28.6 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 575

Usai Ikuti Pelatihan BPDPKS dan Kementan Harapkan Petani Lebih PD

0

Palembang | Jurnal Bogor

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)  bekerja sama dengan Kementerian pertanian mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dan Komunikasi. Pelatihan dilaksanakan pada 17 – 21 juli 2023, oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (BBPMKP) Ciawi Bogor.

Pada kegiatan penutupan pelatihan, Jum’at (21/7). Kepala BBPMKP Ciawi Bogor Yusral Tahir, berharap pelatihan ini memberikan dorongan kepada para petani lebih percaya diri dalam melakukan komunikasi dan berbagai materi yang telah disampaikan diteruskan kepada petani lain yang tidak mengikuti pelatihan.

Yusral mengajak petani mau bersatu karena dengan bersatu akan muncul pemahaman mengenai kepemimpinan dan komunikasi. Komunikasi juga dibutuhkan dalam hal untuk meningkatkan kinerja produktivitas. Contohnya lanjut Yusral, ada yang mengetahui cara membuat pupuk organik, komunikasikan dan sampaikan ke yang lain agar bermanfaat juga bagi yang lain.

“ Dengan sekarang bapak – bapak mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan bagaimana berkomunikasi, bagaimana mengatasi masalah itu kita harapkan nanti petani kelapa sawit Ogan Komering Ilir  bisa menentukan harganya sendiri, itu satu. Atau produktivitasnya meningkat dengan saling membagi ilmu pengetahuannya, “ ajaknya.

Dalam kehidupan sosial petani, terdapat berbagai ikatan atau organisasi baik yang bersifat formal maupun nonformal,  seperti kelompoktani, Gabungan kelompoktani, Asosiasi petani, Kelembagan Ekonomi Petani, dan bahkan sekarang merambah ke skala yang lebih besar yaitu korporasi petani.  Pada setiap organisasi tersebut sudah barang tentu diperlukan kehadiran seseorang yang berperan sebagai seorang pemimpin. Oleh karena itu petani perlu memiliki jiwa kepemimpinan.

Berbicara mengenai kepemimpinan dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian mengatakan menjadi seorang pemimpin harus ikhlas dan memiliki kewibawaan sehingga dapat diikuti dan dicontoh oleh bawahan. Kata Mentan pemimpin juga harus dapat memberikan kesejahteraan dan perlindungan bagi bawahannya, karena pemimpin sejati adalah merasakan apa yang diinginkan oleh bawahan dan berkolaborasi di dalam kepemimpinan bersama staf.

Dalam kesempatan berbeda. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan pemimpin berkualitas akan menawarkan solusi hingga terobosan luar biasa. Inovasi dan kreativitas yang dimiliki akan menawarkan terobosan penting.

Selama lima  hari pelatihan, para petani kebun yang berjumlah 25 orang diberi pengetahuan tentang bagaimana melakukan komunikasi yang baik, mengenal jenis-jenis kepemimpinan, bagaimana mengubah cara pandang sebagai bekal menjadi pemimpin dikelompoknya atau dimasyarakat. Pelatihan ini sangat menarik karena dikemas dalam metode permainan dan diskusi kelompok yang terkesan akrab dan partisipatif sehingga memberikan kesan mendalam bagi para peserta.

“ Apa yang disampaikan dalam pelatihan sangat bermanfaat bagi kami masing – masing yang mengikuti pelatihan, Insya Allah juga nanti kami berikan kepada orang lain. Selama disini apa yang diberikan narasumber mengenai kepemimpinan dan komunikasi ini kami sangat senang dan gembira, kenapa? Karena yang tadinya kami belum tahu walaupun belum 100 persen kami dapat memahami apa yang disampaikan untuk bisa diterapkan di desa masing – masing, “ ujar Tasrip dari Desa Cipta sari Kecamatan Mesuji Raya mewakili peserta.

** Regi/BBPMKP

Banyak Ikan Mati di Cikaniki, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pihak kepolisian menyatakan masih menyelidiki penyebab banyaknya ikan mati di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaniki, Nanggung, Kabupaten Bogor.  Sebelumnya disebutkan, warga curiga penyebab ikan mati karena tercemar limbah seperti pengolahan emas yang menggunakan bahan kimia.

Meski demikian, Kapolsek Nanggung, AKP Jony Handoko mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan dengan pasti penyebab sungai Cikaniki  dapat menimbulkan ikan ikan mabuk tersebut. Menurut Handoko, dugaan sementara ikan-ikan mabuk karena adanya aktivitas warga ketika menangkap ikan menggunakan bahan kimia.

“Karena ini ikan yang mati hanya di aliran kampung Lukut aja, kalau di hulunya kan nggak ada. Jadi  banyak ikan mati perkiraan kita ada warga yang menangkap ikan menggunakan bahan obat,” kata Kapolsek Nanggung, Jony Handoko kepada wartawan di sela sela kegiatan Seren Taun kesepuhan Malasari, Jumat (21/07).

“Kalau ini memang indikasinya benar dari limbah pasti dari hulu juga ikan akan mabuk, tapi ini cuman di Lukut doang di atasnya nggak ada yang mabuk. Kecuali kalau di hulunya ada ikan yang mabuk ya itu penyebabnya sudah pasti dari limbah,” tambahnya.

Tetapi dengan begitu pihaknya akan menyelediki kasus tersebut dengan bersinergi Babinsa dan Bhabinkamtibmas begitu juga masyarakat sekitar.

“Kita harus menyelidiki, karena sejauh ini belum ketemu atau ketangkap basah pelaku yang menyebabkan itu. Kalau ketahuan kita pasti akan beri keterangan,” jelasnya.

** Andres

Pare Pocong di Kasepuhan Malasari Miliki Arti Ngahiji Ngajadi Hiji

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Jika kita pergi ke salah satu wilayah pedesaan yang masih melekat dengan kasepuhan, semisalnya di Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor, kita akan melihat pare pocong yakni padi yang diikat dan digantung pada bambu yang tersusun rapi.

Cara warga kasepuhan Malasari menjemur padi ini sekilas terlihat sederhana, yang mana hasil panen padi yang diiikat itu nantinya akan disimpan dalam bangunan yang eksotik dari kayu. Dengan atap menggunakan ijuk dan pohon aren yang dinamai Leuit Pare atau lumbung padi.

Sementara, pare pocong pun memiliki makna Ngahiji Ngajadi Hiji (Bersatu Menjadi Satu) sesuai dengan tema yang diangkat pada helaran Seren Taun kasepuhan Malasari pada 1 Muharam 1445 Hijriyah “Ngahiji Ngajadi hiji, Tradisi Ngajati Diri”.

Prinsip itu dapat diartikan bersatunya atau guyub tiga faktor dalam kehidupan pemerintahan dari tingkat bawah sampai tingkat pusat yaitu kasepuhan, pemerintahan dan ulama.

“Ada tiga faktor yang dapat membentuk kehidupan pemerintahan yang baik. Dari pemerintahan terbawah sampai tertinggi, di mana itu ada kasepuhan (kebudayaan), pemerintahan dan para ulama itu bersatu, ketika semuanya bersatu, guyub tidak akan ada lagi yang namanya perpecahan dan lain sebagainya,” kata Sekretaris Desa Malasari Uchu.

** Andres

Catatan Penting Seminar Pemikiran Alm.KH Sholeh Iskandar

0

Oleh: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si *)

Bagus sekali seminar kita kemarin yang bertemakan “Menggali Pemikiran Ulama Intelek yang Patriot Dalam Pembangunan Nasional”. Kepada panitia penyelenggara seminar kepahlawanan tersebut, mohon jangan lupa Pimpinan Yayasan Hanjuang Bodas dan MPP ICMI Orwil Khusus Bogor yang terlibat intensif, segeralah membuat prosiding seminar dan bahkan materinya seminarnya dibuat bukunya dalam rangka usaha pengarsipan dokumen bersejarah para tokoh pejuang dari  Bogor.

Simpan prosiding catatan penting Seminar Pemkiran Alm.Ajengan KH Sholeh Iskandar dan buku-buku autobiografinya antara lain ditempatkan di Perpustakaan Kota Bogor dan Musium Bogor. Insya Allah materi tersebut sebagai bahan ajar di sekolah-sekolah dan materi riset sejarah untuk memperoleh kesarjanaan di universitas-universitas dan perguruan tinggi lainnya.

Saya sangat berharap kepada rekan-rekan seperjuangan, janganlah mengabaikan hal-hal yg berkaitan dengan tugas pendokumentasian dan proses pengarsipan.

Suatu ketika nanti anak cucu, dan cicit millenial kita membutuhkannya untuk literasi dan edukasi membangun karakter bangsa (national character building) serta pengembangan sains sejarah untuk gelar kesarjanaan.

Salam hormat saya AA, Ketua Wandik Kota Bogor tahun 2013-2019, kepada panitia seminar yang sukses, dan saya sangat senang dan berbahagia hadir dalam seminar kepahlawanan kemarin di komplek Pemerintahan Kota Bogor.

Jujur saya orang atau warga Bogor yang pertama kali memberanikan diri bersuara di publik mencetuskan dan mempublish di mass media tentang gerak langka, sepak terjang dan biografi Alm.ajengan KH.Sholeh Iskandar dengan beberapa tulisan dan artikrlel di mass media, serta berani mengusulkan bahwa Alm.ajengan KH.Sholeh Iskandar, ulama patriot guruku itu untuk menjadi Pahlawan Nasional.

Pertama kali digelar di forum grup diskusi (FDG) Wandik Kota Bogor pada 7 November 2015 membedah buku karya Edi Sudrajat tentang ketokohan KH.Sholeh.Iskandar yang baru terbit pertengahan bulan Juni 2015 dan sudah dipasarkan di toko buku Gramedia Bogor, FGD Wandik tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November setiap tahunnya.

FGD Wandik Kota yang dihari para tokoh pendidik tersebut membahas riwayat hidup (autobiografi) dan perjuangan Ajengan Alm KH Sholeh Iskandar bertempat di Sekretariat Wandik Kota Bogor. Narsum utama FGD adalah Akang Edi Sudrajat, S.IP penulis buku “Bogor Masa Revolusi 1945-1950: Sholeh Iskandar dan Batalyon O Siliwangi”, penerbit Komunitas Bambu, Depok Jawa Bsrat, tahun 2015, 182 halaman.

Sedangkan saya AA selaku Ketua Wandik Kota Bogor ketika itu bertindak sebagai pembahas dengan menyajikan makalah dan PPT-nya berjudul “Memperjuangkan Alm.Ajengan KH Sholeh Iskandar menjadi Pahlawan Nasional”. Makalah saya itu kini telah dimuat dalam salah satu chapter pada buku saya berjudul “Kritik dan Saran Untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Kota Bogor, penerbit IPB Press Bogor, 562 halaman.

Setelah itu kami melakukan kegiatan pers release dengan mengundang para wartawan media Bogor di Sekretariat Wandik Kota Bogor jln.’Julang No.7 Kota Bogor. Pemberitaan pengusulan Alm Ajengan KH Sholeh Iskandar, bergema dan tersosialisasi dengan baik, faktanya alhamdulillah konten beritanya (good news) dimuat di beberapa media sosial dan media cetak seperti koran Radar Bogor, Pakuan Raya, Jurnal Bogor, Sunda Urang dll. Saya AA masih menyimpan arsipnya.

Alhamdulillah pemberitaan aspiratif komunitas pendidikan dan tokoh budayawan Kota Bogor tersebut direspons positif oleh Pemkot Bogor, istilahnya ‘gayung pun bersambut”, dimana Wali Kota Bogor bpk.Dr.Bima Arya Sugiarto yang cerdas dan bijaksana menyambut baik gagasan dan opini publik itu dengan membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Bogor, dengan motor penggeraknya bpk Asda Pemkot bidang Kesra sebagai Ketuanya dan Akang.Dr.H.Arief Badrudin SPd.MM selaku Sekretaris TP2GD Kota Bogor hingga sekarang.

Saya AA dan kami para anggotanya yang berasal dari  akademisi kampus perguruan tinggi di daerah Bogor seperti Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Universitas Pakuan (Unpak), Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor, STAI Alhidayah Bogor, STAI Laa Roiba, dll adalah supporting sebagai tenaga ahli peneliti dan pengkaji serta pengusul pemberian gelar bagi mereka warga Bogor yang telah berjasa dalam memajukan masyarakat, bangsa dan negara, termasuk mereka-mereka warga Bogor yabg berjasa di bidang kemeliteran di masa revolusi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 seperti Alm.Ajengan.KH Sholeh Iskandar.

Alm Ajengan KH.Sholeh Iskandar adalah salah seorang sosok, figur dan rule model ulama intelek yang patriot yang telah berperan strategis dalam merebut, mempertahan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sejak di usia belia, manusia dewasa yang pemberani gagah perkasa, orangtua yang alim-ustad dan mujahid yang luar biasa hingga lansia di akhir hayatnya.

Simpulannya Alm.Ajengan.KH.Sholeh Iskandar adalah ulama intelek yang patriot, bekerja ikhlas karena Allah SWT yang begitu banyak karya kemanusiaannya bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan (pendidikan, kesehatan, perekonomian rakyat, perumahan, keorganisasian sosial dll),  sangat besar dan luas jasa kepahlawananya untuk kemaslahatan rakyat, umat, bangsa dan negaranya,  berdampak positifnya  berdiri dan tetap tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diantaranya karya para ulama dan ustadz sahabatnnya ajengan KH Sholeh seperti alm.Dr.Muhammad Natsir, alm.KH Nur Ali, alm.KH Ahmad Sanusi, dll.

Bahkan hasil kajian dan penilaian TP2PG Kota Bogor berdasarkan dokumen autobiografi (data dan fakta, serta sejumlah kesaksian) yang ada dan kami miliki tentang alm.Ajengan KH.Sholeh Iskandar sangat memenuhi syarat dan sangat layak memdapat penghargaan dari negara sebagai Pahlawan Nasional, bahkan persyaratan-persyaratan itu melebihi dari apa yang ditentukan UU RI tentang Pemberian Gelar Kepahlawanan.

Seminar “Membedah Pemikiran dan Gerak Langka  Alm.KH Sholeh Iskandar dalam Pembangunan Nasional” yang digelar pada hari Sabtu 22 Juli 2023 bertempat di Ruang  Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor yang apik dengan arsitek yang menarik, dihadiri sejumlah guru sejarah SMP se- Kota Bogor.

Seminar kepahlawanan KH Sholeh Iskandar dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor atas nama Wali Kota Bogor, dan turut hadir sekaligus memberi sambutan adalah bpk.Rudi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor, dan laporan pelaksaan Seminar oleh Ketua Yayasan Hanjungan Bodas, Akang.Rd.Ace Sumanta, tokoh budayawan Sunda Bogor, yang juga mendapat amanah Wakil Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Orwil Khusus Bogor.

Keynote seminar pada acara pembukaan disampaikan Rektor UIKA Bogor bpk.Prof.Dr.H.Endin Mujahidin, sahabat saya. Beliau telah menjelaskan  jasa-jasa kepahlawanan alm.KH Sholeh Iskandar, salahsatu megakaryanya ajengan adalah penggagas, pendiri dan pelaksana pembangunan UIKA Bogor, yang nilai-nilai dan pemikiran ajengan KH Sholeh Iskandar menjadi visi dan misi yang dipedomani dan diperjuangkan Civitas Akademika UIKA Bogor hingga kini, subhanallah.

Seminar kepahlawanan yang bermakna sejarah tersebut terlaksana berkat adanya kerjasama yang baik dan profesional Yayasan Hanjuangαn Bodas bermarkas di gedung Kemuning Gading Kota Bogor,  dengan TP2PG Pemkot Bogor, UIKA Bogor dan MPW ICMI Orwil Khusus Bogor.

Seminar yang membahas pemikiran ajengan KH.Sholeh Iskandar tersebut mengundang 4 orang pembicara dengan topik masing-masing. Mereka sebagai nara sumber dan pemakalah seminar tersebut adalah Dr.Arief Badrudin (Sekretaris TP2GD Kota Bogor, kini Lurah Menteng Kota Bogor). Saya Dr.Apendi Arsyad (muridnya alm KH Sholeh Iskandar, Pendiri dan ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior/Akademisi Universitas Djuanda Bogor, anggota TP2GD Kota Bogor), Rd.Ace Sumanta SIP, SAg (Ketua Yayasan Hanjuang Bodas, Anggota TP2GD dll) dan Sekum MPW ICMI Orwilsus Bogor add.Audhillah SP.MSi (Aktivis NGO dan Konsultan).

Keempat narsum tersebut telah menyusun makalah dan materi sajian berupa Power Point (PPT) yang bagus dan menarik, sudah dishare di beberapa medsos WAG dan insya Allah bisa viral di dunia maya agar masyarakat dan bangsa Indonesia mengetahui dan paham secara benar sejarah (the true history) bahwa di daerah Bogor ada ulama intelek yang patriot, amat besar jasa kepahlawanannya bagi tegak kokohnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Hal ini sangat penting makna pelajaran sejarah tersebut bagi generasi penerus kepemimpinan bangsa dan negara di era millenial yang sarat ketidakpastian (distruption era), dimana kini sedang terjadi fenomena sosial berupa pertarungan hegemoni budaya “asing dan aseng” melawan budaya Melayu Islam yg merupakan inti budaya (core culture) dari Masyarakat Nusantara, warisan Kesultanan yang didalamnya diwarnai peran dan fungsi ulama dan kiyai host serta cendikiawan muslim Indonesia. Hal ini kita wajib mewaspadai dan mengantisipasinya demi eksistensi NKRI harga mati.

Alhamdulillah. Para ulama dan Kiyai Haji (KH) para pelaku sejarah tersebut kini sudah banyak yang wafat dan sudah ada sebagian diantaranya mendapat penghargaan negara RI sebagai Pahlawan Nasional, kecuali alm ajengan KH Sholeh Iskandar yang kini sedang kita perjuangkan.

Acara diskusi seminar kepahlawan berlangsung dinamis, disambut antusias para peserta dengan pemikiran-pemikiran menarik dan masukan yang bernas. Simpulannya bahwa Alm.Ajengan KH Sholeh Iskandar, ulama intelek yang patriot sangatlah layak menjadi Pahlawan Nasional.

Kemudian seperangkat nilai-nilai dan pemikiran sosok dan figur alm ajengan KH Sholeh Iskandar sepatutnya menjadi suritauladan, dan seharusnya dijadikan muatan lokal dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah bahkan di kampus Perguruan Tinggi yamg ada di Kota dan Kabupaten Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Ingat ajengan KH Sholeh Iskandar adalah ulama besar patriot asal etnis asli Sunda, yang aktif sebagai pejuang dan anggota TNI berpangkat militer Kapten dengan daerah pertempuran, berperang mengusir penjajah Belanda/tentra KNIL di wilayah Banten Jawa Barat.

Segala hasil dokumentasi pemikiran berupa buku-buku Autobiografi KH.Sholeh Iskandar tersimpan apik di rak-rak buku Perpustakaan dan Arsip.Kota Bogor di jln.Kapten Muslihat Bogor, Mesium Kepahlawanan Bogor di jln Merdeka Bogor, Perpustakaan Sekolah dan kampus Perguruan Tinggi-Universitas se-Bogor.

Hendaknya ada dokumen autentik alm.ajengan KH.Sholeh Iskandar menjadi bahan literasi dan edukasi bagi generasi muda millenial dan penerus kepemimpinan bangsa dan negara/NKRI yang religius seperti watak alm.ajengan.KH.Sholeh Iskandar yang diwariskannya kepada kita sekalian.

Demikian konten salah satu kesimpulan dan rekomendasi seminar kepahlawanan untuk ditindaklanjuti pihak pemangku kebijakan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) dunia pendidikan Kota Bogor.

Sekian dan terima kasih atas segala perhatiannya. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi hamba-hamba-Nya yang beriman-bertaqwa dan gemar menebarkan berbagai kebaikan dan kebajikan di muka bumi, barakallah, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Wassalam

====✅✅✅

*) Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial

Peserta Senang Ilmu di Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun dari BPDPKS dan Kementan Sangat Bermanfaat

0

Jambi | Jurnal Bogor

Para peserta pekebun sawit dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mengikuti Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun menyatakan senang mendapatkan ilmu dalam kegiatan yang digelar selama lima hari, 17 – 21 Juli 2023.

” Kami berterimakasih kepada BPDPKS dan BBPMKP Ciawi, telah mengumpulkan kami pekebun dari Merangin dan Tanjung Jabung Barat untuk mendapatkan ilmu dalam pelatihan ini. Kami merasa beruntung terpilih menjadi peserta dan dilayani dengan sangat baik oleh panitia, “ ucap Sumarni mewakili peserta dalam acara penutupan, Jum’at sore (21/7).

Terbata – bata menahan haru, Sumarni berharap para pekebun terus ditingkatkatkan kemampuannya dengan pelatihan – pelatihan lainnya.

Tran Rianto pekebun lain menyampaikan bahwa dirinya dan peserta lain tidak sabar untuk segera mengimplementasikan materi – materi yang didapatnya dikelompoknya yaitu Gapoktan Tani Makmur dan KUD Bina Usaha. Dengan mengikuti pelatihan yang memuat materi – materi seperti Peningkatan Kesadaran Berkelompok, Kemitraan Usaha Perkebunan, Pengelolaan Kelompok, Membangun Jejaring (Networking), Praktik/Games Dinamika Kelompok dikatakan Tran adalah ilmu baru bagi dirinya bersama pekebun lain yang selama ini aktvitas kesehariannya hanya di kebun.

” Kesan kami para peserta sangat bersyukur sekali bisa mengikuti pelatihan ini mendapat ilmu baru, kami yang tinggal di daerah yang keseharian aktivitasnya hanya di kebun kelapa sawit bisa mendapat apresiasi dari BPDPKS sehingga kami di datangkan ke pusat kota ini, di beri penginapan yang selama ini hanya bisa kami impikan tidur di hotel bintang empat di beri makan yang enak enak juga di beri ilmu oleh para widyaiswara yang sangat hebat, serta para segenap panitia yang menyenangkan,” tuturnya.

Pada kegiatan penutupan hadir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agus Rizal. Dalam sambutannya Agus Rizal mengajak para petani untuk menumbuhkan kebersamaan dengan membentuk kelompok tani/gabungan kelompok tani atau koperasi bagi yang belum.

” Pembentukan Poktan di tingkat desa akan membuat upaya membangun kemitraan harga pembelian TBS dengan pihak pemilik PKS bisa terbangun kuat.” Ujarnya, Jum’at (21/7).

Menurut Agus Rizal kemitraan perkebunan yang sehat adalah bila terjadi hubungan yang saling menguntungkan, menghargai bertanggung jawab, memperkuat dan saling ketergantungan antara perusahaan(pabrik) dengan pekebun dan masyarakat sekitar pekebun.

” Mengapa perlu kemitraan ? Kemitraan menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan – keterbatasan petani yaitu terkait modal, teknologi, pasar dan SDM yang semuanya dimiliki oleh perusahaan besar, BUMD dan BUMN, “ katanya.

Bermitra kata Agus Rizal adalah salah satu upaya untuk membantu petani dalam mengembangkan komoditasnya, baik tekait bantuan benih, produksi, produktivitas maupun peningkatan SDM dalam mengelola kebunnya. Dan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dengan dukungan pendanaan BPDPKS melalui program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani kebun untuk mampu membangun kemitraan baik dengan sesama pekebun maupun pabrik untuk mancapai win – win solution.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meyakini bahwa beberapa tahun mendatang sub sektor perkebunan akan hebat. Biodisel baru 30 persen percampuran dari kelapa sawit dan akan terus ditambah hingga di atas 70 persen.

“Perkebunan adalah penyangga utama ekonomi rakyat. Saya yakin perkebunan akan hebat,” tandas Mentan SYL.
Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, untuk mencapai Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“Ini bertujuan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia,” kata Dedi.

** Regi/BBPMKP

BPDP-KS dan Kementan Beri Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi Terhadap 25 Petani Sawit OKI Sumsel

0

Palembang | Jurnal Bogor

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menggelar Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi di Hotel Harper Palembang 17 – 21 Juli 2023.

Kegiatan pelatihan yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor diikuti oleh 26 orang pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel).

Untuk diketahui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah percontohan terbaik dalam mengelola perkebunan sawit nasional. Di antaranya melalui penggunaan alsintan dan perluasan program peremajaan sawit rakyat atau PSR.

Terkait komoditas sawit, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan Kementan menyadari peran sawit menjadi penyumbang devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat.

Pada Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi  dilatih 26 orang pekebun kelapa sawit yang terbagi dari 4 Desa di Kabupaten OKI yakni 5 dari Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, 5 dari Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji Raya, 5 dari Desa Balian Makmur Kecamatan Mesuji Raya, 11 dari Desa Cipta sari Kecamatan Mesuji Raya.

Namun, satu diantara peserta pelatihan yang bernama Irma Nurkholis dari Desa Cipta Sari Kecamatan Mesuji Raya tidak hadir dikarenakan telah berpulang (meninggal), sehingga total keseluruhan yang mengikuti pelatihan hanya 25 orang saja.

Pelatihan angkatan pertama diselanggarakan selama lima hari ini sudah masuk periode kedua di tahun 2023, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang kepemimpinan, meningkatkan keterampilan peserta tentang memimpin dan memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan peserta tentang kemampuan membangun teamwork, juga meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dan memotivasi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Agus Darwa, yang menjadi narasumber sekaligus membuka resmi Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi pada Selasa (18/7). Ia menuturkan jika tahun ini Sumsel mendapat alokasi 1200 orang untuk dilatih dengan berbagai macam keterampilan.

“Pelatihan ini gratis, kali ini para peserta disini mendapat pelatihan mengenai kepemimpinan komunikasi, Nah ini sangat penting terutama mengenai kepemimpinan dan komunikasi, agar tak terjadi kesalahan cara bicara yg bisa berakibat fatal,” ujar Agus.

**Regi/BBPMKP

BPDPKS dan Kementan Tingkatkan Kapasitas Pekebun Sawit Kobar Melalui Pelatihan

0

Pangkalan Bun | Jurnal Bogor

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP – KS) dan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor bergandengan  meningkatkan kapasitas pekebun sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan bagi 31 orang petani pekebun sawit dari tanggal 21 – 25 Junli 2023 di salah satu hotel di jalan Jenderal Ahmad yani Pangkalan Bun.

Pelatihan tersebut juga menggandeng Dinas Pertanian Kobar, dengan harapan bisa meningkatkan pengetahuan petani dari sisi administrasi dan produksi juga terkait manajemen keuangan, penyusunan pembukuan dan pelaporan serta proposal usaha.

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Asisten 2, bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kobar, Akhmad Yadi mewakili Pj. Bupati Kobar, Budi Santosa. Dalam sambutannya, Akhmad Yadi menyampaikan bahwa manajemen dan administrasi keuangan adalah modal utama dalam mengelola sebuah usaha perkebunan. Manajemen keuangan adalah jantungnya, ibarat manusia jika jantung dalam kondisi baik maka semua akan baik.

Melalui kegiatan ini Yadi berharap akan meningkatkan kesejahteraan para petani kebun yang ada di kabupaten Kobar, karena kelak harapannya bisa mengelola keuangannya dan bisa memanajemen keuangannya dengan baik. “Karena seringkali masalah manajemen keuangan dan masalah admistrasi lainnya ini menjadi kendala sebagian para petani kita disamping masalah teknis budidaya pertanian. Sehingga kondisi ini memiliki potensi menghambat kemajuan kelompok tani dan individu petani tersebut,” jelas Akhmad Yadi, Sabtu (22/7).

Kepala Dinas Pertanian Kobar Kris Budi Hastuti juga menyampaikan hal senada, bahwa pelatihan ini harapannya akan bermanfaat dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Karena bukan hanya teknis budidaya pertanian saja yang harus ditingkatkan, tetapi juga para petani wajib dibekali dengan bagaimana teknis manajemen keuangannya dalam usaha pertaniannya.

Sebagai tindaklanjut pasca pelatihan ini Dinas Pertanian Kobar, akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan pada kelompok tani tersebut, sekaligus melakukan evaluasi. “Nantinya mereka akan kami evaluasi, untuk mengetahui bagaimana hasilnya, dan harapan kita juga akan menularkan ilmunya kepada petani lainnya. Mengingat pelatihan tidak bisa mengakomodir semua petani,” pungkasnya.

Terspisah Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan pemahaman pengelolaan keuangan amat penting bagi para petani untuk membantu membuat perencanaan yang matang dalam mengelola usaha taninya, mulai dari pra panen sampai pasca panen.

“ Sehingga terjadi yang namanya peningkatan kesejahteraan petani. Karena apa, mereka lebih efisien sebab sudah paham bagaimana mengatur biaya – biaya pengeluaran selama bertani, “ ucap Mentan.

Satu frekwensi dengan Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan sudah saatnya Petani harus memiliki kemampuan manajerial yang bagus, terutama menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit. Untuk itu segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat

“ Sudah saatnya pertanian dikelola oleh petani  yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern,” ungkap Dedi.

Untuk diketahui selain di Kotawaringin Barat kalimantan Tengah, BPDPKS bersama BBPMKP Ciawi menggelar  berbagai tema pelatihan bagi pekebun sawit dibeberapa provinsi lain, yaitu  Riau untuk petani pekebun Kabupaten Kampar, Sumatera Selatan bagi petani pekebun Kabupaten Ogan Komering Ilir,  Jambi untuk petani pekebun Kabupaten Merangin dan Tanjung Jabung Barat dan Sulawesi Tengah untuk pekebun di Kabupaten Morowali.

** Regi/BBPMKP

Lurah Tanah Baru Beri Wejangan, Sambut Baik Caleg yang Mau Dorong Pembangunan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Beberapa bulan lagi Pemilu 2024 akan segera digelar, tepatnya pada 14 Februari 2024 mendatang. Bukan rahasia umum lagi sejumlah calon legislatif (caleg) baik Kota Bogor, Jawa Barat maupun caleg DPR RI akan berupaya menarik simpati masyarakat.

Lurah Tanah Baru Raden Ronny Kunaefi pun mengingatkan warganya jika ada caleg dari partai manapun yang berkunjung tetap diterima dengan baik. Namun dia mengaku akan lebih respek dengan caleg yang mau mendorong pembangunan wilayahnya, Tanah Baru, Bogor Utara.

“Kita memang butuh anggota dewan yang mau membangun (Tanah Baru). Tentu anggaran dari dewan ada, apakah mau Pokir atau dana aspirasinya dibuat disini. Atau dewan apakah mau mengajukan di penganggaran untuk daerah sini,” jelas Ronny saat menyerahkan SK pengurus RW 02 dan Ketua RT 01,02 dan 03 di Madrasah Al Hidayah Tanah Baru, Sabtu (22/7/2023) malam.

Dia juga menegaskan, tidak akan mengarahkan warga untuk memilih caleg atau partai tertentu karena warga memiliki hak kebebasan memilih. “Caleg di Tanah Baru ada 1 dari incumbent dan selebihnya baru nyaleg,” kata dia.

Pada penyerahan SK tersebut, Lurah Ronny juga menerima aspirasi warganya dan berharap RW dan RT di Tanah Baru tetap guyub dan saling jaga keamanan dan ketertiban.

Sementara Ketua RW 02 Kastim Purnama juga mengingatkan ketua RT dan warganya agar tidak menggunakan sarana tempat ibadah dan pendidikan dijadikan tempat kampanye.

“Ya kalau di rumah simpatisannya ya silakan. Ini arahan dari Bawaslu agar aturan dari KPU perihal kampanye ini dilaksanakan di wilayah masing-masing tujuannya agar kondusif,” jelas Kastim yang pada acara penyerahan SK masing-masing perwakilan dari RT 01,02 dan 03 mendapat bantuan sembako.

** yev

Akan Dibuat Kelembagaan Adat, Seren Taun jadi Ciri Budaya Kasepuhan Malasari

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor memiliki keasrian alam, budaya dan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini. Kini, kelembagaan adat sedang dibuat agar Kasepuhan Malasari memiliki legalitas.

“Sekarang kita lagi menyusun kembali lembaga adat, harapannya nanti punya legalitas. Sementara ini kan belum ada, kebetulan hari ini juga dari kemarin sudah hadir dari DPMD Provinsi Jawa Barat dari bagian dan itu memang sedang menjembatani, memfasilitasi untuk bagaimana terbentuknya lembaga adat kasepuhan tersebut dapat legalitas,” kata Sekretaris Desa Malasari Uchu, Jumat (21/7/2023).

Seren Taun kesepuhan Malasari sendiri digelar setiap tahunnya berupa upacara adat Seren Taun yang dirayakan pada tahun baru Islam 1 Muharam.

Pada tahun 2023 ini seren taun kesepuhan Malasari lebih meriah dilaksanakan, dibanding tahun sebelumnya karena sudah terbebas Covid-19. Dengan mengambil tajuk “Ngahiji ngajadi hiji, tradisi ngajati diri” itu pun memiliki arti dan makna yang cukup dalam.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan. Diantaranya pada hari pertama melaksanakan ngadiukeun atau pembukaan keseluruhan acar adan berlangsung dengan Festival Muharam 1445 H dan perlombaan MTQ.

Di hari kedua ritual adat Seren Taun dan sedekah bumi. Ngasupkeun pare ka leuit (memasukan padi ke lumbung). Simbolis penanaman bibit pohon dan bibit ikan. Kumpul ngariung patani (kumpul bersama petani). Setelah itu, hiburan marawis, hadroh dan gambus. Pada malamnya pawai obor, santunan yatim dan ditutup dengan tabligh akbar memperingati 1 Muharam.

Sementara di hari ke tiga sebagai puncak acara, festival dongdang dan arak-arakan. Pemasrahan arak arakan hasil tani ke ke kesepuhan pada siangnya, mapag rupa-rupa hasil pertanian oleh kesepuhan dan tokoh masyarakat.

Pentas seni lokal seperti debus dan pancak silat. Pembagian hadiah perlombaan, pada malamnya pagelaran wayang golek dan ditutup rangkaian acara oleh kasepuhan.

Uchu menjelaskan, tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun-temurun dari nenek buyut warga masyarakat adat Malasari yang tidak diketahui kapan dimulainya.

“Buyut kami yang disini itu bapaknya aja meninggal sekitar di tahun 1930-an. Berarti jauh sebelumnya itu sudah melaksanakan kegiatan ini,” jelasnya.

Masyarakat adat di Kasepuhan Malasari, Kecamatan Nanggung memiliki prinsip ‘Ngahiji Ngajadi Hiji, Tradisi Ngajati Diri’.

Prinsip itu dapat diartikan bersatunya atau guyub tiga faktor dalam kehidupan pemerintahan dari tingkat bawah sampai tingkat pusat yaitu kasepuhan, pemerintahan dan ulama.

“Ada tiga faktor yang dapat membentuk kehidupan pemerintahan yang baik. Dari pemerintahan terbawah sampai tertinggi, dimana itu ada kasepuhan, pemerintahan dan para ulama itu bersatu, ketika semuanya bersatu, guyub tidak akan ada lagi yang namanya perpecahan dan lain sebagainya,” kata Uchu.

Acara adat Seren Taun mendapat support dan dukungan dari pemerintahan. Sebagai bentuk menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan ciri jati diri warga masyarakat Desa Malasari.

“Kegiatan Seren Taun ini juga menunjukkan jati diri khususnya warga Malasari. Bahwa, Tradisi Ngajati Diri Malasari itu seperti apa sih, dengan adanya apa adat atau budaya Seren Taun itulah menjadi ciri Malasari,” tegasnya.

** Andres

Kemeriahan Penutupan MPLS Pikat Peserta Didik Baru SDN Cinangka 01 Ciampea

0

Ciampea | Jurnal Bogor

SDN Cinangka 01 menggelar penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2023/2024, Sabtu (22/7/2023).

Kegiatan MPLS dilaksanakan mulai hari pertama masuk sekolah pada 17, 18, dan 20 Juli 2023 untuk pengenalan diri dan personil sekolah, ruangan-ruangan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, tata tertib sekolah, dan kepramukaan.

“Ditambah satu hari (Sabtu) pengenalan kegiatan Muhadhoroh”, jelas Kepala SDN Cinangka 01, Yanie Muriani, M.Pd.

“Alhamdulillah, PPDB tahun pelajaran 2023/2024 ini ada peningkatan jumlah siswa yaitu empat puluh satu siswa baru kelas I dan tiga siswa pindahan yang diterima sesuai dengan ketentuan Penerimaan Peserta Didik Baru. Hal ini mendapat apresiasi dari Pengawas Pembina Gugus V Cinangka, Nawawi, S.Pd.,M.Pd.”, ujar Yanie.

“Semoga para orangtua tidak menyesal mendaftarkan putra putrinya ke SDN Cinangka 01, karena Kami akan melayani memberi kesempatan kepada  anak-anak untuk  menuangkan minat dan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti karate, angklung, marawis, pianika, degung, menyanyi solo, pupuh, dan futsal. Selain itu juga ada kegiatan Sholat Dhuha yang dilaksanakan  setiap hari, kegiatan muhadhoroh setiap hari Jumat, senam pagi, kepramukaan setiap hari Sabtu, dan ada bank sampah, salon sampah yang bersinergi dengan UKS beserta dokter kecilnya,” jelas Yanie.

Sementara seluruh siswa kelas II hingga kelas VI antusias mengisi acara penutupan MPLS dengan penuh semangat. Mereka menghibur siswa baru sesuai dengan jenis ekstrakurikuler yang diikuti. 

“Hal ini karena ada banyak kegiatan ekstrakurikuler di sekolah kami”, tutur Guru Kelas II, Hilman Fahmi.

Penutupan MPLS diakhiri dengan ucapan Hamdalah dan pelepasan balon dengan menerbangkan tulisan “MPLS SDN CINANGKA 01” yang disaksikan seluruh warga SDN Cinangka 01.

**MWS/mg-unpk