23.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 520

Sertifikat tak Kunjung Dibagikan, Warga Desa Sukamakmur Ancam Lakukan Aksi Demo

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Dianggap lamban dalam mengerjakan pembuatan sertifikat tanah dari Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), warga Desa Sukamakmur mengancam akan melakukan aksi demo di Kantor Desa Sukamakmur dan Kantor BPN Bogor Timur.

Hal tersebut disampaikan salah satu warga Sukamakmur, Reza (23). Pasalnya, sertifikat tanah milik orang tuanya tak kunjung juga jadi, padahal sudah dilakukan pengukuran untuk pemberkasan sejak 2 tahun lalu.

“Kami senang ya, saat tanah orang tua saya ternyata dapat program sertifikat gratis, kami yang tidak mampu untuk membuat sertifikat sendiri karena terkendala biaya merasa senang dengan adanya program ini,” ucap Reza kepada Jurnal Bogor, Selasa (8/8/23).

Reza menyebut, bukan hanya milik orang tuanya yang sampai saat ini belum jadi, tapi banyak juga milik warga lain yang bisa dibilang masih ribuan yang belum jadi buku sampai saat ini. Menurutnya, orang tuanya hanya dijanjikan saja oleh pihak desa yang mengatakan bahwa ini adalah kewenangan BPN, desa hanya mendata dan melengkapi pemberkasan saja.

“Padahal, warga Sukamakmur sebagian sudah ada yang melakukan sumbangsih untuk menjahit buku sertifikat guna meringankan pekerjaan BPN. Tapi tetap saja, sampai saat ini belum juga ada buku yang di bagikan kepada warga,” cetus Reza.

Lebih lanjut Reza mengatakan, dirinya dan warga lain sudah sepakat, jika tidak ada kelanjutan lagi dari pihak BPN dan desa dalam waktu dekat ini untuk membagikan sertifikat milik warga. Maka kami akan melakukan aksi demo, dan kami akan pertanyaan sebetulnya apa yang membuat pekerjaan ini jadi lamban.

“Desa sebelah saja sudah selesai, saat saya bertanya kepada Sekdes soal keterlambatan ini, beliau mengatakan beda tim yang mengerjakan PTSL dengan desa sebelah. Itu berarti kan tim yang mengerjakan pekerjaan ini tidak profesional,” katanya.

“Kami sering diskusi, jika dalam waktu dekat ini tidak ada juga sertifikat yang dibagikan, kami akan melakukan aksi. Paling tidak setiap minggunya ada buku sertifikat yang dibagikan kepada warga, jangan digantung seperti ini,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Sukamakmur Ujang Sunandar mengatakan, pihaknya sudah melakukan hal semaksimal mungkin. Bahkan terakhir Pemdes turut menurunkan RT/RW dan warga untuk membantu menjahit buku sertifikat, itu bagian dari upaya agar bisa lebih cepat dibagikan sertifikat kepada warga.

“Saya pulang haji aja yang ditanya soal sertifikat, dan itu jelas sangat jadi beban moral saya kepada warga. Apalagi kemarin, saat sekdes mengatakan ada warga yang datang dan ingin melakukan aksi jika dalam waktu dekat tidak juga dibagikan sertifikat, kami berupaya untuk meredam. Oleh karena itu saya berharap tim yuridis sesegera mungkin tolong bagikan buku yang memang siap untuk dibagikan, jangan sampai ada aksi dari warga,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Polisi Larang Sepeda Listrik di Jalan Raya

0

Demi Keselamatan, Dishub Apresiasi Jika Dilakukan Tilang

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Polisi melarang sepeda listrik beroperasi di jalan raya. Sepeda listrik sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub), hanya diperbolehkan digunakan di jalur khusus dan penggunaan sepeda listrik yang tidak sesuai ketentuan dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Jika melanggar Permenhub, polisi pun akan melakukan penilangan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dan warga, terutama di wilayah Bogor barat mengapresiasi upaya pihak kepolisian. Sebagai mana beredar di media sosial perihal penilangan terhadap pengendara sepeda listrik oleh polisi. Sebab, maraknya pengguna sepeda listrik di jalan raya mengganggu pengendara lain. Terlebih kebanyakan pengguna sepeda listrik adalah anak-anak.

“Untuk sementara kita apresiasi ketika ada tindakan penilangan, untuk masalah teknisnya seperti apa, pihak kepolisian yang lebih tahu,” kata Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dishub Bogor Rizki Permana saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (8/8/2023).

Dia menjelaskan, saat ini penilangan sepeda listrik jika dioperasikan di jalan raya masih dalam perencanaan.

“Untuk penilangan sejauh ini masih dalam wacana atau perencanaan dari Korlantas sendiri, untuk pelaksanaan maupun tindakan belum terealisasi sebagai mana yang beredar di media sosial,” jelasnya.

Dia berharap, pengguna sepeda listrik yang berkeliaran di jalan raya agar ditindak dan diberi sanksi. 

“Iya harus diberi sanksi atau tindakan penilangan untuk pengendara sepeda listrik yang di jalan raya yang sesuai peruntukannya,” paparnya.

Sementara, pengendara sepeda motor yang melintas di jalan raya Leuwiliang, Asep mengaku langkah tersebut bila diberlakukan cukup bagus. Karena, kata dia, masih banyak pengguna sepeda listrik tanpa memperhatikan keselamatan atau safety.

“Kita sangat mengapresiasilah kalau ada tindak penilangan. Karena saat ini penggunaan sepeda listrik yang mayoritas anak-anak di jalan raya rawan terjadi kecelakaan,” katanya.

Dikutip dari berbagai sumber, Kasubdit Standar Cegah dan Tindak Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol Mohammad Tora menjelaskan, ada beberapa sikap penindaklanjutan jika pengguna sepeda listrik tidak menaati aturan.

“Karena ini sudah berkaitan dengan keselamatan, sejauh ini sepeda listrik belum termasuk kendaraan yang layak dioperasikan di jalan umum,” kata Kombes Pol Mohammad Tora.

Jika ditinjau dari sisi keselamatan, sepeda listrik memiliki kecepatan lebih dari 20 km/jam (kpj) dan sepeda ini tidak memiliki pedal.

Sebagaimana peraturan yang diterapkan standar keselamatan, jika sepeda listrik tidak memiliki pedal kayuh, maka seharusnya penggunanya wajib mengikuti aturan seperti memiliki STNK dan SIM.

** Andres

Ratusan Peserta dari 10 Desa Ikuti MTQ Tingkat Kecamatan Dramaga

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Sebanyak 115 peserta mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ Tingkat Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor ke-45, Selasa (8/8/2023).

Ratusan peserta itu berasal putra dan putri  yang ada seluruh desa yang ada di Dramaga. Juara MTQ tingkat Kecamatan Dramaga, secara otomatis bakal mewakili di MTQ Tingkat Kabupaten Bogor

Camat Dramaga Tenny Ramdhani mengungkapkan, MTQ Tingkat Kecamatan ini diikuti 10 desa.

Sebelumnya desa mengelar MTQ Tingkat Desa, peserta terbaik di tingkat desa diikutsertakan di tingkat kecamatan.

“Nantinya, peserta MTQ terbaik bakal mewakili Kecamatan Dramaga di MTQ tingkat Kabupaten Bogor. Dari 10 desa, ada 115 peserta yang ikut MTQ Tingkat Kecamatan Dramaga dan ada 18 kategori yang diperlombakan,” ujarnya, Selasa (8/8/2023)

Tenny mengapresiasi masyarakat dalam acara MTQ ini. Untuk peserta harus asli warga Kecamatan Dramaga yang memiliki keunggulan di cabang murotal, tilawah, tahfidz dan kaligrafi.

Peserta terbaik di MTQ Tingkat Kecamatan Dramaga dilakukan pembinaan dan pelatihan secara intensif. Dengan harapan agar bisa memberikan penampilan yang terbaiknya secara maksimal di MTQ Tingkat Kabupaten Bogor.

“Dengan adanya MTQ ini diharapkan akan ada qori dan qoriah terbaik tingkat kecamatan yang mewakili ke tingkat Kabupaten Bogor,” tukasnya.

