21.3 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 130

Leupeut Bogor Diresmikan Wali Kota Bogor, Bentuk Ekosistem Kolaborasi

0

Wali Kota Bogor yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Iceu Pujiati meresmikan Program Leupeut Bogor (Lebih Seru Di Perpustakaan Bogor).

Proyek perubahan Rudiyana, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus), yang sedang menempuh Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) 2 di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Jakarta, diresmikan bertepatan dengan Hari Buku Nasional pada 17 Mei 2025.

Menurut Rudiyana, “Program Leupeut Bogor” adalah gagasan inovasi untuk melakukan transformasi fungsi Perpustakaan Kota Bogor dari hanya sebagai tempat menyimpan buku, menjadi rumah para komunitas sebagai ekosistem kolaborasi komunitas literasi dan kreasi.

“Ekosistem kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Bogor,” harapnya.

Sementara itu, Iceu Pujiati mengajak masyarakat untuk mendukung proyek perubahan ini.

“Saya harap masyarakat ikut aktif berpartisipasi dalam proper ini sebagai inovasi transformasi perpustakaan menjadi ekosistem kolaborasi literasi dan kreasi,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata dari proyek perubahan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama Program Leupeut Bogor antara Diarpus Kota Bogor dengan komunitas literasi dan kreatif, seperti Paguyuban Duta Baca Kota Bogor, Reka Bogor, SMX dan Berkawan Indonesia.

Walikota Bogor Dukung Strategi RUMAHKOE untuk Peningkatan Pelayanan Pasien Jantung

0

jurnalinspirasi.co.id – Setelah sebelumnya Wakil Walikota dan Kepala Badan Perencanaan, Program, Riset, dan Inovasi Pemerintah Kota Bogor memberikan dukungan terhadap layanan telemedicine RUMAHKOE, kini Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, juga menyatakan komitmennya.

Ia mendukung rancangan proyek perubahan Strategi RUMAHKOE yang digagas oleh Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, M.Kes, dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi pasien jantung.

“Melalui ide dan inovasi ini, kami berharap beban kerja di rumah sakit dapat terurai. Pasien tidak perlu datang langsung ke rumah sakit, cukup melakukan konsultasi secara online,” ujar Dedie.

Inisiatif ini sejalan dengan langkah digitalisasi yang sedang ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Bogor. Dengan adanya layanan telemedicine, diharapkan pelayanan kesehatan akan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Ini bukan hanya tentang mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan.

Rancangan proyek perubahan yang digagas oleh Direktur RSUD Kota Bogor telah sampai ke telinga masyarakat. Mereka mengapresiasi langkah perubahan tersebut. Dimana masyarakat akan mendapat kemudahan dalam berkonsultasi dengan dokter tanpa harus menunggu lama di rumah sakit.

Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dalam dunia kesehatan dapat membawa perubahan signifikan bagi kualitas pelayanan.

Dari hari ke hari, dukungan terhadap RUMAHKOE semakin menguat, menciptakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Langkah yang diambil RSUD Kota Bogor, menjadi bukti konsistennya komitmen RS plat merah ini, dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama bagi pasien jantung.

Dengan terus berinovasi dan mendengarkan suara masyarakat, diharapkan RUMAHKOE dapat menjadi model pelayanan kesehatan yang tidak hanya bermanfaat bagi Kota Bogor, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia dan dapat didukung oleh BPJS Kesehatan, sehingga jangkauan layanan kesehatan akan semakin luas serta memudahkan masyarakat.

** Fredy Kristianto |*

Kalia, Remaja Indonesia yang Bersinar di Panggung Internasional Korea Selatan

0

jurnalinspirasi.co.id – Kabar membanggakan datang dari ajang bergengsi Asia All Stars Festival 2025 yang digelar di Seoul, Korea Selatan. Kalia Maritza Azzakiyyah, remaja berbakat asal Kota Bogor, Jawa Barat, berhasil meraih Gold Award dalam kategori piano klasik. Prestasi ini menjadi momen yang membanggakan, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi Indonesia.

Saat ini Kalia tinggal di Qatar dan menempuh pendidikan musik di bawah naungan IAID Qatar (International Academy for Intercultural Development), sebuah akademi seni yang mendukung anak-anak berbakat dari berbagai negara.

Tampil Memukau di Tengah Ratusan Peserta

Diselenggarakan pada tanggal 9–13 Juli 2025, Asia All Stars Festival menghadirkan ratusan peserta muda dari berbagai negara Asia untuk berkompetisi dalam bidang musik, tari, dan seni budaya. Di antara banyaknya peserta, penampilan Kalia berhasil mencuri perhatian lewat karya “The Little Negro” dari Claude Debussy.

Dengan teknik permainan yang halus dan interpretasi penuh penghayatan, Kalia tampil luar biasa dan mendapatkan apresiasi tinggi dari para juri serta penonton internasional.

Pihak IAID Qatar menyampaikan pesan hangat kepada Kalia:

“Dari sekian banyak bintang di atas panggung, kamu adalah salah satu yang paling bersinar. Kamu menunjukkan kerja keras, semangat, dan bakatmu kepada dunia. Kami sangat bangga padamu.”

Perjalanan Penuh Disiplin dan Cinta terhadap Musik

Bagi Kalia, pencapaian ini adalah hasil dari dedikasi dan latihan yang tak kenal lelah. Ia mengaku merasa sangat bahagia dan bangga bisa membawa nama Indonesia di ajang internasional.

“Aku merasa sangat bahagia dan bangga bisa mewakili Indonesia di panggung internasional,” ungkap Kalia usai menerima penghargaan.

“Momen ini membuktikan bahwa semua latihan dan usaha tidak sia-sia. Aku ingin terus berkembang dan kembali membawa kebanggaan untuk Indonesia di masa depan.”

Festival ini bukan hanya kompetisi, tapi juga ruang bagi para peserta muda untuk bertukar budaya dan memperluas wawasan seni. Bagi Kalia, pengalaman ini sangat berharga dan memperkuat tekadnya untuk terus belajar dan berkarya.

Kebanggaan Tak Terhingga dari Orang Tua

Kebahagiaan dan kebanggaan juga datang dari kedua orang tua Kalia yang selama ini selalu mendukung perjalanannya.

“Melihat Kalia bersinar di atas panggung adalah momen yang sangat mengharukan dan membanggakan bagi kami,” ujar sang ayah, Deddy Setyo Prameswono.

“Kami percaya pada bakat dan semangatnya, dan kami akan terus mendukung mimpi-mimpinya ke mana pun ia pergi.”

Sang ibu, dr. Ayunda Henny Affrianti, juga menyampaikan rasa syukurnya:

“Kami bersyukur Kalia bisa membawa nama Indonesia dengan penuh percaya diri dan kebanggaan. Meski tinggal di luar negeri, Indonesia tetap ada di hatinya — dan kini ia telah menunjukkan itu kepada dunia.”

Inspirasi untuk Generasi Muda Indonesia

Prestasi Kalia bukan sekadar piala, tetapi simbol dari semangat anak muda Indonesia yang mampu bersaing secara global jika diberi kesempatan dan dukungan. Kisah Kalia menjadi inspirasi bagi generasi muda di mana pun berada, bahwa dengan kerja keras dan semangat, mimpi bisa jadi kenyataan.

Perjalanan Kalia menandai hadirnya lebih banyak talenta muda Indonesia di pentas dunia, terutama di bidang seni pertunjukan. Dengan kerendahan hati dan cinta yang tulus pada musik, masa depan Kalia terlihat begitu cerah dan menjanjikan.

Selamat, Kalia! Suksesmu di Seoul adalah awal dari perjalanan yang lebih besar. Terus bermain, terus bermimpi, dan terus menginspirasi.

** Fredy Kristianto |*

Gandeng UPT Pelatihan Kementan, Barantin Perkuat Kompetensi ASN Pengadaan Lewat Sertifikasi PBJP

0

Jurnal Inspirasi – Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel, khususnya melalui peningkatan kapasitas SDM. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Level 1 yang telah resmi ditutup pada Jumat (11/07/2025).

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama antara Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Biro Umum dan Keuangan, dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian, serta didukung oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kegiatan ini dilaksanakan secara blended learning dan diikuti oleh 38 pegawai lingkup Barantin. Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi strategis mengenai regulasi PBJ, e-procurement, serta etika pengadaan, untuk mempersiapkan mereka menghadapi uji sertifikasi nasional.

Pelatihan ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang terus menekankan pentingnya integritas dan efisiensi dalam proses pengadaan di instansi pemerintah. Menurutnya, ASN pengadaan harus memiliki kompetensi teknis sekaligus etika kerja yang tinggi agar sistem birokrasi berjalan efektif dan dipercaya publik.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa sertifikasi PBJP bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi menjadi bagian dari reformasi SDM pertanian secara menyeluruh.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin SDM pengadaan di setiap lini instansi memiliki standar profesionalisme yang sama, kompeten secara teknis dan kuat secara moral,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Biro Umum dan Keuangan Barantin, Akhmad Alfaraby, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah bagian penting dari proses pembinaan ASN di lingkungan Barantin. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM harus berjalan seiring dengan penguatan sistem.

“Pelatihan PBJP ini adalah investasi jangka panjang kami. Harapannya, SDM Barantin tak hanya cakap dalam proses, tapi juga mampu menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap pengadaan yang mereka kelola,” jelasnya.

Ujian sertifikasi PBJP Level 1 dilaksanakan pada 12 Juli 2025 dalam dua sesi. Dari total 38 peserta, sebanyak 20 orang berhasil lulus ujian sertifikasi, yakni 11 orang di sesi I (57,89%) dan 9 orang di sesi II (47,36%), sehingga tingkat kelulusan keseluruhan mencapai 52,63%.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Barantin dalam menunjuk BBPMKP sebagai penyelenggara teknis pelatihan. Ia menegaskan bahwa BBPMKP berkomitmen menghadirkan pelatihan yang adaptif, relevan, dan selaras dengan dinamika kebutuhan instansi.

“Kami tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga membentuk ASN yang berintegritas dan siap menjalankan peran strategis di bidang pengadaan. Pelatihan PBJP ini dirancang berbasis praktik dan nilai akuntabilitas, agar peserta benar-benar siap menjawab tantangan nyata di lapangan,” tegas Sukim.

Melalui program ini, Barantin berharap ke depan seluruh ASN pengadaan di lingkupnya mampu menjadi aktor profesional yang menjunjung tinggi prinsip efisiensi, integritas, dan tanggung jawab publik dalam setiap proses PBJP.

(Restu/BBPMKP)

ASN Kementan Lulus Sertifikasi PBJP, Siap Wujudkan Pengadaan yang Transparan dan Akuntabel

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk SDM pengadaan yang profesional dan berintegritas. Setelah mengikuti pelatihan intensif selama 23 hari, puluhan peserta Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1 dinyatakan lulus uji kompetensi.

Ujian sertifikasi berlangsung pada 10–11 Juli 2025, dibagi ke dalam dua kelas dan empat sesi. Hasil kelulusan secara umum cukup menggembirakan, mencerminkan kesiapan peserta dalam menghadapi tahap akhir pelatihan.

Pelatihan PBJP Level 1 ini ditutup secara resmi pada Selasa (9/7/2025) oleh perwakilan Biro Umum dan Pengadaan Kementan, Simon PP Simanjuntak, bersama BBPMKP.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya integritas, kompetensi teknis, dan pemahaman regulasi dalam proses pengadaan agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan efisien.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan syarat sertifikasi, melainkan bagian dari pembentukan budaya kerja profesional di lingkungan Kementan. ASN pengadaan, ujarnya, harus menjadi teladan dalam menjunjung akuntabilitas dan efisiensi.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi teknis pengadaan, sistem e-procurement, serta etika dan prinsip dasar pengadaan pemerintah. Mereka berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementan dan mengikuti pelatihan secara penuh hingga ujian akhir.

