25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1584

Hadits Hari Ini

0


12 Juni 2020
20 Syawal 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ إِدْرِيسَ أَخْبَرَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثْلِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala, telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris dia berkata; aku mendengar Ashim bin Kulaib dari Abu Burdah dari Ali dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada saya; Hai Ali, ucapkanlah do’a ini:

ALOOHUMMAH DINII WASADDIDNII WADZKUR BILHUDAA HIDAAYATAKATH THORIIQO WASSADAADI SADAADAS SAHMI. Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku. Berilah aku jalan yang lurus. Jadikan petunjuk-Mu sebagai jalanku dan kelurusan hidupku selurus anak panah.

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami Abdullah yaitu Ibnu Idris, telah mengabarkan kepada kami Ashim bin Kulaib melalui jalur ini, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku:
“Katakanlah, Ya Allah aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kelurusan hidup”, lalu dia menyebutkan hadits yang serupa.

HR Muslim No. 4904.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pimpinan Rumah Sakit Dikumpulkan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Pasca adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terpapar dari rumah sakit. Walikota Bogor Bima Arya mengumpulkan 21 pimpinan rumah sakit yang ada di Kota Bogor melalui saluran video conference, Kamis (11/6).

“Saya melakukan video conference dengan seluruh pimpinan rumah sakit di Kota Bogor, mengingatkan kembali untuk betul-betul memperhatikan protokol kesehatan. Semuanya akan kita audit lagi terkait dengan triase pasien, standar sarananya, standar ruang isolasi, APD, hand hygiene, pengolahan limbah, linen, sterilisasi ruangan, kewaspadaan outbreak, disaster plan RS dan surveilans aktif RS. Kita audit semuanya,” ungkap Bima Arya.

Menurut dia, secara khusus Pemkot Bogor berkoordinasi dengan rumah sakit ini untuk melakukan checking keseluruhan dan secara rutin melakukan rapid dan swab kepada seluruh personel yang ada di rumah sakit. “Tapi ini pun kita berlakukan kepada semua, kewaspadaannya kita tingkatkan untuk semua,” katanya.

Secara umum, lanjutnya, seharusnya semua rumah sakit siap dan telah melakukan antisipasi sebelum ada Covid-19. “Karena sudah tervalidasi dalam parameter akreditasi rumah sakit. Bahkan, dalam peraturan perundang-undangan, RS juga diwajibkan melakukan mitigasi potensi-potensi infeksi,” terang Bima.

“Peningkatan kewaspadaan serta evaluasi tim pencegahan dan penanggulangan infeksi di RS serta menerapkan langkah-langkah pencegahan tambahan empiris atas kasus pasien dalam pengawasan dan konfirmasi Covid-19 seperti kewaspadaan kontak dan droplet, kewaspadaan airborne pada prosedur yang menimbulkan aerosol. Selain itu, juga selalu monitoring dan evaluasi terkait penggunaan dan jumlah APD serta pengelolaan limbah rumah sakit,” tambahnya.

Berdasarkan data yang diterima, dari kelompok tenaga kesehatan yang terinfeksi adalah dokter, perawat, radiografer, bidan dan fisioterapi. “Sementara yang di luar tenaga kesehatan antara lain orang yang berobat ke rumah sakit, keluarga tenaga kesehatan, pasien yang sedang dirawat dan teknisi IT di rumah sakit. Jangan sampai RS jadi episentrum baru Covid-19,” pungkasnya.

n Fredy Kristianto

Akibat Covid-19, Warga Asal Nanggung Meninggal di Bantarkemang

0

Nanggung I Jurnal Inspirasi

Disinyalir akibat Virus Covid-19, 1 orang dinyatakan meninggal dunia di Bantarkemang, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan  Bogor Timur, Kota Bogor. Korban tersebut  berinisial RB asal warga Kampung Blok Paris, Desa Parakanmuncang,  Kecamatan Nanggung.

Kepala Puskesmas Nanggung, Dr Baringin Manik membenarkan adanya salah satu warga  Nanggung yang meninggal  sesuai rilis yang disampaikan Bupati Bogor. “Hal ini lebih jelasnya silakan tanya langsung ke Pak Camat karena dia sebagai Kepala Gugus tugas kecamatan sesuai tupoksinya,” kata dia.

Tentu itu, kata Baringin, dengan adanya wabah Covid-19 ini, pihaknya dengan muspika sampai hari ini terus berupaya meningkatkan protokol kesehatan dan memberikan imbauan  kepada masyarakat.

Kepala Seksi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat (PKM) Kecamatan Nanggung, membenarkan adanya salah satu warga sesuai alamat di KTP bahwa korban tersebut meninggal dunia diduga terkena Covid -19. “Memang benar korban tersebut warga asal Kampung Blokparis RT 02 RW 02, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung,”  kata Ida sambil memperlihatkan KTP korban kepada Jurnal Bogor, Kamis (11/6)

Ida memaparkan, korban yang positif Covid-19 meninggal dunia yang beralamat sesuai di KTP. “Hanya  KTPnya saja yang beralamat di Nanggung tetapi orang tersebut sudah tidak tinggal di Nanggung,” paparnya.

Ida menjelaskan, bahwa  RB kelahiran pada tahun 1955  dengan usia 65 tahun dan pernah nikah dengan warga Nanggung sekaligus bikin KTP seumur hidup pada tahun 2012. Setelah itu yang katanya menurut informasi RB sudah lama jarang ke Nanggung. Lanjut Ida menjelaskan, bahwa korban inisial RB, semenjak sakit hingga meninggal dunia termasuk pemakaman pun diluar dari Kecamatan Nanggung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasoi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Nanggung, Jani Nurzaman  sekaligus Kepala Desa Kalongliud mengemukakan,  sesuai rilis Bupati Bogor yang disampaikan mengenai adanya warga Kecamatan Nanggung yang meninggal akibat Covid -19,” kata dia.

“Kami dengan muspika  dan para kepala desa se- Kecamatan Nanggung terus berkoordinasi guna pencegahan  untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Antara lain, ujar Jani, hubungan antar kepala desa akan lebih direkatkan lagi, khususnya untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. “Kami juga akan tetap berkordinasi dengan pihak kecamatan sebagai gugus tugas tingkat kecamatan dan juga dengan pihak puskemas,” tutupnya.

** Arip Ekon

Alat Kelamin tak berfungsi, Istri Nyaris Dihabisi

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi
Kesal alat kelaminnya tak mendukung birahi yang sedang memuncak saat hendak berhubungan intim, seorang suami tega menganiaya istrinya dengan cara menyayat kulit sang istri di beberapa bagian tubuh  dengan sebilah pisau dapur, Rabu (10/06) malam.

“Iya betul, saat saat ini korban berada di rumahnya dan saya belum sempat ngecek keadaannya lagi karena ada urusan keluarga, besok saya beri tahu kondisi korban seperti apa,” kata Sekretaris Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup Diana Dewi saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatApp Kamis, (11/06).

Saat itu pelaku penganiaya istrinya, tengah merasa sangat bergairah untuk melakukan hubungan intim. Sayangnya  alat kelaminnya tak kunjung berfungsi (berdiri), hingga dirinya merasa kesal karena  tak mendukung niatnya untuk berhubungan badan (seks) dengan sang istri yang sedari awal telah siap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.

“Dia lalu kesal sendiri kemudian marah kepada istrinya. Diambil pisau lalu diacungkan kepada korban lalu menyayat di beberapa bagian tubuh,  merasa ketakutan lantaran sang suami seketika berubah menjadi marah dan merasa semakin terancam, korban meninggalkan kamar kemudian berlari ke luar rumah,” jelasnya.

Warga yang mendengar langsung mengamankan korban dan melapor ke aparatur setempat,  setelah melakukan diskusi internal dengan kedua pihak, maka tindakan kekerasan yang tercantum pada Pasal 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami bantu mediasi dengan aparatur wilayah setempat. Sehingga kedua pihak keluarga pasangan suami-istri ini sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya beredar kabar terjadi pembunuhan akibat KDRT di wilayah Desa Hambalang. Seorang istri mengalami luka ringan hingga berat di bagian kedua tangannya. Sementara, pemerintah desa setempat enggan menyebutkan identitas kedua pasangan suami-istri yang gagal bercinta ini.

Kapolsek Citeureup Kompol Rizki Wowor saat dikonfirmasi via WhatApp mengatakan bahwa keluarga sudah mencabut laporan tersebut. ” Delik aduan beda seperti pidana murni, hasil musyawarah hingga akhirnya keluarga sendiri yang mencabut laporan dan akan menyelesaikan masalah suami-istri tersebut secara kekeluargaan,” jelas Kaposek Citeureup Rizki Wowor.

** Nay Nur’ain

Tenaga Medis Puskesmas Ciampea Udik Dirumahkan

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Akibat satu orang petugas PKM (Puskesmas) Ciampea Udik, Kabupaten  Bogor dinyatakan positif Covid-19, seluruh tenaga medis Puskemas dirumahkan.  Kini pelayanan puskesmas dibatasi hanya warga yang menderita penyakit berat dibantu tenaga medis dari Puskesmas tetangga.

“Iya benar. Jadi ada petugas Puskesmas ada yang positif.  1 staf PKM yang positif. Hasil itu diketahui setelah Swab massal 3 minggu yang lalu. Jadi untuk sementara seluruh staf yang lain dirumahkan sambil menunggu hasil Swab lagi,” kata Gugus Tugas Kecamatan Ciampeas, Kepala Puskemas Ciampea Udik Kecamatan Ciampea, dokter Franky Setiawan dikonfirmasi, Kamis (11/6).

Franky menjelaskan, meskipun seluruh staf dirumahkan, namun pelayanan tetap beroperasi dibantu tenaga medis di wilayah tetangga. Selain itu, warga yang berobat pun dibatasi. “Pelayanan di PKM tetap berjalan setelah didesinfeksi tentunya hari Sabtu dan Minggu kemaren. Pelayanan bersifat darurat dan terbatas dilaksanakan oleh rekan-rekan Puskesmas wilayah se-Leuwiliang. Jadi ada pembatasan pasien, hanya untuk penyakit yang agak berat perlu penanganan,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Juragan Beras di Ciampea Ditemukan Tewas Penuh Luka

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Seorang pengendara motor yang juga bos beras ditemukan sudah tidak bernyawa di Jalan Raya Cibuntu, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea. Belum diketahui penyebab meninggalnya korban, namun terdapat luka di sekujur tubuh dan kepala.

Dalam sebuah video rekaman warga sekitar, korban ketika ditemukan menggunakan jaket dan kaos hitam sudah tergeletak di semak-semak pada Kamis malam (10/6) pukul 21.00 WIB.

Menurut keterangan rekan korban, Syarif, sebelum meninggal sempat menawarkan beras, namun tidak lama kemudian mendengar korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuhnya.

“Pas ditemukan rekan saya sudah meninggal dan banyak luka. Makanya kaget mendengar informasi tersebut, karena sebelum meninggal sempat menawarkan beras yang memang korban sebagai bos beras,” katanya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ciampea AKP Budi Utama membenarkan penemuan korban yang diduga menjadi korban kecelakaan dan bukan pembunuhan. “Kemungkinan laka dan bukan pembunuhan, karena kami masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Leuwiliang dan motor korban kita amankan dulu sebagai bukti,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Pemdes Cibalung Adakan Gerakan Nasi Bungkus

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi
Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.  Bahkan hari ini, Pemdes Cibalung bersama  unsur Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat melaksanakan Gasibu di wilayahnya.

Pjs Kepala Desa Cibalung, TB. Budi Darmawan menerangkan kegiatan yang dilakukan merupakan kali kedua. Dimana, sebelumnya pihak Pemdes Cibalung sudah melaksanakannya. “Ini kedua kalinya, adapun sasaran pembagiannya akan disebar di 6 RW, termasuk ke pondok pesantren, kaum jompo maupun warga lainnya,” ungkap Budi, Kamis (10/6).

Diterangkannya, Gasibu PKK Desa Cibalung sebagai salah satu langkah dalam upaya untuk menjaga kebutuhan nutrisi kepada para warga. Mengingat, hal ini merupakan acuan semangat bagi pemerintahan desa dan masyarakat untuk terus bersatu padu dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Seluruh jajaran di pemerintahan desa, tim PKK dan masyarakat masih semangat dalam melakukan penanganan pendemi Covid-19. Apalagi sekarang kan mau ke new normal, jadi harus tetap semangat. Tentunya tetap dengan menjalankan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sementara, Ketua Tim PKK Deaa Cibalung, Lilis Tarwiyah menjelaskan nasi bungkus yang diisediakan pihaknya untuk dibagikan kepada masyarakat ada sekitar 600 paket. “Paket nasi yang kami sediakan atas kolaborasi dari mulai pihak, dimana semuanya bisa bekerja sama dengan baik dan berharap apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, khususnya yang ada di Cibalung,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Tim PKK Kecamatan Cijeruk, Babinsa dan Babinmas Desa Cibalung, para kader PKK serta aparatur desa setempat yang ikut membagikan nasi bungkus secara langsung kepada warga khusus jompo.

** Deny

Infrastruktur Kabupaten Bogor Bakal Hancur

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Dampak pandemik Covid-19 sangat besar merugikan masyarakat. Selain nyawa menjadi korban, ekonomi yang jadi terpuruk, sektor pembangunan pun tidak luput dari korbannya. Seperti anggaran untuk pembangunan jalan dan saluran irigasi, di tahun 2020 ini akan stagnan dengan kondisi fisik yang ada. Bahkan, kalaupun dianggarkan untuk pembangunan tersebut hanyalah 25 persen yang akan ditangani.

Salah satu contoh, untuk penanganan saluran irigasi yang diawasi oleh UPT. Pengairan wilayah Ciawi, dari jumlah penanganan yang sudah ditentukan di tahun 2020 ini akan mengalami penundaan untuk pelaksanaannya. “Ada sejumlah kegiatan penanganan yang tertunda akibat wabah korona. Dan itu akan berdampak kepada kondisi fisik saluran irigasi di lapangan,” ujar Dedi Junaedi, petugas UPT. Pengairan Ciawi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, kondisi saluran irigasi di wilayah Cisarua memang terpantau kini tidak terawat. Akibatnya, warga melakukan kepedulian dengan memperbaiki dan membersihkan saluran irigasi yang melintas di wilayah Cidokom, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua.

“Kita selaku warga memaklumi dengan kondisi seperti ini. Pemerintah Kabupaten Bogor tengah berjuang melawan virus Corona. Dan sudah pasti ini akan berdampak kepada sektor pembangunan. Dengan demikian, kita dan teman teman melakukan pembersihan saluran irigasi di Cidokom itu. Karena, saluran tersebut airnya sangat diperlukan oleh masyarakat,” tutur Kohar.

Bukan hanya saluran irigasi saja yang kian merana. Kerusakan jalan alternatif Cikopo Selatan pun semakin parah. Dititik Kampung Doyong, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, kondisi badan jalannya mengalami kerusakan yang cukup berat. Untuk mengurangi kerusakannya, warga sekitar secara sukarela menambal dengan semen dan puing-puing bangunan.

** Dadang. S

Pemcam Kemang Pangkas Pohon Tua di Sepanjang Jalan Nasional

0

Kemang | Jurnal Inspirasi
Pasca robohnya pohon dan menelan korban jiwa, Pemerintah Kecamatan Kemang beserta jajarannya melakukan pemangkasan pohon tua di sekitar jalan Raya Kemang. Musababnya, tidak adanya pemeliharaan dari dinas terkait membuat pengendara harus lebih berhati-hati ketika melintas.

Plt Camat Kemang Ria Marlisa Aritonang menjelaskan, pihaknya beserta tim dari pemerintah daerah melaksanakan pemangkasan pohon tua di sekitar Jalan Raya Kemang. “Ini dilakukan untu mengantisipasi petaka pohon tumbang agar tidak membahayakan pengguna jalan apalagi hingga menelan korban jiwa lagi,” ucapnya ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/9).

Ria mengatakan, untuk jumlah pohon yang dipangkas belum dihitung dan masih dilakukan verifikasi kembali mana saja yang perlu dipangkas dan ditebang. “Masih lanjut sampai nanti dan jumlahnya belum dipastikan, yang jelas kita pangkas dulu sebagian agar lebih aman,” tutupnya

Sebelumnya, kasi ekbang Kecamatan Kemang menjadi korban tertimpa pohon tua di sekitar Jalan Raya Kemang tepatnya di depan gedung Sahala Martua, Desa Parakan Jaya, bahkan sempat dirawat namun selang tiga hari korban meninggal dunia akibat luka dalam yang dideritanya.

** Cepi Kurniawan

Banjir Terjang Ponpes Arriyadul Mutafakirin

0

>> Pemdes Parakanmuncang Bakal Lakukan Pengerukan Kali Cimuleuit

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Hujan deras dari pukul 21 hingga pukul 02 WIB dini hari, mengakibatkan bangunan pondok pesantren Arriyadul Mutafaqirin yang berlokasi di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Pengasuh pondok pesantren Ariiyadul Mutafaqirin  H. Jajang mengaku kaget ketika banjir melanda disaat ia dan sejumlah santri sedang tertidur pulas. “Banjir terjadi disebabkan hujan yang begitu deras selama 5 jam,” kata Jajang kepada Jurnal Bogor, Kamis (11/6).

Menurut Jajang, kejadian tersebut dari pukul  10 malam dan Sungai Cimuleuit meluap menggenangi areal pondok pesantren.” Musibah banjir disebabkan aliran kali dari Cimuleuit dan hampir seluruh bagian wilayah pondok pesantren tergenang sedalaman 30 centimeter,” ujarnya.

Ia menerangkan,  luapan kali Cimuleuit seringkali terjadi namun tidak  separah  seperti sekarang ini. Biasanya air hanya melintas dan cepat surut. Namun kali ini, air menggenang cukup lama hingga masuk ke rumah warga dan asrama di pondok pesantren,” terangnya.

Paling parah, kata dia, genangan air terjadi di rumah  guru yang ada di bagian pesantren. Di lokasi kali sangat berdekatan dengan bangunan pondok pesantren dan pemukiman warga.” Tolonglah diperhatikan baik Itu dari pemerintah desa maupun pihak lainnya karena kejadian ini bukan satu atau duakali, setiap hujan pesantren ini pasti tergenang air,” paparnya

Sementara, Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin, menyebutkan bahwa banjir tersebut yang menggenangi pondok pesantren dan rumah warga dari kali Cihoream dan kali kecil Cimuleuit dari hulu hingga hilir kali Cihoream dengan Cimuleuit  menyatu akhirnya meluap sehingga terjadi banjir,” jelasnya.

Menurut Mauludin, kalau dibiarkan musibah banjir kemungkinan bisa kembali terjadi dan mengganggu kenyamanan warga. “Kalau kali itu dilebarkan yang terkena dampak bangunan rumah-rumah didekat bantaran kali itu,” kata Kades.

Memang bangunan sodetan waktu itu pernah ada tetapi populasi bangunan rumah bertambah sehingga berdampak penyempitan sehingga ketika hujan meluap dan mengakibatkan banjir.” Solusinya adalah 500 meter kali tersebut harus dilakukan pengerukan yang nantinya bakal masuk di program padat karya,” pungkas dia.

** Arip Ekon