27.9 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 12

Boitanoli & Partner Hadir Beri Solusi Hukum Profesional untuk Masyarakat

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kebutuhan masyarakat akan pendampingan hukum yang cepat, jelas, dan terpercaya kini mendapat jawaban. Kantor Hukum Boitanoli & Partner resmi beroperasi di Bogor untuk melayani konsultasi dan pendampingan hukum di bidang pidana, perdata, dan tata usaha negara, erceraian dan sengketa bisnis, serta persoalan hukum lainnya.

Founder Boitanoli & Partner, Boitanoli, S.H, menyampaikan bahwa kantor ini dibentuk dengan komitmen memberikan akses hukum yang mudah dipahami masyarakat awam, tanpa mengurangi standar profesionalitas seorang advokat.

Boitanoli, S.H

“Kami ingin masyarakat tidak takut datang konsultasi hukum. Banyak masalah sebenarnya bisa diselesaikan lebih cepat kalau ditangani sejak awal dengan cara yang tepat,” ujar Boy, sapaan akrab Boitanoli, Selasa (26/5/2026)

Boitanoli & Partner menyediakan layanan mulai dari konsultasi hukum, pembuatan dokumen legal, pendampingan di kepolisian dan pengadilan, hingga mediasi sengketa. Setiap kasus ditangani dengan pendekatan personal agar strategi hukum sesuai dengan kondisi klien.

Tim advokat di kantor ini juga rutin melakukan edukasi hukum gratis melalui media sosial dan sesi konsultasi awal, sebagai bentuk tanggung jawab sosial profesi.

Salah satu nilai utama yang diusung adalah transparansi biaya dan proses. Klien akan mendapat penjelasan tahapan kasus sejak awal, sehingga tidak ada biaya tersembunyi dan ekspektasi yang tidak realistis.

“Kepercayaan dibangun dari komunikasi yang jujur. Itu prinsip kami,” tambah perwakilan tim.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi kantor Boitanoli & Partner langsung atau menghubungi kontak resmi yang tertera di media sosial atau Kantor Kuasa Hukum Boitanoli & Patner di Jl. RE. Soemantadiredja No.103, RT.02/RW.02, Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat 16132 dan di Jl. Atang Senjaya No.2, Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16310.

(Wawan Hermawanto)

Kementan Siapkan Anak Muda Jadi Motor Pertanian Modern Indonesia

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Badan Penyuluhan dan
Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus menyiapkan generasi muda sebagai motor penggerak pertanian modern Indonesia melalui penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi guna mempercepat regenerasi petani serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026 yang berlangsung di Ciawi pada 19–21 Mei 2026.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani harus dibarengi dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan agar generasi muda mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujar Arsanti.

Kegiatan YAA dan Brigade Pangan Inspiratif menjadi bagian dari strategi Kementan dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan generasi muda akan menjadi ujung tombak pembangunan pertanian nasional di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat regenerasi petani melalui penguatan kapasitas anak muda di sektor pertanian.

Mentan Amran mengatakan pertanian modern saat ini membutuhkan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi. Menurutnya, sektor pertanian bukan lagi identik dengan pekerjaan tradisional, tetapi telah berkembang menjadi sektor strategis yang menjanjikan secara ekonomi.

“Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, petani muda memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Oleh sebab itu, Kementan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengembangan pertanian modern berbasis teknologi dan kewirausahaan.

“Petani muda adalah masa depan pertanian Indonesia. Mereka harus menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, efisien, dan berbasis teknologi,” katanya.

Para peserta mendapatkan berbagai pembekalan mulai dari kepemimpinan, public speaking, personal branding, hingga strategi promosi pertanian di era digital. Selain itu, peserta juga didorong menjadi duta pertanian yang mampu menyebarluaskan program strategis Kementan kepada masyarakat luas.

Melalui langkah tersebut, Kementan berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik terjun ke sektor pertanian dan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

(Restu/BBPMKP)

Kementan Percepat Tanam Oplah dan CSR untuk Jaga Produksi Pangan

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan melalui pencapaian swasembada pangan nasional berkelanjutan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Gerakan Tanam Serempak, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tanam dipusatkan di Desa Bojonglegok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, serta dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025, serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025.

