24.6 C
Bogor
Tuesday, April 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 510

Cikahuripan Marak Pencuri Kotak Amal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Beberapa pekan terakhir di Desa Cikahuripan, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, banyak ditemukan kasus pencurian kota amal milik masjid dan mushola. Dalam dua pekan terakhir, setidaknya ada tiga kasus pencurian kotak amal dari beberapa kampung di Desa Cikahuripan. Warga berharap, pelaku pencurian kotak amal tersebut dapat segera ditangkap.

“ Iya sekarang lagi banyak kasus pencurian kotak amal di Desa Cikahuripan. Tidak hanya kotak amal yang ada di masjid. Kotak amal di mushola juga jadi incaran para pencuri kotak amal tersebut,” kata Sekdes Cikahuripan Encin kepada Jurnal Bogor, Senin (14/8/23).

Menurut dia, kasus ini mulai muncul sejak Juli hingga Agustus 2023. Berdasarkan laporan dari masyarakat, sedikitnya sudah terjadi tiga kali pencurian kotak amal dari dua masjid dan satu mushola di Desa Cikahuripan.

“Dari laporan Masyarakat sudah ada sedikitnya tiga kali kasus pencurian amal. Dengan cara kotaknya dibawa kabur dan ada juga yang merusak gembok kotak amal lalu mengambil uangnya,” kata dia.

Encin mengatakan, dari tiga kasus tersebut, warga belum mengetahui ciri-ciri pelaku. Karena pada saat kejadian tidak ada satu pun warga yang mengetahui. Terlebih di dekat tempat kejadian tidak ada CCTV yang merekam kejadian tindak pencurian tersebut.

“ Warga tahunya pas sudah tidak ada dan kotak amal yang ada sudah dalam kondisi tidak tergembok. Ketika ditanyakan kepada lingkungan, tidak ada satu pun warga yang mengetahui tindakan pencurian tersebut,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali tindakan pencurian kotak amal tersebut, Encin mengaku sudah berkordinasi dengan warga, pengurus masjid atau mushola maupun dengan pihak kepolisian. Hal itu guna meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang tidak dikenal yang berada di lingkungan atau mendatangi masjid.

“Kemungkinan nanti kami akan pasang CCTV di mushola atau masjid di Desa Cikahuripan. Jadi jika ada kejadian seperti ini bisa direkam oleh kamera dan bisa diketahui siapa pelakunya,” Kata Encim.

** Taufik/Nay

Kades Desak Perbaikan Jalan Bojong-Ligarmukti

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Kepala Desa Ligarmukti, Klapanunggal, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan perbaikan ruas Jalan Bojong- Ligarmukti yang rencananya akan dikerjakan pada tahun ini. Pasalnya, dari informasi yang diterima pemerintah desa, proses perbaikan tersebut masih tahap lelang.

Kades berharap, proses perbaikan dapat dilakukan sebelum memasuki musim penghujan. Karena jika musim hujan dan jalan belum diperbaiki maka hal tersebut akan membuat warga kesulitan melintasi ruas jalan tersebut.

“Informasinya akan dikerjakan tahun ini. Tapi waktunya kapan saya juga belum tahu. Karena kabar terakhir yang kami dengar, proyek perbaikan ruas jalan Bojong-Ligarmukti ini masih dalam tahapan lelang,” kata Kepala Desa Ligarmukti, Samin kepada Jurnal Bogor, Senin (14/8/23).

Menurutnya, periode Agustus hingga Oktober merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pekerjaan karena belum memasuki musim penghujan. Oleh karena itu, ia berharap Pemkab Bogor dapat segera menyelesaikan proses lelang pengerjaan jalan tersebut.

“Gak tahu seperti apa proses lelangnya kenapa bisa lama. Yang jelas warga berharap seluruh proses administrasi di Kabupaten Bogor dapat segera diselesaikan dan perbaikan dapat segera dikerjakan,” tegasnya.

Samin mengatakan, ruas Jalan Bojong-Ligarmukti merupakan ruas jalan utama masyarakat dari berbagai desa di wilayah Bogor Timur. Hal tersebut membuat Jalan Bojong-Ligarmukti menjadi salah satu akses penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.

“ Warga dari Klapanunggal dan Jonggol kerap melintas di ruas jalan ini. Jadi ini merupakan salahsatu akses penting bagi masyarakat di Bogor Timur,” ujarnya.

