34.1 C
Bogor
Friday, July 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 511

Kunjungi BPP Balongan, Kementan Sebut Pertanian Berkontribusi Nyata Terhadap Ekonomi

0

Indramayu | Jurnal Bogor

Usai mengunjungi Jawa Tengah, safari kerja Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berlanjut ke Jawa Barat, Jumat (29/9/2023).

Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balongan yang berada di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPPSDMP memberikan motivasi dan memaparkan kontribusi nyata pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi.

Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan (BBPMKP) Ciawi Yusral Tahir dan Wadir Satu PLH Direktur Polbangtan Bogor Rudi Hartono.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan sektor pertanian menjadi sektor strategis dan menjadi salah satu pilar kekuatan negara.

Menurutnya, agar produksi dan produktivitas pertanian terus meningkat, dibutuhkan sumber daya manusia pertanian yang tangguh dan menguasai teknologi pertanian yang tepat guna, efektif serta efisien.

“Kekuatan suatu bangsa saat ini dapat dilihat dari kemandirian penyediaan pangannya, sumber daya pertanian sebagai pelaku nya, pertanian jago, Indonesia kokoh,” sebut Menteri Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian, petani dan petani milenial yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.

“Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam,” ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

“Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadang pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.

“Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif,” katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

“Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling penting dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Indramayu ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

“Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

“Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma. Dengan pemanfaatan smart farming, pemakaian air juga akan efisien sehingga cocok untuk antisipasi kekeringan di saat El Nino”. kata Dedi

Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Balongan yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati sebagai penerapan pertanian ramah lingkungan.

Swasembada tidak lepas dari pembahasan Dedi. Dijelaskannya, swasembada itu tidak terjadi sekejap mata, ada prosesnya dan didukung dengan banyaknya program pertanian dari pemerintah.

“Jadi, jika kita ingin meningkatkan produktivitas, harus kita ulangi panca usaha tani ditambah dengan smart farming. Smart farming itu adalah pertanian cerdas. Yang dilakukan dengan cara cara yang cerdas,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini mendongkrak produktivitas pertanian dapat menggunakan rabi gabah dan smart farming atau Rabigabah Plus

Sementara Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Muhammad Iqbal, menjelaskan kondisi terkini kabupaten Indramayu.

Menurutnya, potensi wilayah kabupaten Indramayu cukup unik dengan wilayah yang dikelilingi pesisir pantai membuat sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Namun demikian Kabupaten Indramayu tercatat menjadi salah satu pemasok beras nasional yang cukup besar. Indramayu meraih predikat wilayah produsen padi terbesar di Indonesia dengan jumlah produksi tahun 2021 produksi padi 1.3 juta ton, tahun 2022 1.79 juta ton. Untuk tahun 2023 sendiri, Per akhir Agustus 1.19 juta ton

“Kabupaten Indramayu terdiri dari 31 kecamatan, 8 kelurahan, dan 309 desa, dengan lahan sekitar 122.920 hektare, terluas di wilayah Jawa Barat,” jelas Iqbal.

“Pada tahun 2023, 11 BPP mendapat bantuan rehabilitasi, 4 di antaranya rehab total, terima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat, mudah-mudahan tahun depan akan ada alokasi rehabilitasi di BPP lagi,” tambah Iqbal.

“Tantangan di Indramayu adalah kekeringan dimana sistem irigasi menjadi prioritas yang harus dicarikan jalan keluarnya, kami mohon perhatiannya dari Kementerian Pertanian untuk hal ini” kata Iqbal

“Semoga dengan kunjungan Kepala BPPSDMP Kementerian hari ini, Petani dan PPL Indramayu mendapat berkah dan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan pertanian di Indramayu,” katanya lagi.

Koordinator BPP Balongan Kushendarti mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

“Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL. Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 4 PNS, 1 P3K dan 1 THL-TBPP kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani,” tandas pKushendarti.PppP

** bbpmkp

Agar tak Menduga-duga, Penyebab Kebakaran Diminta Pedagang Diumumkan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Para pedagang pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor meminta pihak berwajib untuk segera mengumumkan penyebab utama kebakaran yang menghanguskan ratusan kios tersebut.

