24.1 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 519

4 Kasepuhan di Malasari Masih Eksis Jaga Kearifan Lokal

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Tradisi kebudayaan di wilayah Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor sudah menjadi kearifan lokal setempat dan begitu melekat.

Sebanyak 4 kesepuhan di wilayah desa perbatasan dengan Sukabumi ini masih eksis. Setiap tahunnya para kesepuhan di masing-masing kampung yang ada di Desa Malasari melakukan tradisi upacara adat Seren Taun.

Sekretaris Desa Malasari Uchu menjelaskan, sekarang ini pelaksanaan Seren Taun dilaksanakan oleh kesepuhan Abah Kasa Kampung Kopo dan Milangkala ke-9 Padepokan Buana Raksa Budaya.

Uchu mengatakan, kegiatan tersebut digelar selama tiga hari yang mana pada Senin sekitar pukul 08.00 Wib melaksanakan ziarah makam para kasepuhan atau para leluhur.

Dilanjutkan pada Selasa, acara ngadiukeun oleh kasepuhan, ngariung nadar, pada malam hari digelar tausiah serta tablig akbar.

Dalam kegiatan puncak tersebut kata Uchu, turut dihadiri dari berbagai elemen masyarakat dan Muspika yang diwakili Kapolsek Nanggung, Komunitas Iket Tatar Pakuan Bogor (Kitapak) dan pimpinan Pondok Pesantren Ashabul Aziziah.

Jadi kata dia, di Desa Malasari ada empat kasepuhan diantaranya di Kampung Garung yang saat ini juga melaksanakan Seren Taun dan Kampung Simagrib.

Uchu yang juga merupakan pimpinan padepokan mengartikan dengan tajuk ‘Nu Herang Hese diteang , NU ngalenggang teu datang-datang. NU badag nyeplos nu alus nyangsang’ tersebut.

“Maksud dalam tema tersebut adalah, sudah susah cari orang atau manusia bersih, mencari rohmat Alloh tidak datang-datang yang akhirnya lalakon ayak-ayak beas. Yang bagus hati dan pemikiran selamat dan yang kasar hati dan pemikirannya tidak selamat,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/08/2023).

Dia berharap, tradisi tersebut dapat terjaga dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. “Kita berharap adat istiadat ini tetap terjaga dan mendapat dukungan dari berbagai pihak,” pungkasnya.

** Andres

Katar Limusnunggal Ultimatum PT Rusli Vinilon

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pengurus Karang Taruna Desa Limusnunggal masih memberikan waktu kepada pihak manajemen Rusli Vinilon untuk mempelajari draft tuntutan dari karang taruna dan masyarakat kepada perusahaan. Meski sudah melewati batas kesepakatan awal, namun pihak karang taruna masih memberikan waktu hingga pekan ini.

Jika tuntutan tersebut tidak diakomodir maka pengurus karang taruna dan komponen masyarakat lainnya akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar di depan PT Rusli Vinilon.

“Sebenarnya pekan kemarin seharusnya sudah ada jawaban. Namun pihak perusahaan masih meminta waktu untuk mempelajari draft ajuan dari kami. Jadi kami masih berikan waktu hingga Jumat pekan ini. Kalau tidak ada realisasi kami akan kembali menggelar unjuk rasa yang lebih besar,” kata Ketua Katar Desa Limusnunggal Andi Supandi kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/8/2023).

Menurut dia, tuntutan yang disampaikan karang taruna dan warga sekitar merupakan sesuatu yang umum dan biasa dilakukan oleh perusahaan terhadap lingkungan. Seperti penyerapan tenaga kerja dari lingkungan dan tangungjawab sosial perusahaan terhadap lingkungan (CSR).

“Tuntutan yang kami sampaikan saya pikir masih sangat biasa dan umum dilakukan antara perusahaan dan lingkungan,” ujar Andi.

Andi mengatakan, selama ini perusahaan kurang kooperatif terkait keinginan lingkungan terkait penyerapan tenaga kerja. Padahal banyak warga di Desa Limusnunggal membutuhkan pekerjaan.

“Dari sisi CSR juga kami meminta agar perusahaan menyalurkan CSR kepada lingkungan sekitar bukan ke daerah yang jauh dari perusahaan. Karena bagaimana pun, warga sekitar merupakan lingkungan yang merasakan dampak dari keberadaan perusahaan,” tukasnya.

