26.5 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1212

Cegah Penularan Covid, Sekretariat PWI Disemprot Disinfektan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dalam rangka turut serta penanganan wabah pandemi Covid-19, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di sekretariat kantor PWI Jalan Bersih No. 1 Kompleks Pemda, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/07).

“Makin merebaknya wabah virus Covid-19 ini, menjadi perhatian serius pengurus PWI, maka dari itu kami berinisiatif untuk melakukan sterilisasi di lingkungan kantor demi menjaga dan mencegah dari terpaparnya virus jahat tersebut,” kata H.Subagiyo, Ketua PWI Kabupaten Bogor.

Lanjut Bagiyo, “Setiap hari aktivitas teman-teman di kantor cukup padat, kita sering kumpul membahas banyak hal terkait situasi yang sedang terjadi. Selain itu PWI juga seringkali kedatangan tamu dari luar. Untuk itu kita perlu waspada dan menjaga lingkungan kantor ini agar steril dari virus Corona,” ucap Bagiyo.

Dia berharap dengan kewaspadaan dan tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan para wartawan bisa terhindar dari Covid-19 dan tetap positif thinking, serta menjaga imunitas tubuh.

“Dengan diberlakukannya PPKM Darurat ini, kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor juga lebih memperhatikan kondisi perekonomian warga, dimana dengan dibatasinya mobilitas warga untuk beraktivitas tentunya akan sangat berdampak pada penghasilan dan perekonomian mereka. Semoga pemerintah pusat dan daerah bisa memberikan solusi yang tepat mengatasi kondisi sekarang ini. Dan terpenting semoga wabah pandemi Covid-19 segera berlalu,” tandas Bagiyo.

** Nay Nur’ain

Video Karokean Viral, Anggota Dewan Datangi Puskesmas Situ Udik

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana mendatangi Puskesmas Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang pada Sabtu (10/7/2021), menyikapi video yang viral Jumat (9/10/2021), dimana seorang pasien hamil dan pasien positif yang hendak berobat ke Puskesmas Situ Udik itu viral. Dalam video itu terdengar suasana karaoken di dalam Puskemas.

“Terkait di internal puskesmas tadi, ada yang nyanyi-nyanyi, kedua terkait dengan persoalan yang pasien Covid-19 itu yang menjadi dua hal yang berbeda, makanya saya coba menyikapi itu,” ungkap Ruhiyat Sujana kepada wartawan usai kunjungananya ke Puskesmas Situ Udik, Sabtu (10/07/2021).

Dia juga mempertanyakan, mengapa pasien positif Covid-19 itu berkeliaran, lalu mempertanyakan tindakan hal ini Puskesmas Situ Udik sudah mentracking atau belum dan lain sebagainya.

“Lalu terkait soal etika tadi saya juga mempertegas berbicara masih jam kerja lalu misalnya ada nyanyi-nyanyi itu harus menjadi catatan bagi pihak puskesmas untuk mengevaluasi, saya pun sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Kabupaten Bogor,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Situ Udik drg. Lenny Asyita mengaku bahwa dirinya telah menegur terhadap pegawai Puskesmas Situ Udik yang ada dalam video viral itu. Ia juga mengatakan, yang dilakukan pegawainya itu hanya untuk hiburan sambil mengerjakan tugas.

“Ini sebenernya sedang dibersihkan karena kelihatannya pasiennya udah sepi, mumpung pasien sepi mereka bersih-bersih sekalian di dalam cuma nyanyi-nyanyi biasa, karena melihat ada mic di depan situ,” ujarnya.

Diavjuga menyampaikan permohonan maaf karena menurutnya, bahwa yang dilakukan pagawainya yang ada dalam video viral itu tidak sadar kalau suara mic terdengar keras karena mic yang biasa dipakai untuk memanggil pasien.

“Akan ada sanksi, saya akan tindak keras kepada pelaku dan saya sudah beri peringatan dari kemarin, kemudian nanti saya akan pelajari lagi nanti kira -kira untuk sanksinya seperti apa, karena kan baru kemarin kejadiannya jadi saya harus pelajari dulu seperti apa sebenarnya sanksinya,” ucapnya.

Saat kejadian, drg. Lenny Asyita mengatakan, sebelum ada pasien, di dalam Puskesmas itu ada tiga orang pegawai, kemudian satu orang membuka pintu. Cuma, kata dia, yang menyanyi saat itu ada dua orang.