Hadir di lokasi kegiatan di Sukabumi antara lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Bupati Sukabumi, yang diwakili Staf Ahli Bupati, Tri Romadhono beserta jajaran pemerintah daerah.

Secara nasional, gerakan tanam serentak ini dilaksanakan di 25 provinsi dengan target tanam sekitar 50 ribu hektare. Kegiatan mencakup lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 seluas 21.093 hektare, Oplah 2025 seluas 27.472 hektare, serta Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 seluas 1.700 hektare.

Provinsi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya, serta sejumlah wilayah lainnya.

Gerakan ini menjadi langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi secara berkelanjutan.

Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk potensi El Nino, yang berisiko menurunkan produksi pangan akibat berkurangnya ketersediaan air dan mundurnya musim tanam.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam serentak menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi nasional di tengah tantangan global dan iklim. Percepatan tanam dilakukan untuk menjaga momentum produksi nasional agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Menteri Pertanian juga telah menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah sebagai langkah mitigasi dan antisipasi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, pendataan potensi sumber air, serta optimalisasi indeks pertanaman di wilayah masing-masing.

Selain itu, langkah mitigasi juga dilakukan melalui percepatan tanam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, penggunaan benih tahan kekeringan, serta pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa keberhasilan gerakan tanam serentak sangat ditentukan oleh pengawalan di lapangan, khususnya oleh penyuluh pertanian bersama petani.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gerakan tanam serentak yang kembali dilaksanakan untuk keenam kalinya menjadi upaya percepatan peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah.

“Kami kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serentak untuk keenam kalinya yang dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan diikuti 25 provinsi di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Alhamdulillah, lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” ujarnya.

“Gerakan ini menjadi akselerator untuk mendorong petani terus melakukan tanam setelah panen, sehingga produktivitas dan indeks pertanaman dapat meningkat, dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa percepatan tanam perlu dilakukan dengan memanfaatkan sisa air pada penghujung musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering.

“Penggunaan alat dan mesin pertanian seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan tanam tidak hanya dilakukan saat gerakan tanam serentak, tetapi terus berlanjut secara konsisten di lapangan.

“Tanam harus terus berjalan setiap hari, tidak hanya saat gerakan tanam serentak saja. Penyuluh juga harus tetap semangat mendampingi petani dalam kegiatan pertanaman di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, Bupati Mesuji, Hj. Elfianah Khamamik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan indeks pertanaman di Kabupaten Mesuji.

Apresiasi terhadap pelaksanaan gerakan tanam serentak juga disampaikan oleh Bupati Aceh Besar, Muharram Idris; Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga; Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan; Sekretaris Daerah Pinrang, Andi Calo Kerrang; serta Staf Ahli Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Andrianto Wicaksono.

Mereka menilai gerakan tanam serentak memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing.

Menanggapi berbagai kebutuhan yang disampaikan daerah, Kepala BPPSDMP menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pemerintah daerah dan menegaskan bahwa kebutuhan pendukung pertanian dapat diusulkan melalui mekanisme yang berlaku.

“Untuk kebutuhan alsintan, benih, jalan usaha tani, dan kebutuhan pendukung lainnya dapat segera diusulkan sesuai mekanisme yang ada agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di lokasi pelaksanaan.

Gerakan tanam serentak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.

(Restu/BBPMKP)

Mayora Group Plant Cimande Salurkan Hewan Qurban untuk Warga Cimande Hilir

0

Caringin | Jurnal Bogor – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1448 Hijriah, PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Mayora Group Plant Cimande kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyalurkan hewan qurban bagi warga Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyalurkan satu ekor sapi dan lima ekor kambing untuk masyarakat di sejumlah wilayah Desa Cimande Hilir. Bantuan itu disambut antusias oleh warga dan pemerintah desa setempat sebagai bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Satu ekor sapi diberikan kepada warga RT 04 RW 02 Desa Cimande Hilir. Sementara lima ekor kambing disalurkan kepada warga RT 01 RW 03, RT 01 RW 04, Masjid RT 02 RW 03, RW 01, dan Kantor Desa Cimande Hilir.