Dari 80 peserta, sebanyak 55 orang dinyatakan lulus. Ini menunjukkan kemajuan positif dalam mencetak SDM pengadaan yang kompeten, meskipun masih ada beberapa sesi yang perlu penguatan lebih lanjut.

Simon Simanjuntak menegaskan bahwa sertifikasi PBJP adalah syarat penting dalam sistem pengadaan modern. Ia berharap ASN yang lulus bisa menjadi aktor pengadaan yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga menjunjung tinggi tanggung jawab publik.

“Kami yakin, ASN yang lulus akan jadi penggerak pengadaan yang kredibel dan membawa perubahan positif di Kementan,” ujarnya.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menambahkan bahwa BBPMKP terus berkomitmen menjadi mitra strategis pengembangan kompetensi ASN. Pelatihan ini mengedepankan pendekatan praktik yang menanamkan nilai kepatuhan dan tanggung jawab.

“Ini bukan sekadar soal kelulusan, tapi soal membangun pemahaman utuh tentang pentingnya integritas dalam pengadaan,” tegas Sukim.

Kementan berkomitmen melanjutkan pelatihan sejenis dengan cakupan lebih luas dan pendekatan inovatif untuk membentuk ekosistem pengadaan yang taat aturan, berorientasi hasil, dan mengutamakan pelayanan publik.

(Restu/BBPMKP)

Rombongan Warga Rumpin Menuju KDM Melintas di Ciawi

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak 15 pemuda dari Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, melaksanakan aksi longmarch menuju Gedung Sate, Bandung bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, sebagai bentuk perjuangan moral menyuarakan penyelesaian konflik agraria yang telah lama terjadi di kampung halaman mereka.

Memasuki hari ketiga perjalanan, rombongan tersebut telah tiba di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor.

Tepat di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Ciawi, para peserta longmarch disambut hangat oleh jajaran Muspika setempat. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana, perwakilan dari Kecamatan Ciawi, Satpol PP, serta tokoh masyarakat.

Dalam momen penyambutan itu, Kapolsek Ciawi memberikan pesan kepada para peserta agar tetap menjaga keselamatan, sopan santun, dan ketertiban selama menempuh perjalanan panjang mereka.

“Jaga kekompakan, jaga keselamatan, dan hati-hati di jalan. Kami menghargai semangat kalian dalam menyuarakan aspirasi secara damai,” ujar AKP Dede Lesmana.

Longmarch ini direncanakan akan melalui jalur Puncak, Cianjur, dan sejumlah daerah lainnya sebelum akhirnya tiba di Gedung Sate, Bandung, yang menjadi titik akhir dan pusat tujuan penyampaian aspirasi. Dengan membawa bendera Merah Putih dan atribut bertuliskan harapan rakyat, aksi ini dilakukan secara damai dan mandiri tanpa pengawalan khusus, namun tetap dalam koordinasi dengan aparat keamanan di wilayah-wilayah yang dilewati.

Pemerintah Kecamatan Ciawi mengapresiasi langkah damai yang dilakukan para pemuda tersebut dan berharap aksi ini dapat menjadi pengingat pentingnya dialog antara warga dan pemerintah.

Rombongan direncanakan melanjutkan perjalanan malam ini menuju kawasan Puncak sebelum masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur esok hari.

(Dadang Supriatna)

Warga di Tepi Sungai Cisarua Tinggalkan Rumah

0

Jurnalinspirasi.co.id – Sedikitnya 5 rumah yang berada di Kampung Pesanggrahan, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini mereka lebih memilih untuk mengungsi ke rumah saudara atau mencari kontrakan.

Rumah mereka yang berdiri di tepi Sungai Cisarua tidak bisa dihuni lagi karena sebagian tanahnya mengalami longsor dan terus mengikis tanah yang masih terdapat bangunannya.

Kepala Desa Citeko H. Sahrudin mengatakan, satu rumah milik Dewi, bagian dapurnya sudah tersapu oleh arus air Sungai Cusarua. Begitu juga, bagian badan rumah yang lainnya sudah mulai miring dan retak retak temboknya.

“Iya rumah milim bu Dewi sudah terbawa arus air bagian dapurnya. Dan sekarang tidak ditinggalin lagi. Karena kondisinya cukup membahayakan, ” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Selain rumah milik Dewi, rumah Abid juga cukup mengkhawatirkan. Tanah rumah yang berada di tebingan sungai sedalam 8 meter setelah mengalami longsor beberapa waktu lalu, kini  kondisi pondasinya sudah menggantung. Penghuninya yang merupakan para pe ngontrak tidak lagi mengisi rumah tersebut.

“Ngeri takut roboh karena dibawahnya jurang yang langsung ke sungai dan kurangnya cukup tajam dan tinggi. Jadi kami lebih memilih untuk pindah, ” kata Ernawati.

Langkah yang dilakukan pemerintahan Desa terhadap warga yang rumahnya sudah tidak bisa dihuni lagi, pihak desa akan merelokasi ketempat yang aman.

“Baru satu rumah yang akan direlokasi. Tempat adalah di wilayah Desa Kita, Kecamatan Megamendung. Semoga bagi rumah rumah yang lainnya tetap aman, ” pungkas kades.

(Dadang Supriatna)

Gerakkan Asa dari Desa, Kementan Dorong Sinergi Penyuluh dan Brigade Pangan Menuju Swasembada Pangan

0

Jurnalinspirasi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran strategis sumber daya manusia pertanian, dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui penyelenggaraan Bertani On Cloud (BOC) Volume 312 yang digelar virtual, Kamis (10/07/2025).

Mengusung tema “Menggerakkan Asa dari Desa untuk Swasembada Pangan: Sinergi Penyuluh dan Brigade Pangan Menuju Swasembada Pangan,” kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara penyuluh dan Brigade Pangan dalam mendampingi petani di desa-desa, sebagai tulang punggung produksi dan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran SDM pertanian di lapangan sebagai penggerak utama. Menurutnya, penyuluh dan Brigade Pangan adalah ujung tombak keberhasilan swasembada pangan, sehingga peran mereka harus terus diperkuat agar program-program pertanian dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda dan pelaku usaha tani yang bergerak aktif di desa. Menurutnya, transformasi pertanian masa kini perlu dengan pendekatan yang lebih modern, kolaboratif, dan berbasis teknologi.

“Brigade Pangan adalah bagian dari wajah baru pertanian kita, petani muda yang bergerak, adaptif, dan siap membawa pertanian desa ke arah yang lebih maju. Di sinilah peran penyuluh menjadi krusial, sebagai pendamping sekaligus penggerak transformasi pertanian modern,” ujar Santi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan), Inneke Kusumawaty, yang menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi antara penyuluh dan Brigade Pangan dalam mendampingi petani.

“Brigade Pangan dan penyuluh adalah garda terdepan dalam menggerakkan petani agar terus maju, produktif, dan adaptif. Kolaborasi keduanya menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan program dan ketahanan pangan nasional,” ujar Inneke.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menyampaikan bahwa BBPMKP sebagai UPT pelatihan Kementan siap mendorong kapasitas lapangan melalui forum-forum seperti BOC.

“BOC bukan hanya forum diskusi, tetapi juga ruang konsolidasi semangat dan strategi. Kita belajar dari praktik nyata dan menyebarkan inspirasi ke seluruh pelosok negeri,” jelas Sukim.

Menghadirkan dua narasumber dari Sumatera Utara, yakni Fery Irawan, Manajer Brigade Pangan Beringin I dan Zulkarnain Nasution, penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai sekaligus penyuluh pendamping dari Brigade Pangan Beringin I. Keduanya berbagi pengalaman lapangan tentang bagaimana sinergi antara penyuluh dan Brigade Pangan mampu menggerakkan partisipasi petani, meningkatkan produktivitas, serta membentuk kelembagaan desa yang mandiri.

Peserta BOC kali ini menunjukkan antusiasme yang tinggi. Lebih dari 500 peserta hadir melalui platform Zoom, dan sekitar 150 orang lainnya mengikuti melalui live streaming YouTube BBPMKP, menandakan perhatian besar terhadap isu strategis pangan dari berbagai kalangan.

Dalam sesi paparan, Fery Irawan membagikan praktik mereka dalam membangun kelembagaan tani yang produktif. Dengan luas lahan 200 hektare dan indeks pertanaman yang meningkat dari 100 ke 200 dan menuju 300, kelompok ini berhasil mencetak omzet hingga Rp650 juta. Mereka juga aktif dalam kegiatan penangkaran benih unggul dan memanfaatkan berbagai bantuan alsintan seperti traktor, pompa air, dan combine harvester secara efisien.

Brigade Pangan Bringin I dibina langsung oleh penyuluh, serta mendapat dukungan pendidikan dari Polbangtan Medan. Sinergi yang kuat antara Brigade Pangan dan penyuluh pertanian tampak nyata melalui pendampingan teknis, pelatihan digital pertanian, hingga pelaksanaan gerakan tanam serentak di lapangan.

Melalui penyelenggaraan BOC ini, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak daerah yang mengadopsi pendekatan kolaboratif seperti yang ditunjukkan oleh Beringin I. Karena dari desa, asa dan kedaulatan pangan bangsa digerakkan.

( Restu/BBPMKP)

Cetak ASN Profesional, Barantin Gandeng UPT Pelatihan Kementan Gelar Latsar CPNS

0

Jurnalinspirasi – Dalam rangka memperkuat kapasitas aparatur dan mencetak ASN profesional di lingkungan kerjanya, Badan Karantina Indonesia (Barantin) kembali menyelenggarakan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gelombang II Tahun 2025.

Kegiatan dibuka secara resmi Kamis, 10 Juli 2025, dan dilaksanakan secara full distance learning mulai 26 Juni hingga 3 Oktober 2025.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Barantin, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian.

Kolaborasi ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kompetensi teknis CPNS agar menjadi ASN yang siap bekerja profesional, adaptif, dan berintegritas dalam mendukung pelayanan publik.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa investasi terbesar dalam birokrasi adalah kualitas sumber daya manusianya. Menurutnya, ASN masa depan harus memiliki nilai-nilai pelayanan, nasionalisme, integritas, dan kemampuan teknis yang relevan dengan tantangan zaman.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pelatihan dasar bukan hanya agenda rutin, melainkan fase awal pembentukan karakter ASN yang memiliki loyalitas terhadap negara dan komitmen terhadap pelayanan publik.

“Pembentukan karakter ASN dimulai dari latsar. Di sinilah nilai-nilai dasar BerAkhlak mulai ditanamkan,” ungkap Santi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pengembangan SDM Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (KHIT) Barantin, Dian Sri Rezeki Kusumastuti, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan fase strategis untuk menyiapkan SDM Barantin yang profesional dan berkarakter.

“Kami ingin membentuk ASN yang tidak hanya memahami struktur dan fungsi organisasi, tetapi juga memiliki etos kerja, semangat pelayanan, dan integritas dalam setiap tindakan. Latsar ini menjadi pondasi penting dalam mencetak aparatur yang siap menjawab tantangan kerja di masa depan,” ujarnya.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, dalam arahannya menyampaikan, BBPMKP berkomitmen bersama Barantin untuk membangun ASN yang siap berkontribusi nyata di lapangan.

Melalui pelatihan ini, para CPNS tidak hanya akan memahami tugas dan perannya, tetapi juga memiliki daya dorong perubahan di unit kerja masing-masing. Ia menekankan bahwa pembentukan ASN tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai utama BerAKHLAK yang menjadi core values ASN.

“BBPMKP berkomitmen mendampingi penuh proses belajar peserta. Latsar ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagian dari proses strategis mencetak ASN yang siap bekerja cepat, bersih, profesional, dan berkarakter sesuai nilai-nilai BerAKHLAK yang menjadi jati diri ASN,” ungkap Sukim.

Latsar Gelombang II ini diikuti oleh 160 peserta CPNS Golongan III dari lingkungan Barantin, yang dibagi menjadi empat angkatan (V–VIII), masing-masing terdiri dari 40 orang. Kurikulum pelatihan mencakup pembentukan karakter PNS dan penguatan kompetensi teknis bidang tugas, dengan total 647 jam pelajaran.

Peserta akan dibimbing oleh Widyaiswara BBPMKP, narasumber dari LAN, serta praktisi dari Barantin dan instansi terkait. Mereka akan melewati proses pembelajaran terstruktur dengan evaluasi yang meliputi sikap perilaku, akademik, aktualisasi, serta kompetensi teknis bidang tugas.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal Barantin dalam melahirkan ASN yang mampu menjawab tantangan kerja ke depan, serta menjadi bagian penting dari terwujudnya birokrasi pemerintah yang adaptif, melayani dan berorientasi hasil.

( Restu/BBPMKP)

Pendiri Twitter bikin aplikasi Bitchat, Ini Cara Pakai & Apakah Ada di Indo?

0

Jurnalinspirasi.co.id – Salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey meluncurkan Bitchat, aplikasi perpesanan baru yang beroperasi secara offline atau tanpa internet.

Aplikasi ini memastikan anonimitas dan privasi pengguna dengan enkripsi ujung ke ujung (end to end encryption/E2EE).

Dorsey membuat Bitchat yang bertujuan untuk menyederhanakan perpesanan di area dengan koneksi internet yang lemah atau bahkan tanpa koneksi sama sekali.

Bagaimana Cara Memakai Bitchat?
Mengutip LiveMint, aplikasi ini memungkinkan pengiriman pesan peer-to-peer, di mana pengguna tidak perlu bergantung pada data seluler atau Wi-Fi untuk mengirim pesan. Pengguna dapat memakai Bitchat secara offline melalui Bluetooth.

Pengguna dapat menggunakan aplikasi ini dengan berjalan-jalan sambil memegang HP, sementara aplikasi akan menggunakan Bluetooth untuk terhubung ke perangkat terdekat dan membentuk grup.

Jika pengirim berada jauh, pesan akan berpindah dari satu HP ke HP terdekat lainnya hingga mencapai penerima yang dituju. Proses ini disebut jaringan mesh.

Melalui proses ini, Bitchat akan memungkinkan perangkat untuk terhubung langsung satu sama lain dalam jarak pendek tanpa memerlukan server pusat, nomor telepon, internet, atau alamat email.

Meskipun pesan dikirim ke penerima yang dituju melalui jaringan ponsel, pendirinya telah memastikan bahwa pesan pengirim aman.

Pesan dikirim ke perangkat terdekat menggunakan enkripsi ujung ke ujung, sehingga tidak ada yang dapat membaca pesan tersebut, kecuali pengirim dan penerima akhir.
Fitur-fitur Bitchat

Menurut laporan NDTV, berikut ini beberapa fitur yang ditawarkan Bitchat:

  1. Komunikasi offline: Berfungsi tanpa internet menggunakan jaringan mesh Bluetooth.
  2. Enkripsi ujung ke ujung: Semua pesan dienkripsi.
  3. Jangkauan luas: Pesan diteruskan melalui teman, mencapai jarak hingga 300 meter atau 984 kaki.
  4. Penyebutan: Gunakan @nama panggilan untuk memberi tahu pengguna tertentu.
  5. Ruang: Buat ruang untuk percakapan berbasis topik.
  6. Ruang kata sandi: Amankan ruang dengan kata sandi dan enkripsi AES.
  7. Privasi: Tanpa pelacakan, tanpa server, akun, atau pengumpulan data.

Apakah Bitchat Bisa Diunduh di Indonesia?
Bitchat saat ini sedang dalam tahap pengujian beta, tersedia untuk sejumlah pengguna iOS melalui platform TestFlight Apple, di mana ia dengan cepat mencapai batas 10.000 pengguna.
Tanggal rilis resminya belum diumumkan. Para pengembang juga sedang mengembangkan versi Android. ded