26.1 C
Bogor
Wednesday, August 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1170

Rintangan Mahasiswa dan Dosen Saat Pembelajaran Jarak Jauh

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa dan dosen saat melakukan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan yang dirasakan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring yang telah diselenggarakan lebih dari satu tahun saat covid-19 masuk ke Indonesia.

Saat ini banyak dari masyarakat melakukan kegiatannya dengan secara daring, baik itu pekerja, pelajar, maupun mahasiswa. Hal itu dilakukan untuk mencegahnya penularan covid-19 semakin banyak di lingkungan kantor serta sekolah maupun perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Setelah lebih dari satu tahun berlalu banyak mahasiswa yang jenuh dan kurangnya pemahaman serta pengalaman terkait materi perkuliahan karena keterbatasan yang diharuskan bagi mahasiswa/i melakukan perkuliahan secara daring.

Seluruh mahasiswa/i perguruan tinggi negeri ataupun swasta saat ini melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), awalnya dosen dan mahasiswa kesulitan karena belum terbiasa denga perkuliahan yang dilakukan dengan media online tersebut, namun seiring berjalannya waktu karena pandemi belum juga usai, mahasiswa/i dan dosen menjadi terbiasa dengan suka duka yang mereka alami saat pembelajaran jarak jauh dilakukan.

Beberapa mahasiswa mengakui sejumlah kekurangan dan kelebihan yang mereka rasakan saat melakukan kegiatan pembelajaran secara daring sehingga membuat mahasiswa lebih sulit untuk memahami materi yang disampaikan oleh dosen.

“Iya benar kalau offline dosen mengajarnya enak dapat dengan mudah dipahami, tapi kalau online terasa sulit dosennya terlalu cepat kalau bahas materi, terus kadang juga putus – putus dari koneksi internetnya jadi kalau lagi ngajar suka putus – putus pembicaraannya,” ujar Naomi, salah satu mahasiswi perguruan tinggi swasta saat dimintai keterangan Jurnal Bogor, Kamis, (26/8)

Perkuliahan secara daring juga membuat mahasiswa/i menjadi menurun kualitas pembelajaran dari sebelumnya, saat perkuliahan dilakukan secara offline mahasiswa/i lebih kritis dan lebih aktif di dalam maupun luar kelas yang sangat disayangkan dengan perkuliahan secara daring membuat kegiatan mahasiswa/i menjadi terbatas dalam mendapatkan pengalaman didalam maupun di luar kampus.

“Kalau dari saya sih menurun, selama daring ini ga ngerti apa – apa udah ujian akhir semester lagi aja, tapi kalau dari nilai sih meningkat. saat offline saya aktif di beberapa kegiatan kemahasiswaan, tapi semenjak pandemi dan dilakukan perkuliahan secara online saya sudah tidak aktif lagi,” tambahnya.

Begitupun yang dirasakan oleh dosen saat mengajar mahasiswa/i sangat merasakan sekali perbedaan kegiatan belajar mengajar secara offline maupun online. Saat perkuliahan dilakukan secara online dosen kesulitan untuk mengawasi proses belajar mahasiswa/i karena keterbatasan yang dilakukan melalui media online saat tidak bertatap muka dosen kesulitan mengetahui mahasiswa/i memahami materi atau tidak sehingga berkurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa/i karena pertemuan yang dilakukan secara daring.

“Level interaksinya ya, kalau daring kurang sekali, dosen juga merasa janggal mengajar seperti berbicara dengan diri sendiri sehingga energi tatap muka dengan mahasiswa menjadi sangat berpengaruh dari sisi dosen, mahasiswa yang saya tanya juga cukup berat menjalani kuliah daring karena lebih sulit memahami maksud dan isi kuliah dari dosen” ujar Alfito, dosen perguruan tinggi swasta.

