24.1 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1588

Warga Cicadas Temukan Ranjau Darat

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Warga Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan ranjau darat di sekitar sawah. Ranjau itu ditemukan Selasa (9/6) pagi. Ketua RT setempat, Juhendi yang menemukan ranjau itu sempat mengira benda tersebut merupakan barbel. Bahkan dia sempat mencuci ranjau tersebut.

“Saya kira bekas kaleng atau barbel. Ternyata habis saya cuci itu ada tulisan TNT 17 dan orang-orang bilang ranjau,” kata Juhendi (45) kepada wartawan.

Juhendi menjelaskan, ketika pertama kali ditemukan, ranjau itu berada dalam galian tanah. Lokasi galian itu dulunya merupakan sawah dan perkebunan namun kini sudah diratakan. “Sekarang diratakan, di lokasi ada galian tanah. Untungnya tidak kena traktor yang sedang menggali,” jelas dia.

Setelah memastikan benda tersebut merupakan ranjau, Juhendi langsung melapor ke perangkat desa dan polisi. Ia mengaku penemuan ranjau ini merupakan kali pertama di Desa Cicadas. “Waktu ditemukan saya lapor langsung ke Babinsa,” ucapnya.

Setelah mendapat laporan, anggota polisi dan Gegana langsung menuju ke lokasi penemuan ranjau itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga ranjau itu bekas peninggalan zaman pendudukan Jepang. Benda yang diduga ranjau  bertuliskan TNT 17 itu Tim Gegana Polda Jawa Barat sudah membawa ranjau darat setelah dilakukan penjinakan selama 10 menit .

Kedatangan tim Gegana Polda Jawa Barat ke lokasi penemuan ranjau darat pada pukul 08.30 WIB dengan gabungan dari Polsek Ciampea dan Koramil Ciampea beserta Pemdes Cicadas. Kapolsek Ciampea Kompol Anak Agung Raka menjelaskan, bahwa penemuan ranjau darat tersebut memang masih aktif. Namun sudah dilakukan penjinakan oleh tim Gegana.

“Penjinakan sudah oleh tim Gegana Polda Jawa Barat selama 10 menit, karena menurut penuturan Babinsa memang ranjau tersebut awalnya masih aktif,” ucapnya kepada wartawan koran ini kemarin.

Lebih lanjut ia menuturkan, selanjutnya ranjau tersebut dibawa oleh tim Gegana Polda Jawa Barat dan melaporkan langsung ke Kapolres Bogor perihal penemuan benda tersebut. “Sudah dibawa, yang jelas lokasi penemuan pun sudah disterilkan dari aktivitas warga, karena lokasinya pun berada dibawah tepatnya di belakang rumah warga,” tegasnya.

** Cepi Kurniawan

Ngeri, Pemancing Saksikan Aksi Bunuh Diri Lompat ke Sungai Ciliwung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Sore menjelang petang sekira pukul 16.00 WIB di Jalan Pajajaran tepatnya di Jembatan Bale Binarum ramai riuh warga yang penasaran melihat peristiwa ditemukannya seorang pria tanpa identitas tewas di Sungai Ciliwung, Selasa (9/6/2020).

Pantauan dilapangan, Mr.X tewas, diduga lantaran bunuh diri usai melompat dari atas Jembatan Bale Binarum, Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Salah seorang saksi mata, Rohim (34) mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Aksi bunuh diri tersebut disaksikan langsung oleh warga yang sedang mancing di sungai tersebut.

“Ciri-ciri fisiknya rambut pendek terlihat plontos, mengenakan baju abu celana pendek boxer warna biru langit,” ujarnya kepada wartawan.

Rohim mengatakan bahwa pria yang belum diketahui identitasnya itu kurang lebih berusia 30 tahun dan berkulit sawo matang.

Diketahui, jenazah sendiri baru berhasil dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu relawan PMI dan polisi pada pukul 18.15. Kini jenazah lelaki naas itu dievakuasi ke RSUD Kota Bogor untuk diotopsi.

Fredy Kristianto

Gunung Munarah Rumpin Darurat Sampah

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi
Situs Gunung Munarah, salah satu situs di Kabupaten Bogor memiliki keunikan tersendiri, di Tanah Sarumpun Sapamimpin. Dengan sejuta, sepenggal kisah cerita ini, namun ada yang sangat mengkhawatirkan dengan banyaknya sampah di sepanjang jalur pendakian.

Sampah bermacam jenis banyak ditemukan di area situs Gunung Munarah. Keprihatinan tersebut, membuat sekolompok masyarakat pun ikut prihatian. Mulya Diva, selaku penggiat lingkungan mengaku, sangat prihatin dengan banyaknya sampah berserakan. Terlebih, Gunung Munarah, salah satu ikon Kecamatan Rumpin.

“Lima tahun lalu kita pernah lakukan opsih (operasi bersih) sampah, sedikitnya 4 ton kita turunkan. Namun hingga lima tahun terakhir sampah itu numpuk lagi,”kata Ketua Panitia Acara, Ozos sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, baru -baru ini.

Ozos menambahkan, acara yang bertepatan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-538 serta Hari Lingkungan Hidup seDunia. Berhasil diturunkan bermacam sampah di situs Gunung Munarah tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan beberapa komunitas seperti Silaturahmi Warga Rumpin dan komunitas lainnya. “Acara dengan tema Munarah Darurat Sampah, melibatkan beberapa penggiat lingkungan di Kecamatan Rumpin,” ucap Ozos.

Sampah non organik, maupun organik berhasil diturunkan. Di lokasi, peserta mulai bergerak dari loket pembayaran, hingga menyisir celah bebatuan. Banyak, sampah plastik dan botol bekas, yang ditinggal para pengungjung di situs Gunung Munarah.

Acara yang dilakukan pada 6 Juni 2020, melibatkan sekitar dua ratus peserta itu terus bergerak memungut sampah yang berserakan di celah bebatuan. Pembersihan sampah, terus dilakukan di area puncak satu, sekitaran batu bintang, dan sekitaran goa petilasan Presiden Sukarno. “Selanjutnya, peserta melakukan pembersihan di area batu adzan, dan celah semak belukar di kawasan Situs Gunung Munarah,” ucapnya.

Sampah kemudian dibungkus plastik trasbek mulai dipikul dari puncak Munarah. Komunitas mulai melakukan penyisiran hingga terus menorobos celah semak dan akar yang melilit pada bebatuan. “Jam sepuluh pagi, peserta langsung turun ke loket, memikul sampah dengan hasil buruannya. Semoga dalam kegiatan ini bisa memotisivasi bersama untuk terus melakukan kegiatan yang positif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Sawah, Edi Riyadi merespon cepat dengan adanya gerakan ofsih sampah. Karena, Situs Gunung Munarah, salah satu tempat wisata alam yang terpavorit bagi warga Jabodetabek. “Saya ucapkan banyak terima kasih, dengan adanya kegiatan ini. Para peserta tetap mengikuti protokoler kesehatan,” kata  Ugan sapaan akrabnya.

** Cepi Kurniawan

0

Bima Geram Penumpang KRL Menumpuk

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Penumpukan penumpang sepanjang kurang lebih 500 meter commuter line jurusan Bogor-Jakarta terjadi di Stasiun Bogor pada Senin (8/6) pagi. Hal itupun membuat Walikota Bogor Bima Arya geram, dan melakukan peninjauan ke lokasi.

“Penumpukan ini adalah efek mulai dibukanya beberapa kantor di Jakarta perhari ini. Jadi ada penambahan 10 persen penumpang. Tadi dilaporkan petugas stasiun pengaturan sudah maksimal, walaupun kalau dari foto kelihatan lebih padat. Saya besok pagi akan cek lagi,” ujarnya kepada wartawan.

Bima mengatakan, saat ini dibutuhkan kebijakan dispensasi dari Jakarta, terutama dari perkantoran. “Kan mereka pasti punya data pekerja dari Bogor. Sebaiknya ada kebijakan dispensasi atau shift, agar tidak terjadi penumpukan,” katanya. Kata dia, saat ini sudah ada penambahan sekitar ada 11 bus dari BPTJ untuk operasional Bogor-Jakarta dan sebaliknya.

Terpisah, Humas PT KCI, Anne Purba menyebut penumpukan tersebut terjadi karena adanya peningkatan jumlah penumpang sebanyak 10-13 persen. “Saya sudah sampaikan pasti akan ada antrian karena teman teman mau melihat kita berupaya untuk jaga jarak. Kalau misalkan, biasanya kita melayani tanpa jarak, pasti space yang dibutuhkan untuk jaga jarak itu pasti lebih banyak spacenya,” paparnya.

Menurutnya, saat ini ada 11 ribu penumpang yang mengunakan jasa transportasi massal tersebut. “Perlu diketahui, ada sebagian komponen jasa komputer line yang hari ini baru naik lagi setelah 2 bulan. Jadi baru beradaptasi lagi dengan protokol kesehatan yang ada di stasiun dan di KRL,” ucap Anne.

Kata dia, kendati terlihat padat, namun sejauh ini tak ada komplain penumpang dari dalam KRL. “Kita memang sudah membatasi jumlah penumpang. Sebenarnya akan sangat efektif ketika kita bisa melayani pekerja yang polanya shifting. Kami akan berupaya semaksimal mungkin utnuk memenuhi protokol kesehatan,” paparnya.

n Fredy Kristianto

Imbas Covid-19, Ribuan Pekerja Dirumahkan

0

>> Pansus III Pertanyakan Anggaran Pemulihan Ekonomi
Bogor | Jurnal Bogor

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak empat bulan terakhir, berimbas fatal terhadap keberlangsungan perekonomian. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor, terdapat 296 perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan.

Kepala Disnakertrans Kota Bogor, Elia Buntang mengatakan, akibat sebanyak 296 perusahaan melakukan PHK, terdapat 636 orang yang kehilangan pekerjaan. “Jadi di sektor formal ada 636 pekerja atau buruh yang di PHK pada Mei lalu,” ujar Elia kepada wartawan, baru-baru ini.

Sementara itu, sambung dia, terdapat 3.050 pekerja yang terpaksa dirumahkan lantaran adanya pandemi Covid-19. “Jadi total perusahaan yang merumahkan pekerjanya ada 1.195,” kata Elia.

Menanggapi hal itu, Anggota Pansus III DPRD Kota Bogor, Rizal Utami mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meminta penjelasan terkait nasib pekerja yang dirumahkan. “Apakah mereka digaji selama dirumahkan atau tidak. Yang pasti, apabila dirumahkan bukan di-PHK jadi perusahaan mesti bertanggung jawab,” katanya.

Rizal menyatakan, apabila ada perusahaan yang merumahkan pekerja, namun tak menggaji hal itu jelas tidak adil. Lantaran para pekerja membutuhkan dana untuk menyambung hidup keluarganya. “Makanya selain mengundang dinas terkait, kami pun akan mengundang perusahaan yang mem-PHK dan merumahkan karyawan guna mengetahui, apakah perusahaan telah memenuhi kewajibannya kepada pekerja,” jelasnya.

Selain itu, kata Rizal, pihaknya juga akan meminta penjelasan Pemkot Bogor terkait anggaran pemulihan ekonomi sebesar Rp51 miliar. “Apakah anggaran itu bisa dijadikan stimulus bagi perusahaan-perusahaan yang merumahkan pekerjanya atau tidak. Atau pemkot punya anggaran lain untuk itu,” tandasnya.

n Fredy Kristianto

Pemkot Salurkan BLT ke 16 Ribu KK

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp500 ribu per Kepala Keluarga (KK) tahap pertama bagi warga miskin baru terdampak Covid-19 telah disalurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada 16 ribu KK pada bulan lalu.

Kendati demikian, DPRD menilai masih perlu adanya perbaikan data terhadap warga penerima bantuan. Lantaran sebelum bantuan itu dinilai belum mengakomodir warga lain yang membutuhkan. “Walau pada tahap pertama ada 16 ribu KK yang diakomodir. Tapi fakta di lapangan harusnya lebih dari itu. Dan ini mesti segera disikapi sebelum BLT tahap dua disalurkan,” ujar Ketua DPRD, Atang Trisnanto, belum lama ini.

Iapun mengaku telah menginstruksikan pansus untuk mendalami terkait pendataan dan pendistribusian bantuan tersebut. “Saya sudah instruksikan pansus untuk mendalami hal itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rahmat Hidayat mengatakan, saat BLT tahap pertama yang berasal dari APBD akan disalurkan, Pemkot Bogor belum memiliki aplikasi Salur. Sehingga terjadi tumpang tindih antara data bantuan Kemensos, gubernur dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Dan itu tak bisa terdeteksi, karena adanya tumpang tindih. Sehingga ada pengurangan jumlah penerima BLT dari 19.004 menjadi 16 ribu KK setelah diverifikasi Dinsos,” kata Rahmat.

Dengan demikian, sambung Rahmat, Pemkot Bogor masih memiliki 7 ribu kuota KK penerima BLT dari total slot yang disediakan yakni 23 ribu. “Sudah terisi 16 ribu, artinya sisa 7 ribu. Nah, sisanya ini akan diambil dari pemohon di aplikasi Salur,” katanya.

Saat ini, kata Rahmat, pemohon BLT yang mendaftar pada aplikasi Salur jumlah sudah mencapai 11 ribu. “Nanti akan disaring oleh Dinsos sampai 7 ribu. Nah sementara sisanya akan dibantu melalui program keluarga asuh,” ucapnya.

Untuk program keluarga asuh, kata Rahmat, pemkot juga menyediakan aplikasi khusus untuk mendaftar bernama Jaga Asa. “Untuk yang mendaftar Jaga Asa sudah 1.000 orang. Nah sudah terima bantuan ada 538,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa berdasarkan data terakhir yang dikantungi Pemkot Bogor, ada 10 ribu KK yang bakal dimasukan ke dalam daftar penerima bantuan untuk melengkapi kuota 23 ribu. “Artinya revisi data yang dilakukan belakangan, bisa dimasukan tahap kedua. Saat ini kita butuh pengesahan SK-nya, masalah keuangan didistribusikan PT. Pos. Jadi saya pikir ini adalah kerjasama yang baik,” paparnya.

n Fredy Kristianto

Virus Gowes Kian Menjamur di Puncak

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi  

Banyak cara yang bisa dilakukan menjaga imunitas tubuh, kesehatan maupun kebugaran dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan berolahraga rutin, mulai dari jogging, fitnes, atau dengan cara bersepeda santai. Apalagi dimasa pandemi virus Covid-19 yang saat ini terus meningkat penyebarannya di tanah air Indonesia, masyarakat diminta untuk rajin berolahraga setiap harinya agar kondisi fisik tetap fit, dan bugar.

Ternyata, dampak dari penyebaran virus Covid-19, sangat berpengaruh besar bagi masyarakat. Karena selama adanya Covid-19, tidak sedikit masyarakat yang awalnya malas berolahraga kini menjadi rutin untuk olahraga. Bahkan sekarang ini muncul virus baru, yakni ‘Virus Gowes’ atau disebut bersepeda santai dengan teman-teman, seperti yang dilakukan Komunitas ‘Goweser Leuwimalang’ Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang kerap mengisi waktu santai dengan bersepeda.

Virus gowes atau bersepeda santai di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terus menjamur dalam setahun ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kegiatan gowes yang dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun swasta lainnya. Bahkan bukan hanya itu, komunitas-komunitas sepeda juga telah banyak berdiri. Tidak heran jika tiap sore, maupun pagk, dibeberapa tempat di Kecamatan Cisarua para pesepeda terlihat lalu lalang khususnya di Desa Leuwimalang.

Seperti yang dilakukan Komunitas Puncak Gowes, mereka bersepada bersama menuju air terjun Cibogo, pada akhir pekan kemarin, guna mengisi waktu liburan bersama dengan para pecinta gowes.

“Kegiatan gowes ini memang belum lama menjadi rutinitas kami khususnya para pemuda di Desa Leuwimalang. Bahkan peminatnya pun belum terlalu banyak, namun tiap hari terus bertambah. Dari berbagai kalangan dan profesi sudah mulai menggeluti dunia gowes ini,” kata Perwakilan Goweser Leuwimalang, Erlan Dicky, Senin (8/6).

Erlan mengungkapkan alasan dirinya menyukai dunia sepeda ini. Menurutnya, bersepeda merupakan salah satu kegiatan untuk tetap menjaga kebugaran dan stamina tubuh. Apalagi nyaman bersepeda, itu selain olahraga juga bisa menikmati alam di kawasan Puncak Cisarua.

Dia melanjutkan, dalam waktu dekat dirinya dan semua rekan-rekan pecinta sepeda akan membentuk sebuah wadah atau komunitas sepeda dalam rangka agar hobi bersepeda ini dapat terus terjaga. Terlebih bersepeda ini, tidak hanya dapat menyehatkan tubuh, tetapi juga bisa menyehatkan pikiran, karena berbaur dengan teman-teman serta alam yang indah.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk menebar ‘virus’ bersepeda dalam kehidupan sehari-hari kita. Yah, itung-itung mengurangi polusi udara juga. Jadi bepergian dengan jarak dekat, bukan lagi pake motor atau mobil, tinggal gowes saja,” pungkasnya.  

** Asep Syahmid

KONI dan Dispora Kota Siapkan Standar Protokol Kesehatan

0

Bogor | Jurnal  Inspirasi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, sepakat untuk menyiapkan beberapa sarana sebagai standar kesehatan untuk bisa masuk ke gelanggang olahraga. Bahkan KONI dan Dispora juga telah menyiapkan banner himbauan jaga jarak, wastafel, bahkan pemasangan physical distancing dibangku penonton, ketersedian disinfektan dan lain-lain sebagainnya yang memang telah menjadi protokol kesehatan. Namun yang saat ini harus dipersiapkan KONI dan Dispora adalah tentang protokol kesehatan bagi si pelaku olahraga tersebut.

“Untuk yang standar masuk ke gelanggang olahraga sudah kita bahas. Tinggal yang kita bahas adalah protokol kesehatan bagi si pelaku olahraganya, dan mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini itu sudah selesai kita bahas,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Herry Karyadi, usai menggelar rapat bersama dengan KONI di ruang rapat KONI, Senin (8/6).

Ia menjelaskan, jika kaitan dengan protokol kesehatan pelaku olahraganya sudah selesai dibahas. Maka Dispora, dan KONI Kota Bogor, akan segera mengajukan hal ini kepada Gugus Tugas, supaya menjadi panduan bagi yang ingin olahraga di GOR ataupun tempat-tempat lain yang ada di Kota Bogor.

“Jadi ini adalah upaya kami di Dispora dan KONI Kota Bogor, untuk membuka secara bertahap fasilitas olahraga di Kota Bogor,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua KONI Kota Bogor, Moch Benninu Argoebie menegaskan, kalau rapat yang digelar dengan Dispora tersebut kaitan dengan persiapan protokol kesehatan bagi insan olahraga untuk bisa berolahraga dikawasan GOR Pajajaran. 

“Dalam satu minggu kedepan akan kita putuskan. Tetapi secara garis besarnya nampaknya kita akan buatkan klaster, yaitu klaster olahraga yang tidak bersentuhan langsung dengan klaster olahraga yang full body contact, jadi mungkin nanti kita bukanya bertahap, dari yang tidak bersentuhan langsung sampai ke bersentuhan langsung, dengan melihat keadaan nasional untuk perkembangan Covid-19,” ucapnya.

Tapi memang, tambah pria yang akrab disapa Benn itu, KONI dan Dispora memang mencoba untuk bagaimana para atlet-atlet, terutama atlet Kota Bogor, atlet Pelatihan Daerah (Pelatda) agar sudah mulai bisa berlatih dikawasan KONI, dan GOR Pajajaran, supaya bisa tetap mempertahankan prestasi untuk di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022 mendatang.  

** Asep Syahmid

PMKB Sepakati Peraturan, ini Kata Kadisparbud dan Kasatpol-PP Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Para musisi dan pelaku seni Kota Bogor yang tergabung dalam Persatuan Musisi Kota Bogor (PMKB) mengadakan pertemuan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bogor guna membahas peraturan dalam setiap kegiatan yang dilakukan selama adanya kebijakan PSBB transisi di Kota Bogor saat ini.

Dikatakan, Atep Budiman Kepala Disparbud Kota Bogor mengajak kepada pelaku seni di Kota Bogor untuk membuat komitmen bersama dalam suatu kontrak kerjasama dengan para pemilik cafe, resto dan lokasi hiburan dengan tetap menjalankan peraturan protokol kesehatan yang berlaku dalam setiap mengadakan kegiatan live musik yang dapat mengundang kerumunan massa.

“Dalam pertemuan ini saya merumuskan, menganjurkan kepada para pekerja seni dan musisi, untuk tetap menjalankan kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid 19 saat ini, ditambah dengan adanya kebijakan baru PSBB transisi yang ditetapkan oleh Pemkot Bogor untuk tetap waspada pada penyebaran virus corona saat melangsungkan kegiatan dimaksud,” ujarnya, Senin (8/6/2020).

Atep melanjutkan, pihaknya tetap mendukung apa yang diharapkan oleh para musisi untuk tetap dapat menjalankan perekonomian kehidupannya. Namun sekali lagi Atep menegaskan kegiatan yang dilakukan harus tetap berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku atau kesepakatan yang dilakukan bersama pemilik usaha hiburan tersebut.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Bogor Agustiansyah menambahkan, “Kami tidak akan tendensius kepada para pelaku musisi dan anak band. Dalam Minggu ini kita akan segera merumuskan terkait peraturan dan akan segera membolehkan musik namun tetap melaksanakan kebijakan protokol kesehatan, dan saya menyarankan mencegah kerumunan dengan dilakukan kesepakatan dengan pemilik lokasi hiburan, cafe dan resto,” tukasnya.

Handy Mehonk