25.7 C
Bogor
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 516

Hadits Hari Ini

0

Nabi Ibrahim dan Ayahnya

Sahih al-Bukhori:3101

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

يَلْقَى إِبْرَاهِيمُ أَبَاهُ آزَرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَى وَجْهِ آزَرَ قَتَرَةٌ وَغَبَرَةٌ، فَيَقُولُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ: أَلَمْ أَقُلْ لَكَ لاَ تَعْصِنِي؟ فَيَقُولُ أَبُوهُ: فَالْيَوْمَ لاَ أَعْصِيكَ. فَيَقُولُ إِبْرَاهِيمُ: يَا رَبِّ إِنَّكَ وَعَدْتَنِي أَنْ لاَ تُخْزِيَنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ، فَأَيُّ خِزْيٍ أَخْزَى مِنْ أَبِي الأَبْعَدِ؟ فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: إِنِّي حَرَّمْتُ الْجَنَّةَ عَلَى الْكَافِرِينَ. ثُمَّ يُقَالُ: يَا إِبْرَاهِيمُ، مَا تَحْتَ رِجْلَيْكَ؟ فَيَنْظُرُ فَإِذَا هُوَ بِذِيخٍ مُلْتَطِخٍ فَيُؤْخَذُ بِقَوَائِمِهِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda:

Nabi Ibrahim bertemu dengan ayahnya, Azar, pada hari kiamat. Ketika itu pada wajah Azar terdapat warna hitam karena kesedihan dan debu hitam. Lalu Ibrahim berkata kepadanya: Bukankah aku sudah katakan kepadamu agar engkau tidak menentangku? Bapaknya berkata: Hari ini aku tidak akan menentangmu. Kemudian Ibrahim berkata: Wahai Rabb, sesungguhnya Engkau sudah berjanji kepadaku untuk tidak mempermalukan aku pada hari kebangkitan. Lalu apalagi yang lebih memalukan daripada keberadaan bapakku yang lebih jauh (dari rahmat Allah)? Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya Aku mengharamkan surga bagi orang-orang kafir. Lalu dikatakan: Wahai Ibrahim, apa yang ada di bawah kakimu? Maka ia melihatnya dan ternyata ada seekor hiena yang berlumuran (dengan darahnya atau dengan lumpur). Maka ia (hiena itu) ditarik dengan kakinya lalu dilemparkan ke neraka.

Pesan :
Kunci masuknya seseorang ke dalam surga adalah tauhid, sehingga seseorang yang kafir atau musyrik tidak diperkenankan masuk surga, meskipun ia memiliki hubungan darah dengan seorang Nabi sekalipun.

Pertama Kalinya, Pemdes Gunung Putri Adakan Lomba MTQ Tingkat Desa

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor mengadakan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat desa yang diikuti 14 RW se-Desa Gunung Putri, Minggu (13/8/23). Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengatakan, lomba MTQ desa ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Pemdes Gunung Putri. Dia berharap lomba MTQ terus dilaksanakan siapapun nanti yang akan menduduki kursi sebagai Kepala Desa Gunung Putri.

“Ini sengaja kita buat adanya kegiatan pertama, kedua dan ketiga. Dengan tujuan nantinya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan berkelanjutan, apalagi ini berbau keagamaan sudah seharusnya untuk kita tingkatkan,” ungkap A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Untuk lomba tingkat desa ini diikuti oleh 150 peserta dari 4 katagori yakni, kategori cabang musik islami yaitu lomba qasidah dan marawis, katagori tilawah, hifzhil Qur’an, dan katagori cerdas cermat. Kegiatan lomba sendiri dibagi menjadi 2 tempat yakni di Aula Pemdes Gunung Putri, dan masjid sekitar.

“ Siapa yang menjadi pemenang dalam lomba MTQ tingkat desa ini nantinya akan mengikuti tingkat Kecamatan. Maka dari itu, diadakannya MTQ tingkat desa ini untuk mencari bibit-bibit baru di Desa Gunung Putri,” cetusnya.

“ Maka dari itu, saya berharap untuk peserta yang mengikuti kegiatan MTQ tingkat desa ini agar bersungguh-sungguh, dan jangan hanya semata mengejar juara, tapi jadikan kebiasaan membaca dan menghafal al-quran sebagai kebiasaan dalam hidup,” tambah nya.

Sementara Camat Gunung Putri Didin Wahidin yang menghadiri acara pembukaan MTQ tingkat desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Gunung Putri yang terus mencari dan menggali potensi yang ada di desanya, baik potensi dalam segi usaha maupun potensi masyarakatnya.

“ Ini patut kita contoh, walaupun sudah ada beberapa desa yang pernah mengadakan acara MTQ tingkat desa, tapi di Desa Gunung Putri ini yang betul-betul terlihat sebagai copy paste-nya kegiatan MTQ tingkat kecamatan,” cetusnya.

Didin berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus ditingkatkan, karena sangat banyak dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat. Selain itu juga, bisa melihat generasi bibit-bibit unggul yang terkadang kita tidak menyadari banyak emas di sekitar kita.

“ Pesan saya untuk Kepala Desa Gunung Putri jangan cepat puas dan jangan berhenti sampai disini untuk terus menciptakan potensi dan mencari penerus kedepannya. Intinya, keberhasilan suatu desa dalam mendongkrak ekonomi dan potensi di desanya karena ada keinginan dari kepala desa itu sendiri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Turnamen Sepak Bola U-40 Desa Nagrak Perebutkan Piala Kades dan Danramil

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Nagrak dan Koramil 0621-05 Gunung Putri menggelar Turnamen Sepak Bola U-40, yang diselenggarakan di Lapangan Trisakti, Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (13/08/23). Turnamen tersebut memperebutkan Piala Kepala Desa dan Piala Koramil 0621-05 Gunung Putri dengan hadiah jutaan rupiah.

Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin mengatakan, turnamen sepak bola usia 40 ini, diikuti oleh 6 tim yang terdiri dari 5 dusun dan 1 tim dari Pemdes Nagrak.

“Untuk pemain dari Pemdes terdiri dari perangkat desa, LPM, BPD, Linmas, kemudian ada juga dari Bumdes,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

H.Agus menyebut turnamen sepak bola ini disupport oleh Koramil 0621-05 Gunung Putri, yang bertujuan tercipta kebersamaan. Menurutnya, untuk pemain U-40 di Desa Nagrak sangat sulit dan bisa dibilang jarang, jika hanya bicara pemain sepak bola usia dibawah 40 sangat banyak sekali. Saking jarangnya, bahkan ada yang usia 50 tahun ikut partisipasi dalam turnamen ini.

” Kegiatan ini merupakan apresiasi penghargaan terhadap mereka mau bergabung bersilaturahmi. Seperti moto Pemdes Nagrak saat mengadakan kegiatan silaturahmi dan hiburan. Saya berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat lebih mendekatkan lagi antara pemerintahan dan masyarakat, serta terciptanya rasa memiliki dan cinta terhadap Desa Nagrak,” jelasnya.

Sementara, Danramil 0621-05 Gunung Putri Kav LA Ahmadin mengapresiasi dengan adanya kegiatan turnamen sepak bola yang diadakan oleh Pemerintah Desa Nagrak, Karang Taruna, beserta LPM.

“Alhamdulillah kami senang sekali bisa menggelar acara turnamen bola bersama warga masyarakat, tentunya ini bukti sinergitas dan kerjasama antara TNI dengan rakyat,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan diadakannya turnamen sepak bola ini diharapkan dapat menciptakan hubungan baik kerjasama antara masyarakat dan TNI. Dimana kita sama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif, dan menciptakan bibit yang terbaik dibidang olahraga sepak bola.

“ Saya berharap, olahraga bisa mempererat hubungan masyarakat dengan TNI tetap selalu menjaga kekompakan,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Lewat Program PKT, Warga Sukabakti Dipekerjakan Agar Miliki Penghasilan

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Warga Desa Sukawening, Dramaga, Kabupaten Bogor bahu membahu membersihkan ruas Jalan Desa Purwabakti.

Pembersih Jalan penghubung dua Desa tersebut dilakukan selama tiga hari lewat program Padat Karya Tunai (PKT).  Setelah Jalan Desa tersebut bersihkan dari rumput dan ilalang baru dilakukan betonisasi.

Kepala Desa Sukawening Jarkasih mengungkapkan sebelum Jalan Sukabakti di beton menggunakan anggaran Samisade, bahu jalan yang penuh dengan rumput liar dibersihkan dulu.

Untuk program Padat Karya Tunai (PKT) yakni Pemdes Sukawening melibatkan warga sekitar yang tidak memiliki pekerjaan.

“PKT dilakukan selama tiga hari. Dalam sehari yang bekerja ada 20 orang.  Dengan adanya PKT,  warga jadi memiliki penghasilan,” ujarnya, Minggu (13/8/2023).

Ditahap pertama program Samisade diperuntukan untuk betonisasi Jalan dan pengaspalan Jalan Desa di Kampung Purwabakti dengan pajak sekitar 1.700 meter.

“Akses Jalan tersebut merupakan penghubung Desa Sukawening dengan Ciherang, Kecamatan Dramaga. Kita berharap dengan infrastruktur jalan desa mulus bisa berimbas ke peningkatan ekonomi warga,” jelasnya.

** Arip Ekon

Sanja Juara Danramil Cup 2023

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Tim sepakbola Desa Sanja berhasil menjadi juara Turnamen Danramil Cup U-15 2023 setelah unggul dramatis lawan Desa Puspasari melalui babak adu penalti 3-1 pada partai puncak di lapangan Mini Soccer Sundjaya, Sabtu (12/8/2023).

“Alhamdulillah, hasil ini tentu bagi masyarakat Desa Sanja senang,” ujar Kepala Desa Sanja Edi Yusuf.

Dia mengapresiasi semua pemain, ofisial dan tim pelatih yang telah memberikan yang terbaik. Bermain kompak hingga mencapai puncak turnamen. “Kedepan mudah-mudahan pemain bisa terus dibina,” kata dia.

Perjuangan M.Rifa Fadilah dkk memang terbilang cukup mengejutkan, sebab di babak semifinal lawan Desa Karang Asem Barat juga menang dramatis melalu adu penalti dengan skor 3-1.

Sebelumnya, Desa Sanja yang berada di Grup A lolos ke semifinal setelah pada laga Kamis (10/8/2023) memetik kemenangan 1-0 lawan Desa Karang Asem Timur, bermain imbang 0-0 kontra Desa Puspasari dan unggul telak 4-0 lawan Desa Tarikolot.

Keberhasilan Desa Sanja berkat kekompakan tim dan kepiawaian bomber palang pintu belakang yang dipercayakan kepada M.Rifa Fadilah yang merangkap kapten tim.

Rifa merupakan anak seorang mantan pemain eks Persikabo dan Warna Agung Galatama, Joni Hinadida yang sedang persiapan turun di Piala RRI dan Suratin U-15 di Klub SSB Citeureup Raya.

** Asep S.Sayyev

KANNI Kabupaten Bogor Bentuk Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kabupaten Bogor melakukan pendidikan dan pembentukan Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum guna mewujudkan peningkatan masyarakat cerdas, paham dan sadar hukum.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Desa Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/8/2023) dihadiri puluhan perwakilan masyarakat desa dari tiga kecamatan.

Ketua KANNI Kabupaten Bogor Haidy Arsyad mengatakan, KANNI berupaya agar masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan bantuan hukum.

“Pemenuhan akses terhadap keadilan (Access to justice), salah satunya didorong melalui optimalisasi peran Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum di tingkat desa,” katanya.

Dia menegaskan, salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah agar masyarakat yang mempunyai kesadaran dan budaya hukum yang tinggi dalam rangka mewujudkan negara hukum serta penciptaan kehidupan masyarakat yang cerdas akan hukum dan diharapkan kedepannya menjadi desa sadar hukum.

“KANNI tidak hanya menjadi pusat pembelaan, tapi juga menjadi pusat pendidikan di bidang ilmu hukum bagi masyarakat,” tegasnya.

Mahasiswa STIH Dharma Andigha Bogor ini menjelaskan, Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum nantinya akan membantu warga desa yang mengalami persoalan di bidang hukum.

“Keberadaan Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum bisa lebih berdampak terhadap masyarakat terutama di tingkat desa. Selain itu diharapkan menjadi juru damai di desa. Penanganan konflik di desa tidak cukup dengan pendekatan sosial dan kultural melainkan juga dengan pendekatan hukum,” paparnya.

Sementara Ketua Umum KANNI Ruswan Efendi menyatakan, KANNI Kabupaten Bogor menjadi yang pertama dalam pembentukan Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum.

“Pembentukan ini memang program KANNI Pusat untuk kabupaten-kabupaten yang kita selaraskan dalam rangka untuk bina bantuan hukum para perangkat desa,” katanya.

Ruswan menjelaskan,  bagaimana memperbanyak masyarakat yang tidak paham hukum supaya mereka paham hukum dengan begitu  kehadiran KANNI  mendidik dan melatih. Kemudian ada di tengah-tengah masyarakat untuk membantu persoalan-persoalan hukum yang ada di tengah masyarakat desa.

“Dimana masyarakat desa ini adalah masyarakat paling bawah, tentunya rentan dengan persoalan hukum. Mudah-mudahan dengan adanya para Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum yang ada di KANNI ini bisa mulai membantu permasalahan hukum yang ada di tengah masyarakat desa,”

Diharapkan, Kabupaten Bogor dapat melaksanakan dengan baik di setiap desa adanya Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum. Dengan adanya ini dapat meminimalisir adanya persoalan hukum yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Harapan yang paling penting, kita dapat mendukung program kerja pemerintah menjaga Kamtibmas dan juga dapat berdampingan bermitra dengan kepolisian terutama juga dengan perangkat desa agar dapat membantu para kepala desa dalam rangka untuk menyelesaikan konflik-konflik permasalahan yang ada di desa,” pungkasnya.

** Andres

Sadengkolot Bangun Ketahanan Pangan dengan Budidaya Bebek Petelur

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor bakal melakukan budidaya ternak bebek peking petelur. Kini sedang proses pembuatan kandang dengan ukuran 13×3,6 meter yang kemudian kandang itu nantinya akan diisi ratusan ekor bebek petelur melalui program ketahanan pangan tahun anggaran dana desa 2023.

Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman menjelaskan, proses pengerjaan kandang bebek petelur yang berlokasi di Kampung Leuwibengkok RT 05 RW 10 kedepannya bisa menjadi ikon untuk penghasil dan pemasok kebutuhan daging serta telur bebek di Sadengkolot.

“Ini untuk menjadi sisi pembeda untuk menginspirasi dalam mendorong  pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Usaha apapun kalau terus ditekuni, tentu   prospektif dikembangkan,” ujar Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/8/2023).

Meski budidaya  ternak bebek baru perdana dilakukan, menurutnya  kalau pengelolaan budidaya bebek  dilakukan secara  profesional tentunya  pengembanganya kedepan akan berjalan baik.

Ternak bebek dengan kolaborasi BumDes Desa Sadengkolot merupakan salah satu strategi pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat diharapkan potensial yang harus dikembangkan.

“Sementara diisi 300 bebek dengan usia produktif. Selain menyiapkan pakan seperti pur, dedak dan kebersihan kandang harus diutamakan,” jelasnya.

** Arip Ekon

Pasien Penderita Kanker Payudara di Kedep Butuh Uluran Tangan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Entih (55) warga Kp.Kedep RT 01 RW 21, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor harus kembali menahan nyeri karena penyakit kanker payudara yang dideritanya lebih dari 3 tahun.

Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Asep Suryana menjelaskan, Entih sebelumya sudah pernah melakukan kemoterapi, sinar, bahkan operasi pada payudaranya. Hanya saja, pengobatan tersebut terhenti karena terkendala biaya untuk melakukan berobat jalan yang harus rutin.

“Dahulu, saat Bu Entih belum mengantongi BPJS sudah mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Jamkesda yang diurus oleh relawan dan karang taruna setempat,” kata Bang Ros sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/8/23).

Menurutnya, tindakan operasi, kemoterapi sudah dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan yang ada. Hanya saja, berobat jalan sempat terhenti karena terkendala biaya. Karena saat itu, pasien melakukan melakukan berobat jalan di RS Pasar Minggu, Jakarta.

” Saat mendapat kabar kondisi terkini pasien, IPSM dan Relawan Desa Tlajung Udik langsung mengunjunginya, dan memang benar luka itu sudah bernanah, sehingga kami berinisiatif membawa pasien ke RS Thamrin Cileungsi Poli Kulit dan Kelamin,” papar Bang Ros.

Bang Ros menyebut, setelah berdiskusi, kemudian diarahkan ke Poli Bedah Umum untuk menindaklanjuti pasien agar mendapatkan perawatan yang maksimal. Mengingat, saat ini pasien sering kali meringis kesakitan menahan sakitnya.

” Hasil dari Poli Bedah Umum mengatakan bahwa pasien harus dilaser/sinar agar luka yang bernanahnya bisa mengering, dan pasien sudah diberikan rujukan untuk ke RS Hermina Bekasi,” jelasnya.

” Karena pengobatan ini sifatnya jangka panjang, kami berharap ada uluran tangan-tangan dari para dermawan untuk membatu meringankan biaya pengobatan pasien. Mengingat, kondisi ekonomi keluarga pasien masuk kedalam kategori menengah kebawah,” tambahnya.

Walaupun pengobatan menggunakan BPJS, sambung Ros, kadang kala terkendala biaya operasional untuk membawa pasien. Belum lagi, jika ada obat yang harus ditebus diluar yang ditanggung BPJS.

” Tak jarang, kami sesama anggota patungan untuk operasional mengantar pasien. Namun jika kondisi seperti itu terus kami khawatir pengobatan bisa mandek seperti sebelumnya, karena terkendala operasional,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Terus Benahi Infrastruktur, Warga Desa Bojong Nangka Juga Minta Diberdayakan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor merealisasikan anggaran Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dengan betonisasi jalan dan drainase, Minggu (13/08/23).

Betonisasi jalan disambut baik oleh warga setempat yang sudah lama mengidam-idamkan jalan mulus dan bebas dari lubang.

Ketua tim pelaksana kegiatan pembangunan Desa Bojong Nangka, Sarip menyebut Samisade tahun 2023 ini diperuntukan untuk betonisasi jalan dan pembuatan saluran drainase sejumlah 5 titik.

“Untuk betonisasi jalan kami alokasikan di RW 17 dan RW 20, dengan volume P 400 x lebar 4 x tinggi 0,10 ,” terangnya.

Sedangkan untuk saluran drainase, sambung Sarip, ada 3 titik yang berbeda di Desa Bojong Nangka. Pertama di Dusun 1 dengan volume P 300x L 40 x 40,  lokasi ke dua di RW 014 dengan volume P 300 x  L 30 x  T 30,  dan di RW 09 dengan volume P 200 x L 40 x T 60.

“ Kegiatan ini dilakukan langsung oleh TPK dan masyarakat, tanpa melibatkan pihak ketiga. Kami berharap, setelah dibangunkan infrastruktur jalan ini, agar masyarakat juga bisa menjaga dan merawat hingga usianya bisa bertahan lama,” pungkasnya.

Sementara, salah satu warga RW 17 Umar merasa senang jalannya akan dibeton oleh Pemdes Bojong Nangka. Pasalnya, kondisi jalan yang sudah banyak lubang tersebut memang sudah seharusnya diperbaharui kembali.

“Jalan ini memang sudah sangat memprihatinkan, walaupun sebelumya memang sudah pernah dibeton tapi sudah butuh perawatan lagi. Gak tau kapan dulu pernah dibeton, yang pasti kondisi sekarang sudah rusak, dan saat saya mendengar jalur ini mau dibeton kami sangat senang, jalannya bisa mulus lagi,” ujarnya.

Dirinya berharap, kualitas beton yang dipakai agar tidak dibawah 200 K karena sangat berpengaruh dengan kondisi beton kedepannya. Menurutnya, memang jalur ini tidak sering dilewati oleh kendaraan besar, tapi aktif dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

” Gak ada mobil besar, cuma ini jalan aktif dan pastinya, jika beton yang digelar kualitas rendah, sudah pasti akan mempengaruhi usia beton tersebut. Jika mengikuti aturan, jaminan mutu beton itukan 15 tahun ya, semoga saja beton yang digelar Pemdes ini bisa awet sampai 10 tahun,” harapnya

Sehingga, lanjut Umar, anggaran yang nantinya turun ke desa tak lagi hanya untuk infrastruktur, tapi bisa untuk kegiatan masyarakat jika infrastrukturnya sudah mulus semua.

” Ya, masa seumur-umur hanya bikin jalan beton terus, kapan mikirin masyarakatnya dong kalo gitu. Makanya, jika kualitasnya bagus, beton akan awet, dan anggaran berikutnya bisa untuk pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Buat Hiburan untuk Kaum Ibu, Udin Saputra Gelar Lomba Qasidah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Peringati HUT RI ke-78, Pemerintah Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar lomba seni qosidah tingkat desa, yang diikuti oleh seluruh perwakilan dusun yang ada di Desa Ciangsana, Sabtu (12/08/23).

Hadiah jutaan rupiah pun disiapkan untuk pemenang lomba qasidah tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini dalam rangka untuk memeriahkan HUT RI ke 78 Tahun, Pemdes Ciangsana menggelar perlombaan seni qasidah. Yang saat ini peserta semua peserta warga asli Desa Ciangsana, yang didominasi oleh kaum ibu rumah tangga,” ucap H. Dharma Agusnan Putra, selaku ketua Panitia Lomba Seni Qasidah kepada Jurnal Bogor.

Untuk yang menjadi juri, sambung H.Darma, dihadirkan dari Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LSQI) dari Provinsi Jawa Barat, dan dari Kabupaten Bogor.

“Jadi artinya kompetensi ini, para juri ada di bidangnya masing-masing. Ada juri yang menilai vokal, penampilan gerakan dan aransement,” tuturnya.

Sementara Kepala Desa Ciangsana H. Udin Saputra mengatakan, bukan hanya qasidah,  Desa Ciangsana juga mengadakan lomba dongdang, Poskamling, dan K3.

“Namun, khusus lomba qasidah ini, Pemerintahan Desa Ciangsana ingin mengajak kaum ibu-ibu untuk hiburan dan bersinergi,” kata Udin.

“Walaupun sebatas hiburan, tapi saya ingin lomba qasidah ini dilaksanakan serius. Makanya, saya hadirkan juri tingkat nasional guna mengantisipasi protes warganya, ” tambahnya

Udin menyampaikan, lomba qasidah ini akan berkelanjutan kedepannya, mungkin saat Tahun Baru Islam. Dirinya berharap,  serangkaian lomba yang diadakan, selain untuk mengenang jasa para pahlawan, juga untuk menjalin silaturahmi warga Desa Ciangsana.

“Karena hanya dengan mengadakan suatu acara, bisa mempertemukan warga yang satu dengan yang lainnya. Hingga silaturahmi pun akan terjalin,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain