33.7 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1298

Pungli Belakang Rumdin Kapolres Kebal Hukum?

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Diduga ada sejumlah praktik pungutan liar (pungli) di belakang rumah dinas (rumdin) Kapolres Bogor, Cibinong, luput dari tindakan aparat penegak hukum. Bukan hanya parkir berbayar di area Gedung Kesenian milik Pemerintah Kabupaten Bogor, pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) juga ditawarkan oknum terhadap para pemarkir kendaraan di lokasi samping Mako Polres Bogor, Cibinong.

Presedium Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Zona III, Hendi menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam atas dugaan praktik pungli khususnya terlihat secara kasat mata. “Kalau pungli tersebut masih dibiarkan, kami akan menggelar aksi terhadap penegak hukum untuk bertindak tegas,” ujar Hendi kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/4).

Ia menerengkan, bahwa parkiran berbayar di area Gedung Kesenian tersebut tidak dibenarkan alias melanggar aturan yang berlaku. “Alih fungsi Gedung Kesenian karena areanya digunakan untuk parkiran bertarif. Tarif tersebut tidak ada Perda atau payung hukumnya alias liar. Mirisnya itu dilakukan di belakang rumah dinas Kapolres Bogor,” terangnya.

Ia mengungkapkan, dugaan praktik calo SIM juga disinyalir terjadi pada lokasi serupa dengan parkir tamu Polres Bogor berbayar. “Polisi itu harus bersih terhadap segala seuatu yang berlawanan dengan hukum. Kami minta Kapolres Bogor melakukan pembenahan internal,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Bogor AKBP Harun memaparkan, pihaknya tidak akan tinggal diam atas dugaan praktik pungli di samping Mako Polres itu. “Kami akan tertibkan,” tandas AKBP Harun.

** Noverando H

TPM P3-TGAI Terus Lakukan Pengawasan ke Lokasi Proyek

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Taufik Hadi Gunawan, terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor.

Taufik Hadi Gunawan

Taufik Hadi Gunawan, salah satu TPM yang bertugas di wilayah selatan Kabupaten Bogor mengatakan, untuk proyek P3-TGAI tahun anggaran 2021 sudah mulai dilaksanakan di tiap wilayah yang membutuhkan pasokan air, baik untuk area persawahan, perkebunan maupun perikanan.

Sesuai dengan program pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kata Gunawan, P3-TGAI merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani.

 “Untuk pelaksanaannya sendiri dilaksanakan oleh perkumpulan petani pemakai air, gabungan perkumpulan petani pemakai air atau induk perkumpulan petani pemakai air,” ujarnya kepada wartawan saat di lokasi proyek P3-TGAI DI Cilimus, di Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kamis (23/4).

Gunawan panggilan akrab petugas TPM dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane mengungkapkan, di wilayah selatan yang sudah mulai dilaksanakan pengerjaan P3-TGAI sebanyak 19 titik. “Semua titik tersebar di Kecamatan Cijeruk, Cigombong, Caringin, Ciawi dan Megamendung,” ungkapnya.

Semua pelaksana program P3-TGAI yang ada di masing-masing wilayah, lanjutnya, terlebih dulu membentuk suatu wadah yang dinamakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). “Jadi semua unsur terlibat dalam pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut. Terutama para petani dan warga setempat,” jelas Gunawan.

Gunawan menyatakan, saat melakukan peninjauan ke setiap lokasi kegiatan P3-TGAI, para pekerja sering diingatkan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes). Karena, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Ia berharap, melalui program ini, dapat membantu pasokan air area sawah, kebun atau perikanan masyarakat. Sehingga, tidak lagi kekurangan ketersediaan air dan bisa meningkatkan penghasilan mereka.

 “Kalau air untuk ke area sawah lancar, hasil panen pun kemungkinan meningkat. Dan tidak ada lagi keluhan dari para petani karena gagal panen,” imbuh Gunawan.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Putera Pangrango Ciherang, sebagai pelaksana kegiatan P3TGAI DI Cilimus, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Entis Sutisna menjelaskan, proyek yang dilaksanakan pihaknya merupakan program dari Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane melalui (Ditjen) Sumber Daya Air.

 “Inikan program PKT, jadi untuk pekerjanya juga warga setempat dan melibatkan para petani. Target saya pengerjaan selesai secepatnya agar bisa langsung dinikmati warga,” tegasnya..

