23.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 521

Elly Yasin Resmikan Sumur Bor dari Anggaran Aspirasinya, Ini Ucapan dari H.Nemi

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Anggota DPR RI Elly Rachmat Yasin meresmikan bantuan sumur bor melalui anggaran aspirasinya di Desa Bendungan, Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (7/8/23). Hadir dalam kegiatan peresmian tersebut, Camat Jonggol Andri Rahman, Junaidi Syamsudin, dan kepala desa se-Kecamatan Jonggol.

Kepala Desa Bendungan H.Nemi Nuraeni mengatakan kebutuhan sumur bor di Desa Bendungan memang masih sangat banyak karena masih ada di beberapa kampung yang belum memilik sumur sendiri.

“Banyak faktor yang membuat warga tidak bisa dan belum bisa membuat sumur sendiri, selain dari keuangan, juga ada beberapa titik lokasi yang memang  sulit untuk mendapatan air. Hingga solusi yang harus dilakukan adalah membuat SAB untuk bersama,” ungkap H.Nemi kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, dalam kondisi sudah memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, sudah bisa dipastikan beberapa titik lokasi kampung mengalami kekeringan. Dan sangat diharapkan dengan adanya sumur bor yang kedalaman bisa membuat ketersediaan air aman. Sehingga, walaupun musim kemarau warga tidak akan kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“ Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Elly Yasin yang sudah menganggarkan dana aspirasinya untuk pembuatan sumur bor di Desa Bendungan. Semoga kedepannya bisa menurunkan anggaran aspirasinya untuk kegiatan-kegiatan yang lain lagi, mengingat desa kami ini masih sangat butuh perhatian dari banyak sisi,” cetusnya.

Sementara Camat Jonggol Andri Rahman mengucapkan terimakasih kepada Elly Yasin sebagai Anggota DPR RI yang sudah mengucurkan anggarannya untuk beberapa desa di Kecamatan Jonggol. Memang, sambung Andri, untuk saat ini kondisi Kecamatan Jonggol sudah ada beberapa titik yang mengalami kekeringan.

“Untuk hari ini peresmian sumur bor yang langsung diresmikan oleh Ibu Elly Yasin itu di Desa Bendungan dan Desa Singajaya. Kondisi saat ini memang beberapa desa sudah ada yang kekurangan air bersih, semoga dengan adanya sumur bor ini bisa membantu warga untuk kebutuhan air bersihnya,” kata Andri.

Andri menghimbau kepada seluruh masyarakat Jonggol agar menghemat penggunaan air, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau, dan harus berupaya untuk menghemat penggunaan air jangan nunggu kering dulu baru menghemat.

“ Hemat air dan pastikan punya wadah besar untuk menampung air, kita belajar dari pengalaman tahun lalu, dimana kita dilanda musim kering lebih dari setengah tahun. Dan saya berharap, kepada desa yang sudah mendapatkan bantuan agar merawat bantuan tersebut sehingga bisa awet untuk selalu digunakan oleh warga,”pungkasnya.

** Nay Nuráin

Ratusan Anak Yatim Gembira Diajak Pemdes Cibatok 1 Berenang di The Jungle

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor

Sebanyak 167 anak yatim piatu diajak berenang di wahana air The Jungle oleh Pemerintah Desa Cibatok 1, Cibungbulang, Kabupaten Bogor untuk berbagai kebahagiaan dalam rangka bulan Muharram. Anak-anak tersebut terlihat gembira bermain air.

Anak-anak yatim diberikan santunan

Kepala Desa Cibatok 1, Cecep Haerudin menjelaskan, selain memberikan santunan kepada anak yatim piatu dengan mengajak bermain sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya.

Selain mengenalkan anak-anak yatim piatu pada olahraga renang, kegiatan ini untuk membentuk karakter dan metal anak sebagai generasi masa depan bangsa.

“Ada 167 anak yatim piatu yang ikut ke The Jungle. Selain diajak bermain wahana air, mereka juga diberikan satunan, ” ujar pria yang biasa disapa Are kepada wartawan, Senin (7/8/2023).

Ia mengungkapkan ketika melihat anak yatim berenang di wahana air dengan tersenyum lebar, menjadi kebahagiaan tersendiri. Terlebih,  anak yatim piatu merupakan tanggung jawab bersama dan sekarang ini masih bulan Muharram yang merupakan lebaran bagi anak yatim piatu.

“Intinya, Pemdes Cibatok 1 ingin berbagi kebahagiaan dengan anak yatim piatu,” ungkapnya.

Sementara seorang anak yatim Wilda (10) mengaku senang bisa ikut bermain di wahana air karena selama ini belum pernah berenang di Jungle.

“Saya sangat senang bisa berenang dengan teman-teman lainnya. Terima kasih Pemdes Cibatok 1 sudah diajak berenang gratis,” tukasnya.

** Arip Ekon

PPNS Line Milik Satpol PP Kabupaten Bogor di Tower BTS Dayeuh “Dicopot”

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Garis PPNS line yang melingkari tower BTS yang berada di Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, dicopot oleh orang yang tidak dikenal. Pasalnya, garis PPNS Line produk Satpol PP tersebut sudah menghiasi tower BTS selama 1 bulan lebih.

Salah satu warga sekitar, Agil mengaku sampai saat ini masih keberatan dengan keberadaan tower BTS yang persis ada di belakang rumahnya tersebut. Mengingat, orang tuanya yang dimintai surat persetujuan lingkungan tidak mengerti dan tidak mengetahui apa fungsi tower tersebut.

“Walaupun tingkat kemungkinan rubuhnya itu kecil, dan ada pertanggungjawaban dari pihak PT Gihon, tapi tetap saja membuat kami khawatir dengan keberadaanya yang persis ada di belakang rumah saya,” ungkap Agil kepada Jurnal Bogor, Senin (7/8/23).

Agil menyebut, untuk garis PPNS line sendiri dirinya tidak mengetahui persis siapa yang melepas garis kuning tersebut. Padahal saat pihak Satpol PP datang dan melakukan pemasangan garis sudah diingatkan, siapapun yang mencopot akan dilaporkan.

“Terhitung dari Satpol PP datang memasang garis kuning itu sampai saat ini hampir 2 bulan, katanya pihak perusahaan sedang mengurus izin. Tapi apapun itu, saya tetap akan keberatan akan keberadaan tower ini yang persis ada di belakang rumah saya,”cetusnya.

“ Dan siapa yang sudah melakukan pencopotan garis kuning itu, saya juga tidak tahu. Tau-tau sudah gak ada gitu aja,”tambahnya.

Sementara Kabid Penindakan dan Perundang-undangan, Wawan mengatakan belum mengetahui adanya informasi pelepasan garis PPNS line yang sudah dipasang oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Saya coba tanyakan kepada Kasie Penindakan, saat ini saya sedang diklat, “singkatnya.

** Nay Nuráin

Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Cair yang Baik dan Benar?

0

Oleh:
Cahya Fadilah
(Pegiat Lingkungan Jonggol)

jurnalinspirasi.co.id – Meningkatnya kegiatan industri sekarang ini tentu menghasilkan dampak negatif yakni limbah sebagai hasil sampingan dari kegiatan industri tersebut.   Limbah merupakan hal yang tidak terlepaskan dari suatu industri, baik industri besar maupun industri kecil. Efek dari limbah yang dihasilkan itu tentu bisa mengganggu keseimbangan lingkungan.

Salah satu limbah yang dihasilkan suatu industri dapat berupa limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan oleh suatu industri harus diolah dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan tidak melewati batas baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi pencemaran terhadap lingkungan.

PT. Hijau Lestari Prakarsa Utama sebagai perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 siap membantu dalam mengelola limbah yang dihasilkan oleh perusahaan anda serta siap berkontribusi dalam melestarikan lingkungan hidup.

Pengelolaan limbah cair dilakukan untuk menghilangkan polutan yang ada dalam air limbah tersebut, atau dengan menguraikan polutan yang ada didalam air limbah sehingga hilang sifat-sifat dari polutan tersebut. Ada beberapa cara pengolahan limbah cair yang dapat dilakukan di industri yaitu:

1.Secara fisika, dengan memisahkan material-material pengotor yang kasat mata serta berukuran cukup besar dengan menggunakan penyaringan atau perlakuan fisik, seperti: sedimentasi, floatasi, absorbsi, screening, dll.

2.Secara kimia, dengan penambahan bahan kimia untuk mengendapkan / memisahkan / menghilangkan zat-zat polutan dalam limbah cair, seperti: koagulasi, flokulasi, oksidasi, penukar ion, degradasi, ozonisasi, dll.

3.Secara biologi, dengan menggunakan biota atau mikroba untuk menguraikan zat-zat pencemar didalam limbah cair. Prosesnya meliputi aerobik, anaerobik, fakultatif, dll.

Karakteristik limbah cair yang dihasilkan sangat menentukan metode dan tahapan pengolahan limbah cair yang diperlukan. Pengolahan limbah cair secara umum, ada 8 tahap proses dalam pengolahan limbah cair industri, yaitu meliputi:

1.Pemisahan sampah berukuran besar
2.Pemisahan batu kecil atau pasir
3.Primary clarifier
4.Aeration
5.Secondary clarifier
6.Chlorination (disinfection)
7.Water analysis and testing
8.Effluent disposal

Akan tetapi, tentu saja tidak seluruh tahapan harus dilalui. Tahapan yang diperlukan akan sangat tergantung dari karakteristik limbah cair yang akan diolah.

Sebelum membuang limbah cair yang telah diolah ke badan air atau untuk penggunaan internal, sebaiknya industri harus memastikan bahwa limbah cair yang dibuang telah aman bagi lingkungan dengan cara melakukan pengujian laboratorium.

Pengujian sampel tersebut bisa dilakukan di laboratorium internal maupun laboratorium eksternal yang telah terakreditasi. Hasil pengujian yang dikeluarkan sebaiknya dibandingkan dengan baku mutu sesuai peraturan perundangan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh pemerintah dan yang masih berlaku.

Referensi:
http://bbkk.kemenperin.go.id/page/bacaartikel.php?id=eU3YJpVUfHOH2TRZcW3POF5OTx-UfuvlPdN2-lEPIT0
https://www.prosesproduksi.com/mengenal-8-tahapan-proses-dalam-pengolahan-limbah-cair-industri
https://blog.ub.ac.id/yusriadiblog/2012/06/29/pengolahan-limbah-cair-lengkap/
https://www.kompas.com/sains/read/2022/01/19/093100923/begini-proses-pengolahan-limbah-cair-secara-fisika

Anies-AHY Terima Curhatan Warga Bandung

0

Bandung | Jurnal Bogor

Partai Demokrat terpanggil dan bertekad untuk melakukan perubahan besar agar rakyat Indonesia kembali mendapatkan keadilan, kesejahteraan, kebebasan, dan kedamaian di masa depan.