Menurut Samin, ruas Jalan Bojong-Ligarmukti yang belum diperbaiki mencapai 2 kilometer. Namun, untuk proses perbaikan tahun ini rencananya baru akan dikerjakan sepanjang 1 Km.

“Jadi 1 Km dulu yang akan dikerjakan pada tahun ini. Dan jika itu dikerjakan, maka ruas jalan rusak paling tidak dapat diperbaiki. Karena titik jalan yang rusak itu lebih banyak di ruas jalan yang berbatasan langsung antara Desa Bojong dengan Ligarmukti,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Momentum HUT RI ke-78, Tokoh Masyarakat Nanggewer Ajak Masyarakat Bangun Nasionalisme

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke- 78 jadi momentm tokoh masyarakat di Kampung Nanggewer , Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor H Kasim mengajak masyarakat untuk membangun semangat nasionalisme.

“Masyarakat bisa melakukan apa saja dan berkreasi apa saja. Sepanjang itu positif dan bermanfaat bagi khalayak banyak kenapa tidak. Kompak dalam Agustusan ini juga upaya menjaga nasionalisme,.” ujar H Kasim, Senin (14/8).

Ditemui ditengah aktivitas menyemarakan HUT Kemerdekaan, H.Kasim ingin generasi muda membangun kepedulian dan cinta tanah air Indonesia.

H Kasim yang juga menjabat ketua Komite Olahraga Kecamatan Nanggung (KOK) yang juga sebagai karyawan di perusahaan PT Antam UBPE Pongkor terlihat aktif di berbagai ajang kegiatan masyarakat.

” Generasi mudah harus dibangun semangatnya. Kalau semangat sudah tumbuh, baru kita arahkan sesuai bakat dan potensinya.” paparnya.

Akan tetapi dia juga tidak ingin ada ketergantungan, artinya secara personalnya dapat menciptakan kebersamaan dengan bergotong royong sebagai bentuk sinergitas.

” Apapun yang dilakukan akan terwujud dari kita untuk kita,” tandas Kasim.

** Arip Ekon

Hadits Hari Ini

0

Nabi Ibrahim dan Ayahnya

Sahih al-Bukhori:3101

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

يَلْقَى إِبْرَاهِيمُ أَبَاهُ آزَرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَى وَجْهِ آزَرَ قَتَرَةٌ وَغَبَرَةٌ، فَيَقُولُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ: أَلَمْ أَقُلْ لَكَ لاَ تَعْصِنِي؟ فَيَقُولُ أَبُوهُ: فَالْيَوْمَ لاَ أَعْصِيكَ. فَيَقُولُ إِبْرَاهِيمُ: يَا رَبِّ إِنَّكَ وَعَدْتَنِي أَنْ لاَ تُخْزِيَنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ، فَأَيُّ خِزْيٍ أَخْزَى مِنْ أَبِي الأَبْعَدِ؟ فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: إِنِّي حَرَّمْتُ الْجَنَّةَ عَلَى الْكَافِرِينَ. ثُمَّ يُقَالُ: يَا إِبْرَاهِيمُ، مَا تَحْتَ رِجْلَيْكَ؟ فَيَنْظُرُ فَإِذَا هُوَ بِذِيخٍ مُلْتَطِخٍ فَيُؤْخَذُ بِقَوَائِمِهِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda:

Nabi Ibrahim bertemu dengan ayahnya, Azar, pada hari kiamat. Ketika itu pada wajah Azar terdapat warna hitam karena kesedihan dan debu hitam. Lalu Ibrahim berkata kepadanya: Bukankah aku sudah katakan kepadamu agar engkau tidak menentangku? Bapaknya berkata: Hari ini aku tidak akan menentangmu. Kemudian Ibrahim berkata: Wahai Rabb, sesungguhnya Engkau sudah berjanji kepadaku untuk tidak mempermalukan aku pada hari kebangkitan. Lalu apalagi yang lebih memalukan daripada keberadaan bapakku yang lebih jauh (dari rahmat Allah)? Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya Aku mengharamkan surga bagi orang-orang kafir. Lalu dikatakan: Wahai Ibrahim, apa yang ada di bawah kakimu? Maka ia melihatnya dan ternyata ada seekor hiena yang berlumuran (dengan darahnya atau dengan lumpur). Maka ia (hiena itu) ditarik dengan kakinya lalu dilemparkan ke neraka.

Pesan :
Kunci masuknya seseorang ke dalam surga adalah tauhid, sehingga seseorang yang kafir atau musyrik tidak diperkenankan masuk surga, meskipun ia memiliki hubungan darah dengan seorang Nabi sekalipun.

Pertama Kalinya, Pemdes Gunung Putri Adakan Lomba MTQ Tingkat Desa

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor mengadakan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat desa yang diikuti 14 RW se-Desa Gunung Putri, Minggu (13/8/23). Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengatakan, lomba MTQ desa ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Pemdes Gunung Putri. Dia berharap lomba MTQ terus dilaksanakan siapapun nanti yang akan menduduki kursi sebagai Kepala Desa Gunung Putri.

“Ini sengaja kita buat adanya kegiatan pertama, kedua dan ketiga. Dengan tujuan nantinya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan berkelanjutan, apalagi ini berbau keagamaan sudah seharusnya untuk kita tingkatkan,” ungkap A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Untuk lomba tingkat desa ini diikuti oleh 150 peserta dari 4 katagori yakni, kategori cabang musik islami yaitu lomba qasidah dan marawis, katagori tilawah, hifzhil Qur’an, dan katagori cerdas cermat. Kegiatan lomba sendiri dibagi menjadi 2 tempat yakni di Aula Pemdes Gunung Putri, dan masjid sekitar.

“ Siapa yang menjadi pemenang dalam lomba MTQ tingkat desa ini nantinya akan mengikuti tingkat Kecamatan. Maka dari itu, diadakannya MTQ tingkat desa ini untuk mencari bibit-bibit baru di Desa Gunung Putri,” cetusnya.

“ Maka dari itu, saya berharap untuk peserta yang mengikuti kegiatan MTQ tingkat desa ini agar bersungguh-sungguh, dan jangan hanya semata mengejar juara, tapi jadikan kebiasaan membaca dan menghafal al-quran sebagai kebiasaan dalam hidup,” tambah nya.

Sementara Camat Gunung Putri Didin Wahidin yang menghadiri acara pembukaan MTQ tingkat desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Gunung Putri yang terus mencari dan menggali potensi yang ada di desanya, baik potensi dalam segi usaha maupun potensi masyarakatnya.

“ Ini patut kita contoh, walaupun sudah ada beberapa desa yang pernah mengadakan acara MTQ tingkat desa, tapi di Desa Gunung Putri ini yang betul-betul terlihat sebagai copy paste-nya kegiatan MTQ tingkat kecamatan,” cetusnya.

Didin berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus ditingkatkan, karena sangat banyak dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat. Selain itu juga, bisa melihat generasi bibit-bibit unggul yang terkadang kita tidak menyadari banyak emas di sekitar kita.

“ Pesan saya untuk Kepala Desa Gunung Putri jangan cepat puas dan jangan berhenti sampai disini untuk terus menciptakan potensi dan mencari penerus kedepannya. Intinya, keberhasilan suatu desa dalam mendongkrak ekonomi dan potensi di desanya karena ada keinginan dari kepala desa itu sendiri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Turnamen Sepak Bola U-40 Desa Nagrak Perebutkan Piala Kades dan Danramil

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Nagrak dan Koramil 0621-05 Gunung Putri menggelar Turnamen Sepak Bola U-40, yang diselenggarakan di Lapangan Trisakti, Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (13/08/23). Turnamen tersebut memperebutkan Piala Kepala Desa dan Piala Koramil 0621-05 Gunung Putri dengan hadiah jutaan rupiah.

Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin mengatakan, turnamen sepak bola usia 40 ini, diikuti oleh 6 tim yang terdiri dari 5 dusun dan 1 tim dari Pemdes Nagrak.

“Untuk pemain dari Pemdes terdiri dari perangkat desa, LPM, BPD, Linmas, kemudian ada juga dari Bumdes,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

H.Agus menyebut turnamen sepak bola ini disupport oleh Koramil 0621-05 Gunung Putri, yang bertujuan tercipta kebersamaan. Menurutnya, untuk pemain U-40 di Desa Nagrak sangat sulit dan bisa dibilang jarang, jika hanya bicara pemain sepak bola usia dibawah 40 sangat banyak sekali. Saking jarangnya, bahkan ada yang usia 50 tahun ikut partisipasi dalam turnamen ini.

” Kegiatan ini merupakan apresiasi penghargaan terhadap mereka mau bergabung bersilaturahmi. Seperti moto Pemdes Nagrak saat mengadakan kegiatan silaturahmi dan hiburan. Saya berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat lebih mendekatkan lagi antara pemerintahan dan masyarakat, serta terciptanya rasa memiliki dan cinta terhadap Desa Nagrak,” jelasnya.

Sementara, Danramil 0621-05 Gunung Putri Kav LA Ahmadin mengapresiasi dengan adanya kegiatan turnamen sepak bola yang diadakan oleh Pemerintah Desa Nagrak, Karang Taruna, beserta LPM.

“Alhamdulillah kami senang sekali bisa menggelar acara turnamen bola bersama warga masyarakat, tentunya ini bukti sinergitas dan kerjasama antara TNI dengan rakyat,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan diadakannya turnamen sepak bola ini diharapkan dapat menciptakan hubungan baik kerjasama antara masyarakat dan TNI. Dimana kita sama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif, dan menciptakan bibit yang terbaik dibidang olahraga sepak bola.

“ Saya berharap, olahraga bisa mempererat hubungan masyarakat dengan TNI tetap selalu menjaga kekompakan,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Lewat Program PKT, Warga Sukabakti Dipekerjakan Agar Miliki Penghasilan

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Warga Desa Sukawening, Dramaga, Kabupaten Bogor bahu membahu membersihkan ruas Jalan Desa Purwabakti.

Pembersih Jalan penghubung dua Desa tersebut dilakukan selama tiga hari lewat program Padat Karya Tunai (PKT).  Setelah Jalan Desa tersebut bersihkan dari rumput dan ilalang baru dilakukan betonisasi.

Kepala Desa Sukawening Jarkasih mengungkapkan sebelum Jalan Sukabakti di beton menggunakan anggaran Samisade, bahu jalan yang penuh dengan rumput liar dibersihkan dulu.

Untuk program Padat Karya Tunai (PKT) yakni Pemdes Sukawening melibatkan warga sekitar yang tidak memiliki pekerjaan.

“PKT dilakukan selama tiga hari. Dalam sehari yang bekerja ada 20 orang.  Dengan adanya PKT,  warga jadi memiliki penghasilan,” ujarnya, Minggu (13/8/2023).

Ditahap pertama program Samisade diperuntukan untuk betonisasi Jalan dan pengaspalan Jalan Desa di Kampung Purwabakti dengan pajak sekitar 1.700 meter.

“Akses Jalan tersebut merupakan penghubung Desa Sukawening dengan Ciherang, Kecamatan Dramaga. Kita berharap dengan infrastruktur jalan desa mulus bisa berimbas ke peningkatan ekonomi warga,” jelasnya.

** Arip Ekon

Sanja Juara Danramil Cup 2023

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Tim sepakbola Desa Sanja berhasil menjadi juara Turnamen Danramil Cup U-15 2023 setelah unggul dramatis lawan Desa Puspasari melalui babak adu penalti 3-1 pada partai puncak di lapangan Mini Soccer Sundjaya, Sabtu (12/8/2023).

“Alhamdulillah, hasil ini tentu bagi masyarakat Desa Sanja senang,” ujar Kepala Desa Sanja Edi Yusuf.

Dia mengapresiasi semua pemain, ofisial dan tim pelatih yang telah memberikan yang terbaik. Bermain kompak hingga mencapai puncak turnamen. “Kedepan mudah-mudahan pemain bisa terus dibina,” kata dia.

Perjuangan M.Rifa Fadilah dkk memang terbilang cukup mengejutkan, sebab di babak semifinal lawan Desa Karang Asem Barat juga menang dramatis melalu adu penalti dengan skor 3-1.

Sebelumnya, Desa Sanja yang berada di Grup A lolos ke semifinal setelah pada laga Kamis (10/8/2023) memetik kemenangan 1-0 lawan Desa Karang Asem Timur, bermain imbang 0-0 kontra Desa Puspasari dan unggul telak 4-0 lawan Desa Tarikolot.

Keberhasilan Desa Sanja berkat kekompakan tim dan kepiawaian bomber palang pintu belakang yang dipercayakan kepada M.Rifa Fadilah yang merangkap kapten tim.

Rifa merupakan anak seorang mantan pemain eks Persikabo dan Warna Agung Galatama, Joni Hinadida yang sedang persiapan turun di Piala RRI dan Suratin U-15 di Klub SSB Citeureup Raya.

** Asep S.Sayyev

KANNI Kabupaten Bogor Bentuk Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kabupaten Bogor melakukan pendidikan dan pembentukan Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum guna mewujudkan peningkatan masyarakat cerdas, paham dan sadar hukum.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Desa Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/8/2023) dihadiri puluhan perwakilan masyarakat desa dari tiga kecamatan.

Ketua KANNI Kabupaten Bogor Haidy Arsyad mengatakan, KANNI berupaya agar masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan bantuan hukum.

“Pemenuhan akses terhadap keadilan (Access to justice), salah satunya didorong melalui optimalisasi peran Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum di tingkat desa,” katanya.

Dia menegaskan, salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah agar masyarakat yang mempunyai kesadaran dan budaya hukum yang tinggi dalam rangka mewujudkan negara hukum serta penciptaan kehidupan masyarakat yang cerdas akan hukum dan diharapkan kedepannya menjadi desa sadar hukum.

“KANNI tidak hanya menjadi pusat pembelaan, tapi juga menjadi pusat pendidikan di bidang ilmu hukum bagi masyarakat,” tegasnya.

Mahasiswa STIH Dharma Andigha Bogor ini menjelaskan, Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum nantinya akan membantu warga desa yang mengalami persoalan di bidang hukum.

“Keberadaan Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum bisa lebih berdampak terhadap masyarakat terutama di tingkat desa. Selain itu diharapkan menjadi juru damai di desa. Penanganan konflik di desa tidak cukup dengan pendekatan sosial dan kultural melainkan juga dengan pendekatan hukum,” paparnya.

Sementara Ketua Umum KANNI Ruswan Efendi menyatakan, KANNI Kabupaten Bogor menjadi yang pertama dalam pembentukan Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum.

“Pembentukan ini memang program KANNI Pusat untuk kabupaten-kabupaten yang kita selaraskan dalam rangka untuk bina bantuan hukum para perangkat desa,” katanya.

Ruswan menjelaskan,  bagaimana memperbanyak masyarakat yang tidak paham hukum supaya mereka paham hukum dengan begitu  kehadiran KANNI  mendidik dan melatih. Kemudian ada di tengah-tengah masyarakat untuk membantu persoalan-persoalan hukum yang ada di tengah masyarakat desa.

“Dimana masyarakat desa ini adalah masyarakat paling bawah, tentunya rentan dengan persoalan hukum. Mudah-mudahan dengan adanya para Kader Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum yang ada di KANNI ini bisa mulai membantu permasalahan hukum yang ada di tengah masyarakat desa,”

Diharapkan, Kabupaten Bogor dapat melaksanakan dengan baik di setiap desa adanya Satgas Masyarakat Desa Sadar Hukum. Dengan adanya ini dapat meminimalisir adanya persoalan hukum yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Harapan yang paling penting, kita dapat mendukung program kerja pemerintah menjaga Kamtibmas dan juga dapat berdampingan bermitra dengan kepolisian terutama juga dengan perangkat desa agar dapat membantu para kepala desa dalam rangka untuk menyelesaikan konflik-konflik permasalahan yang ada di desa,” pungkasnya.

** Andres

Sadengkolot Bangun Ketahanan Pangan dengan Budidaya Bebek Petelur

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor bakal melakukan budidaya ternak bebek peking petelur. Kini sedang proses pembuatan kandang dengan ukuran 13×3,6 meter yang kemudian kandang itu nantinya akan diisi ratusan ekor bebek petelur melalui program ketahanan pangan tahun anggaran dana desa 2023.

Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman menjelaskan, proses pengerjaan kandang bebek petelur yang berlokasi di Kampung Leuwibengkok RT 05 RW 10 kedepannya bisa menjadi ikon untuk penghasil dan pemasok kebutuhan daging serta telur bebek di Sadengkolot.

“Ini untuk menjadi sisi pembeda untuk menginspirasi dalam mendorong  pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Usaha apapun kalau terus ditekuni, tentu   prospektif dikembangkan,” ujar Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/8/2023).

Meski budidaya  ternak bebek baru perdana dilakukan, menurutnya  kalau pengelolaan budidaya bebek  dilakukan secara  profesional tentunya  pengembanganya kedepan akan berjalan baik.

Ternak bebek dengan kolaborasi BumDes Desa Sadengkolot merupakan salah satu strategi pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat diharapkan potensial yang harus dikembangkan.

“Sementara diisi 300 bebek dengan usia produktif. Selain menyiapkan pakan seperti pur, dedak dan kebersihan kandang harus diutamakan,” jelasnya.

** Arip Ekon