27.5 C
Bogor
Wednesday, August 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1168

Ajak Pemkot Cari Alternatif Pembiayaan

0

Gus M Minta RSUD Buat Perencanaan Terukur

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Penprov Jabar) hanya menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan Blok 1 dan 4 RSUD Kota Bogor. Realisasi tersebut dinilai sangat kurang dari ajuan anggaran yang mencapai Rp255 miliar.

Diketahui, RSUD melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan bantuan provinsi (banprov) lantaran ingin meningkatkan layanan rumah sakit pelat merah demi menuju RS Rujukan Regional dan rumah sakit pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan bahwa pihaknya mendukung upaya RSUD untuk meningkatkan layanan melalui pembangunan dua blok tersebut. Namun, semua harus jelas dan terukur serta harus secara detail yang dijabarkan dalam RAB.

“Pembangunan itu langkah yang bagus, karena kita semua tahu m APBD Kota Bogor terbatas. Bantuan sebesar Rp20 miliar sudah cukup bagus di saat pandemi ini,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/8).

Kendati demikian, sambung pria yang akrab disapa Gus M ini, jumlah tersebut dinilai sangat kurang untuk merealisasikan pembangunan. Atas dasar itu, ia mengajak Pemkot Bogor untuk duduk bersama mencari solusi bagaimana mencari bantuan sumber pembiayaan lain.

“Kita harus mendukung langkah manajemen RSUD, karena akan menjadi rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan. Tentunya, harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus M.

Gus M meminta agar manajemen RSUD ‘mengutak-atik’ terlebih dahulu angka yang digelontorkan Pemprov Jabar untuk membuat perencanaan terukur dengan anggaran tersebut.

“Harus dipastikan, anggaran itu mampu mengcover bagian mana saja dalam tahapan pembangunan dan sampai mana nantinya,” jelas pria yang hobi menunggang kuda ini.

Selain itu, kata Gus M, yang harus diperhatikan adalah bagaimana planning keberlanjutan konstruksi RSUD kedepan agar tidak terjadi mangkrak dalam proses pembangunannya. “Sebab, ini terkait dengan layanan dasar masyarakat,” tegas dia.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD, dr Ilham Chaidir menilai angka tersebut jauh dari cukup, sebab pihaknya melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan anggaran sebesar Rp255 miliar.

“Jadi total anggaran Rp255 miliar yang diajukan. Itu bisa dibuat bangunan super modern. Tapi ternyata hanya di-ACC Rp20 miliar,” ujar Ilham.

Menurutnya, berdasarkan konsultasi dengan tim pembuat Detail Engineering Design (DED) ana Rp20 miliar hanya dapat digunakan untuk membangun pondasi untuk 4 lantai.

Namun, kata Ilham, pihaknya mengaku akan terus mendorong jumlah banprov, agar minimal RSUD dapat membangun IGD dan poliklinik. “Ya, mudah-mudahan bisa ditambah Rp41 miliar hingga Rp45 miliar,” ungkapnya.

Tetapi, sambung Ilham, bila banprov tetap berada di angka Rp20 miliar, mau tidak mau pihaknya harus mencari alternatif pembiayaan. “Ya, bisa kita minta bantuan pemerintah pusat. Sebab, dengan angka Rp20 miliar untuk membangun dua blok. Tentunya pembangunannya mesti dicicil,” ucapnya.

Kata dia, RSUD harus memiliki gedung baru, terutama untuk poliklinik. Hal itu lantaran bangunan poliklinik yang ada sudah berusia 30 tahun, dan sudah bocor serta tak nyaman.

“Kemudian status kita yang akan menjadi rujukan regional dan menuju rumah sakit pendidikan, tentunya membuat RSUD mesti memiliki ruangan representatif karena Bogor adalah etalase Jabar,” katanya.

Selain itu, 40 persen pasien berasal dari luar wilayah. RSUD juga sudah mampu melakukan operasi sulit dan salah satu rumah sakit pusat yang menangani kanker.

“Jadi IGD harus diperbesar, ICU diperbanyak, ruang perkuliahan dan lain-lain di gedung 4 lantai itu,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Pengawas SD Kecamatan Ciawi Benarkan K3S Lakukan Pungli Sertifikasi Guru

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) mencuat. Atas dugaan ini, pengawas SD di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, tak membantahnya dan membenarkan adanya pungli terhadap guru yang mendapatkan sertifikasi.

 “Kalau K3S benar meminta sebesar Rp.100 ribu ke para guru usai pencairan sertifikasi,” ujar Pengawas SD Kecamatan Ciawi, Mustofa, Minggu (29/8).

Menurutnya, setiap kali sertifikasi turun, sebanyak 120 guru yang ada di Kecamatan Ciawi, memberikan uang Rp100 ribu langsung melalui bendahara K3S.  “Jadi uangnya langsung ke bendahara,” ujar Mustofa.

Mustofa menjelaskan, dirinya tidak mengetahui peruntukan uang yang dihasilkan dari pemberian guru setelah menerima sertifikasi oleh K3S.  “Dan saya tidak mau tahu. Itu kewenangan K3S,” tegasnya.

Namun, Mustofa membantah jika pengawas SD Kecamatan Ciawi ikut melakukan pungutan terhadap guru yang mendapatkan sertifikasi.  “Demi Allah saya tidak pernah meminta apalagi memungut uang sertifikasi guru. Saya juga dapat dan Alhamdulillah. Nilainya mencapai 12 juta per tiga bulan,” akunya.

Pengawas yang akan memasuki masa pensiun tahun 2023 mendatang itu menjelaskan, sertifikasi guru itu nilainya tidak sama, tergantung golongan guru tersebut.

Ditambahkan Mustofa, terkait peruntukan uang sertifikasi guru, itu mutlak sudah menjadi hak guru. Tetapi, ada sekitar 20 persen dari uang sertifikasi untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

 “Itu pun kalau guru nya mau, misalkan untuk menambah ilmu, guru yang dapat sertifikasi membeli laptop atau buku dan tidak ada paksaan,” imbuhnya.

Sementara, K3S Kecamatan Ciawi hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait pungli sertifikasi guru.

** Dede Suhendar

RW 06 Raih Juara Kades Cup

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Tim sepakbola RW 06 keluar sebagai juara Kades Cup (Kepala Desa Leuwinutug) 2021 di lapangan Bogorindo, Minggu (29/8). RW 06 yang juara Grup B di partai puncak unggul tipis 1-0 kontra RW 03 yang juara Grup A.

Kemenangan RW 06 diraih pada menit-menit awal, dimana tekanan RW 06 membuat pemain lawan handsball di kotal penalti. Muhammad Alfaridho yang jadi algojo sukses menjalan tugasnya hingga membawa timnya unggul 1-0.

Laga ketat yang diperlihatkan di final tak menciptakan gol lagi dibabak pertama dan kedua sehingga anak-anak asuh Joni Hinadida menjadi kampiun Kades Cup. “Anak-anak sudah menunjukan permainan terbaik dan hasilnya Alhamdulillah juara,” ujar Joni Hinadida yang sebelum kompetisi menjajaki ujicoba dengan Citra Pratama Gunung Putri.

Manajer RW 06 Ilyas yang juga tokoh masyarakat Desa Leuwinutug mengaku puas meski timnya meraih kemenangan tipis. RW 06 sendiri termasuk tim unggulan yang dijagokan juara dan telah melakukan persiapan satu bulan lebih. Dimana pada laga sebelumnya juga meraih kemenangan yang sama 1-0 lawan RW 01 dan RW 04.

“Hasil ini memuaskan dan anak-anak mampu menjalankan instruksi pelatih,” jelas Ilyas.

Sementara kemenangan RW 06 dengan Ketua RW 06 Ujang Maulana yang jadi juara kian lengkap setelah menyabet dua gelar berikutnya yakni pemain terbaik yang diraih Desta Maulana dan topskor Muhammad Alfaridho.

**asepssayyev

Dukung Ekonomi Masyarakat, PT Samsung Print & Pack Indonesia Gelar Pelatihan

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Puluhan warga Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor diberikan pelatihan pembuatan paper bag oleh PT Samsung Print & Pack Indonesia. Pelatihan ekonomi kreatif ini digelar di Kampung Siceure RT 02 RW 20 Desa Cigudeg.

Penanggung jawab pelatihan Yand Edwar mengatakan, kegiatan pelatihanb untuk usaha ekonomi kreatif  baru pertama kalinya dilaksanakan.

“Pogram ini merupakan pemberdayaan masyarakat,” kata Edwar kepada Jurnal Bogor, Minggu (29/8).

Dimasa pandemi ini, kata dia, sangat apresiasi kepada pihak perusahaan PT Samsung yang telah memberikan pembinaan pembuatan paper bag.

Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan masyarakat yang memiliki skill dalam pembuatan paper bag yang propesional.

“Tentu saja  hasilnya bisa menjadiakan income tambahan,” tandasnya.

Menurutnya dari hasil pelatihan ini, peserta dapat mengembangkan pembuatan paper bag berbahan baku dari kertas yang akan digunakan untuk souvenir.

Nntinya masyarakat akan mendapatkan upah per setiap bulannya. Itu dihitung berapa banyak jumlah paper bag yang dibuat,” imbuhnya.

“Kegiatan tersebut tentu dapat meningkatkan perekonomian di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan Tin Kartina (40) menuturkan bahwa potensi pembuatan paper bag dari PT Samsung ini menambah pengetahuannya dan sebagai upaya meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. “Kami harapkan kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Miris , Lintah Darat Berkedok Koperasi Jerat Warga Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Puluhan warga Cileungsi mengeluh lantaran meminjam uang kepada salah satu koperasi dengan lipatan bunga yang mencekik hingga bernilai fantastis.

AJ (50) salah satu korban mengatakan, pada awalnya dirinya ikut bergabung dengan Koperasi Palomak Artha Mas karena ajakan dari saudaranya, karena ada kebutuhan mendesak saat itu dirinya akhirnya memutuskan untuk meminjam uang kepada koperasi tersebut sebesar 15 juta rupiah, dengan menjaminkan surat – surat berupa Izasah, Surat Nikah, KTP , ATM dan Buku Tabungan yang semuanya harus asli.

“Saat itu saya meminjam 15 juta dengan angsuran 1,325.000/ bulan selama 15 bulan , dan itu dipotong melalui ATM saya setiap bulannya, namun sampai saat ini bukti pembayaran itu tidak ada hanya dipotong saja setiap bulannya ,tapi tidak diberikan resi penarikan berapa jumlah uang yang ditarik dari ATM saya yang dijadikan jaminan dan kwitansi dari pihak koperasi,” jelas AJ kepada Jurnal Bogor.

Masih kata dia, saat itu dirinya pernah bertanya kepada pengurus koperasi utangnya tinggal berapa dan minta bukti pembayarannya. Namun mereka selalu bilang sudah ada catatannya. Hanya saja selama 1 tahun itu ATM dan surat-surat berharga di tahan oleh pihak koperasi , tanpa kejelasan berapa sisa utang yang harus dibayarkan dan sudah angsuran yang ke berapa.

“Saya melihat ketidak beresan ini, untungnya saat perusahaan tempat saya bekerja ganti bank kerjasama untuk pembayaran gaji karyawan, dan semenjak itu saya bayar secara manual dalam arti ditagih ke rumah , namun yang membuat saya setengah kaget dan tidak habis pikir utang saya yang cuma 15 juta dan sudah selama 1 tahun saya cicil kok gak lunas-lunas,” keluh AJ ysng juga koordinator puluhan warga yang merasa dirugikan oleh pihak koperasi.