Berbicara kekurangan serta kelebihan yang dirasakan mahasiswa/i dan dosen memiliki kesamaan kekurangan lebih kepada permasalahan teknis seperti sinyal yang tidak menentu, aplikasi yang terkadang error, serta permasalahan internal saat materi yang disampaikan oleh dosen tidak mudah untuk dipahami oleh mahasiswa/i.

Namun dibalik itu ada kelebihan perkulihan secara daring seperti waktu yang lebih singkat dan fleksibel karena bisa melakukan perkuliahan dimana saja tanpa terbatas jarak dan waktu serta saat ujian dilakukan dengan metode open book membuat mahasiswa lebih mudah mengerjakan dengan mencari jawaban yang ada pada buku ataupun internet dengan durasi waktu ujian yang tidak terlalu singkat.

Meskipun teknologi saat ini sudah canggih dan dapat lebih mudah untuk mendapatkan informasi ataupun pengetahuan, yang sangat dikhawatirkan saat ini mahasiswa/i akan ketergantungan teknologi dan mendapatkan pengetahuan yang berasal dari sumber tidak terpercaya, serta permasalahan serius lainnya dengan tidak terkontrolnya mahasiswa saat pembelajaran daring membuat mahasiswa/i akan melakukan plagiasi.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Samisade di Desa Pabangbon Selamatkan Warga yang Lahiran Harus Ditandu

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Pabangbon bersama Ketua Tim Verifikasi Samisade dan sejumlah tokoh masyarakat melaunching Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) di Kampung Pabangbon dan Gunung Menir, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwliang, Kabupaten Bogor.

Pembangunan jalan dan jembatan di RT 02 RW 03 itu dilakukan lantaran kampung tersebut masih terisolasi. Kondisi kontur jalan yang terjal pun terkadang menjadi kendala masyarakat untuk hal yang urgen.

“Alhamdulillah dengan adanya anggaran 1 miliar di Desa Pabangbon, dilakukan pengaspalan  dengan volume panjang 1,180 meter, lebar 2,5 meter dan pembangunan jembatan panjang 10 meter dengan lebar 4 meter  sangat membantu masyarakat disini yang menghubungkan 4 RW,” kata Kades Pabangbon Endang Rohaedi kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).

Kades Endang  menceritakan dengan dibangunnya jalan tersebut ratusan masyarakat yang berada di Kampung Pabangbon dan Gunung menir  tidak lagi kesulitan untuk berobat dan melahirkan hingga akses anak-anak di sana untuk bersekolah di SDN Harapan Jaya Gunung Menir.

“Pasalnya ketika ada yang ingin melahirkan atau pun sakit karena tidak masuknya kendaraan roda 4 itu harus ditandu, bahkan anak anak di sana yang ingin bersekolah harus berjalan sejauh 2 kilometer,” kata Kades Pabangbon.

Dia berharap program Samisade ini terus bergulir, mengingat di Desa Pabangbon masih banyak infrastruktur, baik itu jalan lingkungan maupun jalan desa yang belum tersentuh pembangunan. “Tentu jika program Samisade ini terus bergulir  pembangunan infrastruktur di Desa Pabangbon terus bisa dilaksanakan,”katanya.

Sementara Sekretaris Camat Leuwiliang, Iwan yang juga Ketua Tim Verifikasi mengatakan di Kecamatan Leuwiliang ada 11 desa sudah mendapatkan Samisade dari Bupati Bogor Ade Yasin. “11 desa di Kecamatan Leuwiliang itu sudah semuanya dapat bantuan Samisade termasuk Desa Pabangbon ini,” kata Iwan.

Dia berharap pemerintah desa  benar -benar dalam melaksankan proyek Samisade ini dan melibatkan warga setempat dalam pengerjaannya. “Harapannya  pemdes dan masyarakat setempat saling bekerjasama dan berharap tidak ada hambatan,” katanya.

Apalagi sambungnya program Samisade ini untuk pengawasannya tidak hanya oleh Pemerintah Kecamatan, namun oleh kejaksaan, kepolisian, bupati hingga lawan politik pun pasti akan ikut mengawasi. “Jadi harus benar-benar dalam pengerjaannya karena banyak yang mengawasinya,” tegasnya.

