30.4 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1169

Donor Darah Jadi Pilot Project Katar Desa Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kegiatan donor darah dengan tema Diamond Blood yang rutin dilakukan  per tiga bulan sekali merupakan salah satu Pilot Project Karang Taruna (Katar) Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri,  Kabupaten Bogor.

Nopih, Ketua Katar desa Gunung Putri menjelaskan, Katar Desa Gunung Putri sangat merespon positif  upaya tersebut, khususnya pemuda-pemudi di Desa Gunung Putri.

“Alhamdulillah respon dari warga dan pemuda-pemudi Desa Gunung Putri sangat baik tentang kegiatan donor darah yang kita beri nama Diamond Blood, sebab kegiatan positif ini rutin kita lakukan kegiatan per triwulan, jadi masyarakat yang ingin menjadi pendonor  kini tidak usah jauh-jauh ke PMI,”  jelasnya, Minggu (20/06).

Dalam hal ini, menurut Nopih, selain bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bogor, Katar Desa Gunung Putri juga bersinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes), LPM, Bumdes, Bhabinkamtipmas, dan Babinsa. “Dan alhamdulillah dalam giat kali ini kita dikunjungi ketua Katar Kabupaten Bogor,” ucapnya.

“Manfaat dari donor darah sendiri, dapat mendeteksi penyakit yang kronis dan meningkatkan produksi sel darah, menjaga kesehatan jantung dan masih banyak juga manfaat yang lainnya,” pungkas Nopih.

** Nay Nur’ain

Polisi Amankan Gerombolan Pelajar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Polresta Bogor Kota mengamankan 48 siswa di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal pada Minggu (20/6) malam. Puluhan siswa yang mengenakan seragam sekolah itu diamankan lantaran diduga hendak tawuran.

Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar mengatakan, penangkapan bermula dari adanya laporan warga, yang melihat gerombolan pelajar berjalan kaki.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi dan mengamankan para pelajar. “Ada 48 pelajar yang diamankan, tetapi tidak ditemukan adanya senjata tajam,” ujar Rachmat kepada wartawan.

Menurut dia, para pelajar kini sudah dibawa kembali oleh para orang tuanya. Saat itu para orang tua tersebut datang ke Mako Muslihat Polresta Bogor sekitar pukul 00.00 WIB.

Lebih lanjut, kata dia, Kota Bogor belum melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sehingga diharapkan para orangtua dapat mengawasi anak-anaknya dengan baik.

** Fredy Kristianto

Pizza Apa Ya: Pizza Lokal, Lengkap dan Terjangkau

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Pizza atau Piza merupakan jenis roti berbentuk bundar, pipih yang dipanggang dioven, serta dilumuri saus tomat dan topping. Seiring dengan berkembangnya zaman, varian pizza buatan lokal pun makin banyak, salah satunya di Pizza Apa Ya.

Pizza Apa Ya cabang Depok ini, berlokasi di Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Mereka menyajikan varian pizza yang lengkap, dengan harga yang bersahabat. Dari kategori, pizza ini terbagi menjadi dua, ada yang pizza topping manis atau pizza topping gurih. Mereka juga menyediakan menunya pada layanan ojek online (ojol).

“Ada sosis, mozza, green tea, jagung, keju, pepperoni, dan masih banyak lagi. Kita juga menyediakan yang Chocome, jadi satu buletan. Sampingnya cokelat, sampingnya lagi merah,” ujar salah satu pegawai Pizza Apa Ya, Redi kepada Jurnal Bogor, Minggu (20/6).

Redi menerangkan, menu favorit disini terletak pada varian mozzarella, baik keju mozzarella, sosis mozzarella, ataupun pepperoni mozzarella. “Kebanyakan yang varian mozzarella sendiri menjadi favoritnya anak kecil,” terangnya. Untuk harga yang ditawarkan dimulai dari yang paling murah yaitu Rp10.000 sampai Rp20.000 yang mahalnya.

Disini, kalian dapat memilih tambahan topping lainnya yang sudah disediakan. “Hanya dengan tambahan Rp2.000 sampai Rp3.000 konsumen sudah bisa tambah topping pilihan yang lainnya,” tambahnya. “Kebanyakan juga yang beli anak-anak sama orang tua. Kalo anak mudanya jarang, mungkin untuk anak-anak pizza ini murah, enak, dan gak pedes,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Yazidil Bustomi, Kanit Pol PP Kemang yang Sukses Lakukan Pendekatan Pembongkaran Tanpa Perlawanan

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pembongkaran ratusan bangunan liar (bangle) di Jalan Raya Semplak, Desa Parakan Salak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor sudah dilakukan dan berjalan aman tanpa adanya perlawanan. Bahkan dari total 153 bangli yang berada di sepanjang Jalan Raya Semplak dekat markas Lanud Atang Sendjaja itu, sebanyak 75 pemilik membongkar dengan sendirinya.

Menurut Kanit Pol PP Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi, sukses dan kondusifnya penertiban ratusan bangunan liar di ruas jalan simpang Salabenda hingga menuju Lanud ATS Semplak, Kecamatan Kemang tidak terlepas dari pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan jajaran Muspika Kemang, terutama unit Satpol PP.

Yazidil Bustomi mengungkapkan, proses sosialisasi dan himbauan secara persuasif sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Sehingga para pemilik maupun pengontrak bangunan dengan kesadaran sendiri membuat surat pernyataan bahwa mereka telah menggunakan lahan milik negara,” ujar Tomi, sapaan akrabnya, Jumat (18/6/2021).

Ia menambahkan, setelah proses pembongkaran, selanjutnya akan ada kegiatan penghijauan dan penataan taman pedestrian dengan menggandeng para stakeholder dan SKPD terkait. Tomi juga berjanji akan terus mengawasi bangunan liar dan akan menertibkannya.

“Saya mengajak semua stakeholder dan masyarakat di wilayah Kemang untuk terus peduli lingkungannya sendiri serta mewujudkan rasa memiliki terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kades Leuwinutug Berikan Penjelasan Perihal Isu Uang 65 Juta untuk Sampah

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwinutug yang dibawah kepemimpinan Deden Saepul Hamdi mendapati pemberitaan miring. Kang Denz biasa disapa memberikan penjelasan bahwa isu yang beredar adanya angka Rp 65 juta untuk lingkungan hidup bukan untuk pembersihan sampah yang ramai dibicarakan saat ini.

“Akibat isu tersebut jadinya kisruh di masyarakat, yang mengira Pemdes menerima uang bantuan dari DLH, tidak ada anggaran 65 juta di APBDes desa kami, baik tahun 2020 maupun 2021 yang diperuntukan untuk sampah,” jelas kades muda ini kepada Jurnal Bogor, Minggu (20/6).

“Benar ada anggaran lingkungan di APBDes kami di tahun 2021 itu peruntukan KRL program KRPL dan Satgas Lingkungan Hidup Tingkat Desa. Adapun anggaran 2020 tersebut yang kami anggarkan di APBDes memang ada sub bidang lingkungan hidup, namun memang belum menyentuh perihal sampah karena anggaran tersebut kami alokasikan untuk Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang ada di Desa Leuwinutug,” jelasnya lagi.

“Selain itu Pemdes sudah dua kali menyurati pemilik tanah yang ada tumpukan sampah di depan kantor desa tersebut namun sampai saat ini belum mengizinkan untuk kami kelola dan kami bersihkan areal tanahnya.”

Menurutnya, tanah tersebut milik perseorangan (sertifikat hak milik), Pemdes Leuwinutug pernah mengajukan permohonan untuk merawat tanah tersebut agar bisa dijadikan lapangan olahraga seperti bulu tangkis , dan dibuat taman dan lainnya sampai tanah itu didirikan bangunan, dan sempat disampaikan agar tidak ada yang buang sampah lagi ke area tersebut, namun pemilik lahan belum mengizinkan.

“Jika tidak diizinkan tanahnya kami kelola atau dibersihkan pepohonan rindang dan juga sampah  oleh pemiliknya, itu kan malah jadi ranah pidana, dan saat ini sedang kami siasati dengan Satgas DLH Desa Leuwinutug, namun kita belum punya anggaran operasional untuk membersihkan sampah tersebut,” katanya lagi.

Dirinya merasa miris, dan mengerutkan alis serta tidak habis pikir terhadap yang memberikan isu perihal Pemerintah Desa Leuwinutug. Padahal saat ini Pemdes sedang bergerak maju menuju upaya lebih baik untuk kepentingan masyarakat. “Satgas LH kami sudah sampai tingkat RT, bersama paguyuban RT/RW sedang kami garap Bank Sampah di setiap lingkungan,” kata dia.

“Saya pastikan jika kami sudah koordinasi dengan DLH perihal tumpukan sampah di lapangan depan kantor desa, dan anggaran yang masuk RAB desa adanya angka 65 juta itu tidak benar. Anggaran peruntukkan KRL pun sudah diperiksa oleh inspektorat perihal alokasinya dan telah dimonitoring dan dievaluasi, dokumen SPJ dan administrasi pun kami lengkap,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Telaga Batu di Pamijahan, Destinasi Wisata Alternatif Saat Pandemi

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Kasus Covid 19 di beberapa daerah kembali meningkat termasuk di Kota Bogor, bahkan sejumlah akses menuju tempat wisata dilakukan penyeketaan. Diakhir pekan untuk menghindari penyekatan, sejumlah wisatawan memilih wisata alternatif  dan tidak terlalu ramai dikunjungi seperti wisata Telaga Batu di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Wisata tersebut berada di area Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang lagi ngehits yang memiliki daya tariknya yaitu kolam renang dengan air alami pegunungan dari beberapa mata air pegunungan di sekitar Telaga Batu tersebut.

Selain kolam renang alami, kedalaman kolam hanya 2,5 meter. Di lokasi itu juga menyediakan beberapa fasilitas untuk memanjakan para pengunjung diantaranya tiga gazebo yang masing-masing gazebo itu dapat menampung sekitar 15 orang.

Di lahan sekitar 2500 meter itu juga menyediakan area camping ground, pengelola juga menyediakan penyewaan alat untuk berkemah mulai dari tenda hingga peralatan masak bagi pengunjung yang berkemah.

Untuk berwisata ke kawasan Talaga Batu ini, pengunjung akan dikenakan tarif parkir kendaraan roda dua Rp 5000 dan untuk mobil 10 ribu. Bagi pengunjung yang akan mendirikan tenda atau sewa lahan dikenakan tarif 35 ribu per orang di waktu weekand sedangan untuk hari-hari biasa dikenakan tarif 25 ribu per orang.

Bagi anda yang akan menyewa tenda untuk ukuran 4 orang dengan matras bisa menyewa alat camping dengan harga 150 ribu, untuk ukuran 9-10 orang dengan harga 200 ribu per-malam.

Salah satu pengunjung  Nurhayati mengatakan, dirinya bersama dengan beberapa komunitasnya mengaku memilih tempat tersebut untuk berwisata menjadi salah satu wisata alternatif ditengah pandemi yang kembali meningkat.

“Kalau untuk wisata alam Telaga Batu saya rasa cukup nyaman ya, karena bagi orang tua yang membawa anak kecil juga nyaman, dan tidak terlalu ramai dari pengujung,” ungkap Nurhayati kepada wartawan, Sabtu (19/06/2021).

Pengunjung lain, Diah mengaku berwisata ke tempat ini karena suasananya asri dan tidak terlalu ramai. “Ada camping ground juga, kolam renang dan yang pasti aman tidak begitu ramai,” katanya.

Sementara, pengelola Telaga Batu, Angga, menyampaikan, pemberian nama Telaga Batu ini memang pada saat pembuatannya terdapat banyak batu. “Sehingga dibuatlah nama Telaga Batu Cold Spring tersebut,” katanya

Angga menambahkan, adanya penyekatan ganjil genap di wilayah Kota Bogor saat ini berdampak kepada penurunan pengunjung sekitar hampir mencapai  50 persen dari sebelumnya. “Kalau untuk hanya berkunjung saja,  pengunjung hanya dikenakan biaya 10 ribu sudah dapat menikmati fasilitas yang sudah disediakan,” tambahnya.

Angga Saputra menyampaikan, bahwa untuk protokol kesehatan, dirinya menyebut sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menyiapkan tempat cuci tangan dan rutin memberikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak antar pengunjung.

“Dari awal kita buka juga sudah terus kita imbau kepada para pengunjung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Tiang di Bahu Jalan Membahayakan, Kini Diikat Warga ke Pohon

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Keberadaan tiang telekomunikasi yang berdiri di bahu Jalan Raya Pabangbon, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang kondisinya sangat membahayakan,  terutama bagi pengendara roda dua mau pun roda empat yang melintas di jalur tersebut

Sekretaris Desa Pabangbon Novi Pirdaus dihubungi via WhatsApp mengatakan, keberadaan tiang tersebut sudah dua pekan berdiri terlebih pihak desa sudah menanyakan tiang tersebut ke pihak IndiHome tetapi pihak IndiHome tidak mengakui.

Terlihat  tiang yang belum diketahui pemiliknya kini mengalami kemiringan dan berakibat longsor dampak keberadaan tiang itu. Kondisi tiang itu nyaris roboh dan kini diikat menggunakan tali yang diikatkan ke pohon Jambu milik warga sekitar. 

“Kita lagi nanya-nanya keberadaan pemiliknya, lapor ke IndiHome tetapi tidak ngaku.  Sehingga kita lapor ke Pol PP Leuwiliang,” ujar Novi, Minggu (20/6).

Ia juga menegaskan jika tidak segera untuk diperbaiki pihaknya akan mencabut keberadaan tiang tersebut karena keberadanaya sangat membahayakan. “Kalo  gak ada yang ngaku besok atau nggak senin kita akan menyuruh linmas untuk mencabut tiang itu, soalnya bahaya,” ungkapnya.

** Arip Ekon

Usai dari Bengkel, Mobil Sedan Terbakar di Parung

0

Parung  | Jurnal Inspirasi

Sebuh mobil sedan pada Minggu (20/6/2021), pukul 13.30 WIB, hangus terbakar di gerbang masuk Perumahan Gria Branweer, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Mobil tersebut terbakar diduga akibat korsleting listrik pada bagian kabel bodi mobil.

Menurut saksi mata, Jumat (45), mobil jenis sedan Mazda yang hangus terbakar itu merupakan milik Surya, warga perumahan Gria Branweer. Mobil tersebut setelah diservis di sebuah bengkel, namun tiba masuk di gerbang perumahan, tiba-tiba pengemudi keluar lari minta bantuan mobilnya terbakar.

“Mobil jenis sedan Mazda tahun tua, mobil itu dari bengkel pas masuk perumahan tiba-tiba pengemudi minta tolong karena mobilnya terbakar, api langsung besar membakar mobil tersebut,”kata Jumat kepada wartawan.

Sementara menurut petugas Damkar Kabupaten Bogor Sektor Parung, Fajar Setiawan pihaknya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada mobil sedan yang terbakar di perumahan. “Setelah mendapatkan alamat, 2 mobil damkar datang ke lokasi, setibanya di lokasi api sudah membesar, api berhasil dipadamkan 5 menit kemudian,”kata Fajar.

Sementara itu menurut Fajar, mobil tersebut terbakar diduga karena adanya korsleting kabel pada bagian bodi mesin mobil. “Diduga karena terjadi hubungan arus pendek kabel bodi mesin mobil api langsung membesar tidak ada korban jiwa karena sang sopir saat kejadian langsung keluar dari mobilnya,” katanya.

Sementara akibat terbakar mobil sedan itu kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta dan kini mobil tersebut telah dievakuasi petugas derek ke tempat penampungan mobil bekas di wilayah Gunung Sindur. 

** Cepi Kurniawan

Selain Barbershop, Iqbal Hadirkan Terapi Reflexi

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Dulu, laki-laki hanya mengenal tempat cukur disalon atau yang dibawah pohon. Seiring berkembangnya zaman, saat ini banyak laki-laki yang lebih memilih barbershop untuk mengatasi rambut mereka. Karena di barbershop sendiri, hadir dengan pelayanan yang nyaman serta menawarkan gaya rambut kekinian.

