31.3 C
Bogor
Friday, October 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 520

PT Tirta Investama AQUA Luncurkan Program SUN Untuk Pelaku UMKM

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja. Berdasarkan data kementrian  jumlah UMKM pada 2022 ada 8,71 juta unit usaha.

Berdasarkan sebarannya, jumlah yang paling banyak berada di Provinsi Jabar, yaitu sebesar 1.494.723 unit. Namun, dalam perkembangan nya UMKM menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya ialah masih rendah nya tingkat pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Seperti keterampilan dalam pemasaran secara digital, masalah legalitas usaha dan sertifikasi.

Hal tersebut pun banyak dialami oleh para pelaku UMKM wilayah Gunung Putri. Hal tersebut mengetuk PT Tirta Investama AQUA yang juga memiliki program pendampingan  legalitas bagi para pelaku UMKM di Desa Cicadas yang diberi nama SUN (senyum untuk negeri).

Wina sebagai pendamping SUN mengatakan, bahwa kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini untuk memberikan pendampingan legalitas bagi para pelaku UMKM.

” Mulai dari NIB, Halal, HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dan Review prodak, yang kita paparkan melalui 4 pemateri Semesco Indonesia yang dibawah naungan Kementrian koperasi,” ucap Wina kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/10).

Wina yang juga legalitas program PT Tirta Investama mengatakan, hanya sebagain kecil pelaku UMKM di Desa Cicadas yang memiliki legalitas.

” Hanya beberapa yang memiliki legalitas, entah itu dibuat oleh siapa dan akhirnya mereka kadang lupa. Lupa akun, lupa Passwordnya. Dan mereka beranggapan yang penting punya, akan tapi enggak tahu manfaatnya,” jelas Winda.

Dalam kesempatan ini juga, sambung Wina, kami menjelaskan tentang kemasan, branding dan pendaftaran merk, serta pengelolaan keuangan dan pendampingan proses pendaftaran sertifikasi halal.

Sementara, Kepala Desa Cicadas, Dian Hermawan berharap dengan ada nya pendampingan legalitas dari program PT. Tirta Investama dapat memberikan wawasan bagi para pelaku UMKM di Desa Cicadas khususnya.

“Dengan adanya pendampingan legalitas para pelaku UMKM di Desa Cicadas, diharapkan menjadikan pelaku UMKM yang cerdas, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor bidang usaha UMKM,” katanya.

** Nay Nur’ain

Kapolsek Cileungsi Sambangi Warga Gandoang, Ini Pesannya

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Kapolsek Cileungsi  AKP Yohannes Redhoi Sigiro, bersama Bhabinkamtibmas Aipda Haerudin  melaksanakan  sambang Desa Binaan di lingkungan Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, untuk bersinergi dengan warga dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Kamis (12/10).

Kapolsek Cileungsi Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro menyampaikan, melalui kegiatan sambang Bhabinkatibmas Desa Binaan dengan warga ini diharapkan dapat terjalin kemitraan antara Bhabinkatibmas Polsek Cileungsi  dengan masyarakat, bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polsek Cileungsi.

“ Partisipasi semua pihak dalam menjaga kondusifitas kamtibmas sangat terasa manfaatnya, sehingga kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cileungsi tetap kondusif,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Dengan melakukan pola pendekatan yang persuasif kepada masyarakat, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengharapkan hal ini dapat menjadi kunci dalam pemeliharaan kamtibmas yang berkesinambungan.

“ Kegiatan  ini pun merupakan salah satu kegiatan rutin Bhabinkamtibmas dalam upaya terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tandasnya.

Dikesempatan lain Kasi Humas Polres Bogor  IPTU Desi Triana, SH menyampaikan apabila warga masyarakat ada yang menemukan hal – hal yang mengganggu kamtibmas dan menemukan tindakan kriminalitas lainnya dan adanya perekrutan tenaga kerja ilegal dengan menjanjikan gaji besar akan tetapi tidak resmi payung hukumnya masuk dalam tindak pidana perdagangan orang TPPO segera adukan laporkan ke Call Center (021) 110. Operator melayani 24 jam aduan serta laporan masyarakat ataupun nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 5577, dan akan ditindak lanjuti, baik dari Polsek terdekat maupun Polres Bogor.

