25.2 C
Bogor
Thursday, April 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1142

Sofwan Ali Bakal Menjadi Rival Berat Petahana Pokja Wartawan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pemilihan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kabupaten Bogor masa bakti 2021-2024 yang akan dilaksanakan selama dua hari dipastikan bakal seru.

Sofwan Ali, Bakal Calon (Balon) Ketua Pokja wartawan Kabupaten Bogor, resmi menyerahkan berkas pencalonan dan akan menjadi Rival terberat ketua petahana Em Liswandi.

Pelaksanaan pemilihan Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bogor, dipastikan tidak berubah yaitu tanggal 30-31 Juli  2021, bertempat di Villa Bukit Hambalang.

“Sampai saat ini, sudah ada dua Balon yang menyerahkan berkas panita dan segera akan diverifikasi,” ujar ketua panitia pemilihan, Dauri di sekretariat Pokja, Jalan Bersih, lingkungan Pusdai Cibinong, Rabu (21/7/2021).

Dauri mengatakan, panitia masih membuka dan memberi kesempatan kepada seluruh pengurus maupun anggota yang ingin mendaftar menjadi ketua Pokja wartawan Kabupaten Bogor, sampai dengan batas waktu tanggal 23 Juli pukul 00.00 WIB.

“Silahkan kepada teman-teman pengurus dan anggota yang ingin mengambil formulir pendaftaran, kami masih membuka pendaftaran sampai batas waktu yang sudah disepakati,” ungkapnya.

Penetapan Balon menjadi calon ketua Pokja Wartawan kabupaten Bogor, akan diumumkan pada tanggal 27 Juli 2021.

Sementara, Sofwan Ali, Balon Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bogor menegaskan, dirinya ikut dalam pencalonan di pemilihan ketua Pokja, dengan sejumlah program kerja yang tentunya untuk membawa perubahan.

“Saya ingin wartawan Pokja bersinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya. Sehingga dapat ikut berperan serta dalam membangun Kabupaten Bogor lebih baik lagi,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Bogor Ganjil Genap Lagi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satgas Covid-19 Kota Bogor kembali memberlakukan Ganjil Genap untuk kendaraan roda dua dan empat di ‘Kota Hujan’, yang akan diberlakukan mulai 23 hingga 25 Juli. Langkah itu diambil untuk PPKM Level 4.

“Ganjil genap dimulai hari Jumat hingga Minggu. Berlaku selama 24 jam,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Condro Purnomo kepada wartawan, Rabu (21/7).

Menurut dia, pada Ganjil Genap kali ini nantinya akan ada 22 titik check point. Mereka akan memeriksa setiap kendaraan pribadi yang akan melintas.

Apabila pelat nomor kendaraan tidak sesuai dengan jadwal hari penerapan Ganjil Genap, maka akan diputar balik oleh petugas jaga. Kata dia, ada beberapa alasan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengganti pemberlakuan penutupan total di sejumlah ruas jalan dan pintu tol masuk Kota Bogor dengan Ganjil Genap.

Pertama, sambung dia, Kota Bogor merupakan kota perlintasan. Kemudian, masih banyak masyarakat Kota Bogor yang akan belanja kebutuhan hidup merasa terganggu dengan adanya penyekatan total.

“Masyarakat yang akan berbelanja sehari-hari itu juga ikut tersekat pada saat kami melakukan pengurangan mobilitas. Ganjil genap ini dari melarang kami ubah menjadi mengatur agar masyarakat bersabar, bergantian berbelanja kebutuhan,” jelasnya.

Kapolresta meyakini bahwa pelonggaran pada masa PPKM Level 4 tak akan membuat mobilitas di Kota Bogor kembali naik. Hal itu lantaran dalam sepekan terakhir ini baik Pemkot Bogor sudah mulai menggelontorkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat terdampak PPKM Darurat. Begitu juga bantuan obat-obatan dan uang tunai dengan mekanisme door to door sudah mulai disalurkan ke penerima manfaat oleh pemerintah pusat.

“Situasi saat ini sudah banyak bantuan-bantuan yang turun kepada masyarakat. Upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari juga pasti meningkat. Karena itu diberlakukan ganjil genap,” paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, selama masa PPKM Level 4 ini nantinya akan ada tim khusus yang akan mengawasi setiap kantor non-esensial dan non kritikal. Hal ini untuk memastikan perusahaan tersebut menerapkan work from home (WFH). “Sehingga ini nantinya tidak menjadi perdebatan di jalanan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Satgas Covid-19 Kota Bogor sempat menerapkan beberapa kali kebijakan itu di akhir pekan. Namun, seiring adanya kebijakan PPKM Darurat, Ganjil Genap ditiadakan dan diganti dengan penutupan total secara bergilir baik di pusat kota, wilayah perbatasan hingga pintu tol.

