25.2 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1673

Corona Bak Buah Simalakama

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Berbeda dengan Ibu Kota DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hanya lebih selektif terhadap wisatawan yang masuk ke wilayah Bumi Tegar Beriman.

Akibat dampak penyebaran virus Corona, Pemkab Bogor akan mengeluarkan surat edaran yang akan diperuntukan bagi para pelaku industri pariwisata.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) pada Setda Kabupaten Bogor, Joko Pitoyo mengatakan, pemerintah daerah masih mempertimbangkan aspek perekonomian masyarakat Bumi Tegar Beriman.

“Sebenarnya Bupati itu merasa penduduk di Kabupaten Bogor masih banyak hidupnya yang dari hari kehari. Pendapatan hari ini dipakai hari yang bersamaan. Makanya tidak ada penutupan tempat-tempat industri pariwisata karena menyangkut dengan mata pencaharian warga Kabupaten Bogor,” ujar Joko kepada Jurnal Bogor, Senin (16/3).

Ia menambahkan, Pemkab Bogor tidak berarti waspa terhadap penyakit menular mematikan yang melanda mancanegara dan memakan ribuan nyawa manusia itu.

“Kalau bahasa Bupati, kita jangan panik tapi tingkatkan kewaspadaan dengan cara sering membersihkan tangan dan kurangi bersentuhan dengan orang lain. Tapi kita jangan khawatir berlebihan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepada Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata pada Disbudpar Kabupaten Bogor, Iman Budiana menerangkan, pihaknya akan menindaklanjuti adanya intruksi pucuk pimpinan Pemkab Bogor.

“Kami akan keluarkan surat edaran yang ditujukan untuk para pelaku industri pariwisata di Kabupaten Bogor. Edaran itu akan didustribusikan besok,” kata Iman.

Mantan Kabid Aset ini memaparkan, isi edaran tersebur lebih menekankan pada upaya pencegahan penyebaran virus yang saat inj statusnya mengancam mancanegara.

“Dalam surat edaran nanti, kami mengimbau kepada manajemen hotel dan tempat wisata untuk diadakan hand sanitizer bagi para pengunjung. Bukan hanya itu, pemeriksaan suhu tubuh pengunjung maupun karyawan juga harus dilakukan para pelaku industri pariwisata,” paparnya.

Noverando H

Luasan Lahan Huntap Final

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama unsur terkait telah memastikan luasan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PN) VIII yang akan dibangun hunian tetap (Huntap) korban bencana alam di wilayah barat Kabupaten Bogor (Bobar-red).

Kasubag Penataan Wilayah Bagian Adpem pada Satda Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengukuran lahan untuk Huntap yang berada di dua kecamatan.

“Untuk menyinkronkan dari berbagai instansi, bahwa Pemkab Bogor telah bekerjasama dengan BPN dan PT PN selaku pemegang hak, telah melakukan pengukuran secara bersama-sama di lahan yang akan dibangun huntap yakni di Kecamatan Cigudeg dan Sukajaya,” ujar Eko kepada Jurnal Bogor, Senin (16/3).

Ia menerangkan, pengukuran tersebut dilakukan pada lokasi yang memang sebelumnya sudah dilakukan kajian oleh Badan Geologi.

“Dari berbagai titik lokasi yang direncanakan oleh Pemkab Bogor sesuai dengan rekomendasi dari Badan Geologi, ternyata beberapa titik untuk saat ini hanya terfokus di tiga titik yakni Desa Urug Kecamatan Sukajaya, Desa Sukaraksa dan Cigudeg Kecamatan Cigudeg,” terangnya.

Ia mengungkapkan, sekitar puluhan hektar lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada pada tiga titik tersebut dan rencananya akan dibangun huntap.

“Luasan sesuai dengan hasil pengukuran bersama-sama, untuk di Cigudeg yakni Desa Sukaraksa 37.987 dan Cigudeg 295.883 meter persegi. Sedangkan yang di Desa Urug Kecamatan Sukajaya itu yang rencana luasanya sekitar 10 hektar hasil ukurnya adalah 104.483 meter persegi. Jadi kalau ditotal pada tiga titik tersebut sekitar 43 hektar,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, penyerahan kepemilikan lahan yanh telah diukur tersebut akan dilakukan dari PT PN kepada pemerintah daerah.

“Tanahnya nanti dari PT PN itu akan diserahkan ke pemrintah daerah dengan status hak pengelolaan atau pakai Pemda, nanti itu tergantung dengan BPN. Untuk dengan para penghuni huntap itu tergantung pimpinan di Pemkab Bogor, konsepnya seperti apa,” paparnya. 

Noverando H

Outing SDN Nanggewer 01 Dikeluhkan Wali Siswa

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kegiatan diluar sekolah atau biasa disebut dengan outing sering memberatkan bagi orang tua, apalagi dengan kondisi saat ini saat sudah ada intruksi dari Presiden RI untuk tidak berada di kerumunan banyak orang terlebih dahulu, atau mengadakan kegiatan yang mengundang banyak orang dalam waktu dekat ini.

Namun imbauan dari Presiden Jokowi dan Bupati Bogor ini seperti diabaikan Kepala Sekolah SDN Nanggewer 01. Pasalnya pihak sekolah bersikukuh tetap akan mengadakan kegiatan diluar sekolah dan berlaku bagi semua siswa di sekolah tersebut tanpa terkecuali, apabila ada yang tidak mengikuti kegiatan tersebut akan berpengaruh pada nilai siswa.

Salah seorang wali siswa yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan kejadian ini kepada Anggota Dewan Komisi III Ferry Roveo Chechanova atau biasa di sapa bang Vio, Senin (16/03). Dalam keluhannya, wali siswa mengatakan bahwa beredarnya isu Corona ini membuat takut dan ditambah lagi kondisi ekonomi yang saat ini bisa dibilang sulit.

“Wali kelas anak saya memberikan rincian harga tiket untuk kegiatan outing ke Taman Safari pada bulan April mendatang, namun sifatnya diharuskan/diwajibkan,adapun rinciannya seperti ini yang beredar di group whatsapp Wali siswa. Berdasarkan rapat korlas, komite, panitia/dewan guru dan kepsek tanggal 10 Maret 2020 menghasilkan keputusan untuk studi tour lokasi ke Taman safari yang ada LKS nya, rincian biaya paket 3: 1,tiket Rp.175.000 anak usia 1-6th, 2.tiket Rp.195.000 usia-dewasa, 3.tiket rata2 : Rp.190.000/orang, 4.transport bis Rp.100.000/orang, 5.kaos anak :Rp.50.000, 6.Adm : Rp.25.000, 7.kereta wisata : Rp.25.000, Total : Rp.390.000/siswa, 8.orang tua pendamping : Rp.340.000/orang,

9.anak ke 2/anak yg dipangku/anak yatim : Rp.200.000. Demikian hasil keputusan rapat, terimakasih,” jelas wali siswa.

“Pada intinya kami keberatan sebagai wali siswa, maka itu kami mengadukan kepada pak dewan karena aspirasi kami diabaikan oleh pihak sekolah, terakhir kemarin kami orang tua diimbau melalui pesan singkat whatsapp, namun imbauan tersebut terkesan seperti memaksa,”Assalamualaikum.

Ibu/bpk untuk kegiatan outing class sebaiknya semua siswa ikut serta. Pendaftaran ditunggu sampai hari Jumat. Outing class ini berpengaruh pada penilaian siswa” seperti itu bentuk imbauannya,” terangnya.

Seperti diketahui sebelumnya Bupati Ade Yasin mengimbau seluruh kegiatan sekolah diliburkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna sudah memberikan surat edaran kepada seluruh sekolah baik negeri maupun swasta

Menanggapi hal tersebut dengan adanya keluhan orang tua siswa yang langsung mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Vio angkat bicara perihal sekolah yang seolah memaksakan bepergian dengan dalih penambahan nilai. “Mendengar pengaduan tersebut Kepala sekolah SDN Nanggewer 01 seperti tidak mengindahkan intruksi Bupati dan Kadis Pendidikan Kabupaten Bogor, dengan telah keluarnya surat edaran dari Bupati dan Kadisdik kabupaten Bogor untuk setiap sekolah menunda kegiatan outting class ke tempat wisata,” kata dia

“Walaupun Bupati tidak melakukan  penutupan untuk tempat wisata, namun seyogyanya kegiatan -kegiatan diluar sekolah ditiadakan dulu mengingat menjaga kesehatan jauh lebih penting,untuk penambahan nilai kan bisa diambil dengan cara lain tidak harus bepergian apalagi sudah ada orang tua yang mengajukan keberatan, tapi disini pihak sekolah tetap menganjurkan untuk melaksanakan outing klas dan akan memberi sangsi tidak memberi nilai terhadap murid yang tidak ikut outing class.”

“Saya selaku anggota DPRD Kabupaten  Bogor mengimbau kepada pihak sekolah untuk melakukan pencegahan wabah Corona dengan melaksanakan imbauan Bupati dengan melaksanakan kegiatan belajar di rumah dan meniadakan kegiatan outing class untuk waktu 2-3 bulan kedepan, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor harus menindak tegas kepala sekolah yang tidak melakukan pencegahan wabah virus Corona dan tidak mengidahkan intruksi tersebut, lebih baik mencegah sebelum terjadi sesuatu kepada  anak-anak kita, hanya demi mendapatkan nilai tapi berbuntut terjangkit penyakit itu pasti sangat memprihatinkan,” jawab Vio menyayangkan hal tersebut.

Nay Nur’ain

Lapak PKL Fly Over Cileungsi Dibakar

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Diduga akibat adanya penertiban unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cileungsi, belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) membakar bangunan semi permanen tempat berjualan (lapak-red) di kolong fly over Cileungsi.

Komandan Sektor (Dansek) Cileungsi pada Damkar Kabupaten Bogor, Hendra Kurniawan mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan memadamkan api yang berada di fly over Cileungsi itu.

“Kegiatan penertiban PKL oleh Satpol PP namun PKL di fly over tidak terima yang mengakibatkan membakar lapak untuk berjualan. Kami sempat dihalang oleh massa karena tidak diperbolehkan untuk api dipadamkan,” ujar Hendra kepada Jurnal Bogor, Senin (16/3).

Ia menambahkan, pihaknya menerjunkan dua kendaraan pemadam untuk menjinakan api yang disebabkan oleh para pedagang yang tak terima ditertibakan.

“Kami turunkan dua unit truk yakni yang ukuran sedang dan besar dengan masing-masing satu. Dengan bantuan kepolisian dan TNI untuk mengatasi massa yang menghadang hingga akhirnya api bisa kami padamkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, lapak kembali dibakar setelah Damkar melakukan pemadaman. “Siang terjadi pembakaran lagi oleh massa. Kami baru memantau saja sudah mulai dikepung massa. Daripada kami mati konyol leboh baik mundur dulu sampai kepolisian dan TNI dapat mengendalikan massa,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Cileungsi, Zaenal Ashari menerangkan, insiden tersebut bagian dari penertiban terhadap para PKL yang berjualan di fly over Cileungsi.

“Bukan kebakaran, itu mah biasa lah. Itu dalam rangka menertibkan. Itu masyarakat yang membakar punya dia sendiri, tapi udah dimatikan,” kata Zaenal.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya berencana akan membangun ruang terbuka hijau publik pada lokasi yang kepemilikannya itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

“Kami tertibkan PKL itu karena fly over tersebut direncanakan untuk ruang terbuka hijau publik. Kami lakukan pembangunan itu dengan swadaya masyarakat tanpa ada pesetujuan tertulis dari Provinsi Jabar,” paparnya. 

Noverando H

Disdukcapil Kirim KTP-el Via Pos

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Bukan hanya melalui kecamatan setempat, pendistribusian Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor menggunakan jasa pengiriman Kantor Pos.


“Selain mendistribusikan blangko KTP-el yang telah tercetak melalui kecamatan setempat, kami juga lakukan pengiriman melalui kantor Pos setempat,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Oetje Subagdja, Senin (16/3).

Oetje mengungkapkan, untuk total blangko yang telah cetak sudah pihaknya distribusikan melalui Kantor Pos itu sebanyak kurang lebih 1853 keping.


“Pendistribusian via Kantor Pos sudah kami lakukan sebanyak 1853 keping. KTP-el iti sekarang tengah dalam proses pengiriman kekediaman langsung masyarakat penerima,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Identitas Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Bogor, Suparno menambahkan, bahwa untuk pendistribusian KTP el yang telah tercetak bagi masyarakat Kabupaten Bogor khususnya memiliki dua cara pengiriman.

“Untuk kecamatan yang sudah kami distribusikan kurang lebih sebanyak 284,777 keping. Kami juga sudah mulau pendistribusian lewan kantor pos,” ujar Suparno.

Senada dengan Kepala Disdukcapil, lanjut Suparno, pendistribusian via kantor pos itu telah dilakukan jajarannya sebanyak 1853 keping. 

“Jadi sisanya sedang proses encord dan berita acara, mudah-mudahan pekan depan ini sudah beres semua sehingga dapat distribusikan kembali melalui kecamatan setemlat maupun Kantor Pos,” tandasnya.

Noverando H

Desa Ciherang Pondok Buat Akta Kelahiran Gratis

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor mengadakan kegiatan pelayanan pembuatan akta kelahiran secara gratis di katnor desa setempat. Kepala Desa Ciherang Pondok, Aldi Wiharsa mengatakan, kegiatan pembuatan akta kelahiran ini merupakan program Jemput Bola (Jembol) Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Ini adalah program jembol pemda yang dilaksanakan melalui Disdukcapil, dimana bertujuan agar warga khususnya yang ada di wilayah Ciherang Pondok mengetahui betapa pentingnya dokumen identitas berupa akta kelahiran ini,” katanya, Senin (16/3).

Selain penting untuk dimiliki sebagai dokumen identitas diri, lanjut Aldi, tujuan lainnya juga dimaksudkan supaya warga  lebih disiplin tentang pentingnya identitas pengakuan diri. “Intinya, kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemda. Sebab,  telah menyelenggarakan kegiatan ini. Warga pun antusias menyambutnya. Tentu berkat pemberitahuan dari pihak pemerintah desa beberapa hari ke belakang,” imbuhnya.

Dalam pembuatan akta lahir, ada sekitar 550 warga yang antusias ingin membuat akta kelahiran tersebut. Namun, dari jumlah kuota itu hanya 350 paket yang akan terealisasi. “Sisanya mungkin nanti akan dilanjut ke pihak UPT dan kami berharap semoga dengan adanya pembuatan akta ini ini, bisa bermanfaat khususnya bagi warga masyarakat Ciherang Pondok,” terang Aldi.

Senada diungkapkan Ketua PKK Desa Ciherang Pondok, Novi. Menurutnya, dari kuota yang diusulkan Pemdes Ciberang Pondok sebanyak 550, hanya 350 yang bakal terealisasikan. Sesangkan, untuk sisinya ada kemungkinan menyusul sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Jadi, saking banyaknya antusias warga kami belum bisa membuatkan semuanya, tapi nanti bagi yang belum dapat akta bisa menyusul. Ia berharap, kegiatan ini akan menjadi program berkelanjutan, karena masih banyak warga yang belum masuk guna mendapatkan akta lahir akibat terhambatnya persyaratan yang harus dipenuhi bagi pemohon. “Mudah – mudahan saja, kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap aatu tahun sekali, kasihan kan jika masih ada warga yang belum terlayani,” pungkasnya.

Deny

Walau Dilarang, SMPN 1 Megamendung Tetap Laksanakan Studi Tour

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Meski Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya meliburkan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah selama dua pekan dari mulai 16-29 Maret, tapi juga melarang satuan pendidikan melaksanakan kegiatan outing class atau studi tour sebagai antisipasi pencegahan dan penyebaran Covid-19 atau virus mematikan tersebut. Namun, rupanya pelarangan itu tidak digubris SMPN 1 Megamendung. Sekolah tersebut tetap melaksanakan outing class ke Green Valley Water Park, Purwakarta bagi peserta didik kelas 7 pada Senin (16/3).

Informasi yang diperoleh dari orangtua murid, setiap siswa membayar Rp350 ribu. Sebab outing class merupakan program studi yang dilaksanakan di luar sekolah. Di mana salah satu tujuannya memberikan pengalaman langsung dan belajar menyusun laporan atas objek yang dikunjungi berkaitan dengan pelajaran IPS dan sebagainya.

“Tujuan awal adalah objek di daerah Jakarta, tapi seiring dengan merebaknya virus Corona maka dialihkan ke Purwakarta dengan tidak merubah tujuan semula,” kata salah seorang wali murid yang enggam disebut namanya.

Dijelaskannya, outing class dipilih di Purwakarta karena terdapat objek yang hampir sama dengan TMII yaitu Planetarium dan Bioskop 5D (5 dimensi seperti Keong Mas TMII). Selain itu lokasinya lebih nyaman jauh dari kebisingan kota dengan alam yang masih hijau banyak pepohonan. “Kita sebagai orangtua tidak tahu kalau Pemkab Bogor, dalam hal ini Dinas Pendidikan sudah memberikan imbauan agar menunda outing class karena adanya virus corona,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengaku sudah menerima laporan SMPN 1 Megamendung melaksanalan kegiatan pembelajaran luar kelas di luar daerah. “Tadi (rombongan SMPN 1 Megamendung) sudah sampai Cikampek, saya suruh balik lagi,” kata Entis. Dia pun menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada SMPN 1 Megamendung. “Ada (sanksi),” tandasnya.

Dijelaskan Entis, sesuai dengan Surat Edaran Nomor : 800/290-Disdik tentang Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19 pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Bogor, pihaknya sudah melarang kepada setiap satuan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan yang sifatnya memobilisasi massa, salah satunya outing class.

Hal ini juga sejalan dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.176-Dinkes/2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19, dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor : 400/27/HUKHAM Tanggal 13 Maret 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19.

Selain itu juga dipertegas dengan Surat Intruksi Bupati No 90 tanggal 4 Maret Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Virus Corona, dan hasil rapat koordinasi Bupati Bogor bersama Sekretaris Daerah beserta kepala perangkat daerah, Minggu (15/3).

“Dalam SE tersebut dijelaskan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) PAUD/TK, SD,SMP, LKP, LPK, dan PKBMtetap berjalan dan dilaksanakan di rumah masing-masing mulai tanggal 16-29 Maret 2020. Selain itu diimbaj agar tidak melakukan kegiatan seperti outing class atau study tour,” tegasnya.

Sementara, Kabid Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Bogor, Ridwan Said mengatakan, imbauan agar tidak melaksanakan kegiatan outing class sudah disanpaikan ke satuan pendidikan. “Sesuai dengan edaran menteri, gubernur dan edaran kadisdik agar ditunda kegiatan outing class. Kami akan minta klarifikasinya ke pihak sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Megamendung, Yusuf saat dikonfirmas telepon selulernya tidak aktif.

Dede Suhendar

Pemdes Cigudeg Geber Bangun Insfrastruktur

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg manfaatkan Dana Desa (DD) tahap pertama untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang tersebar di beberapa pelosok kampung. Kepala Desa Cigudeg Andi Supriyadi mengatakan, setelah diterimanya DD tahap pertama tahun 2020, langsung digunakan untuk membangun  berupa pengerjaan hotmix jalan lingkar Setu, berikut pembelian satu unit kendaraan bermotor untuk mengangkut sampah.

Lalu pembangunan hotmix jalur pendidikan SDN 1 dan SDN 2 dan pembuatan bak penampungan sampah di tiga kampung, yakni Kampung Cicopong Kidul, Cicopong Tonggoh dan Cicopong Lebak. “Tentunya untuk penataan lingkungan di bidang kebersihan dengan memanfaatkan fasilitas kendaraan bermotor pengangkut sampah,” kata dia.

“ Satu unit kendaraan bermotor untuk mengangkut sampah  karena dilatarbelakangi permasalahan sampah masih menjadi permasalahan serius. Hal ini untuk menetralisir dan mengurangi warga yang membuang sampah sembarangan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kata Supriadi, untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) Dana Desa juga digunakan untuk pelatihan dan pembinaan terhadap kelembagaan aparatur pemerintah desa yang digelar beberapa waktu lalu. “Guna meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa agar pelayanan desa menjadi lebih baik.”

Menurutnya, pelaksanaan pelatihan aparatur pemerintah desa  adalah  salah satu kunci keberhasilan tata kelola pemerintahan, sehingga bisa  terciptanya administrasi yang baik. Andi Supriyadi yang akrab disapa Bram menyebutkan, bahwa tatanan pemerintahan desa yang baik harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusianya yang mengikuti perubahan kemajuan dan sistem. ” Tentu saja dalam pelatihan tersebut orientasinya untuk meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan sesuai tugas dan pungsinya masing masing,” jelasnya.

Lebih lanjut Bram memaparkan, bahwa begitu penting dalam membangu komunikasi antar semua pihak, salah satunya menampung aspirasi melalui sapa warga ditingkat RW agar komunikasi  dan menjalin koordinasi tetap berjalan. “Sebanyak 22 RW se- Desa Cigudeg setiap per bulannya difasilitasi dengan diberikan uang pulsa sebesar 50 ribu,” tutupnya.

Arip Ekon

Badan Geologi Teliti Penyebab Gempa,

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Badan Geologi Bandung melakukan penelitian untuk menentukan penyebab gempa yang mengakibatkan 664 rumah warga di tujuh Desa se Kecamatan Pamijahan alami kerusakan. Penelitian gempa dilakukan  dengan cara memasang alat deteksi perekam getaran bernama Sesmometer yang di letakan di bawah permukaan tanah di Kampung Cisalada, Desa Purwabakti.

“Setelah terekam dan dianalisa  baru bisa diketahui sekuat apa gempa tersebut. Karena kondisi bebatuan yang ada di permukaan bisa mempengaruhi kekuatan gempa dan juga bisa memperlemah getaran gempa,”kata Kepala Tim Tanggap Darurat Gempa Bumi Sukabumi, Nia Kurnia Praja, kemarin.

Nia mengatakan, gempa yang merusak ada tiga faktor. Pertama, jarak dengan pusat gempa. Kedua, kualitas banggunan dan ketiga, kondisi bebatuan tersebut.

Untuk di Kecamatan Pamijahan, bisa jadi dikarena dekat dengan pusat gempa atau disebabkan lempengan sesar Citarik. Namun, hal tersebut baru bisa diketahui setelah diketahui hasil penelitian. Ia menghibau agar masyarakat tidak panik atau takut ada gempa susulan meskipun bencana itu berulang sifatnya.

“Dari hasil penelitian akan menjadi dasar untuk membantu pemerintah. Apakah, warga di daerah tersebut perlu direlokasi atau tidak, “katanya.

Akibat gempa bumi yang terjadi pada 10 Maret 2020, sebanyak 71 jiwa di Kampung Cisalada, Desa Purwabakti masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka memilih tidak pulang ke rumah dan bertahan di tenda pengungsian karena khawatir terjadi gempa susulan.

Cepi Kurniawan

Tafakur Pandemi Coronavirus Covid 19 Dalam Perspektif Pendidikan Islam

0

Oleh: Indriya Rusman

Dosen FAI UIKA Bogor

Pandangan Al-Qur’an mengenai manusia sebagai khalifah memiliki tugas mulia dan misi besar untuk di jalankan di muka bumi, sebagaimana dikemukakan dengan jelas di dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya di dalam QS. Az-Zariyat (51) ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

Berdasarkan hal ini-lah bertafakkur tentunya menjadi salah satu ciri penting, bukan saja yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya, tetapi juga menjadi salah satu prasyarat melaksanakan peran penting sebagai khalifah, untuk mengemban pembangunan peradaban sekaligus pembawa visi misi di muka bumi. Dalam istilah Arab, tafakkur artinya berpikir. Menurut Al-Fairuzabadi, salah seorang linguis Muslim awal terkemuka, al-fikr (pikiran) adalah refleksi atas sesuatu: afkar adalah bentuk jamaknya. Menurut pandangannya, fikr dan tafakkur adalah sinonim dan keduanya memiliki makna sama.

Menurut Profesor Malik Badri, seorang psikolog Muslim kontemporer, menjelaskan perbedaan antara tafkir dan tafakkur. Tafakkur lebih dalam dan lebih luas ketimbang tafkir. Tafakkur menjembatani persepsi dan konsepsi dari kehidupan dunia ini ke akhirat dan dari makhluk ke Penciptanya, Allah Swt. Perantaraan ini dikenal dengan i’tibar. Jadi, tafkir bisa jadi terbatas pada pemecahan masalah hidup kita saat ini yang tak melibatkan emosi, namun, tafakkur melampaui hidup ini ke wilayah lebih luas, akhirat, dan melampaui kedangkalan materialisme menuju horizon lebih dalam, “ruh”, dan dengan demikian tafakkur memotivasi seluruh aktivitas eksternal dan internal kaum muslim.[1] Di dalam Al-Qur’an terdapat 18 kali yang mengulang-ulang mengenai taffakur, salah satunya Allah Swt menyampaikan FirmanNYA di dalam QS. A-Nahl (16) ayat 11:

         يُنْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْاَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ

                                                    اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya:

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

Sedangkan pengertian Pendidikan Islam menurut Muhaimin dapat dipahami dalam beberapa perspektif, yaitu:

  1. Pendidikan menurut Islam, atau pendidikan yang berdasarkan Islam dan sistem pendidikan yang Islami, yakni pendidikan yang dipahami dan dikembangkan serta disusun dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya, yaitu Al-quran dan Al-sunnah/hadits. Dalam pengertian yang pertama ini, pendidikan Islam dapat berwujud pemikiran dan teori pendidikan yang mendasarkan diri atau dibangun dan dikembangkan dari sumber-sumber dasar tersebut.
  2. Pendidikan ke-Islaman atau pendidikan agama Islam, yakni upaya mendidikan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya, agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) seseorang. Dalam pengertian yang kedua ini dapat berwujud (a) segenap kegiatan yang dilakukan seseorang dalam membantu seorang atau sekelompok peserta didik dalam menanamkan dan menumbuh kembangkan ajaran Islam dan nilai-nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidupnya, yang diwujudkan dalam sikap hidup dan dikembangkan dalam keterampilan hidupnya sehari-hari; (b) segenap fenomena atau peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah tertanamnya and tumbuh kembangnya ajaran Islam dan nilai-nilainya pada salah satu atau beberapa pihak.
  3. Pendidikan dalam Islam, atau proses dan praktik penyelenggaraan pendidikan yang berlangsung dan berkembang dalam sejarah umat Islam. Dalam arti proses bertumbuh kembangnya Islam dan umatnya, baik islam sebagai agama, ajaran maupun sistem budaya dan peradaban, sejak zaman Nabi Muhammad Saw sampai sekarang. Jadi dalam pengertian yang ketiga ini istilah “pendidikan Islam” dapat dipahami sebagai proses pembudayaan dan pewarisan ajaran agama, budaya dan peradaban umat Islam dari generasi ke generasi sepanjang sejarahnya.[2]

            Pendidikan Islam menurut Ahmad Tafsir berpendapat bahwa pendidikan agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal seusia dengan ajaran Islam.[3] Sedangkan menurut Ibn Khaldun di dalam buku Mukadimmah mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses, dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman.[4]

            Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan  Islam adalah usaha-usaha dalam mendidikan Islam secara terencana melalui pengalaman, pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan sehingga peserta didik dapat mengenal, memahami, menghayati dan mengimani ajaran Islam.

Sebagai orang yang beriman dengan memahami pengertian taffakur dan pendidikan Islam di atas dalam menghadapi Coronavirus Covid-19, yang merupakan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan Cina pada Desember 2019. Kita semua dapat bertafakkur juga dengan kisah yang pernah terjadi saat zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, dimana pada zaman pemerintahan beliau ini pernah terjadi wabah yang bermula di daerah Awamas, sebuah kota sebelah barat Yerussalem, Palestina, sehingga dinamakan demikian.

Di dalam buku biografi Umar bin Khattab karya Muhammad Husein Haekal menjelaskan, wabah tersebut menjalar hingga ke Syam (Suriah), bahkan ke Irak. Diperkirakan kejadian wabah ini akhir 17 Hijriah, dan memicu kepanikan massal saat itu. Di dalam sebuah hadis yang di sampaikan Abdurrahman bin Auf mengenai sabda Nabi SAW: “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian kalian di dalamnya, maka janganlah kalian lari keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari & Muslim).

Pada akhirnya wabah tersebut berhenti ketika sahabat Amr bin Ash ra memimpin Syam. Kecerdasan beliau-lah dan dengan ijin Allah Swt yang menyelamatkan Syam. Amr bin Ash berkata: “Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Maka hendaklah berlindung dari penyakit ini ke bukit-bukit!”. Saat itu seluruh warga mengikuti anjurannya. Amr bin Ash dan para pengungsi terus bertahan di dataran-dataran tinggi hingga sebaran wabah Amawas mereda dan hilang sama sekali.

Dari kisah di atas kita semua dapat belajar dari orang-orang terbaik bersikap, dan juga yang telah di contohkan oleh Rasulullah Saw. Apa yang dapat kita ambil ibrah atau pembelajarannya adalah:

Pertama, karantina sebagaimana sabda Rasulullah SAW diatas, itulah konsep karantina yang hari ini kita kenal. Mengisolasi daerah yang terkena wabah, adalah sebuah tindakan yang tepat. Kita bisa melihat dari sebuah tabel dibawah ini, bersumber dari harian Washington Post.

Keterangan bebasnya dapat diartikan sebagai berikut, searah jarum jam:

1. Orang bergerak bebas, dimana orang menularkan corona secara bersamaan.

2. Kurva kedua dilakukan lockdown, sehingga ada waktu untuk bisa melakukan penyembuhan secara bertahap.

3. Kurva ketiga dilakukan “social distancing”, dengan berdiam diri di rumah dan mengurangi berbagai kegiatan sementara waktu.

4. Kurva keempat dilakukan dengan sangat extreme, dengan melakukan jam malam dan sangat ketat, untuk tidak keluar rumah bahkan diberikan jam waktu.

Kedua, bersabar.

Di dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari diceritakan, suatu kali Aisyah bertanya kepada Nabi SAW tentang wabah penyakit. Rasulullah SAW bersabda, “Wabah penyakit itu adalah orang-orang yang DIA kehendaki. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Jika terjadi suatu wabah penyakit, ada orang yang menetap di negerinya, ia bersabar, hanya berharap balasan dari Allah Swt. Ia yakin tidak ada peristiwa yang terjadi kecuali sudah ditetapkan Allah. Maka, ia mendapat balasan seperti mati syahid.”

Ketiga, berbaik sangka dan berikhtiarlah.

Karena Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya. (HR. Bukhari).

Dalam kisah Umar bin Khattab berikhtiar menghindarinya, serta Amr bin Ash berikhtiar menghapusnya. Istilah saat ini dan sedang kita lakukan adalah melakukan “social distancing”, dilansir dari The Atlantic, tindakan yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus. Artinya juga sementara waktu menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menajga jarak antar manusia.

Keempat, banyak berdoalah.

Perbanyak do’a-do’a keselamatan, salah satu contohnya yang sudah diajarkan Rasulullah Saw untuk di lafadzkan di setiap pagi dan sore berikut ini:

Bismillahilladzi laa yadhurru maasmihi, say’un fil ardhi walafissamaai wahuwa samiul’alim”.

Artinya:

“Dengan nama Allah yang apabila disebut, segala sesuatu dibumi dan langit tidak berbahaya. Dialah maha mendengar dan maha mengetahui).

Barang siapa yang membaca dzikir tersebut 3x dipagi dan petang. Maka tidak akan ada bahaya yg memudharatkannya. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Berdasarkan pemahaman Spiritualism dan Rasionalism dapat dikatakan juga, seseorang yang memiliki tingkat spiritual tinggi, maka akan memiliki hormon endorphin yang lebih banyak dibandingkan dengan yang tingkat spiritual rendah. Mengapa bisa demikian?. Walaupun belum ditemukan penelitian secara ilmiahnya, namun logikanya secara sederhana bisa kita perhatikan pada orang yang jauh dari Allah Swt, biasanya mudah mengalami stress, pada kondisi stress hormon yang bekerja adalah adrenalin, norepinephrine dan kortisol. Hormon stress akan menyebabkan asam lambung naik, sistem imun turun, sehinggag mudah terkena penyakit. Sebaliknya pada oang-orang yang beriman dan tawakal, hormon oxytocin bekerja lebih baik, sehingga akan menghasilkan endorphin yang tinggi yang menimbulkan kedamaian, ketenangan sehingga sistem imun tubuh menjadi lebih kuat.

Terkait dengan wabah coronavirus covid 19 ini, sebagai seorang mu’min, maka sebaiknya selain melakukan juga ikhtiar karantina atau “social distancing” ini, maka tingkatkan juga spiritual kita. Jika dapat bertafakkur lebih jauh, sebagai muslim semua wabah ini adalah sebuah rahmatNYA, sebuah peringgatan bagi yang berpikir, untuk terus menjadikannya sebagai wasilah atau jalan untuk terus banyak mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga ketika tingkat kepasrahan tinggi maka akan dirasakan ketenangan dan dengan segala usaha dan do’a keselamatan juga kepada Allah Swt, dengan selalu melibatkanNYA, dan berharap semua wabah ini akan berakhir, dan dapat pula segera ditemukan penyebabnya, InShaAllah AamiinYRA.

            Dialah Allah Sang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.


[1] Jamal Badi, Mustapha Tajdin, Islamic Creative Thingking, Mizan, Bandung: 2007

[2] Muhaimin, Pembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah Madrasah dan Perguruan Tinggi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005

[3] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: Rosda, 2012

[4] Ibnu Khaldun, Mukaddimah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014