34.9 C
Bogor
Tuesday, August 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1150

Dukung Pemerintah, KKBK Beri Sembako Bagi Pelajar dan Warga yang Divaksin

0

Pamijahan l Jurnal Inspirasi

Kesatuan Keluarga Besar Kesepuhan (KKBK) memberikan ratusan paket sembako bagi masyarakat yang divaksin di kediaman Ketua Umum KKBK  Abah Surya di Kampung Cisalak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kemarin.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 tersebut digagas mahasiswa KKN-Dik STKIP Muhammadiyah Bogor yang bekerjasama dengan Puskesmas Ciasmara serta Pemdes Cibunian dengan sasaran vaksinasi yakni 50 pelajar SMP dari Yayasan Putra Mutiara Bangsa dan 350 warga setempat.

“Pelaksanaan vaksinasi adalah sebuah bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid 19,” ujar Abah Surya.

Kegaiatan tersebut berjalan lancar, dan Abah Surya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam vaksinasi. “Ditargetkan sebanyak 400 warga dalam vaksinasi ini, dan alhamdulillaah telah tercapai. “Vaksinasi ini juga salah satu persiapan menuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah,” ucap Abah Surya.

Abah Surya

Tak hanya itu,  persiapan PTM juga kata dia ingin membentuk herd immunity terhadap masyarakat, dengan harapan Indonesia Sehat dan Berjaya. Masih menurut Abah Surya Atmaja, melihat animo  masyarakat akan vaksinasi yang begitu tinggi, pihaknya kedepan berencana melakukan kegiatan serupa.

Sementara itu, Ketua Panitia Vaksinasi Covid-19 Siti Khodijah yang juga sebagai mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor menambahkan, pelaksanaan vaksinasi tersebut selain sasaran kalangan pelajar, juga orangtua siswa.

**aripekon

Anggaran Diklat 3in1 Tidak Besar Tapi Bermanfaat Besar

0

Stenly Ngelo: Refocusing Anggaran Diklat 3in1 Sangat Tidak Tepat

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Organisasi Pekerja Garmen Seluruh Indonesia (OPGI) merespon positif Diklat 3in1. Program dari Kementerian Perindustrian RI ini dinilai luar biasa memberikan manfaat kepada masyarakat. “Bagi kami sebagai asosiasi pekerja patut dicontoh oleh lembaga lain baik pusat maupun daerah. Banyak program pelatihan pekerja dari pemerintah pusat maupun daerah yang sangat disayangkan tidak berorientasi pada penempatan kerja, bagi kami kegiatan itu percuma di laksanakan,” ujar Ketua Umum OPGI Stenly Ngelo dalam keterangannya, Selasa (13/9).

Menurutnya, seyogianya program yang tepat sasaran dan bermanfaat, harus terus dikembangkan untuk semua bidang kerja. Pasalnya, penggangguran semakin banyak akibat pandemi Covid-19 sehingga perlu perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk melaksanakan progam yang benar dan tepat sasaran serta bermanfaat.

Stenly juga menegaskan mengenai informasi yang sangat menganjal bahwa saat ini anggaran Diklat 3in1 di refocusing untuk penanganan Covid-19. Padahal anggaran Diklat 3in1 kata dia, tidak besar tapi bermanfaat besar. Dalam penanganan bencana ada 3 hal penting yang di laksanakan. Mitigasi-Tanggap Darurat-Rehab/Recont. Apakah melatih dan menempatkan kerja orang yang mengganggur karena bencana tidak masuk dalam penaganan bencana? atau rehab/recont,” tandas Stenly yang juga Ketua B2P3 (Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila) Jawa Barat.

Seperti diketahui Diklat 3in1 merupakan Pelatihan-Sertifikasi-Penempatan kerja adalah program pelatihan yang barbasis Sertifikasi dan penempatan kerja. Program ini mangacu kepada SKKNI Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan KKNI Kompetensi Kerja Nasional Indonesia serta di assessment oleh LSP Lembaga Sertifikasi Profesi yang sah dan terdaftar di BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Proses pelaksanaan program ini adalah sebelum dilaksanakan, perusahaan mengajukan permohonan kebutuhan pekerja (kebutuhan pekerja dalam 1 bulan dan 1 tahun, peserta direkrut berdasarkan syarat ketentuan perusahaan, dilaksanakan pelatihan sesuai dengan keterampilan kerja yang dibutuhkan perusahaan, dan perusahaan wajib menerima peserta diklat yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi.

**asepssayyev

Cerita UMKM Kuliner Rendang Mak Tuo yang Tetap Cuan Meski di Tengah Pandemi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Berbagai dampak dirasakan oleh semua orang di berbagai sektor, terutama sektor ekonomi yang membuat para pengusaha harus berpikir keras menghadapi kondisi new normal seperti sekarang ini. Ternyata tidak semua pengusaha terdampak pandemi, salah satunya Sukiatno pendiri sekaligus pemilik UMKM Rendang Kemasan dengan merek dagang Mak Tuo.

“Alhamdulillah, selama pandemi ini permintaan Rendang Mak Tuo malah meningkat,” ungkap Sukiatno. Berkah yang dirasakan Sukiatno itu berkat konsistensinya dalam menjaga mutu dan memasarkan Rendang Mak Tuo.

“Kalau menyangkut mutu memang saya tidak pernah mau kompromi. Saya sendiri yang membeli dan menyiapkan bahan baku, seperti daging sapi dan rempah-rempah,” jelas Sukiatno dari dapur produksi rendangnya di Jl. Wijaya 1 Gg. Langgar Rt. 006 / 003 Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sukiatno mengatakan, usaha rendang kemasan yang dikelolanya sudah berlangsung selama enam tahun. Sebelum jadi pengusaha rendang yang sukses, Sukiatno sempat mencoba berbagai profesi, termasuk menjual masakan untuk acara kekahan. Sukiatno tidak memungkiri, ketika usaha rendangnya ini baru berdiri, ia menemui banyak tantangan salah satunya masalah dalam permodalan.

“Walaupun rendang produksi saya itu banyak disukai pelanggan, tapi sulit berkembang karena kekurangan modal,” jelas Sukiatno. Akibat kekurangan modal itu, produksinya menjadi terbatas dan pemasaran pun sulit berkembang. Kesulitan itu berubah menjadi optimisme setelah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan memberikan bantuan permodalan. Telkom sendiri memang sejak lama punya kepedulian dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Berkat bantuan itu, saya mulai bisa mengembangkan usaha,” kata Sukiatno. Ia pun membenahi rumahnya sekaligus tempat produksinya. Berbagai peralatan memasak pun ditambahkan sehingga kapasitas produksinya naik. Salain itu, sebagai Mitra Binaan Telkom Rendang Mak Tuo kerap diajak mengikuti berbagai pameran agar dapat mempromosikan Rendang Mak Tuo. Selain dukungan modal, Telkom juga membantu Rendang Mak Tuo untuk memperoleh Sertifikat P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari Pemerintah.

Reseller Bikin Laris

Jika banyak pelaku UMKM kerap kesulitan dalam memasarkan produknya, tidak demikian dengan rendang Mak Tuo. Pemasaran rendang Mak Tuo terbilang mulus, dalam arti laris-manis. Pola pemasaran Mak Tuo adalah memanfaatkan para reseller. Rendang Mak Tuo saat ini memiliki tidak kurang dari 100 reseller. Para reseller inilah yang aktif menjual rendang Mak Tuo kepada konsumen atau memasukkan ke toko- toko.

Pola kerjasama dengan reseller ini dipandang paling tepat untuk memasarkan Mak Tuo. “Mereka yang membuka pasar, saya cukup fokus kepada produksi dan quality control,” ujar Sukiatno yang akrab dipanggil Kiat ini. Kiat menjelaskan, para reseller-nya ia nilai cukup kreatif. Selain memasukan ke toko- toko dan menjual langsung kepada pelanggan, reseller juga mengembangkan pemasaran digital, yakni melalui marketplace atau media sosial.

“Namun saya engga mau sembarang kerjasama dengan calon reseller yang tidak saya kenal baik,” tambah Kiat. Produk unggulan Mak Tuo adalah rendang sapi kering hitam. Tapi Mak Tuo juga menyediakan Rendang Paru Kering.

“Rendang Paru cita rasanya gurih dan renyah layaknya kerupuk yang ketika digigit bunyinya kriuk kriuk,” jelas Sukiatno. Tidak ketinggalan, Rendang Paru Basah, yang juga siap menggugah selera. Coba juga rendang jengkol Mak Tuo! Iya jengkol, kata orang bila makan jengkol kita susah berhenti sebelum habis. Apalagi kalau jengkol itu dipadu dengan rendang. Siapa berani nolak ?

Ingin makan rendang tapi berpantang makan daging? Jangan khawatir Mak Tuo juga menyediakan rendang tanpa daging alias bumbu rendangnya saja. Sedangkan buat anak-anak tersedia Rendang Anak, yang berbentuk bola daging dan tidak pedas. Menu lain yang wajib dicoba adalah rendang kentang.

“Ciri khas Rendang Mak Tuo adalah kering dan hitam,” ujar Sukiatno, seraya menjelaskan bahwa memasak rendang tentu tak main-main. Rendang dimasak dengan suhu rendah dalam waktu lama. Proses masaknya bahkan bisa memakan waktu berjam-jam. Itulah sebabnya, ia dibantu oleh 12 karyawan yang bekerja secara bergiliran. Rendang Mak Tuo bisa didapat mulai dari harga Rp70 ribuan untuk kemasan (peles) 200 gram, hingga Rp150 ribuan untuk kemasan (peles) 600 gram. Sedangkan varian rasanya ada yang original dan pedas. Rendang Mak Tua jika disimpan di suhu ruangan tetap baik disantap sampai satu bulan, sementara di lemari es bisa bertahan sampai tiga bulan. Siapa mau coba?

**frs/rls

H. Anton : Masyarakat Harus Bersatu Hadapi Pandemi

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Anggota MPR RI H. Anton Anton Sukartono Suratto merasa sangat optimistis dengan bersatu, bangsa Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi harus menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan. 
 
“Konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD RI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, telah menjadi perekat bangsa dan sudah teruji dalam menghadapi krisis sejak Indonesia merdeka tahun 1945, maka dari itu dengan bersatu saya yakin dan optimis Indonesia dapat melalui pandemi ini,” ujar H. Anton dalam acara Dengar Pendapat Masyarakat Empat Pilat MPR, di Aula Terbuka Demokrat Sport Center, Selasa (3/08/2021)

 
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu menuturkan karakter bangsa Indonesia diturunkan dari empat pilar kebangsaan. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. 

“Karakter bangsa itu antara lain saling hormat menghormati, rasa kebersamaan dan tolong menolong, rasa persatuan dan kesatuan, rasa peduli dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan,” tutur dia. 
  
Dalam kesempatan ini, H. Anton juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protocol Kesehatan sesuai anjuran yang telah di keluarkan pemerintah, ia juga mengajak masyarakat mengikuti kegiatan vaksinasi.

“Gerakan hidup sehat dan bersih harus senantiasa di terapkan oleh masyarakat di kala pandemi saat ini, penggunaan masker juga harus di terapkan sesuai anjuran yang sudah di keluarkan, serta saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan katip dalam kegiatan vaksinasi supaya herd immunity di Indonesia akan segera tercapai,” pungkasnya.

Gita Purnama

Kang Anton Ajak Lurah dan Camat Bumikan Empat Pilar ke Masyarakat

0
H. Anton Sukartono Suratto Anggota MPR RI tengah menyampaikan materi sosialisasi empat pilar MPR RI

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Anggota MPR RI yang juga menjabat Sekretais MPR RI Fraksi Demokrat H. Anton Sukartono Suratto, mengajak lurah dan camat di wilayah Kabupaten Bogor ikut membumikan atau sosialisasi empat pilar MPR ke masyarakat.

Empat pilar MPR yaitu pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. 

Pria yang akrab disapa Kang H. Anton mengatakan, kolaborasi ini diharapkan dapat membuat Empat Pilar MPR membumi di bumi tegar beriman, sehingga di tingkat desa dan kecamatan dapat terus di gemakan terkait Pancasila, UUD 1945 NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada semua lapisan masyarakat. 

“Kami berharap, melalui peran aktip para lurah dan camat di wilayah kbupaten bogor, Empat Pilar MPR dapat di sosialisasikan secara massif kepada masyarakat, sehingga pengamalan empat pilar MPR dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat,” ucap H. Anton Sukartono Suratto, di aula terbuka Demookrat Sport Center, Rabu (9/06/2021).

Menurut Kang Anton, penyampaian sosialisasi empat pilar MPR yang disampaikan para lurah maupun camat, diharapkan dapat tersampaikan pesannya dengan baik dan lebih mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. 

“lurah dan camat yang ada di sini pasti banyak kader dan simpatisannya, sehingga bisa memberikan manfaat dengan menyampaikan empat pilar MPR. Penyampaiannya, bisa bentuk penulisan, atau langsung secara lisan,” papar Anton. 

Gita Purnama

Dugaan Tipikor Baju Batik Guru

0

Polres Bogor Tunggu BPKP Jabar

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Polisi Resort (Polres) Bogor masih melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengadaan baju batik guru di Kabupaten Bogor pada awal Tahun 2021.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Bogor, Ajyn Komisaris Polisi (AKP) Handreas Adrian mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap dugaan perkara dengan salah satu saksi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin) Kabupaten Bogor tersebut.

“Kami melibatkan instansi terkait untuk mengetahui adanya kerugian negara atau tidak. Kami baru kirim permintaan audit ke BPKP Jabar,” ujar AKP Handreas kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Polres Bogor telah melakukan pemanggilan sejumlah saksi terhadap dugaan kasus pengadaan baju batik para pendidik di wilayah Bumi Tegar Berikan.

AKP Handreas menerangkan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pejabat eselon dua di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Iya kami sudah panggil dan saudara Entis memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan kasus tipikor pengadaan baju batik guru,” ungkapnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Purwakarta itu menegaskan, pihaknya masih terus memproses atas dugaan kasus tipikor kegiatan tahun 2021.

“Kami masih melanjutkan penyelidikan atas dugaan perkara Tipikor pada kegiatan tahun 2021 yang meilbatkan Disdik Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa penyidik telah meminta keterangan lebih dari tiga orang saksi dalam dugaan perkara tersebut. “Sudah ada 5 saksi yang diklarifikasi, itu termasuk saudara Entis Sutisna,” katanya.

Sementara itu, Entis Sutisna menjelaskan, bahwa belanja baju batik guru pada awal tahun 2021 tersebut tidak memakai anggaran belanja Pemkab Bogor.

“Beli batik guru itu non APBD. Anggaran belanja baju batik itu menggunakan uang guru yang memang dikumpulkan di bendahara Disdik Kabupaten Bogor,” jelas Entis.

Kadisdagin Kabupaten Bogor itu menerangkan, pembelian seragam batik para pendidik Kabupaten Bogir tersebut tanpa ada unsur paksaan pihaknya.

“Beli baju batik khas Disdik itu atas permintaan guru-guru. Dari 11 ribu guru yang ada di Kabupaten Bogor yang beli baju batik ada sebanyak 8160 dengan total anggaran hampir 2 miliar rupiah. Tidak semua guru beli baju batik, artinya tak diwajibkan,” terangnya.

Lebih lanjut mantan Camat Ciampea itu memaparkan, panggilan Polres Bogor tersebut atas adanya aduan masyarakat (Dumas) terhadap belanja batik guru.

“Iya, ini ada Dumas lah yang melaporkan. Belanja tersebut tidak melalui proses lelang karena memang tidak ada pagu anggaran alias non APBD,” paparnya.

**noverando.h

Dukung PTM, Pelajar SMK Pelita Divaksin Covid

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Ratusan pelajar SMK Pelita Ciampea, di Desa Beteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Senin (13/9/2021) disuntik vaksina Covid-19 di aula sekolah tersebut.

Dalam kegiatan itu hadir dari pihak Koramil,  Polsek, Puskesmas  dan  Pemerintah Kecamatan Ciampea  memantau pelaksanaan vaksinasi.

Ketua Yayasan Nurul Walidain SMK Pelita Ciampea, A Hanafi mengatakan, saat ini sekolahnya itu mendapat dosis vaksin Pfizer untuk 600 siswa.

“Alhamdulillah saat ini (tahap pertama) siswa/siswi SMK mendapatkan jatah vaksin Pfizer  dari pemerintah kecamatan sebanyak 600 orang, dari total siswa 4000 lebih,”katanya.

Kegiatan vaksinasi ini dalam upaya mendukung kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Bogor yang saat ini sudah mulai dilaksanakan.

“Mudah-mudahan kedapanya semua siswa SMK Pelita ini bisa dilakukan vaksinasi,”katanya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Gugus Tugas Kecamatan Ciampea yang sudah melaksanakan kegiatan vaksinasi di SMK Pelita.

“Dan saya juga mengimbau kepada para siswa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mematuhi aturan PTM yang dilaksanakan 50 persen dengan waktu yang dibatasi,”katanya

Sementara itu dalam pelaksanaan vaksinasi meskipun tidak semua siswa/siswi takut untuk divaksin, namun ada saja beberapa siswa yang takut saat memasuki ruang vaksinasi.

Bahkan sejumlah siswi harus teriak dan menangis saat disuntik vaksin karena takut jarum suntik. Meskipun demikian, mereka akhirnya mau disuntik vaksin setelah dibujuk oleh petugas medis.

**cepikurniawan 

Samisade, Desa Leuwimekar Bangun Jalan Lingkungan

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Untuk memudahkan akses warga dan juga petani di wilayah Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, Pemerintah Desa Leuwimekar terus melakukan pembangunan jalan dengan menggunakan anggaran Samisade alias anggaran Satu Miliar Satu Desa dari Pemkab Bogor.

Salah satu titik pembangunan yaitu jalan lingkungan di Kampung Pagelaran RW 05, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang dengan  anggaran Samisade tahap pertama  tahun 2021 Rp. 308.460.558,- dengan panjang 2.820 meter dan lebar 1 meter yang juga merupakan jalan penghubung antara Desa Leuwimekar dan Cibeber 1.

Kapala Desa Leuwimekar Emay Sumarno mengatakan, pemilihan titik tersebut karena mobilisasi masyarakat  yang tinggi yang sering melintasi jalan tersebut yang semula licin dan berlubang.

“Dengan pembangunan jalan ini sangat membasehingga tentunya memudahkan masyarakat saat beraktivitas. Ini penting sekali ya, mengingat akses jalan menuju Kampung Pagelaran ini aksesnya sangat padat sekali, ” ungkapnya, Senin (13/9/2021).

Ia menegaskan sebelum diaspal, kondisinya sangat ruksak dan juga berlubang sehingga jalan lingkungan ini diprioritaskan program Samisade dari Kampung Pagelaran  dengan harapan warga bisa memelihara jalan lingkungan ini.

“Warga diharapkan bisa ikut menjaga dan memelihara jalan yang sudah dibangun oleh program Samisade, dan bisa lebih bermanfaat untuk mobilitas aktivitas sehari-hari,”pungkasnya.

**cepikurniawan

Bupati Bogor Tinjau Vaksinasi Serentak di Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogo, Ade Yasin meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi serentak di wilayah hukum Polda Jabar, salah satunya yang diselenggarakan Polres Bogor di halaman Masjid Amaliah, Kecamatan Ciawi, Senin (13/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut Ade Yasin juga menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, Kapolres Bogor AKBP Harun dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jika ada masalah terkait pelaksanaan vaksinasi harap segera dilaporkan, karena terkait wilayah aglomerasi, seperti Kabupaten Bogor yang memang menjadi daerah tujuan wisata, masyarakatnya harus diyakinkan semuanya bisa divaksin. Untuk itu, saya akan ikuti terus perkembangannya.

 “Untuk wilayah-wilayah yang masih kekurangan stok vaksin, tolong segera dilaporkan, agar saya bisa langsung berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk segera mendorong kebutuhan vaksin dengan cepat. Saya minta Kapolda Jawa Barat untuk terus pertahankan kegiatan vaksinasi ini, dengan capaian target yang sudah ditentukan, sehingga akurasi vaksinasi betul-betul bisa kita laksanakan,” kata Kapolri Listyo Sigit.

Ia menambahkan, vaksin akan kembali datang di bulan-bulan berikutnya, maka persiapkan manajemen vaksinasinya dengan baik, sehingga proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik dan lancar.  

Kapolres Bogor AKBP Harun mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi di halaman Masjid Amaliah, Ciawi saat ini sudah berjalan dengan baik dan lancar. Polres Bogor sendiri memfokuskan atau bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di seluruh Kabupaten Bogor dengan jumlah 101 Puskesmas.

 “Selanjutnya dengan melaksanakan vaksinasi massal yang bekerjasama dengan seluruh elemen yang ada. Berkolaborasi dengan elemen masyarakat, kami bisa melaksanakan kegiatan vaksinasi hingga pelosok-pelosok yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Kapolres Bogor AKBP Harun.

**dedesuhendar

UPT DPKPP Lakukan BAPL RPH di Situ Udik

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

UPT DPKPP wilayah III melakukan Berita Acara Perizinan Lapangan (BAPL) terkait pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. “RPH ini belum sama sekali mengantongi izin dari kecamatan dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” kata kepala UPT DPKPP wilayah III Henry Mahar, Senin ( 13/9).

Henry mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat terguran pertama terkait dengan RPH tersebut yang berlokasi di Desa Situ Udik setelah dilakukan hasil BAPL. “Kita akan lakukan BAPL yang kita akan pertanyaan terkait dengan perizinan yang sudah dipegang oleh RPH,” ujarnya.

Sementara itu Henry memaparkan, “Bilamana kami sudah melakukan BAPL kita akan melakukan surat teguran 1,2 dan 3. Bilamana pihak RPH tidak menempuh perizinan maka kami akan limpahkan surat 1, 2 dan 3 ke Satuan Pamong Praja Satpol PP Kabupaten Bogor untuk ditindak lanjuti surat limpahan dari DPKPP,” tutupnya.

**aripekon