31 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1263

KSR UIKA: Jumlah Pendonor Darah Berkurang di Masa Pandemi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Korps Relawan (KSR) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan donor darah di kampus UIKA pada Rabu (31/3).

Komandan KSR UIKA, Rapika Dea menuturkan, jumlah pendonor darah di masa pandemi berkurang. “Ini disebabkan civitas UIKA yang menjadi target utama kami melangsungkan kegiatan belajar mengajarnya secara daring jadi hanya sedikit dosen dan mahasiswa yang berada di kampus. Ditambah dosen-dosen baru melakukan vaksinasi,” ujar Rapika.

Dia juga menjelaskan persyaratan untuk bisa melakukan donor darah di masa pandemi berbeda dengan keadaan normal. Para calon pendonor diperbolehkan, apabila sebelumnya tidak melakukan vaksinasi dalam 6 bulan terakhir. “Bagi penyintas Covid-19 tanpa gejala diperbolehkan donor setelah 1 bulan dinyatakan negatif, dan yang mengalami gejala diperbolehkan donor setelah 3 bulan dinyatakan negatif,” tambah Rapika.

Prosedur pelaksanaan dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat. Para calon pendonor harus dalam kondisi sehat, memakai masker dan melakukan pengecekan suhu terlebih dahulu. Selanjutnya calon pendonor mengisi formulir dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, barulah pendonor diambil darahnya.

Rapika menjelaskan, “Donor darah tidak menyebabkan penyebaran virus Covid-19 karena jarum dan alat-alat yang digunakan dari PMI dalam kondisi yang steril kemudian tempat duduknya juga berjarak”.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan KSR UIKA Bogor setiap 3 bulan sekali. Tidak hanya diikuti civitas UIKA, sejumlah masyarakat yang berasal dari luar UIKA pun turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya ingin ikut berpartisipasi dan mudah-mudahan bisa bermanfaat. Setelah donor tidak pusing, cuma sedikit lemas aja,” ujar Siti Adhisa, salah satu pendonor. Hasil donor darah akan diserahkan ke PMI Kota Bogor.

** Reka Faturachman [MG/UIK-Jb]

ACT Bogor Lakukan GSPN ke Keluarga Pra Sejahtera

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bogor mengadakan Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN). Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap bangsa, sebagaimana yang kita tahu bahwa saat ini Indonesia mengalami krisis ekonomi akibat pandemi Covid 19 sehingga menyebabkan masyarakat pra sejahtera mengalami kesusahan untuk membeli kebutuhan pokok keluarganya.

“Kegiatan GSPN ini juga berupa support bahan pangan seperti beras wakaf dan air minum wakaf. Ditujukan untuk masyarakat pra sejahtera, masjid, dan pesantren. GSPN ini dilaksanakan bukan hanya wilayah Bogor saja, akan tetapi menjadi sebuah program. Yang digaungkan oleh ACT Pusat, dan juga program ini dilaksanakan pada tiap kantor cabang ACT di seluruh Indonesia,” ujar Faris, relawan MRI ACT-Bogor Raya, Rabu (31/3).

Waktu pelaksanaan GSPN ini tidak memiliki batas waktu. Karena ACT, kapanpun dan dimanapun jika ada laporan yang mengalami kesusahan seperti  bahan pangan atau lain sebagainya, tim ACT akan bergerak.

Masyarakat sendiri mengaku sangat terbantu dengan adanya GSPN yang diadakan ACT. Mereka juga sangat antusias karena tertolong dan berterima kasih karena bisa meneruskan hidup mereka, karena selama ini mereka sangat sulit untuk membeli bahan pangan. “Juga banyaknya antusias dari donatur dan mitra sahabat dermawan juga sangat baik, sehingga sumbangan yang diberikan  cukup banyak karena bangsa ini adalah bangsa yang dermawan,” jelasnya.

Penerima yang akan mendapatkan program GSPN adalah masyarakat pra sejahtera, pedagang kecil, UMKM, tukang parkir, dan lain sebagainya. Sedangkan tempat pelaksanaannya diadakan di masjid, pondok pesantren, atau bisa juga balai desa di setiap kecamatan yang berada di Bogor.

** Nur Anisah Rahmahnda [MG/UIK-Jb]

? HADITS HARI INI

0


31 Maret 2021
17 Sya’ban 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ زَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid, telah bercerita kepada kami Salm bin Zarir, telah bercerita kepada kami Abu Raja’ dari Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Aku mendatangi Surga maka Aku lihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan Aku mendatangi Neraka maka Aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita.

HR Bukhari No. 3002.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hampir Setahun, Longsor di Jalan Setu Asem Belum Diperbaiki

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota Bogor dianggap kurang maksimal dalam menangani longsor yang terjadi pada 11 bulan lalu di Jl. Setu Asem Raya, RW.09, Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. “Warga setempat sih pastinya udah melaporkan ke dinas atau kelurahan, namun cuma mungkin penanganan dari pemerintah juga belum maksimal,” ujar Ita (21), salah seorang pengendara yang melintas, Rabu (31/3).

Jalan yang menghubungkan Kayu manis – Cilebut ini sama sekali belum mendapat perbaikan sehingga masyarakat harus suka rela gotong royong untuk menertibkan pengendara yang melintas. “Cuma warga setempat disini sih masih mau gotong royong untuk bantu dan mengatur jalan,” tuturnya.

Daerah yang kurang memiliki resapan air dengan curah hujan yang sedang tinggi, diduga merupakan salah satu faktor penyebab longsor di Jalan Setu Asem ini.

“Itu kan memang awalnya jalannya udah agak turun ke bawah. Terus memang, warung terdekat dari area itu juga sempet juga hancur. Terus baru juga akhirnya longsor kan. Mungkin karena kurangnya resapan air, terus udah gitu curah hujannya kan tinggi. Memang di daerah sini sih suka banjir gitu. Jadi, mungkin kurangnya resapan dan membuat tanah jadi erosi dan tanah jadi longsor,” jelas Ita.

Akibatnya, warga harus selalu siap siaga menjaga jalan untuk mengatur lalu lintas yang sering kali mengalami macet karena jalan yang dapat dilalui hanya satu arah. Warga juga harus berhati-hati jika keadaan sedang hujan, karena jalan yang rusak ditambah keadaan yang longsor membuat jalan menjadi lebih licin dan berbahaya.

“Mungkin awal-awal sempet ada yang terpeleset, cuma gak banyak sih. Karena warga setempat pun langsung siap siaga untuk saling bantu untuk mengatur jalan disitu,” tambahnya.

Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait perihal Jl. Setu Asem Raya yang longsor dibiarkan hampir setahun tersebut.

** Livia [MG/UIK-Jb]

Hari Ini, Pemerintah Putuskan Nasib Demokrat

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, bersama Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly dijadwalkan akan mengumumkan hasil perselisihan Partai Demokrat, Rabu (31/3). Partai Demokrat kisruh setelah adanya Kongres Luar Biasa (KLB) dengan ketua umum Moeldoko.

“Terkait dengan perkembangan Partai Demokrat terkini, Menkopolhukam dan Menkum HAM didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM akan mengadakan Press Conference secara virtual,” bunyi undangan konferensi pers, Selasa (30/3).

Sebelumnya, kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum telah mendatangi kantor Kemenkum HAM untuk melaporkan kegiatan KLB di Sibolangit, Sumatera Utara. Saat itu, AHY menyatakan menolak pelaksanaan KLB karena berbagai pertimbangan salah satunya karena peserta KLB bukan dari pengurus PD yang memiliki suara sah dan tak sesuai dengan AD/ART partai.

Bahkan kubu AHY menganggap KLB dan kepengurusan Moeldoko abal-abal. Namun kubu Moeldoko tak menggubrisnya dengan menyerahkan susunan kepengurusan dan hasil KLB ke Kemenkum HAM dan meski sempat diminta untuk melengkapi dokumen.

Lalu bagaimana kira-kira keputusan pemerintah? Pertanyaan inilah yang ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh kedua kubu yang berseteru, tetapi juga masyarakat luas. Sebab keputusan pemerintah dianggap akan menentukan kualitas demokrasi di negeri ini.

Menurut pakar hukum tata negara Refly Harun, bila pemerintah konsisten melaksanakan aturan sesuai Undang-Undang No 2/2011 tentang Partai Politik, urusan Partai Demokrat sebenarnya mudah.

Bagi Refly, pemerintah memang tidak seharusnya hanya melihat aspek substansif dalam pendaftaran parpol. Pemerintah tinggal memeriksa apakah AD/ART parpol bersangkutan sesuai UU Parpol.

”Kalau sesuai, terima perubahan dan kepengurusannya. Kalau tidak sesuai, pemerintah hendaknya menyarankan agar diubah sesuai UU Parpol. Intinya pemerinatah tak berwenang menerima atau menolak,” ujar Refly dalam video berjudul Bagaimana Menyelesaikan Konflik Demokrat? Ini Opini RH yang diunggah di youtube dua pekan lalu.

Menurut Refly, bila masih ada konflik, pendaftaran mesti ditahan. ”Harus di-hold. Diterima tapi pendaftar dan AD/ART yang baru tidak bisa dinyatakan sah,” kata Refly.

Apa yang harus dilakukan pemerintah? Menurut Refly, pemerintah mesti menyerahkan kepada partai politik bersangkutan untuk menyelesaikan masalahnya. Hal ini sesuai dengan Pasal 32 UU Parpol. ”Partai politik akan menyelesaikannya masalah internalnya melalui musyawarah mufakat sesuai jiwa Pancasila, kalau tidak tercapai barulah melalui mahkamah partai. Kalau ditolak bisa melalui pengadilan,” tutur Refly.

Sebagaimana Pasal 32 UU No 2/2011 tentang Parpol secara lengkap berbunyi sebagai berikut: (1) Perselisihan parpol diselesaikan oleh internal partai politik sebagaimana diatur dalam AD/ART. (2) Penyelesaian perselisihan internal Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suatu mahkamah Partai Politik atau sebutan lain yang dibentuk oleh Partai Politik.

Lalu (3) Susunan mahkamah Partai Politik atau sebutan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan pimpinan partai politik kepada kementerian. (4) Penyelesaian perselisihan internal Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus diselesaikan paling lambat 60 (enam puluh hari), dan (5) Putusan mahkamah partai politik atau sebutan lain bersifat final dan mengikat secara internal dalam hal perselisihan yang berkenaan dengan kepengurusan.

** ass

Juli Mulai Sekolah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Dalam SKB 4 Menteri tersebut, pemerintah memutuskan untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022, Juli mendatang.

“Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi Covid-19 secara lengkap, satuan pendidikan wajib menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat mengumumkan SKB 4 Menteri secara daring di YouTube Kemendikud RI,  Selasa (30/3).

Nadiem mengatakan sekolah diperkenankan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran jarak jauh.

Menurut Nadiem, satuan pendidikan wajib memenuhi daftar periksa sebelum memulai layanan pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh untuk memenuhi protokol kesehatan.

“Pembelajaran tatap muka terbatas ini dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh karena rotasi. Orang tua dapat memutuskan anaknya kalau mereka tidak nyaman. Mereka boleh memutuskan anaknya PJJ atau dia kembali ke kelasnya,” ucapnya.

Sementara Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dilakukan mulai Juli 2021 mendatang. 

Pembelajaran tatap muka secara terbatas baru bisa dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin Covid-19. Menurut Muhadjir, vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai paling lambat bulan Juni 2021. 

“Ini sesuai dengan komitmen dari Pak Menkes yang sekarang hadir. Sehingga pada tahun ajaran baru di bulan Juli 2021, diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” kata Muhadjir.

Muhadjir menambahkan kesuksesan implementasi SKB 4 Menteri ini sangat tergantung pada komitmen bersama untuk terus bersinergi dan menjalin koordinasi yang harmonis, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

Ia juga sangat mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk pelaksanaan Keputusan 4 Menteri terkait  pembelajaran tatap muka secara terbatas, dengan melakukan sosialisasi kepada satuan pendidikan yang ada di wilayahnya masing-masing. 

“Saya mengapresiasi rencana pembelajaran tatap muka terbatas yang telah dirancang dengan baik, baik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama yang bertanggungjawab dalam pembelajaran sekolah, pembelajaran madrasah dan pesantren. Mudah-mudahan dengan SKB 4 menteri ini semua berjalan seperti yang kita harapkan,” ujarnya.

** ass

PKS: Pintu Terorisme Karena Ketidakadilan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut pintu masuk terorisme dan paham radikalisme adalah ajaran Wahabi dan Salafi sehingga harus dibasmi. Namun bagi PKS, radikalisme dan terorisme punya akar masalah yang berbeda dari pendapat Said Aqil. Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf, awalnya mengatakan tidak bisa mengomentari secara langsung pernyataan Said Aqil. Namun dia punya pandangan tersendiri soal radikalisme dan terorisme.

“Dalam kaitannya, terorisme dan radikalisme menurut saya pemicu terbesarnya itu adalah ketidakadilan dalam kehidupan, dalam kesejahteraan dan kesenjangan dalam mengakses kesempatan,” ucap anggota Komisi VIII DPR itu, Selasa (30/3).

Bukhori menyebutkan, kesejahteraan yang merata bakal mengurangi radikalisme dan terorisme. Dia juga berbicara soal akses kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat. “Jika kesejahteraan telah merata, akses untuk kesempatan terbuka secara adil, saya yakin, hakulyakin, akan sangat mengurangi tindakan radikalisme dan terorisme,” sambungnya.

Bukhori menyebut seharusnya perspektif yang dikembangkan adalah kerukunan, kerahiman dan persaudaraan sesama umat dan sesama anak bangsa, bukan permusuhan dan kebencian. Jika ada perbedaan, katanya, itu wajar dan bisa dicari solusinya.

“Dalam hal ada perbedaan pandangan, itu wajar sebagai umat manusia, karena Allah memang ciptakan manusia dalam keadaan yang berbeda suku, agama, pikiran, dan pandangan, yang penting kita saling mencari titik temu,” tuturnya.

Sebelumnya Said Aqil menyampaikan strategi untuk menghabisi jaringan terorisme. Said Aqil menyebut memberantas jaringan terorisme dilakukan dari benihnya atau pintu masuknya ajaran ekstremisme, yaitu ajaran Wahabi.

“Ini artinya, kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar kita satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuknya yang harus kita habisi. Apa? Wahabi, ajaran Wahabi itu adalah pintu masuk terorisme,” kata Said Aqil dalam webinar ‘Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial’ yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3).

Said Aqil menegaskan ajaran Wahabi bukan terorisme, tetapi pintu masuk terorisme. Sebab, ajarannya dianggap ajaran ekstremisme. “Ajaran Wahabi bukan terorisme, bukan, Wahabi bukan terorisme, tapi pintu masuk. Kalau udah Wahabi, ‘ini musyrik, ini bid’ah, ini sesat, ini nggak boleh, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi sudah halal darahnya boleh dibunuh’. Jadi benih pintu masuk terorisme adalah Wahabi dan Salafi. Wahabi dan Salafi adalah ajaran ekstrem,” ujarnya.

** ass

Benteng Eksistensi Pertanian Ada di Tangan Petani

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada setiap kesempatan menegaskan sistem pertanian yang maju, mandiri dan modern bersumber pada SDM pertaniannya. Untuk itu sangat diperlukan penguatan kapasitas SDM pertanian diantaranya melalui bimtek. “Pertanian yang maju, mandiri dan modern berarti kita bicara SDM. Maka perlu ada penguatan kapasitas SDM pertanian kita,” ujar Mentan SYL. 

Untuk itu Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam hal ini Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kota Madiun pada Selasa,  30 Maret 2021.

Dalam sambutanya, anggota dewan Komisi IV DPR RI Drs, Guntur Sasono, M. Si mengatakan bahwa untuk menghasilkan pangan tidak harus di lahan sawah,  tidak harus lahan luas pangan bisa ditanam dan diproduksi di lahan kota dengan lahan sempit. “Swasembada pangan tidak bisa langsung skala nasional namun dimulai dari swasemba tingkat rumah tangga,  tingkat RT dan selanjutnya tingkat nasional,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun Ir Muntoro Danardono mengatakan pada kegiatan Bimtek ini tetap harus menjalankan protokol kesehatan, selain itu dukungan terhadap program P2L harus berlanjut, karena lahan pertanian di Kota Madiun sudah tidak ada,  maka solusinya dengan pertanian sistem KRPL.

“Oleh sebab itu kita harus bergandengan tangan untuk mewujudkan program tersebut dan saat ini ada target 10 kelompok P2l dan saat ini Kota Madiun sedang menggarap program pemberdayaan  petani milenial, sejalan dengan itu bahwa Madiun bahwa mendapatkan julukan sejuta bunga,  sejalan dengan adanya bunga yang ada di setiap sudut Kota Madiun, ada program baru yaitu budidaya lebah madu,” jelasnya.

Dr Wasis Sarjono SPt M.Si yang juga KaBalai BBPP-Batu mengatakan bahwa dinamika perubahan sangatlah cepat,  salah satunya mekanisasi pertanian dulu mengolah lahan sawah 1.000 meter persegi harus setengah hari, sekarang hanya setengah jam selesai. Bahkan memanen dan mengangkat hasil panen harus sepuluh orang, sekarang sendiri pun sanggup. “Nah, itu semua dampak dari sebuah perubahan dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

** Catur Puryanto/BBPP Batu

Soal Wacana RSUD Rancamaya, Sekda: Belum Pasti Sudah Ramai

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wacana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe A baru di Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, terus bergulir. Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati mengatakan bahwa kehadiran rumah sakit di kawasan tersebut akan lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

“Kalau misalnya ada peluang, pembangunannya bisa melalui APBN. Apalagi disana kita memiliki lahan seluas 5 hektar. Karena kita tidak punya pilihan lokasi lain,” ujar Syarifah kepada wartawan, Selasa (30/3).

Namun, kata Syarifah, apabila pemkot ingin membangun rumah sakit, tentunya harus menempuh pra feasibility studies (FS) terlebih dahulu. “Ini kan wacana, dalam pengertian kita punya lahan di Rancamaya, kalau misalnya ada penawaran pendanaan untuk rumah sakit, itu harus pakai pra FS, dan itu belum ada,” jelasnya.

Tentunya, kata Syarifah, dalam pembuatan FS Dinas Kesehatan (Dinkes) yang akan menjadi leading sektornya. Namun, saat disinggung apakah wacana RSUD baru itu sudah tertuang dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Syarifah mengaku belum mengetahuinya.

“Belum tahu, nanti saya lihat lagi. Kalau untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang penting pola ruangnya bisa, itu nggak masalah. Tapi sekarang kita belum lihat penempatannya,” katanya.

Lebih lanjut, kata Syarifah, kalaupun wacana pembangunan itu terealisasi, tentu direktur utamanya berbeda dengan RSUD yang ada saat ini.

“Ya kemungkinan beda lah. Kalau pun dibangun itu kan perlu pra FS. Sekarang sudah ramai seperti mau membangun rumah sakit yang sudah pasti. Ini ramai karena ada pernyataan dirut RSUD,” katanya.

** Fredy Kristianto

Dewan Tagih Janji PT. Bogor Mineral

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi 3 Achmad Fathoni menagih janji PT. Bogor Mineral yang berada di Kecamatan Tanjungsari terkait pencemaran lingkunga yang berdampak pada saluran air irigasi dan sawah petani, beberapa waktu lalu.

Politisi PKS tersebut mengatakan, setelah Komisi 3 sidak pada 2019 lalu, pihak manajemen PT. BM minta bertemu dan digelar pertemuan dengan anggota Komisi 3, parwakilan petani di Jonggol, dan pihak PT BM.  

“Dalam pemaparan tersebut pihak manajemen memaparkan jika PT BM tidak akan mengambil air dari irigasi dan akan membuat sumur sendiri, dan air pembuangan tidak akan dibuang ke saluran irigasi petani dan akan membuat saluran sendiri yang langsung tembus ke kali Cibeet, dan akan membersihkan sisa – sisa limbah produksinya, termasuk kompensasi untuk petani yang merasa dirugikan,” jelas Fathoni kepada Jurnal Bogor, Selasa (30/3).

Saat itu Komisi 3 DPRD meminta pihak manajemen untuk mengizinkan warga kapan pun ingin menginspeksi, dan izin pun harus segera diurus. Namun ternyata permasalahan tersebut muncul lagi saat dia melakukan reses yakni keluhan – keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, ternyata apa yang pernah dipaparkan oleh manajemen PT BM belum terealisasi.

“Terakhir bulan Maret ini saya kembali mendapat keluhan dari petani, namun saya minta secara tertulis karena saat saya tanyakan kepada pihak manajemen PT BM selalu mengatakan sudah terealisasi, jadi saya minta masyarakat khusunya petani yang kena dampak untuk melayangkan surat pengaduan secara tertulis dan disertai stempel dan tanda-tangan kepala desa setempat,” katanya.

Dia menambahkan, Pemerintah Desa maupun Kecamatan Tanjungsari mesti mendukung jika ada pengaduan masyarakat atau petani secara tertulis, baik kepada dewan maupun langsung kepada Bupati.

“Selain itu perihal perizinan, pihak PT BM harus memiliki izin yang berbeda, izin tambang dan izin pengolahan, karena dalam aturannya harus ada 2 perusahaan yang berbeda dalam menambang dan mengolah, karena kelonggaran izin yang diberikan untuk mengolah atas nama PT BM hanya sampai bulan Maret 2020, jadi jika sampai saat ini untuk mengolah masih atas nama PT BM berarti perizinan belum ditempuh,” pungkas Achmad Fathoni.

** Nay Nur’ain