29.7 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 644

Warga Ciguha Ubah Hutan jadi Lebih Produktif dan Bangun Sarana Sosial

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Masyarakat Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor. patut menjadi kampung percontohan dan acungan jempol. Pasalnya, warga setempat dengan pola swadaya yang berbasis gotong royong selalu dilakukan terutama dalam kegiatan sosial.

Tampak membangun sinergitas, kekompakan, dan kerja sama saling berkolaborasi di kampung tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat di kampung Ciguha adalah pelopor pelestari alam. Sebab kini kelompok tani Ciguha telah mendapatkan surat keputusan (SK) pengelolaan dan pemanfaatan hutan kemasyarakatan (HKM) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Dirjen PSKL).

“HKM di kampung Ciguha jumlahnya mencapai 143 hektar yang sudah di-SK-kan oleh Kementrian LHK dan ditandatangani oleh Dirjen PSKL,” kata staf Desa Bantarkaret Makmur.

Dia menjelaskan, kelompok tani HKM yang dipelopori bang Willy adalah bapak pelestari alam di Ciguha suatu pencapaian yang luar biasa perlu diapresiasi.

“Apapun kegiatan-kegiatan masyarakat yang ada di Ciguha pertama memang saya selaku di pemerintahan desa sangat mengapresiasi kepada anggota dan pengurus HKM dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Ciguha,” jelasnya.

Jadi kata dia, tujuan daripada HKM tersebut adalah bagaimana untuk pemanfaatan hutan dari tadinya tumbuh pohon-pohon kayu hutan belantara yang saat ini mereka sulap atau diubah menjadi satu hutan yang produktif.

“HKM di Ciguha kini memanfaatkan hutan dengan ditanami pohon-pohon buah yang sifatnya akan menjadi satu sumber ekonomi masyarakat yang berkepanjangan, dimana ada pohon durian, rambutan dan juga manggis serta mangga dan pohon buah yang lain-lainnya,” kata Makmur.

“Sekali lagi saya katakan terima kasih kepada kelompok HKM yang ada di Ciguha dan terima kasih kepada dinas-dinas yang lain, juga yang sudah membantu sehingga hkm itu sudah resmi dan SK-ya sudah jelas berpayung hukum,” tambahnya.

Selain memanfaatkan hutan, kegiatan-kegiatan terus-menerus setiap hari dilakukan terutama kegiatan-kegiatan sosial sebagaimana dengan pola swadaya yang berbasis gotong royong.

“Warga Ciguha membuka jalan desa dari Ciguha sampai ke Kampung Nunggul selain jalan kita lihat warga berswadaya membangun mesjid yang luar bisa dan membangun sarana lain seperti madrasah dan juga lapangan bola dengan begitu kami pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih dukungan dan apresiasi kepada warga kampung Ciguha,” katanya.

Dia tak menampik banyaknya kabar miring terhadap warga kampung Ciguha di tengah perjalanan berjuang demi kemaslahatan masyarakat banyak.

“Kita juga melihat banyak opini miring opini yang dibangun oleh orang yang tidak suka dengan kegiatan tersebut, seperti menggiring opini yang sifatnya negatif tidak ada sedikitpun sisi positifnya. Padahal kalau kita lihat pergerakan atau perjalanan di wilayah Ciguha itu justru banyak positifnya. Luar biasa sekali hal positifnya dibanding hal negatifnya,” tegas Makmur.

Sementara, menanggapi hal itu, Kepala Seksi PTPNW II Bogor Dudi Mulyadi mengatakan, bahwa upaya HKM itu salah satu produk yang dicanangkan oleh Kementerian LHK dan itu hal ini sangat positif.

“Ini menjadi suatu hal yang positif dalam melakukan pelarutan diri untuk baik-baik kedepan yang perlu membangun kawasan berkontributif,” katanya.

Dalam melakukan itu tentu, kata dia diharapkan apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Ciguha dapat sukses dan berhasil.

“Kita bangga dan bersyukur kalau misalkan yang merupakan wujud positif dalam rangka membangun menjadi kawasan kebun buah nusantara yang dapat jadi trend kedepan bisa mendorong dan memperkenalkan yang lebih maju lagi kedepan dengan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

** Andres

Kunjungi Adira Finance Sobat Expo 2023 Yuk!