Tujuan dari proyek P3TGAI, lanjut Entis, agar warga terutama petani yang memiliki lahan sawah di dua desa, tidak kesulitan mendapatkan pasokan air.  “Makanya saya bangun irigasi ini, karena manfaatnya sangat dirasakan para petani. Bukan hanya petani di Desa Cileungsi saja, tapi juga petani Desa Ciderum,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Pinjaman Online Kembali Resahkan Warga

0

Mesti Ada Aturan Hukum yang Melindungi Masyarakat

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Ulah penagih peminjaman online (pinjol) membuat geram dan meresahkan. Pasalnya, data pribadi si peminjam kerap disebar dan dipermalukan di media sosial. Bahkan kejadian upaya mempermalukan dialami Agustini Setiyorini, istri dari Arief Budiman, Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Bogor yang menjadi salah satu korban tersebut. Padahal diakui Arief, istrinya tak pernah meminjam uang dari pinjaman online.

“Saya berharap ada undang-undang yang mengatur pinjol dan ada pasal yang bisa menjerat oknum merugikan, seperti hal yang menimpa saya seperti ini, karena amat berbahaya sampai bisa terjadi penyebaran dan penyalahgunaan data pribadi juga dipermalukan di sosmed,” ujar Arief, Kamis (22/04/2021).

Diakui oleh Arief, data istrinya sudah sejak tahun 2020 lalu menjadi korban penyalahgunaan data tersebut. “Dulu itu sempet kejadian penipuan ini, datanya data bini. Cuma waktu itu selesai karena nomor rekening yang dipakai dalam transaksi dari pihak si pinjaman online (pinjol) bukan ke rekening bini,” tuturnya.

Kejadian itu kembali terjadi lagi di tahun ini, Arief melanjutkan, selama ini istrinya tidak pernah minjam apapun dari aplikasi peminjaman online. “Tadi pagi istri ada yang neror lagi dari pinjol, saat saya coba konfirmasi penagihnya, dia bilang dari salah satu aplikasi online bernama Dana Rupiah, setelah itu dia kirim foto-foto saya yang dia ambil dari akun Facebook plus melakukan ancaman di WhatsApp, selain itu dia juga sempat comment di beberapa postingan Facebook dengan tujuan mempermalukan,” paparnya.

Mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, Arief langsung konsultasi ke Polsek Citeureup terkait ancaman dan perlakuan tersebut. “Disana (Polsek) diminta untuk buat klarifikasi di media sosial (medsos) bahwa perlakuan tidak menyenangkan oleh oknum tersebut tidak benar, setelah itu saya berangkat ke unit 2 Reskrim Polres Bogor, untuk melakukan aduan, saya di Polres dapat arahan hal yang sama seperti di Polsek karena data pelaporan menurut Reskrim kurang lengkap,” jelas Arief.

Menurut Arief, usai berkonsultasi di Polsek Citeureup dan Polres Bogor, ia mendapati kejadian ini memang marak terjadi.

** Nay Nur’ain

Depresi, Ibu Muda Aniaya Bayinya

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Ibu muda berinisial “G” (16) melukai sang bayi yang baru dilahirkannya di kediamannya di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Tubuh bayi tersebut terdapat beberapa luka menganga di bagian leher, dada, dan wajah.

Saat dimintai keterangan di Rumah Sakit Thamrin Cileungsi, Kanit Reskrim IPTU Didin Komarudin, SH mengatakan, kejadiannya sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan untuk ibu yang melukai bayinya dengan senjata tajam.

“Kronologinya ibu melukai bayinya dengan senjata yang masih kita dalami, hingga menyebabkan luka menganga di beberapa bagian tubuh bayi yang baru dilahirkan tersebut,” jelas IPTU Didin, Kamis (22/04)

Untuk sementara diduga karena malu, hasil perbuatan diluar nikah dan memang kelahiran bayi ini tidak diinginkan, mengingat ibu dari bayi tersebut masih duduk dibangku SMA dan masih dibawah umur.

“Kami saat ini pun sedang mendalaami siapa ayah dari bayi tersebut yang belum diketahui idenitasnya.”

Senada, Management Rumah Sakit Thamrin Cileungsi yang diwakili oleh Manager Medik Dr. Mastika Talip. MARS, yang didampingi oleh Manager Marketing Jani Ginting MM , menjelaskan pada pukul 09.00 Wib kedatangan pasien inisial “G” (16) dengan kondisi yang sudah lemas dan bayinya yang dilapis kain sudah berlumuran darah dengan beberapa luka menganga.

“Secara prinsip kita tidak melihat pasien itu korban penganiayaan atau apapun, tapi memang jelas sekitar jam 09.00 Wib kita kedatangan pasien wanita inisial ” G” (16) dengan bayi perempuannya yang baru dilahirkan dalam keadaan terdapat beberapa luka terbuka,” jelas Jani Ginting.

Menurutnya, selanjutnya pihak rumah sakit langsung menangani secara intensif yang kondisi ibu dan bayinya saat ini sudah membaik dan sudah berada di ruang rawat.

“Tentang apa dan bagaimana pasien tersebut mungkin teman-teman media bisa konfirmasi langsung kepada pihak kepolisian, karena masalah ini saat ini sedang ditangani oleh Polsek Gunung Putri” papar Jani.

Masih menurut Jani, yang jelas ada luka pada bayi tersebut namun dari benda tumpul atau benda tajam pihaknya tidak tahu. “Biar pihak kepolisian nanti yang akan menjelaskan, sejauh ini pasca penanganan dibruang IGD kondisi ibu dan bayinya sudah stabil dan sudah dipindahkan ke ruang rawat,” pungkas Jani, Kamis (22/04).

** Nay Nur’ain

Optimalisasi Keamanan, Pemdes Leuwinutug Lakukan Patroli Gabungan

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Guna mengoptimalisaai keamanan lingkungan kegiatan Poskamling, Pemerintahan Desa Leuwinutug patroli gabungan bersama Ketua LPM, Karang Taruna, Ketua Paguyuban RT/RW, Kasatgas LINMAS dan DESTANA, Rabu malam (21/04).

Kegiatan patroli gabungan diawali dengan apel gabungan yang dilaksanakan di kantor desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup.

Deden Saiful Hamdi, kepala desa Leuwinutug menjelaskan target yang akan menjadi titik patroli yaitu setiap Poskamling yang ada di wilayah Leuwinutug.

“Patroli gabungan ini bertujuan untuk memantau keamanan lingkungan serta mengoptimalisasi giat poskamling sambil memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan” Jelas Kang Denz biasa disapa.

Menurutnya, dengan dilakukannya kegiatan rutin patroli gabungan ini apalagi di bulan Ramadhan bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat biasanya tingkat kriminalitas seperti pencurian marak jika mendekati lebaran.

Maka dari itu sebelum hal tersebut terjadi kita coba mencegah jadi jika ada yang berniat untuk melakukan hal-hal negatif mereka akan berpikir ulang karena aktifnya patroli di wilayah Leuwinutug.

“Selain antisipasi tindak kriminalitas tujuan dilakukannya patroli gabungan ini untuk mengurangi kerumunan di masyarakat, jadi jika kegiatan tersebut tidak terlalu penting dihimbau warga agar tetap diam di rumah,” tegas Kang Denz.

** Nay Nur’ain

Diduga Perkosa Anak Dibawah Umur, Pria Paruh Baya Diamuk Warga

0

Ciseeng | Jurnal Inspirasi

Warga Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Rabu (21/4/2021) malam, dibuat emosi dengan aksi bejat yang dilakukan dua orang pria paruh baya berinisial EN (65) dan SN (50). Keduanya diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur. Warga yang emosi, membogem pria yang sudah kakek-kakek tersebut.

Aksi warga inipun viral di sosial media. Dalam video yang beredar di akun Instagram @infoparung itu, warga terlihat gelap mata dengan berusaha memberikan bogem mentah pelaku pemerkosaan. Warga nekat menerobos rumah Kepala Desa Cibentang yang pada saat itu berusaha mengamankan pelaku dari amukan massa.

Kejadian itu pun dibenarkan Kanitreskrim Polsek Parung AKP Rahmat Triharyo.  Pelaku kata dia sudah diamankan dan kasusnya masih dalam penyelidikan. Namun untuk jumlah pelaku belum merincinya. “Masih dalam penyelidikan,” singkatnya.

Sementara Kades Cibentang, Hasanudin membenarkan adanya dugaan pemerkosaan yang dilakukan dua orang warganya yang bernama EN (65) dan SN (50). “Memang benar adanya seperti itu. Kami Pemdes mengamankan pelaku dari amukan massa,” ujarnya, Kamis (22/4/2021).

Hasanudin menjelaskan, ketika dirinya tengah berbincang dengan pihak keluarga korban, warga yang emosi mulai berdatangan dan mengincar pelaku. “Adapun permasalahan pemerkosaan atau pelecehan seksual yang terjadi, kami belum sempat terlalu jauh menanyakan ke pihak korban karena massa sudah berdatangan,” jelasnya.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Hasanudin langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. “Massa sudah ramai. Untuk kelanjutannya pelaku dan korban saya amankan dengan koordinasi dengan pihak berwajib. Itu untuk menghindari pelaku dari amuk massa. Sekarang sudah ada di Polsek parung,” bebernya.

Selain itu, Hasanduin membenarkan bahwa kedua pelaku EN dan SN merupakan warganya. “Untuk pelaku bapak EN usia 65 tahun warga asli Desa Cibentang dan yang satu lagi bapak SN usia 50 tahun juga  tinggal di Desa Cibentang,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Sempat Ricuh, Pembagian BLT UMKM Kali Ini Kondusif

0

Cibilungbulang l Jurnal Inspirasi

Pasca kericuhan akibat kerumanan massa saat pembagian BLT Usaha Mikro Kecil Menengah di Cibungbulang belum lama ini, kali ini pembagian BLT UMKM berjalan tertib dan lancar. Kepala BRI Unit Cibungbulang Lucky Lukmanul Hakim mengakui kondisi tersebut karena pembagian menjelang bulan Ramadhan.

“Ya memang hari pertama dan kedua pembagian bantuan tersebut sempet tidak kondusif dikarenakan kebutuhan masyarakat saat menjelang bulan puasa meningkatkan, ditambah kita memiliki gangguan teknik saat hari itu,” kata Lucky kepada wartawan, Kamis (22/4).

Dirinya menuturkan, pembagian bantuan UMKM di wilayah BRI Cibungbulang mencangkup 5000 penerima dari wilayah kecamatan Cibungbulang dan Pamijahan. “Total wilayah kerja kita mencangkup 2 kecamatan, Pamijahan dan Cibungbulang, akan tetapi kita harus melayani kebutuhan masyarakat, kita tidak biasa memfilter masyarakat yang datang ke kantor BRI Cibungbulang,” imbuhnya.

Saat pelaksanaan hari pertama dan kedua tidak hanya warga masyarakat Cibungbulang dan Pamijahan saja, bahkan dari luar provinsi pun datang ke sini. “Saat hari pertama bahkan sampai saat ini yang datang bukan dari Pamijahan dan Cibungbulang saja, diluar dari kecamatan Cibungbulang banyak bahkan luar provinsi ada, akan tetapi masih kita layani dengan baik dengan sepenuh hati,” kata dia.

Sementara untuk sekarang per hari hanya 200 yang dilayani, akan tetapi masih ada saja masyarakat yang datang bahkan sampai malem hari, namun kita himbauan dan diberikan pengertian untuk datang sesuai dengan himbauan yang telah kita berikan.

“Alhamdulillah sekarang sudah kondusif bahkan tidak ada kerumunan, jadi kita berikan pemberitahuan kepada masyarakat, dan kita berikan pengarang dengan nomor antrian untuk hadir sesuai yang kita instruksikan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Amal yang Merusak Ramadhan

0

Al-Habib Quraisy Baharun dalam satu tausiyah mengungkap lima hal yang jadi perusak amal di bulan Ramadhan. Lima hal ini patut dihindari ketika kita menjalankan puasa Ramadhan.

1. Beramal Tanpa Ilmu
Salafus sholeh rahimahullah berkata: “Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang rusak karena berjalan tanpa penuntun tadi akan mendapatkan kesulitan dan sulit bisa selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.”

Salafus sholeh rahimahullah juga berkata: “Siapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia bisa tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Riya atau Ujub termasuk perkara orang yang beramal tanpa ilmu. Ia lebih menuruti nafsunya daripada mengikuti kaidah ilmu. Seperti riya, melakukan amal bukan karena mengharap ridha Allah, tetapi mengharap pujian dari orang lain. Begitu juga Ujub yaitu orang yang mengagumi amalannya sehingga mennggap yang lain rendah.


2. Masih Melakukan Maksiat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ahmad).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR Al-Bukhari No 1903).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor.

Kita juga diperingatkan agar menjaga anggota tuhuh dari yang haram. Sebagaimana sabda Nabi berikut: “Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak mustahil. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim).

3. Pelit dengan Harta
Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berderma dan mengeluarkan harta. Dari Ali, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab Baduwi berdiri sambil berkata: “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur.” (HR at-Tirmidzi No 1984)

4. Puasa Tetapi Tak Sholat
Seorang saleh ditanya bagaimana puasa tapi tidak sholat? Beliau menjawab, ‘Saya heran, kenapa ia berpuasa tapi meninggalkan sholat.Bukankah ia mengetahui firman Allah Ta’ala: “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At-Taubah: 11).

Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim No. 82).

5. Terburu-buru Dalam Sholat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sebaik-baik sholat adalah yang lama berdirinya.” (HR. Muslim No 756)
Dari Abu Hurairah, beliau berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang sholat mukhtashiron.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ibnu Hajar rahimahullah membawakan hadits di atas dalam kitab beliau Bulughul Maram, Bab “Dorongan agar khusyu dalam shalat.” Sebagian ulama menafsirkan ikhtishor (mukhtashiron) dalam hadits di atas adalah sholat yang ringkas (terburu-buru), tidak ada thuma’ninah ketika membaca surat, ruku’ dan sujud. (Kitab Bulughul Maram, 49:3, Asy-Syamilah).

**ass

Telkom Pastikan Infrastruktur, Layanan Prima dan Bantuan Ramadan ke Masyarakat

0

TelkomGroup SIAGA RAFI 2021

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dalam rangka memastikan kualitas layanan terbaik ke pelanggan terutama di saat Ramadan dan Idul Fitri 1442H, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali mengadakan rangkaian kegiatan tahunan yang dikemas dalam program TelkomGroup Siaga RAFI 2021 dengan tema “Tetap Terhubung dan Terlindung” yang mulai dilaksanakan sejak awal Ramadan hingga beberapa hari setelah Idul Fitri.

Direktur Digital Business Telkom M. Fajrin Rasyid (kedua dari kiri) didampingi Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta (paling kiri) berinteraksi dengan karyawan sekaligus menyapa pelanggan di Grapari Telkomsel & Plasa Telkom Digital Padjajaran Bogor, Rabu (21/4).

Kegiatan TelkomGroup SIAGA RAFI 2021 ini diselenggarakan secara nasional hingga seluruh Telkom Regional yang terdiri dari tiga program utama, antara lain Layanan Prima, Paket Khusus dan Telkom Berbagi. Kali ini Direktur Consumer Service Telkom, Venusiana dan Direktur Digital Business Telkom, M. Fajrin Rasyid melakukan Kunjungan Kerja Direksi TelkomGroup Siaga RAFI 2021 didampingi Executive Vice President Telkom Regional 2 Jabbotabek, Teuku Muda Nanta di Bogor (21/4).

Direktur Consumer Business Service Telkom, Venusiana melakukan peninjauan infrastruktur di Witel Operation Center dan Sentra Telepon Otomat Bogor. Pada kegiatan tersebut dilakukan pemaparan materi terkait infrastruktur dan aktivitas yang dilaksanakan di kedua lokasi tersebut. Saat menyapa karyawan dan teknisi yang berada di lokasi, Venusiana menyampaikan apresiasi dan pesan semangat kepada seluruh karyawan dalam mengamankan infrastruktur dan memastikan kualitas layanan TelkomGroup. Selanjutnya Venusiana juga berinteraksi dengan pelanggan untuk memperoleh voice of customer sebagai langkah untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan.

”Customer Experience menjadi salah satu prioritas yang harus terus ditingkatkan. Kita juga harus selalu siap siaga memberikan berbagai penawaran menarik dan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” ungkap Venusiana. Ia juga menambahkan bahwa Telkom regional 2 mengemban tugas dan tanggung jawab yang sangat berat dengan berbagai tantangan dan dinamika kompetisi yang ada. 

Sementara itu, Direktur Digital Business Telkom, M. Fajrin Rasyid menyapa pelanggan di Grapari Telkomsel & Plasa Telkom Digital Padjajaran Bogor. Fajrin juga memberikan bingkisan kepada pelanggan serta petugas Plasa. Ia mengingatkan petugas dan karyawan yang beraktivitas untuk tetap menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan dikarenakan situasi pandemi yang masih berlangsung. Sebelumnya, Fajrin membuka kegiatan webinar terkait Ekosistem Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM.

 “Pandemi nyatanya juga memberikan pengaruh terhadap percepatan transformasi digital yang dibuktikan dengan kenaikan transaksi e-commerce yang cukup signifikan. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Telkom. Kita juga harus memperhatikan 3 elemen penting transformasi digital yang terdiri dari people, technology dan process. Mudah-mudahan upaya ini dapat menjadi jalan bagi Telkom agar bisa lebih berakselerasi menuju digital telco company”, jelas Fajrin.  

 Selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan TelkomGroup Berbagi berupa bantuan bedah panti asuhan dan pesantren, santunan anak yatim dan santunan dhuafa. Adapun total bantuan yang diberikan untuk seluruh Telkom Regional mencapai Rp 1,6 milyar. Selain itu, juga dilaksanakan program LinkAja Charity yaitu Program Sahabat Ramadan sebagai media untuk karyawan yang ingin berbagi kepada sesama.

“Mudah-midahan bantuan yang kita salurkan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, bermanfaat dan  digunakan dengan sebaik-baiknya. Semoga pandemi COVID-19 dapat segera teratasi dan kita, seluruh bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT”, jelas Nanta. Nanta juga menambahkan bahwa Telkom Regional 2 selalu siap mengawal program TelkomGroup Siaga RAFI 2021 untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat.  

Diharapkan TelkomGroup Siaga RAFI 2021 dapat menjadi wujud keberadaan BUMN untuk Indonesia khususnya Telkom dapat benar-benar dirasakan manfaatnya tak hanya untuk pelanggan tapi juga dapat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk dapat memaknai Bulan Suci Ramadan serta berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

Selain itu Telkom juga meyakini bahwa pandemi telah mengubah adopsi digital masyarakat. Semoga dengan adanya digitalisasi yang dihadirkan Telkom dapat mempermudah aktivitas masyarakat dan nantinya menjadikan Indonesia menjadi lebih baik lagi.

**Prast/rls

Diagnosa Dulu, Puskesmas Sadengpasar Akan Tangani Nenek Siti

0

Leuwisadeng I Jurnal Inspirasi

Nenek  berusia 70 tahun bernama Siti  di Kampung Baru RT 04 RW 04, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, sudah satu tahun terbaring lemah lantaran lumpuh. Kini kondisinya direspon pihak Puskesmas Sadengpasar, Kecamatan Leuwisadeng.

Kepala Puskesmas Sadengpasar, Drg Febri mengatakan, belum mengetahui secara rinci perihal adanya seorang warga Kampung Baru yang menderita kelumpuhan, tetapi akan dicek keberadaannya.

“Kami baru menjabat sebagai kepala Puskesmas sejak 1 April, dengan begitu kami  masih  mencari informasi lanjutan perihal kondisi bu Siti yang katanya  mengalami kelumpuhan.”

“Nanti bidan Desa Leuwisadeng yang akan mengecek keadaan bu Siti,” kata drg Febri saat ditemui Jurnal Bogor di kantornya, Kamis (22/4).

Menurut Febri, Guna memastikan kondisi penyakit nenek Siti, pihaknya tengah mencari informasi dengan melibatkan bidan desa.

“Progresnya secepatnya akan koordinasi dengan Pemerintah Desa setempat kemudian akan diagnosa,” kata Febri.

“Sebelum BPJS-nya turun, bisa diagnosa di puskesmas dulu,” imbuhnya.

Kendati demikian, kata Febri, untuk mendukung penanganan secara medis,  tentu saja peran keluarga sangat dibutuhkan.

Sebelumnya Kepala Desa Leuwisadeng Rohim Rahmatulah mengaku baru mengetahui ada warganya yang lumpuh karena dia baru satu tahun lebih menjabat kades.

“Dengan informasi ini, kami akan bantu dengan langsung berupaya  untuk pembuatan kartu BPJS, setelah itu akan dibawa ke RSUD,” ungkapnya.

** Arip Ekon