31.3 C
Bogor
Sunday, July 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 131

Terinspirasi Hutan Organik, Rudy Susmanto Targetkan Setiap Kecamatan Punya Hutan Kota

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto berkomitmen memperluas ruang hijau melalui pembangunan hutan kota di seluruh kecamatan mulai tahun 2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Rudy Susmanto ke Hutan Organik milik keluarga Hj. Rosita yang terletak di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Rabu (5/11).

Hadir Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Danlanud ATS, Camat, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut, Rudy bersama Wakil Bupati dan Forkopimda melakukan penanaman pohon.

Bupati Bogor menyampaikan bahwa langkah tersebut terinspirasi dari semangat keluarga Hj. Rosita yang secara mandiri membangun dan merawat hutan organik di atas lahan seluas 30 hektar selama dua dekade terakhir.

“Kami sangat bangga dan terinspirasi. Satu keluarga saja bisa mengubah lahan tandus menjadi hutan hijau produktif. Ini bukti bahwa menjaga alam tidak selalu butuh modal besar, tetapi ketulusan, komitmen, dan kerja keras,” ujar Rudy. (*)

Mulai Januari 2026 Uji KIR kendaraan Di Jabar Tak Lagi Lewat Dishub, Cukup Di Bengkel Resmi

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencakan mengubah peraturan uji kendaraan bermotor atau KIR yang selama ini dilakukan di unit Dinas Perhubungan (Dishub). Nantinya, pengujian berkala kendaraan ini cukup di bengkel resmi.

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi pun segera menerbitkan beleid untuk mengatur hal tersebut. Dia mengatakan, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota terlebih dahulu akan membuat nota kesepakatan dengan dealer dan bengkel resmi untuk menggelar uji KIR.

“Saya akan membuat peraturan untuk mengarahkan KIR itu enggak usah di KIR di Dishub, KIR-nya adalah di bengkel resmi,” katanya, dikutip lembur pakuan chanel Rabu (5/11).

Menurutnya, selama ini uji KIR terlalu administratif, dan penghapusan biaya KIR diharapkan menghilangkan peluang oknum petugas untuk menarik keuntungan dari praktik tersebut.

“Di KIR kemudian dan setujui. Apalagi sekarang loh dengan tidak boleh ada biaya di KIR, itu makin malas orang KIR. Penyelenggara pemerintahnya juga malas bikin KIR karena enggak ada lebihnya,”.

Kang Dedi menegaskan, bengkel resmi kendaraan nantinya akan menerbitkan surat keterangan. KIR baru bisa dilakukan setelah surat tersebut diterbitkan. Sebab, jika terus menggunakan sistem seperti saat ini, kebanyakan dalam praktinya hanya surat kendaraan yang diperiksa.

“Jadi misalnya mobil Toyota, mobil Hino, ya di bengkel Toyota dan Hino bukan Dinas Perhubungan, karena selama ini yang masuk bukan mobilnya tapi surat-suratnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Kanng Dedi mengatakan, jika kendaraan tersebut mengalami kecelakaan, maka yang wajib bertanggung jawab adalah bengkel resmi kendaraan tersebut. Pasalnya, uji KIR dilakukan dari bengkel resmi yang mengetahui kondisi dari kendaraan yang telah dikeluarkan.

“Sehingga nanti jika mobilnya mengalami kecelakaan maka yang bertanggung jawab adalah bengkel resmi dari perusahaan mobil tersebut,” kata KDM.

Kang Dedi menegaskan, aturan ini ditargetkan bisa terbit pada Januari 2026. Mengingat, saat ini masih dalam kajian dan pemantapan dari rencana tersebut. (ded)

Menikmati Glamping Nyaman di Kaki Gunung Salak: “Terrace Garden Hadirkan Liburan Bernuansa Alam yang Berkesan”

0

Jurnal Bogor – Di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas harian, kebutuhan untuk beristirahat dan menikmati suasana tenang semakin dicari. Salah satu destinasi yang kini mulai menjadi pilihan bagi warga Bogor dan luar daerah adalah Terrace Garden, sebuah penginapan berkonsep glamping yang berlokasi di Ciapus, Jalan Babakan, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Mengusung suasana alami dengan latar panorama Gunung Salak, Terrace Garden tidak hanya menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman, namun juga menawarkan suasana menyatu dengan alam yang menenangkan.

“Di sini tamu bisa stay, hangout, sampai healing dalam satu tempat,” ujar Adelia, staf Terrace Garden.