Diketahui Samisade ini tidak hanya untuk pembangunan jalan, namun pembangunan jembatan dan tower jaringan seluler untuk warga yang terisolasi.

** Cepi Kurniawan

Achmad Fathoni Dukung Karyawan Adukan PT Trinitan Metals and Minerals ke Disnaker

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Mendapati aduan dari masyarakat perihal kesewenang – wenangan perusahaan dalam memutuskan hubungan kerja, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni angkat bicara. Dia mengatakan sangat mendukung dan setuju dengan langkah yang akan diambil oleh para pekerja yang di PHK oleh PT. Trinitans Metals and Minerals (TMM) di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor untuk mendapatkan hak yang seharusnya didapatkan karena sudah mengabdi kepada perusahaan tersebut.

“Saya sangat setuju dan mendukung penuh dengan langkah teman-teman pekerja yang tidak dipenuhi haknya oleh pihak perusahaan untuk mengadu kepada Disnaker,” kata Fathoni, biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Kamis (26/8).

Masih kata dia, dirinya sangat sedih mendengar pemberitaan dan masih adanya perusahaan yang seolah memanfaatkan kondisi di masa pandemi ini untuk memutuskan pekerja secara sepihak tanpa mengikuti aturan yang seharusnya.

“Mestinya perusahaan PT TMM ikuti aturan tidak bertindak semaunya sendiri, saya sedih jika mendengar hal seperti ini, saya akan usahakan untuk meluangkan waktu datang ke perusahaan tersebut, apakah benar adanya merugi hingga harus mengorbankan hak karyawan,” katanya.

Dirinya meminta agar Disnaker bisa menindak perusahaan yang melenceng dari aturan agar tidak lagi bertindak sewenang-wenang apalagi sampai menahan hak karyawan yang seharusnya dipenuhi.

Sebelumnya, Sigit Nugraha korban PHK PT TMM mengatakan, dirinya dan rekan – rekan lain yang kurang lebih 20 orang hanya menuntut haknya untuk mendapatkan pesangon yang seharusnya dikelurkan PT TMM sebesar 2 PMTK jika mengikuti aturan yang seharusnya.

“Kami mencoba mengerti maka dari itu kami meminta 1 PMTK kepada perusahaan dan kami beri kesempatan 3 kali pembayaran, itu pun masih tidak dipenuhi,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, pada pertemuan pertama perusahaan mengatakan hanya akan membayarkan 0,5 PMTK itupun dicicil selama 12 bulan. Dia keberatan, sudah tidak menerima dengan jumlah yang seharusnya dan jangka waktu pembayaran pun terbilang sangat lama.

“Ini kan pertemuan ke-2 jika hasil keputusan masih masa untuk apa ada pertemuan lagi, kami kan berharap adanya pertemuan ke-2 mendapatkan keputusan terbaru bukan sama dengan kemarin, jika memang tidak ada solusi kami akan mengadukan pada dinas terkait,” pungkas Sigit.

** Nay Nur’ain

Upaya Menuntaskan Vaksinasi di Kota Bogor

0

Pemerintah Kota Bogor terus berupaya menuntaskan vaksinasi covid-19. Untuk memudahkan masyarakat mengakses dan mendekatkan mereka dengan lokasi vaksinasi, Pemerintah Kota Bogor membuka sentra vaksinasi di 68 kelurahan, Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 26-28 Agustus 2021 dengan sasaran utama warga berusia di atas 12 tahun. Peserta disyaratkan membawa fotocopy E-KTP/Kartu Keluarga, Surat Keterangan Domisili dari RW/Kelurahan (Jika bukan penduduk setempat), Surat Kendali Vaksin (Dapat diperoleh di RT/RW) dan membawa alat tulis.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Irwan Riyanto mengatakan, vaksinasi digelar dengan memberikan vaksin Pfizer. Vaksin  ini menurutnya, selain dapat dipergunakan untuk  usia remaja juga masyarakat umum. Saat ini vaksin Pfizer yang tersedia untuk untuk 64.300 orang. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebut, sasaran vaksinasi remaja di Kota Bogor mencapai 104.417 orang.  “Saat ini untuk dosis 1 sebanyak 16.423 orang (15,56 persen) dan dosis 2 sebanyak 7.643 orang (7,32 persen),” ungkapnya.

Percepatan vaksinasi ini antara lain ditujukan untuk menyambut  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor yang sudah mendapatkan ‘lampu hijau’, dengan syarat para pelajar sudah disuntik vaksin.“Selain persiapan PTM juga untuk membuka sektor ekonomi. Kata kuncinya kita ingin membentuk Herd Immunity,” jelas Irwan. 

Untuk mempercepat pelaksanaannya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor telah membentuk tim Satgas Vaksinasi beranggotakan 18 kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. ”Tujuannya mempercepat target vaksinasi dalam membantu dinkes, camat dan lurah dalam memobilisasi warga ke sentra vaksin,” lanjutnya. Pada pelaksanaannya di sentra-sentra tersebut, juga diterjunkan para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk membantu kelancaran proses vaksinasi.

Sebelumnya pada saat menjelang upacara penurunan bendera di Plaza Balaikota Bogor, Selasa (17/8) lalu Satuan Tugas Penanganan Covid – 19 Kota Bogor meresmikan tim satgas vaksinasi dan bus vaksinasi. Sekaligus pada kesempatan itu memberikan penghargaan kepada 14 RW yang sudah 100 persen melakukan suntik vaksin warganya. Ada 3 unit bus Uncal yang dijadikan bus antar jemput untuk peserta vaksin menuju sentra – sentra yang ada.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, tim satgas vaksinasi terdiri dari para kepala dinas di lingkup Pemerintahan Kota Bogor. “Terdiri dari 18 direktur sentra vaksin yang semuanya adalah para kepala dinas. Tujuannya adalah 47 persen vaksinasi yang diharapakan sudah dicapai dengan target akhir September, kita sudah bisa menuntaskan 100 persen warga yang memiliki kekebalan terhadap Covid-19,” katanya.

Menurutnya, kata kuncinya adalah bagaimana masyarakat memiliki semangat untuk mengikuti vaksinasi. Sementara itu, pembatasan mobilitas akan berbasis pada kesadaran masyarakat. “Titik checkpoint itu nanti juga akan berfungsi untuk melakukan pengecekan vaksin. Dan sekaligus sebagai tempat pendaftaran para peserta vaksin. Sehingga kita harapkan percepatan ini semakin masif,” sambungnya.

Sampai dengan Selasa (24/8/2021) Dinas Kesehatan Kota Bogor melaporkan, sebanyak 452.737 warga  sudah divaksin (55,25%) dari jumlah sasaran 819.444 warga. Sedangkan warga yang belum divaksin masih berjumlah 366.707 warga (44,8%). Juga disampaikan, capaian dari seluruh sentra vaksin. Sasaran Dosis 1 = 5.890 orang dengan capaian Dosis 1 =  6.154 orang (104,5%).Sasaran Dosis 2 = 3.199 orang dengan capaian Dosis 2 =  3.003 orang (93,9%). Sementara sasaran Dosis 3 (tenaga kesehatan) = 600 orang dengan capaian Dosis 3 =  178 orang (29,7%).

Untuk mengejar pencapaian hasil pelaksanaan vaksinasi 100% pada September ini, Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan  target 15.000 orang divaksin setiap harinya dengan menyiapkan 24 sentra vaksin. Tercapainya target pada September ini, juga membutuhkan dukungan warga masyarakat. Oleh karenanya, segera manfaatkan kesempatan ini dan datangi segera pusat-pusat vaksinasi terdekat.

**adv

Tips Berburu Baju Thrift di Pasar Senen

0

Bogor | Jurnal inspirasi

Beberapa waktu lalu istilah Thrifting sedang ramai diperbincangkan di jagat maya, terutama pada kalangan kawula muda. Thrifting itu sendiri adalah sebuah aktivitas jual beli produk bekas pakai. Walaupun dikenal dengan barang bekas, tetapi belum tentu kualitas barang tersebut tidak layak pakai.

Thrifting itu sendiri identik dengan barang yang berbau vintage dan klasik. Sehingga menjadi daya tarik bagi penggemarnya. Pada barang thrift juga kamu akan mendapatkan harga-harga yang jauh lebih murah dibanding harga aslinya.

Salah satu lokasi yang cukup terkenal akan barang thrift ialah Pasar Senen, yang berada di Jakarta Pusat. Disana kamu akan menemukan berbagai macam baju serta barang lainnya yang bertemakan 90-an. Tetapi kamu juga harus pandai dalam memilih setiap barang yang akan dibeli.

Maka dari itu, berikut tips belanja barang thrift di Pasar Senen untuk kamu!

  1. Menjelajahi Setiap Toko

Agar mendapatkan baju yang kamu suka tetapi tetap dengan kualitas yang bagus, maka disarankan untuk teliti serta jelajahi dahulu setiap baju-baju yang dipajang pada toko. Karena banyak baju bagus yang tersembunyi yang tidak dipajang di depan toko. Maka kamu harus sabar dan selalu bertanya kepada penjual mengenai stok dari baju yang diinginkan tersebut.

  1. Perhatikan detail pada baju

Baju-baju thrift ini terkadang terdapat noda atau cacat yang biasanya tidak kita sadari. Maka tetap perhatikan baju yang kamu pilih dengan melihat warnanya, modelnya dan setiap detailnya. Karena ini merupakan baju bekas yang tidak semuanya dijual dalam kondisi bagus dan baik.

  1. Perhatikan ukurannya

Karena baju thrift ini tidak pada persediaan atau stok ukuran yang banyak, maka kamu harus bertanya kepada penjual mengenai ukurannya. Terlebih jika kamu ingin membeli celana, yang terkadang hanya menjual satu ukuran pada satu modelnya. Maka cek dulu ukurannya!

  1. Tawar Menawar

Terakhir, jangan sungkan untuk tawar harganya, belanja thrift di Pasar Senen ini dapat memudahkan kamu dalam proses tawar menawar. Apalagi para penjualnya yang terbiasa melayani pembeli yang menawar baju yang akan mereka beli. Jangan ragu dan malu untuk menawar meskipun harga baju yang dijual sudah terbilang paling murah.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Salurkan Bantuan RTLH dari Perumda Tirta Pakuan, Dedie: Anggaran Pemkot Bogor Terbatas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Untuk membantu persoalan masyarakat, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak bisa sendiri. Apalagi, ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkot saat ini. 

Hal itu Dedie katakan saat kegiatan pemberian bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari CSR Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor, Selasa (24/8/2021), beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua kepala keluarga di dua lokasi yang berbeda. Yakni renovasi RTLH atas nama Kosasih di RT 5 RW 4 Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal dan renovasi RTLH milik Ana di RT 2/12 Kampung Muara Babadak, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur. 

“Hari ini kita kunjungi dua lokasi rumah warga yang perlu dibantu oleh pemerintah. Tapi kan keterbatasan anggaran pemerintah, tidak bisa tertanggulangi sendiri. Oleh karena itu saya sangat berterimakasih atas peran serta dan kontribusi dari PDAM,” kata Dedie. 

Terpisah, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan menambahkan, untuk tahun 2021 ini saja ada total enam rumah yang direnovasi. Tentunya dengan nilai renovasi yang berbeda – beda. 

“Memang setiap tahun itu kita alokasikan CSR kita untuk rumah tidak layak huni. Kita pakai untuk satu kecamatan satu (bantuan RTLH). Untuk tahun ini kita sudah enam bantuan RTLH yang kita salurkan,” kata Rino. 

Para penerima bantuan RTLH ini, kata Rino, sudah melewati serangkaian proses seleksi dan survei sebelumnya. Terutama untuk mensurvei kelayakan rumah tersebut. Untuk kemudian, bantuan tersebut diberikan sesuai dengan anggaran yang diberikan. 

“Tapi kadang kita sesuaikan dengan kondisi keluarga. Misalnya bapaknya tidak kerja, maka kita buatkan juga tempat berjualan. Jadi ada sejenis toko atau kios di teras rumahnya untuk berjualan,” sambung Rino. 

Masih kata Rino, bantuan ini tidak hanya diberikan bagi warga Kota Bogor. Namun juga diluar daerah dimana menjadi sumber – sumber mata air untuk distribusi ke Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. 

Handy Mehonk | *

PT MPM Serahkan 20 Persen Lahan Bagi Petani

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Maskapai Perkebunan Moellia (MPM) sebagai perusahaan yang memegang Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan ± 1020 di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur makin giat menata perkebunannya.

PT MPM mengajak mengajak masyarakat petani penggarap warga asli Desa Batulawang untuk bermitra mengembangkan perkebunan kopi, tanaman pakis, hortikultura, tanaman pangan seperti sayaur mayur dan buah buahan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan untuk wilayah Cianjur, Bogor, Jakarta dan sekitarnya.

“Program PT MPM lainnya yang sudah berjalan adalah bekerja sama dengan Pesantren Al Mubaroq Cianjur dan GP Ansor Cianjur dalam rangka program deradikalisasi eks napi teroris dan penguatan moderasi beragama di Wilayah Cianjur,” papar Antoni, SH, MH kuasa hukum PT MPM dalam keterangan persnya, Kamis (26/8).

Saat ini, kata Antoni PT MPM juga telah menyerahkan ± 20 persen lahan HGU-nya kepada pemerintah sebagai program reforma agraria (redistribusi) untuk dibagikan kepada masyarakat petani penggarap yang selama ini bermitra dengan PT MPM. Proses Redistribusi saat ini sedang berlangsung dibawah oleh Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang dikordinasikan oleh Bupati Cianjur.

“Sebelumnya, lahan HGU kami sempat diserobot oleh oknum yang mengaku berasal dari ormas tertentu dengan mengerahkan ratusan anggota ormas tersebut dari berbagai daerah di Indonesia untuk menduduki ± 40 persen luas HGU tersebut. Mereka merusak tanaman teh terbaik milik perusahaan seluas ±300 hektar. Kejadian itu membuat kerugian besar bagi perusahaan. Namun saat ini PT MPM telah kembali menguasai dan menata kembali lahan HGU tersebut,” jelasnya.

Sayangnya, saat PT MPM tengah menata kembali kebunnya, gangguan ganguan kecil di lapangan yang dilakukan para spekulan tanah kembali terjadi di mana modus operandinya sama yakni aksi penyerobatan lahan.
Bahkan, salah satu yang melakukannya adalah oknum aparat negara bersenjata yang mencoba menguasai lahan HGU tersebut. Atas kejadian tersebut, PT MPM secara resmi telah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

“Betul kami telah bersurat kepada bapak presiden untuk meminta perlindungan hukum yang kami juga tembuskan ke instansi terkait,” ujar Antoni.

Menurut Antoni, oknum pejabat negara ini membangun vila peristirahatan pribadi di atas lahan HGU PT MPM. Untuk mempertahankan vila yang di bangun di atas lahan illegal, oknum pejabat negara ini bahkan mengirimkan anak buahnya berpakaian dinas.

Kata Antoni, oknum pejabat negara ini juga memprovokasi warga asli yang berprofesi sebagai petani penggarap agar program redistribusi lahan HGU yang tengah dilaksanakan PT MPM yang bermitra dengan warga asli tidak terlaksana.

“Padahal warga asli sebagai petani penggarap tengah menunggu program tersebut karena mereka akan mendapatkan hak nya di atas lahan yang akan di redistribusi,” papar Antoni.

Untuk itu, kata Antoni PT MPM memohon instansi terkait yang terlibat dalam program redistribusi lahan HGU melakukan pengawasan di lapangan agar kepentingan masyarakat asli yang bekerja sebagai petani penggarap terlindungi dari oknum-oknum yang sengaja mengambil keuntungan dari program tersebut.

“Apalagi kami dan masyarakat asli tengah mengembangkan program tanaman pangan dan holtikultura. Tolong jangan ganggu kemitraan kami,” ujar Antoni.

** Fredy Kristianto

Polres Bogor Dalami Dugaan Korupsi Batik Guru

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Polisi Resort (Polres) Bogor masih penyidikan atas dugaan korupsi anggaran pengadaan baju batik guru pada Tahun Anggaran (TA) 2021 senilai Rp2,2 miliar.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Handreas Ardian mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

“Masih tahap-tahap konfirmasi. Intinya kami masih melakukan penyidikan kasus dugaan tipikor pengadaan batik guru tersebut,” ujar Handreas kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/8).

Mantan Kasat Rekrim Polres Purwakarta itu menerangkan, pihaknya telah memintai keterangan sejumlah saksi atas dugaan kasus Disdik yang masih dikepalai oleh Entis Sutisna yang saat ini menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor.

“Kami sudah meminta keterangan saksi sebanyak kurang lebih empat orang atas dugaan perkara pengadaan baju batik dengan pagu anggaran Rp2 miliar tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya belum memanggil Kepala Disdik yang bertindak sebagai pengguna anggaran pengadaan baju batik guru tersebut.

“Kami belum panggil Entis untuk dimintai keterangan. Bukan hanya itu, guru juga belum dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan kasus ini,” katanya.

** Noverando H

Ade Yasin: Mari Layani Masyarakat Dengan Hati

0

Luwiliang | Jurnal Inspirasi

Bupati Ade Yasin menginstruksikan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar melayani masyarakat dengan hati. Hal tersebut dikatakannya saat meresmikan gedung rawat inap RSUD Leuwiliang, Rabu (25/8).

Ade Yasin pun mengungkapkan, dapat bocoran dari salah satu pasien yang mengaku RSUD Leuwiliang bagus dan pelayanannya juga baik. Hadir pula dalam peresmian tersebut, Wakil Ketua dan Ketua Komisi III DPRD, Kepala Cabang BJB Cibinong, Ketua PMI Kabupaten Bogor, Direktur RSUD Ciawi, Cileungsi, Cibinong, dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Ade Yasin turut bangga atas selesainya gedung rawat ini. Upaya ini adalah komitmen Pemkab Bogor terhadap program Pancakarsa yaitu Bogor Sehat, yang niatnya semata-mata agar masyarakat terlayani dengan baik. Pemkab Bogor juga terus berupaya meningkatkan kapasitas tidak hanya dari aspek infrastruktur saja, melainkan seluruh aspek yang dapat menunjang kinerja pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap pelayanan kesehatan, kami ingin semua masyarakat terlayani dengan baik. Makanya saya selalu tekankan kepada Direktur RSUD agar melayani dengan hati,” ucap Ade Yasin dalam siaran pers Diskominfo, Rabu (25/8).

Bupati juga menambahkan, kalau sekadar melayani, semua orang mungkin bisa, tetapi melayani dengan hati itu berbeda. Diakuinya melayani dengan hati itu tidak sulit, tinggal bagaimana menerapkan senyum dengan baik, melayani dengan ramah sehingga bisa mempercepat pemulihan masyarakat yang sakit.

“Ketika melayani masyarakat, kita juga harus selalu evaluasi dan memperbaiki diri. Harus banyak koordinasi dengan para dokter, perawat, dan petugas lainnya. Setiap minggu harus dievaluasi agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik lagi,” terang Ade Yasin.

Bupati Ade Yasin pun mengungkapkan, dirinya melihat vaksinasi sudah rutin dilaksanakan, masyarakat juga cukup antusias. Sedikit masukan kepada RSUD Leuwiliang, agar antrean vaksinasi yang panjang dikasih tenda. Khawatir masyarakat kepanasan terus pusing, yang ada nanti jatuh sakit, dan tidak bisa divaksin. Hal-hal kecil seperti ini juga harus kita perhatikan agar masyarakat merasa terlayani dengan baik.

Selanjutnya, Direktur RSUD Leuwiliang, Hesti Iswandari menjelaskan, RSUD Leuwiliang dibangun untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah barat. Semangat kebersamaan terbangun dari seluruh insan yang ada didalamnya. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan penunjang lain seperti sekuriti sampai kepada cleaning service. Sejak tahun 2018 sampai saat ini RSUD Leuwiliang memiliki klasifikasi sebagai Rumah Sakit Kelas Umum B dengan predikat paripurna.

“Sesuai dengan motto kami, melayani dengan hati bertindak dengan logika, serta nilai budaya kerja “PRAYOGA” yakni Profesional, Responsif, Aktual, Yakin, Orientasi, Gigih, serta Amanah, dalam menjawab tantangan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” tandas Hesti.

Hesti menambahkan, memang masih ada kekurangan dan keluhan dari masyarakat, yang akan terus kami perbaiki, salah satunya dengan penambahan gedung rawat inap ini. Oleh karenanya kami mengucap terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Bogor yang senantiasa mendukung kami dalam pembangunan gedung rawat inap.

** Cepi Kurniawan/Diskominfo

PWI Kabupaten Bogor Serahkan Santunan Terhadap 32 Anak Yatim

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor pada bulan Muharram 1443 Hijriah menyantuni 32 anak yatim. Penyerahan santunan secara simbolis diberikan kepada 11 orang anak yatim di Musolla Al-Ikhbar Jl Bersih No 1 Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong, Rabu (25/8).

Pengurus Majlis Ta’lim (MT) Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor Abdul Manan mengatakan, santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan rutin setiap tahun, tepatnya setiap bulan Ramadhan dan Muharram. Untuk bulan Muharram tahun ini, santunan berupa uang sebesar 200 ribu per orang, beras 5 Kg, paket sembako dan satu dus mie instant.

“Alhamdulillah, di Tahun Baru Islam 1443 H,  Majlis Ta’lim Al-Ikhbar telah menyalurkan bantuan santunan kepada 32 orang anak yatim berupa uang tunai yang dikumpulkan dari anggota PWI Kabupaten Bogor dan para donatur,” kata Manan.

Manan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah memberikan sebagian hartanya untuk anak yatim. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Koperasi Warta Karya Mandiri PWI Kabupaten Bogor yang ikut serta memberikan sebanyak 32 karung beras masing-masing 5 Kg per karung. Begitu juga Alfamart yang memberikan 30 paket sembako serta pimpinan PT Hutomo Mandala Sepuluh Sebalas yang mengirimkan 35 dus mie instan.

“Semoga bantuan yang telah diberikan ini bisa bermanfaat, dicatat sebagai amal jariyah dan dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” ujar Manan.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor H Subagiyo menyampaikan apresiasi kepada para anggota yang telah melakukan kewajibannya dalam menyisihkan rejeki untuk bisa berbagi kepada anak yatim binaan Majlis Ta’lim Al-Ikhbar.

 “Alhamdulilah, walaupun dimasa sulit saat ini karena pandemi masih belum berakhir, kita dari PWI Kabupaten Bogor masih bisa berbagi, karena dari rejeki yang kita terima ada hak orang lain yang perlu kita berikan,” ujar Bagio mengingatkan.

** Nay Nur’ain