Menurutnya, dirinya sangat kaget saat si penagih dari koperasi mengatakan bahwa total utangnya saat ini Rp.177.950.000 , dan mengatakan bahwa yang selama ini dibayarkan hanya bunganya saja dan belum termasuk pinjaman pokok, berikut bunga keterlambatan.

” Saya hanya meminta keadilan kok saya berhutang cuma 15 juta ,dan sudah saya cicil selama setahun 1,325.000 / bulan , sekarang tiba-tiba saya punya utang seratus juta lebih karena bunga keterlambatan, mohon bantu keadilan kepada saya, ini jeratan rentenir berkedok koperasi dan surat-surat berharga yang saya jaminkan kini ditahan” katanya.

Terpisah, Kasir Koperasi Palomak, Siska saat dimintai keterangan perihal siapa yang berkompeten untuk diwawancara dengan adanya keluhan tersebut justeru memperlakukan awak media dengan nada tinggi dan berkata tidak bersedia melayani pertanyaan media.”

“Maaf kami tidak melayani, tidak bisa melayani media,” cetusnya dengan nada yang kurang sopan.

Sekedar diketahui Koperasi Simpan Pinjam Palomak Artha Mas yang berada di ruko Metland Cileungsi menjerat puluhan korban yang sebagian besar merupakan warga Cileungsi dengan bunga berjalan berlapis dan tak masuk akal.

Mirisnya dari puluhan warga ada 1 diantaranya yang meminjam uang sebesar 20 juta karena keterlambatan kini hutangnya menjadi 1 miliar rupiah.

** Nay Nur’ain

Ajis Maulana Resmi Terpilih Jadi Sekjen BTJ

0

Sukabumi | Jurnal Inspirasi

Menggelar Rapat Kerja (Raker) di Pantai Citepus, Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Bogor Timur Jurnalis (BTJ) mendapatkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru, Minggu (29/08/2021).

Raker memang kerap kali dilakukan setiap organisasi untuk melakukan evaluasi kerja tahunan dan menyusun agenda kerja baru atau bahkan membahas tentang internal organisasi itu sendiri.

Begitu pun dengan BTJ, organisasi profesi wartawan ini dalam rakernya, resmi mendelegasikan Ajis Maulana sebagai sekjen baru.

Pendelegasian kewenangan itu dijabarkan oleh Sudadi, Ketua BTJ. Menurutnya, terpilih Ajis sebagai Sekjen memang sudah menjadi hal yang amat tepat untuk di struktural saat ini.

“Selain karena pemilihan demokratis dan memang berkompeten, kita juga melihat Ajis sebagai orang yang tahu sejarah BTJ dari awal, maka saya kira adalah hal yang sangat tepat dengan terpilihnya Ajis sebagai Sekjen dalam periode ini,” ucapnya.

Selain mendelegasikan Sekjen baru, lanjut Sudadi, dalam Raker ini juga disisipkan agenda kerja BTJ untuk satu tahun ke depan.

“Namun untuk agenda kerja satu tahun ke depan akan kita matangkan di raker selanjutnya dalam waktu dekat,” tuturnya.

Dipilihnya Pantai Citepus sebagai lokasi raker bukan tanpa alasan, menurutnya dipilihnya lokasi wisata keluarga ini sekaligus untuk melakukan evaluasi kerja.

“Kita pilih lokasi wisata keluarga untuk raker ini dengan alasan ingin membangun suasana kekeluargaan yang lebih dalam BTJ ini, lalu kita juga ingin teman-teman melepas penat dan berlibur bersama di pantai Citepus,” tukasnya.

Di lokasi yang sama, Ajis Maulana, Sekjen BTJ mengucapkan terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan.

