25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1587

Pandemi Covid-19, Tirta Pakuan Tetap Utamakan Pelayanan

0

>> Media Visit Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor ke Harian Jurnal Bogor

Bogor | Jurnal Inspirasi
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor termasuk institusi yang terdampak Covid-19. Dari aspek keuangan, perusahaan air bersih milik Pemkot Bogor ini turut terpukul karena perubahan pola penggunaan air di kalangan usaha dan industri. Meski demikian, Tirta Pakuan tetap mengutamakan pelayanan.

Tirta Pakuan memberikan relaksasi kepada pelanggan yang penghasilannya terganggu akibat Covid-19, walau penerimaan jumlah tagihan menurun hingga 18 persen. “Pelanggan di golongan tarif industri dan niaga seperti pabrik, hotel, restoran terjadi penurunan pemakaian air, karena penerapan WFH. Ini berdampak pada pemasukan kita,” ujar Sonny Hendarwan, Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan, saat kunjungan media (Media Visit) di Kantor Harian Jurnal Bogor, Selasa (9/6/2020).

Meski diakuinya terjadi penurunan pemasukan, Tirta Pakuan tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan. Perusahaanpun memberikan keringanan pembayaran bagi karyawan yang terdampak langsung pandemi Covid-19. “Kami bebaskan denda pembayaran bulan Mei, Juni, Juli untuk pelanggan dari golongan tarif R1-R4. Lalu pembebasan pembayaran selama tiga bulan untuk golongan tarif Sosial seperti masjid, mushola, dan lain-lain,” kata Sonny.

Untuk mencegah penularan wabah, Tirta Pakuan menarik seluruh petugas Pembaca Meter, dan diperbantukan ke Direktorat Teknik. Penggantinya adalah sistem pwmbacaam meter mandiri yang berakhir 20 Mei lalu. “Alhamdulillah petugas pembaca meter mulai awal Juli sudah bisa kembali bertugas membaca meter di rumah-rumah pelanggan,” kata Sonny lagi.

Sementara mengenai kunjungannya, Sonny mengharapkan media massa menjadi corong untuk menyampikan informasi kepada masyarakat, khususnya mengenai upaya-upaya Tirta Pakuan, handal dalam pekerjaan dan prima dalam pelayanan. “Kami merespon apa yang diharapkan pelanggan. Namun memang ada saja dalam hal penerapan teknologi untuk mempermudah tidak semua bias dipenuhi pelanggan,” kata dia.

“Ya untuk baca meter sendiri saja belum semua mau. Ada juga pelanggan yang mengaku tidak mengerti aplikasi yang harus dipasang di hp sehingga untuk pendaftaran saja masih manual, padahal untuk mempermudah kan sudah bisa secara online,” jelas Sonny mencontohkan. Dalam kunjungan ini, Sonny didampingi Asisten Manager Humas, R. Poppi Rustanti.

Pihak Jurnal Bogor, Irwan Hasby menyambut baik kegiatan yang dilakukan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. “Kami Support secara positif dan terimakasih sudah menaruh perhatian. Kami juga terdampak Covid-19 sehingga virus ini kami harapkan cepat berlalu. Niat baik mengutamakan pelayanan terhadap pelanggan memang mesti kita dukung bersama-sama. Secara umum Tirta Pakuan telah menunjukkan dedikasinya sehingga keluhan pelanggan yang direspon cepat dan berbagai inovasi yang dilakukan telah memberikan citra positif,” tandas Hasby.

** Asep Saepudin Sayyev

Kasus Positif di Kota Bogor Tambah 15

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif Covid-19 melonjak drastis di Kota Bogor pada Selasa (9/6). Pasalnya jumlah penderita mencapai 15 orang. “Hari ini Indonesia mencatatkan rekor positif Covid-19 sebanyak 1.043 kasus, demikian juga Kota Bogor menambah 15 kasus,” kata Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim kepada wartawan, Selasa (9/6) malam.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini ada 68 orang yang sedang dalam pemantauan. Dari 68 tersebut ada dari cluster PNS sebanyak dua orang, serta seorang ojek online.  “Adalagi guru, namun kita akan perdalam,” kata dia.

Kendati demikian, kata Dedie meminta agar menunggu hasil resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.  “Yang penting kita harus waspada,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan program karantian mikro dari provinsi. “Di lima ODP yang diswab. Kemudian ada juga 80 orang asal Cilendek Barat yang diswab. Kami ingin tracing yang kontak erat dengan mereka yang positif,” tandasnya.

n Fredy Kristianto

RSUD Kota Bogor Ajukan Klaim Rp6 Miliar yang Belum Dibayar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 di Kota Hujan, tengah dipusingkan dengan ajuan klaim ke pemerintah pusat sebesar Rp6 miliar, hasil dari 200 pasien yang dinyatakan sembuh. Pasalnya, hingga kini belum ada klaim yang dibayarkan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor dr. Edi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, semua pembiayaan ditanggung pemerintah. “Tapi sampai sekarang belum ada klaim pasien Covid-19 yang dibayar,” katanya kepada wartawan usai rapat pansus dinGedung DPRD, Selasa (9/6).

RSUD juga mengaku masih bingung karena hingga saat ini belum ada aturan yang pasti sebagai acuan dalam penanganan pasien Covid-19. “Misalnya kita wajib melakukan PCR, namun belum ada aturannya cukup satu kali saja atau harus dua kali,” ungkap dr. Edi.

Kebingungan RSUD lainnya adalah, apabila ada pasien yang klaimnya ditolak, maka hal itu akan menjadi tanggung jawab siapa. “Apakah itu ditanggung Pemda atau jadi beban RSUD,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejauh ini yang bisa diajukan klaimnya adalah orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara untuk yang berstatus  Orang Dalam Pantauan (ODP), dan tidak dirawat di RSUD, tidak bisa menglaim pembiayaan perawatan dan hanya disarankan melakukan isolasi mandiri.

Tahapan pengajuan klaim, kata Edi, RSUD terlebih dahulu mengajukan ke pemerintah, lalu dilakukan verifikasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan nantinya akan diumumkan bisa diterima atau ditolak tergantung lolos tidaknya persyaratan. “Misalnya ada beberapa klaim dari rumah sakit dan hasilnya ditolak. Ya, berkas klaim yang diajukan dikembalikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Sri Nowo Retno mengatakan bahwa sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang klaim biaya perawatan Covid-19, pemerintah pusat hanya menanggung Orang Dalam Pengawasan (ODP) dengan penyakit bawaan serta berusia 6 tahun keatas, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sementara untuk ODP yang usianya dibawah 60 tahun tanpa penyakit bawaan tak ditanggung pemerintah pusat, dan akan menjadi beban Pemkot Bogor,” ungkapnya.

Ia juga membenarkan bila hingga kini belum ada satupun klaim RS yang melayani Covid-19 dibayarkan pemerintah pusat. Hal itu lantaran masih dalam proses verifikasi oleh BPJS. “RS sudah merawat pasien sejak kasus pertama muncul di Kota Bogor pada 16 Maret lalu. Kemudian saat puncaknya di tanggal 1 hingga 2 April, mereka mulai menanyakan kapan klaim dibayarkan,” bebernya.

Dinkes sendiri, sambung dia, hanya menganggarkan Rp100 juta untuk klaim ODP dibawah usia 60 tahun tanpa penyakit bawaan. “Awalnya ketika petunjuk teknis (juknis) dan mekanismen soal klaim Covid-19 belum ada, kami menganggarkan Rp3 miliar. Ketika juknis sudah ada pada pekan kedua April, klaim kan jelas. Sehingga pada Mei lalu Dinkes hanya menganggarkan Rp100 juta,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, apabila nantinya klaim yang diajukan tak dibayar pusat lantaran tak lolos verifikasi, maka bakal dibayarkan melalui APBD. Terpisah, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk mengcover biaya pasien positif Covid-19 sejak awal atau bahkan bila meninggal dunia. “Kalau untuk jumlah biaya nominal per orang tidak bisa dipastikan. Sebab, kan sesuai kebutuhannya,” tandasnya.

n Fredy Kristianto

KONI Permudah Rekomendasi Siswa Berprestasi

0

Cibinong |  Jurnal Inspirasi   
Sejumlah orang tua atlet yang anaknya memiliki prestasi di cabang olahraga, terus berdatangan untuk meminta surat rekomendasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, untuk mendaftar ke sekolah-sekolah favorit yang dituju oleh masing-masing siswa/siswi yang ada di Kabupaten Bogor. Baik itu Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun ajaran 2020/2021.

Seperti dikatakan Wakil Ketua I KONI Kabupaten Bogor, Joy Pendhita jika saat ini sudah banyak orang tua atlet, maupun pelatih dari masing-masing cabor anggota KONI Kabupaten Bogor, yang atletnya berprestasi datang untuk melegalisir sertifikat prestasi yang diraih para atlet pelajar, dan sekaligus meminta rekomendasi sebagai pengantar dari KONI untuk mendaftar ke sekolah-sekolah favorit yang akan dituju oleh atlet-atlet pelajar tersebut.

“Sejauh ini sudah banyak juga orang tua, dan pelatih datang melegalisir sertifikat ke KONI, untuk syarat mendaftar masuk ke sekolah-sekolah negeri yang mereka tuju, di tahun ajaran 2020/2021 ini,” ujar Joy Pendhita, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, bahwa legalisir yang dilakukan KONI ini sangat penting. Namun, legalisir yang dikeluarkan KONI lebih kepada atlet yang memiliki sertifikaf dari setiap kejuaraan yang diikuti oleh atlet-atlet pelajara Kabupaten Bogor ini. Baik itu sertifikat tingkat Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Nasional, maupun event-event lainnya.

“KONI sudah pasti akan memfasilitasi sertifikat atlet. Karena, itu memang sudah jadi tanggung jawab KONI Kabupaten Bogor tentunya,” tegasnya.

Meski saat ini masih dalam masa darurat wabah virus covid-19, tambah Joy, KONI tetap akan memfasilitasi orang tua atlet, dan pelatih untuk melegalisir sertifikat, sebagai rekomendasi dari KONI untuk mendaftar ke sekolah yang akan dituju oleh masing-masing atlet. 

** Asep Syahmid

Vio: PESTI Harus Sumbangkan Prestasi Emas

0

Cibinong | Jurnal  Inspirasi  

MESKIPUN  kepengurusan cabang olahraga Soft tenis Indonesia ( PESTI (  Kabupaten Bogor belum dikukuhkan secara resmi oleh  Pengprop PESTI Jabar, namun saat ini calon Ketua Umum PESTI Kabupaten  Bogor, Ferry Roveo Chechanova  berharap cabor yang baru dibentuk ini bisa memberikan kontribusi  prestasi emas bagi Kabupaten Bogor di event Porda  Jabar  tahun 2022 yang akan  digelar di tiga daerah  yakni  Tasikmalaya, Subang dan Bandung Barat  (Tasuba).

“Walaupun ini cabor  baru,  saya ingin semua pengurus yang ada di PESTI bisa kompak, solid dan jangan berharap mencari keuntungan dalam organisasi . “ tegas  Ferry Roveo Checanova yang kerap dipanggil Vio  saat memimin rapat perdana  PESTI Kabupaten Bogor  di Gazebo Ktenzpo, Cibinong, Kabupaten Bogor, selasa (9/6) kemarin petang  

Vio menambahkan, hal  terpenting yang harus dilakukan PESTI Kabupaten Bogor saat ini adalah memastikan jumlah nomor pertandigan cabor  Soft Tenis yang akan digelar di Porda Jabar 2022.

Disamping itu, kata politisi PPP Kabupaten Bogor ini semua pengurus harus segera koordinasi dengan Pelti Kabupaten Bogor untuk mendata para petenis yang akan bergabung dengan skuad PESTI Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Sekum  PESTI Kabupaten Bogor, Budi Suriono yana membenarkan kalau cabang olahraga Soft Tenis termasuk salah satu  cabang olahraga yang sudah pasti di pertandingkan dalam Porda Jabar 2022 mendatang.

“Hasil RAT KONI Jabar 2020 belum lama ini, menetapkan  Soft Tenis sebagai cabor baru yang akan langsung di pertandingkan di ajang Porda Jabar 2022 mendatang,” tuntas Budi Suriono. 

** Asep Syahmid

Bahas Cabor Habis Masa Bhakti, Joy Pendhita dkk Sounding Ke KONI Jabar

0

Bandung |  Jurnal  Inspirasi    

SEBANYAK 12  cabang olahraga yang ada di KONI Kabupaten Bogor tengah memasuki fase akhir kepengurusan bahkn sudah ada yang lewat periode masa baktinya. Hal itu tentunya,  12 cabor tersebut harus  segera menggelar  Muscab untuk menentukan kepengurusan  yang baru.

“Kami sudah inventarisir  ada sekitar 12  cabor di tahun 2020 ini akan habis masa baktinya.  Hal ini lah yang membuat kami harus Koordinasi dengan jajaran pegurus KONI Jabar bidang organisasi,” tegas Ketua I KONI Kabupaten Bogor, Joy Pendhita  yang melakukan koordinasi ke KONI Jabar , selasa (9/6) kemarin pagi  

Joy  yang didampingi Otray Sugiarto ( Bidang Humas ) dan Deni ( Bidang Hukum ) saat sounding ke KONI Jabar  kemarin    menambahkan, semua cabor yang sudah lewat masa bhaktinya  diminta segera menggelar Muscab kepengurusannya  saat ini juga.

“Siapapun calon ketua umum yang akan diusung masing masing cabang olahraga, KONI Kabupaten Bogor  tidak akan melakukan intervensi. Asalkan semua calon ketuan umum cabor minimal paham, mengerti dan siap mengembangkan prestasi  cabornya masing masing.

Selain itu, kandidat Ketua Umum cabor juga harus mau menunjukan dedikasi dan loyalitas  tinggi untuk kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Bogor.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin secara tegas meminta  kepada semua cabor yang akan habis masa baktinya dari saat ini harus segera menyiapkan mekanisme Muscabnya .     

“Tidak gampang jadi Ketua Umum Cabor saat ini. Karena kami akan menekankan agar semua pengurus cabor bisa memahami dan sanggup all out terkait target pencapaian medali emas  yang akan diusung oleh KONI Kabupaten Bogor di ajang Porda Jabar 2022 mendatang,” pungkasnya. 

** Asep Syahmid

Ratusan Warga Ciadeg Serbu Kantor Desa

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Ratusan warga Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menyerbu kantor desa setempat. Sebab, Pemerintah Desa (Pemdes) Ciadeg sedang melaksanakan kegiatan pembuatan akta lahir secara massal. Kepala Desa Ciadeg Wahyu Rahayu mengatakan, pembuatan akta ini terlaksana berkat kerjasama antara Pemdes Ciadeg serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor.

 “Ini adalah kegitan positif, makanya kami sangat mendukungnya. Apalagi kan untuk kepentingan warga kami juga,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya jemput bola guna memudahkan masyarakat dalam pelayanan administrasi. Sehingga, masyarakat bisa langsung mendapatkan pelayanan akta di tingkat desa.

 “Saat ini, dari kuota 500 yang diberikan pihak Disdukcapil baru terselesaikan sekitar 200 lebih akta dan mudah-mudahan saja bisa selesai semuanya hari ini. Soal biaya administrasi mengacu pada aturan yang ada, kalaupun ada yang lainnya, kami serahkan kepada masyarakat. Misalnya, untuk pembelian materai atau lainnya. Memgenai syaratnya sendiri yakni hanya KTP, KK dan Buku Nikah serta Ijazah,” ungkapnya

Selama pelaksanaan kegiatan, lanjut Wahyu, mengalami sedikit kendala. Dimana, terdapat adanya perbedaan nama antara di Buku Nikah dengan KTP.  “Kendala cuma itu saja sih, karena buku nikah mereka itu kan kebanyakan yang lama, tapi semua bisa diatasi dengan menyesuaikan pada ijazah,” ujarnya.

Ia berharap, adanya kegiatan ini, warga Ciadeg bisa tertib administrasi dalam memiliki akta kelahiran. Mengingat, akta ini merupakan dokumen penting bagi anak-anak mereka untuk dipergunakan sesuai kebutuhannya sendiri suatu saat nanti.  “Kalau sudah dimilikinya akta kelahiran, kami berharap bisa jadi dasar kebutuhan sendiri bagi pemiliknya. Seperti untuk melamar kerja, mau masuk sekolah atau lainnya,” terang Wahyu.

Salah seorang warga Ciadeg yang mengikuti program kegiatan pembuatan akta masal, Sopiah mengaku senang. Mengingat, yang sebelumnya tidak memiliki akta kelahiran, sekarang anaknya bisa memiliki.

“Senang sekali pak dapat mengikuti kegiatan ini, dan saya memberi apresiasi setinggi-tingginya untuk Pemerintahan Desa Ciadeg. Semoga dengan telah dimilikinya akta bisa bermanfaat khususnya untuk kebutuhan anak saya nanti, umumnya bagi warga lain,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Cegah Korupsi, Pemcam Cigombong Adakan Kegiatan MPAK

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigombong, Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan Zoom Meeting Sosialisasi Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (MPAK) pada Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor tahun 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Camat Cigombong ini dihadiri oleh seluruh kepala desa (Kades) se-Kecamatan Cigombong.

Plt Camat Cigombong, Asep Achdiat Sudrajat mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan guna mengajak seluruh Kades yang terlibat langsung dalam penanggulangan wabah Covid-19, untuk duduk berdiskusi bertukar pikiran dalam Sosialisasi MPAK yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

 “Sosialisasi ini sebagai  langkah awal untuk mencapai tujuan yakni membentuk komunitas masyarakat anti korupsi. Lebih  intensif lagi nanti ada pembahasan melalui sarana yang akan dibentuk dalam grup diskusi,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (9/6).

Selain penting dilakukan, lanjut Asep, kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk meminimalkan resiko terjadinya korupsi di pemerintah desa. Terutama berkenan dengan penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19.

 “Kerawanan penyimpangan dana itu kan  bisa terjadi, entah diduga melalui kegiatan pengadaan barang dan jasa, penyaluran berbagai bentuk bantuan dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19, sampai kegiatan-kegiatan lainnya yang relevan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, definisi korupsi sendiri merupakan tindakan yang dilakukan setiap orang secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara.

Karena itu, Asep minta setelah mengikuti kegiatan ini, para kades memahami resiko kebencanaan terkait penanganan bencana wabah Covid-19. Termasuk didalamnya yaitu soal penggunaan dana desa (DD) dalam penanganan Covid-19 serta bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak covid 19 di desa masing-masing.

“Saya berharap, para kades mengikuti aturan yang telah ditetapkan, baik oleh aturan Kementerian terkait,  hingga Peraturan Bupati (Perbup) Bogor agar nantinya tidak mendapat masalah dalam pertanggungjawaban laporan keuangan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Warga Cicadas Temukan Ranjau Darat

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Warga Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan ranjau darat di sekitar sawah. Ranjau itu ditemukan Selasa (9/6) pagi. Ketua RT setempat, Juhendi yang menemukan ranjau itu sempat mengira benda tersebut merupakan barbel. Bahkan dia sempat mencuci ranjau tersebut.

“Saya kira bekas kaleng atau barbel. Ternyata habis saya cuci itu ada tulisan TNT 17 dan orang-orang bilang ranjau,” kata Juhendi (45) kepada wartawan.

Juhendi menjelaskan, ketika pertama kali ditemukan, ranjau itu berada dalam galian tanah. Lokasi galian itu dulunya merupakan sawah dan perkebunan namun kini sudah diratakan. “Sekarang diratakan, di lokasi ada galian tanah. Untungnya tidak kena traktor yang sedang menggali,” jelas dia.

Setelah memastikan benda tersebut merupakan ranjau, Juhendi langsung melapor ke perangkat desa dan polisi. Ia mengaku penemuan ranjau ini merupakan kali pertama di Desa Cicadas. “Waktu ditemukan saya lapor langsung ke Babinsa,” ucapnya.

Setelah mendapat laporan, anggota polisi dan Gegana langsung menuju ke lokasi penemuan ranjau itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga ranjau itu bekas peninggalan zaman pendudukan Jepang. Benda yang diduga ranjau  bertuliskan TNT 17 itu Tim Gegana Polda Jawa Barat sudah membawa ranjau darat setelah dilakukan penjinakan selama 10 menit .

Kedatangan tim Gegana Polda Jawa Barat ke lokasi penemuan ranjau darat pada pukul 08.30 WIB dengan gabungan dari Polsek Ciampea dan Koramil Ciampea beserta Pemdes Cicadas. Kapolsek Ciampea Kompol Anak Agung Raka menjelaskan, bahwa penemuan ranjau darat tersebut memang masih aktif. Namun sudah dilakukan penjinakan oleh tim Gegana.

“Penjinakan sudah oleh tim Gegana Polda Jawa Barat selama 10 menit, karena menurut penuturan Babinsa memang ranjau tersebut awalnya masih aktif,” ucapnya kepada wartawan koran ini kemarin.

Lebih lanjut ia menuturkan, selanjutnya ranjau tersebut dibawa oleh tim Gegana Polda Jawa Barat dan melaporkan langsung ke Kapolres Bogor perihal penemuan benda tersebut. “Sudah dibawa, yang jelas lokasi penemuan pun sudah disterilkan dari aktivitas warga, karena lokasinya pun berada dibawah tepatnya di belakang rumah warga,” tegasnya.

** Cepi Kurniawan

Ngeri, Pemancing Saksikan Aksi Bunuh Diri Lompat ke Sungai Ciliwung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Sore menjelang petang sekira pukul 16.00 WIB di Jalan Pajajaran tepatnya di Jembatan Bale Binarum ramai riuh warga yang penasaran melihat peristiwa ditemukannya seorang pria tanpa identitas tewas di Sungai Ciliwung, Selasa (9/6/2020).

Pantauan dilapangan, Mr.X tewas, diduga lantaran bunuh diri usai melompat dari atas Jembatan Bale Binarum, Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Salah seorang saksi mata, Rohim (34) mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Aksi bunuh diri tersebut disaksikan langsung oleh warga yang sedang mancing di sungai tersebut.

“Ciri-ciri fisiknya rambut pendek terlihat plontos, mengenakan baju abu celana pendek boxer warna biru langit,” ujarnya kepada wartawan.

Rohim mengatakan bahwa pria yang belum diketahui identitasnya itu kurang lebih berusia 30 tahun dan berkulit sawo matang.

Diketahui, jenazah sendiri baru berhasil dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu relawan PMI dan polisi pada pukul 18.15. Kini jenazah lelaki naas itu dievakuasi ke RSUD Kota Bogor untuk diotopsi.

Fredy Kristianto