Factory Manager PT TFJ Plant Cimande, Bambang Hermansyah mengatakan, penyaluran hewan qurban merupakan agenda rutin perusahaan setiap menjelang Idul Adha sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Melalui momentum Idul Adha ini kami ingin berbagi kebahagiaan bersama masyarakat. Penyaluran hewan qurban ini merupakan bagian dari program CSR perusahaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan warga sekitar,” ujar Bambang Hermansyah.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan baik antara perusahaan dan warga Desa Cimande Hilir.

Sementara itu, DH IRGA PT TFJ Plant Cimande, Herman Wijaya menambahkan, perusahaan terus berupaya menjalin komunikasi dan hubungan harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“ Kami berharap bantuan hewan qurban ini bisa membantu masyarakat dalam merayakan Idul Adha dan menjadi berkah bagi semuanya. Kami juga berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial lainnya demi mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Herman Wijaya.

Di sisi lain, Kepala Desa Cimande Hilir, SP Yudistira mengapresiasi kepedulian PT TFJ Mayora Group Plant Cimande yang secara konsisten menyalurkan bantuan hewan qurban setiap tahun.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Cimande Hilir mengucapkan terima kasih kepada PT TFJ Mayora Group Plant Cimande yang telah menyalurkan hewan qurban kepada masyarakat kami. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata SP Yudistira.

Penyaluran hewan qurban dilakukan secara simbolis dengan melibatkan pihak perusahaan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga penerima manfaat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat dalam kegiatan tersebut sebagai wujud sinergi antara perusahaan dan masyarakat. Yudi

IPB Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Kampoong Ecopreneur untuk Program Pemberdayaan

0

Bogor | Jurnal Bogor – Yayasan Kampoong Ecopreneur (KE) resmi menandatangani nota kesepahaman dengan IPB University dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan inovasi.

Penandatanganan dilakukan oleh pendiri yayasan, Jamil Azzaini, bersama Wakil Rektor IPB Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama dan Alumni, Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar.

Jamil mengatakan kerja sama tersebut memiliki makna emosional baginya sebagai alumni sekaligus mahasiswa Program Doktor Manajemen dan Bisnis IPB.

“Ini momen yang sangat mengharukan. Kampus ini yang menempa perjalanan hidup saya, mulai S-1 hingga kini,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, kawasan Kampoong Ecopreneur di Kecamatan Leuwisadeng akan dijadikan living lab bagi IPB University. Kawasan yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 1,7 hektar itu dirancang memiliki tiga zona utama, yakni Kampoong Spiritual berbasis pesantren wirausaha (tahfizpreneur), Kampoong Hening untuk terapi berbasis alam (ekoterapi), serta Kampung Niaga yang mengembangkan bisnis berbasis wakaf.

Prof. Iskandar menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai konsep ecopreneur selaras dengan agenda strategis kampus.

“Tahun ini kita akan membuat Sustainability Week, minggu tentang keberlanjutan, yang sangat erat kaitannya dengan ecopreneur,” kata Iskandar.

Ia menambahkan, IPB juga akan mengundang sejumlah mitra internasional dalam agenda tersebut.

Pembangunan kawasan Kampoong Ecopreneur telah dimulai sejak tahun lalu. Saat ini aula masjid sementara telah rampung, sementara pembangunan asrama santri masih berlangsung.

Selain itu, Yayasan Daarut Taufiq Peduli turut meneken kerja sama untuk menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1 miliar bagi program pemberdayaan masyarakat.

“Lewat pemberdayaan ini, warga akan diajak menanam ubi untuk keperluan ekspor, sehingga masyarakat bisa menjadi orang yang kaya spiritual dan material,” ujar Jamil.

Tahun ini, Yayasan Kampoong Ecopreneur juga mulai menerima santri tahfizpreneur. Sebanyak 48 santri angkatan pertama dijadwalkan mulai menempati lokasi pada September mendatang.

Jamil menegaskan kawasan di Leuwisadeng tersebut dirancang sebagai proyek percontohan yang nantinya akan dikembangkan ke berbagai daerah.

“Insyaallah akan kita duplikasi di banyak tempat,” katanya. Yudi

,

,

Berdedikasi, Pegawai RSUD R.Moh.Moh Nur Diberikan Penghargaan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan penyerahan penghargaan dan apresiasi pegawai usai apel pagi yang berlangsung hangat, penuh kebersamaan, serta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, pada Senin, 25 Mei 2026.

Pada kesempatan tersebut, rumah sakit terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada 2 pegawai purnabakti yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun. Penghargaan purnabakti diberikan kepada Yanih Mulyanih selaku Pelaksana Instalasi Gizi BLUD dengan masa pengabdian sejak tahun 2003 hingga 25 Mei 2026, serta Muhtar Lintang Komarul Hadi, S.KM., M.Kes. selaku Kepala Sub Bagian Umum dengan masa kerja sebagai PNS sejak tahun 2019 hingga 25 Mei 2026.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis shohibul qurban kepada 7 orang pegawai RSUD R. Moh. Noh Nur. Momentum ini menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian keluarga besar rumah sakit dalam mempererat tali silaturahmi serta semangat berbagi di lingkungan kerja.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, RSUD R. Moh. Noh Nur juga memberikan apresiasi kepada 10 pegawai teladan. Dari jumlah tersebut, 2 orang pegawai terpilih mendapatkan hadiah umrah, yaitu Yeni Suminarwaty, A.Md.Kep. dan Bahori, S.KM., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kedisiplinan, dan kinerja terbaik yang telah ditunjukkan.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan. Beliau berharap seluruh penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, serta mencerminkan soliditas dan kebersamaan seluruh jajaran pegawai RSUD R. Moh. Noh Nur.

(yev/cc)

Bersama Komunitas Sejalan, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi Osteoartritis

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Jadi Bogor ke-544 dan Hari Lanjut Usia Nasional, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan senam bersama dan edukasi kesehatan bertajuk “Mengenal Osteoartritis bagi Komunitas Spirit Sejalan” yang diikuti oleh puluhan peserta lanjut usia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang dan sendi di usia lanjut. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Esther Melanni, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup lansia melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan CKG kepada peserta yang hadir. Dari total 45 peserta, sebanyak 41 orang menjalani pemeriksaan tekanan darah, 8 orang melakukan pemeriksaan kolesterol, 15 orang pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), serta 3 orang melakukan pemeriksaan asam urat. Setelah pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti senam bersama yang dilaksanakan di Lapangan WR Supratman dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam sesi edukasi kesehatan, dr. Basuki Adam, Sp.OT., memberikan pemaparan mengenai osteoartritis serta berbagai gangguan tulang dan sendi yang umum dialami pada usia lanjut. Edukasi disampaikan secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami cara menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot agar tetap aktif di usia lanjut.

Salah satu peserta bernama Ma Erat (62 tahun) menanyakan mengenai cara mengatasi rasa sakit pada tulang punggung belakang yang sering dialaminya. Menanggapi hal tersebut, dr. Basuki Adam, Sp.OT., menjelaskan bahwa keluhan tersebut dapat disebabkan oleh proses degeneratif tulang atau osteoporosis yang sering dikenal masyarakat sebagai pengapuran tulang.

Ia menjelaskan bahwa penanganan kondisi tersebut memerlukan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, pemenuhan kalsium dan vitamin D, serta olahraga ringan secara rutin untuk menjaga kekuatan tulang dan stabilitas tubuh. Selain itu, menjaga berat badan ideal dan menghindari aktivitas berat berlebihan juga dinilai penting untuk mencegah perburukan keluhan.

Salah satu peserta kegiatan, Ibu Wawat (63 tahun), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah bisa mengikuti kegiatan ini dan luar biasa. Terima kasih kepada RSUD atas segala fasilitas yang diberikan, semoga sukses selalu,” ujar Ibu Wawat.

Sementara itu, Bapak Samijo (76 tahun) mengaku merasa senang dan terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para lansia.

“Petugasnya baik dan pelayanannya juga nyaman. Saya jadi merasa lebih sehat setelah ikut kegiatan ini,” ujar Samijo.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian souvenir dari RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize kepada peserta, Seluruh rangkaian kegiatan turut didukung oleh Diabetasol sebagai sponsor dari awal hingga akhir kegiatan.

Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit, penerapan pola hidup sehat, serta menjaga kualitas hidup agar tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia lanjut.

(yev/cc)

Gerakan ASRI Perkuat Lingkungan Kerja dan Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

0

Serpong | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar pencanangan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dipusatkan di Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) lingkup BPPSDMP.

Gerakan ASRI dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh seluruh UPT BPPSDMP melalui Zoom Meeting. Setiap unit kerja melaksanakan kegiatan ASRI di lingkungan masing-masing dan melaporkan pelaksanaannya secara langsung kepada Kepala BPPSDMP.

Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dalam menciptakan lingkungan nasional yang bersih, sehat, dan indah melalui penanganan sampah terpadu, penataan ruang, serta penguatan budaya kebersihan di lingkungan perkantoran, fasilitas publik, dan permukiman.

Keberhasilan swasembada pangan nasional disebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia pertanian yang unggul, disiplin, produktif, serta didukung lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, sebagaimana yang selama ini ditekankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pencanangan Gerakan ASRI lingkup BPPSDMP yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan dilanjutkan dengan monitoring pelaksanaan kegiatan pertanaman AAS dan ASRI di UPT BPPSDMP, serta NGOBRAS (Ngobrol Santai) bersama penyuluh pertanian dengan tema Gerakan ASRI untuk Kehidupan Berkualitas dalam mendukung kinerja penyuluh pertanian guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan dengan tanam perdana sayuran di lahan kampus PEPI sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.

Dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis bersama Badan Gizi Nasional, BPPSDMP juga melaksanakan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan UPT pendidikan lingkup BPPSDMP.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Badan PPSDMP Zuroqi Mubarok, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia Harmanto bersama jajaran pusat dan UPT lingkup BPPSDMP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, Gerakan ASRI menjadi langkah bersama dalam membangun budaya kerja yang sehat dan produktif di lingkungan BPPSDMP.

“Gerakan ASRI bukan hanya soal kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga membangun karakter dan budaya kerja ASN pertanian agar lebih disiplin, sehat, produktif, serta mampu menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujar Idha.

Menurutnya, lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pendidikan vokasi, serta kinerja penyuluhan pertanian dalam mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.

“Kami ingin seluruh UPT BPPSDMP memiliki semangat yang sama dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan mampu mendukung pengembangan SDM pertanian yang unggul,” tutupnya.

(Restu/BBPMKP)

PT PMC Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat Tamansari

0

Tamansari – PT Prima Mustika Candra (PMC) memulai program penghijauan di Kampung Calobak, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, melalui kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat dan sejumlah elemen pemuda, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PMC yang bekerja sama dengan organisasi Sahabat Hutan Indonesia dalam gerakan penanaman satu juta pohon secara nasional.

Staf Aset Manajemen PT PMC, Ruben mengatakan, wilayah Tamansari dipilih sebagai lokasi pilot project pertama program penghijauan tersebut.

“PT PMC memberikan CSR kepada Sahabat Hutan Indonesia untuk program penanaman satu juta pohon di seluruh Indonesia. Untuk pilot project pertama dilaksanakan di wilayah Tamansari,” ujarnya di sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan penghijauan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pramuka SMAN 1 Tamansari, Karang Taruna, perangkat desa, aliansi ormas, tokoh agama hingga tokoh masyarakat setempat.

Selain penanaman pohon, PT PMC juga mengungkapkan rencana penataan kawasan hijau di sekitar aliran Sungai Cileobak dengan konsep penghijauan berbasis bambu.

“Nanti ke depan ada rencana penataan kawasan di sekitar sungai dengan konsep penghijauan berbasis bambu,” katanya.

Menurut pihak perusahaan, program penghijauan akan dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke sejumlah wilayah lain di sekitar Tamansari, seperti Sukaluyu dan Sukajaya.

“Minggu depan atau dua minggu lagi kemungkinan akan dilaksanakan di Sukaluyu, kemudian dilanjutkan ke Sukajaya,” ujarnya.

PT PMC juga menyiapkan sejumlah program sosial lain bagi masyarakat, di antaranya layanan kesehatan, sunatan massal, kegiatan keagamaan hingga dukungan sarana olahraga warga.

“CSR kami tidak terbatas hanya penanaman pohon. Ke depan ada kegiatan kesehatan, sunatan massal, kegiatan keagamaan hingga dukungan sarana olahraga masyarakat,” katanya.

Selain itu, perusahaan berencana menjalankan program pembinaan pertanian bagi masyarakat penggarap melalui pola kerja sama pemanfaatan lahan sementara di area milik perusahaan.

“Nanti akan ada program pembinaan bagi petani penggarap melalui kerja sama pemanfaatan lahan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Sahabat Hutan Indonesia, Ikman Periatna menyambut baik kolaborasi penghijauan bersama PT PMC di wilayah Tamansari.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal gerakan penghijauan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program penanaman pohon ini bisa memberi dampak nyata bagi lingkungan dan menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan penghijauan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko kerusakan alam di masa mendatang.

“Kami berharap pohon yang ditanam hari ini tidak hanya seremoni, tetapi benar-benar dirawat dan dijaga bersama,” katanya.

Kepala Desa Tamansari, Sunandar mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PT PMC dan berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Hari ini diketahui bersama sedang dilaksanakan kegiatan penanaman pohon oleh PT PMC. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, program penghijauan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah mengenai pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan pencegahan bencana.

“Ini bukan sekadar pendapat pribadi, tetapi memang sudah menjadi konsep alam bahwa penghijauan dan revegetasi dapat membantu menekan risiko kebanjiran,” kata Sunandar.

Ia berharap kegiatan penghijauan tersebut tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi benar-benar dijaga dan dirawat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Semoga keberadaan perusahaan di Tamansari dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program lingkungan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi warga,” harapnya. Yudi

Urban Farming Kian Diminati, Kementan Dorong Peluang Usaha Tabulampot dari Pekarangan Rumah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Minat masyarakat terhadap urban farming atau pertanian perkotaan terus meningkat seiring kebutuhan pangan sehat dan produktivitas di lahan terbatas. Menjawab tren tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Bertani on Cloud (BOC) Vol.352 mengangkat tema “Panen Buah dan Peluang Usaha Tabulampot di Era Urban Farming” yang digelar secara daring dan disiarkan langsung dari Ciawi oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa keterbatasan lahan di perkotaan bukan menjadi penghalang dalam bertani. Melalui budidaya tanaman buah dalam pot atau tabulampot, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk menjawab kebutuhan masyarakat urban melalui konsep pertanian modern yang fleksibel dan produktif.

Menurutnya, pertanian tidak lagi identik dengan lahan luas di pedesaan, tetapi juga dapat tumbuh di lingkungan rumah tangga sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa akses pembelajaran pertanian perlu terus diperluas agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital melalui kegiatan seperti Bertani on Cloud menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran pertanian yang praktis, aplikatif, dan dapat diikuti peserta dari berbagai daerah.

Dalam sesi materi, narasumber Heri Ashari membagikan pengalaman seputar budidaya tabulampot, mulai dari teknik pemilihan bibit, media tanam, perawatan, pemupukan, hingga strategi pengembangan usaha berbasis tanaman buah dalam pot.

Menurutnya, selain menjadi solusi bercocok tanam di lahan terbatas, tabulampot juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Tingginya minat masyarakat terhadap tanaman produktif dan estetika pekarangan menjadi peluang pasar yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi menyampaikan bahwa program Bertani on Cloud merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang dikembangkan untuk memperluas akses pengetahuan dan keterampilan pertanian bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa model pelatihan saat ini harus semakin adaptif, mudah diakses, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda yang mulai tertarik pada pertanian modern dan urban farming.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak masyarakat terdorong memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang mendukung peningkatan ekonomi keluarga. ( Restu /BBPMKP)