Glamping Modern dengan Sentuhan Kenyamanan Rumah. Terdapat 8 kamar glamping yang terdiri dari tipe Deluxe dan Deluxe Connecting Room. Harga kamar dibanderol: Weekday: Rp 550.000, Weekend: Rp 650.000. Sementara untuk kamar connecting dengan kapasitas 4 orang, pengunjung juga bisa menambah extra bed seharga Rp 200.000 yang sudah termasuk sarapan.

Setiap kamar dilengkapi fasilitas modern, meliputi:
Smart TV, AC, Free WiFi, Peralatan mandi dan room essentials, Hair dryer, electric kettle, hingga slippers.

Kenyamanan yang ditawarkan ini membuat pengalaman glamping terasa lengkap dan tidak meninggalkan unsur kemewahan.

Cafe & Resto dengan Suasana Sejuk. Salah satu daya tarik Terrace Garden terdapat pada area café dan resto yang dikelilingi tanaman hidup, menghadirkan kesejukan dan kesan natural.

Menu andalan di antaranya: Ayam Andaliman, Gurame, Sop Iga, Hidangan Western, Nasi Liwet

Sementara minuman yang disajikan mulai dari kopi, lemon tea, hingga chipresso, dengan harga yang ramah di kantong. Makanan mulai Rp 35.000 – Rp 60.000, Snack Rp 25.000 – Rp 50.000, Minuman Rp 18.000 – Rp 35.000

Fasilitas lengkap untuk liburan dan acara.
Terrace Garden dilengkapi kolam renang anak dan dewasa dengan pemandangan terbuka, area karaoke, kids playground, serta games corner, menjadikan tempat ini cocok untuk keluarga.

Bagi pengunjung yang ingin mengadakan acara, Terrace Garden mampu menampung hingga 300 orang, untuk keperluan, Family gathering, Corporate meeting, Intimate celebration

“Untuk rombongan lebih dari 100 pax, kami menyediakan pilihan menu lokal hingga internasional,” jelas Adelia.

Disukai Pengunjung dari Berbagai Daerah
Menariknya, pengunjung Terrace Garden tidak hanya dari Bogor, tetapi juga dari luar daerah, bahkan hingga Palembang. Hal ini tidak terlepas dari suasana tenang, udara segar, dan konsep glamping modern yang menyatu dengan pemandangan alam.

Terletak di kaki Gunung Salak, Terrace Garden menjadi ruang jeda dari hiruk-pikuk kota, menawarkan momen istirahat yang bukan sekadar melepas lelah, tetapi juga memulihkan kembali energi jiwa. Yudi

Miris, Ratusan ASN Pemkot Belum Terima Gaji

0

jurnalinspirasi.co.id – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) diari empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum terima gaji. Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Evandhy Dhani.

Menurut dia, hal itu terjadi lantaran Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) crash, sehingga informasi soal penganggaran tak bisa dimasukan.

“SIPD crash tak hanya di Kota Bogor. Tetapi terjadi di seluruh Indonesia sejak Senin (3/11/2025),” ujar pria yang akrab disapa Evan itu, saat dihubungi wartawan, Rabu (5/11/2025).

Akibat SIPD crash, kata Evan, penggajian terhadap ribuan ASN Pemkot Bogor dilakukan secara manual sejak Senin (3/11/2025).

“Dimanualkan. Tapi perlu waktu lebih dari biasa memang. Tadi pagi sisanya tinggal empat SKPD yang sedang proses, dari total keseluruhan 35,” ungkapnya.

Diketahui, SIPD adalah sistem untuk mengintegerasikan proses pengelolaan pemerintah daerah mulai dari perencanaan penganggaran, pelaksanaan hingga pelaporan. Sistem itu bertujuan guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan daerah melalui sistem elektronik terpadu.

** Fredy Kristianto

50 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis

0


jurnalinspirasi.co.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian bersejarah dengan lebih dari 50,5 juta peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan di seluruh Indonesia.

Partisipasi besar pada Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo ini sekaligus mengungkap gambaran kesehatan masyarakat, yakni tingginya proporsi warga dewasa yang kurang aktivitas fisik mencapai 95,8 persen, serta temuan signifikan pada kesehatan gigi, obesitas, dan tekanan darah.

Program CKG yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 4 November 2025 mencatat partisipasi publik yang luar biasa. Dari 53,6 juta pendaftar, sebanyak 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan Kesehatan.

Kegiatan CKG umum mencatat 34,3 juta kehadiran peserta, sementara CKG sekolah diikuti oleh 16,2 juta peserta yang hadir.

Meski capaian tersebut membanggakan, data CKG menunjukkan tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data akhir Oktober 2025, pada kelompok dewasa, hampir seluruh peserta masuk kategori kurang aktivitas fisik (96%), disusul karies gigi (41,9%), obesitas sentral (32,9%), overweight dan obesitas (24,4%).

Temuan ini mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, keberhasilan partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran publik, sekaligus membuka ruang besar untuk memperkuat program promotif dan preventif.

“Pencapaian lebih dari 50,5 juta peserta merupakan tonggak penting bagi upaya kesehatan nasional. Namun data CKG juga memberi peringatan serius bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus semakin menjadi prioritas bersama,” ujar Menkes Budi di Jakarta, Selasa (5/11).

Menkes menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan massal, tetapi merupakan instrumen strategis untuk deteksi dini dan tatalaksana dini untuk penyakit. Semakin dini penyakit ditangani dan diobati maka peluang sembuh menjadi lebih baik sehingga seseorang akan terhindar dari penyakit katastropik dan kecacatan bahkan kematian.

“Program ini bukan hanya soal jumlah peserta, tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan, layanan kesehatan, dan intervensi di masyarakat,” tambah Budi.    

Temuan serupa juga terlihat  pada kelompok usia lain. Pada bayi baru lahir, ditemukan risiko kelainan saluran empedu (18,6%), berat badan lahir rendah (6,1%), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,5%).

Pada balita dan anak prasekolah, masalah gigi tidak sehat (31,5%), stunting (5,3%), dan wasting (3,8%) masih mendominasi. Sementara di kalangan remaja dan pelajar, ditemukan aktivitas fisik kurang (60,1%), karies gigi (50,3%), dan anemia (27,2%) menunjukkan pola hidup tidak aktif sudah terbentuk sejak usia muda.

Pada kelompok lansia pun tak luput dari perhatian. Sebanyak 96,7% tercatat kurang aktivitas fisik dan 37,7% mengalami hipertensi

Budi menambahkan, hasil CKG akan digunakan untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan promosi gaya hidup sehat di masa mendatang.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan,” ujar Menkes Budi.

Menurut Menkes, keberhasilan pelaksanaan CKG tidak lepas dari kolaborasi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dukungan puskesmas dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh petugas kesehatan yang terlibat serta  pemerintah daerah. Tanpa mereka, mustahil program sebesar ini bisa berjalan sukses dan berdampak luas,” ujarnya. ded

Cara Aman konsumsi Air Mineral untuk Minum

0

jurnalinspirasi.co.id – beberapa lama ini Video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang lebih dikenal KDM (kang Dedi Mulyadi), melakukan sidak ke perusahaan air minum menjadi viral di jejaring media sosial. Dalam video tersebut, terlihat percakapan antara KDM dan pihak perusahaan air minum tersebut, mengenai pengambilan sumber air berasal dari sumur bor.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai asal dan kualitas air mineral yang dikonsumsi setiap hari. Banyak masyarakat kini lebih berhati-hati dalam memilih air minum kemasan.

Air mineral selama ini dikenal sebagai sumber cairan penting bagi kesehatan tubuh manusia. Namun, tidak semua produk air mineral memiliki standar kualitas yang sama.

Para ahli menilai penting bagi masyarakat memahami asal sumber air sebelum dikonsumsi. Air yang baik seharusnya mengandung mineral alami pegunungan dan bebas dari kontaminan.

Pakar Hidrologi BRIN, Rachmat Fajar Lubis mengatakan, air pegunungan biasanya memiliki kualitas yang lebih stabil.“Air mineral yang ideal berasal dari sumber terlindung dan kadar mineralnya seimbang,” kata Rachmat.

Menurutnya, sumber air tanah bisa berasal dari mata air alami atau sumur bor. Meski kualitasnya mirip, air permukaan lebih rentan terhadap paparan bakteri dan polutan.

Ia mengatakan, masyarakat tetap bisa menggunakan air tanah sebagai air minum dengan pengolahan yang benar. Air perlu disaring terlebih dahulu lalu direbus hingga mendidih untuk membunuh bakteri.

“Jangan langsung mengonsumsi air tanah tanpa pengolahan. Proses sederhana seperti penyaringan dan perebusan sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, air tanah dan air mineral adalah sumber daya terbarukan namun terbatas. Tekanan terhadap sumber air meningkat akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat bijak dalam mengelola konsumsi air. “Karena air tidak hanya untuk kita saja tapi juga untuk anak cucu kita nantinya,” ujar Rachmat.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan air minum. Pemerintah daerah diminta memastikan kualitas air yang beredar aman dan sesuai standar kesehatan.