** Arip Ekon

Garuda Raksasa di Batutulis Diapresiasi Ketua DPRD  Kabupaten Bogor

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi Garuda raksasa yang dibuat warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Pemasangan Garuda jelang perayaan HUT kemerdekaan RI ke-78  di lapangan Pemersatu Batutulis itu mendapat respons positif, baik dari masyarakat maupun aparatur pemerintah.

“Luar biasa keren banget,” ucap Rudy Susmanto kepada Jurnal Bogor, Selasa (8/8).

Pembuatan lambang negara itu membuktikan semangat nasionalisme masyarakat yang begitu tinggi dan mencerminkan semangat kegotong royongan tanpa melihat latar belakang dan perbedaan.

“Bahu-membahu, terus bangkit semangat nasionalisme,” tandasnya.

Selain Ketua DPRD, respons  positif juga datang dari pihak Puskesmas Nanggung melalui Bidan Desa Batutulis Ayu Sriwahyuni. Menurutnya masyarakat Pasirgintung terlihat guyub dalam bergotong royong.

“Masyarakatnya guyub, jadi dari kita untuk kita,” tukasnya.

** Arip Ekon

Tata Letak Perusahaan Limbah Yang Ideal Dengan Lingkungan

0

Oleh:
Allegra Aura Fitra
(Karyawan PT Hijau Lestari Prakarsa Utama)

jurnalinspirasi.co.id – Berdasarkan visi dari PT Hijau Lestari Prakarsa Utama yang menyebutkan bahwa menjadi perusahaan profesional yang terdepan di bidang manajemen lingkungan dan pelayanan pengelolaan limbah. Sehingga, semua kegiatan yang berada di PT HLPU sangat mengedepankan kegiatan yang ramah lingkungan.

Dapat dilihat berdasarkan tata letak perusahaan yang berada jauh dari pemukiman warga sehingga meminimalkan pencemaran udara akibat aroma yang menyengat saat proses pengelolaan atau pemanfaatan limbah. Menyediakan tempat sampah yang sudah memenuhi kriteria yang sesuai dengan peraturan pemerintah, yaitu tempat sampah yang telah dibedakan berdasarkan sifat dan jenisnya.

Menurut lembaga lingkungan hidup, hampir 60% suatu tempat, kawasan ataupun perusahaan yang tidak memiliki sampah terpisah. Memiliki tempat sampah terpisah adalah salah satu cara untuk merealisasikan gaya hidup ramah lingkungan, karena pada hakikatnya suatu tempat, kawasan ataupun perusahaan menjadi pusat aktivitas manusia terbanyak yang akan menghasilkan sampah organik ataupun anorganik.

Riset terbaru Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan sebanyak 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Yang dapat ditarik kesimpulan dari sekitar 65 juta ton sampah yang diproduksi di Indonesia tiap hari, sekitar 15 juta ton mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak ditangani.

Sedangkan, 7 persen sampah didaur ulang dan 69 persen sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). sampah organik sebanyak 60 persen, sampah plastik 14 persen, diikuti sampah kertas (9%), metal (4,3%), kaca, kayu dan bahan lainnya (12,7%).

Hal tersebut dikarenakan masih banyak masyarakat Indonesia dalam membuang sampah tidak langsung dipilah sehingga membuat petugas kebersihan bekerja sebanyak 2 kali dan hal ini mengakibatkan tidak optimalnya pengumpulan sampah. Bahkan masih banyak masyarakat Indonesia yang membuang sampah dialam ataupun langsung ke sungai sehingga tidak masuk dalam pengumpulan sampah oleh petugas kebersihan.

Sesuai dengan visi PT. Hijau Lestari Prakarsa Utama, yang menunjukkan sikap ramah lingkungan dan mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peka terhadap lingkungan, yang bisa dimulai dari hal kecil seperti memilah sampah.

Referensi :

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180425101643-282-293362/riset-24-persen-sampah-di-indonesia-masih-tak-terkelola
https://dlh.kulonprogokab.go.id/detil/1148/ide-kreasi-sampah-terpilah
https://ppkl.menlhk.go.id/website/reduksiplastik/pengantar.php#:~:text=Komposisi%20sampah%20Indonesia%20berupa%20sampah,kulit%2C%20kaca)%2017%25.
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/02/08/komposisi-sampah-di-indonesia-mayoritas-sisa-makanan

Dinsos Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga Rumahnya yang Ambruk Selama Satu Pekan

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bogor Mustaqim memastikan keluarga yang mengalami rumahnya ambruk di Cijaura RT 01 RW 01, Desa Cidokom, Rumpin, ketahanan pangannya akan terpenuhi  selama satu pekan kedepan.

Saat dihubungi JurnalBogor, pada Senin (7/8/2023) malam, Mustaqim mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan assessment.

“Sudah diassessment oleh Tagana tadi siang. Besok mereka ambil logistik ke Dinsos,” kata Mustaqim.

Dia menjelaskan, dalam hal tersebut pihak Dinsos hanya akan memenuhi kebutuhan logistik untuk  keluarga tersebut.

“Kita Dinsos hanya memenuhi kebutuhan logistik kedaruratan (sembako) biasanya selama satu Minggu dan terpal,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, tak ada hujan tak ada angin, rumah milik salah satu warga Cijaura RT 01 RW01, Desa Cidokom, Rumpin, Kabupaten Bogor ambruk.

Kondisi rumah bilik milik keluarga Ramani tersebut rata dengan tanah akibat sudah lapuk termakan usia. Menurut pemilik rumah Imas, istri Ramani, kejadian ambruk seketika tersebut terjadi pada Senin (7/8/2023) sekitar pukul 10:00 Wib.

Beruntung pada saat kejadian 6 orang keluarga itu berada di luar rumah sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dari peristiwa itu.

“Jadi saat kejadian saya dan anak-anak sedang berada di luar rumah. Tiba-tiba, rumah ambruk gitu, yang tinggal di rumah ini ada enam orang, termasuk empat anak kecil,” katanya.

Dia berharap dermawan, terutama kepada pihak pemerintah untuk membantu mengatasi situasi yang mereka hadapi setelah rumah mereka ambruk.

Sementara saat dihubungi, Camat Rumpin Ade Zulfahmi mengatakan, peristiwa itu bukan karena bencana alam, mereka harus membuka donasi dan mengajukan bantuan ke Dinas Sosial dan Baznas. Selain itu, gotong royong warga sekitar juga diperlukan untuk membantu keluarga Ramani dan mencari tempat sementara untuk tinggal. “Informasi ini kita melakukan asesmen lebih lanjut terhadap kejadian ini,” bebernya.

** Andres

Rumah di Cijaura Ambruk

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Tak ada hujan tak ada angin, rumah milik salah satu warga Cijaura RT 01 RW01, Desa Cidokom, Rumpin, Kabupaten Bogor ambruk.

Kondisi rumah bilik milik keluarga Ramani tersebut rata dengan tanah akibat sudah lapuk termakan usia. Menurut pemilik rumah Imas, istri Ramani, kejadian ambruk seketika tersebut terjadi pada Senin (7/8/2023) sekitar pukul 10:00 Wib.

Beruntung pada saat kejadian 6 orang keluarga itu berada di luar rumah sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dari peristiwa itu.

“Jadi saat kejadian saya dan anak-anak sedang berada di luar rumah. Tiba-tiba, rumah ambruk gitu, yang tinggal di rumah ini ada enam orang, termasuk empat anak kecil,” katanya.

Dia berharap dermawan, terutama kepada pihak pemerintah untuk membantu mengatasi situasi yang mereka hadapi setelah rumah mereka ambruk.

Sementara saat dihubungi, Camat Rumpin Ade Zulfahmi mengatakan, peristiwa itu bukan karena bencana alam, mereka harus membuka donasi dan mengajukan bantuan ke Dinas Sosial dan Baznas. Selain itu, gotong royong warga sekitar juga diperlukan untuk membantu keluarga Ramani dan mencari tempat sementara untuk tinggal. “Informasi ini kita melakukan asesmen lebih lanjut terhadap kejadian ini,” bebernya.

** Andres

Pastikan Samisade Tepat Sasaran, Camat Dramaga Sidak Langsung

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Proyek Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang ada di Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor disidak Camat Dramaga Teny Ramdhani, Senin (7/8/2023).

Teny memastikan program Samisade tahap pertama yang diterima Desa Babakan direalisasikan oleh desa tepat sasaran.

“Tujuan kita bersama tim verifikasi turun ke lapangan tak lain untuk memastikan bahwa program Samisade dilaksanakan oleh desa,” ujarnya.

Teny juga meningkatkan ke Pemdes agar tidak telat membayar pajak.  Sebab,  anggaran tahap pertama Samisade termasuk pajak. Jika tidak dibayarkan pajaknya, secara otomatis bantuan program Samisade tahap kedua tidak bisa dicairkan.

Selain itu, ketika ada kekurang pekerjaan pihaknya mengingatkan agar tidak ada temuan ketika ada pemeriksaan dari Inspektorat Pemkab Bogor.

“Saat ini baru Desa Babakan, Purwasari, Sukadamai yang sudah melaksanakan program Samisade tahap pertama. Sedangkan tujuh desa lainnya masih menunggu pencairan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Mahasiswa KKN di Desa Sadeng Angkat UMKM dan Bantu Ajar Anak-anak

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas melakukan Kelompok Kerja Nyata (KKN) di Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang akan berlangsung selama satu bulan tersebut, para mahasiswa akan melakukan berbagai upaya untuk membangun desa.

Salah satu mahasiswa dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Mochammad Tamam Mulya mengatakan, dirinya akan fokus terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pendidikan yang berada di desa jadi tempat KKN-nya.

“Dalam kegiatan KKN kita akan sosialisasikan tentang UMKM semisal disini ada produk, nanti kita akan angkat, untuk dipublish biar orang-orang tau di desa ini ada produknya apa,” kata dia, Senin (7/8/2023).

Dia menjelaskan, di hari keempat saat ini pihaknya melakukan konfirmasi sekaligus observasi dan bersosialisasi kepada kepala dusun, Ketua RW 4, Ketua Posyandu, pengurus Yayasan Ponpes Ashabul Aziziyah, serta warga sekitar.

Setelah itu kata dia, setelah Dzuhur melaksanakan les dengan anak-anak sekitar posko KKN yang disambung Ashar pengajian anak-anak di RT 02 hingga menjelang Magrib.

“Intinya kita ke masyarakat pengabdian pendidikannya mengajar, terus pengajian juga terhadap anak- anak. Karena, kita melihat disini banyak sekolah dasar maupun SMP dan masyarakatnya juga sangat welcome ke kitanya juga,” bebernya.

Dia berharap, dengan tujuan membangun desa yang mana berkolaborasi dengan masyarakat dapat bermanfaat bagi warga.

“Dalam kegiatan selama satu bulan penuh ini mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk warga. Bisa berguna apa yang telah diajarkan ilmunya oleh kita bisa dimanfaatkan dan dikembangkan,” pungkasnya.

** Andres

Rekonstruksi Polisi Tembak Polisi Dilakukan Tertutup

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Polisi menggelar rekonstruksi tertutup kasus polisi tembak polisi dengan korban Bripda Ignatius yang terjadi di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Namun rekonstruksi tersebut disampaikan kuasa hukumnya Jelani Kristo ingin dilakukan dengan terbuka.

Jelani menyebut, rekonstruksi bisa dilakukan secara terbuka agar semua yang terjadi sebenarnya bisa terungkap. “Harapan saya rekonstruksi ini bisa terbuka jangan ada yang ditutup-tutupi, karena kasus ini dikawal oleh seluruh masyarakat Dayak,” terang Jaelani kepada wartawan, Senin (7/8/33).

Dirinya menghadiri rekonstruksi itu tak sendiri. Pengacara dari lembaga bantuan hukum Mandau Borneo Keadilan itu datang bersama orang tua korban.

“Kedatangan kami bersama orang tua korban dan tim pengacara untuk menghadiri rekonstruksi kasus ini,” jelasnya.

Terpisah, orang tua Ignasius, Inosensia Antonia Tarigas menginginkan hal yang serupa agar tidak ada lagi korban lain seperti anaknya.

“Jangan ada yang ditutup tutupi, keadilan harus ditegakan untuk anak kami, jangan sampai ada korban lainnya. Untuk prosesnya saya serahkan sepenuhnya pada pengacara kami,” jelas Antonia sambil mengusap air mata. 

** Nay Nur’ain