** Nay Nur’ain

Gulamut Jogja Semakin Mendunia

0

Kulonprogo | Jurnal Bogor
Inovasi Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) Sumber Rejeki Kulonprogo, DIY, yang menghadirkan Gulamut, alias Gula Semut, mampu menarik perhatian.

Keunggulan serta potensi Gulamut dikupas habis dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 237 yang digelar BPPSDMP di P4S Sumber Rejeki, Kamis (12/10/2023).

BOC adalah salah satu program penyebaran informasi mengenai dunia pertanian yang hadir secara rutin setiap minggu dengan topik bahasan yang menarik dan menambah wawasan.

BOC merupakan program interaktif yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam upaya menunjukan dunia pertanian itu menguntungkan, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun menggeluti usaha pertanian.

Pada edisi volume 237, BOC mengambil tema Gulamut (Gula Semut) Jogja Semakin Mendunia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang membuka secara daring, mengaku antusias dengan adanya BOC edisi kali ini, yang mengangkat potensi gula semut, yang ada di Kulonprogo.

“Potensi gula di Indonesia sangat luar biasa, sayang kalo tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gula termasuk komoditas penting yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sumber gula itu sendiri yang utama berasal dari tebu dari aren dan juga dari kelapa. Satu sama lain saling melengkapi,” jelas Dedi.

“Potensi mengembangkan gula semut di indonesia sangat terbuka. Mengapa? Karena gula semut berasal dari kelapa, kita hitung Indonesia negara kepulauan dengan garis pantai yang terbentang luas, dan garis pantai itu didominasi dengan pohonan kelapa, membuat jenis gula ini sangat potensial untuk menarik keuntungan dan sumber devisa ekspor,” tambahnya.

Menurut Dedi, lahan gula semut punya potensi ekonomi yang luar biasa, sehat dan menyehatkan. Dengan pengolahan lebih lanjut pasti bisa menjadi penghasil devisa ekspor.

“Olahan gula cair, padat, serbuk seperti gula semut, memilki kualitas gizi yang keren dengan kadar glikemik yang rendah sehingga lebih sehat cocok untuk yang sedang diet dan rasanya pun enak,” ujar Dedi.

Keberadaan Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) sendiri penting sebagai pusat pembelajaran bagi petani yang harus dapat menghadirkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan sektor pertanian.

P4S Sumber Rejeki yang berlokasi di Penggung RT 70, RW 21, Hargorejo, Kokap, Kabupaten Kulonprogo DIY, merupakan P4S Binaan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara yang merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)

Sebagai informasi, P4S Sumber Rejeki merupakan salah satu objek yang dikunjungi dalam rangkaian kunjungan kerja Kepala BPPSDMP di akhir September 2023.

Dalam kesempatan itu, Ketua P4S Sumber Rejeki, Dinar Astuti, sekaligus pemilik produk ADANA Gula Semut, menjelaskan proses dan varian produk gula semut yang diolahnya bersama P4S.

Dinar termotivasi untuk terus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan dari gula semut yang dipadukan dengan kearifan lokal sehingga menjadi suatu model bisnis yang menjanjikan.

** bbpmkp

Lagi, Ada Pembuang Bayi di Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Warga Kampung Parungdengdek, Gunung Putri, Kabupaten Bogor dikejutkan dengan ditemukannya sesosok bayi pada Rabu, 11 Oktober 2023.

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan oleh warga sekitar, dan diperkirakan baru saja dilahirkan karena masih adanya tali pusar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan membawa bayi tersebut ke klinik terdekat untuk dilakukan penanganan secara medis.

Pihak Kepolisian Polsek Gunung Putri Polres Bogor yang mendatangi lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat, mengatakan bahwa saat ini bayi sudah diserahkan ke Dinas Sosial yang sebelumnya dirujuk ke Puskesmas Gunung Putri untuk dilakukan perawatan oleh dokter di Puskesmas Gunung Putri.

“ Terkait pelaku pembuang bayi tersebut saat ini sedang kami lakukan pendalaman, beberapa orang saksi sudah kita mintai keterangan,” jelas Kompol Bayu, Kamis (12/10/23).

Sementara, Aminah (45) salah satu warga sekitar mengatakan, dia mengetahui ada temuan bayi dari tetangganya, yang saat ingin mengambil air mendengar suara tangisan bayi. Kemudian dia mencari sumber suara dan ditemukan buntelan kain yang isinya bayi lengkap dengan tali pusar.

“ Masih ada tali pusarnya, pas itu dia teriak ada orok, ada orok,” kata Aminah sambil memperagakan.

“ Gak lama dari terikan itu, semua warga keluar, dan tau-tau ramai ada polisi, mungkin ada yang manggil. Terus bayinya langsung dibawa, katanya mau diperiksa ke Puskesmas,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

PASI Kabupaten Bogor Siap Sukseskan Kejurnas Atletik PPLP 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua PASI Kabupaten Bogor, Al Gusri sangat bangga Kabupaten Bogor diberikan kepercayaan jadi tuan rumah Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023.

Kejurnas Atletik PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 akan dilakukan di Lintasan Atletik Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 23-28 Oktober 2023.

Al Gusri berharap dengan adanya event Kejurnas Atletik yang jadi Kalender Kemenpora ini akan berdampak pada atmosfir olahraga Atketik di Kabupaten Bogor.

Dalam Kejurnas kali ini, kata Al Gusri, ia berharap para atlet PPOPM yang juga sebagai atlet PASI Kabupaten Bogor bisa menunjukan prestasi terbaik dan bisa meraih medali emas.

” Saya bersama jajaran pengurus PASI Kabupaten Bogor siap mendukung dan mensukseskan event Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023,” tegas Al Gusri, Kamis, 12 Oktober 2023.

Bahkan, kata Al Gusri, para atlet Atletik PPOPM Kabupaten Bogor ini nantinya harus menjadi kerangka tim Atletik Kabupaten Bogor pada pelaksanaan Porprov Jabar 2026 mendatang.

Ia mengaku sangat optimis pada perhelatan Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO 2023 ini para atlet asal Kabupaten Bogor akan mampu menunjukan prestasi terbaiknya.

** asep syahmid

Siswa MI Negeri 1 Bogor Antusias Ikuti ANBK 2023

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 1 Bogor yang terletak di Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor menggelar gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2023.

Puluhan siswa-siswi terdiri dari kelas 5 itu terlihat cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka didampingi proktor, teknisi, dan guru pengawas dalam kegiatan itu pelajar masih banyak belum terbiasa menggunakan komputer.

“Mereka biasanya di handphone jadi masih banyak bertanya. Jadi dalam gladi ini juga untuk melatih anak itu supaya tidak mengalami kendala atau kesulitan saat pelaksanaan nanti,” kata ketua pelaksana Subhan Jaeni, Kamis (12/10/2023).

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih menggunakan laptop swadaya milik para guru-guru. “Karena kita lab belum punya. Sehingga swadaya dari komputer guru dan sebagian milik sekolah,” jelasnya.

Pelaksanaan gladi ANBK tersebut  selama dua hari. Sementara dalam kegiatan itu dibagi menjadi dua sesi dan pada setiap sesi diikuti oleh 15 siswa.

Dia berharap, kegiatan gladi ANBK ini dapat berjalan dengan lancar, meskipun pihaknya terus memantau semua komponen dan perangkat penunjang untuk pelaksanaan. Selain itu juga memberikan pelatihan kepada siswa secara bertahap.

“Saya berharap siswa bisa belajar membaca dengan lebih maju terhadap apa yang disajikan dalam soal ujian,” pungkasnya.

** Andres

Pemdes Banjarwangi Tuntaskan Betonisasi Jalan Desa

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa (Pemdes) Banjarwangi, Ciawi, Kabupaten Bogor, akhirnya menyelesaikan pembangunan betonisasi akses jalan utama warga Kampung Cibolang yang berlokasi di RW 01. Pembangunan jalan yang bersumber anggaran bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2023 sebesar Rp614 juta lebih itu, bisa membangun sepanjang 701 meter dengan lebar 4,5 meter dan tinggi beton 15 centimeter.

Kepala Desa (Kades) Banjarwangi, Supratno Prasetyo menjelaskan, untuk pelaksanaan pembangunan lanjutan betonisasi jalan ini hanya menyisakan sepanjang 150 meter. Sebab, pada tahap awal diterimanya anggaran Bankeu sebanyak 60 persen, sepanjang kurang lebih 551 meter jalan desa yang masuk ke dua wilayah yakni RW 01 dan 02 sudah selesai dibangun.

“Makanya begitu Bankeu tahap ke dua sudah diterima, langsung dialokasikan untuk menuntaskan betonisasi jalan desa sepanjang 150 meter yang ada di wilayah RW 01 ini,” kata Pras panggilan akrab Kades Banjarwangi saat dikonfirmasi Jurnal Bogor di lokasi pembangun betonisasi beberapa hari lalu.

Kades yang memiliki keahlian di bidang usaha pariwisata itu pun mengaku, ada penambahan volume panjang dalam pelaksanaan pembangunan betonisasi tahap dua ini. Dimana sisa pembangunan yang hanya menyisakan panjang 150 meter, pada kenyataannya dibangunkan sepanjang 170 meter.

“Jadi saya lebihkan panjang betonisasi 20 meter sesuai dengan keinginan masyarakat,” paparnya.

Pras mengatakan, keberadaan jalan yang dibangun tahun ini, merupakan akses utama warga beraktivitas, baik warga di RW 01, 02, 04, 05 maupun 06. Bahkan, jalan tersebut bukan hanya sebagai akses warga Banjarwangi saja, tapi menjadi jalan lintasan warga luar.

“Karena jalan ini bisa tembus ke Desa Banjarsari dan Telukpinang, jadi sering dilintasi warga desa lain,” ucapnya.

Pras mengungkapkan, setelah dibangunnya jalan desa ini, tinggal tiga ruas jalan lagi di wilayah Banjarwangi yang kondisi nya harus segera diperbaiki. Dengan begitu, pihaknya sangat berharap agar program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang berganti menjadi Bankeu ini, terus digulirkan Pemkab Bogor sebagai program pembangunan infrastruktur desa.

“Kalau program Samisade terus ada, target saya tahun 2024 nanti kondisi infrastruktur jalan desa di wilayah Banjarwangi, tidak ada lagi yang rusak dan semua ruas jalan kondisinya bagus,” ujarnya.

Setelah dibangunnya akses utama warga beraktivitas tersebut, harapan Kades Banjarwangi bisa membawa dampak yang signifikan terhadap masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian. Terlebih, mata pencaharian warga selama ini lebih dominan ke sektor pertanian.

“Warga kami banyak yang menjadi petani, makanya ketika kondisi infrastruktur jalan bagus dan bisa diakses kendaraan roda empat, sudah pasti akan mengurangi biaya transportasi warga saat panen. Kalau biaya atau kos untuk transportasi lebih kecil, pastinya akan menambah penghasilan warga,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi pembangunan, warga Banjarwangi terlihat sangat antusias membangun jalan dengan memperhatikan kualitas.

“Kami sebagai warga tidak mau pembangunan jalan ini asal dan akhirnya cepat rusak. Bagaimana juga jalan ini kita yang menikmati, jadi harus benar-benar bagus dalam pembangunannya,” tukas Rohman, warga Kampung Cibolang.

** Dede Suhendar

DPRD Desak PLN Perbaiki Tiang Listrik Miring di Pasirgintung

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kondisi  tiang listrik yang sudah lama miring mengarah ke rumah warga di Kampung Pasirgintung Bawah RT 02 RW 04 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor disorot Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin. Wakil rakyat ini meminta pihak PLN segera melakukan perbaikan.

Anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini merespons keluhan masyarakat akibat tiang listrik berukuran besar yang sudah lama miring meresahkan warga.