Saat itu pasien yang datang ada dua orang, pasien ibu hamil itu hanya datang ingin tahu kartu BPJS-nya masih bisa dipakai atau tidak di Puskesmas lain.

“Seperti itu karena memang dia kan faskesnya faskes sini, dan kita jawab tidak bisa dan dia langsung pulang si pasien ibu hamil itu, dan yang positif itu yang memvideokan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kondisi Makam Mantan Bupati Bogor Memprihatinkan

0

Jasinga l Jurnal Inspirasi

Kondisi makam mantan Bupati Bogor ke-3 yakni Raden Kahfi periode tahun 1958-1961 di TPU Kampung Pagutan, Desa Jasinga, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor sangat memprihatinkan. Pasalnya keberadaan makam tersebut begitu tampak seperti bukan makam pejuang atau sekelas mantan Bupati.

Melihat kondisi seperti itu, jamaah pengajian Majlis Miftahul Jannah atau Obor Jasinga, dibantu dengan para donatur melakukan pemugaran.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Desa Jasinga Badrudin Selamat dan Kepala Desa Sipak Agung Suryadinata, serta tokoh pemuda Jasinga H.Asep Karis.

Mereka prihatin tidak adanya perhatian dari pemerintah selama ini membuat masyarakat tidak mengetahui kalau itu makam mantan Bupati Bogor.

“Kalau dari pemerintah sendiri, jujur tidak ada sedikit pun bantuan untuk pelaksanaan pemugaran makam mantan Bupati Bogor Raden Kahfi,” kata Endoh, Budayawan dan Sejarawan Jasinga, Jumat (9/7).

Dia mengaku sebagai warga sekitar sangat bangga ada satu putra terbaik Jasinga menjadi Bupati Bogor yang ke 3 yakni Raden Kahfi.

“Miris memang, makam seorang mantan Bupati Bogor dan sebagai pejuang kemerdekaan tetapi dari pemerintah seolah tutup mata,” ujarnya

Dia berharap agar ada perhatian dari pemerintah atas jasa-jasa Raden Kahfi, serta masyarakat dan generasi muda Jasinga mengetahui lebih jauh lagi.

“Kita mesti menghargai jasa para pahlawan yang telah mengharumkan Jasinga dan menjadi teladan yang baik untuk pembangunan Jasinga kedepannya, Hal ini sudah pernah dibuktikan oleh para pendahulu Jasinga,” tandasnya.

** Arip Ekon

Tjahyadi Klaim Ditipu PT FS

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Diduga belum dibayar alias ditipu oleh oknum PT Ferry Sonnevile (FS) semenjak tahun 2006 lalu, Hutama Tjahyadi akan menuntut haknya.

“Iya, saya pernah membuat Akta Pengikat Jual Beli dengan PT FS pada tahun 2006 lalu dihadapan notaris Herlina Tobing manulang, tapi sampai saat ini saya belum menerima pembeyaran sepeser pun dari PT FS,” tegas Tjahyadi.

Tjahyadi mengatakan, dirinya melakukan pembuatan Akta Pengikat Jual Beli dengan PT FS atas dua bidang tanah di lokasi Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri.

“Pada tahun 2006 itu di Notaris Herlina saya membuat Akta Pengikat Jual Beli atas bidang tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2792 dan 2759. Kedua lahan tersebut di Desa Tlajung dengan luasan masing-masing 1470 dan 1779 meter persegi. Tapi atas kedua lahan tersebut saya belum terima sepeser pun pembayaran dari PT Ferry,” tandasnya lagi.

Ia mengungkapkan, bahwa sertifikat kedua lahan tersebut ditangan pihak PT FS. “Sertifikat lahan-lahan itu saya serahkan pada 2006 ke PT Ferry untuk dilakukan pengecekan ke notaris. Namun sampai sekarang saya belum terima pembayaran sepeser pun, sertifkat belum dikembalikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, dirinya masih menunggu itikad baik dari perusahaan developer di wilayah Gunung Putri itu.

“Sampai sekarang saya masih bayar PBB atas lahan tersebut. Saya masih tunggu niat baik PT Ferry, kalau tidak ada sama sekali saya akan bawa ini ke jalur hukum,” tandasnya.

Bukan hanya Tjahyadi, menurut informasi yang diterima, masih ada sejumlah pihak lain yang diduga ditipu dengan kasus serupa.

** Noverando H

Mengawali Pembangunan, Pemdes Batutulis Launching Samisade

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Camat Nanggung Ae Saepuloh  bersama Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna, dan Kapolsek Nanggung AKP Dedi Hermawan  mengawali pembangunan  dengan launching program Samisade (satu miliar satu desa) dengan peletakan batu pertama pada pembangunan Jalan Lingkar Babakan Cipeutir- Pasirgintung yang dihadiri BPD, LPM, tokoh agama dan masyarakat.

Ae Saepuloh mengatakan, dari 11 desa di wilayahnya mengawali pembangunan pertama program Samisade, baru terealisasi di Desa Batutulis.

Anggaran  Samisade yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor, merupakan program Bupati Bogor yang dalam pemanfaatannya diminta harus tepat sasaran.

“Kami harap anggaran tersebut dimanfaatkan secara maksimal dan akuntabel,” ujar Ae Saepuloh saat launching Samisade di Batutulis, Jumat ( 9/7).

Menurutnya, pagu indikatif melalui program Samisade  sesuai perencanaan pembangunan dan jumlah anggaran yang telah dikucurkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Selain itu, pembangunan jalan di masa pademi Covid-19, agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Diakui Camat, pembangunan jalan ini bisa  mendongkrak sektor pertanian.

“Sasarannya adalah  untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna menyatakan, Jalan Lingkar Babakan Cipeutir   yang masuk pada areal pesawahan  memiliki panjang 572 meter dengan lebar 1,2 meter, dibangun dengan pengerjaan TPT.

“Titik lokasi mengawali pembangunan peletakan  batu pertama tepatnya di Kampung Babakan Cipeutir,” jelasnya.

Sebelum pelaksanaan pembangunan, masyarakat telah melaksanakan kearipan lokal denga cara bergotong royong.

Menurut Kades, pembangunan  Jalan Lingkar Babakan Cipeutir- Pasirgintung memiliki nilai strategis untuk memudahkan transfortasi masyarakat.

Dijelaskannya, pagu anggaran Samisade dari APBD Kabupaten Bogor untuk Desa Batutulis  dari total
Rp559.494.000, dan baru pencairan tahap pertama 40% sebesar Rp223.797.600.

“Kemudian bangunan jalan kembali dilajutkan setelah   proses pencairan berikutnya sebesar 60 %.” jelasnya.

Pembangunan pelebaran itu, diakuinya juga seiring  adanya swadaya masyarakat berupa hibah dari pemilik lahan.

Kedepan, kata Ade untuk alokasi program Samisade direncanakan masih pada pelebaran jalan agar tersambung menuju Desa Batutulis

“Nantinya pelebaran jalan itu diharapkan memiliki nilai manfaat yang besar bagi masyarakat desa,” tandasnya.

** Arip Ekon

Aldy Wahyudi Luncurkan Single “Langkahi Mayatku”

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 tak membuat para pelaku seni berhenti berkreasi. Hal itu terbukti, saat 13 Nadi Musik, merilis satu single baru yang dilantunkan oleh talenta muda berbakat, Aldy Wahyudi berjudul “Langkahi Mayatku”.

Diketahui, Aldy sempat menjadi peserta di game show musik I Can See Your Voice Season 5 di MNCTV serta mengikuti audisi pencarian bakat di stasiun tv yang sama yaitu Rising Star Indonesia Dangdut MNCTV. Namun sayang langkah Aldy harus terhenti di babak live audition.

“Lirik lagu “Langkahi Mayatku ”, sendiri menceritakan tentang rasa sedih dan tekad seorang lelaki dalam perjuangannya demi masa depan dan memenangkan kembali hati pujaan hatinya. Lagu ini memiliki melodi dan lirik yang khas, membuatnya gampang sekali untuk di ingat,” ujar Manajement Artis & Promo dari Label 13 Nadi Musik, Alex Sengaji, Aldy Wahyudi, Kamis (8/7).

Alex mengatakan bahwa single ini sudah dirilis sejak 7 Juli, sehingga singlenya sudah dapat dinikmati melalui digital platform seperti Spotify, Apple music, iTunes, Joox, Langit music, Smart music, dan Youtube music.

“Aldy berkolaborasi dengan musisi senior dan sound designer tanah air. Pemain biola terkenal Henry Lamiri, sebagai arranger dan pengisi melody-melody manis didalam lagu ini,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Polsek, Koramil dan Puskesmas Bojonggede Jemput Bola Vaksin Warga

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Kepolisian Sektor Bojonggede dibantu pihak Puskemas dan jajaran Koramil 04/Bojonggede melakukan jemput bola vaksinasi massal yang digelar di Perumahan Puri Bojong Lestari I, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis (8/7).

Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto mengatakan, vaksinasi massal yang diselenggarakan merupakan upaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Bojonggede. “Vaksinasi massal tersebut merupakan salah satu upaya membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi nasional yang kita gelar hari ini sebagai kegiatan Gerai Presisi Polsek Bojonggede kali ini dilaksanakan di Perumahan Puri Bojong Lestari I,” ujarnya.

Ia menegaskan hal itu dilakukan sebagai  upaya percepatan vaksinasi nasional sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. “Kita menjurus ke masing-masing desa kemudian kita laksanakan untuk masyarkat, jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh, kita yang menyambangi desa-desa,” sambungnya.

Sementara itu, dalam kegiatan kali ini sebanyak 300 dosis vaksin diberikan untuk warga Perumahan Puri Bojong Lestari I. “Kuota yang kita sediakan sebanyak 300 vaksin untuk warga masyarakat, jenis vaksin yang diberikan sinovac,” jelasnya.

Dalam teknis pelaksanaannya, Dwi menegaskan bahwa pihaknya bersinergi dengan Koramil 04/Bojonggede untuk mengatur warga agar tetap nyaman mengikuti vaksinasi massal. “Kegiatan ini kita arahkan untuk masing-masing RT secara bergiliran sehingga tidak terjadi penumpukan atau kerumunan,” tegasnya.

Selain itu, imbuh Dwi, vaksinasi massal sistem jemput bola disambut antusias oleh masyarakat. “Sistem jemput bola ini agar masyarakat di Kecamatan Bojonggede tidak perlu berdesak-desakan untuk di vaksin, intinya Polsek, Koramil mempermudah masyarakat untuk melakukan vaksin,” bebernya.

Peserta vaksin, Bambang mengaku senang dengan vaksinasi massal jemput bola yang diselenggarakan oleh Polsek Bojonggede. Menurutnya, sistem jemput bola sangat mempermudah masyarakat. “Alhamdulillah senang bisa divaksin, terima kasih Polri dan TNI, saya rasa vaksinasi massal jemput bola ini sangat bagus, karena warga tidak perlu jauh-jauh mendatangi tempat vaksinasi, warga cukup datang ke lapangan lingkungan komplek, ini sangat membantu,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Ngaku Bosan di Rumah, GOM Jasinga Jadi Tempat Kumpul

0

Jasinga | Jurnal Inspirasi

Hari keenam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor belum optimal. Pasalnya masih banyak terjadinya kerumunan warga di depan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM).

Salah satu pengunjung Nida, (24) mengatakan, meski dirinya mengetahui adanya penerapan PPKM Darurat, namun ia bersama kelima temannya  nekad berkumpul di sekitar area pasar malam di GOM Jasinga untuk nongkrong sambil menikmati senja.

“Dari pada di rumah juga bosen, tau sih adanya peraturan PPKM Darurat, tapi kan yang penting pakai masker dan jaga jarak,” kata Nida kepada wartawan pada Kamis sore (8/7/2021).

Ditempat yang sama senada dengan Nida, pengunjung lain, Yeni mengatakan, meski dirinya mengetahui bahwa adanya peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Kecamatan Jasinga, namun ia mengaku, hanya sekedar berkumpul di lokasi itu menikmati suasana sore hari di sekitar GOM Jasinga.

“Tau sih penyebaran Covid-19 di wilayah Jasinga ini meningkat, tapi yang penting jaga jarak,” katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Camat Jasinga Santoso mengaku, belum mengetahui adanya pasar malam di depan GOM Jasinga. Namun, dirinya akan memerintahkan Satpol PP Kecamatan Jasinga dan Satgas Covid-19 Desa Pamagarsari untuk mengecek ke lapangan.

“Tadi pas saya lewat gak lihat, tapi coba nanti saya suruh cek Satpol PP dan Satgas Desa Pamagarsari untuk ke lokasi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Isoman di Desa Tegal Diberi Sembako

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Gugus Tugas Kecamatan Kemang bersama Desa Tegal dan tim Bogor Gercep Kabupaten Bogor membagikan ratusan sembako untuk warga Desa Tegal yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing, Kamis (8/7).

Hal itu dilakukan mengingat Desa Tegal pada kasus Covid-19 terbilang tertinggi di Kecamatan Kemang yang hampir menebus angka 400 kasus. “Ada 200 sembako yang kita bagikan  tersebar di beberapa RT dan RW yang ada di wilayah Desa Tegal yang sedang menjalankan isoman,” kata Camat Kemang, Edi Suwito kepada wartawan, kemarin.

Camat mengatakan, warga yang sedang melaksanakan isoman itu paling banyak klaster perumahan dan sisanya di perkampungan. “Yang terbanyak itu perumahan, ada perumahan Candraloka dan BKR sisanya di perkampungan,” katanya.

Lebih lanjut kata Camat, untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 selain gencar melakukan vaksinasi, juga meminta Gugus Tugas Desa untuk kembali memfungsikan Gugus Tugas tingkat RT dan RW. “Upaya yang kita lakukan di klaster tertinggi perumahan dilakukan lockdown, edukasi prokes dan mensinergikan fungi Satgas RT dan RW dan mendorong kesiapan logistik di desa,” jelasnya.

Tidak hanya itu kata Camat, di wilayah Kemang sendiri kasus Covid-19 kini total ada 640 yang terpapar dan kebanyakan dari klaster perumahan. “Rencananya kita juga akan meminta Dishub untuk menjadikan gedung Diklat sebagai ruang isolasi mandiri,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

PKN Jadi Ajang Pembangunan Kompetensi Pemimpin

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dan diselenggarakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dinilai sangat terkait dan bisa menjadi ajang pembangunan kompetensi pemimpin.

Hal ini disampaikan Basseng Deputy Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia dalam pembukaan PKN Tingkat II Angkatan XVIII tahun 2021 secara virtual.

Ia melanjutkan kompetensi pemimpin mengelola dirinya sendiri, mengelola tugas, dan mengelola orang lain sangatlah dibutuhkan di Era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) seperti saat ini.

Pada era ini menurutnya mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang cepat oleh karena itu Ia berharap dengan keterbatasan yang ada, kompetensi yang akan dibangun tetap dapat dicapai, menghasilkan alumni yang mumpuni untuk dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

“Era VUCA adalah sebuah zaman yang penuh dengan ketidakpastian karena segala sesuatunya bergerak dengan cepat. Sebagai akibat dari hadirnya revolusi industri 4.0, ditandai dengan artificial intelligent, internet of things, dan teknik robot, “ ujarnya.

Basseng menyampaikan era VUCA tersebut berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, dimana era pandemi Covid 19 yang telah terjadi diawal 2020 hingga saat ini menghantam segala sektor membuat penyelenggaraan pemerintahan menjadi lambat.

“Paradoks, era VUCA menginginkan percepatan perubahan, sedangkan era pandemi menghadirkan pembatasan. Keadaan ini menuntut pemimpin birokrasi khususnya pemimpin JPT yang dapat memimpin unit pelaksanaan untuk bergerak cepat memenuhi VUCA namun juga memperhatikan kesehatan pegawainya dan kesehatan masyarakatnya”, tegas Basseng.

PKN Tingkat II yang digelar pada masa ini dinilai Basseng istimewa karena diikuti dari berbagai lokasi berbeda, di waktu yang sama. Hal ini merupakan bukti betapa pandemi benar – benar membentuk kebiasaan baru di seluruh sektor dan lapisan masyarakat, termasuk dalam mencetak karakter pemimpin nasional yang adaptif untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Sebagai informasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 diikuti 60 peserta. Mereka adalah Pimpinan Tinggi Pratama dari Kementerian Pertanian RI, Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Perindustrian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara RI.

Membuka pelatihan secara virtual Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menekankan agar para pemimpin harus mau berubah untuk mencapai kesejahteraan melalui praktik good governance.

“Pemimpin harus bergerak mengikuti zaman dengan kapabilitas yang semakin meningkat, serta akuntabel. Di tengah pandemi, pemimpin harus Cepat, Cermat, dan Akurat. Hal inilah yang mempertahankan sector pertanian tetap bertahan di era pandemi..” ucapnya langsung dari Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Sementara, Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nuryamsi dalam laporannya menuturkan PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 secara keseluruhan pelatihan akan dilakukan secara blended learning.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan yang akan berperan strategis dalam melaksanakan tugas di instansinya masing – masing.”

** Osi WR/ Regi – PPMKP