Sama halnya dengan Iqbal Barbershop Gentleman & Kids. Kalian dapat menjumpai Barbershop ini di Depok atau lebih tepatnya, di Jalan Boulevard, Grand Depok City, ruko verbena No.G 11, RT.9/RW.3, Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Iqbal Barbershop tak hanya mengatasi masalah rambut, mereka juga hadir dengan berbagai pelayanan reflexi. “Disini kita ada barbershop, reflexi, bekam, sekaligus soki alat terapi dari Jepang,” ujar Owner Iqbal Barbershop Gentleman & Kids, Jufri Skumbang kepada Jurnal Bogor, Sabtu (19/6).  

Jufri menerangkan, untuk soki sendiri khusus terapi yang memilki penyakit seperti kolesterol, asam urat, gejala jantung, ginjal, dan hampir semuanya bisa diatasi oleh alat terapi Soki asal jepang tersebut. Hal yang menarik dari barbershop ini, mereka mempunyai tenaga kerja yang sudah terlatih dan professional. Baik untuk barbershop ataupun reflexinya.

Barbershop dan terapi yang baru berdiri hampir 2 bulan ini, makin harinya pun mendapatkan traffic yang meningkat dan mendapat ulasan yang baik dari para konsumennya. “Kita memang dari pasar-pasar yang sudah menengah ke atas. Selain terlatih dan professional mereka juga sudah lama mengarungi di bidang tersebut. kalo dari soki sendiri memang dilatih dari pusatnya langsung,” terangnya.

Untuk harga yang ditawarkan pada barbershop tersebut, dimulai dari harga yang standar sebesar Rp50.000 exclude dari cuci & warna rambut. Sedangkan untuk terapi soki sendiri, dihargai Rp350.000 include dengan obat minum, atau yang disebut dengan harga paketan.

“Saya menghadirkan soki ini berdasarkan pribadi ya, sudah 6-7 tahun yang lalu memakai soki karena punya asam urat, gula, darah tinggi, semua lah. Sampe akhirnya pake alat ini, membawa manfaat serta kebaikan pada diri sendiri dan keluarga di rumah. Dan akhirnya memutuskan untuk berbagi sehat dengan alat tersebut,” jelasnya.

Untuk konsumen sendiri datang dari kalangan orang kantoran, ada juga yang suda biasa datang karena memang sudah tahu kualitas dan pelayanannya. “Barber kita juga sudah ada di Pesona Square Depok, ada yang di Plaza Indonesia, Senayan City, kemudian bergabung disini,” tambahnya. “Bahkan kalo ada yang mau terapi soki, bisa saya layani sendiri. Makanya, kalo ada yang mau ketemu saya, datangnya di sore hari,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Momen Peresmian KRL, Pemdes Bantarkaret dan DLH Tebar Benih Ikan di Curug Love

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Leuwicatang Indah yang berada di Desa Bantarkaret,  Kecamatan Nanggung telah diresmikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, baru baru ini.

Peresmian kampung ramah lingkungan tersebut bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021. Pada kesempatan itu pihak DLH Kabupaten Bogor melakukan penanaman pohon dan menebar benih ikan di wisata Curug love yang merupakan kampung peduli atasi sampah.

Rombongan dari DLH dan DarmaWwanita Kabupaten Bogor  tersebut disambut oleh warga dan pemerintahan desa setempat dengan meriah.

Kepala Desa Bantarkaret Hotib mengatakan, semua kampung di Desa Bantarkaret mempunyai kampung ramah lingkungan yang mana dapat menjadi ikon Desa Bantarkaret bersih dari sampah.

“KRL ini bukan hanya sebatas di Kampung Bitung, Kampung Tugu dan sekarang Kampung Leuwicatang Indah saja, harapan kedepan di semua Kampung Ramah Lingkungan yang tidak kumuh,” harapnya.

Sehingga kata Hotib sampah juga dapat  terkelola dan bisa memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. “Untuk semua pihak terutama warga memanfaatkan sekecil apapun lahan yang mereka miliki,  untuk bisa ditanami sayuran ataupun tanaman yang bisa bermanfaat,” tukasnya.

** Arip Ekon