“Saya ucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan teman-teman dengan memilih saya sebagai sekjen yang baru di BTJ, dan tentunya untuk menjalankan agenda kerja ke depan saya pun butuh bimbingan dan bantuan dari teman-teman BTJ,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Permudah Kirim Hasil Pertanian, Jalan Penghubung Nanggung ke Sukajaya Dihotmix

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Jalan di Kampung Batu Putih RT 01 RW 03, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dilakukan peningkatan jalan dengan aspal hotmix. Anggaran peningkatan jalan lingkar Nanggung – Kampung Siranggap menuju Kampung Banar di wilayah Dusun 2 ini bersumber dari Dana Desa (DD) 2021.

“Pembangunan insfrastruktur jalan ini karena salah satu akses strategis bagi warga di beberapa kampung,” ujar Ketua pelaksana  pembangunan, Makmur atau yang akrab dipanggil RW Amung kepada Jurnal Bogor, Minggu (29/8).

Dia menerangkan, pengerjaan hotmix  berikut bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) ini upaya memajukan pembangunan desa dan meningkatkan kualitas di bidang insfrastruktur. Tak hanya itu, pemanfaatan jalan tersebut juga karena salah satu jalur penghubung menuju Kecamatan Sukajaya.

Kepala Desa Nanggung Muhamad Sodik, mengatakan bahwa peningkatkan kualitas jalan di wilayahnya agar ada kemajuan dari sektor perekonomian warga. Pihaknya berharap agar warganya mendukung program pembangunan yang tengah dilaksakannya.

“Jalan lintas ini stragtegis dibangun menggunakan DD 2021 dengan hotmix  guna mendukung laju transportasi antar Desa Nanggung dengan wilayah Kecamatan Sukajaya agar bisa tersambung. Juga bisa memperlancar hubungan serta mempermudah pengiriman hasil produksi (pertanian) ke Pasar Tohaga Nanggung,” ujar Sodik.

Sementara akses jalan yang dibangun ini juga merupakan lanjutan peningkatan yang sudah telah direncanakan sebelumnya. Pembangunan  infrastruktur jalan umum di wilayah Kampung Batu Putih berupa pengerjaan jalan hotmix sepanjang 600 meter berikut TPT dengan volume total 123, 27 m3.

** Arip Ekon

Pesepeda Bogor Raya Lakukan ‘Muharram Terbike’ di Pesantren Rhaudotul Athfal

0

Cimahpar | Jurnal Inspirasi

Sepeda Lipat Bogor (Selibor) menginisiasi donasi ke Pesantren Rhaudotul Athfal di Kp.Bojong RT 02 RW 04 Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (29/8). Selibor bersama komunitas sepeda lainnya yakni Talasquad, Tiba Tiba Sudenly Gowes, Gorengan, Dagorin, Cifabi, Sali Bocil, Lady Cyclist Bogor  dan Sadulur Salipet menggelar ‘Muharram Terbike’ Berbagi di Lebaran Anak Yatim 2021 berupa uang tunai dan bahan makanan.

“Kami ingin bersepeda sambil bisa berbagi. Alhamdulillah rekan-rekan semua support,” ujar Ketua Selibor, Edwin. “Kami juga sebelumnya melakukan santunan ke anak-anak yatim di Lido,” sambung pengurus Selibor lainnya, Andriansyah Aditya.

Pesepeda kata Aditya biasanya selfi tempat-tempat wisata atau tempat-tempat yang dikunjunginya, kali ini kata dia, sesekali pesepeda diajak memotret lokasi yang membutuhkan santunan. “Seperti sekarang ini, disini ada banyak anak-anak termasuk anak-anak yatim yang butuh uluran tangan kita semua,” jelasnya.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak kesulitan ekonomi bagi sebagian besar masyarakat yang berpenghasilan rendah, dampak ini tentu akan sangat terasa khususnya anak-anak yatim. “Ada ratusan anggota yang aktif, tentu kalau dilakukan bersama-sama kita bisa melakukan seperti santunan ini,” kata Aditya.

Pengelola Pesantren Rhaudotul Athfal Taufik Rahman menyatakan terimakasih kepada komunitas pesepeda Bogor Raya yang peduli terhadap anak-anak asuhnya. “Kebaikan ini semoga Allah yang membalasnya. Kami tak bisa berkata-kata lagi, anak-anak yang ngaji disini mayoritas anak-anak warga sekitar sini,” kata dia.

Kegiatan berbagi rezeki ini menurut penasihat Selibor, Muhammad Gatot Prabowo akan dilakukan berkesinambungan, khususnya pada momen 10 Muharram atau yang biasa disebut Lebaran Anak Yatim. “Kegiatan kami sebelumnya adalah Jumat Berbagi Jumat Berkah. Bukan jumlahnya yang dilihat tapi aksi nyata dan ikhlas,” jelasnya.

Sementara pada ‘Muharram Terbike’ di Pesantren Rhaudotul Athfal itu juga hadir Ketua Indonesia Foldingbike (Idfb), S.Purwanti yang sengaja datang dari Jakarta melihat santunan ke pesantren tersebut. Purwanti yang juga Ketua Trifold Owners Community (TOC) mengapresiasi upaya komunitas pesepeda di Bogor. “Kami sangat apresiasi sekali, kami juga melakukan aksi sosial di jalan dengan membagi-bagikan makanan kepada siapa pun yang membutuhkan. Bahkan ke depan, di Bogor ini ingin sekali ada mushola yang dibangun komunitas sepeda dimana bisa jadikan tempat ibadah dan istirahat selepas gowes,” ujarnya.

** asepssayyev

Pembinaan Pegawai BBPP Batu Dalam Upaya Peningkatan Kerja Dimasa Pandemi Covid-19

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Bertempat di Ruang Kepala BBPP Batu Jl. Songgoriti No.24 Batu, Malang dilaksanakan pembinaan yang dihadiri seluruh unsur pimpinan, Kordinator Widyaiswara, Ketua SPI, Ketua TUK, Ketua Divisi, dan widyaiswara jelang pembukaan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK)., Sabtu, 28 September 2021.

Pembinaan terhadap Aparatur Sipil Negara dalam suatu organisasi sangatlah penting, karena tanpa atau kurangnya perhatian dan pembinaan pegawai akan menimbulkan berbagai efek yang dapat mengancam kelangsungan hidup organisasi.

Relatif singkat hanya 30 menit namun memberi pencerahan sekaligus memberi motivasi untuk terus meningkatkan semangat dalam bekerja dan mempererat tali silahturahmi.

Pada kesempatan itu Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, DR. Ir. Siti Munifah, M.Si mengatakan potensi setiap sumber daya manusia yang ada di Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan output yang optimal.

Tercapainya tujuan organisasi tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan Balai sangat dipengaruhi oleh kinerja individu pegawainya.

Pada dasarnya organisasi tidak hanya mengharapkan sumber daya manusia yang pandai dan terampil, tetapi yang lebih penting adalah para pegawai mau bekerja dengan giat, berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal.

Lebihlanjut wanita kelahiran Malang 56 tahun yang silam ini mengatakan bahwa kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dimasa covid yang masih ada disekitar kita sementara sisi lain tugas pelayanan harus tetap jalan
WFH sudah bergeser menjadi WFA, dimana saja, kapan saja kita harus selalu siap untuk mengabdikan diri untuk kemajuan sektor pertanian.

Dikatakan pula betapa pentingnya komunikasi dimasing masing lini karena akan terbentuk adanya saling keterikatan pegawai, organisasi selanjutnya akan dibangun dan dijaga atas dasar kerelaan untuk saling memberi dan menerima keunggulan masing- masing individu.

Hal lain Sekretaris Badan PPSDMP mengingatkan terkait dengan penataan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Pengelolaan tidak sekedar administratif semata, tetapi lebih maju berfikir dalam menangani aset negara, dengan bagaimana meningkatkan efisiensi, efektifitas dan menciptakan nilai tambah dalam mengelola aset.

Oleh karena itu, lingkup pengelolaan aset negara mencakup perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. Dengan memperhatikan hal tersebut kaidah aset berimbang dapat diwujudkan. Demikian pungkasnya.

** T2S /BBPP Batu

Ini Syarat Bagi Penumpang Commuter Line di Masa PPKM level 3

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (JABODETABEK) menurun dari level 4 ke level 3 dimulai sejak 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021 mendatang. Bagi pengguna jasa transportasi KRL Commuter Line diwajibkan untuk menunjukan beberapa dokumen sebagai salah satu syarat perjalanan menggunakan KRL.

PT KAI Commuter tetap memberlakukan syarat bagi para calon penumpang pekerja sektor kritikal dan esensial, dalam postingannya di laman resmi akun twitter @CommuterLine memberikan informasi terkait persyaratan bagi calon penumpang yang ingin menggunakan jasa transportasi KRL Commuter Line.
Berikut beberapa dokumen yang menjadi salah satu persyaratan bagi penumpang pekerja di sektor kritikal dan esensial untuk ditunjukan kepada petugas di stasiun.

  1. STRP atau surat keterangan dari pemerintah daerah setempat, atau Surat tugas dari pimpinan perusahaan maupun instansi pemerintahan tempatnya bekerja, atau
  2. Untuk pengguna dengan kebutuhan mendesak (keperluan medis atau pengobatan, persalinan, duka cita, vaksinasi) juga wajib menunjukan dokumen atau surat keterangan yang sesuai.

  3. “Para pengguna KRL tetap diwajibkan menunjukan kelengkapan dokumen yang disyaratkan tersebut kepada petugas di stasiun dan saat ini sertifikat vaksin tidak menjadi dokumen yang wajib dilengkapi oleh pengguna KRL. Untuk dapat menggunakan perjalanan KRL, silakan menunjukkan salah satu persyaratan yang tertera” tulis admin laman resmi akun twitter @CommuterLine. Selasa (24/8).

  4. “Iya betul, KRL saat ini hanya diperuntukan untuk calon penumpang di sektor kritikal dan esensial, dengan menunjukan STRP, surat tugas dari perusahaan, dan surat keterangan dengan keperluan mendesak menjadi salah satu syarat perjalanan” ujar Faisal, satpam pengawal KRL saat dimintai keterangan Jurnal Bogor. Sabtu, (28/8).

  5. Terdapat beberapa aturan bagi para penumpang pengguna jasa KRL Commuter Line, untuk para penumpang di himbau selalu menggunakan masker, bagi yang menggunakan masker medis bisa di double dengan masker kain, sedangkan masker sejenis KN95, N95, dan KF94 tidak perlu di double untuk melakukan perjalanan menggunakan jasa KRL Commuter Line.

  6. “Bagi para penumpang yang kedapatan tidak menggunakan masker double, penumpang tidak di izinkan masuk ke area stasiun, dan aturan di KRL hanya berisi 52 orang, dengan kapasitas kursi panjang diisi 4 orang serta kursi prioritas 2 orang, selain itu para penumpang dihimbau untuk tidak berbicara secara langsung maupun via telfon selama berada di rangkaian kereta untuk mencegah penularan Covid-19 melalui Droplet,” tambahnya.

  7. Para pekerja di sektor kritikal dan esensial yang bepergian menggunakan jasa KRL Commuter Line untuk menyiapkan dokumen STRP, Surat Tugas, dan Surat Keterangan Mendesak (keperluan medis, persalinan, duka cita dan vaksin) yang menjadi salah satu syarat perjalanan pengguna jasa KRL Commuterline, serta selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di PT KAI Commuter Line.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP