ain

Mobil Pick Up Terbakar di SPBU Menan Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Diduga mengalami korsleting listrik, sebuah mobil pick up terbakar setelah mengisi bahan bakar bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Menan, Desa Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (27/3/23).

Warga sekitar, Yayan mengatakan, peristiwa yang terjadi tepat di pintu masuk SPBU itu diduga diakibatkan adanya arus pendek pada pengapian mobil pick up tersebut.

“Awalnya itu mobil sedang istirahat, kemudian tiba-tiba terbakar pada bagian pengapian mobil tersebut diduga akibat adanya hubungan arus pendek,” katanya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, pengemudi mobil pick up mengalami luka bakar akibat tersambar api. Kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan.

“Infonya pengemudi alami luka bakar. Sudah dibawa ke puskesmas terdekat, tapi dilarikan lagi ke RSUD Cileungsi,” paparnya.

Sementara itu, Komandan Regu (Danru) Satu Pemadam Kebakaran Sektor Cileungsi Kahfi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menerjunkan 4 personil dan satu unit mobil damkar.

“Betul ada mobil pick up terbakar. Kami tadi menerjunkan 4 personil dan satu mobil damkar. Kemudian dapat dipadamkan selang berapa menit saja,” jelasnya.

Kahfi menambahkan, untuk pengemudi memang mengalami luka. Namun sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

“Pengemudi alami luka namun sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. Untuk penyebab nanti pihak berwenang yang menyelidiki,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kapten Rocky Ajak Anak Muda Lestarikan Budaya Pencak Silat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Danramil 0621-05/Gunung Putri Kapten Kav LA Ahmadin menggandeng Perguruan Silat Pusaka Parahiyangan untuk melestarikan bela diri pencak silat. Bertempat di Halaman Koramil Gunung Putri, Pencak Silat Parahiyangan memamerkan berbagai jurus jitu bela diri asli Indonesia tersebut, Senin (27/03/23).

“Pencak silat di Kecamatan Gunung Putri ini harus tetap berkembang, dan terus eksis. Budaya pencak silat ini sudah dari jaman ke jaman, maka perlu dilestarikan,” ujar Kapten Rocky biasa disapa.

Menurutnya, dia bersama Perguruan Silat Pusaka Parahiyangan mengajak putra putri yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar bisa bergabung dalam olahraga bela diri ini guna menghindari hal-hal yang negatif.

“Dengan bergabungnya warga Gunung Putri ke Pencak Silat Parahiyangan ini, berharap nanti mampu membela diri dari kejahatan, minimal terhindar dari hal-hal negatif, ” paparnya kepada Jurnal Bogor, Senin (27/03/23).

Dirinya mengingatkan, dengan maraknya tawuran pelajar dan kenakalan remaja dari narkoba, harus disikapi dengan adanya olahraga yang positif. 

“Mudah-mudahan dengan adanya olahraga pencak silat ini, bisa menjadikan para remaja, khusus bagi para pelajar bisa lebih mengendalikan diri, agar terhindar dari pergaulan nakal, dan narkoba,” harapnya.

Sementara Pembina Perguruan Silat Pusaka Parahiyangan Doni mengucapkan terimakasih kepada Danramil Gunung Putri yang sudah mau bekerjasama melestarikan budaya pencak silat di Kecamatan Gunung Putri ini. 

“Alhamdulillah dengan adanya suport dari Danramil Gunung Putri ini, pencak silat di Kecamatan Gunung Putri bisa lebih maju, dan berkembang, terutama di kalangan para pelajar, agar bisa mengikuti olahraga yang positif ini, dan menghindari hal-hal yang negatif, seperti tawuran dan narkoba,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Muspika Cigudeg Ajak Warga Fokus Ibadah dan Jaga Marwah Ramadhan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cigudeg, Kabupaten Bogor melakukan sosialisasi surat edaran  terkait bulan suci Ramadhan 1444 hijriah.

Hal itu dilakukan dalam rangka menjaga situasi dan kondisi di wilayah tersebut agar tetap tertib, aman dan nyaman selama bulan Ramadhan.

Dalam surat edaran itu Muspika Cigudeg menghimbau, mengajak kepada masyarakat umat muslim untuk menyambut bulan suci Ramadhan saat ini untuk fokus  melaksanakan ibadah puasa dan memperbanyak amal ibadah di tempat sarana ibadah.

“Kami muspika kecamatan Cigudeg ingin menjaga marwah bulan puasa ini bisa dilaksanakan dengan khusyuk dan nyaman baik oleh aparatur pemerintah maupun masyarakat, ” kata Camat Cigudeg Pardi, saat dihubungi Jurnal Bogor, Senin (27/03/2023).

Masih adanya warung-warung makan yang buka di siang hari, diharapkan Pardi pengusaha rumah makan maupun warung makan dan sejenisnya dapat menghormati umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa.

“Untuk mewujudkan toleransi antar umat  beragama dan untuk mencipta ketentraman dan ketertiban di bulan ramadhan, agar warung makanan bisa saling menghargai atau menutup sementara kegiatan warung itu di siang hari. Jadi  sore jelang malam mereka silahkan boleh untuk beraktivitas kembali,” ucap Pardi.  

Selain itu, kata dia, para pengusaha tempat hiburan seperti diskotik, karaoke juga agar tutup selama bulan Ramadhan. 

Dalam surat tersebut juga diterangkan, warga yang ngabuburit agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu masyarakat.

“Intinya dihimbau kepada warga seluruh masyarakat Cigudeg baik instansi pemerintah lembaga masyarakat maupun organisasi sosial dan pihak terkait untuk senantiasa menjaga kekondusifan demi terciptanya bulan suci Ramadhan ini penuh berkah dan maghfirah,” pungkasnya.

** Andres

Daerah Simpul Kemiskinan Hingga Terdampak Bencana Jadi Target Penyaluran Ramadhan Sinergi Foundation

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ramadhan 1444 H ini Sinergi Foundation kembali menggagas program-program Ramadhan yang tergabung dalam Ramadhan #BerbagiNextLevel, dalam mengajak masyarakat untuk menyalurkan kebaikan dan kepedulian kepada yang membutuhkan.

Dalam penyaluran program Ramadhan tersebut, salah satu yang menjadi subjek penerima manfaat yaitu masyarakat yang tinggal di daerah simpul kemiskinan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia,  tingkat kemiskinan di Indonesia per September 2022 tercatat sebesar 9,57% atau sebanyak 26,36 juta orang berada di bawah garis kemiskinan.

Berdasarkan data tersebut, Sinergi Foundation berusaha untuk membantu masyarakat dengan taraf hidup rendah atau dapat dikatakan miskin dengan menyalurkan program Ramadhan. Dengan menargetkan daerah simpul kemiskinan yang berada di Bandung Raya, Bogor, Tangerang dan Jabar untuk menjadi subjek penerima manfaat. Pun masyarakat muslim yang berada di Palestina, serta masyarakat umum muslim.

Program Ramadhan yang disalurkan tersebut berupa program Berbagi Iftar dan Berbagi Bingkisan Ramadhan untuk difabel, yatim dan dhuafa.

“Di bulan penuh berkah ini, Sinergi Foundation berusaha untuk mengajak masyarakat lebih sadar lagi untuk membantu sesama terutama masyarakat sekitar yang tinggal di dekat kita. Oleh karenanya, salah satu penerima manfaat yang kita bantu melalui program Ramadhan ini yaitu daerah-daerah terdekat yang masuk ke dalam simpul kemiskinan terdekat yang bisa kami jangkau dan bantu,” ujar Manager Program Sinergi Foundation, Rahmi.

Rahmi menambahkan bahwa, dengan bantuan yang diberikan kepada masyarakat di daerah tersebut diharapkan dapat meringankan dan memberikan senyuman di bulan penuh berkah, Ramadhan ini.

“Setidaknya melalui program Ramadhan yang Sinergi Foundation salurkan bisa membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok terutama nutrisi yang dapat dikonsumsi. Karena salah satu bantuan yang Sinergi Foundation berikan dalam program Ramadhan ini yaitu bingkisan berupa sembako. Dengan sembako tersebut semoga bisa membantu bagi masyarakat yang menerima, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar,” lanjut Rahmi.

Dalam penyaluran program Ramadhan ini, tidak hanya daerah dengan simpul kemiskinan yang menjadi subjek penerima manfaat, pun daerah terdampak bencana. Salah satu daerah tersebut yaitu gempa Cianjur. Dan untuk program yang disalurkannya pun sama dengan daerah simpul kemiskinan, yaitu program Berbagi Iftar dan Berbagi Bingkisan Ramadhan untuk Difabel, Yatim dan Dhuafa.

Gempa hebat yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu menjadi perhatian banyak masyarakat. Hingga kini daerah yang terkena gempa tersebut masih meninggalkan luka dan pedih yang mendalam bagi para korban. Dan membutuhkan waktu untuk kembali membangun daerah tersebut hingga seperti semula. Oleh karenanya, Ramadhan ini Sinergi Foundation menargetkan para korban gempa di Cianjur menjadi subjek penerima manfaat program Ramadhan #BerbagiNextLevel.

“Masih banyak saudara kita yang menjadi korban gempa Cianjur yang membutuhkan bantuan, maka di Ramadhan tahun ini Sinergi Foundation menjadikan para korban gempa Cianjur sebagai subjek penerima manfaat program Ramadhan. Kami berharap dengan bencana yang sudah mereka lalui, namun di bulan Ramadhan ini dengan bantuan yang kita berikan membuat mereka bersemangat untuk menjalani ibadah puasa,” tutup Rahmi.

Tidak hanya daerah dengan simpul kemiskinan dan korban terdampak bencana, pun masih terdapat subjek penerima manfaat lain yang menjadi target penyaluran dari program Ramadhan  #BerbagiNextLevel ini, di antaranya seperti masjid, pesantren, sekolah dan lainnya.

Maka, di Ramadhan ini melalui program yang tergabung dalam Program Ramadhan #BerbagiNextLevel, Sinergi Foundation mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan level kebaikan daripada level sebelumnya untuk dapat menyalurkan kebaikan serta meningkatkan kepedulian membantu masyarakat membutuhkan.

Program yang digagas oleh Sinergi Foundation dalam Ramadhan #BerbagiNextLevel, di antaranya Berbagi Ifthar, Berbagi Bingkisan Anak Yatim, Difabel dan Dhuafa, Berbagi Al-Quran dan Iqro, Berbagi Tiket Mudik Untuk Dhuafa, Berbagi Bingkisan Untuk Guru Pesantren, Bantuan Pendidikan Santri Hafidz dan Infak Fidyah, serta program Zakat dan Wakaf.

Sinergi Foundation (SF) merupakan lembaga filantropi yang mengelola dana Wakaf, Zakat, Infak-Sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program inovasi sosial pemberdayaan. Dalam penyaluran dana ziswaf yang terhimpun, Sinergi Foundation memiliki beberapa program di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial.

** Prast

Sungai Ciapus Meluap, Rumah dan Madrasah Terancam Longsor

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Meluapnya sungai Ciapus menyebabkan Tembok Penahan Tebingan (TPT) di Kampung Cangkurawok, Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor mengalami longsor sepanjang 25 meter. 

Jika tidak cepat ditangani, longsor tersebut bisa menggerus rumah dan madrasah yang berjarak satu meter dari lokasi longsor.

Camat Dramaga Tenny Ramdhani mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Desa,  dan UPT Pengairan sudah  meninjau lokasi longsor.

Menurutnya, longsor kali ini yang terparah sebab pada Agustus 2022, di lokasi tersebut pernah mengalami longsor, namun longsornya TPT Sungai Ciapus hanya sekitar 10 meter.

“Longsornya  TPT Sungai Ciapus sudah kedua kali  dan sekarang yang terparah. Kita laporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar cepat ada perbaikan,”  ujarnya Senin (27/3).

Tenny mengungkapkan karena kondisinya urgen, dan perlu adanya penanganan cepat, pihaknya bakal berkoordinasi dengan PUPR Kabupaten Bogor agar menjadi skala prioritas.

Untuk penanganan sementara, pihaknya mengusulkan  ke PUPR  Kabupaten Bogor  adanya bantuan terpal dan bronjong. Derasnya sungai Ciapus selain menggerus TPT, juga tempat cucian warga yang ada di bawah TPT ikut habis tergerus air sungai. 

“Kita minta bantuan bronjong dan terpal ke PUPR Kabupaten Bogor,  tujuannya agar longsornya tidak meluas dan merambat ke rumah warga yang jaraknya tak jauh,” ujarnya

Kepala Desa Babakan, Ahmad Yani mengungkapkan wilayah Cangkurawok memang dilintasi sungai Ciapus, ketika hujan deras kerap terjadi longsor.

Namun, longsor  tebingan sepanjang 25 meter dengan tinggi sembilan meter  merupakan yang terparah dan perlu adanya penanganan cepat.  Apalagi, di lokasi longsornya TPT berdekatan dengan rumah warga dan madrasah.

“Jika tidak cepat ditangani, dikhawatirkan longsornya TPT sungai Ciapus bisa  merambat ke rumah warga dan madrasah. Apalagi, jarak longsor dengan rumah warga hanya satu meter,” tukasnya.

** Arip Ekon

Sabet Tiga Gelar Juara, Atlet Dance Sport Kabupaten Bogor Berjaya di Malaysia

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Para atlet Dance Sport binaan Kabupaten Bogor menuai hasil gemilang dalam event Selangor Dance Sport Championship 2023 yang berlangsung sejak tanggal 23 sampai 25 Maret 2023.

Pada event Selangor Dance Sport Champonship 2023 itu, Ikatan Dance Sport Indonesia (I0DI) Kabupaten Bogor menurunkan tiga atlet terbaiknya yakni Kesya Aditya Putra Winardi, Devina Anindita dan Pahrudin.

Ketiga atlet Dance Sport binaan IODI Kabupaten Bogor ini mampu mendulang medali atau jadi juara semua.

Kesya Aditya Putra Winardi dan Devina Anindita berhasil jadi juara 1 kelas Beginner Open ( Rumba) dan Juara 3 kelas Beginner Open ( Cha- Cha).

Sementara itu, Pahrudin yang berpasangan dengan Marsanda Azalia salah satu atlet Jabar Lainnya berhasil jadi juara 2 Pre Amateur pada event yang sama di Selangor.

Ketua IODI Kabupaten Bogor, Doris Sundari mengatakan, sangat terharu atlet binaannya mampu meraih prestasi emas event Dance Sport Internasional di Selangor.

” Kami bangga anak anak mampu memberikan dan mengharumkan Indonesia pada event Selangor Dance Sport Championship 2023,” ujar Doris Sundari dengan nada haru dan bangga, Minggu, 26 Maret 2023

Menurutnya, torehan prestasi yang diraih para atlet Dance Sport binaan IODI Kabupaten Bogor ini adalah hasil dari sebuah proses pembinaan yang berkelanjutan.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin mengaku bangga dan senang dengan prestasi yang diraih para atlet IODI Kabupaten Bogor pada event di Selangor.

” KONI sangat paham dan bangga dengan apa yang dilakukan IODI Kabupaten Bogor selama ini yang kontinyu dalam pembinaan serta kerap memberikan prestasi yang fantastis,” ujar Junaidi Samsudin.

IODI Kabupaten Bogor, kata Junsam, termasuk cabang olahraga yang selama ini selalu memberikan Kontribusi emas pada Kontingen Kabupaten Bogor di ajang Porda atau Poprov Jabar .

” Saya apresiasi dengan torehan prestasi emas para atlet Dance Sport Kabupaten Bogor pada ajang Selangor Dance Sport Championship 2023. Ini harus jadi motivasi positif dalam menatap event selanjutnya,” pungkas Junsam.

** asep syahmid

PM Perdana Ria Berbagi Bersama Anak Yatim

0

Ciomas | Jurnal Bogor

Muspika Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor bersama Pasar Malam (PM) Modern Perdana Ria menyantuni anak yatim piatu.

Santunan Anak Yatim piatu yang digelar di Lapangan Sakura, Desa Kota Batu,  Kecamatan Ciomas, turut hadir juga Kepala Desa Kota Batu, Camat Ciomas, Danramil Kecamatan Ciomas .

Kepala Desa Kota Batu, Ratna Wulansari mengatakan kegiatan satunan anak yatim merupakan bentuk pedulian Pasar Malam Perdana Ria Jakarta. Selain itu, pembuka gerai pasar malam dan bazar UMKM.

“Saya berharap bazar Perdana Ria yang digelar selama 40 hari
di Lapangan Sakura, Desa Kota Batu, bisa menggeliatkan ekonomi warga sekitar dan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Owner PT Perdana Ria Jakarta Dedy Syt Nst mengungkapkan santunan yatim piatu merupakan bentuk perhatian perdana Ria Jakarta dan teman-teman UMKM yang ada di Lapangan Sakura.

“Kita ingin berbagi kepada anak yatim terutama warga sekitar,” ujarnya.

Menurut Dedy, dampak pademi sangat berpengaruh kepada para pelaku UMKM, termasuk pasar malam modern. Ditahun ini dengan konsep mengedepankan bazar murah dan kebutuhan Sandang jelang lebaran, pihak menawarkan produk yang mudah terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu,  keberadaan pasar malam Perdana Ria bisa membuka lapangan pekerjaan dan membantu para pelaku usaha kecil, termasuk warga sekitar yang berjualan.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk izin tidak dipersulit karna keberadaan pasar malam memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Warga sekitar Endang mengungkapkan Pasar Malam di Lapangan Sakura adanya setiap satu tahun sekali, jelang Idul Fitri. Momentum tersebut selalu ditunggu warga untuk mengais rezeki dari mulai jaga parkir hingga berjualan makanan dan minuman.

“Adanya pasar malam menjadikan kawasan hidup dan menjadi tempat hiburan keluarga sekaligus sumber penghasilan bagi warga yang berjualan,”tukasnya.

** asep syahmid

Dadan Sikapi Keterlambatan Realisasi APBDes

0

Caringin|Jurnal Bogor

Belum terealisasinya Anggaran Pengeluaran Belanja Desa (APBDes) tahun 2023 oleh semua pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Bogor, baik yang bersumber bantuan keuangan dari pemerintah pusat atau dikenal dengan Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD Kabupaten Bogor maupun anggaran provinsi, disikapi serius Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bogor, Dadan Syarif Mutoan.

Menurut Dadan, ada beberapa aturan yang berpotensi terjadinya keterlambatan dalam penyerapan anggaran, seperti bantuan keuangan bersumber dari APBN. Dimana bantuan pemerintah pusat itu, melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.07/2022 Tentang Pengelolaan Dana Desa (DD) sebenarnya sudah bisa direalisasikan tanpa harus ada Peraturan Bupati (Perbup).

 “Menurut PMK itu, penyerapan anggaran DD sudah bisa direalisasikan cukup dengan APBDes dan langsung di publish. Selain itu juga melalui surat kuasa dan sudah bisa di akses,”  ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya akhir pekan lalu.

Namun, lanjut Dadan, kekhawatiran  tehadap kerawanan dalam pelaksanaan penyerapan anggaran DD, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengeluarkan surat edaran.

 “Mungkin ini juga menjadi salah satu penyebab keterlambatan penyerapan anggaran DD. Tapi kita juga tidak bisa menyalahkan Pemkab Bogor, mungkin melihat besarnya potensi masalah dan sebagai pengendalian makanya dikeluarkan surat edaran,” jelasnya.

Terkait realisasi APBDes yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dalam hal ADD, Dadan menilai permasalahan nya ada pada Perbup. Yang mana di Bulan Januari hingga Maret itu harusnya bantuan ADD sudah diterima setiap desa, sebab ada hak-hak para perangkat didalam anggaran tersebut.

“Perbup ini juga menjadi penyebab keterlambatan realiasi bantuan keuangan ADD ke tiap desa. Karena kondisi di kita ini Plt Bupati Bogor, jadi harus konsultasi dulu dengan Mendagri dan Gubernur Jawa Barat,” papar Dadan.

Kondisi seperti itu, kata Dadan akhirnya berdampak terhadap juga kepada bantuan keuangan, seperti BHPRD atau bantuan infrastruktur lainnya yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor. 

 “Kalau untuk bantuan provinsi (Banprov) yang saya tahu baru tahap pembahasan juklak juknis nya. Jadi dari semua bantuan APBDes di Kabupaten Bogor, belum ada satupun yang sudah terealisasi,” ujarnya.

Dadan mengaku masuk kedalam tim pemantau bantuan keuangan tingkat Provinsi Jawa Barat. Dari jumlah 19 kabupaten di Jawa Barat, 12 kabupaten sudah terealisasi bantuan keuangan nya, sedangkan Kabupaten Bogor masuk kedalam tujuh kabupaten yang APBN nya belum terealisasi.

Untuk itu, sambung Dadan, perlu ada percepatan oleh Pemkab Bogor, baik itu Plt Bupati Bogor, Ketua DPRD maupun Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor dengan mengejar keberadaan Perbup tentang ADD ke Mendagri dan Gubernur Jawa Barat.

 “Masuk kan saya juga untuk DD segera dicairkan tanpa harus menunggu surat edaran atau pun Perbup. Kalau terlambat juga nantinya berpotensi menimbulkan masalah saat penggunaannya,” imbuh Dadan yang juga sebagai Ketua DPC APMDN ( Asosiasi Pendamping Masyarakat Desa Nusantara) Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perangkat desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor,  mempertanyakan alokasi ADD yang menjadi hak perangkat desa hingga minggu terakhir bulan Maret belum juga dicairkan. Sesuai amanat Perda nomor 1 tahun 2021 tentang perangkat desa, Bab V, tentang hak dan kewajiban pasal 13 ayat 1 poin b harus diberikan setiap bulan. Hal itu dikatakan Asnawi, Ketua DPD PPDI Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Pemkab Bogor seharusnya mencairkan ADD untuk perangkat desa tersebut setiap bulan, sesuai amanat Perda nomor 1, tahun 2021 yang tertuang di bab V tentang hak dan kewajiban. Pasal 13 ayat 1 poin b.

 “Kami menduga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor, dengan sengaja melanggar Perda nomor satu, buktinya sekarang sudah  mau masuk ke 4  bulan belum juga dicairkan,”tegasnya Asnawi kepada Jurnal Bogor.

Setiap awal tahun lanjut dia, pekerjaan staf desa sangat numpuk, jika tidak dibarengi dengan penghasilan yang lancar akan berpengaruh kepada kinerja perangkat desa.

 “Perbup yang menajadi landasan pencairan ADD sampai saat ini belum keluar, seharusnya DPMPD mendorong agar segera terbit perbup tersebut,” tegasnya.

Perangkat Desa tambah dia, hanya mengharap dari penghasilan tersebut sehingga jika terjadi keterlambatan akan menghambat kienerja para perangkat desa. Seharusnya, menjadi prioritas pemkab dalam pencairan ADD.

 “Sebelumnya kami sangat memahami keterlambatan, namun sekarang kami harus bicara. Karena keterlambatan pencairan ADD seolah ada unsur kesengajaan, sudah mau masuk bulan ke 4,” ungkapnya.

Aswani berharap, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan memperhatikan apa yang menjadi hak perangkat desa yang sudah masuk bulan ke 4 belum juga dicairkan.

 “Semoga pak Plt, memberikan perhatian, kepada kami para perangkat desa. Kami mau bagaimana bisa bekerja jika hak kami seolah dipersulit,” tukasnya.

** Dede Suhendar