32.1 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1638

Cegah Covid-19 TSI Tutup, Perawatan Satwa Tetap Diutamakan

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Kendati Bisnis Unit lokasi wisata Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor ditutup hingga 19 April 2020 mendatang akibat dampak Covid 19, TSI tetap melakukan perawatan satwa. Mulai dari pemberian pakan, kebersihan kandang, maupun kegiatan konservasi lainnya.

Julius H Suprihardo Public Relation TSI mengatakan, penutupan yang semula hanya s/d tgl 3 April 2020 kini diperpanjang menjadi tgl 19 April 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Dalam hal ini TSI tetap memprioritaskan dan menjaga kesehatan satwa-satwanya dengan cara pemberian pakan dan kebersihan kandang.

“Pemberian pakan satwa, kebersihan kandang dan konservasi tetap dilakukan, serta pengecekan kesehatan satwapun tetap dijadikan prioritas dan diperhatikan oleh keeper, team medis, curator serta dokter hewan, ucapnya, Jumat (10/4/2020).

Lanjut Julius, perpanjangan penutupan ini untuk mengkuti himbauan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19.

“Selain itu, sebagian karyawan juga melakukan penanaman sayuran yg nantinya akan digunakan untuk kebutuhan pakan satwa,” lanjutnya melalui siaran tertulisnya.

Sementara, adapun SOP yang dilakukan oleh management terhadap keluar masuknya sejumlah karyawan, tetap dilakukan penyemprotan desinfektan, pengecekan suhu, dan wajib mencuci tangan dengan hand sanitizer.

“Semua karyawan / ti terutama di bagian satwa, wajib menggunakan masker sesuai anjuran Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

TSI berharap pihak managenent, agar permasahan Covid 19 ini dapat segera terselesaikan. Sehingga kondisi tempat tempat wisata , khususnya di jalur puncak dapat normal kembali.

Handy Mehonk | *

Ditinggal Isolasi Mandiri, Sepeda Motor Mahasiswi SGPP Digondol Maling

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Ditengah maraknya penyebaran Covid-19, ternyata tak menyiutkan nyali para pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) untuk terus melakukan aksinya.

Pada Kamis (9/4/2020), Yulita Mus, mahasiswi School of Government & Public Policy Indonesia (SGPP), sepeda motornya jenis matic dengan plat nomor H 6892 AWD yang diparkir di halaman kost di Kebon Kaung, Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor raib digondol maling.

“Siang pukul 12.00 WIB, ibu kost nerima tamu, dan motor masih ada di parkiran. Setengah kemudian motor tersebut tidak ada,” kata Yulita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/3/2020).

Meski aksi pencurian itu sempat terekam kamera pengintai (CCTV). Namun rekaman itu tidak memperlihatkan dengan jelas saat pelaku beraksi.

“Saya dapat laporan dari bapak kost sepeda motor yang di parkir hilang, sedangkan saat ini posisi saya sudah satu bulan di kampung halaman Kendal,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya, di sekitar lingkungan tempat kostnya tersebut, memang kerap sekali warga atau anak kost kehilangan harta benda lainnya.

Sejumlah warga pun mengeluhkan akan kondisi lingkungan yang sudah tak aman. “Jadi belum ada sekitar tiga pekan yang lalu, ada anak kost di sekitar sini juga kehilangan motor dan benda linnya. Jadi kita sudah resah di sini,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, dirinya pun langsung melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian sektor Cibinong.

“Saya berharap agar pihak kepolisian bisa mengungkap kasus tersebut. Karena sudah banyak kasus pencurian di sini yang membuat resah,” tambah Yulita.

Handy Mehonk | *

Jakarta ‘Diam’

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta berlaku efektif Jumat (10/4) dini hari. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020. Warga Jakarta diimbau beraktivitas di rumah selama 14 hari hingga Kamis 23 April.

Gubernur Anies Baswedan memahami kebijakan besar ini cukup berat untuk dijalankan. Hanya, ini dilakukan demi menyelamatkan nyawa dan memutus rantai sebaran Covid-19. Anies mengatakan situasi berat saat ini, disebutnya bukan kali pertama dirasakan oleh Jakarta.

Anies mengatakan pergub ini memiliki 28 pasal yang mengatur PSBB Jakarta.Menurut dia, pergub tentang PSBB Jakarta ini akan berlaku selama 14 hari ke depan.

Dia mengatakan, dengan adanya PSBB Jakarta, masyarakat diharapkan untuk berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah.

“Diharapkan untuk berada di rumah berada di lingkungan rumah, mengurangi bahkan meniadakan kegiatan di luar. Pada prinsipnya ini untuk memotong mata rantai penularan Covid-19 di mana Jakarta menjadi episenter,” tutur Anies.

Asep Saepydin Sayyev |*

Percepat Diagnostik Covid-19, Laboratorium IPB Dioperasikan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan Laboratorium Collaborative Research Center milik Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pengujian diagnostik coronavirus disease (Covid-19) di Kota Bogor.

Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim yang menandatangani SK tersebut menyatakan bahwa laboratorium tersebut sangat dibutuhkan sebagai langkah strategis dalam upaya melakukan pengujian diagnostik spesimen Covid-19 oleh laboratorium sehingga menjamin adanya kesinambungan pemeriksaan screening specimen yang dilakukan dengan cepat.

“Diharapkan dapat membantu percepatan proses pengolahan sample specimen swab test yang selama ini masih harus dikirim ke Jakarta atau Bandung,” ungkap Dedie, kemarin.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno. Menurutnya, pengoperasian laboratorium tersebut bisa mempercepat mengetahui hasil tes yang selama ini diuji ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan milik Kementerian Kesehatan, Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTLK-PP) Jakarta atau pun ke Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat di Bandung.
“Laboratorium IPB sudah (siap beroperasi). Rencananya Senin mulai dioperasikan. Itu akan mempercepat hasil yang selama ini ke Litbangkes, BTLK kemudian ke Labkesda Jabar, itu hasilnya begitu lama karena mereka juga overload. Yang harusnya 3 hari, kenyataannya sekarang dua minggu pun kami belum terima hasil. Itu juga akan memperlama atau menyulitkan diagnosis.Dengan adanya SK Walikota dan kerjasama penunjukan Laboratorium IPB ini akan mempercepat hasil screening,” ujar Retno.

Ia menambahkan, Laboratorium IPB yang terletak di Jalan Taman Kencana, Babakan, Bogor Tengah itu nantinya akan menerima hasil spesimen tes swab dari seluruh rumah sakit yang ada di Kota Bogor.

“Sementara ini karena SK-nya dari Walikota Bogor, jadi yang akan dilakukan uji diagnostik adalah spesimen kiriman rumah sakit yang ada di Kota Bogor. Senin besok Insya Allah kita sudah mulai mengirimkan ke Lab IPB. Mudah-mudahan kerjasama dengan IPB ini bisa mempercepat hasil pemeriksaan swab, yang selama ini menjadi kendala kita,” tandasnya.

Lab IPB, kata Retno, telah dilengkapi fasilitas standar yang dipersyaratkan Kemnterian Kesehatan untuk pengujian diagnostik Covid-19. “Namun, meski berada di Bogor, sistem informasi mengenai hasil tes harus tetap satu pintu. Hasil pemeriksaan positif dan negatif Public Health Emergency Center (PHEOC) Kemenkes. Setelah itu baru nanti diinfokan ke Dinkes Kota Bogor,” terangnya.

Dalam SK tersebut juga disebutkan bahwa segala biaya yang berkenaan dengan ditetapkannya SK Walikota Bogor ini dibiayai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor dan sumber anggaran lain yang sah dan tidak mengikat.

Fredy Kristianto

Hadits Hari Ini

0

10 April 2020
16 Sya’ban 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلَائِكَةً سَيَّارَةً فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ فَيَقُولُونَ جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي الْأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ قَالَ وَمَاذَا يَسْأَلُونِي قَالُوا يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ قَالَ وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي قَالُوا لَا أَيْ رَبِّ قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي قَالُوا وَيَسْتَجِيرُونَكَ قَالَ وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِي قَالُوا مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ قَالَ وَهَلْ رَأَوْا نَارِي قَالُوا لَا قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي قَالُوا وَيَسْتَغْفِرُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا قَالَ فَيَقُولُونَ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ قَالَ فَيَقُولُ وَلَهُ غَفَرْتُ هُمْ الْقَوْمُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim bin Maimun, telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Beliau bersabda:

Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi mempunyai beberapa Malaikat yang terus berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis dzikir tersebut, maka mereka terus duduk di situ dengan menyelimutkan sayap sesama mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dan langit yang paling bawah. Apabila majelis dzikir itu telah usai, maka mereka juga berpisah dan naik ke langit.

Kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya:
Selanjutnya mereka ditanya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang sebenarnya Maha Tahu tentang mereka: “Kalian datang dari mana ?”. Mereka menjawab: “Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang selalu bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan memohon kepada-Mu ya Allah”.
*Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya: “Apa yang mereka minta ?”. Para Malaikat menjawab: “Mereka memohon Surga-Mu ya Allah”. Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya lagi: “Apakah mereka pernah melihat Surga-Ku ?”. Para Malaikat menjawab: “Belum. Mereka belum pernah melihatnya ya Allah”. Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat Surga-Ku ?”. Para Malaikat berkata: “Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu ya Allah”. Allah Subhanahu wa Ta’ala balik bertanya: “Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku ?”. Para Malaikat menjawab: “Mereka meminta perlindungan kepada-Mu dari Neraka-Mu ya Allah”. Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya: “Apakah mereka pernah melihat Neraka-Ku ?”. Para Malaikat menjawab: “Belum. Mereka belum pernah melihat Neraka-Mu ya Allah”. Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat Neraka-Ku ?”. Para Malaikat berkata: “Ya Allah, sepertinya mereka juga memohon ampun (beristighfar) kepada-Mu ?”. *
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab: “Ketahuilah hai para Malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka, memberikan apa yang mereka minta, dan melindungi mereka dari Neraka”.
Para Malaikat berkata: “Ya Allah, di dalam majelis mereka itu ada seorang hamba yang berdosa dan kebetulan hanya lewat lalu duduk bersama mereka”. Maka Allah menjawab: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya Aku pun akan mengampuni orang tersebut. Sesungguhnya mereka itu adalah suatu kaum yang teman duduknya tak bakalan celaka karena mereka”.

HR Muslim No. 4854.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dinkes Siapkan Skema Atasi Lonjakan Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim melantik dr. Sri Nowo Retno, MARS sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) di Crisis Center, Jalan Raya Pajajaran pada Kamis (9/4/2020).

Pelantikan tersebut harus dilakukan karena Dinkes harus mampu menjadi leading sector dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Menurut Dedie, pelantikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor sudah mendapatkan rekomendasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Dengan segala keterbatasan, kemudian juga kita dalam rangka lebih mengefektifkan peran dari pada Dinkes, pada akhirnya diputuskan dengan cepat dan kami lantik,” jelasnya.

Dedie berharap para dokter ini bisa saling bahu membahu dalam suasana yang cukup berat. “Dinkes harus bisa pemimpin dalam upaya kita memenangi ‘pertempuran’ ini,” tambahnya.

Dedie mengaku akhir-akhir ini pemerintah dan masyarakat dihadapkan suatu hal sangat berat dan belum pernah terjadi dalam sejarah modern setelah perang dunia kedua.

“Dan situasi berat ini ternyata sampai juga ke Bogor. Hari-hari ke depan kita sedang berusaha untuk memproses PSBB, dan sudah enam poin yang dilaksanakan semua, mulai dari pembatasan belajar mengajar, pembatasan di sektor perdagangan dan swasta,” paparnya.

Bahkan, kata dia, pembatasan di sektor spiritual keagaman pun sudah melalui surat keputusan bersama tentang pelarangan melaksanakan peribadatan di tempat-tempat ibadah dengan menggantikan dengan ibadah di rumah.

Situasi seperti itu, sambung Dedie, harus dihadapi dengan ekstra serius. Dinkes harus menjadi leader dan kemudian juga harus bisa mencarikan solusi-solusi terbaiknya.

“Dengan keterbatasan kita, kita berusaha dalam 25 hari terakhir, mencoba mengontrol, mencoba mencari solusi jangka pendek dan boleh dibilang semuanya dilaksanakan secara common sense, apa yang kita bisa lakukan ya kita lakukan selama itu masih di area kewenangan.

Sementara itu, Sri Nowo Retno siap menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor yang baru dengan penuh amanah dan dedikasi tinggi. “Situasi memang dalam kondisi berat dan prihatin tetapi memang kita harus hadapi apalagi Dinkes tadi juga disampaikan Pak Wakil harus menjadi leading sector, terutama dalam hal menyiapkan fasilitas kesehatannya,” ungkap Retno.

Ia menambahkan, segala kemungkinan harus diantisipasi, terutama jika terjadi outbreak atau lonjakan kasus. “Kita harus bergerak cepat dengan kondisi keterbatasan. Saat ini RSUD Kota Bogor sudah ditunjuk menjadi RS rujukan Covid-19 oleh SK Gubernur tetapi memang kapasitasnya belum memenuhi. Jadi sekarang sedang disiapkan rencana kita ingin sentralisasi di RSUD untuk 120 tempat tidur yang kita siapkan dengan memanfaatkan satu gedung baru,” katanya.

Sentralisasi RSUD tersebut, lanjut Retno, membutuhkan proses karena harus menyiapkan sarana dan prasarana, terutama SDM. “SDM akan kita bantu dengan melibatkan dari SDM rumah sakit lain yang kita jadwalkan. Kemudian dari tenaga puskesmas yang biasanya di bertugas rawat inap tapi tidak aktif, mungkin akan disiapkan untuk membantu RSUD,” jelasnya.

Tidak hanya fasilitas layanan kesehatan, kata Retno, Dinkes juga akan menyiapkan tempat-tempat selain rumah sakit untuk merawat ODP atau PDP dengan gejala ringan. “Ketika nanti terjadi outbreak dan ternyata RSUD dan RS lain juga tidak mampu lagi menampung, kita juga harus sudah menyiapkan tempat-tempat di luar fasilitas layanan kesehatan untuk merawat ODP atau PDP dengan gejala ringan semacam ruang isolasi yang seperti wisma atlet. Jadi pasien-pasien kategori tersebut tidak harus dirawat di RS karena perawatannya tidak memerlukan ventilator dan sebagainya,” pungkasnya.

Fredy Kristianto

Ada Kuiz di Tengah Materi Trik Jitu WI Usir Bosan Peserta

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Trik Widyaiswara (WI) Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Miko Harjanti menyelipkan kuiz disela materi, berhasil membuat Puslatan On Cloud edisi Kamis (9/4) berlangsung menarik.

“Materi banyak menyajikan angka – angka, agar peserta tidak bosan maka pembelajaran diselingi dengan kuiz interaktif. Ada pertanyaan pilihan ganda dan peserta menjawab dengan zoom text. Siapa paling cepat menjawab dan benar diberi reward, “ ujar Miko .

Penyajian materi Analisis Kelayakan Usaha Agribisnis dengan cara tersebut menyedot antusiasme peserta. Ada 100 peserta di sesi pertama pukul .08.00 – 09.00 WIB dan 63 peserta di sesi kedua.pukul 13.00 – 14.00 WIB. Antusisme tersebut terlihat dari banyaknya peserta melontarkan pertanyaan . “ Saya senang, peserta antusias mengikuti pembelajaran, tadi banyak pertanyaan dari peserta bahkan saat waktu sudah hampir selesai, “ ucapnya.

Ditemui usai menyajikan materi, Miko mengatakan materi ini membekali pelaku usaha untuk bisa menganalisa calon usaha bisnisnya.
“ Intinya membekali pelaku usaha untuk bisa menganalisa. Sebelum mereka melakukan bisnisnya, apakah calon usahanya akan menguntungkan atau tidak, “ ungkapnya.

Miko menuturkan Ia membahas beberapa alat analisis seperti Benefit Cost Ratio yaitu perbandingan antara keuntungan dan biaya usaha dan Break Event Point, kondisi dimana suatu usaha tidak menghasilkan keuntungan maupun tidak menderita kerugian.
Pelatihan ini untuk mendukung pertanian sebagai penyangga ekonomi yang sedang terdampak Covid 19.

Sebagaimana diketahui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendukung kebijakan pemerintah agar produksi pertanian tetap berjalan di tengah-tengah wabah virus corona (Covid-19), bahkan digenjot hingga berlipat-lipat agar bisa menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di Indonesia.
“Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kemtan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” ujar Mentan dalam sebuah keterangan tertulis.

Hal tersebut ditindaklanjuti Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang bertanggungjawab terhadap peningkatan SDM pertanian, Kepala Badan memberikan instruksi kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP untuk tetap berperan aktif ditengah pandemi.

“ ini sesuai dengan tupoksi kita, yaitu peningkatan kompetensi SDM pertanian, salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan. Tetapi pelatihan konvensional harus di stop dan dirubah menjadi pelatihan-pelatihan yang berbasis online atau tanpa mengumpulkan peserta dalam kelompok dan secara langsung, “ ucap Dedi.

Puslatan on Cloud adalah pelatihan online dengan link www.elearningpuslatan.com dan aplikasi zoom cloud meeting secara live. Pelaksanaan pelatihan online dilaksanakan rutin setiap hari Selasa dan Kamis yang dilaksanakan dalam 2 sesi setiap harinya. Secara bergantian setiap UPT pelatihan dibawah naungan Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) menampilkan Widyaiswaranya sebagai pemateri.

RG/PPMKP

Wabah Corona, Pajak Dunia Usaha Direlaksasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan relaksasi pajak bagi dunia usaha berupa penundaan jatuh tempo pembayaran.

Relaksasi pembayaran pajak ini dilakukan untuk meringankan beban pelaku usaha yang juga terdampak dari wabah virus Corona atau Covid-19 yang dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 20 Tahun 2020 bagi pajak restoran, hotel, hiburan dan parkir.

Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana menyatakan, Perwali ini sebagai stimulus atau keringanan bagi dunia usaha terutama restoran, hotel, hiburan dan parkir.

“Mereka (pelaku usaha) kan setiap tanggal 15 seharusnya membayar pajak. Jadi, kami berikan relaksasi pembayaran jatuh tempo hingga 30 Juni,” katanya, Kamis (9/4/2020).

Selain itu, ada juga surat edaran dari Kemendagri untuk memberikan stimulus kepada dunia usaha berupa keringanan, pengurangan serta permohonan dari PHRI, para wajib pajak dan banyak pihak yang mengajukan permohonan agar memberikan keringanan pembayaran.

“Akhirnya pak wali pada waktu itu memerintahkan Bapenda untuk mengkaji apa stimulus yang bisa diberikan kepada dunia usaha yang bisa dikeluarkan dengan segera, salah satunya stimulus yang diberikan berupa penetapan tanggal pembayaran. Jadi, kewajiban wajib pajak dari Maret, April dan Mei bisa dibayar hingga 30 Juni 2020,” jelasnya.

Menurut Deni, relaksasi pembayaran ini tidak menghilangkan kewajiban wajib pajak untuk membayar, tetapi hanya menunda.

“Karena kalau menghilangkan kewajiban wajib pajak harus melalui Perda dan lebih panjang lagi prosesnya,” tuturnya.

Untuk target dari pajak daerah tahun ini sebesar Rp 733 Miliar. Sementara, kontribusi pajak dari hotel, restoran, hiburan dan parkir sebesar Rp 310 Miliar atau sebesar 40-45 persen dari pajak daerah.

“Kita sudah coba menghitung, tapi belum diekspose, hitungan kita masih di tingkat TAPD.

Pasti akan ada dampak, lihat saja kondisi hotel, parkir dan tempat hiburan sepi,” jelasnya.
Menurutnya dengan kondisi seperti ini akan ada perubahan target. Namun besarannya harus dihitung secara detail, karena tidak hanya dirasakan oleh Kota Bogor saja, tapi nasional hingga dunia.

“Kalau bicara APBD kita akan efisienkan dari belanja langsung, karena dari pendapatan pasti akan merosot,” ungkapnya.

Fredy Kristianto

Anton Instruksikan PASKHASS Lakukan Aksi Nyata

0

Cibinong, Jurnal Inspirasi

Sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhi Baskoro Yudhoyono (IBAS), terkait aksi gerakan nasional Demokrat Lawan Corona.

Anton Sukartono Suratto, yang merupakan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jabar VI, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4) mengintruksikan relawannya yang tergabung dalam PASKHASS (Pasukan Kang H. Anton Sukartono Suratto) untuk melakukan aksi nyata dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menyemprotkan disinfektan secara serentak di 6 kecamatan dan memberikan masker gratis.

“Sebetulnya kami sudah melakukan kegiatan ini sejak akhir bulan lalu hingga hari ini terhitung kami sudah menyemprotkan dan membagikan ribuan masker ke masyarakat di 14 kecamatan yaitu Ciampea, Jasinga, Dramaga, Gunung Putri, Babakan Madang, Sukaraja, Cileungsi, Ciawi, Caringin, Bojonggede, Ciomas, Citeureup, Jonggol, dan Klapanunggal, dan kegiatan ini akan terus berjalan hingga beberapa minggu ke depan,” kata Kang Anton, Kamis (9/4).”

Kang Anton yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor itu menambahkan saat kegiatan berlangsung jajarannya juga melakukan sosialisi pentingnya physical distancing kepada masyarakat dan memaparkan mulai dari gejala penyakit, hingga cara pencegahannya.

“Kami mengimbau semua pihak untuk melakukan physical distancing dan melakukan prosedur kesehatan apabila tetap harus berkegiatan di luar rumah. Hal itu agar mereka terjaga kesehatannya dan terjaga dari penyebaran wabah virus corona,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua Bidang Sosial Perempuan Istri Anggota Fraksi Demokrat DPR Juwana Anton Sukartono Suratto mengakui dalam setiap kegiatan penyemprotan zat disinfektan dan pembagian masker di seluruh Indonesia itu para istri anggota DPR wajib mendampingi suami

“Tujuannya, tentu agar bisa membantu suami. Terutama dalam hal menyampaikan pentingnya physical distancing, penggunaan hand sanitizer yang benar, dan kewajiban melaksanakan PHBS (pola hidup bersih sehat) di tengah mewabahnya virus corona ini,” lanjutnya.

Gita Purnama

KONI Fokus Pada Pencegahan Covid 19

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

SUDAH Hampir satu bulan lamanya, KONI Kabupaten Bogor memfokuskan pelayanan kepada hal-hal yang berkaitan dengan memutus mata rantai Covid 19. Tak hanya itu, sejak terjadinya Covid 19, KONI juga sudah membuat jadwal piket bagi para pengurus KONI secara bergiliran setiap harinya.

“Pada intinya, KONI Kabupaten Bogor tetap ada aktivitas. Namun aktivitas yang dilakukan KONI saat ini lebih kepada ikut membantu program Bupati Bogor dan pemerintah pusat dalam memutus mata rantai Covid 19,” tegas Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin.

Junsam panggilan akrab dari politisi PPP Kabupaten Bogor ini menegaskan, beberapa program yang telah dilakukan KONI Kabupaten Bogor benar-benar nyata dalam ikut mencegah penyebaran Covid 19 seperti pemberian APD, pemberian masker dan juga penyemprotan disinfektan.

Lebih jauh, Junsam berharap semua pengurus cabang olahraga para pelatih, para atlet dan juga insan olahraga yang ada di Kabupaten Bogor agar tetap bisa menjaga kebugaran tubuhnya demi tetap sehat , walaupun berolahraga di rumah saja.

“ Semua program pembinaan cabang olahraga harus dilakukan di rumah saja dalam situasi saat ini. Saya bangga dengan apa yang dilakukan Pengcab TI Kabupaten Bogor yang telah melakukan UKT secara online ,” tuntas Junsam.

Asep Syahmid