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sebelumnya, pernah sukses di sejumlah wilayah Kota Besar di Indonesia, kini khusus warga Bogor, Adira Finance segera hadir menggelar Pameran SOBAT (Sering Order Banyak Tawaran) Expo 2023 yang akan berlangsung di Botani Square Bogor, mulai 29 Mei hingga 4 Juni 2023.
 
Dikatakan Suwanto Head of Regional Jabotabek Adira Finance, pada pameran SOBAT Expo 2023 kali ini, ada hal lain dan tentunya akan menarik minat para pengunjung yang datang, yakni Adira Finance menawarkan berbagai produk pembiayaan mulai dari kendaraan baru dan bekas, diantaranya kendaraan mesin dan maupun listrik.
 
“Melalui pameran ini, ada hal lain yang menarik, kami ingin menawarkan secara langsung beragam solusi finansial mulai dari kendaraan baru-bekas, baik kendaraan mesin dan maupun listrik dengan berbagai penawaran menarik, seperti bunga rendah yakni 1,68%, cashback hingga potongan angsuran dan hadiah menarik lainnya” ujar Pak Suwanto selaku head of regional jabotabek Adira Finance, (Jumat/26/5/23).

Lanjut Suwanto dirinya menjelaskan, dalam menggelar SOBAT Expo 2023, Adira Finance bersinergi dengan sejumlah mitra bisnis berbagai dealer baik kendaraan mesin maupun kendaraan listrik untuk memberikan solusi finansial yang komprehensif.

“Yuk dapatkan kemudahan mengakses produk pembiayaan dan perbankan di pameran SOBAT Expo 2023. Nikmati juga beragam promo dan aktivitas menarik yang ada di sana. Jadi tunggu apalagi, untuk segala kebutuhan Sahabat,” lanjutnya.

Tidak sampai disini kegiatanya, setelah selesainya di beberapa tempat di jabodetabek kegiatan SOBAT expo ini akan terus menggelar event dibeberapa lokasi tempat lainnya. “Kita terus mengelar event ini di beberapa titik, dalam waktu dekat akan kita update terus,” pungkasnya.
 
Handy Mehonk

Mencurigakan, Kades Pasir Eurih Belum Juga Tandatangangi AJB Warga

0

Tamansari | Jurnal Bogor
Kepala Desa Pasir Eurih, Tamansari, Kabupaten Bogor kini harus berhadapan dengan hukum. Musababnya, ia dilaporkan atas dugaan penyelewengan jabatan dan suap.

Kuasa hukum A. Noor Ally menjelaskan, dugaan pelanggaran dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Kepala Desa Pasir Eurih itu, diawali dengan penundaan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) tanah kavling.

“Patut diduga yang bersangkutan sengaja menahan tanda tangan karena adanya kepentingan dan intervensi pihak lain. Sangat tidak masuk akal, karena semua syarat administratif dan kearifan lokal sudah lengkap. Akibatnya klien saya menyebabkan kerugian,” kata Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Bogor Raya itu, Jumat (26/05/2023).

Pihaknya juga bakal melaporkan ke Polres Bogor, Plt Bupati Bogor dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor.

“Semoga saja beliau berpikir ulang dan tidak memperkeruh suasana. Semoga saja beliau sadar jika perbuatannya telah merugikan orang dan masuk bab hukum,” tandas Noor Ally.

Persoalan tersebut muncul, bermula atas adanya aduan pengelola kavling dan pembelinya, yang mengadukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh sejumlah orang yang diduga sebagai mafia tanah.

“Nama-nama terlapor akan kami buka ke permukaan, setelah pelaporan resmi kami terkait tindak pidana pencemaran nama baik, penipuan penjualan dan siasat busuk yang merugikan klien saya secara resmi sudah dilaporkan. Saat ini masih berproses,”

Saat dikonfirmadi melalui seluler Kades Pasir Eurih, Raup Obay tidak memberikan jawaban (tidak aktif).

** | honk

Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca yang Mangsa Ayam Jago

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Ular sanca masuk ke pekarangan rumah warga di Kampung Neglasari RT 02 RW 04 Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Ular itu memangsa ayam jago peliharaan milik warga.

“Kita tadi evakuasi ular sanca sekitar pukul 7.00 wib yang masuk perkaran rumah warga, memangsa ayam jago di kandangnya,” kata Komandan Regu (Danru) Damkar Leuwiliang Yulius saat dihubungi Jurnal Bogor, Sabtu (27/05/2023).

Dia menjelaskan, ular sepanjang 2,5 meter diketahui oleh pemilik rumah, keberadaan rumah tersebut tidak jauh dengan selokan dan ular tersebut masuk ke dalam kandang ayam tersebut.

“Kemungkinan kemunculan ular ini dari selokan yang banyak rumput liarnya, sehingga ular yang lapar memangsa ayam jago milik warga,” katanya.

Dia menuturkan, sejauh ini di kampung tersebut baru pertama kali terjadi ada ular memangsa peliharaan milik warga.

“Ini baru pertama kali. Ular telah dievakuasi oleh kita ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Bogor,” ucap Yulius.

** Andres

Bank Kota Bogor Bagikan Gerobak untuk Pedagang di Area SDN Sempur Kidul

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bank Kota Bogor terus selalu berkomitmen membantu UMKM khususnya pedagang kecil. Bank yang dahulu bernama Bank Pasar ini, telah banyak membantu pedagang, baik berupa pemberian bantuan kredit atau pun bantuan langsung dari dana CSR Bank Kota Bogor.

Seperti belum lama ini, Bank Kota Bogor membantu pedagang kecil secara langsung, melalui pemberian bantuan CSR berupa gerobak untuk berdagang kepada pedagang kaki lima di wilayah SDN Sempur Kidul.

Pemberian dilakukan di Kantor pusat Bank Kota Bogor, Kamis, 25 Mei 2023 yang diberikan langsung oleh Direktur Utama Bank Kota Bogor, Ibrahim, SE.yang disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN Sempur Kidul.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim bersyukur Bank Kota Bogor selalu berkomitmen membantu pedagang. Sekarang pihaknya memberikan bantuan gerobak berjualan untuk 4 orang pedagang kaki lima.

Pedagang termasuk kategori penerima, yaitu pedagang yang paling lama telah berjualan di sekitar SDN Sempur Kidul.

“ Semoga bermanfaat dan tambah laris jualannya, dan selalu menjaga ketertiban dalam berdagang di kaki lima di sekitar sekolah ini, sehingga tidak mengganggu ketertiban jalan sekitarnya. Jangan lupa jaga kebersihannya, jangan membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

**prast

Polemik Proyek Otista, Rommy Sebut Pemkot tak Teliti

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sengkarut revitalisasi Jembatan Otto Iskandardinata (Otista) senilai Rp49 miliar terus menuai sorotan. Seiring dengan dibatalkannya pembongkaran struktur jembatan buatan pemerintah kolonial Belanda oleh Pemkot Bogor.

Eks Aktivis 98, Rommy Prasetya mengatakan bahwa langkah tersebut disinyalir lantaran kajian yang dilakukan tidak matang, dan bahkan terkesan terburu-buru. Terbukti, Pemkot Bogor yang mulanya akan membongkar total jembatan malah justru mempertahankan struktur lama karena jembatan tersebut merupakan bagian dari cagar budaya.

“Aspek historis tidak diteliti, melihat bangunan jembatan yang dibangun sejak zaman Belanda yang merupakan bagian dari cagar budaya sebagaimana Perwali Nomor 17 Tahun 2015 tentang kota pusaka yang diterbitkan Bima Arya. Disinyalir ini adanya keteledoran Dinas PUPR dalam membuat perencanaan,” ujar Rommy kepada wartawan, Kamis (25/5).

Tidak matangnya kajian, sambung dia, juga terlihat dari langkah Pemkot Bogor yang menerapkan sistem Contract Change Order (CCO) bukan addendum lantaran adanya perubahan rencana pembangunan.

Selain itu, Rommy pun menilai bahwa Pemkot Bogor kurang menghitung dampak sosial akibatk dari penutupan jalan, yang berimbas terhadap kemacetan yang terjadi dimana-mana.

“Lemah sosialisasinya. Kalaupun ada yg itu adalah bentuk glorifikasi semata yang dilakukan. Seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Bogor ketika ada penutupan jalan, merugikan secara ekonomis. Bagaimana nasib pedagang kecil, Apalagi ini akan dilakukan sampai bulan Desember,” jelasnya.

Seharusnya, kata Rommy, proyek penataan dilaksanakan tidak hanya dilakukan di sisa waktu jabatan. “Jangan hanya mengejar sisa waktu menjabat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rommy juga menyoroti mengenai pemenang tender yang sebelumnya sempat mendapat black list. Seharusnya ULP lebih teliti karena ini proyek besar seharusnya kepala ULP melakukan koordinasi dengan wali kota terlebih dahulu mengenai keikutsertaan perusahaan itu dalam lelang,” katanya.

Rommy menilai bahwa polemik revitalisasi mencuat akibat kesalahan wali kota, termasuk salah menempatkan Kadis PUPR, yang sebelumnya bukan berada di bidang itu.

“Artinya bahwa ini tidak sesuai dengan konsep the right man, on the right place. Proyek Jembatan Otista menelan anggaran yang tidak kecil dan bukan untuk sarana belajar kepala dinas. Jadi sebaiknya Bima mundur saja,” katanya.

Rommy juga menilai bila tak ada pengawasan ketat terhadap pemenang lelang. Padahal, ini adalah proyek ‘mercusuar’ Bima Arya.

“Akibatnya sekarang perencanaan berantakan. Oleh karenanya seharusnya Bima Arya malu kepada warga Bogor, yang sudah memberikan pernyataan plin plan hingga membuat warga bingung. Contohlah pejabat di Jepang ketika pejabatnya membuat kebijakan yang salah langsung mengundurkan diri sebagai pejabat. Kalau ini dilakukan, Insya Allah akan mendapat simpati dari masyarakat luas dan akan naik derajat ke jabatan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Dinas PUPR Kota Bogor menjelaskan, bila ada perubahan rencana di Jembatan Otista. Salah satunya, adalah akibat struktur lengkung yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1920 akan dipertahankan atau tidak dibongkar, sehingga perubahan rencana itu dimulai dari naiknya level jembatan.

“Konsekuensi jembatan tidak dibongkar, kemudian kita harus hitung ulang level jembatannya. Jadi ada kenaikan jembatan, karena kita memang tidak menyentuh jadi ada kenaikan 1,7-2,5 meter,” ungkap Kepala Dinas PUPR Rena Da Frina.

Ia menegaskan, naiknya level jembatan akibat struktur lengkung ini merupakan rencana yang cukup realistis. Karena, struktur lengkung itu dipertahankan keberadaannya, namun tidak dimanfaatkan fungsinya.

“Ke depan, struktur jembatan yang dipertahankan itu tidak sama sekali membebani bobot jembatan baru,” tegasnya.

Naiknya level jembatan akibat lengkung yang dipertahankan ini, masih jelas Rena, membuat kontraktor harus kerja ekstra keras. Dimana, timbunan tanah saat pembangunan bertambah lagi dari rencana awal yang sudah ditentukan.

“Kami tetap bangun jembatan baru. Hanya luasannya beda, pondasinya mundur ke belakang ada 50 meter. Terlalu beresiko jika memakai rangka yang lama. Meski hitungannya masih kuat. Tapi jika untuk beban sekarang, tentu tak bisa terkejar,” tandasnya.

Rena menjelaskan, perubahan rencana itu tidak akan memengaruhi progres pembangunan yang saat ini berjalan. Termasuk, nilai kontrak yang sudah tertera di jembatan ini.
Diketahui, akhirnya Pemkot Bogor tetap mempertahankan struktur lenkungan jembatan yang awalnya akan dibongkar, karena sebagai warisan budaya atau Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Tetapi, struktur tersebut tidak akan digunakan sebagai fondasi Jembatan Otista yang baru.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, pihaknya akan membangun fondasi baru, bukan menggunakan struktur tersebut.

Bima menyatakan, kontruksi pondasi harus kokoh untuk menopang pelebaran jalan dan jalur trem.

“Dari masa-masa awal ada beberapa opsi pembangunan. Saya sampaikan apakah memungkinkan menjaga konstruksi lengkung itu. Setelah membahas beberapa kajian, ternyata sangat memungkinkan menjaga struktur itu. Tinggal nanti jalannya agak melengkung di atas, elevansinya naik. Tapi itu tidak masalah sama sekali,” ungkapnya, belum lama ini.

Politisi PAN itu mengatakan, kontruksi yang sempat diduga cagar budaya itu sudah berumur cukup tua sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati trem. Atas dasar itu, ia memilih mempertahankan struktur tersebut dan tetap membangun pondasi baru.
“Ini win-win solution, warisan masa lalu tetap terjaga. Tetapi konstruksinya menjadi lebih kuat,” imbuhnya.

Ia pun memastikan bahwa langkah itu tidak akan berpengaruh pada biaya dan aspek lain yang sudah ditetapkan.* Fredy Kristianto

9 Konten yang Dilarang Diunggah di Tiktok

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sama seperti dengan platform media sosial lainnya, Tiktok juga memiliki sejumlah aturan yang tak boleh diunggah.

Dikutip dari RMOL, Jumat (26/5/2023), pelarangan itu untuk membuat dan membagikan video pendek yang kreatif dan menghibur. Berikut ini ada 9 konten yang dilarang:

1. Konten yang Melanggar Hak Kekayaan Intelektual

Tiktok melarang pengguna untuk mengunggah konten yang melanggar hak kekayaan intelektual orang lain. Hal ini mencakup penggunaan musik, video, gambar, atau materi lainnya tanpa izin atau lisensi yang sesuai.

2. Konten Berbahaya atau Berisiko

Tiktok melarang konten yang menampilkan atau mendorong aktivitas berbahaya, seperti kekerasan, penggunaan narkoba, atau tindakan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Konten yang menampilkan senjata api, bahan peledak, atau bahan berbahaya lainnya juga dilarang.

3. Konten Pornografi atau Seksual

Tiktok memiliki kebijakan yang ketat terhadap konten pornografi atau seksual. Pengguna dilarang memposting konten yang menampilkan tindakan seksual, pornografi, atau eksploitasi seksual.

4. Konten Kebencian dan Diskriminasi

Tiktok melarang konten yang mempromosikan kebencian, diskriminasi, atau prasangka terhadap individu atau kelompok berdasarkan ras, etnis, agama, orientasi seksual, atau karakteristik lainnya. Hal ini mencakup penggunaan simbol kebencian, ancaman kekerasan, atau bahasa yang kasar dan ofensif.

5. Konten Pelecehan atau Perundungan

Tiktok berkomitmen untuk menjaga lingkungan yang aman dan positif bagi penggunanya. Oleh karena itu, konten yang melibatkan pelecehan, perundungan, atau ancaman terhadap individu atau kelompok dilarang.

6. Konten yang Melanggar Hukum

Konten yang melanggar hukum, seperti penjualan barang ilegal, aktivitas perjudian, atau tindakan yang melanggar hukum setempat juga dilarang di Tiktok.

7. Konten yang Menyesatkan atau Menipu

Tiktok melarang konten yang menyesatkan atau menipu pengguna, seperti informasi palsu, klaim yang tidak didukung oleh bukti, atau konten yang dibuat untuk memanipulasi opini publik.

8. Konten yang Mengeksploitasi Anak

Tiktok sangat melarang konten yang mengeksploitasi atau membahayakan anak-anak. Hal ini mencakup konten yang menampilkan anak-anak dalam situasi yang tidak pantas, mengungkapkan informasi pribadi anak, atau mempromosikan aktivitas ilegal yang melibatkan anak-anak.

9. Konten Spam atau Iklan

Tiktok melarang penggunaan platformnya untuk tujuan spam atau iklan yang tidak sah. Pengguna dilarang memposting konten yang mengandung tautan afiliasi, promosi produk yang tidak relevan, atau tindakan lain yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial tanpa izin.

**

Mengingat Tokoh Pemuda Legendaris Kabupaten Bogor, Kang H. Zainal Syafrudin

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Wah, Alhamdulillah Kang H. Zainal Syafrudin berkomentar tentang tulisan saya AA berjudul “Terima kasih saya diundang Reuni Alumni KNPI”. Alhamdulillah, berarti tulisan saya dibaca dan disimak isinya oleh beliau,  sampai-sampai beliau mengusulkan disimpan atau dokumentasikan di kantor Arsip.   Bagus juga saran Akang ini,  akan tetapi sejarah per-KNPI-annya ditulis dahulu secara lengkap.

Saya senang dan “geer” juga membaca pesannya di WAG Lintas Generasi dari Kang Zainal tiba-tiba muncul. Saya pun menyapa sehat Akang!.  Semoga Akang Zainal sehat dan berbahagia bersama keluarga.

Tadinya saya dkk menunggu kehadiran Kang Zainal di Forum Reunian KNPI. Bersama om Bupati Rachmat Yasin (RY), mas Budi,  kang Dace,  kang Pepen,  add Engkus,  om Gerry,  add Agus Ridhallah,  add Deni,  dan banyak lagi yang lain adik-adik aktivis KNPI yang berkesempatan hadir di acara silaturrahmi Halal bilhalal (HbH) tahun 1444 H tersebut, bertempat di gedung Tegar Beriman Pemkab Cibinong Bogor,  tempo hari,  20 Mei 2023. Subhanallah banyak yang hadir.

Oh ya saya sebenarnya sudah ada niat ingin silaturahmi ke rumah, menjenguk Akang katanya masih “sakit, ” tetapi saya belum tahu alamatnya dimana?

Hatur nuhun komentar kang Zainal terhadap tulisan AA yg masih jauh sempurna itu. Itu tulisan iseng-iseng senang bertemu teman-teman sebaya aktivis pemuda tempo doeloe,  yang sudah lama nian tak bersua, kangen dan rindu, perasaan haru dan senang campur aduk.

Ya itu bentuk isi tulisannya,  setelah jadi dimuat dan terbit di medsos. Saya baru menyadari bahwa mengapa saya ‘poho’, lupa tidak menyebut tokoh Pemuda Brigantik dan mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor 1984-1989 yang energik, penuh semangat, kreatif dan inovatif yaitu kang Drs. Haji Zainal Syafrudin. 

Sosok dan tokoh pemuda legendaris ini pernah mendapat penghargaan Pemuda Pelopor RI asal Kabupaten Bogor dari Kemenpora RI jika tak salah tahun 1990.

Kang Zainal yang saya kenal selama aktif di kegiatan kepemudaan, orangnya humble,  ramah dan komunikatif dengan siapa pun, serta bisa dekat dengan para tokoh politik (elite politik) di Kabupaten Bogor.  Kang Zainal dalam bekerja orangnya serius, banyak ide,  tetapi beliau juga bisa melucu. “banyolan”  dan “ngeledek” dan suasana pertemuan atau rapat organisasi menjadi cair.

Sepengetahuan saya selaku yuniornya, Kang Zainal Syafrudin, karier politik dan pejabat di birokrasinya (PNS di Pemkab Bogor) tergolong cukup berhasil. Beliau dari pegawai staf administrasi,  bisa menjadi Kaur,  Kabag,  Kabid,  dan terakhir Camat Babakan Madang di era sahabatnya menjadi BupatiBogor, bung RY.

Beliau pernah juga setelah menjabat Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor,  yang digantikan bung Gingin Nugraha (Ketua PPM Kab Bogor tahun 1989) beliau tetap aktif sebagai PNS, dan “dikaryakan” di DPD  Golkar sebagai pengurus,  kemudian menjadi caleg,  dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor.  Jika tak salah Ketua DPD Golkarnya waktu itu bapak Mayor Asep yang selanjutnya berganti ke bapak Letkol Eso Sukarso, yang kemudian diganti kang Rusdi AS,  tokoh AMS. Saya sebagai Wakil Sektetaris 1 DPD Partai Golkar reformasi,  mendampingi kang Rusdi AS.

Kang Zainal sejak terpilih menjadi pemuda pelopor,  dan penggagas serta penggerak Brigade Anti Narkoba (Brigantik), sebuah gerakan melawan penggunaan narkoba menggema secara nasional,  sehingga beliau pernah dan berhasil duduk di kepengurusan DPP KNPI di Jakarta.

Semaraknya gerakan anti narkoba pada era Orde Baru ketika itu,  ditandai adanya monumen tugu Brigantik berdiri di beberapa persimpangan jalan raya di daerah Kabupaten Bogor,  salah satu diantaranya di perempatan jalan Warung Jambu Kota Bogor, setelah pemekaran wilayah Bogor.  Sekarang patung Pemuda Brigantik tersebut telah diganti dan dibangun dengan patung yang baru oleh DPD KNPI Kota Bogor  atas dukungan Pemkot Bogor, beberapa tahun lalu.

Kembali kepada cerita riwayat ki lancek H. Zainal Syafrudin,  yang kini sedang menjaga kesehatannya agar pulih kembali,  insya Allah,  saya banyak kesan positif yang bisa ditarik pelajaran (lesson learned) dari keseriusan beliau bekerja, dan bisa bergaul dengan siapa pun dari beragam macam etnis pemuda,  termasuk saya yang bukan etnis pribumi Sunda, yakni etnis Melayu Riau,  beliau mengenal saya dengan baik,  yang saling menghormati dan menghargai, hingga kini saling menyapa,  walaupun melalui WA japri dan terkadang via telepon, terutama cerita anak kami putri sulungku Annisa sedang belajar di Kyoto University Jepang pada program Doktor, sementara Pandu putra sulungnya kang Zainal menjadi diplomat muda, berkarier di Kedubes RI Jepang.

Itulah kang Zainal,  sosok dan figur pemuda Bogor yang dapat disuritauladani. Semoga Akang Zainal sehat dan berbahagia selalu di tengah keluarga. Demikian dan mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang,  khilaf dan salah dalam tulisan saya ini.

Syukron…barakallah. Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin. Wassalam

Penulis:
Dr. Ir. H Apendi Arsyad, MSi

(Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, mantan aktivis DPD KNPI,  HMI, Kahmi,  ICMI,  Kadinda,  Dekopinda Kabupaten Bogor dll,  Konsultan K/L Negara,  Pegiat dan Pengamat Sosial)

**

Desa Gunung Putri Banjir Kunjungan dari Luar Pulau, Kades Abiansemal Sebut Damanhuri  Sudah Layak Jadi Bupati 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Mendapatkan kunjungan seminggu berturut-turut dari luar daerah Kabupaten Bogor, kredibilitas Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri dalam mengembangkan desanya dan memajukan ekonomi warganya tak diragukan lagi.

“Saya hanya berupaya melakukan yang terbaik untuk Desa Gunung Putri yang sudah lama tidur, untuk warga masyarakat yang sudah tertidur lelap, kita bangkitkan kreativitas mereka sehingga mampu meningkatkan ekonomi mereka sendiri,” ungkap A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/5/23).

Sejak awal duduk menjadi kepala desa, sambung A Heri, dirinya punya keyakinan bahwa warga di desanya bisa kompak dan bisa diarahkan untuk hal-hal yang positif. Mereka hanya perlu leader untuk mengarahkan apa yang akan dan harus mereka lakukan.

“Kaum milenial di desa ini bejibun hanya saja tidak terarah dan tidak diberi kesempatan, maka dari itu saya mencari bibit-bibit yang siap kerja dan tempur untuk memajukan desanya sendiri. Dan pada akhirnya, upaya kerja keras serta kesungguhan dan kerjasama yang baik bisa menghasilkan yang baik pula, itu terbukti dengan tidak berhentinya kunjungan dari luar daerah bahkan luar negeri ke Desa Gunung Putri,” jelasnya.

Lebih lanjut A Heri mengatakan, keberhasilan yang dicapai ini bukan kerja kerasnya saja, melainkan kerja keras semua warga serta kemauan yang tinggi dalam diri warga untuk menjadi yang lebih baik kedepan nya.

“Yang banyak dilirik oleh para tamu yang berkunjung ialah keberhasilan Desa Digital, CCTV yang terpasang di setiap gang sehingga mampu untuk mengecilkan tingkat kejahatan bahkan pernah mengungkap kejahatan transaksi narkoba di desa ini,” tandasnya.

“Sejatinya, apapun yang kita niatkan untuk kepentingan bersama pasti akan dipermudah oleh Allah SWT. Intinya niat, jika pemimpinnya berniat baik untuk warganya insya allah bisa terlihat hasilnya. ATM saja Amati Tiru dan Modifikasi, ” sambung dia.

“Mudah-mudahan kedepannya, ada kerjasama yang terjalin antara Desa Gunung Putri dengan desa-desa yang berkunjung, baik dalam pembentukan desa digitalnya, bank sampahnya, maupun  ketahanan pangannya, serta kerajinan tangan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Abiansemal Bali, I Da Bagus Bisma Wiratma takjub dengan pencapaian yang diraih oleh Desa Gunung Putri. Menurutnya, hal itu terlihat dengan berjejernya penghargaan yang dipajang dan hasil survei di lapangan sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh Kepala Desa Damanhuri.

“Pak Damanhuri ini sudah sangat cocok jadi Bupati, dengan segala pencapaianya yang berhasil diraih dalam waktu singkat. Apalagi tadi saat kami lakukan kunjungan lapangan, ramah dan kompak warga dalam menyambut tamu cukup buat kami terharu,” katanya. 

“Untuk saya pribadi, saya sangat tertarik dengan desa digital yang sudah berjalan makanya tadi saya banyak bertanya, dan saya akan coba untuk mengaplikasikan itu di desa saya,” tambahnya.

Berikut daftar kunjungan studi banding Ke Desa Gunungputri pada Mei 2023:

13 Mei 2023
1. Orientasi Lapangan Desa Pengarungan Kecamatan Mengwi dan Desa Abiansemal Kecamatannya Abiansemal Kabupaten Badung Provinsi Bali.

16 Mei 2023
2. Kunjungan Studi Banding Desa se- Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

17 Mei 2023
3. Kunjungan Studi Banding Desa se- Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

22 Mei 2023
4. Studi banding Desa se- Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

24 Mei 2023
5. Kaji Banding Desa se- Kecamatan Mowila Kabupaten  Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

25 Mei 2023
6. Kaji Banding Desa se- Kecamatan Adolo dan se-Kecamatan Andolo barat Kabupaten  Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

** Nay Nur’ain

Hadiri Wisuda MTs Nurul Hikmah, Ahmad Yani Ingin Ada Kampus di Sukanagara

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani menghadiri pelepasan siswa-siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Hikmah yang diselenggarakan di Kampus Dayeuh, Desa Sukanegara, Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (25/5/23).

“Hari ini wisuda kelas sembilan Mts Nurul Hikmah Al-Hakim. Dimana sekolah ini sudah berkontribusi lebih dari 20 tahun di Desa Sukanegara, dan sudah menghasilkan bibit-bibit unggul penerus bangsa,” ungkap Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor.

Dirinya mengapresiasi Yayasan Nurul Hikmah atas sumbangsih dalam dunia pendidikan yang diberikan kepada warganya, karena ada siswa tidak mampu yang tetap bisa melanjutkan sekolah di tempat tersebut.

“Semoga kedepannya, Yayasan Nurul Hikmah bisa membuat kampus untuk kuliah. Sehingga, warga kami yang ekonominya rendah bisa menjadi sarjana sehingga bisa mencapai mimpinya dan dan menjadi penerus untuk memajukan Desa Sukanegara kedepannya,” harapnya.

Sementara Ketua Yayasan Nurul Hikmah Al-Hakim, Dr. Apep menjelaskan untuk kelulusan tahun 2023 ini ada 101 siswa, dan semuanya lulus 100 %. Sekolahnya kata dia selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada siswa, sehingga lulusannya memiliki mutu dan kualitas yang baik saat melanjutkan ke pendidikan selanjutnya.

“Keberhasilan siswa tidak luput dari peran serta dan kerja keras para guru dalam menggembleng siswa. Menumbuhkan rasa disiplin pada siswa itu tidaklah mudah, apalagi usia mereka masih dalam kategori usia mencari jati diri,” paparnya.

Dia berpesan kepada siswa yang sudah menjalankan wisuda agar menjadi siswa yang terbaik dan bawa nama baik sekolah dimanapun berada.

“Buat kami bangga memiliki kalian, dan jangan lupakan sekolah kalian ini, sukses kami akan selalu memantau kesuksesan kalian,” cetusnya.

“Persoalan kampus yang diimpikan oleh warga Desa Dayeuh, mohon doanya saja semoga bisa terwujud,” sambungnya.

** Nay Nur’ain