Andi mengatakan, selama ini pengurus karang taruna dan warga lingkungan sudah dangat fleksibel. Namun hal itu, tidak membuat pihak manajemen perusahaan sadar akan kewajiban terhadap lingkungan. Oleh karena itu, karang taruna dan warga lingkungan menggelar aksi agar pihak perusahaan mengerti keinginan warga sekitar.

“Bila kesepakatan tidak ada titik temu pada hari Jumat nanti kita akan melakukan aksi lebih besar dan akan berkoordinasi dengan karang taruna kecamatan bahkan kabupaten,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Bayi 4 Bulan di Siram Air Panas, Begini Kondisinya

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Warga di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dibuat heboh dengan adanya dugaan seorang ibu yang tega menyiram bayinya dengan air panas hingga harus dilarikan ke rumah sakit pada Jumat lalu.

Seorang bayi yang baru berumur 4 bulan itu mengalami luka serius. Diduga telah disiram air panas oleh ibu kandungnya sendiri. Kondisi bayi saat ini sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi.

Wakil Direktur (Wadir) RSUD Cileungsi Desriza. A mengatakan, kondisi bayi malang tersebut setelah mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih lima hari di rawat di RSUD Cileungsi, dan perkembangannya sudah berangsur membaik.

“Pihak tim dokter RSUD Cileungsi  sudah melakukan operasi pada jaringan kulit mati pada bayi, lantaran kondisi luka pada bagian perut bayi yang mengalami luka siraman air panas cukup serius. Sudah dipastikan bisa pulang dari rumah sakit besok,” ucap Desriza. A kepada wartawan, Rabu (9/8/2023).

Sementara itu Aditya Rahman yang merupakan ayah dari bayi tersebut mengaku saat itu memang benar adanya ancaman dari sang istri, yang akan menyiram anaknya.

“Kondisi saat itu diduga istri saya sedang banyak permasalahan dan dalam tekanan, sehingga emosi dan melampiaskannya kepada anak,” cetusnya.

Dugaan kasus penyiraman air panas yang dilakukan sang ibu kandung, kini belum ada perkembangan dari pihak kepolisian, lantaran ibu bayi masih mendampingi, dan harus menyusui bayi.

Kasusnya masih dalam penanganan unit PPA Polres Bogor, dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan.

** Nay Nur’ain

PKB Deklarasikan Cak Imin di Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Deklarasi Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon presiden (capres) dikabarkan bakal digelar di Gor Jonggol, Kabupaten Bogor pada Kamis, 10 Agustus.

Kader PKB sekaligus Ketua Yayasan YNS sekaligus Calon Legislatif DPR RI Dapil Kabupaten Bogor, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief (YNS) mengatakan bahwa deklarasi ini diperkirakan bakal dihadiri 20 ribu orang. Dalam kegiatan ini, YNS akan mendeklarasikan keberadaannya dengan tajuk ‘Deklarasi YNS Ngarojong Gus Muhaiminin Iskandar.’

“Jadi dengan deklarasi ini kami mengirim sinyal khusus atau mengirim pesan khusus dari koalisi PKB bahwa sudah saatnya PKB move on,” kata Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief kepada wartawan, Rabu (9/8/2023).

Menurutnya, selama ini PKB selalu menjadi follower atau bagian koalisi apapun untuk ikut berperan serta. Jika saat ini Cak Imin masih hanya menjadi koalisi follower, kata Yusinta, maka terlalu murah untuk PKB.

“Jadi tawaran hari ini dengan adanya nanti deklarasi ini dihadiri 20 ribu orang di Gor Jonggol ini harapan kami PKB ini bukan cuman hanya berdiri di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujar Yusinta.

Dia mengatakan bahwa PKB membuktikan eksistensinya bahwa salah satu ujung penilaian terbesar kemenangan Jawa itu ada di Bogor dengan catatan secara demografi jumlah DPT (daftar pemilih tetap) terbanyak di Jawa Barat.

“Jadi dengan deklarasi ini, kami sebagai salah satu gerbong atau barisan Gus Muhaimain Iskandar pengen bahwa koalisi mana pun itu tawaran kepada Gus Muhaimin itu bukan hanya sebagai follower, terlalu murah kalau sebagai follower, minimal ya cawapres, itu satu hal mutlak yang harusnya ditawarkan kepada seorang Gus Muhaimin,” katanya.

Kegiatan tersebut, kata Yusinta, akan dihadiri oleh kader militan YNS sekitar 20 Ribu orang, perkumpulan PPNI Kabupaten Bogor, Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor, BBRP dan perkumpulan tokoh masyarakat se-Kabupaten Bogor.

Perwakilan dua kyai dan ulama dari setiap kecamatan dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor bakal ikut meramaikan dan tentunya Cak Imin sendiri dan petinggi PKB juga bakal hadir dalam deklarasi di Jonggol.

** Taufik/Nay

Perbaikan Jalan Cileungsi Ditargetkan Rampung Agustus

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginisiasi program Jamu (Jalan Mulus) sejak 2019 lalu. Total, terdapat 69 paket pengerjaan perbaikan jalan provinsi yang dilakukan oleh Pemprov Jabar melalui program tersebut.

Kabid Pemeliharaan dan Pembangunan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar, Iwan Suwanagiri, menyebut dari 69 paket pekerjaan hanya tinggal satu lagi paket pekerjaan yang belum rampung diselesaikan, yakni ruas jalan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, dengan panjang sekitar 1 kilometer.

Adapun sejauh ini, sudah 762,85 kilometer jalan di Jabar yang diperbaiki. Menurut Iwan, perbaikan jalan tersebut akan rampung pada Agustus 2023 atau jelang masa jabatan Ridwan Kamil selaku Gubernur Jabar habis.

“Hanya tersisa satu lokasi di Cileungsi (Kabupaten Bogor),” ungkap Iwan, Rabu (9/8/2023).

Data terkini, ruas jalan provinsi yang membentang sepanjang 2.362 kilometer tingkat kemantapannya mencapai angka 82,79 persen. Selain ruas jalan provinsi, ruas jalan nasional di Jabar pun dinilainya menunjukkan progres yang baik. Dari total 1.782 kilometer jalan nasional, tingkat kemantapan jalan mencapai angka 97,64 persen.

“Jalan provinsi memiliki panjang 2.362,183 kilometer, kemantapan jalannya sampai 2022 sekitar 82,79 persen,” ujar dia.

Sementara, jalan kabupaten dan kota panjangnya sekitar 24.302 kilometer. Dari angka itu, tingkat kemantapan jalan berada di angka 80,96 persen. Diharapkan, jalan di Jabar dapat semuanya mulus sebab kondisi jalan akan menentukan mobilitas warga bahkan menurunkan biaya perjalanan.

“Secara tidak langsung akan menghemat. Kalau diakumulasikan akan menurunkan biaya,” ucap dia.

Rencana perbaikan ini pun direspons positif oleh salahsatu warga Cileungsi, Yuyung yang berharap perbaikan ruas jalan Cileungsi dapat segera dirampungkan.

“Banyak titik jalan yang rusak, seperti di depan Pasar Cileungsi juga beberapa titik di sepanjang Jalan Raya Narogong yang dapat membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.

** Taufik / Nay

Pasien Tertahan, Bukan Peraturan RSUD Leuwiliang Tapi dari BPJS

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Pengurusan kepulangan pasien di RSUD Leuwiliang sempat mengalami kesalahpahaman, dimana  Kepala Desa Kalong I Yenih Yeyen yang mendampingi warganya sempat tertahan kepulangannya karena adanya kebijakan BPJS yang diterapkan di RSUD Leuwiliang.

Kejadian bermula pada saat keluarga salah satu warga Desa Kalong I yang sakit dan sedang rawat inap di RSUD Leuwiliang tengah mengurus kepulangan pasien.

“Setelah dilakukan pengecekan BPJS oleh petugas RSUD Lewuliang, rupanya pasien memiliki iuran tertunggak,” ujar Kepala Bagian Keuangan RSUD Leuwiliang Anang Sujana melalui keterangannya yang diterima Jurnal Bogor, Rabu (9/8/2023). 

Anang Sujana menyayangkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, jika mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2020 pasal 42 ayat 3b untuk mempertahankan status kepesertaan aktif atau untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan BPJS, peserta BPJS wajib melunasi sisa iuran bulan tertunggak.

“Setelah membayar iuran tertunggak dan kami input, diketahui pasien yang merupakan warga bu Kades Yeyen memiliki kewajiban membayar denda kepada BPJS, karena sebelumnya memiliki iuran tertunggak,” tutur Anang.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2020 pasal 42 ayat 5 dan 6, dimana pasien yang memiliki iuran tertunggak wajib membayar denda kepada BPJS untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap tingkat lanjut.

“Jadi perlu dipahami oleh semua masyarakat bahwa denda yang ada setelah membayar iuran tetunggak saat akan atau sedang melakukan pelayanan rawat inap itu peraturan dari BPJS, bukan peraturan RSUD Leuwiliang,” imbuhnya.

Menurut Anang, apa yang dilakukan petugas RSUD Leuwiliang tidak lain hanya menjalankan prosedur dan aturan yang berlaku, bukan menghalang-halngi pasien untuk pulang.

“Kami sangat paham dan tahu betul, ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian dari ibu Yeyen kepada warganya,” terang Anang.

Anang kembali menegaskan, bahwa denda yang dimaksud yang wajib dibayar pasien itu merupakan peraturan dari BPJS, bukan peraturan RSUD Leuwiliang.

Anang menambahkan, kesalah pahaman ini sudah selesai dan telah dilakukan mediasi antara pihak RSUD Leuwiliang dengan Kades Yeyen juga pasiennya.

“Alhamdulillah, setelah kami duduk bareng dan memberikan penjelasan kepada ibu Kades Yeyen, akhirnya baik pasien maupun ibu Yeyen pun akhirnya paham dan kesalahpahaman ini pun berakhir damai dan saling memaafkan,” tandasnya.

** Asep S.Sayyev

Perpustakaan Moderen Kota Bogor

0

Oleh:

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si *)

Jurnalinspirasi.co.id – Oh ya bu Dr Sri Buchori, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat, setelah beliau bu Sri melihat gambar saya menyerahkan prosiding Seminar Kepahlawanan KH Sholeh Iskandar, salah seorang pendiri ICMI Orwil Khusus Bogor dan Ketua Penasehatnya 1991-1992 kepada bpk Rudy Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor,  yang saya posting di beberapa WAG pada Selasa 8 Agustus 2023. Ibu Dr.Sri, sahabat dan mitra diskusiku di Wankar ICMI, pun merespon singkat dan bertanya. “Perpustakaannya isinya buku tentang apa saja pak AA?”

Saya pun menjawab bahwa Kota Bogor sejak setahun lalu, berkat kepemimpinan kaum muda yang visioner dan energik Dr Bima Arya, bukan saja ruang terbuka dan taman-taman kota yang rapi, indah dan nyaman, tempat berekreasi. Akan tetapi Kota Bogor sekarang sudah memiliki sebuah Perpustakaan Modern, beralamat di jln Kapten Muslihat Bogor, bekas gedung DPRD Kota Bogor lama, telah berubah fungsi menjadi Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor.

Gedung perpustakaan tersebut begitu indah dengan artistektur warisan kolonial, Buitenzorg, dengan fasilitas, tersedia beberapa arena dan ruang-ruang baca, gallery, digital library, ada ruang pojok Pahlawan Nasional Suryo Tirto Adi tokoh wartawan nasional perintis koran perjuangan Bumi Putra dll bagus untuk sarana edukasi dan literasi generasi muda, serta terdapat ruang seminar dengan audiovisual yang baik sekali, dengan deretan kursi berarsitek dan gaya balkon.

Kini perpustakaannya sedang dan terus berbenah, terutama melengkapi sarana perbukuan, jurnal ilmiah, prosiding seminar, dokumen ilmiah dan arsip kesejarahan yang bernuasa literasi dan edukasi.

Di perpustakaan gambar-gambar para Pemimpin Nasional seperti bpk Ir.Soekarno, Drs.Muh.Hatta, sang Proklamator dll, termasuk gambar para Wali Kota Bogor sejak era pra kemerdekaan, era kolonial Hindia Belanda hingga sekarang era reformasi ada gambar Diani Budiarto dan Bima Arya Sugiarto. Ada juga sejumlah display gambar-gambar flora dan fauna Indonesia, serta sketsa aneka budaya masyarakat Indonesia dengan aneka etnis, hidup berdampingan rukun dan damai.

Dilihat dari catatan kaki pada display-display (banner) tersebut, tampak bahwa sebagian dokumen tersebut sumbernya berasal dari Perpustakaan Universitas Leyden Belanda.

Jujur perpustakaan ini sungguh menarik, pelayanan ramah, mudah menelusuri literasi berbasis digital, dan sangat layak untuk dikunjungi dalam upaya membuka wawasan kesejarahan dan khazanah keilmuan, yang kian berkembang, serta tersedia mushola yang bersih tempat ibadah sholat, yang terpisah pria dan wanita.

ICMI Orwilsus Bogor, Sabtu 22 Juli 2023 yang lalu telah menyelenggarakan Seminar “Membedah Pemikiran KH Sholeh Iskandar Ulama Patriotisme Dalam Pembangunan Menuju Pahlawan Nasional”. ICMI Bogor bekerjasama dengan Pemkot Bogor cq TP2PG Kota Bogor dan Yayasan Hanjuang Bodas yang dipimpin Akang Rd.Ace Sumanta, SIP.SH Tokoh Budayawan Sunda, sekaligus juga beliau Wakil Ketua MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, bertindak selaku Ketua OC Seminar dan bertindak Sekretaris OC Seminar add Audhillah Azizy SP,M.Si (Sekum MPW ICMI Orwil Khusus Bogor) selaku moderator seminar yang dihadiri tokoh masyarakat dan para guru sejarah SMP se-Kota Bogor.

Ada 5 narasumber seminar yaitu (1) Dr.H.Arief Rachman Badrudin, MM (Sekretaris TP2GD Kota Bogor/Ketua ICMI Orsat Bogor Barat Kota) dengan topik “Peran dan fungsi Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD)”.

Pembicara kedua saya Dr.Ir.H.Apendi.Arsyad.MSi (Akademisi Universitas Djuanda Bogor, peneliti Bogor Dayeuh Ulama) temanya “Mengupas Profil KH Sholeh Iskandar Sebagai Ulama intelek”, pembicara ketiga Rd.Ace Sumanta (Budayawan, Ketua YBHB) dengan tema “Mengupas Perjalanan Perjuangan KH.Sholeh Iskandar Sebagai Pahlawan Sejati”, dan pembicara terakhir, kelima Auhadillah Azizy S.Pi, M.Si (Sekum ICMI Orwilsus Bogor) dengan tema “Menggali Nilai-Nilai Perjuangan dan Kepahlawanan Ulama Patriot KH Sholeh Iskandar”. Diskusi dan presentasi materi seminar dipimpin Dr.Warcito SP.MM (Wakil Ketua ICMI Orwil Khusus Bogor, Dosen IPB University) selaku moderator.

Hasil seminar inilah yang saya sampaikan kepada bapak Kadis Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor, untuk diarsipkan dan harapannya menjadi bahan bacaan untuk meningkat budaya literasi dan edukasi bagi para pengunjung dan pengguna jasa Perpustakaan Moderen Kota Bogor tersebut, terutama kalangan generasi muda agar mengerti sejarah bangsa.

Mereka yang memberikan keynote speaker dalam acara Seminar, Sabtu yang lalu, Rektor UIKA Bogor, yakni sahabat saya Prof.Dr.H.Endin Mujahidin.MSi, beliau menjelaskan jasa-jasa dan ketokohan Ajengan KH Sholeh Iskandar, pendiri UIKA Bogor.

Sedangkan sambutan atas nama Wali Kota Bogor adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, dan bpk Rudy Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor selaku tuan rumahnya tempat seminar, menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan seminar pemikiran kepahlawanan Ajengan KH Sholeh Iskandar.

Saya mengajak, kapan-kapan ibu Dr.Sri Buchori dkk dari MPP ICMI, bisa berjalan-jalan di Kota Bogor, jika ingin berwisata sains dan kuliner ke Kota Bogor jangan lupa sempatkan mampir ke Perpustakaan Moderen Kota Bogor, yang baru selesai dibangun di era kepemimpinan Wali Kota Bogor, kang Bima Arya.

Apabila berekreasi ke daerah Bogor, jangan lupa pula membawa anggota keluarga: anak-anak dan cucu-cucu, mereka pasti betah berlama-lama di arena perpustakaan, menelusuri literatur yang beragam macam, sebab ruangnya pun aman dan sangat nyaman ber-AC. Di ruang perpustakaan terdengar hiburan lagu-lagu dengan musik intrumen dengan suara yang sayup-sayup.

Di sekitar gedung perpustakaan tersedia berjejeran resto dan warung-warung kuliner dengan aneka menu masakan yang enak dan lezat, dan bisa bersantai di Alun-alun Taman Kota Bogor yang cantik dan tertata rapi dengan aneka bunga dan tumbuhan, tersedia WC yang terjaga kebersihannya, ada pula masjid Agung yang luas tempat beribadah yang baru renovasi, pasar Anyar tempat belanja aneka barang dan pusat busana, serta sarana transportasi Stasion KRL juga sangatlah dekat, mudah diakses dengan berjalan kaki, tidak begitu jauh dari gedung perpustakaan tersebut.

Semoga narasi informasi ini, bermanfaat bagi para pembaca bagaimana kondisi teranyar mengenai Kota Bogor sekarang. Hatur nuhun bu Dr Sri…sehat, berbahagia selalu, dan tetap bersemangat untuk menebar kebaikan..Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi kehidupan kita, Aamiin. Syukron barakallah. Wassalam

====✅✅✅

*) Pendiri dan Kawanhat ICMI Bgr, Pendiri dan Dosen Senior.Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial.

Hadits Hari Ini

0

Bani Israil

Sahih al-Bukhori:3147

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

لَوْلاَ بَنُو إِسْرَائِيلَ لَمْ يَخْنَزْ اللَّحْمُ، وَلَوْلاَ حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ.

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Nabi saw bersabda:

Seandainya bukan karena Bani Isra’il tentu daging tidak akan membusuk, dan seandainya bukan karena Hawa tentu wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya.

Pesan :

  1. Dikisahkan bahwa Bani Israil menyimpan daging al-Salwa, padahal mereka telah dilarang melakukan hal tersebut, karena itu mereka dihukum dengan membusuknya daging tersebut.

  2. Pengkhianatan yang dilakukan Hawa, istri Nabi Adam bukanlah pengkhianatan yang berupa perselingkuhan, namun pengkhianatan disini adalah kisah Hawa yang membujuk Nabi Adam untuk memakan buah dari pohon yang telah dilarang oleh Allah, karena sebelumnya Hawa sendiri berhasil terlena dengan godaan Iblis yang menyesatkan.

Sungai Cileungsi Kembali Dicemari Limbah

0

Deni Tantang Pemerintah Ambil Sikap 

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Lagi-lagi soal pencemaran limbah pada bantaran Sungai Cileungsi yang mengakibatkan ribuan ikan mati mendadak. Ulah pengusaha yang seolah dibuat sengaja ini membuat warga sekitar geram, selain tidak adanya tindakan tegas dari aparat setempat, sanksi tegas pun seakan tidak pernah diberikan oleh oknum pengusaha yang dengan sengaja membuang limbahnya ke sungai.

Seperti hal yang disampaikan oleh salah satu warga Cileungsi, Deni (45), dirinya merasa terganggu dengan seringnya oknum pengusaha yang membuang limbah ke Sungai Cileungsi. Karena ulah dari mereka bukan hanya bau menyengat yang menggangu melainkan ratusan bahkan ribuan ikan di Sungai mati mendadak

“Saya warga RW 38 Bumi Mutiara, Desa Bojongkulur yang berada persis di sebelah Sungai Cileungsi merasa terganggu akibat pencemaran sungai oleh pabrik-pabrik yang buang limbah,” Keluh Deni kepada Jurnal Bogor, Selasa (8/8).

Deni menyebut, pabrik-pabrik tersebut sudah sering ditinjau dan ditegur, baik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat maupun dari Kementrian Lingkungan Hidup. Tapi sepertinya tidak membuat mereka jera sebelum ijin operasional dicabut.

“Harus izin operasionalnya yang dicabut, karena mereka menganggap sepele dengan teguran yang sebatas teguran saja. Yang kami alami, teguran yang diberikan hanya sebatas sanksi administrasi dan sanksi denda, sedangkan pencemaran yang mereka lakukan tidak sebanding dengan denda yang diberikan untuk pemulihan lingkungan,” cetusnya.

“ JIka dibiarkan seperti ini terus, bukan tidak mungkin ekosistem yang ada di Sungai Cileungsi ini akan punah dan bahkan musnah. Mungkin mereka tidak membutuhkan ikan yang hidup di sungai, tapi warga yang butuh itu untuk makan sehari-hari sudah tidak bisa lagi mencari ikan disungai,” tambahnya.

Deni berharap pemerintah benar-benar serius menangani persoalan ini yang bisa dibilang sudah menjadi langganan. “ Masa iya persoalan berlarut seperti ini dibiar kan terus, setiap petugas turun cuma ngambil sampel dan sampel air, tapi tindakan nya tidak dilakukan, kami lelah,” imbuhnya.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni menyetujui adanya sanksi tegas berupa pencabutan izin operasional untuk perusahaan yang membuang limbah betul-betul dilakukan. Walaupun nantinya akan berbenturan dengan nasib karyawan yang ada, dirinya menyebut hal itu hanya menajdi akal-akalan saja bagi pengusaha dengan mengatasnamakan nasib karyawan.

“ Jika pemerintah berani ambil langkah itu, saya yakin pengusaha pun akan berpikir. Selama ini mereka kan hanya menggunakan bahasa nasib karyawan untuk lepas dari jerat pencabutan operasional, tapi mereka tidak mengubah apa yang sudah mereka perbuat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

100 Orang Remaja Bogor Timur Selesai Ikuti Pelatihan Kerja

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor menutup kegiatan program  pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja skema komputer dasar, advance, dan pengelasan yang sudah berjalan selama 2 bulan ini. Sebanyak 100 orang peserta pelatihan kerja yang berasal dari 7 kecamatan di wilayah Bogor Timur hadir dalam acara tersebut.

Program pelatihan kerja ini merupakan aspirasi dari Anggota DPRD Achmad Fathoni yang sudah mengucurkan anggaran aspirasinya sebesar Rp1 miliar. Untuk meningkatkan kapasitas keahlian kepada pemuda dan pemudi yang ada di wilayah dapilnya, dengan harapan mereka siap untuk bersaing dengan perkembangan teknologi saat ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Zainal Azhari mengatakan untuk tahap 1 ini Pemkab Bogor sudah melakukan pelatihan kerja sebanyak 500 orang, dan pelatihan tersebut disebar di beberapa wilayah guna mendekatkan jarak antara peserta dengan lokasi kegiatan pelatihan.

“ Untuk saat ini di wilayah Kabupaten Bogor, sesuai dengan data BPS jumlah pengangguran yang ada saat ini ada sekitar 12%, dan untuk tahun ini data terbarunya adalah 10%. Dimana artinya, Kabupaten Bogor sudah berusaha menekan angka pengangguran diwilayah,” ungkap mantan Camat Sukamakmur tersebut kepada Jurnal Bogor, Selasa (8/8).

Target kami saat ini, sambung Zainal, untuk peserta yang ikut kegiatan pelatihan ialah 1000 orang yang masih dalam usia produktif. Mengingat, di Kabupaten Bogor terjadi ketimpangan antara jumlah lulusan dan ketersediaan lapangan kerja, hingga setiap tahunnya jumlah pengangguran di usia produktif itu selalu bertambah.

“Itulah sebabnya, tadi saya menghimbau agar mereka yang masih berusia produktif untuk pandai-padai melihat peluang usaha. Jangan hanya berpikir untuk bekerja disebuah perusahaan saja, tapi berpikirlah untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” tandasnya.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni mengucapkan selamat kepada para peserta yang sudah selesai dalam  melaksanakan kegiatan pelatihan kerja. Fathoni berharap, kedapannya generasi muda ini bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, paling tidak mereka mampu bersaing dengan dunia luar jika ditanya soal keahlian.

“ Memang kelamahan kita itu setelah kegiatan pelatihan ini belum ada lagi tindak lanjutnya, idealnya memang mereka setelah pelatihan kerja untuk meningkatkan keahlian, itu langsung diberikan pembinaan kewirausahaan. Sehingga mereka pun bisa meraba dunia usaha itu seperti apa,” cetusnya.

“ Oleh karena itu, saya berharap ada anggaran tambahan untuk mereka agar nantinya mereka yang benar-benar berkeinginan untuk membuka usaha bisa terwujud. Namun tetap, harus dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni,” tambah politisi PKS.

** Nay Nur’ain