Pasalnya, saat ini para pedagang menduga-duga sehingga menimbulkan prasangka buruk dalam musibah kebakaran tersebut.

Bahkan, tak sedikit para pedagang mengutuk kejadian kebakaran tersebut jika berasal dari kesengajaan dari seseorang.

“Jika ini rekayasa, bilamana seseorang ataupun siapapun pelaku pembakaran mendapatkan azab dari Allah SWT,” kata salah satu pedagang yang kiosnya terbakar H Endang dalam rapat musyawarah di aula Desa Leuwiliang, Jumat (29/09/2023).

Dia menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari hasil investigasi pihak berwajib.

“Karena sampai hari ini saya lihat di sosial media itu tidak ada rilis resmi dari pihak berwajib baru penyelidikan. Sehingga jangan sampai kami pedagang ini menjadi suuzdon, jangan-jangan begini jangan-jangan begitu jadi sehingga minta ada rilis resmi dari pihak berwajib,” jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya sangat mempercayai pihak berwajib dalam hal investigasi penyebab kebakaran tersebut.

“Saya minta kepada pengurus melakukan agar meminta kepada pihak berwajib memberikan liris resmi kepada kami sebagai pedagang,” bebernya.

Sementara perihal penyebab kebakaran Pasar Leuwilianh, belum ada informasi lanjutandari pihak kepolisian.

** Andres

Pedagang Pasar Leuwiliang yang Kiosnya Terbakar Direlokasi Sementara ke Terminal

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Paguyuban Pedagang Pasar Leuwiliang meminta segera dilakukan relokasi pemindahan, bagi pedagang yang kiosnya hangus terbakar. Saat ini rencana relokasi dipilih di terminal Leuwiliang.

“Hari ini kami mengumpulkan semua pedagang yang kiosnya terkena musibah kebakaran, untuk mencari solusi terkait kelanjutan usaha,” kata pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Leuwiliang Ues Baesul Qorni ketika menghadiri musyawarah di aula Desa Leuwiliang, Jumat (29/9/2023).

Dia meminta untuk segera menertibkan area yang terbakar ditutup sementara dan dicarikan lokasi lain, agar pedagang tetap bisa berjualan.

“Hasil musyawarah yang pertama rencana relokasi buat pedagang tempatnya di terminal Leuwiliang,” ucapnya.

Dia menambahkan, mudah-mudahan adanya musyawarah ini pedagang sudah setuju kalau memang relokasi pedagang pindah ke terminal.

Namun, ia mengaku kalau memang ingin direlokasi ke terminal harus tertib pembagian kiosnya walaupun setiap pedagang ada yang punya kios sampai 4, harus adil semuanya.

“Ini pedagang yang hadir bisa mengikuti langkah-langkah dan pengurus paguyuban harus adil, yang tadinya dagang harus kembali dagang lagi,” cetusnya.

Selain rencana relokasi di terminal Leuwiliang, ada usulan lain yakni di daerah Gunung Galuga, tapi semua solusinya ingin dekat dengan pasar aslinya.

“Kerugian belum bisa dipastikan, misalnya saya saja ada tiga kios, dan saat ini kondisi pedagang menganggur,” katanya.

** Andres

Perbaiki Akses Usaha Tani, Desa Sadengkolot Aspal Jalan di Wilayah Ciranji dan Cimanggu

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Pengaspalan jalan dilakukan Pemerintah Desa Sadengkolot di dua wilayah yakni Kampung Ciranji RW 03 dan Kampung Cimanggu RW 04, Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Jalan tersebut merupakan akses antardesa yang merupakan jalan usaha tani tersebut tentu saja disambut antusias oleh warga sekitar. Sebab, pembangunan ruas jalan usaha tani ini cukup penting mengingat jalan ini merupakan akses perekonomian dan pertanian warga sekitar.

Jalan yang sebelumnya rusak parah tersebut, kini dibangun menggunakan anggaran bantuan keuangan infrastruktur desa, Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2023.

“Untuk program Samisade tahap kedua tahun 2023 ini sudah turun, dan difokuskan insfratruktur. 40 persen di Desa Sadengkolot pengaspalan jalan di dua wilayah. Sebab di dua wilayah ini sangat riskan untuk sektor pertanian. Selain itu juga lintas antardesa antara Sadengkolot dan Leuwisadeng,” kata Sekertaris Desa Sadengkolot, Sudiman, Kamis (28/09/2023).

Sudiman menyatakan, bahwa progres Samisade Tahun 2023 difokuskan di dua wilayah yang notabene jalan sangat rusak.

Akses sektor pertanian pun sangat dibutuhkan oleh lingkungan tersebut dan pembangunan tak terlepas dari hasil musyawarah Musdus dan Musrenbangdes.

“Alhamdulillah Desa Sadengkolot secara keseluruhan mendapatkan 1 miliar yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama 60 persen dan kedua 40 persen,” paparnya.

Dia menjelaskan, di tahap pertama terbagi 3 item diantaranya TPT, udit dan pengaspalan. Sementara di tahap kedua melanjutkan pengaspalan keseluruhan.

Saat ini, kata dia, program Samisade adalah yang terakhir dengan harapan program tersebut terus dapat berlanjut, meski berbeda nama dengan Samisade. Menurutnya jika mengacu ke pengaturan dan informasi yang dia dapat, bahwa Samisade tahun ini yang terakhir.

“Kalau kita mengikuti aturan bahwa Samisade ini tahun 2023 terakhir. Tetapi ada wacana kedepan itu bantuan keuangan (Bankeu), mudah-mudahan program itu juga sesuai dengan harapan desa,” pungkasnya.

** Andres

Apresiasi Saya Terhadap Kang Prof Didin S Damanhuri

0

jurnalinspirasi.co.id – Sibuk ya kang Prof Didin, sehat dan sukses selalu pengabdiannya yang tak pernah henti mencerahlan publik negeri, yang ditimpa banyak problem dan musibah yang dibuat-buat rezim politik, yang “dungu dan tolol” menurut bung Rocky Gerung.

Saya lihat dan baca di beberapa medsos nama kang Prof Didin S Damanhuri, terus bermunculan sebagai narasumber seminar nasional, forum diskusi ilmiah, yang diselenggarakan di banyak lembaga NGO dan juga GoI, institusi resmi Pemerintahan Indonesia (GoI).

Selamat mengabdi demi kemajuan negara- bangsa (nation-state), semoga Allah SWT senantiasa menganugerahi nikmat sehat-walaffiat, dan selalu beropini yang menginspirasi dan mencerahkan sebagai intelektual muslim senior, yang kaya pemikiran dan menembus batas, yang ada di tanah air saat ini.

Saya AA adalah yuniornya yang terus mengikuti jejak langka dan pemikiran-pemikiran cerdas kang Prof Didin S Damanhuri. Jujur saya berkata bahwa Kang Prof Didin adalah salah seorang tokoh intelektual muslim panutan dan mentor saya sejak saya muda belia sebagai aktivis Kampus.

Saya sudah sejak lama mengenal sosok dan ide-ide cerdasnya sejak menjadi aktivis HMI, lembaga kemahasiswaan Senat Mahasiswa Faperikan IPB, UKM BKI IPB dan aktif di forum-forum diskusi mahasiswa lintas kampus, bernama Forum Latihan dan Pengembangan Muslim Intelektual, yang dikenal FOLAPMI, Kang Didin sering diundang menjadi pemantik diskusi dan atau narasumber, yang disenangi para aktivis mahasiswa, ketika itu berkisar tahun 1980 sd 1986, yang terus berlanjut kiprah hingga sekarang, dengan pemikiran kritis, analitik yg semakin bernas.

Keahlian kang Prof Didin S Damanhuri di bidang ekonomi politik kaitannya public policy, begitu jernih menjelas fenomena sosial yg menyimpang dalam berbagai aspek ipoleksesbudham negeri ini dianalisis secara saintifik dalam perspertif agama (QnS), ideologi dan konstitusi negara, Pancasila dan UUD 1945.

Sebutkan saja misalnya isu-isu strategis nasional, diantaranya seperti cengkraman oligarky semakin sistematik, poros Jakarta-Peking, dan banyak yang lain beragam topik, terakhir kasus Investasi Eco City Rempang yang melanggar HAM terhadap etnis Melayu Rempang yang sangat memilukan hati bagi mereka yang waras.

Sikap kritis Prof Didin begitu jelas, di saat-saat para cendekiawan muslim lainnya gesturenya masih lihat “kiri-kanan”, lamban gerakannya dan atau diam saja (cicing wae). Sikap tegas dan jelas dari kang Didin, mendahului mereka, yang mengoreksi publik policy yang sesat dan menyesatkan itu yang didesain rezim zholim itu.

Dibalik kesunyian itu, akhirnya Sang Prof Didin S Damanhuri, senior saya yang telah menulis buku lebih 60 judul itu, tampil di garda terdepan beropini di media massa dan media sosial. Saya sangat mengappresiasinya.
Insya Allah pula semuanya itu telah mewarnai konten tulisan-tulisan saya di beberapa medsos. Semoga.!
Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
H.Apendi Arsyad
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Kunjungi Bangkir Farm, Kementan Bagikan Kiat Bangun Agribisnis Kokoh

0

Semarang | Jurnal Bogor
Disela sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, berkesempatan mengunjungi area petenakan Bangkir Farm, di Kabupaten Semarang, Kamis (29/9) dengan komoditas Ayam KUB.

Bangkir Farm dimiliki oleh petani milenial Semarang, Muhammad Riski Kurniawan yang merupakan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) YOMA yang juga Young Ambassador Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian saat ini sudah menjadi bisnis bersifat global, dan kolaborasi menjadi kata kunci bisnis pertanian masa kini.

“Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Kita sudah tidak bicara wilayah, seperti Jawa, Sulawesi atau Kalimantan, tapi global. Jadi sangat penting konektivitas antar kalian (petani muda) untuk membangun ekosistem,” kata Syahrul

Syahrul menambahkan, kunci sukses selain memperluas jejaring, manfaatkan teknologi dan fokus pada satu komoditas.

“Dan fokus kalian harus pada suatu komoditas, tekuni sampai berhasil,” tegas Syahrul.

Bangkir Farm merupakan peternakan ayam KUB yang berfokus pada pembibitan doc ayam kub, pembesaran potong, indukan ayam kub dan telur.

Ayam Kampung Unggul merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik hasil persilangan antara sesama ayam kampung.

Saat kunjungan Dedi bertanya jawab secara langsung dilokasi kandang ayam Bangkir Farm, mulai dari awal mula Riski mengembangkan usahanya, macam produk dan dimana dipasarkan.

Riski menjelaskan awal dari pengembangan peternakan ayam nya untuk DOC membeli dulu kemudian dikembangakan sendiri

“Setahun KUB petelur dapat memproduksi telur 180 Setelah dua tahun menjadi ayam pedaging jelas Riski.

Pakan yang dipasok dari petani dengan jenis jagung ,dedak halus dari penggilingan padi dalam proses nya Riski mendapat dukungan dari Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP).

Ia juga menjelaskan dua jenis ayam KUB dan yang membedakan adalah kemampuan produksi telur untuk KUB satu 180 butir pertahun, KUB dua sampai 200 butir. 

Riski menjelaskan juga bahwa pilek adalah penyakit yang biasa menjangkiti ayam KUB di peternakan ini, cara mengatasi nya dengan mengisolasi ayam yang sakit terpisah dengan yang lainnya.

Setelah berkeliling dan bertanya langsung pada Riski, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi memberi arahan sekaligus membagikan kiat kiat membangun agribisnis.

“Potensi KUB ini luar biasa, karena kualitasnya dan tingkat pertumbuhan lebih tinggi.dan sebagai petani milenial harus berorientasi Agribisnis, bangun usaha dengan skala bisnis yang berorientasi profit,” ujar Dedi.

Untuk membangun agribisnis beberapa kiat yang dapat dia sarankan. “Bibit, di sini Riski bersama asosiasi sudah menguasai pembibitan, kalian harus menguasai dari mulai memilah bibit unggul sampai pengembang biakan, jangan tergantung dengan orang lain, kalau asosiasi adalah mitra kita,” jelas Dedi.

Nutrisi untuk peternakan harus dikuasai, jangan tergantung dengan orang lain, tadi disebutkan kesulitan pengadaan jagung, kalo memungkinkan tanam jagung, kalau tidak bisa tanam sendiri, kerjasama dengan petani jagung, rangkul ajak kerjasama.

“Untuk tepung ikan kerjasama dengan petani nelayan yang memproduksi ajak kerjasama,” tambahnya.

Ketiga pengendalian penyakit, makanya saya tadi tanya apa yang sering menjadi penyakit yang biasa terjadi harus pahami, kuasai dan kendalikan

“Dan yang terakhir adalah pemasaran, kuncinya adalah banyak teman perluas jaringan, bangun kerjasama seluas luasnya,” pesan Dedi.

“Saya sangat senang dapat berkunjung kesini, dengan produk dari DOC, Pedaging dan Pupuk, dari diversikasi usaha yang dia (Riski) punya, bersama assosiasi saya yakin usahanya akan berkembang dengan baik tandas,” Dedi.

Pada kunjungan ini Kepala BPPSDMP didampingi Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, dan Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepimpinan (BBPMKP) Ciawi, Yusral Tahir.

** bbpmkp

Turun Langsung Datangi Korban Bencana, Agus Salim Akan Tindaklanjuti ke Dinas Terkait

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi IV, Agus Salim mendatangi rumah korban bencana alam, Rohanah di Cilebut Timur RT 01 RW 05, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (28/9/2023).

Kedatangan politisi Gerindra itu sebagai bentuk perhatian terhadap Rohanah yang hingga kini belum tersentuh bantuan pemerintah. Agus Salim memastikan akan menindaklanjutinya.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, ini harus ditindaklanjuti agar secepatnya mendapatkan bantuan dan dibangun turap, ” tegas Agus Salim kepada Jurnal Bogor.

Dia menegaskan akan berkoordinasi dengan Dinas BPBD dan DPKPP Kabupaten Bogor terkait korban bencana alam yang tak tersentuh bantuan pemerintah.

“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait sebelum terjadi risiko karena kenapa jika terjadi sesuatu nanti yang disalahkan siapa pemerintah karena tidak ada bentuk perhatian terhadap warganya, apalagi dihuni oleh dua kepala keluarga (KK), ” ujarnya.

“Insya Allah dengan hadirnya saya kesini, melihat dan memvideokan kondisi rumah tersebut bahwa saya bener turun langsung ke lapangan, saya akan berusaha secepatnya membantu dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” jelasnya lagi.

Sebelumnya Kepala Desa Cilebut Timur Muchtar Kelana membenarkan terkait warganya yang terdampak bencana longsor di wilayahnya. “Saya sudah pantau kondisi longsornya sehari setelah kejadian, memang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan untuk ditempati lagi, khawatirnya takut terjadi longsor susulan jika hujan lebat, ” jelasnya.

Pemerintah Desa Cilebut Timur, kata Muchtar, sudah meneruskan permohonan bantuan perbaikan rumah Rohanan kepada BPBD dan DPKPP. “Tapi belum ada tanda-tanda, apakah surat ajuan itu direspons. Jika tidak ada, paling saya sebagai kepala desa akan menggerakan warga untuk swadaya,” tutup Muchtar Kelana.

** Aga Alamanda

Kementan Dukung Susu Produksi P4S Kampung Susu Randuacir Salatiga Mendunia

0

Salatiga | Jurnal Bogor
Susu memiliki peran penting untuk mendukung kehidupan yang lebih baik. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP mendukung produksi susu Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kampung Susu, Randuacir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, untuk menembus pasar global.

Dukungan terhadap P4S Kampung Susu Randuacir, yang mempunyai produk peternakan susu dan olahan nya seperti susu pasteurisasi, Kefir, Yoghurt dan Es Lilin susu, disampaikan saat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melakukan kunjungan kerja ke tempat tersebut, Kamis (28/9).