Dengan meningkatnya kesadaran publik, diharapkan masyarakat lebih kritis terhadap produk air minum. Transparansi sumber air menjadi langkah penting demi menjaga kesehatan bersama. DR

Kabupaten Bogor Raih Predikat “Sangat Baik” Penilaian Kualitas Data Ekosistem Data Jabar

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Bogor berhasil meraih predikat “Sangat Baik” dalam penilaian kualitas data yang dilakukan melalui Ekosistem Data Jabar. 

Penilaian ini bertujuan memastikan bahwa data yang dikumpulkan, disimpan, dan digunakan dalam sistem informasi maupun aplikasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota adalah valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penilaian kualitas data merujuk pada prinsip Satu Data Indonesia (SDI) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019, yang menekankan pentingnya data berkualitas, mudah diakses, dan dapat dibagi pakai antar instansi pusat dan daerah. SDI juga menekankan standar data yang meliputi konsep, definisi, klasifikasi, ukuran, dan satuan data.

Kepala Bidang Persandian Dan Statistik Iskandar Zulkarnain menjelaskan bahwa, manajemen kualitas data merupakan bagian penting dari tata kelola data. Penilaian dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas data, yakni Conformity & Metadata, Uniqueness, Consistency, Timeliness, dan Completeness.

Menurutnya, setiap dimensi memiliki bobot penilaian yang berbeda, dengan Conformity & Metadata dan Consistency masing-masing 30% dan 25%, serta Timeliness dan Completeness 10% masing-masing.

Berdasarkan hasil penilaian dataset perangkat daerah Kabupaten Bogor per 18 Juni 2025, diperoleh skor total 95,47 dengan rincian, Conformity & Metadata 100 %, Uniqueness 100 %, Consistency 100 %, Completeness 100 % dan Timeliness 54,65 %.

Beberapa rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas data meliputi, Timeliness: Pastikan dataset terbaru tersedia dalam lima tahun terakhir dan berikan keterangan pada data yang sudah tidak diproduksi.

Conformity & Metadata: Lengkapi deskripsi kolom, kesesuaian kode wilayah, nilai pengukuran, tingkat penyajian, dan cakupan dataset. Uniqueness Hapus data duplikat. Consistency Perbaiki kesesuaian penulisan satuan, kode dan nama wilayah, serta pengurutan dataset dari tahun terlama ke terbaru. Serta Completeness, Pastikan tidak ada cell data kosong dan semua atribut terisi sesuai judul kolom.

“Dengan pencapaian ini, kami tentunya akan terus mengoptimalkan tata kelola data untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat, layanan publik yang lebih baik, serta perencanaan pembangunan berbasis data (data-driven decision making),” katanya.

Katanya Penilaian kualitas data ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan Provinsi Jawa Barat sebagai Provinsi Digital, di mana Core Data, Satu Data, Open Data, Satu Peta, dan Dashboard Jabar memfasilitasi pengelolaan data yang terstandar dan dapat diakses oleh masyarakat serta pemerintah.

Hari Kesehatan Nasional ke-61, RSUD R. Moh Noh Nur Ajak Warga Mengenal Hipertensi dan Stroke

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, RSUD R. Moh Noh Nur menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertema “Mengenal Hipertensi & Stroke” di area rawat jalan, depan Poliklinik Saraf, Selasa (4/11/25).

Acara yang menghadirkan dr. Abraham Daryl Rustandar, Sp.N, dokter spesialis saraf RSUD R. Moh Noh Nur, ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hipertensi dan stroke, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan pembuluh darah dan gaya hidup sehari-hari.

Dalam paparannya, dr. Abraham menekankan pentingnya menjaga tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol tetap normal agar terhindar dari risiko stroke.

“Stroke bisa dicegah dengan pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat. Hindari makanan tinggi garam dan lemak, berhenti merokok, serta rajin berolahraga,” jelasnya.

Suasana edukasi semakin menarik saat sesi tanya jawab dibuka. Salah satu peserta, Pak Muhammad, dengan antusias mengajukan tiga pertanyaan sekaligus kepada narasumber. Ia bertanya :

“Kenapa sekarang usia 30-an sudah banyak yang terkena stroke, Dok? Mengapa laki-laki lebih sering mengalami stroke dibandingkan perempuan? Dan bagaimana kiat-kiat agar kita bisa mendeteksi penyakit stroke secara dini sebelum terlambat?”

Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Abraham menjelaskan, “Itu bisa terjadi karena penyakit seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol, kegemukan, atau penyakit jantung. Dulu biasanya muncul di usia 45 tahun ke atas, tapi sekarang usia 30 pun bisa kena karena gaya hidup tidak sehat sejak muda,” terangnya.

Ia memberi perumpamaan sederhana agar mudah dipahami, “Tubuh kita itu seperti kendaraan. Kalau dari muda sudah sering dipaksa tanpa perawatan, cepat aus juga selang-selangnya,” ujarnya disambut tawa ringan peserta.

Masih dalam kesempatan yang sama, dr. Abraham menambahkan bahwa laki-laki memang memiliki risiko stroke lebih tinggi.

“Faktor gaya hidup seperti merokok, stres, kurang tidur, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk lebih sering terjadi pada laki-laki. Itu yang membuat angkanya lebih banyak,” katanya.

Sementara untuk mendeteksi stroke sejak dini, dr. Abraham mengingatkan pentingnya memperhatikan gejala awal.

“Kalau sering pusing, mulut mencong, bicara pelo, atau salah satu sisi tubuh terasa lemah, jangan ditunda. Segera ke rumah sakit untuk diperiksa,” imbaunya.

Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKN ke-61 dengan tema nasional “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju.”

RSUD R. Moh Noh Nur terus berkomitmen memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat agar semakin sadar pentingnya pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan stroke.

(yev/rls)

KAI Tambah 3 KRL Baru dari China

0

jurnalinspirasi.co.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Tbk akan mulai mengoperasikan tiga rangkaian kereta rel listrik (KRL) dari China pada bulan ini.

Direktur Utama (Dirut) PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, tiga kereta tersebut bakal beroperasi setelah menjalani kualifikasi teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dengan tiga tambahan kereta baru tersebut, ada 11 kereta dari China yang sebelumnya dipesan dan akan beroperasi.

“Kita sudah order kepada RRC China itu 11 train set, di mana yang 11 train set itu 8 sudah kita operasikan secara penuh. Tiga sedang melalui technical qualification dengan DJKA, di bulan ini kita akan operasikan 3 lagi,” kata Bobby di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kontan, Selasa (4/11).

“Jadi total sampai akhir tahun kita akan operasikan 11,” imbuhnya.

Selain dari China, KAI juga sudah memesan 12 rangkaian KRL dari PT Industri Kereta Api (INKA). Dari jumlah tersebut, empat rangkaian sudah diterima oleh KAI.

“Sudah order kepada INKA 12 train set. Nah, sementara dengan INKA kita sudah terima 4 train set dari INKA, which is sekarang sedang kita lakukan uji teknisnya,” ucap Bobby.

Nantinya, 12 rangkaian kereta akan beroperasi penuh pada pertengahan tahun depan.

“Target dengan kereta INKA sampai dengan pertengahan tahun depan sudah akan beroperasi 12,” tandas Bobby. ded

Refly Harun: Demokrasi Indonesia Dikuasai Elite, Rakyat Hanya Penonton

0

jurnalinspirasi.co.id – Kanal Refly Harun berjudul “PRABOWO KALAH TELAK?! LANGKAH JKW INI BIKIN SEMUA TUNDUK?! PARA TOKOH BONGKAR!” pada Senin 3 November 2025, telah ditonton lebih dari 30 ribu kali dan mendapat 800 tanda suka itu menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai makin elitis.

Refly Harun menegaskan demokrasi saat ini hanya menguntungkan segelintir elite. “Kita menyaksikan demokrasi yang hanya melayani segelintir elite, sementara rakyat hanya jadi penonton,” ujarnya dikutip oleh Jurnalbogor dari kanal Youtube Refly Harun.

Ia menilai legitimasi pemerintahan tak cukup berdasarkan hasil pemilu. “Legitimasi bukan hanya angka kemenangan, tapi rasa keadilan publik,” tegas Refly.

Refly juga menyoroti bahaya konsentrasi kekuasaan pada satu figur yang membuat lembaga negara kehilangan makna. “Kalau semua kebijakan bersumber dari satu pusat kuasa, itu bukan republik, tapi kerajaan gaya baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Refly menyinggung praktik nepotisme yang melemahkan meritokrasi dan keadilan sosial. “Anak muda yang berkompeten tersingkir bukan karena tak mampu, tapi karena tak punya koneksi,” katanya.

Ia pun menilai penegakan hukum kini condong berpihak pada kekuasaan. “Aparat lebih takut pada kekuasaan daripada konstitusi,” ujarnya.

Menutup perbincangan, Refly menyerukan agar generasi muda berani bersuara. “Kritik itu tanda cinta pada republik. Kalau anak muda diam, oligarki akan menulis masa depan mereka dengan tinta ketidakadilan,” pungkasnya.

Refly menegaskan, masa depan demokrasi sejati hanya bisa dijaga bila rakyat kembali aktif merebut ruang partisipasi politiknya.  

(Fauzan Aziz/mg)