25.2 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1575

Pendaftar PPDB Online SMPN 2 Cibinong Membludak

0

Cibinong | Jurnal  Inspirasi  
SEBANYAK 718  siswa  SD dari berbagai wilayah yang ada di Kecamatan Cibinong ikut mendaftar sebagai calon siswa di SMPN 2 Cibinong melalui jalur PPDB Online. Ketua Panitia Pelaksana PPDB Online SMPN 2 Cibinong,  Supoyo, S Pd  secara tegas mengatakan, formasi penerimaan di SMPN 2 Cibinong tahun ajaran  2020-2021 menggunakan lima jalur yakni  Zonasi 50 % ,  Afirmasi 15 %,Prestasi Raport  20 %,  Prestasi Lomba 10 % dan  Perindahan Dinas Orang Tua sebanyak 5 %.   

Hari pertama pelaksanaan PPDB di SMPN 2 Cibinong  diikuti sekitar 718 pendaftar yang berasal dari sekolah sekitar Kecamatan Cibinong dan dilakukan dari jam 08 : 00 sampai 14 :00 WIB.  “Untuk hari pertama kita batasi verifikasi data sebanyak 120 peserta. Hal itu kita maksudkan supaya bisa terlayani dengan baik  dan kita juga melaksanakan protokoler kesehatan seperti yang di intruksikan oleh Gugus Tugas Covid 19  Kabupaten Bogor,” tegas Supoyo.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 2 Cibinong, Jurisman, S Pd. MM menegaskan,  semua jalur pendaftaran  di SMPN 2 Cibinong dilakukan dengan cara Online ( Daring ) melalui alamat web sekolah  SMPN 2 Cibinong. “Karena saat ini masih dalam Pandemi Covid 19 maka verifiksai berkas dilakukan dengan cara  kolektif oleh guru SD   yang ditugaskan kepala sekolah masing masing dengan mengikuti protokol kesehatan,” tegas Jurisman.

Ia menambahkan,  untuk tahun ajaran 2020-2021, SMPN 2 Cibinong menerima formasi penerimaan sebanyak 9 rombel  x 36   atau sejumlah 324 siswa. “ Kami berharap tahapan verifikasi PPDB di SMPN 2 Cibinong ini bisa berjalan dengan lancar hingga tanggal  25 Juni 2020 mendatang,” tuntasnya.

** Asep Syahmid

Protokoler Covid-19 Dilakukan di PPDB SMPN 2 Sukaraja

0

Sukaraja | Jurnal  Inspirasi
PANDEMI Covid-19  yang masih terjadi di Tanah Air termasuk di Kabupaten Bogor secara tidak langsung berdampak pada penerapan Prokoler Kesehatan Covid-19 pada semua sekolah SMP negeri dan swasta di Kabupaten Bogor. Hal itulah  yang  jadi acuan  Kepala Sekolah SMPN 2 Sukaraja, Dedi Budi Sumardi dan jajaran guru yang terlibat dalam Panitia PPDB nya harus mengikuti semua aturan protokoler kesehatan di masa Pandemi Covid-19 saat ini.    

“Semua tahapan  prokoler kesehatan kami tempuh, mulai dari pemerikasaan suhu badan , pembuatan beberapa wastafel  tempat cuci tangan, penggunaan masker bagi peserta yang akan melakukan verifikasi dan juga penggunaan Face Shield bagi para panitia PPDB ,”  beber Dedi Budi Sumardi.

Dedi menambahkan, pada pelaksanana PPDB hari pertama di SMPN 2 Sukaraja baru pengambilan nomor antrian untuk verifikasi data siswa pendaftar yang dilakukan oleh para guru perwakilan sekolah dasar  yang ditugaskan kepala  sekolahnya masing masing. “Insya Allah  mulai, kamis (18 kami akan melakukan verifikasi kepada sejumlah peserta yang sudah mengambil antrian di hari pertama ,”  kilah Dedi Budi Sumardi.

Untuk hari pertama, kata  Dedi, ada sekitar lebih dari 100 peserta yang menambil nomor antrian untuk verifikasi. Dilain pihak, Sekdisdik Kabupaten Bogor, Atis Tardiana menegaskan,  semua sekolah yang tengah melakukan PPDB secara online ataupun tengah melakukan verifikasi diharapkan  mengikuti Protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Gugus Tugas Covud-19.

“Saya monitor beberapa sekolah yang saya pantau di sekitar  Cibinong, Bojonggede,  Sukaraja dan Citeureup semuanya sudah melakukan Protokoler Kesehatan dengan benar,” tegas Atis Tardiana.   

Atis  juga sempat memantau dari kejauhan pelaksanaan PPDB di SMPN 2 Cibinong dan SMPN 2 Sukaraja  yang sangat bagus dalam melaksanalan ProtokolerKkesehatan di era Pandemi Covid-19  ini. Secara keseluruhan, kata Atis, PPDB Online hari pertama di era Pandemi Covid 19 untuk jenjang SMP di Kabupaten Bogor berjalan  dengan memenuhi pedoman Gugus Tugas Covid-19.

** Asep Syahmid

Warga Terdampak Covid-19 di Batutulis Dibantu Program KKS

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Program Sembako Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang disalurkan melalui Bank Mandiri di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, mulai diterima warga, Rabu (17/ 06). Penyaluran Program Sembako tersebut dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat dan para Ketua RT dan RW se Desa Batutulis.

Saat pembagian KKS masyarakat beserta petugas tetap melaksanakan Protokol Kesehatan, dengan  menjaga jarak dan menggunakan masker serta selalu menyediakan hand sanitizer, sebagai upaya memutus mata rantai Pandemi Covid-19. ” Hal ini pihak desa hanya membantu menyalurkan sembako yang terdampak Covid-19, kepada penerima manfaat sesuai data dari pemerintah pusat,.” ujar Kepala Desa Batutulis, Ade Supriatna kepada wartawan, kemarin.

Ade menyebutkan, bahwa pihak desa tidak ikut serta dalam hal pendataan, karena semua sudah ditentukan oleh Dinas Sosial terkait bantuan diluar dari BLT-DD,” sebutnya.

Dia berharap, bantuan itu dimanfaatkan sedemikian rupa, namun jangan juga ada ketergantungan kepada pemerintah tanpa bekerja keras. “Keadaan covid-19 ini, pemerintah memberikan untuk mengurangi kesulitan masyarakat, karena aktivitasnya memang belum normal seperti biasanya,” tukasnya.

Sementara, selaku agen E-Warung, Asep menjelaskan, bahwa ini program dari Kementrian Sosial ini bekerja sama dengan pihak Bank Mandiri yang langsung memberikan ke desa tetapi harus ada pembentukan agen warungnya.

“Sebanyak 112 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah mendapatkan bantuan berupa sembako senilai Rp 200.000. Untuk bulan ini kita salurkan, beras 11 kg, telur 1 kg, buah buahan 1 kg, kacang ijo 1 kg, dan itu dikirim melalui PT Andalas, agen hanya sebatas menyalurkan apa yang mereka kasih, pengadaan barang semuanya didrof oleh PT Andalas,” tutupnya.

** Arip Ekon

UPT Perbaiki Jalan Rusak Didekat Rumah Mantan Bupati

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi
Jadi perbincangan karena jalan Dramaga Petir rusak parah, tepatnya di titik dekat rumah mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin, akhirnya UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciomas mulai melakukan perbaikan Jalan tersebut dengan ditambal sulam kurang lebih 600 meter dengan anggaran kurang lebih Rp 180 juta rupiah pemeliharaan rutin.

“Sebenernya nunggu jadwal aja perbaikan jalan ini (Dramaga-Petir) dan nunggu AMP atau (media hotmix ) karena kemarin PSBB  dan hari ini baru bisa dikerjakan dengan cara perbaikan rutin oleh pihak UPT, ” kata Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah  Ciomas, Andri, kemarin.

Andri menjelaskan, sebenernya jalan tersebut itu rencananya akan dilakukan pemeliharaan secara berkala dihotmix full. Namun karena adanya Covid-19, anggaranya dialihkan untuk penanganan Covid-19 dulu. Jadi kembali lagi ke pemeliharaan rutin. “Ini memang rencana mau pake pemeliharaan berkala, namun begitu ada Covid jadi dikembalikan lagi ke rutin hanya perbaikannya (tambal sulam), “kata Andri.

Lebih lanjut Andri mengatakan, perbaikan ini bukan karena ramai masyarakat minta untuk segera ada perbaikan dan bukan karena dekat rumah Rahmat Yasin. Namun memang nunggu jadwal gilirannya. “Kebetulan setelah wilayah Selatan baru bisa diperbaiki hari ini.  Untuk pengerjaan rutin (tambal sulam) memang ada sepuluh titik termasuk titik yang di Dramaga ini. Dan mudahan mudahan juga tahun depan jalan ini bisa dibeton, “pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Ratusan KPM Desa Tugu Utara Terima BLT DD Tahap Dua

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap II tahun anggaran 2020. Penyaluran BLT DD Tahap II yang terdampak Virus Corona itu dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tugu Utara, Rabu (17/6).

 “Hari ini kami laksanakan pembagian BLT DD tahap II. Untuk jumlah penerima masih tetap sama seperti tahap awal, yakni 244 KPM,” ujar Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi kepada wartawan.

Menurutnya, di Desa Tugu Utara untuk anggaran BLT DD nilainya mencapai Rp.430 juta atau 30 persen dari dana desa yang diterima. Asep tidak menampik jika di desa nya pernah ada warga yang menerima dampak Covid19 ganda atau dobel. Namun, hal itu langsung dilakukan verifikasi ulang oleh RT dan RW di masing-masing wilayah. “Sekarang sudah selesai diverifikasi dan tidak ada lagi penerima bantuan dobel,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan, pembagian BLT DD tahap II, lanjut Asep, penerima bantuan harus mengikuti protokol kesehatan ekstra ketat pencegahan penyebaran Covid-19. “Kita terapkan saat proses penyaluran,” paparnya.

Ia menjelaskan, setiap KPM diberi jarak 1 meter atau social distancing. Mereka juga diharuskan menjalani cek suhu tubuh dan membasuh tangan dengan hand sanitizer. “Jadi saat antri, penerima BLT DD harus mengikuti protokol kesehatan,” imbuh Asep.

Sementara, Purnama, salah seorang penerima BLT DD, RT 03/02 Kampung Sampay, Desa Tugu Utara merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan pemerintah.  “Alhamdulillah bantuan sebesar 600 ribu ini bisa kami pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Polisi Amankan Pedagang Ayam yang Curang

0

Tenjolaya | Jurnal Inspirasi
Seorang pedagang ayam potong diamankan Polsek Ciampea yang diduga telah melakukan kecurangan dengan merendam ayam didalam air menyebabkan beratnya bertambah dan menjual murah ke pembeli. “Pelaku YD (40) sudah kami amankan di Mapolsek Ciampea karena diduga telah melakukan aksi curang dalam berdagang. Modusnya diduga pelaku memasukan ayam kedalam air supaya beratnya bertambah,” kata Kanit Reskrim Polsek Ciampea AKP Budi Utama kepada wartawan, kemarin.

Ia menjelaskan, penangkapan bermula saat pihak Polsek mendapat laporan warga adanya harga ayam cukup murah. Padahal saat ini, harganya masih melambung sekitar Rp 42 ribu per kilogramnya. “Jadi pelaku menjual ayam potong dengan harga murah sekitar Rp 35 ribu, siapa yang tidak tergiur, karena saat ini harga ayam masih tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus menyelidiki kasus tersebut dan khawatir masih ada pedagang lain yang nakal berani menjual daging ayam murah dengan cara curang. “Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan tim unit Reskrim Polsek Ciampea dengan membawa sample dan akan diuji di lab. Jika terbukti pelaku dapat dijerat Undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pemdes Bojong Nangka Bagikan 1.039 Bantuan Provinsi

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi
Pemerintah Desa Bojong Nangka membagikan 1.039 bantuan sembako dari Provinsi Jawa Barat, Rabu (17/07). Dalam pelaksanaanya agar tetap mematuhi standar protokol kesehatan, Kades Bojong Nangka H.Amir mensiasati membagikan bantuan tersebut per wilayah dusun dengan jarak waktu masing-masing dusun 2 jam pembagian.

“Kegiatan hari ini kami membagikan 1.039 bantuan sembako dari Provinsi Jawa Barat dimana penerima tersebut tersebar dalam 6 dusun di wilayah Desa Bojong Nangka, maka dari itu supaya pembagian ini selesai dalam waktu satu hari maka kami siasati per dusun, agar sembako tetap terbagi tanpa melanggar standar protokol kesehatan, walaupun sampai malam akan kita selesaikan pembagiannya,” kata H.Amir.

Menurutnya, bantuan sembako ini sudah yang ke-2 kalinya dimana pada tahap pertama hanya mendapat sekitar 200 KK, namun kali ini mendapat sampai 1.039 sehingga ada tambahan 800 KK lebih.

“Dengan adanya penambahan bantuan ini akhirnya semua masyarakat yang memang tidak mampu dapat dibantu kebutuhan sembakonya,” kata dia.

“Oleh karena itu saya sangat apresiasi dengan adanya penambahan penerima ini, jadi semua dapat ter-cover, dan saya berharap agar masyarakat selalu mematuhi standar protokol kesehatan paling tidak agar selalu menggunakan masker, kita sama-sama berupaya memutus rantai penularan Covid-19,” pungkas H.Amir.

Dia juga menjelaskan, pelayanan yang sebelumnya sempat ditiadakan kini kembali dibuka, hanya saja dibatasi sampai pukul 14.00 Wib. “Itu pun hanya menangani pelayanan 50 persen dari yang biasanya kita full kan, sesuai instruksi Bupati Bogor Ade Yasin karena Kabupaten Bogor belum bisa untuk melakukan New Normal,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Kapolres Bogor Launching Desa Tangguh Lodaya

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy melakukan launchingn Desa Tangguh Lodaya di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (17/07). Desa Gunung Putri merupakan salah satu desa yang dianggap Tangguh Lodaya, baik sosialnya, tangguh dalam bencana serta tangguh bergotong-royong. Mengingat Desa Gunung Putri merupakan salah satu desa berzona merah dengan adanya 2 orang yang positif Covid-19, namun sudah dinyatakan sembuh, dan belum lama ini Desa Gunung Putri juga mendapatkan musibah tanah longsor hingga mengakibatkan 9 rumah harus direlokasi.

AKBP Roland Ronaldy yang merupakan inisiator Desa Tangguh Lodaya menyampaikan bahwa dibentuknya Desa Tangguh Lodaya untuk membangun kedisiplinan dan kemandirian warga sekitar. “Desa Tangguh Lodaya kita utamakan dibentuk di tempat-tempat yang merupakan zona merah agar masyarakatnya lebih mandiri dan disiplin, adapun 4 faktor yang nantinya menjadi acuan dari dibentuknya Desa Tangguh Lodaya ini ialah, tangguh dan mandiri di bidang keamanan, ekonomi, kesehatan dan juga informasi,” jelas Kapolres.

Dia menambahkan, jika nantinya akan dibentuk hal serupa di desa-desa lain, dan berdirinya Desa Tangguh Lodaya ini bukan semata-mata karena adanya Covid-19 tapi akan terus dikembangkan agar desa-desa bisa lebih mandiri dan produktif dalam segala sektor.

Sementara dalam sambutannya Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri curhat akan musibah yang terjadi di Desa Gunung Putri namun dirinya pun sangat mengapresiasi masyarakatnya karena tangguh dan mandiri serta bergotong-royong dalam menghadapi musibah ini.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Bogor Ade Yasin dan Jajarannya, Kapolres Bogor, Dandim, serta masyarakat yang sudah berupaya bersama-sama membangun desa Gunung Putri, disini saya hanya ingin menyampaikan bahwa kejadian longsor yang desa kami alami kini perlu perhatian lebih karena dari gerusan longsor tersebut hanya meninggalkan sisa 20 meter dari gas alam, yang mungkin saya perkirakan jika dibiarkan nanti akan ada kampung yang hilang di Desa Gunung Putri,” kata Kades

“Disini pun saya menunaikan janji saya kepada masyarakat bahwa akan memberikan akses untuk pertanian dan perikanan, agar masyarakat Desa Gunung Putri bisa mandiri dan tangguh dalam menghadapi situasi apapun,” jelas Damanhuri.

Senada, Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan rasa bangganya akan kinerja Kepala Desa Gunung Putri dengan semua program yang dipaparkan dan kegotong-royongan serta kemandirian yang tercipta sehingga mampu menghadapi segala persoalan tanpa harus berpangku tangan pada pemerintah.

“Ini merupakan hal yang perlu dicontoh, yang dalam masa Pandemi Covid-19 ini kemandirian seperti ini pasti sangat diperlukan, untuk Kepala Desa Gunung Putri saya apresiasi kinerjanya, apabila memang ada lahan coba untuk mandiri untuk melakukan penanaman pohon atau bertambak ikan agar hasilnya bisa digunakan sehari-hari ataupun dijual, jangan terlalu banyak mengeluh kepada pemerintah tanpa kita berupaya terlebih dahulu,” ucap Ade Yasin.

** Nay Nur’ain

Anggaran Covid-19 Ditambah Jadi Rp 695,2 Triliun

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah menambah anggaran penanganan pandemi Virus Corona menjadi Rp 695,2 triliun dari sebelumnya Rp 677,2 triliun. Angka tersebut bertambah setelah pemerintah menambah anggaran untuk pembiayaan korporasi menjadi Rp 53,57 triliun dan kepada pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga sebesar Rp 106,11 triliun.

Penambahan anggaran itu kata dia, untuk pemerintah daerah, kementerian dan lembaga sebesar Rp106,11 triliun untuk memberikan dukungan dalam melakukan kegiatan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami juga fokuskan ke pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga untuk bisa melakukan kegiatan yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Dengan memberikan alokasi anggaran Rp 106,11 triliun,” ujar Sri Mulyani dikutip dari Merdeka, Rabu (17/6).

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengalokasian dana penanganan Covid-19 diperlukan untuk menjaga permintaan dan ketersediaan barang. Bersamaan dengan itu, pemerintah ingin memastikan penanganan kesehatan tetap berjalan dengan baik.

“Khusus untuk penanganan ekonomi nasional pemerintah sudah menyiapkan stimulus di sektor keuangan dan stimulus ini dilakukan di tahun 2020 agar kita bisa menjaga dari demand maupun supply side. Di samping itu kita bisa mempersiapkan sektor kesehatan sebagai first line of defense kita,” jelasnya.

Masing-masing dana penanganan Covid-19 dan dampaknya secara rinci adalah untuk belanja penanganan Covid-19, insentif tenaga medis, bantuan iuran JKN, gugus tugas Covid serta belanja perpajakan di bidang kesehatan jumlahnya Rp87,5 triliun. “Kemudian perlindungan sosial mulai dari PKH, sembako Jabodetabek dan diskon listrik seluruhnya adalah Rp203,9 triliun. Ini diharapkan bisa menjaga demand side dalam 6 bulan ke depan,” papar Airlangga.

Pemerintah juga, kata Airlangga memberikan insentif bagi dunia usaha agar bisa mengurangi jumlah karyawan yang terkena PHK. Hal tersebut disalurkan dalam bentuk pembebasan PPH21, restitusi PPN dan penurunan tarif badan dan stimulus lainnya sebesar Rp120,61 triliun. “Khusus untuk UMKM diberikan Rp123 triliun, lalu untuk pembiayaan korporasi sebeasr Rp53,57 triliun dan sektoral Kementerian Lembaga dan Pemda sebesar Rp106,11 triliun,” tandasnya. 

ASS |*

Pesantren Mulai Diizinkan Dibuka

0

Bandung | Jurnal Inspirasi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan pesantren di wilayah zona biru dan hijau akan mulai diizinkan beoperasi kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait hal tersebut telah diubah menyesuaikan dengan aspirasi yang berkembang. Keputusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah dengan pihak-pihak terkait.

“SK Gubernur sudah diubah sesuai aspirasi yang berkembang, walaupun SK yang pertama itu sudah dimusyawarahkan oleh Pak Uu selaku Wakil Gugus Tugas dengan 79 ulama,” ujar Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil dikutip dari ROL.

Emil mengatakan, Pemprov Jabar akan selalu menentukan kebijakan melalui musyawarah dengan stakeholders terkait, terutama kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. “Jadi pada saat (SK) diumumkan ternyata ada dinamika, ya sudah kita akomodasi menjadi perbaikan-perbaikan yang diharapkan,” katanya.

Poinnya, kata dia, adalah Pemprov Jabar ini kalau melakukan kebijakan selalu musyawarah. “Gak mungkin gugus tugas melakukan keputusan terhadap hajat hidup orang tanpa mengajak orang yang terdampak untuk diskusi,” katanya.

Emil mengatakan, pesantren diizinkan untuk beroperasi terlebih dahulu dari sekolah umum, mengingat kurikulum yang digunakan pesantren tidak sama dengan sekolah umum. Selain itu, mayoritas pesantren dimiliki atas nama pribadi, sehingga kebijakan kurikulum yang digunakan masing-masing pesantren pun berbeda. Dengan demikian, tidak akan terjadi kejomplangan kualitas pendidikan antar pesantren.

Sedangkan bagi sekolah umum, kata Emil, kepemilikan dan kurikulumnya diatur oleh negara sehingga pergerakannya harus satu irama. Adapun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah mengumumkan bahwa sekolah umum boleh beroperasi di zona hijau. Namun hingga hari ini belum ada wilayah Jawa Barat yang termasuk zona hijau. Berkaca dari hal tersebut, pihak Gugus Tugas Jabar memutuskan belum mengizinkan sekolah umum dibuka kembali.

“Kalau pesantren itu rata-rata dimiliki oleh pribadi, kurikulumnya juga tidak sama. Jadi pesantren boleh (dibuka) karena kurikulumnya berbeda, start dan finish-nya beda, maka boleh dibuka duluan dengan catatan kesehatan di zona hijau dan biru dan protokol kesehatan,” papar Emil.

Emil menegaskan, jalau sekolah umum belum dulu. SD, SMP, SMA itu gerakannya harus satu irama, karena dimiliki oleh negara dan kurikulumnya diatur oleh negara. “Pak Kemendikbud sudah mengumumkan bahwa sekolah boleh dibuka di zona hijau. Per hari ini 27 kota/kabupaten di Jawa Barat belum ada (zona hijau),” katanya. 

ASS|**