“Ini merupakan keluhan masyarakat tentu aspirasinya harus kami sampaikan,” ujar Yuyud Wahyudin saat dihubungi Jurnal Bogor, Kamis (12/10).

Masalah tiang listrik miring kata dia, sebenarnya bisa  disampaikan melalui kepala desa atau kecamatan kemudian ditindaklanjuti ke petugas PLN. Akan tetapi PLN lambat merespons hingga warga berkali-kali menyampaikan sehingga dia perlu memfasilitasi agar segera ada perbaikan.

“Warga menyampaikan ke DPRD agar memfasilitasi percepatan perbaikan. Maka itu kami minta PLN kiranya dapat segera memperbaiki sebelum terjadi yang tidak diinginkan,” pintanya.

Yuyud Wahyudin menjelaskan bahwa perusahaan Badan Usaha Milik Negara didefinisikan luas sekali salah satunya, ketika masyarakat yang merupakan konsumen itu terancam akibat tiang listrik miring serta dianggap membahayakan, maka PLN  harus merespons dan segera memperbaikinya .

“PLN berkewajiban memperbaiki tiang listrik yang miring itu,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan tiang listrik berukuran besar dengan ketinggian sekitar 20 meter itu sudah lama mengalami kemiringan yang mengarah ke pemilik rumah bernama Halimi (57).

Halimi menyebut sejak diusulkan perbaikan ke petugas PLN, tiang listrik miring itu hanya dicek dan disurvei petugas PLN saja tanpa ada kejelasan perbaikan.

“PLN datang cuman ngecek  atau survei doang. Belum ada kejelasan, kapan PLN  perbaiki tiang listrik yang miring itu,” keluh Halimi.

Halimi yang merupakan mantan ketua RW 04 membeberkan, tiang listrik miring yang mengarah ke rumahnya hanya berjarak 2 meter, begitu juga jarak tiang listrik ke bibir tebing dengan jarak yang sama.

** Arip Ekon

PPK Proyek Jalan Dipindah, IMW Pertanyakan Keputusan Bupati Bogor

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Dipindahkannya Ade Muhammad Sa’ban yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II ke Kecamatan Megamendung, pada saat dilakukannya mutasi dan rotasi oleh Bupati Bogor, Iwan Setiawan pada Jumat (5/10) lalu, mendapat perhatian dari lembaga sosial masyarakat (LSM).

Sekretaris Bogor Raya LSM Indonesia Moralitty Watch (IMW), Ahmad Rifai Sogiri mempertanyakan keputusan Bupati Bogor yang melakukan rotasi Ade. Sebab, Kasubag Program dan Keuangan Kecamatan Megamendung sekarang itu, sebelum dipindah tugaskan merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk kegiatan proyek pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2023 yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi dan Caringin.

 “Pak Ade itu Kasubag TU UPT kepanjangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor. Dan tahun ini diberikan tanggungjawab penuh sebagai PPK,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Menurut Rifai, Bupati Iwan Setiawan seharusnya menunda dulu pemindahannya sampai selesainya semua kegiatan proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini dibawah tanggungjawab Ade selaku PPK.

 “Apalagi di tahun ini terdapat sebanyak 16 paket proyek di UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II. Kondisinya juga masih tahap pelaksanaan pengerjaan oleh pihak ketiga,” ujarnya.

Rifai menjelaskan, dalam Perpres nomor 16 tahun 2018, yang dimaksud dengan PPK adalah, pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Salah satu tugas PPK sendiri, menetapkan rencana pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, sehingga PPK merupakan pihak yang sangat penting untuk menentukan suksesnya kegiatan pengadaan barang dan jasa.

Salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi untuk diangkat sebagai PPK lanjutnya, memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang dan jasa pemerintah yang diterbitkan oleh LKPP. Bahkan, seorang ASN tidak bisa diangkat sebagai PPK jika belum memiliki sertifikat ahli pengadaan barang dan jasa tingkat dasar.

“Sertifikat ahli pengadaan barang dan jasa tingkat dasar, merupakan tanda bukti pengakuan dari pemerintah atas kompetensi di bidang pengadaan tersebut,” papar Rifai.

Disamping itu, sambungnya, sebagai syarat manajerial seorang PPK, minimal harus berpendidikan S1 (Strata 1) dengan bidang ilmu sesuai tuntutan pekerjaan serta memiliki pengalaman dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa minimal dua tahun.

Kompetensi seorang PPK, tidak hanya dinilai dengan memiliki sertifikat ahli pengadaan barang dan jasa tingkat dasar serta terpenuhinya syarat manajerial. Tetapi, kata Rifai, kompetensi yang sesungguhnya itu ketika seorang PPK mampu melaksanakan tugas pokok maupun kewenangannya berdasarkan prinsip pengadaan barang dan jasa, disertakan dengan bukti sertifikat kompetensi yang merupakan Critical Success Factor (CSF) dalam kinerja pelaksanaan dan pengendalian pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Karena tugas yang sangat berat tersebut, untuk diangkat mejadi seorang PPK harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki integritas, memiliki disiplin tinggi, memiliki tanggung jawab dan kualifikasi teknis serta manajerial untuk melaksanakan tugas, mampu mengambil keputusan, bertindak tegas dan memiliki keteladanan dalam sikap perilaku serta tidak pernah terlibat Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), menandatangani fakta integritas dan tidak menjabat sebagai Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPTSPM) atau bendahara.

 “Yang saya takutkan, jika terjadi masalah dalam pelaksanaan proyek hingga masuk ke ranah hukum, PPK yang baru apakah mau bertanggungjawab, kan belum tentu. Makanya bupati harus berpikir sampai ke arah sana,” tegas Rifai.

Sementara, Kasubag TU UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Jamilah mengaku tidak mengetahui siapa yang akan menjadi PPK untuk mengantikan pejabat sebelumnya.

 “Untuk masalah PPK, saya tidak tahu. Sekarang saya fokus saja sama pekerjaan yang ada di kantor,” jelasnya.

Jamilah yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag TU di UPT Infrastruktur Irigasi dan Pengairan Wilayah III itu pun menyadari apabila dirinya tidak bisa menjadi PPK. Karena, belum memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang dan jasa pemerintah yang diterbitkan oleh LKPP.

 “Sertifikat keahlian itulah salah satunya syarat untuk bisa menjadi PPK,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Pabrik AQUA Cianjur Produksi Air Minum Dalam Kemasan Sehat Berkualitas dari Sumber Air Pegunungan yang Murni dan Terlindungi 

0

Cianjur | Jurnal Bogor
Berbincang santai di siang hari yang cukup panas di rumah H Iwan Tudi Hermawan, SH – seorang tokoh masyarakat dan Ketua Bumdesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur — terasa menyegarkan saat disuguhi sebotol AQUA kemasan botol 330 ml.

“AQUA adalah air minum dalam kemasan yang higienis dan berkualitas tinggi. Kami sekeluarga selalu mengkonsumsi AQUA baik di rumah maupun dalam perjalanan. Kami selalu yakin bahwa produk AQUA bermanfaat untuk kesehatan kami sekeluarga,” jelas H Iwan Tudi Hermawan yang juga adalah anggota Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia).

H Iwan Tudi Hermawan menambahkan bahwa AQUA menjalankan kontrol ketat terhadap semua aspek produksi.

“Mulai dari pemilihan sumber air terbaik yang terletak di dalam dan menyatu dengan Pabrik AQUA Cianjur, pengelolaan bahan baku, hingga pengemasannya berlangsung dengan sangat baik.”

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Hj Teni Hernawati, “Rasa AQUA yang sehat menyegarkan membuat saya dan keluarga selalu mengkonsumsi AQUA. Saya yakin AQUA adalah produk air minum yang berkualitas.”

AQUA mulai berproduksi di Cianjur sejak 2011 dan selama lebih dari satu dekade terus menghasilkan air minum dalam kemasan berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan hidrasi sehat konsumen di Jawa Barat dan sekitarnya.

“Produk AQUA hasil Pabrik AQUA Cianjur adalah produk air minum dalam kemasan yang sehat dan berkualitas tinggi,” ungkap Kepala Pabrik AQUA Cianjur Asep Mawan Ruswandi.

“Untuk menghasilkan air minum dalam kemasan berkualitas tinggi itu Pabrik AQUA Cianjur menerapkan konsep ramah lingkungan di semua aspek operasional pabrik, baik di dalam maupun di sekitar pabrik, yang menitikberatkan pada efektivitas dan efisiensi produksi dengan fokus pada upaya penghematan air dan energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga daur ulang limbah. Dari situlah dihasilkan produk air minum dalam kemasan yang selalu terjaga kemurniannya, sehat dan berkualitas yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat luas,” papar Asep Ruswandi lebih jauh.

“Kualitas produk AQUA dimulai dari pemanfaatan air yang berasal dari sumber air terbaik yang terlindungi yang ada di dalam Pabrik AQUA Cianjur, diproses secara higienis, dan sekaligus tetap melindungi mineral-mineral alami yang terkandung dalam air. Dari situlah dihasilkan produk AQUA yang higienis, berkualitas, mengandung mineral alami yang seimbang, dan siap dikonsumsi secara aman oleh masyarakat luas,” tambah Asep.

Namun Pabrik AQUA Cianjur tidak hanya sibuk menjalakan kegiatan operasional bisnis semata. Pabrik AQUA Cianjur gencar menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan untuk menjaga kualitas dan keseimbangan kuantitas air, bekerjasama dengan berbagai pihak dan berbasis masyarakat.

“Perlindungan sumber daya air yang dijalankan Pabrik AQUA Cianjur bertujuan untuk menjamin ketersediaan air, kemurnian dan kualitas sumber air, serta menjaga kelestarian sumber daya air,“ jelas Asep Ruwandi.

“Air yang dimanfaatkan AQUA selalu diuji dan dipantau, baik dari kualitas maupun volumenya, sehingga kualitas air dan keseimbangan alam tetap terjaga. Air adalah sumber daya yang terbarukan. Oleh karena itu kami perlu menjaga keseimbangan di dalam siklus air, yaitu antara proses pengambilan dan pengisian air Kembali,” tambah Asep.

Berbagai upaya telah dilakukan Pabrik AQUA Cianjur untuk menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan, termasuk melakukan upaya-upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

“Sejak 2017 Pabrik AQUA Cianjur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, melalui penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di Kecamatan Gekbrong dan Warungkondang,” kata Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Hj Teni Hernawati.

“Kami juga bekerjasama dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten, yaitu berupa pemberian edukasi, pelatihan, dan pemberian makanan tambahan kepada kelompok masyarakat yang rentan terahdap stunting,” tambah Hj Teni Hernawati.

“Tak mengherankan Pabrik AQUA Cianjur selalu memperoleh penghargaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur atas kepedulian Pabrik AQUA Cianjur terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.”

Keberadaan Pabrik AQUA Cianjur memang memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Hal itu diungkapkan oleh H Iwan Tudi Hermawan.

“Keberadaan AQUA Cianjur membawa manfaat untuk masyarakat Gekbrong dan Kabupaten Cianjur pada umumnya, yaitu berupa perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.”

“Pabrik AQUA juga ikut membantu perbaikan jalan di Kecamatan Gekbrong. Pokoknya hubungan Pabrik AQUA Cianjur dengan masyarakat sekitar sudah terjalin dengan sangat baik,” tambah H Iwan Hermawan.

Pabrik AQUA Cianjur bertekad terus meningkatkan kinerja produksi dan prestasi dalam menghadirkan berbagai produk berkualitas, sekaligus bersama berbagai pihak terkait terus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pelaksanaan program-program tanggung jawab sosial lingkungan.

Tentu saja dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadikan upaya pelestarian sumber daya air akan semakin berkembang dan memberi manfaat untuk masyarakat luas.

“Kami yakin melalui kolaborasi multipihak, kita akan mampu melestarikan sumber daya air dan menjalankan berbagai kegiatan sosial lingkungan dengan baik di kabupaten Cianjur,” pungkas Senior External Relations Manager Danone-AQUA di Jawa Barat Murtijo.

** yev/rls-cc