25.2 C
Bogor
Wednesday, April 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1674

Tafakur Pandemi Coronavirus Covid 19 Dalam Perspektif Pendidikan Islam

0

Oleh: Indriya Rusman

Dosen FAI UIKA Bogor

Pandangan Al-Qur’an mengenai manusia sebagai khalifah memiliki tugas mulia dan misi besar untuk di jalankan di muka bumi, sebagaimana dikemukakan dengan jelas di dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya di dalam QS. Az-Zariyat (51) ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

Berdasarkan hal ini-lah bertafakkur tentunya menjadi salah satu ciri penting, bukan saja yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya, tetapi juga menjadi salah satu prasyarat melaksanakan peran penting sebagai khalifah, untuk mengemban pembangunan peradaban sekaligus pembawa visi misi di muka bumi. Dalam istilah Arab, tafakkur artinya berpikir. Menurut Al-Fairuzabadi, salah seorang linguis Muslim awal terkemuka, al-fikr (pikiran) adalah refleksi atas sesuatu: afkar adalah bentuk jamaknya. Menurut pandangannya, fikr dan tafakkur adalah sinonim dan keduanya memiliki makna sama.

Menurut Profesor Malik Badri, seorang psikolog Muslim kontemporer, menjelaskan perbedaan antara tafkir dan tafakkur. Tafakkur lebih dalam dan lebih luas ketimbang tafkir. Tafakkur menjembatani persepsi dan konsepsi dari kehidupan dunia ini ke akhirat dan dari makhluk ke Penciptanya, Allah Swt. Perantaraan ini dikenal dengan i’tibar. Jadi, tafkir bisa jadi terbatas pada pemecahan masalah hidup kita saat ini yang tak melibatkan emosi, namun, tafakkur melampaui hidup ini ke wilayah lebih luas, akhirat, dan melampaui kedangkalan materialisme menuju horizon lebih dalam, “ruh”, dan dengan demikian tafakkur memotivasi seluruh aktivitas eksternal dan internal kaum muslim.[1] Di dalam Al-Qur’an terdapat 18 kali yang mengulang-ulang mengenai taffakur, salah satunya Allah Swt menyampaikan FirmanNYA di dalam QS. A-Nahl (16) ayat 11:

         يُنْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْاَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ

                                                    اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya:

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

Sedangkan pengertian Pendidikan Islam menurut Muhaimin dapat dipahami dalam beberapa perspektif, yaitu:

  1. Pendidikan menurut Islam, atau pendidikan yang berdasarkan Islam dan sistem pendidikan yang Islami, yakni pendidikan yang dipahami dan dikembangkan serta disusun dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya, yaitu Al-quran dan Al-sunnah/hadits. Dalam pengertian yang pertama ini, pendidikan Islam dapat berwujud pemikiran dan teori pendidikan yang mendasarkan diri atau dibangun dan dikembangkan dari sumber-sumber dasar tersebut.
  2. Pendidikan ke-Islaman atau pendidikan agama Islam, yakni upaya mendidikan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya, agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) seseorang. Dalam pengertian yang kedua ini dapat berwujud (a) segenap kegiatan yang dilakukan seseorang dalam membantu seorang atau sekelompok peserta didik dalam menanamkan dan menumbuh kembangkan ajaran Islam dan nilai-nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidupnya, yang diwujudkan dalam sikap hidup dan dikembangkan dalam keterampilan hidupnya sehari-hari; (b) segenap fenomena atau peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah tertanamnya and tumbuh kembangnya ajaran Islam dan nilai-nilainya pada salah satu atau beberapa pihak.
  3. Pendidikan dalam Islam, atau proses dan praktik penyelenggaraan pendidikan yang berlangsung dan berkembang dalam sejarah umat Islam. Dalam arti proses bertumbuh kembangnya Islam dan umatnya, baik islam sebagai agama, ajaran maupun sistem budaya dan peradaban, sejak zaman Nabi Muhammad Saw sampai sekarang. Jadi dalam pengertian yang ketiga ini istilah “pendidikan Islam” dapat dipahami sebagai proses pembudayaan dan pewarisan ajaran agama, budaya dan peradaban umat Islam dari generasi ke generasi sepanjang sejarahnya.[2]

            Pendidikan Islam menurut Ahmad Tafsir berpendapat bahwa pendidikan agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal seusia dengan ajaran Islam.[3] Sedangkan menurut Ibn Khaldun di dalam buku Mukadimmah mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses, dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman.[4]

            Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan  Islam adalah usaha-usaha dalam mendidikan Islam secara terencana melalui pengalaman, pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan sehingga peserta didik dapat mengenal, memahami, menghayati dan mengimani ajaran Islam.

Sebagai orang yang beriman dengan memahami pengertian taffakur dan pendidikan Islam di atas dalam menghadapi Coronavirus Covid-19, yang merupakan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan Cina pada Desember 2019. Kita semua dapat bertafakkur juga dengan kisah yang pernah terjadi saat zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, dimana pada zaman pemerintahan beliau ini pernah terjadi wabah yang bermula di daerah Awamas, sebuah kota sebelah barat Yerussalem, Palestina, sehingga dinamakan demikian.

Di dalam buku biografi Umar bin Khattab karya Muhammad Husein Haekal menjelaskan, wabah tersebut menjalar hingga ke Syam (Suriah), bahkan ke Irak. Diperkirakan kejadian wabah ini akhir 17 Hijriah, dan memicu kepanikan massal saat itu. Di dalam sebuah hadis yang di sampaikan Abdurrahman bin Auf mengenai sabda Nabi SAW: “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian kalian di dalamnya, maka janganlah kalian lari keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari & Muslim).

Pada akhirnya wabah tersebut berhenti ketika sahabat Amr bin Ash ra memimpin Syam. Kecerdasan beliau-lah dan dengan ijin Allah Swt yang menyelamatkan Syam. Amr bin Ash berkata: “Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Maka hendaklah berlindung dari penyakit ini ke bukit-bukit!”. Saat itu seluruh warga mengikuti anjurannya. Amr bin Ash dan para pengungsi terus bertahan di dataran-dataran tinggi hingga sebaran wabah Amawas mereda dan hilang sama sekali.

Dari kisah di atas kita semua dapat belajar dari orang-orang terbaik bersikap, dan juga yang telah di contohkan oleh Rasulullah Saw. Apa yang dapat kita ambil ibrah atau pembelajarannya adalah:

Pertama, karantina sebagaimana sabda Rasulullah SAW diatas, itulah konsep karantina yang hari ini kita kenal. Mengisolasi daerah yang terkena wabah, adalah sebuah tindakan yang tepat. Kita bisa melihat dari sebuah tabel dibawah ini, bersumber dari harian Washington Post.

Keterangan bebasnya dapat diartikan sebagai berikut, searah jarum jam:

1. Orang bergerak bebas, dimana orang menularkan corona secara bersamaan.

2. Kurva kedua dilakukan lockdown, sehingga ada waktu untuk bisa melakukan penyembuhan secara bertahap.

3. Kurva ketiga dilakukan “social distancing”, dengan berdiam diri di rumah dan mengurangi berbagai kegiatan sementara waktu.

4. Kurva keempat dilakukan dengan sangat extreme, dengan melakukan jam malam dan sangat ketat, untuk tidak keluar rumah bahkan diberikan jam waktu.

Kedua, bersabar.

Di dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari diceritakan, suatu kali Aisyah bertanya kepada Nabi SAW tentang wabah penyakit. Rasulullah SAW bersabda, “Wabah penyakit itu adalah orang-orang yang DIA kehendaki. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Jika terjadi suatu wabah penyakit, ada orang yang menetap di negerinya, ia bersabar, hanya berharap balasan dari Allah Swt. Ia yakin tidak ada peristiwa yang terjadi kecuali sudah ditetapkan Allah. Maka, ia mendapat balasan seperti mati syahid.”

Ketiga, berbaik sangka dan berikhtiarlah.

Karena Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya. (HR. Bukhari).

Dalam kisah Umar bin Khattab berikhtiar menghindarinya, serta Amr bin Ash berikhtiar menghapusnya. Istilah saat ini dan sedang kita lakukan adalah melakukan “social distancing”, dilansir dari The Atlantic, tindakan yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus. Artinya juga sementara waktu menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menajga jarak antar manusia.

Keempat, banyak berdoalah.

Perbanyak do’a-do’a keselamatan, salah satu contohnya yang sudah diajarkan Rasulullah Saw untuk di lafadzkan di setiap pagi dan sore berikut ini:

Bismillahilladzi laa yadhurru maasmihi, say’un fil ardhi walafissamaai wahuwa samiul’alim”.

Artinya:

“Dengan nama Allah yang apabila disebut, segala sesuatu dibumi dan langit tidak berbahaya. Dialah maha mendengar dan maha mengetahui).

Barang siapa yang membaca dzikir tersebut 3x dipagi dan petang. Maka tidak akan ada bahaya yg memudharatkannya. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Berdasarkan pemahaman Spiritualism dan Rasionalism dapat dikatakan juga, seseorang yang memiliki tingkat spiritual tinggi, maka akan memiliki hormon endorphin yang lebih banyak dibandingkan dengan yang tingkat spiritual rendah. Mengapa bisa demikian?. Walaupun belum ditemukan penelitian secara ilmiahnya, namun logikanya secara sederhana bisa kita perhatikan pada orang yang jauh dari Allah Swt, biasanya mudah mengalami stress, pada kondisi stress hormon yang bekerja adalah adrenalin, norepinephrine dan kortisol. Hormon stress akan menyebabkan asam lambung naik, sistem imun turun, sehinggag mudah terkena penyakit. Sebaliknya pada oang-orang yang beriman dan tawakal, hormon oxytocin bekerja lebih baik, sehingga akan menghasilkan endorphin yang tinggi yang menimbulkan kedamaian, ketenangan sehingga sistem imun tubuh menjadi lebih kuat.

Terkait dengan wabah coronavirus covid 19 ini, sebagai seorang mu’min, maka sebaiknya selain melakukan juga ikhtiar karantina atau “social distancing” ini, maka tingkatkan juga spiritual kita. Jika dapat bertafakkur lebih jauh, sebagai muslim semua wabah ini adalah sebuah rahmatNYA, sebuah peringgatan bagi yang berpikir, untuk terus menjadikannya sebagai wasilah atau jalan untuk terus banyak mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga ketika tingkat kepasrahan tinggi maka akan dirasakan ketenangan dan dengan segala usaha dan do’a keselamatan juga kepada Allah Swt, dengan selalu melibatkanNYA, dan berharap semua wabah ini akan berakhir, dan dapat pula segera ditemukan penyebabnya, InShaAllah AamiinYRA.

            Dialah Allah Sang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.


[1] Jamal Badi, Mustapha Tajdin, Islamic Creative Thingking, Mizan, Bandung: 2007

[2] Muhaimin, Pembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah Madrasah dan Perguruan Tinggi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005

[3] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: Rosda, 2012

[4] Ibnu Khaldun, Mukaddimah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014

Terkait Corona, KONI Buat Edaran ke Cabor dan KOK

0

Cibinong| Jurnal Inspirasi

Menindak lanjuti surat edaran Bupati Bogor Nomor 90 tahun 2020 tanggal 14 Maret tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19), dan surat edaran KONI Provinsi Jawa Barat Nomor : 1315/0.4/III/2020 tanggal 15 Maret tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19). Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, juga telah mengeluarkan surat edaran Nomor : 66/KONI/III/2020.

Seperti dikatakan Ketua KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, bahwa berdasarkan surat edaran Bupati Bogor, maupun Ketua KONI Jawa Barat, KONI Kabupaten Bogor, juga telah mengeluarkan surat edaran untuk semua Pengurus KONI, Komite Olahraga Kecamatan (KOK), Pengurus cabang, pelatih seluruh cabang olahraga, atlet, dan karyawan KONI untuk tetap melakukan peningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19).

“Surat edaran ini kita keluarkan. Karena kita ingin, semua pengurus olahraga, pengurus KONI, maupun karyawan KONI, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19),” ujar Junaidi Samsudin, Senin (16/3).

Pria yang akrab disapa Junsam itu menjelaskan, jika poin-poin yang tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan KONI Kabupaten Bogor tersebut, lebih kepada pencegahan infeksi dari covid-19 dengan meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi diri dari infeksi covid-19, menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran dengan tetap aktif berolahraga, beraktivitas fisik, menjaga kebersihan serta menerapkan pola hidup sehat.

Lalu menghindari kegiatan-kegiatan di keramaian/tempat umum, mengurangi penggunaan pendingin ruangan (AC) karena covid-19 hanya dapat berkembang pada suhu dibawah 27 derejat dan gunakan masker ketika melakukan kegiatan yang berinteraksi dengan orang lain, biasakan cuci tangan pakai sabun setiap akan, atau selesai melakukan aktivitas, serta gunakan antiseptik.

Kepada seluruh Pengcab Kabupaten Bogor, sambung Junsam, pelatih dan atlet untuk melaksanakan kegiatan latihan secara mandiri dirumahnya masing-masing dengan petunjuk program yang diberikan oleh para pelatih mulai tanggal 16 hingga 30 Maret 2020. Kepada seluruh Pengcab dan KOK se-Kabupaten Bogor, dimohon untuk tidak menyelenggarakan kegiatan apapun yang sifatnya pengumpulan masa. Pelayanan sekretariat KONI Kabupaten Bogor, tetap berjalan seperti biasa. Apabila merasakan demam ringan, batuk, flu segera periksa kepada dokter terdekat. “Edaran ini, diharapkan bisa diikuti semua unsur olahraga yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Asep Syahmid

Tim Atletik SMPN 1 Citeureup Berjaya

0

Bandung  |  Jurnal Inspirasi    

PRESTASI membanggakan kembali diraih Tim Atletik SMPN 1 Citeureup yang berhasil meraih berbagai medali di ajang Kejuaraan Atletik Antarpelajar SD, SMP dan SMA se Jawa Barat tahun 2020 yang digelar di Lapangan Atletik Pajajaran, Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Dalam kejuaraan tersebut,  Tim Atletik SMPN 1 Citeureup meraih 1 emas, 1 perak dan 1 medali perunggu. Satu medali emas yang diraih Tim Atletik SMPN Citeureup dihasilkan dari nomor Estafet Putra  4 x 100 meter yang terdiri dari para pelari seperti  Muhammad Zam Zam, Rafli Budiyanto, Naufal Irfan Fauzi dan Patria Alsyah Dalijar .

Untuk medali peraknya disabet dari nomor Lompat Jauh Putra atas nama Naufal Irfan Fauzi. Sedangkan satu medali perunggu di raih  estafet 4 x 100 meter putri  yang terdiri dari para pelari seperti Meyladini Alfanisa, Tsabhita Aghisky Simon,  Bulan Libanora dan Alya Khoirunisa.          

Kepala Sekolah SMPN 1 Citeureup, Muhamad Taryana dengan tegas mengaku bangga kepada para atlet, pelatih dan guru-guru di  kelas olahraga SMPN 1 Citeureup  seperti Enceng Kusnawijaya, Sugiharto , Budi Rustandi dan  Fatin Hamamah , yang terus memberikan nama harum bagi SMPN 1 Citeureup dalam bidang keolahragaan .

“Apa yang diraih para atlet atletik SMPN 1 Cireureup di ajang Kejuaraan Atletik antar Pelajar se Jabar ini membuktikan kalau pola pembinaan atletik yang dilakukan di SMPN 1 Citeureup sudah berada dalam trek yang benar,” tegas M Taryana.

Hingga sangat wajar, sambungnya,  kalau para atlet SMPN 1 Citeureup banyak memberikan kontribusi prestasi bagi sekolahnya dan juga mengharumkan nama Kabupaten Bogor. Sementara itu, Enceng Kusnawijaya mewakili jajaran pelatih SMPN 1 Citeureup mengataan, sangat bangga atas motivasi dan daya juang para atlet pelajar SMPN 1 Citeureup yang tampil all out  hingg mampu meraih medali di ajang Kejurda Atletik antar pelajar se Jabar tersebut.

“Keberhasilan yang diraih para atlet atletik SMPN 1 Citeureup ini menambah motivasi  para siswa lainya yang menggeluti kegiatan cabang olahraga lainnya atau bidang eskul lainnya agar bisa memberikan prestasi yang terbaik,” tuntas Enceng didampingi Sugiharto,  Budi Rustandi dan Fatin Hamamah .

Dalam kesempatan yang sama,  dua psikolog Kelas Olahraga SMPN 1 Citeureup, Wahyuni dan Heri Kusnawan yang ikut mendampingi Skuad Atletik SMPN 1 Citeureup di ajang Kejurda Pelajar Atletik se Jabar mengatakan,  sangat terimakasih kepada jajaran pengurus dan pelatih PASI Kabupaten Bogor yang selama ini sangat membantu dalam berbagai kegiatan latihan para atlet SMPN 1 Citeureup .

“Kami bangga, semua elemen di PASI Kabupaten Bogor  sangat memberikan andil yang besar dalam mensuport talenta talenta atlet atletik di SMPN 1 Citeureup dalam berlatih selama ini,” tegas  Wahyuni dan Heri Kusnawan.

Asep Syahmid

Atlet Judo Latihan Mandiri di Rumah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi  

SEKRETARIS Pengurus cabang Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Bogor, Yudi Wahyudi memastikan jika seluruh atlet binaannya tetap menjalankan program latihan. Namun, program latihan yang diterapkan tim pelatih tidak seperti biasanya. Atlet latihan secara bersama, tapi secara mandiri di rumah masing-masing atlet.

Yudi Wahyudi

“Atlet kami terap menjalankan program latihan, tapi program latihannya secara mandiri dilaksanakan secara individu dengan petunjuk program yang diberikan oleh pelatih untuk masing-masing atlet,” ujar Yudi Wahyudi, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, jika tim pelatih PJSI Kota Bogor, telah menyiapkan jurnal latihan kepada semua atlet. Yang mana, sambung Yudi, jurnal tersebut harus setiap hari diisi, dan dilaksanakan oleh atlet. Karena, itu semua untuk tetap menjaga performa atlet selalu dalam performa terbaik.

Adapun program latihan yang harus dijalankan atlet, yaitu coaching point menjaga kondisi fisik dengan menjaga mempertahankan kebugaran, memahami dalam prinsip menyerang dan kombinasi teknik menyerang, menerapkan penguasaan teknik dan kombinasi teknik. Sedangkan inti latihan untuk fisik 20 menit, lari 12 menit, dan push up sendok (8 set, 1 menit/set), latihan teknik 15 menit, tarik karet pola tarikan depan, tarik karet masuk taknik kiri-kanan, latihan taktik 15 menit shadow uchikomi kombinasi (5 menit), shadow kumikata (5 menit), shadow teknik kiri-kanan. Relay/games (10 menit) mensimulasikan teknik dan taktik secara mandiri, serta cooling down (5 menit) streching pasif.

“Program ini kami lakukan, karena adanya imbauna dari Ketua KONI Kota Bogor, sehubungan dengan perkembangan virus corona / covid 19 di Indonesia dan di Kota Bogor saat ini. Jadi kami langsung menindak lanjutinya dengan menerapkan program latihan secara mandiri kepada atlet,” tegasnya.

Reporter: Asep Syahmid

Imbauan Ketua KONI Kota Bogor:

  1. Semua harus bisa menjaga diri kita masing-masing agar tidak terpapar atau tertular.
  2. Seluruh Cabor agar dapat meliburkan sementara pemusatan latihannya (Pelatcab) dengan tetap memberikan tugas untuk  berlatih masing-masing di rumah.
  3. Untuk sementara tidak mengirimkan tim mengikuti pertandingan di luar kota.
  4. Agar selalu melakukan latihan secara pribadi di rumah masing-masing untuk menjaga kondisi badan tetap prima.
  5. Agar semua jadwal pertandingan/kejuaraan di Kota Bogor ditunda dahulu sampai pemberitahuan selanjutnya.

Taekwondo Optimis Pertahankan Tiga Emas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi  

Pelatih taekwondo tim pelajar Kota Bogor, Irman Sunarya mengaku optimis, atlet binaannya akan mampu mempertahankan raihan tiga medali emas Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat 2018 lalu, di ajang Popda XIII Jawa Barat 2020, yang bakal digelar di Kota Bandung, 24 hingga 30 Agustus mendatang.

“Dengan kekuatan atlet yang mumpuni. Terlebih beberapa atlet pelajar eks Popda 2018 lalu, masih tampil di ajang Popda 2020 mendatang. Saya sangat yakin, dan optimis, kalau tiga medali emas tersebut bisa kami pertahankan dipentas olahraga antar pelajar se-Jawa Barat nanti,” ujar Irman Sunarya, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, jika raihan tiga medali emas yang jadi target tim taekwondo pelajar Kota Bogor di ajang Popda 2020, tentunya dari atlet-atlet eks Popda 2018, yang masih akan bertanding pada Popda 2020 mendatang, seperti Brilian Pangestu, Kafka Putu, dan Diva. Tapi sambung Irman, tidak tertutup kemungkinan dari atlet yang baru dipromosikan ke Popda kali ini, juga bisa meraih medali emas untuk Kota Bogor.

“Ada sepuluh atlet baru yang kita promosikan masuk tim taekwondo Kota Bogor, di ajang Popda 2020. Jadi, besar kemungkinan target tiga emas tersebut bisa lebih. Ditambah lagi atlet eks peraih medali perak, dan perunggu, sehingga peluang kita sangat besar,” tegasnya.

Untuk atlet yang akan diturunkan nanti, sambung Irman, masih tahap seleksi. Bahkan nama-nama atlet tersebut juga sudah masuk ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, untuk diseleksi kembali, siapa-siapa saja nama atlet yang layak masuk Kontingen Kota Bogor di ajang Popda 2020.

“Nama atlet sudah masuk ke Dispora. Jadi kita tinggal menunggu hasil dari seleksi Dispora, terkait siapa saja yang nantinya akan jadi bagian Kontingen Kota Bogor di ajang Popda 2020,” jelas Irman.

Irman juga menambahkan, kalau saat ini semua atlet yang tergabung dalam tim taekwondo Kota Bogor, masih terus berlatih. Mengingat itu semua, sambung Irman, untuk menjaga performa atlet dalam performa terbaiknya sebelum mereka bertanding di ajang Popda 2020 mendatang.

Asep Syahmid

Squash Segera Gelar Pelantikan Pengurus

0
Algusri

Cibinong | Jurnal Inspirasi

SETELAH menggelar  Muscab kepengurusan 2020-20204, Pengcab Squash Kabupaten Bogor akan menggelar pelantikan  jajaran  pengurusnya. Ketua Umum PSI Kabupaten Bogor, Algusri secara tegas membenarkan kalau pihaknya akan menggelar pelantikan kabinet baru pada 22 Maret 2020 mendatang di Kota Bandung.

“Kepengurusan baru kita tidak terlalu banyak berubah, namun pada intinya PSI Kabupaten Bogor akan all out untuk memberikan yang terbaik bagi Kontingen Kabupaten Bogor di ajang Porda Jabar 2022 di Tasuba,” tegas Algusri      

Selain itu, kata Algusri,  Pengcab Squash Kabupaten Bogor juga belum  berani menentukan berapa medali yang akan ditargetkan dalam Porda Jabar 2022 mendatang. “Pasca pelantikan nanti, kami akan langsung membahas program kerja kepengurusan untuk empat tahun kedepan. Atau fokus nya pencapaian prestasi pada Porda Jabar 2022 mendatang,” tuntas Algusri

Sementara itu,  Wakil Ketua II KONI Kabupaten Bogor,  Wawan Darmawan mengatakan, sangat optimis dengan kepengurusan PSI kabupaten Bogor dibawah komando Algusri ini. Wawan menilai kendati PSI Kabupaten Bogor belum berani sesumbar soal target medali, namun PSI Kabupaten Bogor punya kans besar untuk memberikan sumbangsih medali emas bagi Kabupaten Bogor di ajang Porda Jabar 2022 nanti.

“ Saat Porda Jabar 2018 lalu, PSI Kabupaten Bogor termasuk salah satu cabor yang memberikan sumbangsih medali emas bagi Kontingen Bumi Tegar Beriman. Mudah mudahan di arena Porda Jabar 2022 mendatang PSI kabupaten Bogor akan kembali mendulang emas,”tuntasnya.

Asep Syahmid

Perkemi Siapkan Atlet Tangguh Hadapi Popda

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

MESKI Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2020 digelar pada 24 hingga 30 Agustus mendatang. Namun, persiapan atlet-atlet terbaik terus disiapkan Pengurus cabang Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Bogor, dalam menghadapi pentas olahraga antarpelajar dua tahunan tersebut.

Rudi Andriyanto

Sekretaris Perkemi Kabupaten Bogor, Rudi Andriyanto mengatakan, persiapan atlet yang akan dikirim untuk memperkuat tim kempo ‘Bumi Tegar Beriman’ di ajang Popda Jawa Barat 2020, terus digeber. Bahkan, program latihan rutin tetap dijalanani para atlet di salah satu ruangan Stadion Pakansari, Cibinong.

“Semua atlet pelajar kami, tetap fokus berlatih secara rutin, di salah satu ruangan Stadion Pakansari, Cibinong,” ujar Rudi Andriyanto, Senin (16/3).

Ia menerangkan, bahwa selain fokus berlatih, para atlet juga tengah mempersiapkan diri dalam menghadapi event-event terdekat di tahun 2020 sebelum Popda digelar. Sehingga, performa tanding atlet, jadi skala prioritas Pengcab Perkemi Kabupaten Bogor terhadap atlet.

“Semua atlet pelajar yang kita proyeksikan tampil di ajang Popda kali ini, merupakan atlet-atlet yang siap meraih medali. Maka dari itu, program latihan jadi skala prioritas kami,” tegasnya.

Rudi menambahkan, program latihan terhadap atlet jadi skala prioritas Pengcab Perkemi Kabupaten Bogor. Itu semua, sambung Rudi, untuk meningkatkan performa tanding atlet, sebelum tampil di ajang Popda 2020.

Asep Syahmid

Cegah Corona, Ini Kebijakan DKI Berlaku Hari Ini

0

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespon cepat upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Mulai Senin (16/3) ini, sejumlah poin-poin kebijakan Pemprov DKI Jakarta dikeluarkan.

Libur Sekolah

Kegiatan belajar-mengajar di sekolah dihentikan sementara waktu, tapi itu bukan berarti anak sekolah libur dari kegiatan belajar. Anak sekolah diimbau tetap belajar di rumah, bukan liburan dan bepergian.

“Hal lain, kebijakan untuk meminimalkan kegiatan di luar rumah bukan berarti masyarakat berbondong-bondong pergi meninggalkan Jakarta untuk berliburan atau pulang kampung,” tutur Anies.

Hapus Ganjil Genap

Pencabutan kebijakan penghapusan ganjil genap itu berkaitan dengan pencegahan penularan virus corona di transportasi umum.

“Saat ini potensi penularan di kendaraan umum cukup tinggi. Karena itu, kita akan menghapuskan sementara kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang lebih minim risiko penularan,” kata Anies.

Pencabutan sistem itu, disebut Anies, tidak berlaku 2 minggu ke depan. Dia mengatakan pencabutan itu dilakukan secara situasional, dimulai pada Senin ini.

Potong Rute TransJ dan MRT

Anies memotong rute bus Transjakarta hingga menjadi 13 rute. Pelayanan hanya pada 13 rute itu akan berlaku mulai hari ini.

”Untuk senin besok, 16 hingga 30 Maret 2020 layanan Transjakarta hanya beroperasi di 13 rute dengan headway 20 menit dengan waktu operasional mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).

Nadia mengatakan, pengurangan rute ini akan dilakukan pada bus Transjakarta yang melintas di 13 koridor. Hal itu dilakukan untuk mengurangi interaksi publik guna mencegah virus Corona sesuai arahan Anies.MRT dan LRT juga dipersingkat. MRT akan diberangkatkan setiap 20 menit

Warga Jangan Pulang Kampung

Anies menganjurkan warganya tidak bepergian ke luar kota, termasuk pulang kampung. Anjuran ini untuk mencegah COVID-19 menyebar ke luar Jakarta.

“Kami justru menganjurkan masyarakat untuk tidak bepergian sama sekali, termasuk pergi ke luar kota, apalagi pulang kampung,” kata Anies.

Dokter dan Perawat Ada Batas Bekerja

Anies menjelaskan apabila kapasitas ini mencapai batasnya, dikhawatirkan pasien tidak akan tertampung. Karena, tenaga medis pun memiliki batas dalam bekerja.
“Ketika sudah tertular, Kapasitas RS (rujukan) jumlah dokter dan perawat itu ada batasnya,” ujarnya.”Jadi kalau dibiarkan naik terus akan ada ambang batas di mana healthcare system kita tidak mungkin menampung itu semua,” lanjut Anies.

Untuk itu, Anies menghimbau agar upaya pencegahan ini bisa berjalan dengan baik. Karena, hal ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Jamin Stok Pangan Aman

Anies memastikan bahwa stok kebutuhan pangan di Jakarta cukup baik. Berdasarkan laporan dari Bulog, saat ini tersedia 320 ribu ton beras.

Anies mengklaim jumlah ini dapat penuhi kebutuhan warga DKI Jakarta selama 2 bulan kedepan apabila bulog mengentokan distribusi beras.

“Perlu disampaikan disini bahwa stok kebutuhan pangan di jakarta cukup baik. Kita tadi dapat laporan dari bulog bahwa kalaupun tidak ada pasokan selama beberapa waktu kedepan saat ini ada stok 320 ribu ton beras, tanpa pasokan kita bisa bertahan 2 bulan,” kata Anies.

Selain Bulog, Anies pun memastikan bahwa stok pangan juga tersedia di Cipinang Food, Pasar Jaya. Ia pun menghimbau kepada masyarakat penerima subsidi untuk mengambil bantuan kebutuhan pokok di Pasar Jaya.

Asep Saepudin Sayyev |*

Pakar: Mungkin Kita Salah Pilih Sistem Pilpres Langsung

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo dinilai tidak tegas dalam menangani sebaran virus corona baru atau Covid-19, yang oleh WHO telah ditetapkan sebagai pandemik global. Alih-alih melakukan lockdown seperti negara lain, Jokowi justru memperkenalkan istilah baru yaitu social distancing atau jaga jarak sosial. Langkah yang diambil Jokowi itu membuat pakar hukum tata negara Irmanputra Sidin keheranan.

Terlebih dalam sosial distancing ini, presiden akan menyerahkan keputusan kepada kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/walikota daerah masing-masing, tentang lama waktu social distancing diterapkan sesuai dengan status terkait wabah Covid-19 di daerah tersebut.

Menurut Irmanputra Sidin, keputusan itu kurang tepat. Ini mengingat Covid-19 sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi global yang dalam hitungan detik korban manusia akan terus berjatuhan.

“Jikalau status darurat diserahkan kepada kepala daerah masing-masing, maka mungkin kita telah salah memilih sistem dengan melakukan pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat,” sindirnya, Senin (16/3).

Pembelakuan Lockdown dengan penerapan sosial distancing memang memiliki perbedaan teknis di lapangan. Lockdown merupakan protokol kedaruratan yang diterapkan untuk mencegah orang-orang meninggalkan suatu area.

Sementara social distancing merupakan upaya secara sadar mengurangi kontak erat dengan orang lain guna memperlambat penyebaran virus antara satu orang ke orang lainnya. Otoritas ini dipegang oleh pemerintah daerah masing-masing, sedang lockdown ada di pemerintah pusat.

Sementara iIstilah itu diumumkan saat Jokowi menggelar jumlah pers terkait bencana nasional non alam, wabah Covid-19 di Istana Bogor, Kota Bogor, Minggu lalu (15/3).

Asep Saepudin Sayyev |*

Mendikbud Buat Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pun mendukung kebijakan Pemda yang meliburkan sekolah sebagai langkah mencegah penyebaran virus Corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang kini oleh WHO berstatus pandemi global.

“Dampak penyebaran Covid-19 akan berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Kami siap dukung kebijakan yang diambil Pemda. Keamanan dan keselamatan peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan itu yang utama,” kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).

Nadiem juga mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan di semua lini pemerintahan daerah serta mitra di kalangan swasta dalam menerapkan metode belajar online atau dalam jaringan (daring). 

“Kemendikbud siap dengan semua skenario termasuk penerapan bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran secara daring untuk para siswa,” ujar Mendikbud.

Untuk mendukung itu semua, Kemendikbud telah mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android bernama Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id.

Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru di antaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal. Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Sejumlah Pemerintah Daerah mengambil kebijakan meliburkan sekolah dan menunda pelaksanaan ujian nasional (UN) sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Apalagi WHO telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global.

Nadiem pun sebelumnya mengeluarkan surat edaran terkait dengan upaya pencegahan perkembangan dan penyebaran virus corona COVID-19 di satuan pendidikan. Surat tersebut dikeluarkan Nadiem pada Senin, 9 Maret 2020 bernomor 3 Tahun 2020. Dilansir dari laman situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), surat edaran itu ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, kepada lembaga layanan pendidikan tinggi, pemimpin perguruan tinggi dan juga kepala sekolah di seluruh Indonesia.
Ada 18 instruksi yang diberikan Nadiem dalam rangka mencegah penyebaran virus corona COVID-19 di satuan pendidikan, mulai dari mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan, tak adanya hukuman atau sanksi bagi yang tak masuk karena sakit, hingga instruksi menunda kegiatan seperti berkemah atau studi wisata. Selain 18 instruksi tersebut, dalam surat edaran tersebut Mendikbud Nadiem Makarim juga melampirkan pedoman pencegahan virus corona COVID-19 berdasarkan tingkat risiko penyebaran yakni rendah, sedang, dan tinggi.
Tingkat rendah adalah tidak ada anggota masyarakat di wilayah kabupaten/kota yang terjangkit virus corona. Pada tingkat ini, pedoman pencegahan hampir sama dengan 18 instruksi yang diberikan Nadiem seperti membiasakan pola hidup bersih, sehat dan rutin berolahraga. Lalu membiasakan membersihkan ruangan dan lingkungan satuan pendidikan, menghindari kontak fisik secara langsung seperti bersalaman, cium pipi, cium tangan, berpelukan. Mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir saat tiba di satuan pendidikan.
Sementara untuk tingkat sedang adalah ada beberapa anggota masyarakat di wilayah kabupaten/kota yang diduga terjangkit virus corona). Pedoman yang diberikan yakni melaporkan bila ada gejala virus corona COVID-19, menyediakan masker untuk yang batuk atau pilek saja dan dipersilakan pulang dan memeriksakan diri.

Asep Saepudin Sayyev |*