26.5 C
Bogor
Friday, August 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1245

Mengatasi Stres Ketika Pandemi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sudah sekitar satu tahun lebih kita hidup berdampingan dengan COVID-19. Pandemi ini sangat berdampak dalam segala hal, seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan dan banyak hal lainnya. Pandemi ini menimbulkan banyak persoalan hidup.

Pandemi ini membuat banyak orang merasa cemas, takut, dan ada pula yang merasa frustasi. Sejumlah orang merasa takut terjangkit virus COVID-19 ini. Semua banyangan seperti perasaan takt terkena, harus mengalami kematian dan jauh dengan keluarga membuat pikiran-pikiran sejumlah orang terganggu dan merasa stres.

Ditambah dengan adanya lockdown atau berdiam diri di rumah, kegiatan sekolah, bekerja semua dilakukan di rumah dan secara online, karena belum terbiasa dengan hal-hal tersebut maka dapat menimbulkan gangguan-gangguan pada diri kita, merasa cemas dan stres.

Cemas adalah salah satu bentuk dari stress tersebut. Seperti perasaan khawatir berlebihan, pikiran yang negatif, susah tidur,kepala pusing, dada berdebar, mudah terkejut, emosi tidak stabil dan masih banyak lagi gejala yang ditimbulkan, apabila gejala-gejala tersebut sudah muncul setiap hari dan menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, hal tersebut sudah dipastikan adalah gangguan kecemasan salah satu penanganannya adalah menemui profesional yang bergerak dalam bidang kesehatan jiwa.

** Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]

Langgar Jam Operasional, Truk Tambang Diputar Balik

0

Parung  Panjang | Jurnal Inspirasi

Masih terus membandel karena melanggar jam operasional, sejumlah mobil truk tambang pada Rabu siang (9/6/2021) diputar balikan oleh petugas Pol PP Kecamatan Parung Panjang di Jalan Raya Mohamad Toha, Desa Parung Panjang.

Hal itu juga disusul aduan warga yang mengeluh karena  banyaknya  truk tambang yang melintas pada bukan jamnya. “Kita putar arah, truk tronton yang memiki bobot muatan 10 smpi 20 ton, colt diesel double kita stop karena menimbulkan kemacetan dan melebihi muatan hingga tanah merah berjatuhan ke jalanan, ” ungkap Dada Kokasih, Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Parungpanjang, Rabu (19/06/2021).

Ia menuturkan, meski bukan tupoksinya, namun banyaknya pengaduan masyarakat ke Satpol PP, terkait banyaknya kendaraan truk tronton dan colt diesel yang melanggar pembatasan jam oprasional.

“Meskipun ini bukan tupoksi kita, tapi kita melakukan pemutaran kendaraan untuk keselamatan pengendara yang lain dan untuk menjaga jalan karena udah ada aturan utuk kendaraan tronton bisa melewati di jam oprasional jam 21.00 Wib sampai 05. 00 Wib,” jelasnya.

Lanjut Dadang mengutarakan, pihaknya telah menutup sejumlah galian tanah merah di wilayah Kecamatan Parungpanjang, yaitu Desa Gorowong, Pingku dan Cibunar karena merusak lingkungan.

Namun demikan, Dadang melanjutkan, dirinya sudah mengetahui adanya oknum pengusaha galian tanah merah yang kembali membuka usahanya demi maraup untung besar, tanpa mempedulikan lingkungan.

“Bukan mengetahui lagi, malah kita udah melakukan penutupan galian di berbagai lokasi yaitu Desa Cibunar, Pingku Gorowong sudah kita tutup. Melihat kendaraan, dengan mutan tanah merah berarti ada galian tanah merah kembali buka,” terangnya.

Lanjut Dadang menambahkan, hannya saja adanya oknum pengusaha galian tanah merah yang suka bermain kucing-kucingan dengan Satpol PP Kecamatan Parungpanjang, ketika melakukan kegiatan sidak ke lokasi galian tersebut.

“Kami akan melakukan sidak kembali, ke lokadi tanah merah dan kami akan menyita alat berat milik oknum pengusaha yang bandel sebagai efek jera karena kegiatan galian itu bisa merusak lingkungan, “tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Tersetrum Listrik, Pekerja yang Sedang Ngecor Ruko Jatuh

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Seorang pekerja bangunan  bernama Yusuf (40), warga Cirebon yang sedang mengerjakan sebuah ruko material di Jalan Raya Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, tepatnya di depan Perum Puri Araya, Ciampea harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami kecelakaan kerja terjatuh dari atas bangunan, Rabu sore (9/6/2021).

Diduga korban saat sedang mengecor bangunan di bagian atas itu  besi yang ia gunakan untuk menaikan adukan  mengenai kabel yang melintang dan tersentrum sehingga korban pun terjatuh dari ketinggian 5 meter.

Diungkapkan rekan korban, Wendy, saat itu korban sedang mengecor namun besi yang ia pakai untuk menaikan adukan semen pengecoran mengenai kabel listrik tegangan tinggi yang persis berada di atas bangunan itu.

“Saat itu korban sedang ngecor dibagian atas bangunan, namun tiba tiba besi digunakan untuk ngecor itu mengenai kabel sehingga korban tersetrum dan langsung terjatuh,” kata Wendy.

Sementara menurut warga, Haerul (31), kejadian itu terjadi pada pukul 14.30 Wib dan saat kejadian korban masih tersadar. “Korban langsung dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka bakar dari mulai lengan atas sampai ke alat kelaminnya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Belum Juga Diperbaiki, Kades Curugbitung Ajak Warga Perbaiki Jalan Berlubang

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Ruas Jalan Curugbitung-Nirmala masih belum juga diperbaiki. Jalan yang berada di Kampung  Situhiang  hingga Kampung Cibeureum, Desa Curugbitung, serta Jalan Lingkar Curugbitung Cihiris, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, membuat Kepala Desa Curugbitung Engkos Kosasih prihatin. Dia akhirnya mengajak warga turun ke jalan untuk memperbaiki jalan tersebut.

Warga berswadaya menutupi kubangan di jalan menggunakan bongkahan material batu. “Ruas jalan  ini  sudah cukup lama tak tersentuh dan luput dari perhatian emerintah Kabupaten Bogor,” ujar Engkos Kosasih kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

Akibat cukup lama tidak diperbaiki, jalan milik Kabupaten Bogor kini dipenuhi kubangan yang dalam. Kerusakan itu membuat pengguna jalan kesulitan melintas. “Lagi-lagi saya katakan, jalan itu di setiap tahunnya diusulkan melalui Musrenbang tingkat Kecamatan. Bahkan list pembangunan 2020 sudah tersiarkabar jalan tersebut akan diperbaiki. Seandainya 2020 lalu dilakukan perbaikan, kemungkinan kerusakan jalan itu tidak separah sekarang,” paparnya.

Akibat kubangan dalam, kata Engkos, akhir-akhir ini   pengguna jalan kesulitan melintas, bahkan kerap terjadi kecelakaan. Dia pun turun tangan menggunakan sekop dan meratakan material berupa batu ke lubang di badan jalan. “Masalahnya banyak warga  datang ke desa mengeluhkan kondisi jalan itu. Untuk itu kami bersama para RT, tokoh masyarakat serta Karang Taruna berupaya menutupu jalan yang berlubang,” jelasnya.

Aksi itu dilakukan karena banyak warga yang mengeluh kesulitan berangkat ke sekolah dan ke Puskesmas atau yang hendak ke Pasar Cibeber meminta jalan tersebut untuk segera diperbaiki. “Kami berharap Bupati Bogor pada 2021 ini untuk segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut,” harapnya.

** Arip Ekon

Dua Program Jadi Pembahasan Penting di Minggon Cigombong

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dan peningkatan kinerja Satgas Penanganan Covid-19 desa hingga ke tingkat RT, menjadi pembahasan utama saat melaksanakan rapat minggon Pemerintah Kecamatan Cigombong, Rabu (9/6) di Aula Kantor Desa Srogol.

Sekretaris Kecamatan Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, dua hal penting telah disampaikan kepada para kepala desa dalam rapat minggon ini, yakni Samisade dan Satgas Penanganan Covid-19.

 “Berkaitan bantuan Samisade, saya sampaikan agar para kepala desa mampu mengelola anggaran pembangunan tersebut,” ungkapnya kepada wartawan.

Asep menginginkan, dana besar yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai upaya pemulihan ekonomi, harus tepat sasaran.

Sekcam Cigombong menginstruksikan, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Cigombong, bekerja sama dengan pihak UPT Jalan Jembatan untuk melakukan bimbingan teknis terhadap kepala desa yang akan menerima gelontoran dana Samisade.

 “Para kepala desa agar paham betul maksud  program tersebut. Yang memberi arahan juga harus paham mengenai konsep desa membangun. Libatkan juga tenaga ahli. Karena  kepala desa tidak semuanya paham apa itu padat karya. Siapa yang mengerjakan dan untuk apa. Jadi harus Bimtek dulu,” tegas Asep.

Dijelaskan Asep, program Samisade merupakan langkah Pemkab Bogor untuk upaya pemulihan ekonomi. Asumsinya, dengan memberikan pekerjaan kepada masyarakat, dapat membantu perekonomian, sekaligus meningkatkan infrastruktur desa.

“Agar tidak terjadi penyelewengan, Pemkab Bogor telah menggandeng Kejaksaan Negeri untuk ikut melakukan pengawasan,” paparnya.

Selain itu, dalam penanganan pandemik Covid-19, para kepala desa diinstruksikan untuk meningkatkan kinerja Satgas penanganan Covid-19 tingkat desa hingga RT.

“Baru enam desa dari sembilan desa telah dimonitoring pelaksanaan program penanganan Covid-19,” jelasnya.

Hasil monitoring, Asep berkesimpulan masih perlu ditingkatkan kinerja, terutama dalam mengedukasi warga agar sadar pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. Dari 92.337 warga kecamatan, sambung nya, terdapat yang positif hingga hari ini ada 11 orang pada 4 RT dan 2 Desa.

Jika dipetakan, kata Asep, ada tujuh desa masuk zona hijau dan dua desa zona kuning. Dalam rangka percepatan vaksinasi, khususnya sasaran lansia agar dilakukan dengan mensinergikan satgas desa dan para tenaga medis Puskesmas. Salah satu solusinya, tempat pelaksanaan vaksinasi dilakukan di desa.

 “Alhamdulillah Kepala Puskesmas Cigombong dan Ciburayut bersama para kepala desa setuju, para kades siap memfasilitasi tempat dan menjemput para lansia ke rumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Asep menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Forkopimcam, para kades, para Ketua RW, RT, Babinsa, Banbinkamtibmas, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemasyarakatan, termasuk para tokoh agama.

 “Pada saat libur Idul Fitri dan pelaksanaan PPKM bersama-sama telah melakukan upaya pencegahan pandemik Covid-19,” tukasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cigombong yang diwakili sekretaris kecamatan, Danramil 2123 yang diwakili Babinsa Srogol, Kapolsek Cijeruk Cigombong yang diwakili Banbinkamtibmas Srogol, Ketua MUI, para Kepala Seksi Kecamatan, para Kepala Desa, para Kepala UPT, Kepala Puskesmas Cigombong dan Ciburayut.

** Dede Suhendar

Sintha Dec Checawaty Calon Tunggal Ketua KADIN Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab VIII ) Kabupaten Bogor yang akan memilih calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor dipastikan hanya akan ada satu calon ketua saja. Karena hingga batas akhir pendaftaran calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor pada 9 Juni 2021, hanya ada satu calon yang mendaftar.

Satu Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 yang sudah mendaftar kepanitia yakni Sintha Dec Checawaty ( Ketua ASKONAS ) Kabupaten Bogor yang sudah mendaftar sebagai calon ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 pada tanggal 4 Juni 2021 lalu.

Ketua Tim Pendaftaran Calon Ketua MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 , Didi Furqon Firdaus S, Ip, M, Si mengatakan, hingga pukul 16 : 00 WIB batas akhir pendaftaran calon ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026 hanya ada satu pendaftar sebagai calon ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026.

“Pendaftaran calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 resmi ditutup pukul 16 : 00 WIB , Rabu, 9 Juni 2021 dan hanya Sintha Dec Checawaty yang mendaftar calon ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026 , ” tegas Didi Furqon Firdaus kepada Jurnal Bogor.

Ia menambahkan, semua tahapan rankaian pendaftaran dan pelaksanaan MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026 sudah di Koordinasikan dengan KADIN Jawa Barat termasuk semua Berita Acara Pendaftaran dan Penutupan Pendaftaran Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor 2021-2026.

Sintha Dec Checawaty saat memberikan keteranganya soal MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor dan pencalonanya jadi Ketua Umum KADIN Kabupaten Bogor periode 2021-2026 mengatakan sangat terimakasih atas suport dan dukungan semua asosiasi dan para pelaku usaha di Kabupaten Bogor yang telah memberikan dukungan moril dan motivasinya dalam pencalonannya untuk maju dalam bursa Ketua Umum KADIN Kabupaten Bogor lima tahun kedepan.

“Jika saya dapat amanah jadi Ketua KADIN Kabupaten Bogor lima tahun kedepan. Insya Allah saya akan menjalankan amanah tersebut dengan sekemampuan saya . Selain itu saya akan berupaya menumbuhkan kebangkitan semua sektor usaha di Kabupaten Bogor di tengah Pandemi COVID-19 ” tegas Sintha, Rabu (9/6).

Disamping itu, kata Sintha, KADIN Kabupaten Bogor akan selalu bersinergi dan menjadi mitra terdepan Pemkab Bogor dalam upaya Peningkatan Ekonomi Daerah.

” Saya berharap kita semua selalu berada dalam kondisi sehat di tengah Pandemi COVID -19 yang masih menjangkit saat ini. Selain itu saya optimis pelaksanaan MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor akan berjalan lancar dan memenuhi semua prokes yang ditetapkan Satgas COVID _19 Kabupaten Bogor, ” paparnya

Sintha juga memberikan apresiasi positif kepada semua panitia di SC dan OC MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor yang telah berjibaku untuk menjalankan semua proses dan tahapan pelaksanaan rangkaian MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor selama ini. “Saya bangga atas soliditas semua panitia MUKAB VIII Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan MUKAB VIII KADIN Kabupaten Bogor akan digelar di Pullman Hotel and Resort, 16 Juni 2021 mendatang dan akan diikuti perwakilan atau utusan asosiasi pengusaha yang tergabung dalam keanggotaan KADIN Kabupaten Bogor selama ini.

** Asep Syahmid

Bakmi Karet Ala Grand Depok City

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Bakmi Karet. Sesuai dengan namanya, Bakmi Karet mempunyai tekstur tersendiri yaitu mienya yang kenyal. Makanan Chinese ini, mampu memuaskan selera makan yang kita rasakan saat rasa lapar melanda. Sama halnya dengan Bakmi Karet Ayam Kampung di Depok, tepatnya di Jalan Masjid Nurul Huda s/d Eretan Jalan Kampung Parung Serab, Tirtasari, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

“Produk kami kan, bakmi karet ayam kampung. Paling ada tambahan topping kaya bakso, pangsit dan macem macem,” ujar pendiri Bakmi Karet Ayam Kampung, Sinta Sari kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

Sinta menjelaskan bahwa makanan yang paling favorit dari para konsumennya itu adalah semangkuk Bakmi Bakso. Untuk bahan bakmi yang digunakan berkategori premium salah satunya adalah terigu cakra nomor satu dan telur bebek. Sehingga membuat tekstur bakmi ini menjadi padat dan kenyal.

Untuk kalangan pembeli dari bakmi ini, rata-rata datang dari para pecinta bakmi. “Inikan bukan kayak bakmi yang ada digeroba-gerobak ya, jadi kalo udah tau rasanya mayoritas lebih memilih ini,” terangnya. “Yang pasti, bedanya kita sama yang lain itu dari mienya. Karena kita mienya itu home made, ayamnya juga sama,” tambahnya.

Dinamakan Bakmi Karet pun, karena bakmi tersebut terbilang padat dan kenyal, berbeda dengan bakmi atau mie-mie yang lainnya. Tidak hanya bakmi, mereka juga menyajikan menu kebab. Untuk kebab sendiri, Sinta mendapatkannya dengan hibah dari Aksi Cepat Tanggap atau disebut dengan ACT.

Karena Bakmi Karet ini sudah mempunyai cita rasa tersendiri, konsumen lebih memilih bakmi dari pada menu lain atau kebab tersebut. Kemudian harga yang ditawarkan dari bakmi tersebut dimulai dari Rp15.000 – RP20.000. Harga tersebut masih dibilang standar dari rating rasa yang hadir.

Untuk jam ramai bakmi ini terjadi pada siang hari. Karena banyak yang lalu lalang melewati masjid, serta adapula konsumen yang datang dari berbagai daerah. Dan tak lupa, mereka menyediakan layanan pesan antar bagi konsumen yang ingin mendapati bakmi ini dengan santai di rumah, seperti yang difasilitasi oleh Grabfood atau Gofood serta dengan Google Assistant.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Kopi Manji: Harga Murah, Rasanya Mewah

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Siapa bilang menikmati kopi kekinian harus mahal?. Padahal, saat ini kalian sudah menjumpai banyak franchise kopi yang berkualiatas dengan harga yang terjangkau. Salah satunya adalah Kopi Manji Cabang Depok di Grand Depok CIty (GDC), Kota Depok. Mereka menyajikan menu kopi dan minuman lainnya, dengan bahan yang berkualitas serta harga yang terjangkau.

Kopi manji Cabang Depok terbilang masih baru, karena diresmikannya pada Desember tahun 2020 atau sekitar 3 bulan yang lalu. “Untuk menu favoritnya sih Es Kopi Susu Aren, tapi selain itu kita juga ada seri kopi, seri susu, seri segar dengan berbagai aneka topping macam-macam sih,” ujar Owner Kopi Manji Depok, Ghaby Shabrina kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

“Mau dine-in atau take away juga, yang best seller gituh yang favorit menu Es kopi Susu Aren, sama Caramel Latte.” Tambah Ghaby. Untuk jam ramai di Kopi Manji Depok, terjadi pada malam hari, dimulai dari waktu setelah maghrib ke atas. Banyak juga diantara pegawai kantor yang melaksanakan meeting di Kopi Manji Depok tersebut. “Yang pasti kalo rame banget ya, di hari sabtu kalo ga hari minggunya. Kalo dihari biasa, ada jam-jam tertentu.” Ujarnya.

Rata-rata penikmat Kopi Manji datang dari sekitar Depok, namun ada pula yang datang dari Jakarta, Bogor untuk menggunakan waktu istirahatnya sambil menikmati menu Kopi Manji. Untuk harga yang ditawarkan juga terjangkau, dimulai dari Rp10.000 sampai dengan  Rp20.000 untuk kopi yang berukuran besar. Dan untuk makanannya, mereka menawarkan harga standard yang berkisar Rp.15.000 sampai dengan Rp.25.000.

Ghaby juga menerangkan, bahwa yang menarik dari Kopi Manji ini adalah dengan harga yang murah namun rasanya mewah. Dalam pembuatan kopinya pun mereka menggunakan mesin kopi yang berkualitas.

“Engga sih, Alhamdulillah gak terlalu berpengaruh banget walaupun lagi masa pandemic gini. Dan saya ingin semua pecinta kopi  bisa menikmati kopi dengan rasa yang enak, bahan-bahan yang berkualitas tetapi dengan harga yang murah,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Bikin Panik Satu Kecamatan, Bocah 7 Tahun Dikabarkan Hanyut Ditemukan di Tangerang Bersama Neneknya

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Sempat bikin panik orang satu kecamatan karena hilang, bocah berusia 7 tahun  bernama Hilal, warga Desa Susukan RT 06, RW 03, Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor akhirnya ditemukan selamat. Hilal ternyata ikut bersama neneknya ke Ciledug, Tangerang.

Sebelumnya Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di kali Pelayangan, Desa Susukan, usai menerima laporan ada seorang anak laki-laki yang hanyut ketika bermain di area kali tersebut pada Senin, 7 Juni 2021.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Qolby mengatakan bahwa tim SAR gabungan bergerak atas laporan dari masyarakat.

“Kemarin, kami menerima laporan dari relawan Bojonggede, Desa Susukan bahwa ada seorang anak laki-laki yang hilang diduga terpeleset dan tercebur di kali Pelayangan, pada pukul 11.00 WIB, korban pulang ke rumahnya selesai melaksanakan les sekolah, tidak lama kemudian korban bersama adiknya keluar rumah untuk bermain bersamatemannya,” ujarnya.

“Pada pukul 12.00 WIB, adik korban pulang ke rumah, tapi tidak bersama kakaknya, orang tua korban (ibu) menanyakan kepada sang adik, kakak main dimana? Adik korban menjawab kakak bermain di seputaran kali Pelayangan untuk mencari sandal temannya yang hilang,” tambahnya.

Lebih lanjut, pada hari kedua, tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian sejak pagi hari.

“Tim berkoordinasi dengan RT dan RW setempat serta Babinsa dan Bimas Susukan, menginput data-data korban, lalu tim bersama warga setempat, Babinsa serta Bimas melakukan penyisiran darat dari titik O sampai jembatan jaraknya sekitar 3 kilometer,” ungkapnya.

“Tidak hanya itu, tim SAR gabungan melakukan penyedotan kolam yang dikhawatirkan korban tercebur ke dalam kolam yang berada dengan titik 0 korban,” sambungnya.

Bahkan, tim SAR gabungan menghentikan pencarian korban ketika hari mulai senja dan cuaca tidak bersahabat. “Upaya yang dilakukan tim beserta masyarakat belum menemukan korban, pencarian dihentikan pada pukul 16.00 WIB,” paparnya.

Sementara itu, JKU Polres Bogor, Purba menegaskan bahwa korban ditemukan dengan kondisi selamat. “Jadi kemarin diinfokan ada anak kecil yang hanyut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian, tapi ternyata anak tersebut dibawa neneknya ke daerah Tangerang,” jelasnya.

“Alhamdulillah korban selamat, dan kami nyatakan informasi pencarian korban dayung patah dihentikan, clear,” tambahnya.

** Cepi  Kurniawan

Serap Tenaga Kerja, Program Pisew di Sukaluyu-Hambaro Dirasakan Manfaatnya

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) di Desa Sukaluyu dan Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor  disambut baik warga. Lantaran program tersebut dinilai telah memberikan manfaat secara luas.

Kepala Desa Hambaro H Pirdaus mengaku bersyukur dengan  program tersebut karena penyerapannya telah dirasakan warga di dua desa. “Program Pisew digulirkan pada saat yang tepat, disaat masyarakat kesulitan mencari pekerjaan akibat terdampak wabah Covid-19,” ujar H Pirdaus kepada Jurnal Bogor, Rabu (9/6).

Menurutnya, jalan stapak kini  telah dilebarkan dengan menggunakan anggaran dari Kementrian PUPR sebesar Rp 600 juta  dalam program Pisew.

H Pirdaus mengatakan, kehadiran program Pisew itu, selain menunjang akses pendidikan dan pertanian, program pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

“Dimasa pandemi ini, puluhan warga di dua desa mengaku bersyukur karena telah  mendapatkan pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Jumanta menerangkan, pengerjaan  jalan dari program Pisew diawali   dari titik Kampung  Sukamulya, Desa Sukaluyu menuju Kampung Legokkemang, Desa Hambaro sepanjang 680 meter dengan lebar 3 meter. “Pengerjaannya, termasuk TPT serta 2 titik pembangunan   jembatan  permanen,” ungkapnya.

Kehadiran jalan itu dibangun kata dia, sudah lama dinantikan warga. “Kedepan kami harap program tersebut bisa berkelanjutan. Khususnya di wilayah Kecamatan Nanggung yang memang masih banyak membutuhkan pembangunan,” jelasnya.

Maka itu, lanjut Jumanta, mewakili masyarakat di dua desa mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah menggulirkan program Pisew  ke desanya.

** Arip Ekon