** Fredy Kristianto

Bupati Beri Hewan Kurban ke Warga Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin turut andil memberikan satu ekor sapi kapada masyarakat Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Bantuan hewan kurban tersebut  tentu saja disambut antusias  warga Desa Nanggung.

Tokoh masyarakat Nanggung Abdul Koharudin, menyampaikan dalam hari raya Idul Adha, selain Bupati dirinya berkurban untuk di bagikan terhadap masyarakat kurang mampu dan juga yang betul-betul terdampak akibat pandemi Covid-19. “Kita mendapatkan satu ekor sapi dari Bupati Bogor Ade Yasin, dan satu ekor kerbau itu dari saya untuk berkurban,” ujarnya.

Atas bantuan hewan kurban dari Bupati Bogor, pihaknya meucapkan terimakasih semoga di tahun depan Bupati Bogor bisa kembali ikut andil menyalurkan hewan kurban bagi warga Nanggung.

Seperti diketahui, momentum perayaan Idul Adha 1442 Hijriah selalu dimanfaatkan bagi umat muslim untuk saling berbagi hewan kurban. “Ini yang kita prioritaskan untuk janda, anak yatim-piatu, dan orang tidak mampu, karena mereka sangat membutuhkan apa lagi kondisi saat ini yang dimasa pendemi Covid-19,” ungkapnya kapada wartawan kemarin.

Selepas berkurban pihaknya menyalurkan untuk warga yang membutuhkan, selebihnya diprioritaskan untuk diberikan kepada masyarakat sekitar sehingga saling merasakan.

Menurut Kohar, tentunya ini manjadi doa dan harapan agar pandemi Covid-19 bisa cepet barlalu, sehingga bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. “Dengan hari raya Idul Adha ini menjadi bagian kita harus saling berbagi dan saling merayakan kemenangan, sehingga pandemi Covid-19 bisa cepet berlalu,” tukasnya.

** Arip Ekon

Petinggi Dinsos Bungkam Ditanya Jumlah dan Anggaran KPM BPNT

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Sikap tutup mulut para petinggi di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, saat diminta informasi terkait jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) se Kabupaten Bogor, menuai kecaman dari salah satu tokoh wilayah selatan, Indra Surkana.

Menurutnya, sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Dinsos sebagai instansi yang mengelola BPNT paska terjadinya pandemi Covid-19, tidak menutup-nutupi terkait informasi, baik itu ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), wartawan maupun ke masyarakat.

 “Sekecil apapun informasi, sesuai UU KIP itu harus nyampe ke masyarakat. Jangan ditutupi pemerintah atau dinas terkait,” ungkap Indra, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (21/7).

Indra minta Bupati Bogor untuk menindaktegas setiap dinas yang tidak kooperatif dalam memberikan informasi. Terlebih, informasi tersebut untuk kepentingan masyarakat luas di Kabupaten Bogor.

 “Bupati jangan diam saat ada anak buahnya seperti itu. Berikan sanksi tegas agar tidak ada lagi dinas yang menutupi informasi, apalagi soal bantuan sosial,” tegas mantan Kepala Desa (Kades) Cijeruk tersebut.

Indra yang merupakan tokoh sentral di wilayah Cigombong dan Cijeruk pun menilai, keberadaan wakil rakyat harus lebih kritis dan mendorong Bupati Bogor untuk memberikan teguran kepada dinas yang melanggar KIP.

 “DPRD harus menjalankan tugasnya dengan menegur Dinsos agar memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, terkait jumlah KPM BPNT di Kabupaten Bogor dan besaran anggaran yang diterima setiap bulan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinsos, Mustaqim saat diminta informasi melalui pesan WhatsApp terkait jumlah KPM BPNT dan besaran anggaran per bulan di Kabupaten Bogor, tidak bersedia memberikan keterangan.

 “Saya sedang sakit, silahkan hubungi saja Sekretaris Dinsos,” ujarnya sambil memberikan nomor kontak Sekretaris Dinsos, Dedi Supriadi.

Hal serupa juga dilakukan Sekretaris Dinsos, Dedi Supriadi yang beralasan tidak tahu data secara keseluruhan jumlah KPM BPNT dan besaran bantuannya.

 “Silahkan hubungi saja kepala seksi (Kasi). Karena saya lagi diluar dan bukan jam kantor, takut salah memberikan data,” paparnya sambil memberikan kontak Kasi Dinsos.

Namun, Kasi Dinsos yang diminta informasi nya, lagi-lagi memilih bungkam tanpa memberikan keterangan apapun. Melalui pesan WhatsApp dan ditelepon, Kasi Dinsos sama sekali tidak merespon.

** Dede Suhendar

Tidak Ada Laporan, Pemdes Cileungsi Sesalkan Proyek Pembangunan Sekretariat Gapoktan Bina Sejahtera

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mempertanyakan proyek pembangunan gedung sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Sejahtera di Kampung Ciherang Gede. Sebab, pelaksana proyek belanja hibah barang dan jasa kepada badan dan lembaga nirlaba bersifat sosial kemasyarakatan yang bersumber dana dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2021 sebesar Rp.184 juta lebih itu, dinilai sudah melanggar Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi menyatakan, pihak desa tidak mengetahui adanya kegiatan proyek pembangunan gedung sekretariat Gapoktan Bina Sejahtera yang ada di Kampung Ciherang Gede tersebut.

 “Belum ada laporan dari pihak pelaksana proyek maupun Ketua Gapoktan Bina Sejahtera. Makanya saya tidak tahu,” ungkapnya kepada wartawan.

Dikatakan Baban, seharusnya sebelum ada pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga dalam hal ini CV Augusta, terlebih dahulu dari pihak pelaksana atau pemenang proyek memberikan surat pemberitahuan ke desa. “Ini mah tidak ada laporan apapun, baik secara tertulis maupun lisan,” paparnya.

Baban menyayangkan juga sikap tidak kooperatif pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kelas A Wilayah VII yang berada di komplek pemerintahan Ciawi. Dimana, instansi kepanjangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bogor itu, tidak berkoordinasi dengan pemdes.

 “Pihak UPT juga harusnya ada laporan ke kami, kalau di wilayah kami sedang ada proyek pembangunan bersumber anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” tegasnya.

Ketua Gapoktan Bina Sejahtera, Harun membenarkan adanya proyek bantuan dari Pemkab Bogor untuk pembangunan sekretariat P4S yang berada di lokasi Gapoktan.  “Saya tidak tahu apa-apa. Yang mengerjakan langsung dari pihak ketiga. Saya hanya terima kunci saja setelah pembangunan selesai,” akunya.

Harun mengakui, jika pembangunan sekretariat P4S yang ada di Gapoktan Bina Sejahtera, tidak melibatkan warga sekitar. Karena, untuk para pekerja pembangunan semua dibawa pihak ketiga.

 “Para pekerja semuanya dari pemenang proyek. Dan tidak ada warga setempat yang ikut terlibat dalam pembangunan,” imbuhnya.

Sementara, Kepala UPT Pertanian Kelas A Wilayah VII, saat didatangi ke kantornya, sedang rapat dengan Kepala Dinas Pertanian melalui zoom metting. “Maaf saya lagi rapat dulu dengan kepala dinas,” tukas perempuan berkerudung yang saat itu berada didalam kantor UPT Pertanian.

** Dede Suhendar

Masjid At- Taqwa GBJ Terapkan Prokes Saat Penyembelihan Kurban

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pengurus Masjid  At-Taqwa Perumahan Griya Bukit Desa Tlajung Udik ,Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat untuk mencegah penularan Covid-19 saat penyembelihan hewan kurban.

“Petugas harus menggunakan masker dan sebelum masuk lingkungan masjid diukur suhu tubuhnya, jika suhu tinggi tidak kami izinkan ikut sembelih,” kata  H Rozak, Ketua DKM Masjid At -Taqwa, Selasa (20/07).

Menurut dia, penyembelihan  dilakukan di area terbuka, yakni di  halaman masjid yang  dikerjakan oleh panitia petugas masjid. Berdasarkan data yang dikumpulkan pengurus masjid, jumlah hewan kurban mencapai  13 ekor sapi dan 40 kambing kurban.

“Saat pelaksanaan  Idul Adha pihak panitia  mengikuti  prokes sekaligus berupaya memutus penularan Covid-19,” katanya

Ketua Bariman saat dikonfirmasi menerangkan, untuk tahun ini pihak panitia membatasi warga  untuk melakukan hewan kurban. Hal ini untuk memutuskan penyebaran  Covid – 19.

** Nay Nur’ain

BCC Bakal Diperluas Hingga Tingkat Kecamatan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Terus mendapat kritik dari berbagai aktivis buruh tentang Program Bogor Career Center (BCC) yang dinilai belum bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor, Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor menjanjikan perluasan BCC hingga tingkat kecamatan.

Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Joko Sumarno menjelaskan, hingga saat ini program BCC yang diharapkan oleh masyarakat bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor masih dalam tahapan pengembangan.

“Insya Allah target pengembangan selesai di bulan Agustus 2021, rencananya pengembangan tersebut, tersedianya gerai BCC di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/07).

Adapun layanan yang nanti disediakan dalam gerai BCC, menurut Joko ialah tentang informasi lowongan pekerjaan, informasi peningkatan kompetensi, informasi pemagangan, dan beberapa hal lain yang ada keterkaitannya dengan pelayanan Disnaker, termasuk data ketenagakerjaan.

“Program BCC sebagai penyedia informasi dan data ketenagakerjaan, diantaranya informasi lowongan kerja, sehingga membuka kesempatan masyarakat Kabupaten Bogor dapat bersaing di dunia kerja,” singkatnya.

Sebelumny, salah satu aktivis buruh yang menyoroti program BBC ini ialah Rizal Reinden. Ketua Forum Komunikasi Buruh Citeureup (FKBC) ini mengatakan, sejauh ini yang diciptakannya BCC belum ada kinerja yang bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor.

“Seharusnya BCC bisa memberikan informasi terkait kebutuhan akan tenaga kerja di wilayah Kabupaten Bogor sesuai dengan maksud dan tujuannya lembaga ini didirikan,” ucapnya.

 Sehingga, lanjut Rizal, kehadiran lembaga ini bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor. “Minimal bisa memberikan informasi atau dapat memfasilitasi skill akan kebutuhan tenaga Kerja sampai penempatan tenaga kerja namun sampai saat ini kami belum melihat output atau hasilnya,” jelas Rizal.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni Minta Pemerintah Segera Bayar Insentif Nakes

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengharapkan pemerintah memberi perhatian penuh terhadap para tenaga kesehatan (nakes) untuk segera mencairkan insentif yang tertunda selama 6 bulan lebih seiring melonjaknya kasus Covid-19 hingga membuat jatuh bangunnya nakes dalam menangani pasien Covid.

Selain itu, pemerintah juga harus segera mencairkan klaim rumah sakit yang nilainya hampir puluhan miliar per rumah sakit agar nakes dan rumah sakit bisa bekerja dengan maksimal dalam melayani masyarakat.

“Disini rumah sakit dan puskesmas sangat kewalahan namun bukan berarti menghilangkan peran dan kerja nakes, justru kinerja sudah luar biasa cuma karena jumlah penderita yang melonjak tinggi ditambah lagi sebagian nakes ikut terpapar bahkan meninggal itu yang menjadikan kewalahan karena jumlah lonjakan pasien dengan nakes tidak seimbang,” kata Fathoni  kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/07).

Masih kata dia, sangat tidak setuju jika ada pernyataan bahwa partisipasi dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk ikut menangani Covid-19 sangat minim , Karena saya sangat merasakan kepedulian, serta solidaritas dan partisipasi masyarakat sungguh luar biasa.

“Hendaknya dalam menerapkan PPKM, pastikan rakyat yang berdampak dibantu kebutuhannya, disini Bansos semestinya diberikan sebelum PPKM Darurat dimulai,” cetusnya.

Menurutnya, silakan laksanakan kegiatan PPKM darurat dengan manusiawi dan tepat sasaran. Orang yang berjualan itu boleh asalkan mengikuti standar protokol kesehatan dengan ketentuan dan tidak berkerumun. Jadi bukan dibongkar dan dibuang dagangannya tapi ditegakkan prokesnya.

Bukan hanya soal penertiban, begitupun dalam soal pelaksanaan vaksinasi hendaknya ajak semua element masyarakat untuk ikut berpartisipasi seperti, ormas, klinik swasta, nakes umum,  bahkan parpol, beri kesempatan untuk ikut serta menyelenggarakan vaksinasi tentunya dengan standar ketentuan medis sehingga program ini bisa segera tercapai target.

“Disini pemerintah pusat maupun daerah jangan cenderung menutup diri. Selain itu saya sangat berharap pemerintah bisa memastikan ketersediaan oksigen dan obat-obatan dengan harga normal, kemudian pastikan masyarakat yang sedang isoman termonitor medis dan logistiknya, itu saja dulu laksanakan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Vaksinasi Massal di Desa Cimanggis Berikan 1.150 Dosis

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Guna mencapai target vaksinasi nasional dan meningkatkan herd immunity warga, Gugus Tugas Kabupaten Bogor gencar melaksanakan vaksinasi massal, baik di Stadion Pakansari, Cibinong maupun di tingkat  desa yang dilakukan oleh Puskemas setempat.

Seperti kali ini, dari sekian desa yang melaksanakan kegiatan vaksinasi massal, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor menggelar vaksinasi yang langsung dipantau Gugus Tugas Kecamatan dan Kabupaten Bogor.

Di Desa Cimanggis pada pelaksanaan vaksinasi, Rabu (21/7/2021) sebanyak 1.150 dosis vaksin diberikan untuk warga Desa Cimanggis yang sudah antre sejak pagi hari. Vaksinasi massal itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona yang saat ini jenisnya terus bermutasi.

Dosis vaksin yang diberikan kepada warga itu berasal dari  Polsek Bojonggede sebanyak 500 vaksin dan Puskesmas Kemuning sebanyak 650 dosis vaksin.

Sekda Kabupaten Bogor Burhannudin mengatakan, kehadirannya untuk memastikan terkait suksesnya proses  pelaksanaan vaksinasi massal itu. “Hari ini saya mewakili Bupati Bogor meninjau salah satu pelaksanaan vaksinasi serentak di 101 Puskesmas Kabupaten Bogor, vaksinasi ini sudah dilaksanakan selama empat hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Burhannudin berkeliling mengucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan yang bekerja dengan sangat ekstra. “Terima kasih kepada tenaga kesehatan yang terus berjuang melawan Covid-19 menangani pasien Positif Covid-19 semoga selalu diberikan kesehatan dan kesabaran,” tegasnya.

Burhannudin juga meminta agar seluruh elemen tidak pernah letih dalam saling mengingatkan terkait pentingnya protokol kesehatan. “Pada aparatur di luar tenaga kesehatan, ayo sama-sama terus sosialisaikan vaksinasi ini, karena ini upaya pemerintah hadir untuk melindungi masyarakatnya, untuk itu vaksinasi harus dilakukan secara cepat dan tepat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Burhannudin menegaskan, keberhasilan vaksinasi di Indonesia khususnya Bumi Tegar Beriman harus didukung oleh peran aktif masyarakat. “Mencegahnya juga kita harus benar-benar protokol kesehatannya dilaksanakan, berhasilan vaksinasi itu bukan hanya dari Pemerintah tapi harus dilakukan bersama,” tuturnya.

Selain itu, Burhannudin meminta agar warga tidak menjauhi masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19. “Kita harus peduli satu sama lain, ada bahasa tengok tetangga, isolasi mandiri harus benar-benar diperhatikan,”pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Al Qodim Dilakukan Tertutup

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Adanya PPKM Darurat dan pandemi Covid-19 yang masih melanda, panita pelaksanaan pemotongan hewan kurban DKM Masjid Al Qodim di Kampung Temi RT 03 RW 07, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor tetap melaksanakan pemotongan hewan kurban di area tertutup yang hanya disaksikan oleh panitia.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, Selasa (20/7), ada 16 ekor kambing dan 2 ekor sapi yang dipotong dan secara kesehatan telah diuji oleh dokter hewan

Ketua Panitia, Jajang Ruhiyana mengatakan, pemotongan hewan kurban memang sedikit berbeda, biasanya dilaksanakan di area terbuka, untuk kali ini pemotongan hewan kurban dilaksanakan tertutup.

“Untuk warga yang ingin menyaksikan itu tidak boleh masuk, hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan,” katanya.

Jajang mengatakan, untuk panitia yang masuk ke area pemotongan wajib memakai masker dan mencuci tangan. Lebih lanjut ia juga mengatakan, untuk pembagian dilakukan secara door to door. Jadi, warga tetap di rumah panita yang mengantarkan.

“Pembagiannya panitia datang ke rumah warga dengan menggunakan bongsang tidak menggunakan kantong plastik,” katanya.

Sementara menurut warga sekitar Nikmah (35), dirinya merasa sedih untuk tahun ini tidak bisa menyaksikan langsung pemotongan hewan kurban lantaran adanya larangan dari panitia. “Gak bisa menyaksikan langsung sedih sih, tapi itu memang dilarang panitia agar tidak terjadi kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan