26.5 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1211

Dibikin Santai, Vaksinasi Covid Bojong Nangka di Katoomba Disambut Iringan Musik

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Bojong Nangka kembali melakukan vaksinasi masal Covid-19 untuk masyarakat umum. Menariknya, pemberian vaksin berlangsung dalam suasana berbeda seperti biasanya yakni vaksinasi diadakan dengan suasana santai dengan iringan musik yang diadakan di kolam renang Katoomba, Senin (12/7).

Wawan, warga desa Bojong Nangka yang mengikuti vaksin mengatakan, dirinya baru mengikuti vaksinasi pertama saat ini karena sibuk kerja dan khawatir terpapar mengingat pemberitaan di televisi yang membeludaknya korban virus Covid – 19.

” Khawatir ya karena makin banyak , makanya saya coba ikut vaksin karena takut dan untuk menambah imun,” jelas Wawan kepada Jurnal Bogor.

Masih kata Wawan, suasana yang diciptakan oleh Pemdes Bojong Nangka pun berbeda seperti suasana vaksin pada umumnya yang membeludak dan membosankan.

“Suasana disini sambil nunggu giliran vaksin jadi nyaman suasana terbuka dan sambil diiringi suara musik jadi tidak tegang,” katanya.

Senada ,H. Amir Arsyad, Kepala Desa Bojong Nangka mengatakan, untuk vaksin kali ini diikuti sekitar 400 peserta umum dengan rentang usia dibawah 50 tahun.

Pihaknya sengaja memilih Katoomba untuk tempat vaksinasi, selain luas juga nyaman untuk warga yang menunggu giliran jadi tidak jenuh sambil diiringi suara musik dan pemandangan yang bisa dipakai untuk selfi.

“Kita ciptakan suasana seperti ini selain Katoomba memiliki tempat yang luas hingga menampung 1000 orang pun bisa juga areanya terbuka dan nyaman, jadi warga yang menunggu divaksin tidak tegang dan merasa nyaman dengan iringan musik dan suasana adem,” jatanya.

Dia menjelaskan, untuk saat ini antusias dan kesadaran warga sudah sangat tinggi sehingga saat mendapatkan informasi vaksin langsung datang. Dia berharap ada tambahan kuota untuk Desa Bojong Nangka mengingat masih banyak warga yang ingin divaksin namun tidak kebagian kuota.

“Saya minta tambahan kuota untuk Desa Bojong Nangka, agar warga saya bisa seluruhnya divaksin guna pencegahan penularan Covid-19 , apalagi saat ini Desa Bojong Nangka sedang membeludak dengan banyaknya yang di isoman dan meninggal,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Lonjakan Kasus Covid di Kota Bogor Disebabkan Varian Delta

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor disinyalir lantaran telah masuknya covid varian delta. Pasalnya, hingga Minggu (11/7) kasus aktif di ‘Kota Hujan’ mencapai 7.514. Angka tersebut setelah adanya tambahan 228 pasien baru.

Kepala Bidang Pengembangan Bisnis dan Pengendalian Mutu RSUD Kota Bogor, dr. Armain Rowi mengatakan bahwa virus corona saat ini telah bermutasi untuk mengelabuhi sistem kekebalan tubuh.

“Salah satu varian yang saat ini cukup ditakuti adalah varian delta, dengan tingkat penularan lebih cepat dibandingkan jenis sebelumnya. Bahkan penelitian di lapangan menyebutkan 4 hingga 10 kali lebih cepat dari varian sebelumnya,” ujar Armain kepada wartawan, Minggu (11/7).

Laporan terbaru, kata Armain, menunjukkan bahwa varian delta per 1 Juni 2021 telah teridentifikasi di 62 negara termasuk Indonesia, berawal dengan kemunculannya di India pada Desember 2020.

“Gejala yang timbul pada setiap orang sangat berbeda. Pengaruh perbedaan karena faktor daya tahan tubuh, usia, jenis kelamin bahkan kebiasaan. Gejala akibat infeksi virus ini juga bervariasi, mulai dari bersifat ringan hingga berat,” kata Armain.

Bahkan, sambung dia, beberapa keluhan yang diinfokan bertambah parah pada rentang waktu tiga sampai empat hari pasca terinfeksi.

“Gejalanya demam, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan. Gejala umumnya seperti batuk, sesak napas, kelelahan, anosmia, nyeri otot, serta gangguan pencernaan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa covid varian delta lebih mudah dan cepat menular daripada varian virus corona lainnya. Sejauh ini riset menunjukkan bahwa tingkat penularan Covid-19 varian delta kurang lebih 40 persen dibandingkan virus corona varian alpha.

“Alasan penularan yang cepat ini masih diteliti, walaupun ada teori yang menyebutkan bahwa protein pada permukaan virus corona varian delta lebih mudah menyatu dan berbaur dengan sel manusia, sehingga membuat virus tersebut lebih mudah mengalahkan sistem kekebalan tubuh dan menginfeksi manusia,” jelasnya.

Selain itu, kata Armain, corona varian delta diketahui juga memiliki kemampuan berkembang biak dengan cara menggandakan diri lebih baik dibandingkan virus sebelumnya.

“Laporan kasus menyebutkan bahwa lebih banyak pasien positif Covid-19 varian delta yang membutuhkan perawatan di rumah sakit daripada pasien corona varian lain. Bahkan penularan varian ini menjadi alasan penuhnya keterisian tempat tidur rumah sakit,” jelasnya.

Bahkan, sambung dia, komplikasi yang ditimbulkan oleh varian ini lebih parah pada pasien lansia atau yang memiliki komorbid (penyakit penyerta sebelumnya), seperti diabetes, hipertensi, atau asma semuanya berhubungan dengan rendahnya pertahanan tubuh atau system imun manusia.

“Varian delta ini dikatakan lebih mudah menginfeksi anak-anak, remaja, dan orang dewasa di bawah usia 50 tahun. Penderita kelainan system imun dan orang-orang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 juga berisiko tinggi terinfeksi,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, walaupun sampai saat ini belum ada vaksin yang dirasa benar-benar dapat mencegah,penyakit Covid-19, tetapi upaya vaksinasi tetap dilaksanakan. Sebab, vaksinasi yang tersedia saat ini dapat memberikan perlindungan terhadap beragam varian virus COVID-19, termasuk varian delta.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian 2 dosis vaksin corona, seperti vaksin Astrazeneca dan vaksin Pfizer, cukup membentuk memiliki antibodi yang dapat melawan covid varian delta. Meski demikian ada hal-hal yang harus diperhatikan bahwa vaksinasi dosis pertama hanya memberikan perlindungan terhadap varian Delta sebanyak 33 persen. Sedangkan perlindungan vaksin Covid-19 dosis lengkap terhadap varian Delta diketahui bisa mencapai 60 hingga 80 persen tidak berbeda dengan perlindungan terhadap varian virus Corona lainnya,” katanya.

** Fredy Kristianto

Sehari, Kota Bogor Butuh 60 Ton Oksigen

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis dan liquid oksigen tank di sejumlah rumah sakit di Kota Bogor. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bima Arya menyebut, jika Kota Bogor mendapat pasokan oksigen 30 ton oksigen di enam filling station per hari, maka bisa dikatakan aman.

Usai melakukan rapat di Balai Kota Bogor, Minggu (11/7) siang. Bima Arya didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mendatangi tempat penyimpanan tabung oksigen medis di rumah sakit Ummi Bogor.

Kemudian, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor ini mengecek Liquid Oxygen Tank di rumah sakit PMI, rumah sakit Medika Dramaga dan rumah sakit Mulia.

“Tadi saya rapat di Balai Kota memetakan stok oksigen. Sebagian besar rumah sakit di Kota Bogor memang kondisinya sama, krisis ketersediaan oksigen, karena 6 filling station di kabupaten (Bogor) yang biasa memasok itu kurang pasokan,” kata Bima Arya usai meninjau Liquid Oksigen Tank di rumah sakit Mulia Bogor.

Bima Arya mengaku komunikasi secara intensif dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan. Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali itu menyatakan akan membantu memasok kebutuhan oksigen medis ke Kota Bogor.

“Saya sudah komunikasi dengan pak Luhut. Beliau berjanji akan membantu, tadi malam ditambah di dua filling station di Cileungsi dan Citeureup. Tapi masih kurang, saya minta untuk Kota Bogor paling tidak perhari untuk satu filling station di drop 5 ton. Kalau 5 ton di drop rutin di 6 filling station, maka Insya Allah akan mencukupi, ” kata Bima.

Skema yang dirancang untuk menanggulangi kekurangan oksigen medis kata dia, pihaknya akan terus mengecek dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit mengenai kebutuhannya. “Yang penting kita cek, kita komunikasi dengan rumah sakit. Jadi, ketika sudah emergency ini bisa diantisipasi bersama-sama,” jelasnya.

Sejauh ini Bima Arya menyebut, rumah sakit yang memiliki liquid oxygen tank hanya mampu bertahan 1-2 hari saja. “Ya, 5-6 rumah sakit yang pasokannya besar ini bisa bertahan 1-2 hari ke depan. Seperti di rumah sakit Mulya ini tadi malam kritis kondisinya, kalau tidak datang pagi-pagi bisa habis. Seperti itu polanya, 1-2 hari bertahan. Jadi, perlu diperbesar memang pasokan di Kota Bogor ini secara keseluruhan,” ungkapnya.

** Fredy Kristianto

Bima Apresiasi Bantuan Peti Jenazah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Aksi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Bogor menyerahkan bantuan 20 peti jenazah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam hal ini RSUD Kota Kota, beberapa waktu lalu, mendapat respon positif dari Wali Kota Bima Arya.

Menurut dia, Pemkot Bogor bergerak dari hulu ke hilir meminta bantuan semua. Ia pun terpaksa menyebut kondisi Kota Bogor saat ini di fase SOS atau emergency. Tak ayal bantuan harus dari hulu ke hilir, mengingat Kota Bogor membutuhkan sebanyak mungkin tambahan tempat tidur, ruang isolasi, pusat isolasi, APD, vaksin dan tenaga kesehatan diperkuat.

“Kalau tidak ditambah semua, maka situasinya akan semakin buruk. Sehingga jika tidak bergerak sama-sama, maka Kota Bogor akan masuk ke fase seperti di India,” ujar Bima Arya.

Ia menyebutkan, hampir setiap hari angka penularan covid menyentuh 300 orang. Disamping itu angka kematian pun semakin tinggi.

Pihaknya pun sudah memetakan kebutuhan peti jenazah ini, dan menurutnya lebih praktis peti mati disimpan di RSUD. “Buat penderma bantu peti mati, bantu semua yang kita perlukan,” kata Bima.

Ia menjelaskan, kebutuhan peti mati di rumah sakit harus dipersiapkan. Namun, agar peti mati bisa diketahui kebutuhannya, sehingga bantuan peti mati dari Kadin Kota Bogor ini diserahkan di RSUD Kota Bogor. Karena RSUD ini yang mengetahui kebutuhan peti mati bagi pasien Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Kadin Kota Bogor Almer Faiq Rusydi mengatakan, pemberian 20 peti jenazah lantaran pihaknya ingin membantu dan bersinergi dengan Pemkot Bogor mengatasi Pandemi Covid-19. Pasalnya, beberapa waktu lalu ia pun merasakan kesulitan mendapat peti jenazah untuk saudaranya yang meninggal dunia karena Covid-19.

“Alhamdulillah hari ini kami menyumbangkan 20 peti mati, mudah-mudahan diterima. Saya berharap bisa bersinergi membantu Pemkot Bogor agar pandemi ini cepat berakhir,” harapnya.

** Fredy Kristianto

Area Kantor Perumda Tirta Pakuan Terlarang Bagi Anak-anak

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perumda Tirta Pakuan mengeluarkan pemberitahuan agar anak-anak tidak dibawa ke area kantor Perumda Tirta Pakuan. “Dimohon dengan sangat untuk tidak mengajak anak-anak ke area kantor Perumda Tirta Pakuan di Jalan Siliwangi 121, karena masuk zona merah Covid-19.” tulis pesan dari Perumda Tirta Pakuan dalam edaran pemberitahuannya, Minggu (11/7).

Seperti dilansir Halodoc, potensi bahaya dari virus corona jenis delta sangat tinggi. Virus jenis ini justru banyak menyerang anak-anak muda. Bahkan, serangan yang terjadi dapat langsung menimbulkan dampak dengan gejala berat. Saat alami gejala berat, tingkat kesembuhannya menjadi lebih kecil.

Selain itu, peningkatan kasus Covid-19 akibat varian delta juga terjadi pada anak-anak. Apalagi hingga saat ini belum ada vaksin untuk anak-anak. Jadi Ayah-Bunda, ayo jaga buah hati kita agar tidak terpapar virus ini.

Tetap manfaatkan layanan online untuk seluruh transaksi dan pelayanan pelanggan. Pembayaran tagihan air bisa melalui ATM, mobile banking, PPOB, aplikasi e-commerce dsb. Sedangkan layanan pelanggan bisa melalui saluran Call Center 24 Jam di nomor 0251-8324111 atau chat WA 08111182123.

#dirumahaja #covid19 #bogorlawancovid19 #tirtapakuan #perumdatirtapakuan #bogor #kotabogor #ikhtiaruntukkotabogor

**ass/rls

Bupati Datangi Rumah Ibu Hamil yang Ikut Viral di Puskesmas Situ Udik

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Untuk memastikan kondisi ibu hamil yang viral dalam video pelayanan Puskesmas Situ Udik beberapa hari lalu, pada Sabtu siang (10/7/2021) Bupati Bogor Ade Yasin menyambangi rumah ibu hamil tersebut di Kampung Cimanggu 1, Kecamatan CIbungbulang, Kabupaten Bogor.

Dalam kunjungannya ke rumah seorang ibu hamil bernama Rohayati, Ade Yasin menyampaikan bahwa ternyata Rohayati hanya ingin mengantar suaminya berobat ke Puskesmas. “Ya ibu hamil ini ternyata sehat walafiat, alhamdulillah, kemarin dia mau bawa suaminya demam, terus dia tanya BPJS dimana, katanya di Pukesmas Situ Udik, posisi bertanya, dan sekaligus mengantar suaminya untuk berobat,” ungkapnya kepada awak media, Sabtu (10/7/2021).

Menurut Ade Yasin, ternyata dia tidak Covid-19, yang merekam itu mungkin yang terkonfirmasi positif Covid-19, Bupati juga telah memerintahkan Camat dan Kades untuk mencari  perekam video tersebut dan sekarang sedang proses pencarian petugas agar tidak berkeliaran dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri.

“Si ibu saja gak kenal sama yang video,  makanya itu gak paham yang videoin siapa. Makanya ketika si ibu hamil datang sudah divideoin, yang videoin bilang saya positif (ungkap wanita dalam video – red), seolah-olah si ibu ngomong karena gak keliatan pake masker. Padahal ibu ini gak bilang apa-apa, yang ngomong yang videoin,” ujarnya.

Sementara Rohayati menuturkan, bahwa petugas Puskesmas saat itu mengatakan agar dirinya datang kembali ke pukesmas esok hari, namun dirinya membenarkan pukesmas sedang karokean. “Di suruh datang besok oleh petugas, iya sedang karokean, nanya untuk BPJS doang sih, iya suaranya keras, saat di lokasi saya sempet ketok-ketok pintunya,” tutupnya.

Sebelumnya, viral video seorang pasien hamil dan pasien diduga positif yang hendak berobat ke Puskesmas Situ Udik, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor mendapati Puskemas tutup, bahkan dalam video yang viral itu terdengar suasana karaokean di dalam Puskemas.

** Cepi Kurniawan

Bupati Tegur Staf Puskemas Situ Udik, Dokter Leni Minta Maaf

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Beredarnya video Puskemas Situ Udik membuat Bupati Bogor Ade Yasin geram dan  Sabtu siang (10/7/2021) langsung melakukan sidak ke Puskesmas Situ Udik. Bupati langsung mencari sound dan mic yang digunakan petugas puskesmas untuk karaoke, namun sayang mic dan sound itu ternyata merupakan alat untuk memanggil pasien.

Selain itu juga Bupati memanggil Kepala Puskemas dan staf yang melakukan karaoke saat jam pelayanan Puskesmas serta mengumpulkan puluhan staf dan nakes di Puskesmas Situ Udik.

“Hari ini saya memberikan teguran sekaligus arahan jangan terulang lagi karena memang peristiwa itu terjadi pada saat jam kerja,” ungkap Bupati Ade Yasin kepada wartawan usai melaksanakan sidak ke Puskesmas Situ Udik pada, Sabtu (10/07/2021).

Ade Yasin sangat menyayangkan, atas kejadian itu sehingga videonya viral di media sosial, sehingga dirinya mendatangi Puskesmas Situ Udik dan memberikan teguran keras kepada seluruh pegawai termasuk Kepala Puskesmas.

Bahkan dirinya meminta, kepada Kepala Puskesmas Situ Udik untuk mendatangi rumah ibu hamil yang ada di dalam video viral itu. Pasalnya, sudah mengabaikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Tadinya kalau memang ada alat karokenya mau saya sita, tapi ternyata tidak memakai alat karoke , tapi pakai sound system yang untuk manggil pasien, ya mungkin karena stres atau apalah mereka, tapi itu tetap salah karena dilakukan pada saat jam kerja,” tegasnya.

Ade Yasin menyampaikan, kalau untuk pelayanan di setiap Puskesmas yang berada di Kabupaten Bogor  seharusnya tutup sampai pukul 16.00 WIB, kecuali pada hari Jumat pelayanan hanya sampai jam 11.00 WIB. “Dan itu juga harus ada petugas yang jaga, kejadian ini tidak boleh terjadi lagi,” tukasnya

Terpisah, Kepala Puskesmas Situ Udik drg. Lenny Asyita menyampaikan, permintaan maafnya atas ketidaknyamanan dalam pelayanan, untuk itu dirinya bersama rombongan Bupati Bogor mengunjungi rumah seorang ibu hamil yang ada di dalam video viral tersebut.

“Hari ini saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada ibu hamil yang ada dalam video itu, hari ini juga tadinya dia mau ke rumah sakit, berhubung ada kejadian ini akhirnya Senin besok dia mau datang periksa lagi ke Puskesmas,” ucapnya.

Sebelumnya, viral video seorang pasien hamil dan pasien diduga positif yang hendak berobat ke Puskesmas Situ Udik, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor mendapati Puskemas tutup, bahkan dalam video yang viral itu terdengar suasana karokean di dalam Puskemas.

** Cepi Kurniawan

Realisasikan Samisade, Pemdes Pabuaran Bangun Jalan Poros

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Bantuan program Satu Desa Satu Miliar (Samisade) terus bergulir di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Tidak terkecuali di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang dimana realisasikan Samisade dengan membangun jalan poros kampung dan turap. Pembangunan ini disambut baik warga dan petani, pasalnya bisa meningkatkan potensi pertanian, peternakan dan UMKM.

Kepala Desa Pabuaran Ayoh Yohana mengatakan, pembangunan jalan poros kampung dan turap itu, akan membuka akses jalan antara Kampung Bangkong Reang dan Kampung Pondok.

“Lokasinya berada di tengah area persawahan warga yang sangat luas, pembukaan jalan di wilayah Kampung Pondok RW 8 dengan panjang jalan 800 m lebar 3.20 m dan ketebalan 0.12 m. Serta pembangunan turap sepanjang 982,80 x 0,4 x 0,5 x 2 sisi. Ini bisa dirasakan semua warga, dan pengerjaan dilaksanakan dengan cara padat karya,” kata Ayoh Yohana.

Ayoh menambahkan, untuk tahap pertama ini berupa pengerasan jalan poros kampung dan pembangunan turap atau TPT. Ini benar-benar membuka jalan di pertengahan sawah yang menghampar luas. Bahkan nanti ada beberapa jembatan karena ada kali kecil yang dilalui jalan ini.

“Harapan saya warga dan para petani serta warga yang memiliki pertanian dan perternakan bisa memanfaatkan jalan ini untuk memingkatkan ekonomi mereka umumnya perekonomian warga Desa Pabuaran,” ujarnya.

Sementara Kasi Ekbang Kecamatan Kemang Titin Hartini, yang turun langsung ke lapangan untuk melihat lokasi jalan poros kampung dan pembangunan turap/TPT mengatakan, dirinya selaku tim pengawas dari kecamatan hanya memastikan pekerjaan bisa berjalan dan sesuai target pengerjaan tanpa mengurangi kualitas pembangunan.

“Untuk saat ini tahap pengerasan jalan, karena jalan dipertengahan sawah tanahnya sangat labil. Serta pembangunan turap supaya jalan kuat dan kokoh, tadi saya berjalan dengan ibu kades langsung melihat lokasi. Memang benar jalan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh petani. Hamparan sawah yang begitu luas membuat Pabuaran kaya akan hasil pertanian dan peternakan, saya minta warga juga ikut membantu dan merawat jalan ini,” tukasnya.

Sementara salah satu warga sekitar, Iman Setiawan mengaku senang akan dibangunya jalan poros kampung di wilayahnya.

“Nanti kalau bawa hasil sawah bisa langsung lewat jalan ini. Karena sekarang ini kalau bawa pupuk atau hasil tani harus dipikul. Dengan adanya jalan ini mobil bisa langsung menuju ke sawah,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Penyebaran Covid-19 Meningkat, Muspika Nanggung Gelar Rakor PPKM

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Menindaklanjuti kebijakan  pemerintah pusat berdasarkan arahan Presiden Jokowi, dan Keputusan Bupati Bogor tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, Muspika Kecamatan Nanggung melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dalam upaya pengendalian Covid-19 yang belakangan ini meningkat.

Rapat koordianasi bertempat di Aula Desa Kalongliud dihadiri para Kepala Desa se- Kecamatan Nanggung. Camat Nanggung Ae Saefullah menjelaskan, rakor ini dalam rangka evaluasi penegakkan PPKM Darurat yang terus dilakukan oleh jajaran Muspika Kecamatan Nanggung saat ini.

“Kami juga memberikan motivasi kepada masing-masing kepala desa yang ada di Kecamatan Nanggung,” ujar Camat Nanggung Ae saefullah, kemarin.

Di samping itu, kata Ae dirinya akan melakukan kegiatan razia penegakan protokol kesehatan (Prokes) di tiap titik. “Hingga sampai dengan tanggal 20 Juli mendatang kita secara kontinyu terus-menerus sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, ” imbuhnya.

Sementara, target untuk pemberian vaksin di Kecamatan Nanggung, menurut Ae Jumlah sasarannya mencapai 4000 orang dari 11 desa di Kecamatan Nanggung. “Untuk satu minggu yang akan dimulai pada Rabu hingga Kamis nanti,” tukasnya. 

** Arip Ekon

Petani Milenial Menimba Ilmu di Korea Selatan

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai terobosan programnya terus berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju.

Arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan. Pertanian kita harus mandiri dan modern sehingga keluarga petani semakin sejahtera. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan.

Demikian pula keberhasilan pembangunan pertanian Indonesia terletak pada kekuatan para petani kita. Karena itu, pembangunan SDM pertanian juga wajib dilakukan diantaranya melalui pelatihan  termasuk didalamnya kegiatan Magang.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc dalam kesempatan pertemuan sosialisasi Magang Petani milenial ke Korea Selatan mengatakan  persiapan magang jepang sudah diselesaikan bahkan termasuk program SSW semua UPT sudah melakukan pelatihan bagi calon peserta yang akan berangkat ke Jepang namun demikian para calon peserta magang Jepang harus tetap bersabar sekalipun mereka sudah lulus baik itu ujian bahasa maupun teknis masih harus menunggu  pemerintahan Jepang untuk membuka kembali  mengirimkan petani milenial karena kondisi covid yang masih belum mereda.

Sementara dalam rangka menunggu keberangkatan para petani milenial ke Jepang. Kembali BPPSDMP diberi kesempatan melalui Kementerian Ekonomi (Kemenko) untuk memberangkatkan para petani milenial ke Korea Selatan meskipun demikian formatnya sedikit berbeda. Program pengiriman petani milenial ke Korea Selatan sedang dalam proses karena ini adalah program yang kali pertama dilakukan oleh BPPSDMP Kementerian Pertanian.

Leli melanjutkan sesuai arahan kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi bahwa untuk peserta yang sudah mengikuti pelatihan Magang ke Jepang oleh program SSW dan belum lulus ujian bahasa dan teknis pertanian, diberikan kesempatan utama untuk mengikuti persiapan keberangkatan ke Korsel, namun demikian kami tidak memaksa, bagi peserta yang tidak berminat untuk pergi ke Korsel, tidak masalah dan tidak perlu kita paksakan. Paling tidak BPPSDMP sudah memberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau belajar diluar negeri.

Sementara bagi yang berminat akan dikirimkan ke International Korea Culture and Study (IKCS), paling tidak untuk mengikuti pengenalan awal tentang budaya Korea Selatan, bahasa-bahasa yang bersifat umum yang bisa dipelajari dan kegiatan tersebut dilakukan secara online.

Sebelum mengakhiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian menyerukan agar insan pertanian dapat menggunakan kesempatan ini, dan berharap prosesnya berjalan lancar sehingga pada bulan September dan Oktober tahap pertama dapat diberangkatkan. Dan jangan heran jika pada saat pemberangkatan  masih dalam situasi covid, para petani milenial akan di dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari, hal lain yang perlu disiapkan adalah sudah divaksin atau paling tidak  dibuktikan dengan menunjukan sertifikat atau bukti bahwa sudah divaksin dan harus sudah  2 kali vaksin. 

Mr. Chang menyampaikan  selama masa covid akan diusahakan untuk dapat dilakukan keberangkatan sebagai percobaan, akan tetapi pada akhirnya sesuai  arahan dari pemerintah Korea harus menjadi program antar 2 negara yaitu Korea dan pemerintah Indonesia.

Dalam kesempatan itu Mr. Chang menyampaikan bahwa sudah hampir 13 tahun pihaknya bergandengan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, bahkan tahun 2017 ada permagangan untuk guru dari Aceh mirip dengan program petani milenial dan pada akhirnya menjadi program 2 Negara Korea-Indonesia.

Untuk pertanian sebenarnya awal tahun sudah dilakukan uji coba sebanyak 2 kali untuk industri pengolahan hasil pertanian di Korea dan ditempatkan diwilayah Chungcheon.

Berdasarkan pada klasifikasi petani milenial tergolong pada C 31 artinya kerjasama yang dilakukan antar negara dengan kurun waktu 90 hari dan tidak dapat diperpanjang, termasuk usia juga sangat menentukan tapi ini tergantung pada MoU. Karena program ini masih berupa magang, maka setiap peserta akan memperoleh uang saku.

Berharap agar program ini akan menjadi program G to G sehingga tidak menutup kemungkinan waktunya dapat diperpanjang menjadi 5 bulan atau bahkan mungkin menjadi 1 tahun. Adapun persyaratan secara umum yang ditetapkan oleh Pemerintah Korea Selatan untuk C 31 yaitu; Paspor yang masih berlaku, surat rekomendasi dari pemda dan Instansi, copy lanpiran MoU, Form Visa, KTP dengan usia 20 sd 30 tahun, Medical Check Up dari RS yang telah ditunjuk oleh kedutaan besar Korea Selatan, Sertifikat bahasa Korea, Surat Integritas / Jaminan peserta dan Pemda untuk resiko illegal worker, Kartu Keluarga, Surat Nikah dan Ijasah terakhir.

Mr. Chang berharap rancangan magang ke Korea Selatan mudah-mudahan menjadi pembuka jalan berikutnya, mengingat sudah hampir 8 tahun MoU antara Korea dan Indonesia belum juga terselesaikan khususnya di bidang pertanian. Chang berharap hasil program ini para petani milenial setelah kembali ke Indonesia dan mengembangkan produk produk pertaniannya dapat menjalin kerjasama dengan Korea Selatan.

** T2S/BBPP Batu