Semangat P4S Kampung Susu sendiri sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang mengatakan kelompok-kelompok tani harus mengetahui potensi dan kelebihan masing-masing.

“Potensi yang dimiliki tersebut harus digali dengan baik, sehingga menguntungkan anggotanya secara ekonomi. Dan ini bisa menjadi kunci sukses kelompok tani, termasuk P4S,” sebut Menteri Syahrul.

Saat mengunjungi P4S Kampung Susu Randuacir, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menjelaskan, momen saat Indonesia merdeka. Menurutnya, saat Indonesia merdeka tahun 1945, disaat yang sama Korea juga merdeka.

“Namun dalam kurun waktu 50 tahun, Korea tidak saja unggul di bidang teknologi, otomotif, dan smart farming bahkan kita pun impor pelatih tim sepakbola nasional dari Korea.
Apa yang membuat Korea maju? Keberhasilan Korea diawali dengan pembaharuan bidang pertanian,” jelas Dedi.

Dedi menjelaskan, tahun 60 korea mempunyai gerakan penting yaitu gerakan Sae-maul. Saemaul Undong, yaitu gerakan perubahan dan reformasi yang bertujuan untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Dijelaskannya, gerakan yang berangkat dari kesadaran rakyat untuk mengentaskan diri dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.

“Gerakan pembaharuan dari pedesaan sehingga desa menjadi pusat perubahan. Desa mampu menyediakan pangan di kabupaten, provinsi, ibukota negara. Bagaimana membangun bangsa kalau urusan pangan berantakan? Jadi kalau negara kita mau maju, kita tiru gerakan Sae-maul. Saemaul Undong,” ujarnya.

Dan menurutnya, semangat gerakan Sae-maul. Saemaul Undong ada di P4S. Karena fungsi P4S sesuai namanya pusat pelatihan pertanian perdesaan yang menjadi motor penggerak ekonomi di pedesaan

“Saya mengajak dari Salatiga, untuk menerapkan semangat Sae-maul. Saemaul Undong, Susu salatiga harus mampu memenuhi kebutuhan, juga berlaku untuk komoditas pertanian. Bila semua sudah dicukupi, tinggal meningkatkan produksi yang pada akhirnya kita akan bisa ekspor,” katanya.

“Bagaimana meningkatkan produktifitas, terapkan Rabigabah plus Smart Farming karena dengan mengoptimalkan proses produksi, efisiensi dicapai dan pada akhirnya peningkatan produktifitas akan tercapai. Tekadkan penuhi kebutuhan pangan kita, dari Salatiga untuk Indonesia, Dari Salatiga untuk Dunia,” tegasnya.

Kepala BPPSDMP dalam kesempatan itu didampingi Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepimpinan (BBPMKP) Ciawi,Yusral Tahir.

Tim diterima oleh ketua P4S Kampung Susu, Hery Harso dan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Salatiga Henni Mulyani. Hadir anggota P4S, Petani dan Penyuluh di wilayah sekitar Randucir, kecamatan Argomulyo.

Kepala Badan berkesempatan berkeliling di area peternakan. Dedi mengapresiasi P4S yang telah menerapkan integrated farming, manajemen limbah yang diproses manjadi pupuk kandang dan pupuk cair, yang bernilai ekonomis dimana selain mendapatkan keuntungan dari produk utama juga mendapat dari pemanfaatan kotoran ternak dan urin sapi.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Salatiga, Henni Mulyani, mengatakan Kota Salatiga tetap berkomitmen dalam sektor pertanian, dengan kondisi wilayah pertanian yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol banyak lahan yang alih fungsi, kita tetap optimalkan yang ada.

“Adanya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) juga berdampak terhadap peternak di wilayah kita, namun semua pada akhirnya kita dapat atasi,” ujarnya.

Ketua P4S Kampung Susu Hery Harso, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan motivasi yang diberikan Kepala BPPSDMP.

“Terima kasih atas kunjungan nya dan motivasi yang diberikan, semoga apa yang disampaikan dan semangat pemenuhan kebutuhan pangan, dari Salatiga untuk dunia dapat terwujud” tandas Hery.

** bbpmkp

Lihat Langsung Kondisi Pascakebakaran, Dede Chandra Prihatin Musibah Kebakaran Pasar Leuwiliang

0

Relokasi Prioritas Mesti Blok Daging dan Sayuran

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dapil Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita menyatakan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, yang terjadi pada Rabu (27/9/23) malam hingga Kamis siang.

Dede Chandra sasmita yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor ini mengaku prihatin dan sangat berduka atas musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Leuwiliang tersebut.

“Semoga para pemilik kios diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini,” ucap Dede Chandra Sasmita saat melihat langsung kondisi kebakaran pada Kamis (28/9/23) siang.

“Saya berharap agar pemerintah bersama stakehokder  terkait segera mencari solusi terbaik agar ekonomi masyarakat tetap berjalan. Jangan dilupakan juga, penanganan dampak pascakebakaran, langkah cepat harus dilakukan pemerintah bersama unsur terkait dalam masalah pasar tersebut.

Relokasi pedagang yang terdampak, khususnya yang selama ini menempati kios blok daging dan sayuran harus segera dilakukan, agar aktivitas pasar dan kegiatan perdagangan tidak terhenti akibat musibah tersebut,” jelasnya.

** yev

Beri Motivasi di BPP Mojosongo, Kementan: Pertanian Berkontribusi Nyata untuk Ekonomi

0

Boyolali | Jurnal Bogor
Motivasi kembali disampaikan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kali ini motivasi disampaikan saat Kepala BPPSDMP melanjutkan kunjungan kerja ke BPP Mojosongo, di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh penyuluh, petani dan petani milenial dari sekitar Kecamatan Mojosongo. Hadir mendampingi Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh dan petani adalah garda terdepan dalam pertanian.

“Penyuluh dan petani harus memastikan pangan tidak bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Ditambahkan Syahrul, sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan untuk 273 juta jiwa, bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat, pemberi solusi untuk petani, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi.

“Karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa,” tegas Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian dan petani yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.

“Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam,” ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

“Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadanh pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.

“Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif,” katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

“Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Mojosongo ini,” imbuhnya.

Semangat penyuluh BPP juga diacungi jempol oleh Dedi. “Meskipun dengan segala keterbatasan, medannya yang naik turun, namun para penyuluh tetap bersemangat menjalankan tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

“Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

“Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma,” terangnya.

Dedi juga mengatakan, petani perlu menggunakan PGPR untuk merangsang pertumbuhan akar untuk menyedot unsur hara dan air di dalam tanah.

Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Mojosongo yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati untuk budidaya beras sehat.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Ahmad Nasrullah Fathurahman, menjelaskan jika Kabupaten Boyolali tengah melakukan peningkatan kegiatan penyuluhan. Melalui penguatan kelembagaan petani.

Ia optimis dengan melibatkan 133 orang penyuluh,  245 gapoktan, 2199 poktan 47 pemuda petani, 279 kelompok ternak, Kabupaten Boyolali mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui konsep smart farming.

Ia juga menjelaskan Kabupaten Boyolali saat ini sedang proses Digitilasisi Lahan Pertanian untuk pemetaan lahan secara digital. “18 BPP sudah dilengkapi digital. Permasalahan ketenagaan terbatasnya jumlah penyuluh,” katanya.

Koordinator BPP Mojosongo Retna Palupi mengucapkan terima kasih kepada kepala badan atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

“Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL,” katanya.

“Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 2 PNS dan 5 P3K kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP kami,” ujarnya.

Retna pun menjelaskan produk yang ditampiilkan yang sebelumnya dipamerkan di pelataran BPP Mojosongo. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP Mojosongo.

“Puspahati yang merupakan paguyuban gabungan kelompok tani yang memproduksi agen hayati dan Kelompok Tani Pangudi Bogo,” jelas Retna.

“Pangudi Bogo memiliki arti penyedia pangan, kelompok tani yang mulai tahun 2017 bergerak pada produksi beras organik, dengan kemasan yang menarik, produk mereka juga dipasarkan memanfaatkan media sosial” tutup  Retna.

** bbpmkp