Salahseorang warga menyampaikan curhatan

“Oleh karena itu, hari ini kita hadir di Gedung Sabuga, untuk melaksanakan Dialog Rakyat. Dengan harapan, agar kita bisa saling mendengar dan mencari solusi terbaik,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Minggu (6/8/2023).

Kepada ribuan warga Bandung yang memadati Gedung Sabuga, AHY juga memperkenalkan Bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan yang ikut menghadiri acara dialog. Selain para kader, dialog ini dihadiri pula oleh komunitas petani, nelayan, pekerja honorer, perawat, dan pelaku UMKM.

“Tujuan kita sama, yakni memperjuangkan perubahan dan perbaikan, untuk Indonesia yang lebih baik. Ada pihak yang khawatir dengan perubahan, seolah-olah akan mengganti total. Tentu ini tidak benar. Hakikat perubahan adalah apa yang sudah baik, kita apresiasi dan lanjutkan. Yang belum baik, kita evaluasi dan perbaiki,” AHY menjelaskan.

AHY kemudian menyampaikan kembali 14 Agenda Perubahan dan Perbaikan yang ditawarkan Demokrat tawarkan. Insya Allah, 14 agenda perubahan ini akan menjadi solusi bagi kita semua,” jelasnya.

Sementara dalam pidato politiknya, Anies Baswedan menjelaskan bahwa sektor kesehatan yang seharusnya primer dan menjadi hak semua masyarakat belum bisa dinikmati seluruhnya.

“Betapa banyak warga kita yang datang ke rumah sakit bukannya jadi sembuh malah jadi miskin. Dalam hal ini, saya meyakini perubahan di 2024 harus segera dimulai. Sebab, kesehatan adalah hak mendasar.

Anies dan AHY disambut antusias warga

Yang diperlukan datang ke rumah sakit menjadi sembuh bukan pulang menjadi miskin. PR-PR inilah yang kita ingin bereskan bersama-sama,” kata Anies.

Senada dengan Anies, AHY juga sempat menyoroti isu ini. Menurutnya, BPJS Kesehatan yang selama ini menjadi andalan belum sempurna.

“Layanan BPJS harus diperbaiki, jangan biarkan pasien mengantre berjam-jam di rumah sakit. Yang menyedihkan, seolah masyarakat kurang mampu tidak boleh sakit di negeri kita. Banyak pasien BPJS yang dipaksa keluar dari rumah sakit setelah tiga hari dirawat padahal belum sembuh,” jelas AHY.

Dari masyarakat, AHY dan Anies mendengarkan curhatan dari anak-anak muda yang mengeluhkan tentang lapangan pekerjaan, komunitas petani yang menginginkan revitalisasi di bidang pertanian, dan juga kaum perempuan yang meminta perlindungan.

AHY saat datang ke lokasi acara bersama Anies, menggunakan kendaraan VW Safari berwarna coklat krem. Keduanya disambut antusiasme warga Bandung dan sekitarnya.

Tampak hadir Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendum DPP Partai Demokrat Renville Antonio, Wasekjen Agust Jovan Latuconsina, Kepala BPOKK Herman Khaeron, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto, Anggota DPR RI Agung Budi Santoso dan Dede Yusuf.

** yev

Pak AM: Tokoh Cendekiawan Muslim Indonesia yang Multidimensi Plus

0

Oleh:
Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si *)

jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Entah mengapa, sore hari Sabtu itu tergerak hati saya untuk membuka hp, setelah pulang dari Seminar “Bogor Dayeuh Ulama” bertempat di kampus Universitas Pakuan Bogor, dimana saya salah seorang pemakalahnya, makalah saya judulnya “Kembalikan Bogor Sebagai Dayeuh Ulama”.

Setiba di rumah, istirahat sejenak, saya membuka hp, ternyata ada WA japri dari bapak Prof Dr.Ir.H Ahmad Muchlis Saefuddin (AMS), sosok cendekiawan muslim, pemikir produktif dengan karya intelektual bereputasi nasional dan internasional.

Beliau yang kita kenal panggilan akrab sehari-harinya adalah pak AM, memiliki karya buku-buku yang cukup banyak, menjadi referensi yang menginspirasi, mencerahkan dan menggerakan serta memberikan arah perubahan sosial dan kebudayaan masyarakat, menuju masyarakat madani (civilization society).

Subhanallah, saya merasa senang dan berbahagia menerima pesan singkat dari seseorang yang selama ini  menjadi guru dan mentor kehidupanku, barang tentu juga pak AM seorang tokoh panutanku.

Pak AM sejak saya menjadi mahasiswa IPB tahun 1980, dan menjadi pengurus dan aktivis HMI Cabang Bogor adalah mentorku. Dalam berbagai kegiatan training pengkaderan HMI, dan setelah menjadi alumni HMI, saya aktif di KAHMI, kami sering berinteraksi dalam berbagai event, karena beliau salah seorang mantan Ketum HMI Cabang Bogor pada thn 1964-1965 yang dekat dan mau berbagi ilmu dengan adik-adiknya di organisasi HMI dan KAHMI, seperti saya.

Jadi, pak AM motivator, inspirator dan guru sang pencerah bagi saya dalam hal keilmuan berbasis Al Quran dan Assunnah Muhammad SAW. Saya sering hadir dalam forum ilmiah-kerohanian Islam, dimana pak AM sebagai narasumbernya.

Saya sering juga mengundang pak AM di forum-forum diskusi yang saya pimpin baik di organisasi ekstrauniverditer sepeti HMI, grup diskusi mahasiswa Forum Latihan dan Pengembangan Muslim Intelektual (FOLAPMI) Bogor, dan organisasi intrauniversiter sepeti Senat Mahasiswa Faferikan IPB, UKM BKI IPB dll, dimana saya salah seorang pengurus intinya.

Sabtu .sore itu, saya menerima isi pesan japri dari pak AM, sepertinya bersifat “tembusan”, saya kutip berbunyi utuh sbb: “Slm Yuddy, apa khabar Ji? Hrp kontak tokoh Dr.Ir.Apendi.Arsyad.MSi, salah seorang pendiri Univ.Juanda minta pengantar buku.”Jihad Intelektual”. AM, Tribute u pak.AM memasuki usia 83 thn. Ini no hp beliau 081293542, ok ?.

Pesan ini dishare oleh beliau  Sabtu sore tgl 29 Juli 2023 sekitar pkl 14.55 wib sebagaimana tercatat di hpku. Kemudian, saya dengan sigapnya membalas sbb: “Alhamdulillah, siap bantu bapak Prof.Dr.AM Saefuddin guruku dan panutanku..Semoga bpk dan kelg sehat-sehat saja. Maaf saya belum.sempat bersilaturrahmi ke rumah. Wass.AA”

Semenjak menerima WA japri pak AM, mulai terpikirkan siapa itu Yuddy, dan bagaimana caranya mengakses seseorang yang bernama Yuddy, yang disebut pak AM itu?. Jujur saya berkata, pak atau mas Yuddy, betul-betul seseorang yang belum saya kenal.

Berikutnya saya pun berpikir tentang isi konten buku yang akan terbit dalam rangka milad ke 83 pak AM, tgl 8 Agustus 2023, sebentar lagi datang waktunya. Judul bukunya sangat menarik dan cukup menantang, yaitu “Jihad Intelektual pak AM”.

Barang tentu saya beranggapan bahwa draf buku itu pasti sudah ada ditangan bpk.Yuddy sebagai penulis dan atau editor bukunya. Kendala yang saya katakan.tadi, saya belum kenal dan belum pernah bertemu dengan bpk atau mas Yuddy, orang yang disebut namanya oleh pak AM di WA japrinya itu, no kontaknya pun saya tak tahu. Walaupun demikian, saya tetap berharap suatu saat bisa berkomunikasi dengan namanya Yuddy.

Sambil menunggu bisa kontak dengan pak Yuddy, saya pun mulai mencari sejumlah buku-buku karangan pak AM di perpustakaan pribadiku di rumah. Saya memiliki sejumlah buku karangan pak AM, dari pertemuan-pertemuan diskusi dan seminar terdahulu dengan beliau. Termasuk jika saya bertamu dan. ersilaturrahmi ke rumahnya, pulangnya saya sering dihadiahi buku anyar karangannya.

Alhamdulillah, ternyata  beberapa hari kemudian, Allah SWT mempertemukan saya dengan mas Drs.Yuddy Ardhi secara kebetulan, Jumat 2 Agustus 2023 di suatu kegiatan FGD “Menatap Visi dan Misi Indonesia Emas 2045 dan Penyusunan RPJMN tahun 2025-2045, yang dilaksanakan ICMI Pusat kerjasama FEM IPB Universitas, bertempat di ruang Dekanat FEM IPB.

Beliau mas Yuddy berperan sebagai salah seorang narasumber FGD hibrit (off-online) pada sesion pertama pagi Jumatnya, sedangkan saya bertugas sebagai moderator FGD sesion kedua pada siang harinya. 

Bertemu dan bertegur sapanya kami, juga sangat kebetulan, disaat ngobrol membahas tema diskusi.  Saya mengapresiasi pemikiran mas Yuddy soal pendidikan generasi millenial etc. Akhirnya kami saling mengenal, dan kemudian memperbincangkan isi pesan WA japri pak AM dengan serius.

Setelah itu saya kirim WA japri pak AM, yg isinya sbb: “Ass ww Pak.AMS. Alhamdullillah, saya tadi kebetulan ketemu mas Yuddy di acara FGD ICMI di kampus IPB Darmaga Bogor, wass.AA”

Kemudian beberapa hari setelah pesanku itu, Kamis pkl 14.55 wib pak.AM, membalasnya sbb:

“Slm AA kelg moga sehat. Yuddy mohon SEGERA pengantar pak AA u buku.Jihad Intelektual, karena besok akan naik cetak oleh penerbit, ok? Tks wasl.AM”

Alhamdulliah tiga hari kemudian, saya mendapat kiriman softfile buku pak AM berjudul “Jihad Intelektual, Tribute AM” dari mas Yuddy.

Sejak itu saya mulai berpikir keras, tentang apa gagasan yang akan saya karang untuk pengantar buku pak AM yang akan terbit dalam rangka milad ke-83 thn, 8 Agustus 2023 ini.

Dari judulnya saja cukup menantang, sangat relevan dengan kondisi kekinian kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dimana wacana intelektual dari para kaum cendekiawan Indonesia “kurang” begitu didengar oleh the ruling party, sehingga fenomena Rocky Gerung, Rizal Ramly, M Said Didu, Faisal Basri dan banyak lagi para pemikir pembangunan berkelas di negara ini, diabaikan oleh rezim penguasa negeri kita saat ini.

Menurut saya muncul karya pemikiran pak AM, “Jihad intelektual Tribute AM”, sesungguhnya sangatlah relevan kehadirannya.  Akan tetapi untuk menulis pengantar atau testimoni, barangtentu membuat keningku berkerut.

Hal yang paling pokok adalah apa dan bagaimana memahami sosok dan figur Prof.Dr.AM Saefuddin dengan wataknya sebagai seorang Tokoh Cendekiawan Muslim Indonesia yang produktif dan bereputasi nasional dan internasional yang bersifat multidimensional. Ini sebuah pekerjaan otak yang tak mudah, keningku pun mengkerut dibuatnya.

Saya terpaksa membuka catatan-catatan lama tentang pak AM,  yang mana pada Juni 2000 pernah saya menulis kata pengantar dalam buku orasi guru besarnya di kampus Universitas Djuanda Bogor, di buku orasi pak AM, saya sebutkan bahwa…”bapak Prof AMS  yang kita kenal sosok dan figurnya sebagai Tokoh Nasional yang multidimensi.

Begitu banyak karya akademik dan pengabdian kemasyarakatannya, sehingga bpk Prof AMS pantas disebut sebagai pemikir-akademisi produktif, politisi moralis yang berani, muslim cendekia yang taat beragama, pemimpin berbagai LSM, konsultan BI dan Bank Dunia bidang pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, mantan Rektor UIKA Bogor, Petinggi Parpol P3, dan mantan Menteri Pangan dan Hortikultura RI/Kepala Bulog di era kabinet Reformasi Presiden RI Prof.BJ Habibie.

Dengan istilah lain, pak AM bukan hanya mengisi peran reflektif (berwacana) akan tetapi berperan fraksis, pak AM bukan “nato” yakni “no action talk only”, akan tetapi beliau hidup konsisten dan aktif mendukung pelaksanaan pemberdayaan masyarakat miskin dan tertindas (dhuafa dan mustaafin). Watak mulia beliau inilah membekas dalam jiwa dan kepribadian saya hingga kini, insya Allah.

Pada 8 Agustus 2023, milad ke-83 pak AM, akan terbit lagi buku barunya dengan judul “Jihad Intelektual Tribute AM”, sebagaimana informasi dari mas Yuddy. Terus terang saya senang dengan topik yang dibahas dalam beberapa chapter (bab) dalam buku tersebut.

Isi bukunya sangat inspiratif dan mencerahkan, ada perlawanan terhadap paham sekular, liberal, pluralis, ateis (komunis) yang sangat jelas dan tegas dengan merujuk ayat-ayat Al Quran. Itu ciri khas pemikiran filsafat pak AM, setelah membaca draft bukunya. Akan tetapi, itu tadi, memahani isinya, membuat keningku semakin mengkerut, karena ide-idenya begitu kaya dan briliyan.

Dalam artinya saya berpikir keras untuk menulis testimoni ini, sebab sosok dan figur pak AM bukan orang sembarangan, beliau pemikir hebat yang masih sangat produktif walaupun telah berusia lansia 83 thn, mantan aktifis NGO, politisi dan pejabat negara RI, dengan sejumlah penghargaan.

Pak AM adalah sosok guru yang baik, peduli kaum dhuafa-mustaafin, beliau gemar berbagi ilmu dan pengalaman, dekat dengan kaum muda. Begitu banyak karya kreatif dan inovasinya yang dipublish di mass media.

Pak AM adalah penggagas dan pemikir berani dengan ide-ide baru dan segar, seperti Islam disiplin ilmu, nilai-nilai ekonomi islam, desekularisasi pemikiran: landasan islami. desekularisasi politik, Politik Tauhid, integrasi ilmu dan Islam, islamisasi Sains dan Kampus, Empat Pilar Ekonomi Syariah, dll.

Beberapa pemikiran keislaman, seperti Nilai-nilai ekonomi Islam yang pak AM.cetuskan dan ceramahkan tahun 1980-an kepada kami kader HMI, kini telah melembaga menjadi sistem Ekonomi Syariah, berwujud tumbuh suburnya Perbankan Syariah, Bank Muamalah, Asuransi Syariah, BPRS, BMT, dll. Kemudian pak AM pernah menjadi salah seorang Komisaris Bank Muamalah Indonesia thn 2000-an.

Saya mulailah berpikir dan mencatat, seingatku bertemu terakhir dgn pak AM, ketika bersilaturrahmi idul fitri ke rumahnya, berlokasi di komplek Perumahan Haurjaya Kota Bogor pada bulan Syawal 1443/2022, tepatnya setahun lalu.

Saya diberi buku berjudul “Integrasi Ilmu dan Islam”, by Prof.Dr.Ir.H.A.M Saefuddin dan Drs Yuddy Ardhi, dengan kata pengantar buku tersebut ada 3 orang Guru Besar dan Rektor yakni Prof. Dr.Ir.H Asep Saefuddin (Rektor Universitas Al Azhar Indonesia), Prof.Dr H E Mujahidin (Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor) dan Prof.Dr KH Didin Hafidhuddin MSi (Mantan Rektor UIKA Bogor dan Ketua Pembina DDI). Buku itu mengingatkan saya terhadap isi pidato bpk Prof.BJ Habibie selaku.Ketum MPP ICMI Pusat, bahwa program 5 K ICMI adalah integrasi imtaq dan iptek.

Kemudian saya agak paham bahwa kedua tokoh nasional ini adalah produk Universitas Exellence yang ada di negara maju Jerman, dan mereka berdua adalah pendiri dan aktifis ICMI. Saya AA pun demikian hingga kini menjadi aktivis abadi dengan kadar kader “emas 24 karat” mengabdi di ormas Islam ICMI Orwilsus Bogor sebagai Ketua Wanhat, sedangkan MD KAHMI Bogor selaku Sekwanhat.

Beberapa bulan, sebelumnya saya juga pernah ke rumah beliau, mengantarkan pisang Kepok, hasil kebunku sendiri, karena pak AM sedang tidak enak badan, sedang istirahat, saya hanya mengobrol  ditemani istri pak AM, walaupun sudah lansia tetapi tetap kelihatan cantik dan ramah, ibu Hj.Ati binti Muhammad Ibrahim, sekitar setengah jam beliau menemani ngobrol kekeluargaan.

Atas pesan pak AM, saya pulang dibekali 4 buku karangan pak AM, yang isinya bernaz, mencerahkan dan menginspirasi saya muridnya. Keempat buku tersebut berjudul (1) Antologi Islam dan Peradaban, (2) Empat Pilar Ekonomi Syariah, (3) Desekularisasi Demokrasi Landasan Islamisasi Politik, kata pengantar Prof.Dr.Jimly Assiddiqie dan KH.Ahmad Kholil Ridwan LC, dan (4) Desekularisasi Politik dan Ekonomi, penerbit Dewan Dakwah Indonesia (DDI) Jakarta, dimana Pak AM di masa itu adalah Ketua Dewan Pembina DDI Pusat.

Beberapa tahun jauh sebelumnya, saya pernah juga diberi buku oleh guruku pak AM, ketika bersilaturrahmi ke rumahnya, sebenarnya cukup banyak bukunya karangan pak AM, akan tetapi yang saya ingat,  sebut saja judul buku pak AM yang lengket dibenakku adalah (1) Desekularisasi Pemikiran: Landasan Islamisasi, kata pengantar Jujun S Suriasumantri, penerbit Mizan Bandung, (2). Fenomena Kemasyarakatan: Refleksi Cendekiswan Muslim, penerbit Dinamika Yogyakarta, 1996, dan.(2) Ada Hari Esok: Refleksi Sosial-Ekonomi dan Politik Untuk Indonesia Emas, penerbit Amanah Putra Nusantara, thn 1995, tim penyunting Ir.H.M Saleh Khalid.MM dan Drs.Fauzan Al-Anshori.

Selanjutnya, sambil mengenang kembali karya-karya dan kerja intelektual pak AM, pada saat memperingati milad ke-70 thn 2010, jika saya tidak lupa, terbit 2 buku yang cukup tebal, yang berjudul (1) Islamisasi Sains dan Kampus, sambutan Presiden RI ketiga Prof.Dr.BJ6 Habibie, kata pengantar Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, dan buku ke 2 berjudul Antara Jerman dan Mekkah: Biografi Prof.Dr.Ir. AM.Saefuddin, dengan tim editor kedua buku tersebut adalah Ahmadie Thaha, Rusdiono Mukti dan Tata Saptayuda, penerbit buku PT. PPA Consultants Jakarta.

Dalam buku berjudul “Antara Jerman dan Mekkah: Biografi Pak Prof.Dr.Ir.AM Saefuddin”, 336 halaman, pada Bagian I Biografi, bab 31: Guru Besar Universitas Djuanda, pada halaman 157-159, alhamdulillah ada sebanyak 6 kali nama saya Apendi Arsyad disebut. Karena sebelumnya terbit buku Biografi itu, pak AM mengirim utusan dari salah seorang editor mendatangi dan mewawancarai saya di kampus Universitas Djuanda Ciawi Bogor, untuk persiapan terbitnya buku 70 thn milad pak AM, ketika itu. 

Pada cover bagian belakang buku autobiografi “Antara Jerman dan Mekkah: Biografi Prof.Dr Ir.AM Saefuddin, saya diberi kehormatan oleh tim editor buku tersebut, bertestimoni selaku mantan Dekan Fakultas Pertanian UNIDA Bogor tahun 1998-2022 yang mereka kutip dalam sambutan saya sbb: “Saya masih ingat, dia sosok berani, ketika menentang sebuah rezim represif. Namun demikian, orangnya tetap santun, ramah dan kharismatik”.

Ketika saya diwawancarai oleh Abdul Wahid,  pembantu Tim Editor thn 2009, terus terang saya merasa senang dan tersanjung atas apresiasi pak AM yang begitu tulus meminta saya untuk diwawancarai. Padahal beliau itu, merupakan  guru kehidupan dan panutanku dalam berpikir dan berbuat sebagai Cendekiawan Muslim Indonesia, terus terang saya banyak belajar, berdiskusi tentang masalah keislaman-keummatan-kebangsaan, dan bersilaturrahmi dengannya dan termasuk keluarganya guna mentransformasikan tatanan nilai, norma dan kaidah-kaidah Islam yang disuritauladani beliau untuk kehidupan saya. Beliau pak AM adalah guru dan panutanku, itu tak sungkan-sungkan aku katakan di ruang ini.

Saya bersyukur kepada Allah SWT bahwa saya AA, oleh pak AM guru dan panutanku itu, telah dianggap atau ‘diakui” saya adalah bagian dari “anak dan adik ideologisnya beliau” pak AM.

Ketika beliau pak AM dikukuhkan menjadi guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor, dekannya saya, tepatnya pada tanggal 3 Juni 2000, dan pak AM berorasi ilmiah sebagai Guru Besar “millenial” yang beliau sering katakan, sambil berseloroh. 

Judul buku orasinya “Pasar Ekspor Hasil Pertanian Indonesia Era Liberalisasi Perdagangan”. Subhanallah, mendapat respons luar biasa dari media massa spt koran dan majalah terkemuka negeri spt HU Kompas, Republika, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Radar Bogor,  majalah Trobos, dll mempublish pemikiran Prof.AM dengan begitu jelas.

Saya sejak menjadi aktivis mahasiswa IPB thn 1980-an, hingga sekarang aktif di Kahmi dan ICMI sering berinteraksi cerdas dengan.pak AM. Sehingga saya  mengenal baik gerak langka dan kiprah pak AM dalam pembangunan ummat, bangsa dan negara baik dalam kancah nasional, maupun global, terutama dunia Islam taraf internasional.

Istilah zaman Now, pak AM kiprah dan jasa-jasanya sangatlah “kreen dan mantul”, kami generasi yunior HMI memandang senior HMI kami pak AM adalah sebagai tokoh panutan, karena dalam ceramah-ceramahnya selalu mencerahkan dan menginspirasi kami generasi muda muslim Indonesia.  Pemahaman dan penguasaan pak AM dalam bidang sainteks berbasis Al Quran dan SunnahRasulullah Muhammad SAW begitu mumpuni.

Lihat dan baca buku-buku karangan pak AM, diantaranya yang saya sebut judul bukunya diatas. Banyak diantaranya kami kader HMI, murid pak AM menyebut Prof.Dr.AM Saefuddin, berotak Jerman dan berhati Mekkah, karena beliau sebagai santri lulusan pondok pesantren di kampungnya Cirebon, belajar di SMPA Negeri Bogor, kemudian masuk Faperta UI/IPB 1963-1965 dan menjadi Dosen IPB, pernah menimbah ilmu pengetahuan dan teknologi, studi lanjut Doktor bidang Ekonomi Pertanian di negara maju Jerman, Universitas Justus Liebig di Giessen Jerman. Pak AM kaya ilmu pengetahuan, banyak pengalaman dan luas pengabdiannya yang telah membawa manfaat bagi lingkungan sosialnya.

Dengan terbitnya buku “Jihad Intelektual Tribute AM”, di usia ke 83 tahun, sekarang saya menyebut Pak AM, Tokoh Cendekiawan Muslim Indonesia yang Multidimensi Plus, seperti judul testimoni atau Kata Pengantar buku ini.

Selamat ulang-tahun guruku dan panutanku pak AM, sehat dan berbahagia selalu bersama keluarga, apabila waktunya keabadian tiba nanti, beliau husnul khotimah. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi kehidupannya, Aamiin.

Syukron barakallah.

Wassalam.

*) Pendiri dan Dosen Senior (Asosiate Profesor) Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial, Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar ICMI Pusat

Cara Cegah Batuk dan Pilek Ketika Cuaca Buruk dan Berpolusi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Cuaca buruk dan polusi udara memang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi saluran pernapasan dan batuk pilek. Namun, hal ini bisa dihindari dengan tips berikut ini:

1. Gunakan masker saat beraktivitas diluar ruangan.
2. Minum banyak air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
3. Konsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh.
4. Jangan merokok atau terpapar asap rokok.
5. Jangan mengunjungi tempat-tempat yang terlalu ramai dan berisiko tinggi menularkan penyakit.

Selain itu batuk dan pilek ini menjadi masalah kesehatan yang rentan dialami anak di situasi ini. Oleh karenanya, ibu dan ayah perlu sigap untuk melindungi si kecil dari risiko penyakit tersebut.

Jika sudah terlanjur terkena batuk dan pilek, segeralah periksakan diri dan anak anda ke dokter dan istirahat yang cukup agar pemulihan menjadi lebih cepat. Tetap jaga kebersihan diri dan lingkungan disekitar anda agar meminimalkan risiko penyebaran penyakit.

** Herman [MG/UIK/JB]

Dampak Kamarau Warga Jonggol Siapkan Toren

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Untuk menyikapi permasalahan kekeringan air yang sudah mulai terjadi di wilayah Jonggol, sejumlah warga mempersiapkan diri dengan melakukan pemasangan toren di setiap RT. Hal itu untuk menjaga pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Ada empat desa yang sangat merasakan dampak kemarau. Yakni, Desa Weninggalih, Sukagalih, Sirnagalih dan Sukasirna,” kata Sekretaris Kecamatan Jonggol, Gogo Badarudin kepada wartawan, Minggu (6/8/2023).

Menurut dia, dampak kemarau yang paling sangat dirasakan oleh masyarakat adalah sulitnya memenuhi kebutuan air bersih untuk keperluan warga sehari-hari, terutama untuk mandi, cuci, minum dan masak.

“Walaupun warga umumnya memiliki sumur di setiap rumah. Namun tetap saja kalau sudah masuk kemarau kesulitan air karena sumur mongering,” tukasnya.

Gogo mengatakan, dampak kemarau terparah dirasakan oleh warga Desa Weninggalih. Karena hampir seluruh wilayah di desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih.

“Weninggalih memang setiap tahun, tapi ya ada sedikit penopang, kemarin ada bantuan sumur artesis dari APBN kemarin ada satu titik, tapi alhamdulillah keluar airnya, baru aja selesai sebulan yang lalu,” paparnya.

Gogo menjelaskan, untuk antisipasi jangka pendek, pihak Pemerintah Kecamatan dan Desa akan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk memohon bantuan air bersih, guna kebutuhan warga.

“Untuk toren-toren kecil sudah disiapkan, karena sudah terbiasa kekeringan ya tiap-tiap RT tuh udah ada toren. Udah paham antisipasinya,” ujarnya.

Gogo mengatakan, permasalaha kemarau tahun ini tidak terlalu berdampak bagi para petani di Kecamatan Jonggol. Pasalnya, para petani sudah melakukan panen sebelum memasuki musim kemarau.

“Jadi untung sudah banyak yang panen. Jadi kemarau ini tidak terlalu banyak lahan pertanian yang gagal panen,” tandasnya.

** Taufik / Nay

Lahan Pertanian di Cariu Mulai Kekeringan

0

Cariu | Jurnal Bogor

Kekeringan mulai memberikan dampak bagi para petani di Desa Mekarwangi, Cariu, Kabupaten Bogor. Pasalnya, para petani kini tidak lagi memiliki sumber air yang dapat dijadikan sebagai sumber irigasi. Akibatnya, puluhan hektare lahan pertanian padi terancam gagal panen. Sejumlah petani mengaku hanya bisa pasrah dan berharap hujan turun agar tidak mengalami kerugian terlalu besar lantaran gagal panen.

“Saat ini padi tidak bisa dipanen karena tekstur tanah yang terlalu kering. Sudah hampir dua bulan persediaan air di sumur kering. Bahkan, hujan yang sering dijadikan alternatif pengganti air irigasi juga tidak turun. Akibatnya banyak petani yang akan mengalami gagal panen,” kata salahsatu petani di Desa Mekarwangi, Uding kepada wartawan, Minggu (6/8/2023).

Menurut dia, lahan pertanian yang terdampak kekeringan mencapai puluhan hektare. Karena pada umumnya pertanian di Desa Mekarwangi adalah sawah tadah hujan yang sangat mengandalkan air hujan sebagai sumber air.

“Apalagi penanmpungan air juga sudah kering. Jadi tidak ada lagi sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk memanen padi,” tukasnya.

Uding mengatakan, persoalan kekeringan dan gagal panen seperti menjadi persoalan rutin setiap tahun yang dirasakan oleh petani di Kecamatan Cariu. Karena sejauh ini, kata dia, belum ada solusi yang kongkret dari pemerintah untuk mengatasi ketersediaan air untuk pasokan lahan pertanian.

“Jangankan untuk pertanian. Air untuk keperluan sehari-hari juga banyak yang kesulitan karena sudah mengalami kekeringan,” ujarnya.

Kondisi lahan pertanian yang gagal panen tersebut, membuat para petani memilih untuk mengganti profesi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Umumnya, profesi yang mereka pilih adalah menjadi tukang ojek.

“Kalau sekarang sekarang saya ojek karena kekeringan begini,” kata Syamsul salahsatu petani yang berganti profesi menjadi tukang ojek.

Syamsul mengaku, setiap musim kemarau dirinya tidak lagi menggarap lahan pertanian lantaran dipastikan akan mengalami gagal panen. Oleh karena itu, jika masuk musim kemarau dirinya memilih menjadi tukang ojek guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kebetulan ada motor ya sudah jadi tukang ojek saja karena sudah tidak bisa lagi bertani kalau sudah musim kemarau,” singkatnya.

** Taufik/Nay

Katar Desa Sukamakmur Isi HUT RI ke-78 dengan Bazar

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Karang Taruna Desa Sukamakmur menyambut Hari HUT RI ke – 78 tahun 2023 berkolaborasi dengan komunitas dan ormas menggelar Bazar Fest di Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Minggu (06/08/2023).

Ketua Karang Taruna Desa Sukamakmur Abdul Rizal mengatakan, Bazar Fest ini bentuk sinergitas kepemudaan yang ada di Desa Sukamakmur, sekaligus menyambut HUT RI ke-78.

“Bazar Fest ini dilakukan selama 1 bulan penuh, mulai dari 22 Juli – 20 Agustus. Dalam kegiatan ini juga ada pentas seni dan bazar UMKM,” jelasnya.

“Setiap akhir pekannya diadakan perform yang menampilkan tarian kreasi anak-anak usia dini hingga dewasa. Dan di puncak acaranya di tanggal 20 Agustus juga akan diadakan wayang golek,” tambahnya.

Abdul Rizal berharap dengan adanya kegiatan ini dapat berdampak positif bagi para pemuda dalam menyalurkan bakat kreativitasnya, serta dapat juga memajukan perekonomian warga sekitar melalui bazar UMKM.

“Kami, seluruh jajaran panitia mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu dan mensupport kegiatan ini, terutama kepada pemerintahan Desa Sukamakmur dan anggota DPRD kabupaten Bogor,  H. Ansori Setiawan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain