28.6 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 576

Lomba Mewarnai Berikan Warna Grand Opening Hello Fun By Funworld di Metropolitan Mall Cibubur

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Arena bermain bermacam ketangkasan yang sarat edukasi dan hiburan Hello Fun kini kembali hadir di kawasan Metropolitan Mall Cibubur, tepatnya dilantai dua tentunya dengan konsep terbaru dan fresh serta tampilan logo yang lebih menarik.

Hello Fun yang merupakan brand naungan Funworld ini melangsungkan sejumlah rangkaian acara pada Grand Opening yang diisi dengan penyelenggaraan lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK).

“Hello Fun By Funworld ini hadir ditengah masyarakat modern untuk memberikan alternatif hiburan keluarga dan sahabat di wilayah Cibubur dan sekitarnya. Sehingga saat berkunjung ke mall dapat mengajak buah hatinya menghabiskan waktu luang dengan keseruan puluhan mesin ketangkasan yang bikin greget, ” ucap Angelina Supervisor Hello Fun by Funworld ketika ditemui media disela grand opening, Sabtu (22/07/2023).

Ditambahkan Wawan Setiyono Marcomm & Sales Manager Hello Fun by Funworld, disini tersedia sebanyak 71 mesin permainan yang disuguhkan, diantaranya Batman, Harley Davidson, Pump It Up, Rambo DX, Tekken, Transformer, Carousel, Toy Factory, Street Basket Ball, Bruce Lee, Crazy Clock, Magic Ticket, Magic Wheel, Ticket Crush, UFO, Zombie Outbreak, dan lain-lain.

“Beberapa mesin-mesin yang dapat menarik minat para pengunjung yakni mesin-mesin yang mengeluarkan banyak tiket, seperti mesin Ticket Crush dan Magic Wheel. Serta ada juga mesin-mesin permainan yang menantang, yaitu ada Mesin Starwars Dedicated,” tambahnya.

Angelina

Selain itu, menurut dia, pengunjung diajak merasakan pertempuran dengan robot luar angkasa, ada juga Basket Ball Star, Razing Strom, dan Fast Track Hockey. Mekanisme bermain di Hello Fun By Funworld menggunakan kartu bermain yang disebut Hello Card.

Pengunjung diharuskan mengisi saldo bermain pada Hello Card. Saldo bermain pada kartu tersebut dinamakan HOP. Nilai dari 1 HOP setara dengan Rp2.000,-. Bermain di Hello Fun By Funworld cendrung lebih murah, karena mulai dengan harga Rp2.000,- para pengunjung sudah bisa bermain seru-seruan di Hello Fun By Funworld.

Jadi, customer akan lebih bisa berbagai kegiatan lainnya dan dapat diketahui melalui Official Account Instagram Funworld, yaitu @funworld dan Facebook Page Funworld yaitu Funworld Indonesia.

** vey

Di Malam Puncak Sarasehan Petani Milenial, Mentan: Kolaborasi Jadi Kunci Bisnis Pertanian

0

Makassar | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian sudah tidak lagi bicara masalah wilayah, tetapi sudah bersifat global. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian.

Hal tersebut disampaikan Mentan pada malam puncak Sarasehan Petani Milenial “Local Champion” 2023 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, 20 – 22 Juli 2023. Pelaksanaan sarasehan ini adalah kali kedua setelah sebelumnya digelar tahun 2022.

Dalam kegiatan itu, disalurkan KUR kepada 225 orang Petani Milenial binaan eselon satu lingkup Kementan penerima manfaat dengan total Rp10.471.000.000

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern.

“Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, cermat dan akurat bagi jajaran Kementerian Pertanian dalam mencapai kinerja yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan korporasi petani sesuai arahan Bapak Presiden,” katanya.

Untuk itu, Mentan berharap kegiatan ini mampu menghasilkan strategi penumbuhan usaha, jejaring pasar, pertukaran teknologi dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim global.

“Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Kita sudah tidak bicara wilayah, seperti Jawa, Sulawesi atau Kalimantan, tapi global. Jadi sangat penting konektivitas antar kalian (peserta sarasehan) untuk membangun ekosistem,” tuturnya.

Mentan pun berharap setelah sarasehan para peserta dapat berkolaborasi antar peserta maupun dunia usaha.

Mentan menambahkan, mengurus pertanian mungkin tidak akan membeli kemewahan, tapi mendapatkan ketenangan.

“Kalian akan tenang, tetap bisa makan dan hidup berkecukupan. Kalian di sini sudah di tempat yang benar untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Pertanian itu menguntungkan, pertanian itu tidak kotor itu citra dahulu, kalian yang bikin pertanian itu keren dan menguntungkan,” katanya.

Menurutnya, ciri petani milenial adalah militan, punya rasa ingin tahu yang tinggi dan menguasai teknologi dan mempunyai jejaring yang luas.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan kegiatan ini akan mengusung seluruh program unggulan
Kementerian Pertanian.

“Terutama program-program yang inovatif dan kolaboratif dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian,” ujarnya.

Salah satunya Program TANI AKUR (Petani Milenial Akses KUR) . Dedi menjelaskan, TANI AKUR merupakan kolaborasi yang hadir untuk mempermudah akses pembiayaan dengan bunga yang terjangkau.

“Dengan pembiayaan yang mudah diharapkan akan mampu mendorong peningkatan skala usaha petani milenial,” katanya.

Selain itu, program utama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam regenerasi petani adalah Petani Milenial. Dalam kegiatan ini, 500 orang Petani Milenial hadir bersama Mahasiswa Polbangtan dan tamu undangan sehingga total ada 700 orang.

Melalui acara ini dipertemukan petani milenial dengan pihak perbankan dan dunia usaha dengan harapan setelah pulang dari sarasehan ini, mereka menjadi local champion di daerahnya masing masing

Dedi berharap kegiatan ini dapat melahirkan local champion petani milenial yang merupakan kolaborasi seluruh Eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian untuk mempercepat peran aktif petani milenial dalam pembangunan pertanian Indonesia.

Agenda pada Sarasehan Petani Milenial Tahun 2023 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Pameran Produk Unggulan Pertanian, Team Building dan Pembentukan Kelompok, Motivator “Membangun Bisnis Kreatif bagi Petani Milenial”.

Selain itu, ada kegiatan Launching Aplikasi Learning Management System (LMS), YESS Award, Penghargaan Local Champion 2023 (Petani Milenial Akses KUR).

Hadir pada acara pembukaan Wakil Bupati Bulukumba, Kepala Dinas Pertanian Bantaeng, Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Pimpinan Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian, Pimpinan Eselon II Lingkup Kementerian Pertanian, Pimpinan Perbankan Penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan Perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Sejumlah petani milenial yang dihadirkan secara online memberikan motivasi pada rekan sesama milenial yang hadir.

Di antaranya Ade, petani tanaman hias dan ekportir, ia membagikan motivasi dalam berbisnis pertanian, yang ia dapat langsung dari Mentan Syahrul.

“Start from the end, mulailah dari mencari pasar baru memutuskan menanam komoditas apa?” ujarnya.

Tanaman hias milik Ade sendiri memiliki pasar ekspoe hingga ke Eropa, Amerika, Korea, Jepang, dan Singapura.

Selain itu ada Agung Wedha, Eksportir Buah, Distributor Sayur dan. Petani Hortikultura dengan komunitas Petani Muda Keren, petani asal Bali ini mengatakan untuk menjadi petani yang sukses harus punya modal 6 M.

“3M yang pertama adalah Melihat,
Mendengar dan Melakukan. Melihat dari contoh petani yang sukses, datangi mereka kemudian mendengar dalam arti belajar setelah itu melakukan,” katanya.

“Setelah itu kalian akan butuh 3 M kedua yaitu Mindset, Modal, dan Management. Untuk sukses harus punya mindset yang baik, Modal dibutuhkan untuk akselarasi pertumbuhan usaha, disitu kita di-support melalui KUR dan yang terakhir management yang profesional dalam pengelolaan bisnis akan mengantarkan kita pada kesuksesan,” tandasnya.

** bbpmkp

Dear Sahabatku Syafriman Abbas

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Instrumen kebijakan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan seperti AMDAL “dicabut”, apa iya? Seandainya iya, itu namanya keblinger. Keputusan sesat dan menyesatkan, amat berbahaya bagi keberlanjutan Indonesia.

UU Cipnaker Omnibuslaw itu cacat hukum, sudah ditolak dan diyuridis review oleh MK RI, akan tetapi rezim yang tengah berkuasa ini tetap ngotot dan bersikukuh dengan membuat antitesa berupa Perpu Ciptanaker.

Wong ini aneh dan memang edan rezim ini styling dan gusturenya “otoriter” sehingga membuat carut marut hukum terutama hukum ketatanegaraan. MK RI saja sebagai lembaga negara Yudikatif dilawan Perpu Cipnaker oleh pimpinan Lembaga Negara Eksekutif yakni Presiden RI.

Begitulah ngototnya rezim yg berkuasa ini. Padahal sejumlah pakar dan ahli hokum tata negara  Indonesia sudah mengkritisi, berteriak, beropini di arena publik bahwa lahirnya Perpu Cipnaker ini menentang keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI dan itu perbuatan pelanggaran konstitusi dan merupakan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) tak dihiraukan.

