27.1 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 642

Santri Polsek Citeureup Raih Juara 3 Lomba Kultum Polres Bogor

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Rasa bahagia dan bangga terpancar dari wajah Zanwar Abdul Muhsin (15), seorang santri Pondok Pesantren Budi Guna yang berada di Desa Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor yang berhasil menyabet juara ketiga lomba Kuliah Tujuh Menit atau Kultum yang diprakasai oleh Kapolres Bogor AKBP Dr.Iman Immanudin.

” Alhamdulilah gak nyangka aja bisa jadi juara ketiga mewakili Kecamatan Citeureup. Apa yang didapat hari ini semoga bisa menjadi motivasi kedepannya untuk menjadi lebih baik lagi terutama dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qurán,” ungkap Zanwar.

Siswa kelas 10 Madrasah Aliyah Budi Guna tersebut berharap, dengan mendapatkan juara ini tidak membuat dirinya merasa jumawa atau lebih lebat dari yang lainnya. Menurutnya, ketakwaan kepada Allah SWT itu merupakan suatu keharusan sebagai seorang muslim.

“Hadiah itu hanya penyemangat untuk menjadi lebih baik lagi, sejatinya ketakwaan itu dan keimanan kepada Allah SWT itu bukan hal untuk dilombakan, tapi ditingkatkan. Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolres Bogor Bapak Iman, juga kepada Kapolsek Citeureup Bapak Yufrialdi, terutama untuk kedua orang tua saya dan untuk guru-guru yang saya cintai. Karena saya bisa seperti ini karena ikut campur tangan, doa dan ajaran dari mereka, ” tuturnya.

Sementara, turut terpancar wajah bahagia dan haru Kapolsek Citeureup Polres Kompol Yufrialdi saat mendengar nama yang disebutkan MC adalah santri asal Citeureup. Dirinya sangat bangga akan pencapaian yang diraih oleh Zanwar. Ditengah hebohnya perang sarung antar remaja dan tawuran, Citeureup masih memiliki anak muda yang berprestasi dan menyibukkan dirinya untuk hal-hal yang positif.

” Kami berharap seluruh elemen masyarakat khususnya warga Kecamatan Citeureup, ikut mengapresiasi keberhasilan anak didik kita agar menjadi contoh anak-anak yang lainnya. Sehingga mampu menciptakan warna khas anak-anak Citeureup benar-benar potensial, kreativitas, berbakat di bidangnya,” pungkas Kompol Yufrialdi dengan penuh kebanggaan dan senang.

** Nay Nuráin 

Bhabinkamtibmas Desa Puspasari Lakukan Bakti Sosial

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Bhabinkamtibmas Desa Puspasari Polsek Citeureup, Polres Bogor, Polda Jawa Barat, melaksanakan kegiatan pembagian sembako di kantor Desa Puspasari, Citeureup, Kabupaten Bogor, Kamis (30/03/23).

Kapolsek Citeureup Kompol Yufrialdi  mengatakan, jajaran personil Polsek Citeureup melaksanakan kegiatan berbagi sembako masing-masing desa guna tersalurkannya sembako langsung ke warga yang memang membutuhkan.

“Pembagian sembako ini dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan jangan sampai memaksakan, sehingga memberatkan personil Polsek Citeureup itu sendiri. Yang penting niat baik berbagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini bisa terwujud dengan keikhlasan,” ujar Kompol Yufrialdi kepada Jurnal Bogor.

“Alhamduliah kegiatan berbagi tersebut turut dihadiri oleh staf desa, Babinsa Desa Puspasari serta tokoh masyarakat lainnya. Mengingat, kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak bulan Desember tahun 2022 atas instruksi dari bapak Kapolres pada saat berkunjung ke Polsek,” sambungnya lagi.

Sementara, Salah satu penerima bantuan sembako, Emak (65) menyampaikan ucapan terimaksih atas kepedulian pihak kepolisian yang diwakili oleh Bhabinkamtibmas. Karena apa yang diberikan ini sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Alhamdulilah, terimakasih pak polisi semoga berkah sehat selalu dan menjadi polisi yang amanah dalam menjalankan tugasnya,” ucapnya dengan mengamini.

** Nay Nuráin

PT Solusi Bangun Indonesia Gelar Forum Konsultasi Masyarakat

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Kehadiran kawasan industri di Indonesia bertujuan bisa berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian negara, memiliki peran agar dapat memberikan dampak positif dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Namun demikian, pemusatan kegiatan industri kerap kali menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar akibat dampak negatif yang dihasilkan dari operasional industri. Karena itu, sangat penting bagi para pelaku industri untuk menjalin relasi serta membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah guna menjaga operasional perusahaan yang berkelanjutan.

Sebagai salah satu perusahaan yang berada di area kawasan industri Kabupaten Bogor, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong, terus berkolaborasi bersama pemerintah, dan masyarakat setempat agar dapat lebih memahami kebutuhan serta pendapat dari para pemangku kepentingan.

General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong, Nur Lailiyah mengatakan, melalui forum konsultasi dan diskusi yang terstruktur dan bermanfaat dengan memperhatikan visi dan misi, tujuan serta penentuan skala prioritas program, diharapkan mampu untuk membangun rencana strategis untuk pemberdayaan masyarakat yang optimal dimasa mendatang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan juga lingkungan disekitar. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi setiap pihak yang terlibat demi masa depan yang kita mau,” ucap Nur Lailiyah kepada wartawan, Kamis (30/3/23).

Menurutnya, SBI juga melakukan serangkaian kegiatan seperti Focus Group Discussion (FGD) yang dikemas dengan cara yang menyenangkan dan penandatanganan komitmen, agar apa yang menjadi tujuan bersama dapat terlaksana dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi semua pihak.

“Setiap tahun, SBI Pabrik Narogong mengadakan Forum Konsultasi Masyarakat dengan melibatkan para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah,  Organisasi Masyarakat Sipil serta sektor swasta lainnya,” tutur Laily.

“Kegiatan kali ini digelar secara beruntun sejak 21 Februari hingga puncaknya pada 21 Maret 2023, dengan melibatkan tidak hanya perwakilan para pemangku kepentingan dari 9 Desa di sekitar area operasional namun juga dari Kabupaten Bogor,” sambungnya.

Laily juga menyampaikan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Asep Mulyana Sudrajat S.H, turut hadir menyampaikan apresiasi atas berbagai program CSR SBI Pabrik Narogong khususnya dibidang pemberdayaan ekonomi.

“Kedepan, kami berharap dengan sinergi serta kolaborasi yang kuat, SBI bisa bergandengan tangan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi demi kondisi yang lebih baik bagi masyarakat sekitar”, tutup Laily.

Untuk diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

** Nay Nuráin 

Awasi Kerumunan Remaja, Pol PP Leuwisadeng Lakukan Patroli Trantibum

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor melaksanakan patroli penindakan gangguan ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) di wilayahnya.

Pelaksanaan patroli yang berlangsung pada Rabu (29/03/2023) malam hari itu dilakukan dengan menyasar beberapa titik kerumunan para remaja. Kendati dalam patroli itu tidak ditemukan ada kegiatan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasi trantibum SatPol PP Leuwisadeng Cecep Tarmiji mengatakan, diadakannya patroli pada bulan Ramadan tersebut sebagai langkah mengantisipasi tindak pidana seperti kekerasan hingga tawuran diantara para remaja. Selain itu, patroli itu juga dilakukan guna menjaga keamanan dan kenyamanan di bulan suci Ramadhan. 

“Patroli tersebut akan rutin di bulan Ramadhan dan hal ini kami ingin menciptakan suasana di wilayah Leuwisadeng yang aman dan nyaman untuk warga masyarakat,” katanya.

Dia berharap pelaksanaan cipta kondisi itu pihaknya melakukan pengawasan di beberapa titik wilayahnya yang sekiranya rentan terjadi gangguan Trantibum. 

“Peran orang tua juga sangat penting untuk pengawasan kepada  anak-anak remajanya supaya jangan keluar pada malam hari dan tidak kumpul-kumpul yang dapat mencelakainya,” pungkasnya.

** Andres

Jokowi Diprediksi Pindah Pilihan Capres, Arifki Chaniago Yakin ke Prabowo Subianto

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Akibat batalnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan merubah haluan dalam mendukung calon presiden (capres) 2024 mendatang.

Pasca adanya penolakan Ganjar Pranowo terhadap keikutsertaan Tim Israel yang mengakibatkan pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 diprediksi akan bedalih pilihan Jokowi terhadap Capres 2024 ke tangan Prabowo Subianto.

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Stretegic, Arifki Chaniago mengatakan, pastinya Jokowi sangat kecewa lantaran pembatalan perhelatan olahraga sepakbola bergengsi dunia yang mana Indonesia dipilih sebagai tuan rumah-nya.

“Manuver Ganjar dalam menolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20 mencengangkan. Ganjar mau terang-terangan, apakah mau memastikan tiket Pilpres sehingga mau melawan Jokowi? Ganjar membuat keputusan yang sangat dilematis.” ujar Arifki kepada Wartawan, kemarin.

Jokowi dianggap selalu punya ‘hukuman’ terhadap pihak-pihak yang tidak seirama dengan kebijakannya. Bahkan, hubungan Jokowi dengan Ganjar saat ini diramal sedang memanas pasca pembatalan Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia.

“Mungkin akan lewat KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) atau mengarah ke Gerindra dan Prabowo karena Jokowi orang yang susah menerima pihak yang berbeda haluan dengan beliau.” tambahnya.

Ganjar kali ini memang memilih jalan yang berbeda dengan Jokowi. Ganjar dengan tegas menolak keikutsertaan Timnas Israel untuk berlaga pada Piala Dunia U-20 sesuai arahan partainya PDIP.

Tak hanya Ganjar, kader PDIP yang juga sebagai Gubernur Bali I Wayan Koster juga turut menolak secara lantang akan hal serupa.

Penolakan Koster berujung pada pembatalan drawing Piala Dunia U-20 yang seharusnya dilaksanakan pada pekan lalu.

Seperti diketahui, FIFA secara resmi telah mengumumkan pembatalan perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada Rabu, (29/03/2023) yang berdampak pada kekecewaan Timnas Indonesia U-20 serta masyarakat luas pada umumnya.

** Noverando H

Beri Pemahaman, Kanit Patroli Sambangi Sekolah Siswa Pembawa Sajam

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Kanit Patroli Polsek Citeureup Polres Bogor Iptu Diding melakukan kegiatan untuk memonitor informasi dugaan siswa SMP membawa senjata tajam (sajam) pada Rabu (29/03/2023), pukul 09.00 WIB.

Baru sepekan yang lalu Panit Binmas memberikan bimbingan dan penyuluhan dampak tawuran yang akan menimpa bagi pelajar. Informasi dari sekolah bahwa diduga ada oknum pelajar ditemukan membawa senjata tajam berupa celurit.

“Keprihatinan yang terjadi sampai tingkat SMP, membuat Polsek Citeureup terus mencari celah dan tindakan bagaimana untuk mencari oknum pelajar yang tidak layak membawa atau memakai atau menguasai senjata tajam,” ujar Iptu Diding dengan nada lelah namun tetap optimis kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/03/23).

Menurutnya, Polsek Citeureup akan terus memantau pergerakan para pelajar atau warga yang mengetahui atau menguasai penyebab akhir-akhir ini sering terjadinya tawuran perang sarung.

“Waktu akan bicara bahwa kebenaran tidak akan pernah kalah dengan kebatilan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Resmi Dimulai, Bangunan Huntap di Nanggung Diharapkan Jadi Percontohan

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) telah merealisasikan dengan dimulainya pembangunan permukiman kawasan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana alam yang terjadi pada awal tahun Januari 2020 lalu. 

Salah satu pembangunan huntap yang tengah berlangsung yakni di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung.

Ketua Kelompok masyarakat (Pokmas) pada pembangunan huntap di Desa Nanggung  H Yusep mengatakan, secara berkala pembangunan hunian tetap dalam proses pengerjaan.

“Sudah  berlangsung, diharapkan  kualitas pembangunan huntap di Nanggung menjadikan percontohan,” kata Yusep kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/3).

Yusep yang merupakan mantan anggota dewan Kabupaten Bogor mengungkapkan dari sejumlah huntap yang telah berjalan pelaksanaan pembangunan sebanyak 14 unit rumah. “Mengawali pembangunan huntap yakni di Kampung Kebon Awi,” jelasnya.

Yusep menyebut  pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut seiring telah dilakukan cut and fill (perataan lahan) sejak 2022 lalu.

“Sudah lama dinantikan masyarakat, kini pada penuntasan pembangunan huntap pascabencana tanah longsor dan pergerakan tanah. Diharapkan pada Juni 2023 pembangunan huntap bisa rampung,” paparnya.

“Huntap relokasi dibangun sebagai  kawasan permukiman baru  terlebih untuk kepentingan bagi warga korban bencana alam. Bangunan huntap, utamanya sesuai sfek yang sudah ditentukan.” tandasnya.

Sementara anggota Pokmas pembangunan huntap, RW Amung menerangkan, dari 82 huntap dibangun di wilayah Kampung Kebon Awi RW 02, serta Kampung Pasir Peuteuy RW 06.

“Secara berkala pembangunan huntap dimulai di Kampung Kebon Awi, kemudian huntap akan dibangun di Kampung Pasir Peuteuy,” terang Amung.

Sementara salah satu korban bencana alam, Ujen mengaku bersyukur dengan dibangunnya huntap yang sudah lama ditunggu- tunggu masyarakat.

“Adanya pembangunan huntap, baik Pemerintah Desa, BPBD dan DPKPP serta pihak lainnya kami ucapkan terimakasih,” ungkap Ujen mengakhiri. 

** Arip Ekon

Ramadhan Menipiskan Sekat Antara Bahagia dan Sedih

0

Oleh: H. TAOPIK, S.Pd., M.Pd.I
(Kepala Sekolah MAN 1 Leuwiliang)

Kebahagiaan dan kesedihan itu sering datang silih berganti pada diri setiap manusia. Dua keadaan ini sama-sama berfungsi sebagai ujian hidup.

Kebahagiaan atau kesenangan datang untuk menguji seberapa besar rasa syukur manusia, sementara kesedihan datang untuk menguji seberapa kuat kesabaran manusia.

Rasa syukur yang muncul pada diri seseorang, selain akan menambah kenikmatan / kesenangan/ kebahagiaan hati, juga akan mampu membangun empati terhadap orang lain yang keadaanya tidak seberuntung dirinya.

Sementara rasa sabar yang muncul pada diri seseorang, akan mampu mengurangi beban penderitaan yang dia rasakan. Juga akan menghilangkan sangkaan buruk terutama kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sang Maha Pencipta.

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi pemandangan yang penulis temui di bawah pohon besar, saat penulis melewatinya. Tepatnya di Jl. Ir. H. Juanda Kota Bogor. 

Pohon besar itu sedang mengalami daun rontok. Rontoknya daun itu menimbulkan pemandangan yang bagus seperti suasana di Eropa sana dimana terdapat musim gugur. Selintas di bawah pohon itu terlihat dua orang dengan tangan yang memegang dua alat yang berbeda. Satu orang memegang hp sambil selfie dan satu orang memegang sapu untuk membersihkan sampah daun itu.

Satu kondisi dengan dua efek yang berbeda bahkan bertentangan. Guguran daun bagi penikmat pemandangan dan hobi selfie adalah sebuah kesenangan yang langka dan sulit ditemukan apalagi di dalam Kota. Sementara bagi yang bertugas membersihkan sampah, guguran daun merupakan tambahan beban pekerjaan, yang bisa jadi membuatnya sedih.

Keduanya seharusnya bisa saling belajar. Tidak perlu euforia bagi yang sedang bahagia, sebab di sebelahnya ada orang yang sedang bersedih. Tidak perlu berkeluh kesah bagi yang sedang bertambah beban, sebab di sebelahnya ada orang yang sedang menikmati kebahagiaan.

Kondisi inilah yang coba di-ibroh-kan oleh Ramadhan selama sebulan dalam satu tahun. Kekenyangan makan, kelebihan harta yang dirasakan seseorang selama 11 bulan tidak perlu euforia, karena di sekitar rumahnya masih banyak orang yang kelaparan dan kekurangan harta. Puasa mengondisikan semua pelakunya dalam situasi yang sama. Apapun makanan sahurnya, maka si kaya dan si miskin akan sama-sama lapar dan haus dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Bagi si miskin mungkin terbiasa setiap hari menahan lapar dan kekurangan harta, sehingga tidak perlu lagi keluh kesah saat dia menjalani puasa. Bagi si kaya yang tidak biasa lapar dan haus, seharusnya menumbuhkan rasa empati kepada saudara-saudaranya yang biasa merasa lapar dan kekurangan harta. Tidak cukup baginya hanya menahan lapar dan haus, namun perlu tumbuh kekuatan untuk berbagi, baik sedekah wajib (zakat mal dan zakat fitrah) maupun sedekah sunnah. Sehingga batas/sekat yang memisahkan dia dengan si miskin makin tipis.

Islam sebagai agama sempurna memberikan kesempatan yang sama untuk meraih ridho Allah Subhanahu wa ta’ala. Rido-Nya merupakan kunci kebahagiaan manusia baik di dunia maupun di akhirat.  Lihatlah bagaimana Islam memberikan kesempatan kepada siapapun yang datang paling awal ke Masjid dan menginginkannya, maka dia berhak berdiri/melaksanakan shalat di shaf yang paling utama yakni shaf paling depan. Kesempatan ini buat siapa saja, pejabat atau rakyat biasa, kaya atau miskin yang penting laki-laki, sebab untuk perempuan diutamakan shalat di rumahnya.

Islam juga memberi kesempatan kepada umatnya untuk bersedekah, baik bagi si kaya maupun si miskin. Bagi si kaya bisa kapan saja dengan hartanya yang mana saja, bagi si miskin pun bisa kapan saja tapi tentu dengan amalan yang berbeda. Mari kita baca hadits ke-25 dalam Hadits Arbain Imam Nawawi:

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada sejumlah orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan (makruf) adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya lalu mendapatkan pahala di dalamnya? Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah akan mendapatkan dosa? Demikianlah halnya jiak hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim, no. 1006]

Kembali kepada bahagia dan kesedihan yang sering datang berdampingan. Sekali lagi, sikap bijak yang perlu diambil adalah syukur dan sabar. Kita bisa belajar dari turunnya hujan, secara umum hujan adalah berkah, karena dengan air, kehidupan akan bisa berlangsung. Namun terkadang ada reaksi yang berbeda di tempat yang tidak berjauhan saat hujan turun. Peternak ikan yang kolamnya hampir kering akan bersyukur karena hujan turun, namun bagi petani padi yang sedang panen harus bersabar karena gabahnya kebasahan kerana turun hujan.

Begitupun dengan seorang pengendara mobil yang sedih karena mobilnya mogok, namun kesedihannya membuat orang lain bahagia. Rasa bahagia itu muncul di hati pemilik bengkel atau petugas derek. Jika musibah mogoknya mobil disikapi dengan sabar dan melihat sisi positif yakni memberikan orang lain kesempatan bekerja, maka yakinlah bahwa sikap sabarnya akan makin baik untuk dirinya juga. Sangatlah wajar jika Allah Subhanahu wata’ala memberi kabar gembira (berupa pahala yang tak terhingga) kepada orang-orang yang sabar.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah: 155).

Ramadhan mengajarkan umat Islam yang berkekurangan untuk semakin sabar, karena di bulan lain dia terbiasa kekurangan. Ramadhan mengajarkan orang-orang yang berkecukupan untuk merasakan bagaimana orang-orang yang kekurangan menjalani hidupnya dengan rasa lapar dan haus, sehingga dengannya akan tumbuh empati untuk berbagi kebahagiaan berupa zakat, infak dan sedekah.

Seharusnya, tidak ada lagi dinding tebal yang menghalangi pandangan orang kaya terhadap kehidupan orang miskin selama dan setelah Ramadhan. Kedermawanan akan tumbuh di hati-hati para hartawan.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dermawan semakin dermawan saat Ramadhan tiba.

“Berkata Ibn Abbas ra : Bahwa Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi saat Ramadhan, ketika dijumpai Jibril ‘alaihissalam, yang mengunjungi beliau setiap malam dibulan ramadhan, dan mengajarkan beliau saw Al Qur’an, maka sungguh Rasulullah saw lebih dermawan dalam berbuat baik daripada angin yang berhembus” (Shahih Bukhari).

**

Kembali Berikan Bantuan dan Senyuman, Sinergi Foundation Salurkan Paket Ramadhan Bagi Penyintas Gempa Cianjur

0

Cianjur | Jurnal Bogor

Gempa yang mengguncang Cianjur akhir tahun lalu menjadi perhatian banyak masyarakat. Hingga kini daerah yang terkena gempa tersebut masih meninggalkan luka dan pedih yang mendalam bagi masyarakat sekitar.

Ramadhan ini Sinergi Foundation menargetkan para korban gempa Cianjur menjadi salah satu subjek penerima manfaat program Ramadhan #BerbagiNextLevel. 

Usai mendirikan shelter dan rumah sementara di Cianjur, kini Sinergi Foundation kembali menyambangi Cianjur tepatnya di Desa Mangunkerta dan Sarampad, Kecamatan Cugenang. Cianjur menjadi tempat pertama penyaluran bantuan Ramadhan #BerbagiNextLevel di luar area Bandung pada Sabtu (25/3/2023).

Dalam kunjungan tersebut tim Sinergi Foundation sekaligus melihat kembali kondisi terkini warga setempat usai diguncang gempa tahun lalu. Bangunan yang runtuh mulai terbangun sedikit demi sedikit. Keceriaan lebih sering terlihat dibandingkan raut wajah kesedihan.

“Alhamdulillah kita dapat mengunjungi kembali Cianjur yang mana akhir tahun lalu diguncang gempa hebat yang mengakibatkan banyaknya warga sekitar yang kehilangan tempat tinggalnya. Ramadhan ini melalui kebaikan yang masyarakat salurkan kita dapat memberikan kembali bantuan bagi para korban untuk memenuhi kebutuhan pokok hariannya,” ujar Tim Sinergi Pelayanan Masyarakat, Haidar.

Sinergi Foundation menyalurkan 177 bantuan untuk penyintas gempa Cianjur. Bantuan ini di antaranya 52 paket sembako, 25 paket Al-Qur’an dan 100 paket ifthar yang dibagikan untuk lansia dan dhuafa di Desa Mangunkerta dan Sarampad.

Dalam penyalurannya tersebut terdapat cerita yang membuat tim Sinergi Foundation terenyuh saat akan melakukan penyaluran paket Al-Quran, yakni saat berkunjung ke salah satu pondok yang menjadi pusat belajar mengaji anak-anak Sarampad. Namun tempat tersebut yang dinamakan Pondok Al-Azan yang telah berdiri selama 30 tahun lamanya, tidak utuh seperti sedia kala dikarenakan gempa yang mengguncang Cianjur.

“Dulu kalo kegiatan di sini neng, santri pada ngaji belajar tuh disini” ujar Ibu Ilis pengurus Pondok Al-Azan sembari menunjukkan puing-puing bangunan yang telah runtuh. Sebagian bangunan sudah kembali dibangun ala kadarnya dengan papan triplek tipis.

Pondok tersebut kini terlihat lebih sepi karena di bulan Ramadhan memang jadwal santri untuk pulang, dan kini pondok tak bisa lagi dipakai menginap karena kondisi yang tidak memungkinkan.

“Yang selamat cuma al-qur’an sama kitab-kitab aja neng, yang lainnya udah hancur ketimpa bangunan” tutup Ibu Ilis sembari menunjukkan tumpukan al-qur’an dan kitab yang sedikit berdebu. Terlihat sedikit robekan di beberapa lembar.

Tak hanya menyalurkan paket program Ramadhan, pun dalam kunjungan tersebut Sinergi Foundation menghadirkan 2 orang bidan dari Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) untuk memberikan pelayanan pemeriksaan bagi lansia dan ibu hamil.

Pun sebagai bentuk rasa kasih sayang, tim Sinergi Foundation menghibur para anak-anak Kampung Sarampad dengan bermain games bersama serta memberikan hadiah untuk para anak-anak dengan memberikan kuis hafalan surat pendek.

“Kita semua tau anak-anak setempat memerlukan hiburan setelah tempat tinggal mereka diporakporandakan akibat gempa yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu. Ditambah lagi ini merupakan bulan Ramadhan, jadi selain menyalurkan bantuan kita juga berusaha untuk memberikan semangat kepada para anak-anak agar mereka banyak tersenyum di kala melaksanakan puasa ini,” tambah Haidar.

Tidak hanya Cianjur yang menjadi salah satu subjek penerima manfaat program Ramadhan #BerbagiNextLevel, pun terdapat daerah-daerah lain yang akan dikunjungi oleh Sinergi Foundation sebagai tempat penyaluran program Ramadhan. Oleh karenanya, aksi kebaikan tim Sinergi Foundation untuk #BerbagiNextLevel akan terus berlanjut di bulan Ramadhan.

Sinergi Foundation membuka seluas-luasnya kesempatan bagi masyarakat yang ingin memaksimalkan kebaikan di bulan Ramadhan dengan mengikuti program Ramadhan #BerbagiNextLevel. Sehingga tidak hanya masyarakat Cianjur yang mendapatkan bantuan, pun masyarakat membutuhkan di daerah lainnya dapat merasakan manfaat kebaikan Ramadhan.

Sinergi Foundation (SF) merupakan lembaga filantropi yang mengelola dana Wakaf, Zakat, Infak-Sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program inovasi sosial pemberdayaan. Dalam penyaluran dana ziswaf yang terhimpun, Sinergi Foundation memiliki beberapa program di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial.

** prast/rls

Gandeng Kejaksaan Agung RI, Kementan Bekali Pejabat Pengawas Kepemimpinan Pelayanan Publik

0

Ciawi-Bogor. Kementerian Pertanian tengah fokus menyiapkan pejabat pengawas yang andal dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Menggandeng Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai narasumber, sebanyak 35 pejabat pengawas dibekali isu strategis kepemimpinan pelayanan publik pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Selasa (28/03/2023).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya implementasi core values ASN berAKHLAK bagi SDM pertanian dalam membangun sektor pertanian Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan modern. Menurutnya, SDM pertanian harus dibentuk dengan karakter yang baik, ucapan yang santun, perilaku yang mencerminkan umat yang beragama, berkeahlian profesional, dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat serta komitmen untuk melayani publik.

Komitmen pelayanan publik tercermin dalam upaya pelaksanaan tugas sehari-hari, meliputi memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan solutif, dan dapat diandalkan serta senantiasa melakukan perbaikan. Upaya-upaya tersebut menjadi salah satu kunci membangun kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Oleh karenanya kualitas SDM memegang peranan penting dalam menciptakan good governance.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi meyakini bahwa SDM merupakan faktor pengungkit utama dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM. Oleh sebab itu, jika ingin pertanian maju, majukan dahulu SDM-nya,” tutur Dedi.

Hadir sebagai narasumber materi pelatihan, Ranu Mihardja mengungkapkan beberapa aspek yang harus dimiliki oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pembangunan ASN berorientasi pelayanan publik

“Arah pembangunan SDM aparatur ditujukan pada aparatur yang memiliki integritas, profesional, netral, dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Keempat aspek inilah yang harus dimiliki ASN dalam menyelenggarakan pelayanan publik”, jelas Ranu

Pria yang berprofesi sebagai Jaksa tersebut kemudian melanjutkan bahwa hal yang perlu ditekankan dalam penyelenggaraan pelayanan publik adalah integritas.

“Tanamkan integritas mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, baru bisa melayani ke masyarakat”, seru Ranu.

Kepala PPMKP Yusral Tahir menyebutkan harapannya pada pelaksanaan PKP bagi pejabat pengawas

“Teman-teman inilah yang berhubungan langsung dengan teman-teman pelaksana. Jadi jiwa kepemimpinan, jiwa manajerial, strategi sangat diperlukan. Gunakanlah kesempatan pelatihan ini menjadi forum bagi teman-teman semua untuk menggali ilmu-ilmu dari para widyaiswara dan narasumber kita” sebut Yusral

PKP tahun 2023 memasuki angkatan ke V, diikuti oleh 35 peserta pejabat pengawas lingkup Kementerian Pertanian. Berlangsung secara blended learning dari tanggal 13 Februari hingga 21 Juni 2023 mendatang. Saat ini tengah berlangsung pembelajaran secara klasikal/offline dari 28 Maret hingga 18 April 2023. Nita/PPMKP