25.2 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1551

Kemensos Serahkan Bantuan Korban Longsor 3,7 Miliar

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi
Kementerian Sosial RI menyerahkan dana jaminan hidup kepada korban bencana longsor 4 kecamatan di Kabupaten Bogor, Sabtu (27/6). Ke-4 kecamatan itu yakni Nanggung, Cigudeg, Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.

Direktur Perlindungan Sosial Perlindungan Korban Bencana Alam Kemensos RI Safii Nasution menjelaskan, sebanyak 4.188 KK atau 12.403 jiwa mendapatkan bantuan jaminan hidup senilai 3.720.900.000.

Mereka yang mendapat bantuan itu di Kecamatan Nanggung sebanyak 933 KK atau 3.170 jiwa, Cigudeg sebanyak 536 KK atau 2.051 jiwa, Sukajaya sebanyak 2.704 KK atau 7.106 Jiwa dan Kecamatan Jasingan sebanyak 15 KK atau 76 jiwa. “Bantuan ini dibagikan sebesar Rp 10 ribu per jiwa per hari selama 1 bulan,” jelasnya.

Safii mengaku juga telah menyerahkan santunan kepada korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada awal tahun yaitu sebesar 240 juta rupiah kepada 16 orang ahli waris. “Setelah dilakukan verifikasi kami temukan 16 orang ahli waris yang berhak menerima santunan dari pemerintah,” tambah Safii.

Pada masa tanggap darurat pasca terjadinya bencana, dikatakan Safii, Kementerian Sosaial juga telah menyerahkan bantuan logistik tanggap senilai Rp1.230.000.000 dan bantuan sembako sebanyak 6.000 Paket senilai Rp1.200.000.000.

“Pada masa tanggap darurat kami telah menyerahkan total bantuan sebesar  Rp 2.670.000.000 yang terdiri dari bantuan bantuan logistik, santunan kematian, dan bantuan sembako. Jika ditotal semua dengan bantuan jaminan hidup maka keseluruhan bantuan ke Kabupaten Bogor senilai Rp 6.390.900.000,” imbuhnya.

Seperti diketahui, peristiwa bencana banjir dan tanah longsor  di Kabupaten Bogor, terjadi pada Januari 2020 lalu akibatkan hujan yang berintensitas tinggi di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yaitu Nanggung, Cigudeg, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.

Bencana ini telah merenggut 16 korban jiwa dan menyebabkan ribuan jiwa mengungsi karena kerusakan rumah. Melihat hal ini, Kemensos telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan sosial. Sementara pada bencana itu, Tagana juga dikerahkan melakukan penanganan darurat bencana berikut memberikan pelayanan Dapur Umum dan Layanan Dukungan Psikososial

Ditempat yang sama, Camat Cigudeg  Acep Sajidin menjelaskan,  puluhan  KK yang terdampak bencana alam dari jumlah 2.053 jiwa,  yakni warga dari Desa Sukaraksa, Wargajaya, Sukamaju,  serta warga Desa Bunar. “Alhamdulilah dengan adanya bantuan jaminan hidup dari Kemensos, tentu ini bisa meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Acep, pembangunan hunian tetap berada di Desa Sukamaju dan Desa Sukaraksa, hanya saja yang akan didahulukan di Sukaraksa  sebanyak 235 unit rumah. “Hunian berada di lahan milik  PTPN di kampung Cigoong seluas 3,8 hektar,” jelasnya.

** Arip Ekon

Rincian Bantuan Kementerian Sosial RI di Kabupaten Bogor

1. Kecamatan Nanggung 3.170 jiwa=Rp.951.000.000
2.Kecamatan Cigudeg 2.051 jiwa=Rp.615.300.000
3.Kecamatan Sukajaya 7.106= Rp 2.131.800.000
4.Kecamatan Jasinga 76 jiwa= Rp. 22.800.000
Total RP.3.720.900.000

Webinar Brokoli PPMKP Volume 2 Bahas Google Classroom

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Terbatasnya pergerakan manusia akibat social distancing dan physical distancing, dimasa pandemic Covid-19 menjadikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki peranan yang sangat penting, sekaligus sebagai solusi untuk mengatasi pembatasan tersebut.

TIK  berperan dalam menjaga konektivitas dalam kehidupan sehari – hari. Diterapkannya TIK dapat memberikan efisiensi waktu dan biaya serta tenaga. Tanpa disadari  kehidupan manusia saat ini telah memiliki ketergantungan terhadap teknologi informasi. Pemanfaatan TIK di tengah pandemi Covid-19, diantaranya di bidang Pendidikan dan pelatihan  yakni dengan mengadakan kelas online.

Banyak aplikasi dalam teknologi informasi  yang bisa dipergunakan untuk kelas online. Salah satunya  Google Classroom.  Alat ini dapat mensiasati keterbatasan interaksi langsung antara guru dengan murid, mahasiswa dengan dosen atau widyaiswara dengan peserta pelatihan.

Sistem pembelajaran menggunakan Google Classroom sebagai media (tools) ajar menjadi bahasan dalam Webinar Brokoli (Ngobrol Asyik via online) Volume II yang mulai digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Kamis (25/6).

“Sistem pembelajaran dengan google classroom dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun tanpa keterbatasan tempat. Menghemat waktu dan paper less, “ ujar Fadia Hanum. Widyaiswara yang menjadi pemateri pada kegiatan yang akan digelar hingga 29 Juni tersebut.

Lebih jauh Widyaiswara penggiat pemanfaatan Google Classroom dalam proses belajar mengajar ini menjelaskan Google classroom memiliki banyak keunggulan baik dari segi fitur maupun penggunaanya.  Pengajar dapat membuat kelas, memberikan tugas, berkomunikasi, dan melakukan pengelolaan, selain itu juga khusus siswa dapat melihat tugas di halaman tugas, di aliran kelas atau di kalender kelas.

“Google Classroom adalah bagian dari G Suite for Education yang juga hadir dalam versi aplikasi seluler. Untuk menggunakannya, pengajar dan murid wajib memiliki akun Google agar saling terhubung, “ jelasnya.

Webinar Brokoli volume 2 dengan topik Pemanfaatan Google Classroom menyedot 69 peserta dari berbagai instansi yang bergabung di aplikasi video conference Zoom Cloud metting.

Yudi Ils/Regi – PPMKP

Soal Pesan Berantai Kota Bogor Masuk Zona Hitam, Kadinkes:Itu Hoax!

0

Bogor | Jurnal InspirasI

Beredar pesan berantai (broadcast) unggahan di media sosial terkait dengan peta sebaran Covid-19 wilayah DKI Jakarta.

Dalam unggahan tersebut dibarengi narasi bahwa “DKI kembali Zona Merah, Bogor Zona Hitam”.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Ia membantah bahwa Kota Bogor masuk zona hitam, namun berdasarkan zonasi dan level kewaspadaan penilaian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat, Kota Bogor masih di zona kuning.

“Jadi, itu tidak benar. Kota Bogor masih di zona kuning,” katanya, Jumat (26/6/2020).

Menurutnya, penetapan level kewaspadaan Kota Bogor ditetapkan oleh GTPP Provinsi Jawa Barat.

Penetapan level kewaspadaan di Jawa Barat diatur dalam Pergub Jabar Nomor 46 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Daerah Kabupaten/Kota sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam penentuan level kewaspadaan, ada sembilan indikator yang dipakai Pemda Provinsi Jabar, yakni laju ODP, PDP, pasien positif – kesembuhan, kematian, reproduksi instan, transmisi/kontak indeks, pergerakan orang, dan risiko geografi atau perbatasan dengan wilayah transmisi lokal. Sembilan indikator ini berdasarkan kajian dan rekomendasi pakar epidemiologi.

Dari sembilan indikator ini, menghasilkan lima level kewaspadaan kabupaten/kota. Level 1 Rendah (Hijau) : tidak ditemukan kasus positif, Level 2 Moderat (Biru): kasus ditemukan secara sporadis atau impor, Level 3 Cukup Berat (Kuning): ada klaster tunggal, Level 4 Berat (merah): ditemukan beberapa klaster, dan Level 5 Kritis (Hitam): penularan pada komunitas.
Lima level kewaspadaan ini akan melahirkan perlakuan atau protokol berbeda- beda per kabupaten/kota.

Berdasarkan penentuan oleh Gugus Tugas Provinsi periode V (28 Mei – 10 Juni 2020) Kota Bogor termasuk pada level Cukup Berat (kuning).

“Sampai dengan 25 Juni 2020, data jumlah kasus positif di Kota Bogor adalah 174 kasus. Dari analisis pelacakan kasus, penyebaran virus masih terkendali pada kelompok/klaster tertentu, tidak terjadi transmisi lokal dalam masyarakat yang menyebar secara cepat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat menegaskan, seseorang bisa dikenai pidana apabila menyebarkan informasi palsu.

Merujuk UU ITE, dalam Pasal 45A ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Kalau menyebarkan berita bohong bisa kena Undang-Undang ITE. Itu ancaman dalam Undang-Undang (enam tahun),” tegasnya.

Untuk itu ia meminta kepada warga untuk berhati-hati menyebarkan berita yang tidak diketahui sumber dan kebenarannya secara pasti. Ia mengajak warga agar bijak dalam menggunakan media sosial.

“Jadi, biasakan bertabayun, cek dan ricek ke sumber-sumber yang bisa dipercaya,” katanya.

Fredy Kristianto

Dedie Klaim 90 Persen Warga Sudah Gunakan Masker

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil WaliKota Bogor, Dedie A. Rachim menyebut, hampir 90 persen warga Kota Bogor sudah memakai masker mengikuti anjuran pemerintah sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Saya melihat hampir 90 persen warga Kota Bogor sudah sadar untuk memakai masker dan  menandakan tingkat kesadaran warga sudah sangat tinggi,” katanya usai membagikan masker kepada warga di Jalan Abdullah bin Nuh, Taman Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (26/6/2020) pagi.

Saat pembagian masker ia didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat para Asisten, kepala OPD dan jajaran Setda Kota Bogor. Sebelum pembagian masker, kegiatan diawali kegiatan gowes bareng dari Balai Kota Bogor menuju Gedung Kantor Radar Bogor.

Pada kesempatan tersebut, Dedie yang juga Ketua GTPP Kota Bogor menyampaikan akan memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam membantu program GTPP Kota Bogor yang telah bekerja selama 2 bulan lebih atau sejak 22 April 2020.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menambahkan, kegiatan pembagian masker kepada warga, khususnya di wilayah Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat ini, selain untuk mengecek tingkat kesadaran warga juga untuk mengedukasi warga akan pentingnya menggunakan masker sebagai langkah pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Bogor.

“Melalui kegiatan ini kita mengedukasi dan mengajak warga yang belum sepenuhnya sadar menggunakan masker agar menggunakan masker. Sakit atau sehat harus memakai masker. Disiplin kita, vaksin kita,” tegas Sekda.

Fredy Kristianto

Ridwan Kamil Cek Protokol Kesehatan Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor Bima Arya mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau protokol kesehatan di sejumlah sektor di Kota Bogor, Jumat (26/6/2020). Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan tes massal Covid-19 yang menargetkan santri di pondok pesantren dan penumpang KRL yang pulang bekerja dari Jakarta.

“Sore tadi dengan Pak Gubernur memantau pelaksanaan rapid test di Stasiun Bogor. Dari 500, ada 8 yang reaktif dan langsung di swab. Semoga hasilnya negatif,” ungkap Bima Arya.

“Pemkot Bogor akan rutinkan test massal di stasiun untuk mengetahui secara lebih akurat tingkat kerentanan penularan Covid-19 bagi penumpang Kereta Api. Selalu waspada. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tambahnya.

Sebelum ke Stasiun Bogor, Ridwan Kamil dan Bima Arya melakukan peninjauan ke Pondok Pesantren Al-Falakiyah di Pagentongan, Loji, Bogor Barat. Kedatangan mereka disambut pengasuh pesantren KH Tubagus Asep Zulfiqor.

Selain melihat protokol kesehatan di pesantren tersebut, dilakukan juga tes massal kepada para santri. “Saya bersama Pak Wali Kota Bogor melakukan kunjungan dan silaturahmi di Pesantren Al-Falakiyah, Bogor Barat. Mengecek persiapan protokol kesehatan. Setelah saya amati semua telah dilakukan dengan baik. Ada ekstra pengecekan rapid test pada santri, kemudian juga masker yang menjadi kewajiban, jaga jarak dan cuci tangan akan diberlakukan dalam proses belajar mengajar,” ungkap Ridwan Kamil.

Menurutnya, di Jawa Barat pesantren sudah bisa dibuka dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Pesantren memang dibuka lebih dulu dari sekolah umum karena pesantren start dan finish-nya berbeda-beda. Kurikulumnya juga berbeda-beda. Jadi kalau satu buka, satunya belum tidak masalah. Berbeda dengan sekolah umum yang start finishnya berbarengan,” ujarnya.
“Di Kota Bogor, maupun kami di Provinsi sangat mendengar nasehat para ulama, kyai untuk kita pastikan keamanan covid menjadi utama,” tambah dia.

Usai dari pesantren, Ridwan Kamil dan Bima Arya kemudian meninjau aktivitas di Stasiun Bogor. “Stasiun ini ada problem karena kapasitasnya dikurangi, maka kepada mereka sisanya itu sedang dicarikan solusinya. Kemarin ada bantuan bus ya, dari mana-mana termasuk dari pak Anies, tetapi masih kurang. Sehingga solusinya adalah kita akan tes warga Bogor yang naik kereta, apakah ada yang positif, kalau tidak ada berarti kita bisa mengusulkan jumlah kapasitas di dalam gerbongnya bisa lebih padat,” jelas Ridwan Kamil.

Tetapi, lanjutnya, jika ditemukan banyak yang positif berarti tetap diberlakukan pembatasan seperti yang sudah berjalan saat ini atau disebut dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Secara bertahap jadi kita lihat mudah-mudahan hasilnya tidak banyak yang positif sehingga Kang Bima selaku Wali Kota bisa mengusulkan dalam satu gerbong bisa persentasenya diperbesar,” katanya.

Selain sektor pendidikan dan transportasi, kunjungan Ridwan Kamil di Kota Bogor juga melihat sejumlah protokol kesehatan di sektor restoran, salah satunya di RM Bumi Aki.

Fredy Kristianto

Hikmah Dibalik Pandemik

0

Di awal tahun ini bangsa-bangsa di dunia mendapat musibah yaitu menyebarnya virus Corona yang biasa yang disebut Covid19. Penyebaran virus ini begitu cepat, banyak orang yang terpapar, tercatat sudah 9 juta orang yang terpapar dan sudah 450 ribu orang lebih yang kehilangan nyawa disebabkan oleh virus ini di seluruh dunia.

Akibat dari pandemi covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Pemerintah di Indonesia salah satunya dengan menerapkan himbauan kepada masyarakat agar melakukan physical distancing yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat dilakukan untuk memutus rantai penyebaran pandemi covid-19.

Sebagai penggiat olahraga tentunya hal ini sangat berpengaruh dengan dibatasinya kegiatan-kegiatan untuk berolahraga, tempat-tempat latihan yang seperti mati suri, tidak ada kegiatan Latihan sama sekali. Hal ini berdampak langsung kepada pelaku olahraga khususnya pelatih yang hanya mengandalkan keadaan ekonominya dengan melatih.

Di balik masalah dan keluhan tersebut, ternyata juga terdapat berbagai hikmah bagi penggiat olahraga di Indonesia. Diantaranya, siswa maupun pelatih mau tidak mau harus menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online ini.

Di era teknologi yang semakin canggih ini, pelatih maupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi tentang pembelajaran. Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH), maka keadaan tersebut mampu memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka.

Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas atau tempat Latihan secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.

Kekhawatiran orang tua yang anaknya bisa terpapar apabila mengikuti kegiatan olahraga secara langsung dapat dihilangkan salah satunya dengan metode latihan dari rumah secara virtual atau online.
Akan tetapi ada bebeapa kelebihan dan kekurangan dengan melakukan kegiatan Latihan secara virtual atau online, kelebihan yang pertama yaitu pelatih atau siswa dapat berlatih tanpa harus bertemu atau bersentuhan secara langsung dengan siswa.

Kegiatan Lathan online dapat dilakukan dimana saja, bisa diruang tamu, garasa, halaman bahkan di dapur, sehingga cukup fleksibel dalam pengaplikasiannya.

Selain memiliki kelebihan metode latihan online juga memiliki kekurangan, salah satunya pelatih tidak dapat secara langsung mengkoreksi dengan melakukan kontak fisik langsung dimana hal tersebut begitu penting untuk peningkatan kualitas gerakan-gerakan yang dilakukan oleh anak didiknya.

Kemudian dengan latihan secara jarak jauh membutuhkan tentunya pelatih dan siswa memerlukan jarinagn internet yang stabil serta kuota internet yang besar. Kelemahan selanjutnya adalah tidak semua Siswa memiliki tempat atau ruangan yang layak atau besar.

Walaupun saat ini pemerintah sudah sedikit melonggarkan kebijakan tentang pembatasan sosial berskala besar akan tetapi banyak dari orang tua yang masih memiliki kekhawatiran untuk mengizinkan anaknya datang berlatih secara langsung di tempat-tempat Latihan, oleh karena itu opsi lain yang dapat digunakan yaitu latihan secara virtual atau online.

Bagi tempat-tempat Latihan yang sudah memulai kegiatan Latihan secara langsung, standar protokol kesehatan harus terpenuhi terlebih dahulu, seperti penyemprotan atau pembersihan tempat-tempat dan alat-alat latihan secara berkala, wajib menggunakan masker atau faceshilled, selanjutnya membawa hand sanitaiser masing-masing, tidak bersalaman, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki tempat Latihan. 

Orangtua yang masih amatir tempat latihan bisa memilih opsi untuk berlatih secara virtual atau online di rumah masing-masing dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Pada akhirnya walaupun kegiatan olahraga di Indonesia ikut terdampak adanya pandemi covid-19 ini, namun dibalik semua itu terdapat hikmah dan pelajaran yang dapat diambil.

Adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online, maka dapat memberikan manfaat yaitu meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi saat ini dan mengatasi permasalahan proses pendidikan di Indonesia.

Hikmah lainnya yang didapat dari pandemic ini adalah warga masyarkat semakin sadar akan pentingnya kerbersihan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana sebelumnya banyak yang abai akan hal ini. Sekarang tingkat kesadaran semakin baik.

Penulis Mukhlis Ba Alwi, Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia Program Kepelatihan Olahraga dan Pelatih Taekwondo Pelatdan PON Jawa Barat

Covid-19, IMF Suntik Myanmar 5 Triliun

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Bantuan darurat Covid-19 diberikan Dana Moneter Internasional (IMF) kepada Myanmar senilai US$ 356,5 juta atau setara Rp 5,06 triliun. Bantuan darurat ini diberikan, karena salah satu negara di Asia Tenggara dibawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi yang tersangkut masalah genosida warga muslim Rohingya ini kesulitan melawan kemerosotan ekonomi karena pandemi virus Corona.

“Ekonomi Myanmar sedang dipengaruhi oleh Covid-19 dimana terjadi penurunan tajam di pariwisata dan pengiriman uang serta gangguan rantai pasokan,” kata Wakil Direktur Pelaksana IMF Mitsuhiro Furusawa dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNBC, Sabtu (27/6). 

Dana tersebut, kata Mitsuhiro “akan membantu mengatasi kebutuhan pendanaan mendesak Myanmar terkait dengan goncangan Covid-19, dan mengkatalisasi dukungan dari mitra pembangunan.” Uang itu berasal dari dua program yang dijalankan untuk memastikan pencairan dana yang cepat tanpa perlu negosiasi panjang mengenai program reformasi oleh Myanmar.

Sumber dana $ 118,8 juta akan datang dari Fasilitas Kredit Cepat dan sisanya $ 237,7 juta akan diambil dari Instrumen Pembiayaan Cepat. Itu adalah permintaan ke-72 untuk bantuan keuangan darurat yang disetujui oleh dewan eksekutif dana untuk mengatasi dampak pandemi.

Pendanaan itu akan membantu pemerintah Myanmar karena meningkatkan pengeluaran kesehatan, memperluas distribusi makanan dan program transfer tunai ke yang paling rentan, serta bisnis dan petani, kata IMF.

ASS|*

PSSI Bantah Shin Tae-yong Singkirkan Dirtek

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan membantah manajer pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong telah menyingkirkan Danurwindo dari jabatan direktur teknik PSSI. Iriawan menegaskan pencopotan Danurwindo dari kursinya, untuk kemudian digantikan oleh Indra Sjafri, dilakukan melalui rapat komite eksekutif (Exco) PSSI.

“Kalau ingin sepak bola kita maju, tolong teman-teman wartawan mengelola isu yang tidak baik. Pak Danurwindo usianya memang sudah cukup sepuh dan kesehatannya menurun,” ujar purnawirawan Polri ini dikutip dari RMOL, Sabtu (26/6).

Pertimbangan lain terkait pergantian tersebut, Iriawan melanjutkan, adalah keinginan Shin Tae-yong agar Indra Sjafri, yang ketika itu menjadi asistennya, tidak lagi berada di tim nasional. Kondisi tersebut membuat PSSI mencarikan posisi baru untuk Indra Sjafri. 

Kemudian, Indra pun didaulat sebagai calon direktur teknik baru PSSI dan namanya dibawa ke dalam rapat Exco. Peserta rapat setuju dan PSSI pun secara resmi mengumumkan Indra Sjafri sebagai direktur teknik PSSI pada 18 Februari 2020. “Saya pribadi cukup terbantu dengan keberadaan ‘coach’ Indra di sini. Untuk isu-isu di luar terkait Shin Tae-yong menggeser siapa itu tidak ada,” kata Iriawan.

Sementara terkait hubungan Indra Sjafri dengan Shin Tae-yong, yang sempat memanas setelah keduanya berbalas komentar di media, Iriawan menegaskan semuanya baik-baik saja. “Indra Sjafri itu bagian dari PSSI dan dia mendukung Shin Tae-yong,” tutur dia.

Adapun awal mula isu bahwa Shin Tae-yong menyingkirkan Danurwindo adalah Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Yeyen Tumena. Pernyataan Yeyen itu disebarkan secara tertulis kepada para pewarta.

“Saya melihat dari sisi etika, sejak awal kedatangan STY (Shin Tae-yong) sudah tidak baik. Mungkin dia tipe pria yang sulit percaya pada orang asing di luar rekan senegara. Begitu datang, STY menyingkirkan Danurwindo dari dirtek PSSI. Tapi, tiga hari kemudian duduk lagi bersama Danurwindo untuk membicarakan programnya. Terlihat tidak elok,” ujar Yeyen.

ASS|*

Food Waste Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Hampir seluruh sektor ekonomi dan bisnis mengalami penurunan produktivitas akibat pandemi Covid-19. Bukan hanya di Indonesia, pelemahan juga terjadi secara global. Dikutip dari RMIL, Sabtu (26/6), negara dengan sumberdaya alam melimpah memiliki potensi yang tinggi untuk bisa bertahan di masa pandemi Covid-19. Namun, hal ini juga sangat bergantung pada pengelolaan dan pemanfaatan yang harus dilakukan dengan baik.

“Kemajuan sebuah negara bukan hanya ditentukan dari seberapa kaya sumber dayanya tapi seberapa bijak bisa mengelola sumberdaya yang dimiliki.  Misalnya, Indonesia menduduki food waste dan food loss nomor dua di dunia.  Kita bisa meningkatkan persediaan pangan dengan mengurangi ini yakni dengan menggunakan teknologi pasca panen yang baik,” ujar Prof Arif Satria, rektor IPB University dalam kegiatan Zoom Business Talk, yang diadakan oleh Arrbey Consultant bekerja sama dengan IPB University.

Yang dimaksud dengan food loss adalah penurunan kuantitas atau kualitas makanan akibat keputusan dan perilaku pemasok makanan di luar retail, penyedia jasa makanan, dan konsumen. Sedangkan, food waste adalah penurunan kuantitas atau kualitas makanan akibat keputusan dan perilaku retail, penyedia jasa makanan, dan konsumen. (https:// www.greeneration.org/ food-loss-vs-food-waste-apa-bedanya/)

Menurut Prof Arif, hampir seluruh produk primer pertanian mengalami penurunan output. “Kunci menyelamatkan pertanian adalah memberikan stimulus kepada petani agar tetap bergairah dalam berproduksi,” ujarnya dalam rilis.

Selain itu, persoalan lain yang perlu digarisbawahi adalah terkait rantai pasok dan logistik. “Terutama adalah logistik rantai pasok untuk beberapa produk pangan seperti buah, sayur, daging dan produk perikanan,” tuturnya.

Lebih lanjut Prof Arif mengungkapkan bahwa momentum ini perlu dimanfaatkan dengan baik. “Sudah saatnya petani diakselerasi menggunakan teknologi 4.0. Upaya ini ini punya potensi yang besar di Indonesia karena beberapa tahun lagi petani tua akan digantikan oleh petani muda. Teknologi harus disiapkan agar petani tetap bertahan,” papar Arif Satria.

Sucipto Prayitno, direktur PTPN IV menyebutkan bahwa manusia akan terus membutuhkan energi, pangan dan mineral. “Mineral berasal dari penggalian dan ekstraksi sumberdaya yang jumlahnya semakin langka. Energi yang saat ini banyak digunakan dari batubara mulai digeser dengan sumberdaya terbarukan seperti energi air, angin dan sebagainya,” kata Sucipto.

Selanjutnya pangan adalah sektor yang paling sustain dan menjadi sektor andalan. Industri pangan mempunyai rekam jejak paling baik karena input minimal dan hasilnya optimal tanpa merusak alam. Permintaan produk pangan juga sangat luas dan terus berkembang, karena populasi manusia terus bertambah.

“Produk pertanian juga mulai digeser menjadi produk bahan bakar terbarukan. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menang dalam persaingan industri internasional. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan sumberdaya ini dengan baik dan bijak,” tutup Sucipto.

Diskusi diakhiri dengan pemaparan dari Prof Dr Yusman Syaukat, Guru Besar Fakulas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University yang menyebutkan bahwa bioekonomi dapat menjadi solusi alternatif dari industri. Bahan-bahan yang sebelumnya dari mineral bisa digantikan dengan bahan baku organik. Kerusakan alam bisa dikurangi sekaligus pemenuhan kebutuhan energi bisa dilakukan.

“Bioekonomi ini merupakan sebuah realita. Negara-negara lain sudah menerapkan pendekatan ini, misalnya pengolahan tebu yang menggunakan teknologi genetika untuk mencapai efisiensi. Biekonomi ini menawarkan peluang dan solusi dalam mengatasi masalah iklim, keamanan dan ketersediaan pangan dan efisiensi sumber daya,” ungkap Prof Yusman.

ASS|*

RUU HIP, Aktivis Islam Menguat Lagi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Gedung DPR sangat ideologis dan emosional. Isu RUU HIP ini memicu menguatnya kembali kelompok aktivis Islam. Hal ini diungkapkan Analis politik UIN Jakarta Adi Prayitno.

“Mereka menganggap RUU ini membuka peluang bangkitnya komunisme di Indonesia karena tak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/1966,” ujarnya dikutip dari Sindonews, Sabtu (27/6).

Adi menilai, aksi demonstrasi kemarin terlihat menyeramkan karena menyinggung PKI dan kebangkitan komunis. Bahkan, ia melihat, suasana penolakannya seakan mirip masa revolusi bangsa yang sangat kental pertentangan warna ideologisnya, terutama pertentangan kelompok nasionalis dan Islam. “Makin panas saja suasana di tengah pandemi (corona),” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.

Adi pun menyebut, mencuatnya isu RUU HIP ini memicu menguatnya kembali kelompok aktivis Islam, terutama di perkotaan dan yang kerap bersikap kritis terhadap kebijakan politik pemerintah. Kelompok ini juga aktif mendukung calon tertentu di perhelatan politik elektoral.

Namun, dia menyatakan seharusnya aksi bakar bendera parpol tak perlu terjadi. “Sekalipun beda pandangan, aksi bakar bendera partai mestinya dihindari karena bisa berbuntut pajang. Demo ya demo saja, tak perlu merusak apa pun.”

ASS|*