Faktanya jalan terus seperti yang dikatakan Sahabatku bahwa AMDAL sudah dicabut, tidak lagi menjadi salah satu dokumen persyaratan untuk mendapatkan surat izin berusaha dan berinvestasi di tanah air Indonesia. Dengan kata lain sikap the ruling party sepertinya cuek, “anjing menggonggong kafila tetap saja berlalu”.

Dengan dicabutnya dokumen AMDAL oleh UU Cipnaker Omnibuslaw yang prores kaum buruh, menjelma menjadi plesetan UU “Cilaka”, maka rezim yang berkuasa (the ruling party) ini berarti telah berani menentang komitmen masyarakat global, World Summit thn 1992 di Rio Jenairo Brazilia, dan World Summit tahun 2002 di Johannes Burg Aprika Salatan, yang bersepakat dan memutuskan adanya konsensus para pemimpin dunia difasilitasi dan dikomandani PBB untuk mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development/SD) yang dilatar belakangi terjadi krisis lingkungan yang hebat beberapa dasa warsa terakhir hingga kini, dan sangat membahayakan kehidupan umat manusia.

Adanya kekhawatiran krisis lingkungan hidup ini, akibat pesatnya pertumbuhan industri yang tak terkendali dan juga diperkuat munculnya kerusakan akibat  “careless technology”, penggunaan teknologi yang tidak ramah lingkungan mengancam dan mempercepat hancurnya ekosistem alam.

Sejumlah dampak negatif kita rasakan saat ini seperti pemanasan global (global warning). Pencemaran lingkungan daratan/lahan, perairan dan udara (atmosfer), menurunnya biodiversity dan bahkan punahnya beberapa spesies flora dan fauna di muka bumi dan degradasi fungsi ekosistem alam sehingga terjadi tanah longsor, banjir bandang, kekeringan dll.

Sustainable Development atau SD itu adalah upaya pembangunan yang berbasis 3 dimensi yaitu adanya keseimbangan dan keharmonisan aspek ekonomi, ekologi.(lingkungan hidup) dan ekososial (social equity).

The ruling party yang berkuasa saat ini dengan jargon kerja, kerja dan kerja, yang sangat pragmatisme itu, maaf saya kritisi, proses dan aktivitas pembangunan cenderung mengenyampingkan atau mengabaikan aspek ekologi dan ekososial. Mereka kurang atau tidak paham atau gagal paham apa dan bagaimana serta mengapa itu konsep SD harus dilaksanakan?, atau mereka berpura-pura tidak mengerti tentang Sustainable Development Goals (SDGs)  dimana ada 18 tujuan dengan sejumlah indikator dan target yang tengah dan harus dilaksanakan setiap negara  anggota PBB di dunia.

Ingat setiap negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (United Nations) termasuk Indonesia di dalamnya telah berkomitmen untuk melaksanakan SD dan SDGs tersebut, adanya APBN Hijau pro lingkungan (go green) sudah menjadi suatu keniscayaan dan kebutuhan.

Dengan mencabut instrumen kebijakan pembangunan seperti yang dahulu wajib AMDAL sebagai persyaratan mutlak perizinan untuk membuka usaha dan investasi baru, dan sekarang dicabut. Itu adalah sebuah sikap kekonyolan dan edan, karena itu menentang arus komitmen masyarakat global dalam hal kesepakatan PBB yang tidak ditaati “mblelo” oleh Pemerintah RI.

Jika ini dilakukan rezim yg berkuasa ini, maka selain mengundang berbagai bencana alam yang datang, dan juga berakibat fatal bagi rakyat tempatan (local community) yang akan tertimpa musibah, merana dan sengsara hidup dibuatnya.

Selanjutnya bersiap-siap sajalah akan mendapatkan sanksi masyarakat internasional, terutama negara-negara yang berkomitmen tinggi yang “pro green consumer” untuk penyelamatan (konservasi) sumberdaya alam dan lingkungan (SDAL) yang sehat dan lestari di dunia, maka mereka akan memperkarakan secara hukum internasional dan mengembargo produk-produk Indonesia yang dituduh merusak lingkungan (ekosistem alam)  seperti yang sedang terjadi pada kasus Sawit karena isunya pembukaan lahan perkebunan sawit merusak ekosistem hutan tropika sebagai paru-paru dunia.

Sebenarnya adanya embargo, pemboikotan usaha bisnis dan perdagangan produk CPO Indonesia yang masuk (impor) ke negara-negara Eropa, bisa berpotensi terjadi lagi. Terjadinya penolakan tersebut cukup berpengaruh buruk terhadap penerimaan devisa Negara kita, dll.

Demikian narasi saya tentang respon dari Sahabatku Dr. Syafriman Abbas, yang kini toering di negara Amerika Serikat, dan beliau sempat-sempatnya merespon tulisan saya Renungan Pagi: Food Esfate, bahwa AMDAL sudah dicabut karena dianggap menghalangi kegiatan investasi akibat berbiaya tinggi.

Komentar saya terakhir bahwa mereka rezim ini nampaknya telah gagal paham tentang visi dan misi SD dan SDGs yang merupakan komitmen masyarakat global.

Melihat rendahnya kualitas kepemimpinan nasional dalam memahami isu-isu strategis pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan guna menanggulangi krisis ekologi dewasa ini, maka menurut saya para ahli dan pakar lingkungan haruslah bersuara nyaring untuk menyelamatkan ekosistem alam dan sumberdaya alam (SDA) Indonesia yang kaya raya ini, terutama SDA hayati (megabiodiversity) hutan alam tropis sebagai sumber kemaknuran bersama rakyat sebesar-besarnya, bukan kemakmuran orang perseorangan seperti cengkraman oligarki yang berhegemoni power saat ini Zaman Now. Dan barang tentu sikap itu bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945 Bab Kesejahteraan.

Save SDAL dan Save NKRI.
Syukron barakallah.
Wassalam

===✅✅✅

Penulis:
Dr. Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Alumni IPB University, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri ICMI tahun 1990 di Malang dan Wasek Wankar ICMI Pusat 2021-2026, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Main Gim Slot Saat Rapat, Cinta Mega Disanksi Fraksi PDIP

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Cinta Mega tertangkap kamera tengah asyik bermain gim slot online di saat rapat paripurna bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono pada Kamis (20/7/2023). Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan akan memberika sanksi usai video main gim jadi perhatian publik.

“Atas kejadian kemarin fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta memberikan sanksi keras, memberikan peringatan keras kepada yang bersangkutan yaitu ibu cinta Mega karena Ibu cinta Mega sudah melakukan hal yang tidak semestinya dilakukan dalam rapat paripurna,” kata Gembong dikutip dari RMOL, Sabtu (22/7/2023).

Kemudian, ia melanjutkan telah menyerahkan proses investigasi seluruhnya kepada DPD PDIP DKI Jakarta. Maka dari itu, sanksi untuk di partai PDIP hanya dapat diberikan oleh DPD.

“Sanksi dari fraksi yang seperti ini nanti tindak lanjutnya pasti ada. Misalkan, apakah yang bersangkutan masih layak lagi dicalonkan sebagai anggota DPRD, misalkan seperti itu. Nanti DPD yang akan ambil sikap secara tegas,” kata dia.

Ia menambahkan percaya sepenuhnya kepada pernyataan Cinta Mega yang mengaku tidak bermain game slot online. “100 persen kami percaya. Apakah benar atau tidak, ya itu urusan Ibu Cinta Mega,” kata Gembong.

Terkait sanksi sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Kehormatan (BK). “Kami sifatnya pasif. Kalau Badan Kehormatan merasa perlu ya monggo tindaklanjuti. Karena itu anggota kami, kami sudah memberikan sanksi secara internal fraksi,” kata Gembong.

Gembong juga meminta maaf atas dugaan anggotanya main gim saat rapat. Ia berharap ini merupakan kejadian pertama dan terakhir. “Untuk itu sebagai pertanggung jawaban kami. Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf atas nama Ketua Fraksi dan seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mohon maaf kepada publik Jakarta atas kejadian itu,” kata dia.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono pun menanggapi hal ini. “Saya belum lihat kemaren pekerjaan numpuk, pukul 05.00 WIB pagi sudah dikabari berangkat jadi belum tahu berita itu,” kata Heru kepada wartawan di Waduk Kampung Rambutan 2, Ciracas, Jakarta Timur.

Namun, saat ditanyakan akan mengecek hal tersebut atau tidak. Ia menjawab hanya singkat. “Belum baca,” kata dia.

** yev

Food Estate di Kalimantan Kurang Cocok untuk Tanaman Pangan

0

JURNAlINSPIRASI.CO.ID – Respon ibu Dr.Sri tentang tulisan saya berjudul Renungan Pagi: Food Estate di Kalimantan, mengenai persoalan kondisi lahan bergambut, kurang cocok untuk tanaman pangan.

Seharusnya penyusunan dokumen perencanaan proyek Food Estate wajib melakukan riset secara mendalam. Data itu kan sudah ada dan cukup banyak, diantara data geodesi, geologi, topografi, agroklimate etc di kawasan Kalimantan. Ada institusi Pusat Data dan Informasi  (Pusdatin) Baitbangtan etc.

Berdasarkan data riset tersebut dijadikan  materi untuk penyusunan berbagai dokumen perencanaan proyek Food Estate, diantaranya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

AMDAL menurut Peraturan dan UU yang berlaku di Indonesia wajib dilakukan setiap upaya dan usaha bisnis dan investasi, industri, apalagi mega proyek sekelas Food Estate yang nyata-nyata merubah bentang alam (landscape) dan fungsi ekosistem hutan alam tropika.

Dengan adanya AMDAL tahu manajemen RKL dan RPL, sejak awal proyek tersebut sudah bisa dipahami tingkat kelayakannya ditinjau aspek Benefit-Cost Analysis (BCA) , terutama mempertimbangkan berbagai resiko dalam berbagai perspektif sainsifik.

Jika tidak ada dokumen AMDAL Food Estate di Kalimantan yang dibuat Tim Ahli dan Pakar AMDAL yang melibatkan sejumlah pakar dan ilmuwan profesional dan berpengalaman berbagai disiplin ilmu, maka proyek itu kita sebut proyek Food Estate asal-asalan, alias “abal-abal”.

Sayang dana APBN yang besarnya miliaran bahkan triliyunan rupiah itu menjadi sia-sia dan mubazir.

Hayo siapa yang harus bertanggungjawab?
Dalam menyelesaikan permasalahan mangraknya proyek Food Estate di Kalimantan tersebut. Pihak Pemerintahan yang berwenang harus melaksanakan Audit Manajemen Proyek tersebut agar tahu persis faktor kegagalannya.

Kita ini  bangsa yang besar, memiliki jutaan cerdik pandai, akan tetapi cara bekerja dalam menyiapkan perencanaan mega proyek Food Estate kok bisa “abal-abal”?

Lantas ada dimana mereka kaum Cendekiawan Muslim Indonesia, kok diam saja (ciciang wae), ada apa?
Wassalam

Penulis:
Dr.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat)

Renungan Pagi: Food Estate di Kalimantan

0

Oleh:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si *)

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Membaca postingan jutaan hektar hutan untuk program Food Estate belum memberikan manfaat bagi rakyat, alias “gatot” (gagal total). Sementara ekosistem hutan tropik Kalimantan, menghilang, 5 punah yang selanjutnya kita menunggu datangnya bencana alam hidrologi, berupa banjir atau kekeringan sebagaimana sering terjadi di Kalimantan. Permasalahan ini, tengah “digoreng” oleh lawan-lawan politik Pemerintah atau elite partai oposisi yang viral di media sosial.

Mereka para elite perancang pembangunan proyek Food Estate di kawasan ekosistem hutan tropika tidak  mengerti fungsi ekosistem alam dengan berbagai karakteristiknya, juga apa dan bagaimana keterkaitannya dengan sifat-sifat genetik tanaman seperti padi dan palawija lainnya. Padahal based line data dari berbagai riset pertanian terdokumentasi dengan baik di institusi Balitbangtan Kementan RI. Konsep sains pertanian sebenarnya sudah dikuasai betul oleh para dosen, ilmuwan kampus diantaranya spt IPB University, etc.

Mereka membangun negeri maksudnya sangatlah baik, untuk memantapkan program swasembada beras dan bahan pangan lainnya dalam rangka ketahanan pangan, dan mereduksi impor pangan.

Akan tetapi dalam praktiknya, mereka tidak begitu paham konsep dan teori sainsnya. Mereka tidak mau mendengar pemikiran-pemikiran para ilmuwan dan pakar dari campus exellence, akhirnya pendekatannya ngawur. Maunya pencitraan sesuai selera politik,  dengan mengekspose besar-besaran di mass media. Kita pernah tonton sejumlah pejabat dan petinggi negara berkunjung ke lokasi proyek pada tahap awal pengolahan lahannya. Diantaranya ada bpk Presiden RI, bpk Menhan RI dan lain-lainya.

Ya akhirnya begini kondisinya belum juga menghasilkan, alias “gatot”. Jauh sebelum saya sempat berpikir dan bertanya? apakah tidak salah urusan pangan membangun Food Estate tersebut diserahkan tugasnya ke Kemenhan RI, bukankah ke Kementan RI yang merupakan tupoksi dan mandatorinya untuk urusan sektor pertanian di negeri ini ?. Ada keanehan secara system organisasi dan kelembagaan sosial.

Dengan kegagalan proyek Food Estate di Kalimantan itu, secara moral dan etik harusnya mereka bertanggungjawab dan menjelaskan ke publik apa dan bagaimana persoalan sesungguhnya.

Sayang dana APBN, milik rakyat yang begitu besar, miliaran atau bahkan triliun rupiah, terkuras untuk hal-hal percuma dan tidak bermanfaat bagi rakyat.

Kasihan nasib rakyat NKRI semakin jauh dari cita-cita kemakmuran bersama sebagaimana amanah pasal 33 UUD 1945, Bab Kesejahteraan Rakyat.

Demikian narasi renungan pagi awal tahun baru Islam, tgl 1 Muharram 1445 H buat para Cendekiawan Muslim Indonesia. Syukron barakallah.
Wassalam.

=====✅✅✅

*) Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat

Cetak Pebisnis Pertanian, Kementan Luncurkan BUPK

0

Makassar | Jurnal Bogor

Untuk mencetak banyak petani muda dan pebisnis pertanian, Kementerian Pertanian meluncurkan Badan Usaha Pertanian Kampus (BUPK), Jumat (21/7/2023) di UNHAS Convention Center Makassar.

Kerjasama pembentukan BUPK ditanda tangani antara Universitas Hassanudin Makassar dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern.

“Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, cermat dan akurat bagi jajaran Kementerian Pertanian dalam mencapai kinerja yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan korporasi petani sesuai arahan Bapak Presiden,” katanya.

Mentan menambahkan jika pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam pengembangan SDM.

“Di saat puncak bonus demografi, dimana usia kerja mendominasi proporsi penduduk indonesia, artinya kita harus sediakan peluang kerja sebanyak-banyaknya kita harus siapkan kapasitas mahasiswa dan alumni kita agar produktif dan kompetitif,” tuturnya.

Menurutnya,salah satu upaya untuk menumbuhkan wirausaha muda pertanian melalui pendidikan adalah dengan pembentukan BUPK dan pengelolaan secara bersama antara Polbangtan/PEPI Lingkup Kementerian Pertanian dengan Perguruan Tinggi Mitra.

“BUPK adalah wadah bagi mahasiswa, alumni perguruan tinggi dan pemuda tani yang akan menjadi entrepreneur atau pengusaha pertanian, sekaligus menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian serta mengembangkan usahanya,” katanya.

Dalam upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, Mentan mengajak semua pihak untuk mengubah paradigma.

“Sektor pertanian merupakan sektor yang menarik dan menjanjikan apabila dikelola dengan tekun dan sungguh-sungguh, menanamkan kesadaran akan kebutuhan pangan nasional,” katanya.

BUPK sendiri merupakan gagasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam menjawab tantangan dunia pertanian di masa depan sekaligus regenerasi petani.

“Badan Usaha Pertanian Kampus sebenarnya yang diinginkan kita (pemerintah dan kampus) untuk bersinergi untuk meningkatkan swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, BUPK melakukan proses bisnis pertanian, produksi, pasca panen, pemasaran, benar benar bisnis, bukan hanya teori. Dengan pengelolaan profesional sebagai unit bisnis.

Sebagai motivasi untuk para mahasiswa yang hadir, Mentan pun sempat berdialog dengan petani milenial secara online.

Sementara Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan dengan adanya badan usaha tersebut, para mahasiswa Polbangtan diharapkan menjadi lulusan siap kerja bahkan sebagai pencetak lapangan kerja.

“Kita sudah bangun badan usaha pertanian kampus, insya Allah akan segera diluncurkan,” kata Dedi.

Ia menjelaskan, badan usaha itu akan menjadi organisasi sekaligus unit kerja di kampus yang ditujukan agar para alumni siap berbisnis sendiri.

Mereka akan diasah untuk menekuni bidang agribisnis dengan berbagai fasilitas seperti smart green house yang saat ini terus didorong Kementan.

“Ini semua akan mengarah ke sana sehingga kita memperkuat pendidikan vokasi,” kata Dedi.

Sedangkan Polbangtan Gowa sudah memiliki sebuah BUPK yang diberinama Go-AGRise.

Go-AGRise diambil dari akronim Polbangtan Gowa Agribusiness Venture. Nama ini juga menunjukkan visi menjadi bisnis yang maju dan terus bertumbuh dan berkembang.

Go-AGRise adalah Badan Usaha Pertanian Kampus Polbangtan Gowa, yaitu badan usaha mandiri yang merupakan unit usaha Koperasi Kesuma Polbangtan Gowa, berbadan hukum koperasi

Go-AGRise memiliki beberapa unit bisnis, yaitu unit bisnis peternakan unggas, unit bisnis pupuk kompos, unit bisnis hortikultura, dan unit bisnis pengolahan kakao.

Sedangkan Lingkup Kerjasama pengelolaan BUPK Polbangtan Gowa dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) antara lain BUPK UNHAS menjadi Pembina BUPK Polbangtan Gowa.

Kemudian BUPK UNHAS menjadi mitra offtaker dari produk yang dihasilkan BUPK Polbangtan Gowa, atau sebaliknya.

Kemudian BUPK Polbangtan Gowa bermitra dengan BUPK UNHAS dalam hal penyediaan bahan baku, market place, dan proses bisnis lainnya.

BUPK Polbangtan Gowa dan BUPK UNHAS juga berkerjasama menghasilkan “Produk Bersama” yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Mewakili Rektor, Sekretaris Universitas Hasanuddin, Sumbangan Baja menyambut baik peluncuran BUPK Polbangtan Gowa kerjasama dengan Universitas Hasanuddin.

“Proses pembahasan BUPK memang sudah cukup lama, dan hari ini kita luncurkan. Sebelumnya kerjasama dengan Kementan sudah lama terjalin, dan masalah ada di pemasaran, semoga BUPK hadir sebagai solusi,” ujarnya.

Ia mengatakan Universitas Hasanuddin melakukan penyesuaian kurikulum dari Merdeka Belajar, dengan mengarahkan mahasiswa kepada Agribisnis.

“Harapannya dengan kerjasama ini akan lahir lebih banyak pengusaha petani milenial dan unit bisnis agribisnis,” ujarnya.

Sejumlah petani milenial yang dihadirkan secara online dalam kegiatan ini. Di antaranya Ais, petani asal Bogor yang mengembangkan komoditas cabe Katokkon asal Tana Toraja.

Keunikan cabai Katokkon ini pun menjadi daya tarik tersendiri karena dikenal sebagai cabai terpedas di Indonesia. 

Ais memperoleh omset total Rp1,5 M per hektare, dengan biaya tanam Rp250 juta-Rp300 Juta dengan siklus dua kali tanam.

Ada juga Indah, petani milenial asal Bali, dengan usaha Agrowisata Strawberry dengan sistem irigasi tetes.

Dengan lahan seluas 7 Ha, ia mampu meraup omset satu bulan 300 juta.

Ade, Petani Tanaman hias dengan pasar Ekspor dengan total kontrak ekspor periode 2021- Maret 2023 Rp2,1 T.

**bbpmkp

Lewat Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol.7, Kementan Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan melalui pola sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunci untuk meningkatkan mutu dan produktivitas pertanian terletak pada sumber daya manusia pertanian, yaitu petani dan penyuluh.

“Apabila maju SDM kita, maka maju pula sektor pertanian kita. Kalau SDM pertanian memiliki kemampuan yang mumpuni maka pertanian maju, mandiri dan modern juga dapat dicapai,” kata Mentan Syahrul.

Menyikapi perubahan iklim tak menentu, kata Mentan Syahrul, pelaku pertanian dituntut membuat pertanian agar lebih ramah lingkungan sekaligus berdapatasi dengan fenomena alam lainnya, sehingga produktivitas dan keragaman komoditi pertanian bisa dicapai.

Mentan Syahrul mengatakan, peningkatan produksi pertanian harus berbasis keberlanjutan dengan menjaga ekosistem agar tetap sehat dan menghindari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Pertanian ramah lingkungan juga sejalan dengan pertanian berkelanjutan yang merupakan implementasi dari RPJMN Prioritas Nasional (PN) 6 tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.

“Bentuk-bentuk penerapan pertanian ramah lingkungan antara lain pertanian cerdas iklim (Climate Smart Agriculture/CSA), pertanian terintegrasi (integrated farming), serta pertanian organik,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan dan berisiko rendah.

Selain itu pertanian ramah lingkungan merupakan teknik pertanian yang dalam pelaksanaannya menggunakan mikroorganisme menguntungkan serta bahan organik sehingga agroekosistem menjadi seimbang baik di bawah tanah maupun di atas tanah.

Dedi menjelaskan, petani seringkali menggunakan pestisida maupun pupuk kimiawi yang berlebihan dan berakhir pada hancurnya lingkungan yang kembali lagi berakibat pada pertanian.

“Pengelolaan pertanian secara berlebihan dan ugal ugalan menyebabkan tanah kita hancur, udara hancur, air hancur dan lingkungan kita hancur, ” tegas Dedi saat memberikan keterangan pada Konferensi Pers menjelang pelaksanaan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol. 7 Tahun 2023, Jakarta, Jumat (22/7).

Bahkan residu pestisida dan residu pupuk kimia yang berlebihan akan semakin berbahaya, jika tertinggal atau terdapat pada produk pertanian yang berakibat munculnya penyakit degeneratif dan kanker.

Untuk kembali menyadarkan dan mengubah mindset petani akan pertanian ramah lingkungan, maka perlu didukung dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas para petani dan penyuluh melalui pelatihan, salah satunya Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh.

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh saat ini merupakan agenda intelektual yang secara konsisten diselenggarakan oleh Badan PPSDM Pertanian, dan saat ini telah mencapai Volume ke-7.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 26 – 28 Juli 2023 secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia ataupun lokasi titik kumpul lainnya; Kurikulum Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh meliputi kebijakan pengembangan pertanian ramah lingkungan, landscaping lahan pertanian, teknologi konservasi tanah dan air, penerapan Integrated Farming sistem skala kecil dan industri, pemprosesan pestisida organik, pengenalan perencanaan usahatani berbasis ekonomi sirkular.

Narasumber Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh berasal dari Badan PPSDMP, dan narasumber lainnya berasal dari BSIP; Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI), Praktisi, serta Widyaiswara BBPP Ketindan.

“Kita ciptakan kemandirian petani untuk menciptakan pestisida nabati dan pupuk organik sendiri. Teknologi sendiri sebenarnya sudah ada dan dikuasai petani bahkan penyuluh. Tinggal bagaimana menggerakkan untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan, ” ajaknya.

Mengenai keberlanjutan perilaku petani untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan, Dedi menjelaskan dengan peranan penyuluhan yang harus dilakukan kesinambungan bisa untuk mengubah mindset petani, dari mengerti dan memahami, mau berubah kemudian mampu implementasikan pertanian ramah lingkungan. Tentunya dengan didukung oleh semua pihak stakeholder pertanian.

“Stop mengelola pertanian dengan ugal-ugalan. Kalau kita pelihara bumi, bumi akan pelihara kita, ” pesannya.

** bbpmkp

Hadits Hari Ini

0

Nabi Musa

Sahih al-Bukhori:3183

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

رَأَيْتُ عِيسَى ومُوسَى وَإِبْرَاهِيمَ. فَأَمَّا عِيسَى، فَأَحْمَرُ جَعْدٌ عَرِيضُ الصَّدْرِ، وَأَمَّا مُوسَى، فَآدَمُ جَسِيمٌ سَبْطٌ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الزُّطِّ.

Dari Ibn Umar ra, dia berkata: Nabi saw bersabda:

Aku melihat Nabi Isa, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim. Adapun Isa (adalah orang yang) kulitnya kemerahan, rambutnya keriting, dan dadanya bidang. Sedangkan Musa (adalah orang yang) kulitnya sawo matang, berbadan besar, rambutnya lurus, seakan-akan ia berasal dari suku al-Zuth (di Sudan).

Pesan :
Ciri-ciri fisik dan perawakan tubuh Nabi Isa dan Nabi Musa yang dijelaskan oleh Rasulullah saw.

Hadapi Pemilu 2024, Demokrat-Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik Nasional

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Partai Demokrat dan Partai Gerindra menggelar Silaturahmi Kebangsaan di Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (20/7/2023). Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan, pertemuan ini tidak terbatas membahas Pemilu 2024, tetapi juga berbagai isu-isu kebangsaan dan kerakyatan hingga isu yang ada di parlemen.

Untuk Pilpres, lanjut Teuku Riefky Harsya, Partai Demokrat dan Partai Gerindra, saling menjaga etika politik. Saat ini, Partai Demokrat bergabung dalam Koalisi Perubahan bersama PKS dan Nasdem. Sementara Partai Gerindra dan PKB telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Partai Demokrat dan Partai Gerindra sama-sama ingin Pileg dan Pilpres berlangsung baik, damai, demokratis, serta bebas dari intimidasi dan bebas dari kecurangan. Kedua Partai juga berpandangan sama Indonesia yang makin maju dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui kerja-kerja efektif, persahabatan, sinergi, dan kolaborasi di antara partai-partai politik.

“Kami di Koalisi Perubahan juga saling mendukung untuk berkomunikasi dengan partai-partai politik lainnya. Tidak hanya sekadar untuk Pilpres, tetapi juga untuk menjaga stabilitas politik nasional. Karena mengurus bangsa tidak bisa dilakukan oleh salah satu atau salah dua partai politik saja, tetapi butuh seluruh partai politik di Indonesia,” tegas Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya yang diterima Jurnal Bogor, Jumat (21/7/2023).

Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan kalau silaturahmi kebangsaan Partai Demokrat dan Partai Gerindra bukan kali pertama. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono telah bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo. Lalu, dilanjutkan dengan pertemuan antara Prabowo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. AHY berhalangan hadir karena sedang menjadi pembicara diskusi “Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia?” yang digelar oleh Fisipol Leadership Forum, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi kebangsaan, dan upaya menyambung persaudaraan berdasarkan pertemuan-pertemuan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat sebelumnya.

“Kami berkomunikasi dengan Partai Demokrat tidak bermaksud menggoda keputusan politik yang sudah diputuskan oleh Partai Demokrat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk saling terus membuka silaturahmi dan bergandeng tangan. Karena membangun Indonesia dengan jumlah penduduk 275 juta, dengan masalah yang segudang, dengan problem yang ruwet, ribet, rumit tentu saja memerlukan kekuatan partai politik yang banyak. Itulah yang kita komunikasikan,” ujar Ahmad Muzani.

** yev