28.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 13

Memanas, Petani Gunung Salak Dan Gunung Pangrango Protes, Siap Aksi  Demo Hingga Tolak Pengukuran BPN

0

Cigombong | Jurnal Bogor
Sengkarut lahan antara petani penggarap dengan PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) di Kawasan Gunung Salak dan Gunung Pangrango, Kabupaten Bogor, kembali memanas.

Empat elemen kemasyarakatan yaitu Himpunan Peternak dan Petani Milenial Indonesia (HPPMI), Pemuda LIRA Kabupaten Bogor, Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) dan Agraria Institut, sepakat meneken Nota Kesepahaman Bersama Perlindungan Hak Petani Penggarap di Bogor Selatan, pada Sabtu (18/7/2026).

Berlokasi di lereng Gunung Salak, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, penandatanganan nota kesepahaman ini disaksikan puluhan perwakilan petani penggarap, para pemilik vila, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Sejumlah aparat Babinsa dan Babinmas juga tampak hadir di lokasi.

Mereka pun mendeklarasikan diri untuk melakukan perlawanan dan menolak rencana pengukuran lahan garapan eks BSS seluas 176 hektare di Desa Pasir Jaya oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor. Musababnya, mereka menilai untuk pengukuran lahan diatas 100 hektare harus mendapat penangan langsung dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), mengingat luas dan kompleksitas permasalahannya.

Direktur Agraria Institut Dede Firman Karim, menyampaikan bahwa seluruh proses administrasi pertanahan wajib berpedoman pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Peraturan itu menegaskan penyelenggaraan pertanahan harus memberikan kepastian hukum, perlindungan hak atas tanah, serta menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, proses pengukuran juga harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang mengatur bahwa pengumpulan data fisik, termasuk pengukuran bidang tanah, wajib dilakukan secara cermat, transparan, serta memperhatikan status hukum objek tanah apabila masih terdapat sengketa atau keberatan dari pihak lain.

“Pelaksanaan pengukuran juga harus mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga atas Permen ATR/BPN Nomor 3 Tahun 1997 mengenai tata cara pengukuran, pemetaan, dan pendaftaran tanah,” jelas Dede Firman.

Ia pun meminta seluruh proses administrasi pertanahan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan sengketa baru. Apabila objek tanah masih menjadi perselisihan dan dikuasai masyarakat, maka negara wajib mengedepankan asas kepastian hukum, keterbukaan, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

“Bila memang terdapat perbedaan penafsiran mengenai kewenangan, Kementerian ATR/BPN harus turun tangan memberikan penjelasan secara terbuka,” tegas Dede Firman Karim.

Ketua Himpunan Petani Peternak Milenial Indoneaia (HPPMI) Kabupaten Bogor, Yusuf Bachtiar, menegaskan organisasinya akan terus mengawal perjuangan petani penggarap hingga memperoleh kepastian hukum.

“Kami menolak pengukuran sebelum seluruh persoalan hukum dan administrasi diselesaikan secara transparan. Petani tidak boleh menjadi korban. Kami akan terus mendampingi masyarakat dan meminta Kementerian ATR/BPN turun langsung menangani persoalan ini,” ujarnya.

Dilanjutkannya, para penggarap dan pemilik lahan vila telah beritikad baik memohon dan siap membayar ke negara melalui prosedur lelang. Bukan menyerobot tanah negara.

“Tapi surat resmi kami tidak mendapat respons baik dari Kemenkeu. Apakah tanah itu hanya untuk korporasi yang berhutang ratusan miliaran ke negara. Mengapa penggarap yang telah menyumbang pajak dan mendukung program ketahanan pangan tidak mendapat prioritas?,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Bogor, Iqbal menyatakan jika pihaknya siap mengawal perjuangan masyarakat melalui jalur hukum maupun aksi damai.

“Kami menginginkan penyelesaian yang adil. Negara harus hadir melindungi rakyat. Jika ada proses yang diduga tidak sesuai aturan, maka wajib dievaluasi sebelum dilanjutkan,” tuturnya.

Masih di lokasi yang sama, Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muksin juga meminta Pemerintah Kabupaten Bogor bersikap lebih bijaksana dalam menyikapi polemik lahan eks PT Bahana Sukma Sejahtera dengan petani garapan, termasuk di Kawasan Gunung Pangrango, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, yang mendapat pendampingan dari AMBS.

Menurutnya, pemerintah daerah harus berpihak kepada masyarakat yang telah puluhan tahun menggarap lahan, bukan justru terkesan lebih mengakomodasi kepentingan perusahaan.

“Pemkab Bogor harus lebih bijak dalam menyikapi persoalan ini. Pemerintah harus berdiri di pihak rakyat, khususnya para petani penggarap yang selama ini menggantungkan hidupnya dari lahan tersebut, bukan berada di pihak pengusaha,” terangnya.

Muksin menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki, masa berlaku Hak Guna Bangunan (HGB) PT Bahana Sukma Sejahtera telah berakhir sejak tahun 2017.

“Karena itu, segala proses administrasi terhadap lahan tersebut harus dilakukan secara hati-hati, transparan dan sesuai ketentuan hukum agar tidak menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat,” tegas Muksin.

Ia menambahkan, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat menjadi penengah yang adil serta memfasilitasi dialog antara petani penggarap, ATR/BPN, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait guna mencari solusi yang mengedepankan kepastian hukum serta rasa keadilan.

“Kami mendesak Kementerian ATR/BPN segera turun tangan guna menyelesaikan polemik lahan eks PT. Bahana Sukma Sejahtera (BSS) agar tidak terus berlanjut dan memicu konflik horizontal di tengah masyarakat,” desaknya melanjutkan

Jika persoalaan sama pun tengah dihadapi oleh para petani  di Kawasan Gunung Pangrango, dimana lahan garapan Hak Guna Usaha (HGU) eks PTPN XI di Desa Pasir Buncir ,seluas kurang lebih 92 hektar telah digarap para petani untuk sumber penghidupannya.Mereka pun melakukan penolakan atas klaim PT BSS dan PT MNC Land atas tanah HGU) eks PTP XI tersebut.

“Jadi tolong kepada pemerintah berikan hak yang sama bagi petani dan penggarap. Kalau tidak ditanggapi kami bakal demo besa-besaran tandasnya.

Sebagai informasi, deklarasi tersebut ditutup dengan penandatanganan pernyataan sikap bersama sebagai bentuk komitmen empat organisasi dan petani penggarap untuk terus mengawal penyelesaian sengketa lahan secara damai, konstitusional dan mengikuti peraturan per-Undang-Undangan yang berlaku.

(Asep Saprudin)

Bros Academy Rayakan Satu Tahun Perjalanan, Perkuat Kebersamaan Keluarga Besar Sepatu Roda Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bogor Roller Skate (Bros) Academy merayakan hari jadinya yang pertama pada Minggu, 12 Juli 2026, di Lapangan Kresna, Kota Bogor. Perayaan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum rasa syukur atas perjalanan satu tahun Bros Academy dalam membina dan mengembangkan olahraga sepatu roda di Kota Bogor.

Mengusung semangat kebersamaan, perayaan ini dihadiri oleh Ketua Porserosi Kota Bogor Eryko Bakti, Ketua Umum Bros Academy Wino Barata, jajaran pengurus Bros Academy, serta seluruh orang tua dan atlet Bros Academy.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun Bros Academy dalam membina atlet sepatu roda di Kota Bogor.

Suasana hangat semakin terasa melalui kegiatan potluck yang diikuti orangtua, menghadirkan berbagai hidangan yang dinikmati bersama sebagai simbol kekompakan dan kebersamaan keluarga besar Bros Academy.

Ketua Umum Bros Academy Wino Barata, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, pengurus, dan orang tua yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Bros Academy selama satu tahun terakhir. Dukungan dan kolaborasi semua pihak menjadi pondasi utama dalam membangun lingkungan pembinaan yang positif bagi para atlet.

Ketua Porserosi Kota Bogor Eryko Bakti juga turut memberikan apresiasi atas perkembangan Bros Academy yang dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembinaan olahraga sepatu roda di Kota Bogor. Sinergi antara organisasi, pelatih, atlet, dan orang tua diharapkan dapat terus diperkuat guna menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi.

Dalam satu tahun perjalanannya, Bros Academy telah berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan sepatu roda di Kota Bogor dengan 74 atlet aktif yang mengikuti program latihan secara rutin.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Bros Academy untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan berprestasi, serta menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan kebersamaan kepada seluruh atlet.

“Perayaan hari jadi pertama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen Bros Academy dalam menghadirkan pembinaan sepatu roda yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bogor,” ungkap Ade salah satu pengurus Bros Academy kepada Jurnal Bogor.

Tentang Bros Academy
Bogor Roller Skate (Bros) Academy merupakan klub dan akademi pembinaan olahraga sepatu roda di Kota Bogor yang berfokus pada pengembangan kemampuan teknik, karakter, sportivitas, serta prestasi atlet sejak usia dini hingga tingkat kompetitif.

(Wawan Hermawanto)

Hunian Asri di Bogor Kini Ada Bonus Motor untuk Pembeli

0

Bogor | Jurnal Bogor
Memasuki pertengahan 2026, pengembang perumahan Kierana Indah Residence 3 di wilayah Bogor meluncurkan promo spesial bagi calon pembeli rumah. Setiap pembelian unit hunian akan mendapatkan bonus 1 unit motor Honda Beat dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Promo ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang sedang mencari rumah pertama maupun investasi properti di kawasan Bogor.

Kierana Indah Residence 3 hadir dengan konsep hunian modern, lingkungan asri, serta fasilitas lengkap. Perumahan ini juga dilengkapi sistem keamanan 24 jam untuk memberikan rasa aman bagi penghuni.

“Kami ingin memberikan lebih dari sekadar rumah. Konsumen juga butuh kemudahan mobilitas. Makanya di promo kali ini kami berikan bonus motor,” kata Firman Amin, Marketing Kierana Indah Residence 3 di Kampung Waru, Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7/2026).

Selain itu, lokasi perumahan strategis dan mudah dijangkau dari pusat Kota Bogor maupun akses tol. Pihak pengembang juga menawarkan skema cicilan ringan dan fleksibel agar lebih terjangkau untuk keluarga muda.

Promo “Beli Rumah Bonus Motor” ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak calon pembeli yang sudah mendaftar untuk jadwal survei lokasi secara gratis.

“Kami batasi jumlah unit untuk promo ini. Jadi kami sarankan segera survei dan amankan unit pilihan sebelum kehabisan,” tambahnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tipe rumah, harga, dan mekanisme promo, dapat langsung menghubungi kantor pemasaran Kierana Indah Residence 3 atau melalui kontak resmi marketing.

(Wawan Hermawanto)

Program Rutin Bupati Bogor dan Ketua TP PKK Dijalankan RSUD R. Moh. Noh Nur Melalui “Jumat Berkah”

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur baru saja menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan sosial bertajuk “Jumat Berkah”. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026 tersebut, dilakukan pembagian makanan kepada para penunggu pasien yang tengah mendampingi anggota keluarganya di ruang IGD maupun rawat inap.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial yang mendalam serta perhatian nyata dari jajaran pimpinan Kabupaten Bogor kepada masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan dan uluran tangan. 

Salah satu keluarga pasien mengungkapkan terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan: “Terimakasih banyak kepada Bapak Bupati Bogor dan rumah sakit atas makanannya.

Pihak manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menyambut baik inisiatif berbagi ini, yang dinilai sangat selaras dengan visi rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang humanis. Diharapkan, kegiatan Jumat Berkah ini dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi penyemangat bagi para penunggu pasien dalam melalui masa perawatan keluarganya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi layanan kesehatan seperti ini menegaskan kembali komitmen RSUD R. Moh. Noh Nur untuk selalu hadir sebagai mitra masyarakat, tidak hanya dalam penyediaan layanan medis yang berkualitas, tetapi juga dalam aspek dukungan sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bogor.

(yev/cc)

RSUD R. Moh. Noh Nur Beri Pemahaman Hak Pasien dan Keluarga, serta Komunikasi Efektif Tahun 2026 Melalui Pelatihan Intensif

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur kembali menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui suksesnya penyelenggaraan rangkaian In House Training (IHT) mengenai Hak Pasien dan Keluarga (HPK) serta Komunikasi Efektif (KE). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 13 sampai 17 Juli 2026 ini diikuti oleh seluruh elemen civitas hospitalia, mulai dari jajaran direksi, tim manajemen, tenaga medis dan keperawatan, hingga staf non-medis.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman seluruh staf mengenai hak-hak pasien, mulai dari hak atas informasi, privasi, pelayanan kerohanian, hingga hak untuk memberikan persetujuan tindakan medis (informed consent). Selain aspek administratif dan hukum, program ini juga menekankan pentingnya komunikasi efektif antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga, guna menjamin terciptanya lingkungan perawatan yang transparan, aman, dan penuh kasih.

Kegiatan yang telah terlaksana dengan sukses ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Banyak staf tenaga kesehatan dan manajemen yang menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat menambah wawasan krusial dalam dunia kesehatan. Para peserta berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dengan baik dan benar dalam praktik pelayanan sehari-hari, demi memberikan perlindungan maksimal bagi pasien serta menjaga profesionalisme rumah sakit.

Sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien, pelatihan ini juga melakukan refleksi mendalam terhadap pentingnya kepatuhan pada standar profesi dan prosedur operasional (SOP). Penekanan ini menjadi bagian dari upaya preventif rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang akuntabel, menghormati nilai-nilai serta keyakinan pasien, sekaligus melindungi hak-hak pasien dalam setiap proses pengambilan keputusan medis.

Manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan bahwa keberhasilan program pelatihan ini merupakan bukti nyata dedikasi seluruh karyawan dalam mendukung akreditasi rumah sakit. Dengan penguatan kompetensi ini, RSUD R. Moh. Noh Nur semakin optimis dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berkualitas secara medis, tetapi juga unggul dalam aspek etika, komunikasi, dan perlindungan hak pasien, demi kepercayaan masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

(yev/cc)

Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Perkuat Tata Kelola RSUD R. Moh. Noh Nur

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam upaya berkelanjutan untuk membangun budaya kerja yang transparan dan akuntabel, RSUD R. Moh. Noh Nur telah sukses melaksanakan kegiatan Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Aula Soekarno Hatta.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, staf manajemen, serta pegawai pelaksana non-pelayanan klinis. Seluruh peserta hadir dengan mengenakan atribut lengkap, termasuk Pin Zona Integritas, sebagai simbol komitmen nyata rumah sakit dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme.

Bagi RSUD R. Moh. Noh Nur, integritas bukan sekadar nilai, melainkan komitmen dasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui sosialisasi ini, seluruh insan rumah sakit diharapkan semakin memahami pentingnya pencegahan korupsi serta terus berupaya mewujudkan tata kelola yang baik.

Komitmen ini selaras dengan upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat. Dengan implementasi nilai-nilai antikorupsi, RSUD R. Moh. Noh Nur terus memperkuat budaya kerja yang berintegritas tinggi serta berorientasi pada Pelayanan Prima yang BerAKHLAK.

(yev/cc)

Perkuat Standar Pelayanan dan Penuhi Syarat Akreditasi Nasional, RSUD R. Moh. Noh Nur Selenggarakan IHT

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur telah sukses menyelenggarakan rangkaian program In House Training (IHT) yang berlangsung secara intensif mulai dari 29 Juni hingga 10 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan langkah nyata rumah sakit dalam memperkuat standar pelayanan dan memenuhi persyaratan akreditasi nasional, dengan dukungan penuh dan partisipasi aktif dari seluruh elemen civitas hospitalia, mulai dari jajaran direksi, tim manajemen, tenaga medis dan keperawatan, hingga staf non-medis.

Pelatihan yang berfokus pada Bantuan Hidup Dasar (BHD), Early Warning System (EWS), dan Manajemen Nyeri ini diikuti oleh 1.027 peserta yang terdiri dari berbagai lini, mulai dari tenaga medis, keperawatan, kebidanan, staf manajemen, hingga petugas kebersihan dan keamanan. Keberhasilan penyelenggaraan ini mencerminkan sinergi luar biasa dari seluruh civitas hospitalia dalam upaya meningkatkan budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.

Kegiatan yang telah terlaksana dengan sukses ini mendapat sambutan yang sangat positif. Para peserta merasa bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan yang sangat penting dan krusial dalam menunjang tugas sehari-hari. Banyak staf yang menyampaikan bahwa materi yang didapatkan sangat bermanfaat, dan mereka menyatakan kesiapan penuh untuk mengimplementasikan ilmu tersebut dengan cara yang baik, benar, dan profesional dalam setiap tindakan pelayanan kepada masyarakat.

Berpedoman pada standar American Heart Association (AHA) 2025, materi pelatihan dirancang secara mendalam untuk membekali seluruh staf dengan keterampilan teknis penyelamatan nyawa yang akurat. Selain aspek teknis, kegiatan ini juga berhasil mematangkan koordinasi Code Blue System yang terbagi ke dalam tiga zona operasional di lingkungan rumah sakit, guna memastikan respons yang cepat, terukur, dan efektif dalam menangani situasi kritis.

Manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan bahwa kesuksesan program ini adalah bukti nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan standar akreditasi melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia secara menyeluruh. Dengan pengetahuan yang telah diperbarui dan semangat implementasi yang tinggi dari seluruh karyawan, RSUD R. Moh. Noh Nur semakin siap memberikan perlindungan serta kenyamanan maksimal kepada setiap pasien. Sinergi seluruh keluarga besar RSUD R. Moh. Noh Nur kini menjadi fondasi utama rumah sakit dalam bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

(yev/cc)

RSUD Kota Bogor Mulai Bangkit, Libatkan Publik Tingkatkan Layanan

0

Bogor | Jurnal Bogor
RSUD Kota Bogor terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan membuka ruang partisipasi publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Komunikasi Publik (FKP) Sosialisasi Standar Pelayanan yang digelar di Ruang Tanah Sareal, Jumat (17/7/2026).

Dalam forum tersebut, manajemen RSUD memaparkan berbagai layanan dan fasilitas yang dimiliki rumah sakit, mulai dari kapasitas ruang perawatan, ketersediaan dokter spesialis dan subspesialis, hingga sarana serta peralatan kesehatan yang menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, mengatakan FKP menjadi wadah bagi rumah sakit untuk menerima berbagai masukan, kritik, maupun saran dari para pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperbaiki mutu pelayanan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar berbagai masukan dari para tamu yang hadir. Kami berharap kritik dan saran yang diberikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Kota Bogor,” ujarnya.

Sri mengakui RSUD Kota Bogor saat ini tengah berupaya bangkit dari berbagai persoalan yang sempat dihadapi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari keterbatasan ketersediaan obat hingga persoalan keuangan yang berdampak pada pelayanan.

Karena itu, ia menilai dukungan seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar proses pembenahan dapat berjalan maksimal.

“Kami ingin mengetahui apa saja yang masih menjadi kekurangan di RSUD Kota Bogor. Dengan masukan dan dukungan dari semua pihak, kami optimistis dapat terus berbenah dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Sri, penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik juga merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mendorong peningkatan pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam penyusunan dan evaluasi standar pelayanan publik.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kecamatan Bogor Barat, Komandan Rayon Militer (Danramil) Bogor Barat, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bogor Barat, Lurah Menteng, Kepala Puskesmas Gang Kelor, Ketua GMKB Kota Bogor, Ketua One Kes, Ketua Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Bandung Kampus Bogor, Direktur Akademi Keperawatan Wijaya Husada, serta sejumlah perwakilan media massa.

** Fredy Kristianto

Peringati HUT ke-25, Partai Demokrat Lakukan Aksi Tanam Sejuta Pohon

0

Caringin | Jurnal Bogor
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor, merayakannya dengan ngabolang ke Kampung Cibeling Cikaracak, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jum’at (17/7/2026).

Kegiatan ekspedisi Bogor Biru#2 yang diikuti oleh ratusan  jajaran kepengurusan dan simpatisan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, merupakan bagian dari program nasional Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang dilaksanakan serentak oleh jajaran Partai Demokrat di seluruh Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Mengusung tema “Aman, Sehat, Resik, dan Indah”, aksi lingkungan kali ini difokuskan pada pembersihan aliran Sungai Cibeuling serta penanaman 1.000 bibit pohon yang terdiri dari tanaman buah dan pohon kayu industri. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan pegunungan Caringin yang dikenal sebagai daerah resapan air.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor yang juga Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, H. Dede Chandra Sasmita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dalam rangka peringatan seperempat abad partai berlambang mercy tersebut.

Menurutnya, perayaan HUT ke-25 Demokrat tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Momentum usia 25 tahun ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Salah satunya melalui gerakan menjaga lingkungan agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Dede Chandra Sasmita.

Ia menjelaskan, Kecamatan Caringin dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki peran penting sebagai kawasan pegunungan dan daerah tangkapan air yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Setelah sebelumnya dilakukan kegiatan pengecatan mushola, bersih-bersih lingkungan dan pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di kawasan perkotaan Cibinong, kali ini Demokrat sengaja menyasar wilayah yang lebih jauh dari pusat pemerintahan untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan masyarakat hingga pelosok Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang sangat luas dengan ratusan desa dan kelurahan. Masih banyak daerah yang membutuhkan perhatian bersama, termasuk dalam hal pelestarian lingkungan. Karena itu program ini akan terus kami lanjutkan di sejumlah titik hingga akhir Agustus mendatang,” jelasnya.

(Asep Saprudin)

SDN Loji 3 Ajak Siswa Baru Pilah Sampah Lewat Kegiatan MPLS

0

Bogor | Jurnal Bogor
SDN Loji 3 Kota Bogor menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 dengan kegiatan yang berbeda. Tahun ini, sekolah mengajak siswa baru untuk belajar memilah sampah sebagai bagian dari upaya membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

Kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari dan diikuti oleh seluruh siswa, tak terkecuali kelas 1. Selain materi pengenalan guru, kelas, dan tata tertib, sekolah memasukkan edukasi tentang jenis-jenis sampah dan cara penanganannya serta pengenalan Bank Sampah kepada seluruh siswa SDN Loji 3 Kota Bogor oleh pegiat lingkungan Kota Bogor Kang Darga Sulton dari Bank Sampah Barokah Bogor.

Para siswa diberikan penjelasan mengenai sampah organik dan anorganik. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai praktik langsung. Siswa diajak memisahkan sampah ke tempat sampah yang sudah disediakan di setiap sudut sekolah.

Kepala Sekolah SDN Loji 3 Kota Bogor, Syarifah Yuniarti, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program penguatan dalam menanamkan kebiasaan baik kepada peserta didik.

“MPLS bukan hanya pengenalan sekolah. Kami ingin anak-anak sejak awal sudah paham pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Kalau dibiasakan dari kecil, ini akan jadi karakter mereka,” ujarnya, Jumat (17/07/2026).

Selama kegiatan, siswa juga diajak membuat kerajinan sederhana dari botol plastik bekas. Selain itu, sekolah mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah bersama guru dan panitia MPLS.

Pihak sekolah berharap pembiasaan memilah sampah yang dimulai saat MPLS dapat diterapkan juga di rumah. Dukungan orang tua dinilai penting agar perilaku peduli lingkungan terus terbentuk.

Dengan mengangkat tema lingkungan, SDN Loji 3 Kota Bogor mendukung program Sekolah Adiwiyata dan berkomitmen mencetak generasi yang sadar kebersihan serta kesehatan lingkungan.

(Wawan Hermawanto)