27.4 C
Bogor
Tuesday, August 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1143

Pemindahan Pusat Pemerintahan di Depan Mata

0

DJKN Hibahkan Lahan 6 Hektare

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mimpi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memiliki pusat pemerintahan yang terintegerasi sudah di depan mata. Pada 2 Agustus lalu, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan telah setuju menyerahkan lahan seluas 6 hektar di kawasan Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, saat ini Pemkot Bogor masih menunggu pusat untuk menuangkan hibah lahan tersebut dalam Berita Acara Serah Terima (BAST).

“Tinggal menunggu BAST saja. Tetapi yang pasti hibah lahan itu tak boleh digunakan untuk pembangunan lain. “Fungsinya tidak boleh berubah, selain untuk pusat pemerintahan,” ungkap Rudy kepada wartawan, Minggu (19/9).

Menurut Rudy, setelah BAST dilaksanakan, selanjutnya Pemkot Bogor pada 2022 akan menentukan batas lahan hibah tersebut. Sebab, pada kawasan itu DJKN memiliki tanah seluas 21 hektare. “Jadi harus dipastikan letaknya dimana, yang hibah 6 hektare itu,” katanya.

Kemudian, sambung Rudy, pada 2023 mendatang, pihaknya akan membuat perencanaan, yang meliputi Feasibility Studies (FS) dan Detail Engineerinf Design (DED).

“Pembangunan fisiknya kemungkinan pada 2024, sebab kita tak mau memaksakan untuk anggarannya,” ucap dia.

Lebih lanjut, kata Rudy, Balai Kota Bogor nantinya akan tetap berfungsi sebagai gedung pemerintahan. “Seperti Indonesia, pusat pemerintahannya di Jakarta. Tetapi, saat ada rapat, tamu negara bisa di Istana Bogor,” imbuhnya.

Sebelumnya, Anggota Bapemperda DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengatakan, dalam Wilayah Pengembangan (WP) Samida, tetap mempertahankan fungsi perkantoran eksisting di Bogor Tengah.

“Di dalam peta warnanya pun jelas. Bahasa perdanya seperti itu. Jadi pusat pemerintahan tetap di Balai Kota. Kalau di Katulampa, ya paling kantor dinas saja, karena sekarang banyak yang tidak representatif,” ujar Endah.

Menurut Endah, apabila melihat poin tersebut, otomatis Pemkot Bogor hanya dapat menambah perkantoran untuk dinas saja. “Kalau pusat pemerintahan disana. Rubah lagi RTRW-nya,” katanya.

Endah mengakui bahwa mengenai lokasi pusat pemerintahan baru sudah tertuang dalam rapat pembahasan panitia khusus (pansus) DPRD periode sebelumnya. “Itu memang sudah ada sebelumnya,” tegasnya.

Ia menegaskan, apabila nantinya kantor dinas dibangun di Katulampa, Pemkot Bogor harus memastikan bila aset-aset bangunan yang sebelumnya ditempati jangan sampai hilang.

**fredykristianto

Hari Ini Bupati Ade Yasin Sapa Warga Nanggung

0

Warga Kecamatan Nanggung Bebersih Jalan Sambut Saba Desa Bupati

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin dijadwalkan pada Senin (20/9) hari ini mendatangi wilayah Kecamatan Nanggung. Kedatangan orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini dalam rangka Saba Desa, sekaligus melakukan peninjauan ke berbagai wilayah di Nanggung.

Camat Nanggung Ae Saepuloh mengatakan, kedatangan Bupati Bogor adalah program Saba Desa sekaligus meninjauan seputar kegiatan, baik itu peninjauan bangunan Samisade maupun pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Pertama Bupati Bogor akan melakukan peninjauan kegiatan PTM dan mendatangi rumah oksigen,” ujar Camat Nanggung saat dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (19/9).

Sementara Saba Desa tersebut, kata Camat Nanggung, Bupati melakukan peninjauan pembanguanan program Samisade salah satunya di Desa Pangkaljaya. “Peninjauan Samisade merupakan progres pembanguanan sebelum tahap dua dilaksanakan,” tandasnya.

Tak hanya itu, Bupati Bogor juga akan mengunjungungi Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret dengan melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi drive thru. Pantauan Jurnal Bogor,   sebelumnya sejumlah desa dan masyarakat melakukan gotong royong dengan membersihkan  rumput liar di jalan.

Hal ini dikatakan ketua BPD Desa Pangkaljaya Ida Royani. Kedatangan Bupati Bogor salah satu  ke Desa Pangkaljaya  adalah untuk meninjau pembangunan jalan yang dibangun Samisade. Persiapan kedatangan Bupati Bogor pihaknya  melakukan gotong royong membersihan lingkungan selain sudah adanya kampung ramah lingkungan (KRL) yang sudah bersih.

“Kita tinggal menyambut  Bupati dengan gembira dan baik dan terimakasih kepada Bupati itu jalan yang sudah sekian lama diimpikan oleh warga saat ini teralisasi dengan Samisade,” akunya bersyukur.

Ida menjelaskan pembangunan dari program Samisade di desanya berjalan baik bahkan selama ini sudah dilakukan monitoring oleh pihak PUPR. “Untuk bangunan itu berupa aspal hotmix dan turap serta drainase, sebelumnya jalan lintas Tapos-Cirayam tersebut sudah tersentuh akan tetapi mungkin karena itu drainasenya tidak terawat jadi jalannya jadi rusak parah,” jelasnya.

“Mudah mudahan kedepan, program Samisade tidak hanya untuk insfrastruktur saja. Tetapi pelaksanaannya bisa ke peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat dari berbagai sektor,” pintanya.

Sementara  Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna mengaku bersyukur kedatangan Bupati Bogor yang akan melihat langsung bangunan  pada program Samisade dari bantuan keuangan insfrastruktur APBD Kabupaten Bogor. “Kerena masyarakat masih sangat membutuhkan kami harap program Samisade bisa terus berlanjut,” harapnya.

Agenda Kegiatan Pemerintah Kabupaten Bogor
Hari Senin, 20 September 2021

Kunjungan Kerja Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor dalam rangka Saba Desa bersama Kecamatan dan Desa
Waktu : 09.00 WIB sd Selesai
Tempat : Kantor Kecamatan Nanggung
Dihadiri : Kapolres Bogor, Dandim 0621 Bogor, Aspem dan Kesra, DPMD, Disdik, Dinkes, DPUPR, DPKPP, Diskominfo, Disbudpar, Kabag Tapem, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, dan Camat Nanggung.

Leading Sektor : Bag. Tapem

**aripekon

WCD 2021, Pemdes Leuwinutug Dorong Gerakan ‘Bersatu Untuk Indonesia Bersih’

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Memperingati World Cleanup Day (WCD) 2021, Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mendorong gerakan ‘Bersatu Untuk Indonesia Bersih’, Sabtu (18/09/2021).

Kepala Desa (Kades) Leuwinutug Deden Saeful Hamdi yang akrab disapa Kang Denz menyampaikan, di tahun 2021 ini sudah seharusnya masyarakat khususnya warga Desa Leuwinutug sadar akan pentingnya memilah sampah dari rumah.

“Sudah seharusnya masyarakat paham akan kesadaran lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, karena perihal sampah bukan lagi permasalahan pemerintah, bukan lagi permasalahan lingkungan tapi ini adalah permasalahan kita bersama,” ungkapnya di Kantor Desa Leuwinutug.

Kang Denz pun mengajak semua elemen masyarakat agar sadar terhadap kebersihan lingkungan ini. “Jadi saya minta seluruh elemen masyarakat mengerti akan pentingnya memilah sampah dari rumah, kalo bukan kita siapa lagi, kalo bukan sekarang kapan lagi,” jelasnya.

Dalam aksi bebersih serentak di 158 negara ini, Pemdes Leuwinutug yang turut andil dalam aksi mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Desa (Sekdes) Leuwinutug Faisal Abubakar Sidik juga menuturkan upaya ini berdasarkan Surat dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : S.362/PSLB3/PS/KLN.2/8/2021 tanggal 10 Agustus 2021 tentang dukungan Pelaksana Kegiatan WCD Indonesia 2021, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Nomor 4.162/PBLS.04/PKK/2021 tanggal 18 Agustus 2021 tentang Kegiatan WCD tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2021, serta Surat Edaran Bupati Bogor Nomor 658/333/BLH tentang Kegiatan World Cleanup Day (WCD) tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2021.

“Dengan ini disampaikan bahwa WCD merupakan Gerakan Global mengajak individu, komunitas, dunia usaha dan Pemerintahan diseluruh dunia untuk menyatakan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ucapnya.

Pada tahun 2021, lanjut Faisal, tema WCD Indonesia tahun ini adalah “Bersatu Untuk Indonesia Bersih” yang relevan dengan kondisi wabah pandemic Covid-19 saat ini yang sedang dihadapi seluruh dunia.

“Dengan tujuan meningkatkan kebersihan dan kepedulian di wilayahnya masing-masing, melakukan aksi cleanup dan pilah sampah dari sumber secara serentak dimulai dari POM Bensin Leuwinutug hingga jembatan atau perbatasan desa,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemdes Leuwinutug pun berkolaborasi dengan lembaga setempat yang ada di Desa Leuwinutug. Seperti BPD Desa Leuwinutug, LPM Desa Leuwinutug, SLH Desa Leuwinutug, Bumdes Desa Leuwinutug, KRL Desa Leuwinutug, Destana Desa Leuwinutug, Babinsa Desa Leuwinutug, Bhabinmas Desa Leuwinutug, Kader Desa Leuwinutug, Paguyuban RT/RW Desa Leuwinutug, Karang Taruna Desa Leuwinutug, Linmas Desa Leuwinutug, Pordes Desa Leuwinutug, juga Ormas yang ada di Desa Leuwinutug.

“Sesuai tema WCD tahun ini, kita bersatu untuk Indonesia bersih. Kedepannya, Pemdes Leuwinutug mendorong penuh akan kegiatan yang bersinergitas dengan masyarakat ini terutama kebersihan lingkungan, karena hal seperti ini memang perlu dilakukan agar komunikasi antara Pemerintah dan Masyarakat bisa terjalin dengan baik,” paparnya.

Faisal menuturkan, kegiatan WCD ini tak hanya jalan lingkungan Desa Leuwinutug. “Ada pun kegiatan di tempat lain yang dilaksanakan oleh bank sampah dibawah naungan KRL Bina Karya yang ada di Desa Leuwinutug, saat ini Desa Leuwinutug sendiri sudah ada 2 bank sampah yang di SK-kan dan sudah ada penimbangan sampah,” pungkasnya.

**naynur’ain

Dua Pimpinan Daerah Sepakati Pembangunan Jalur Puncak Dua

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Pembangunan jalur Puncak dua akhirnya disepakati dua pemimpin daerah untuk menyelesaikan permasalahan wilayah Puncak, Cisarua. Kesepakatan itu terjadi saat Bupati Bogor Ade Yasin dan Bupati Cianjur Herman Suherman duduk bareng membahas solusi kemacetan di jalur Puncak, di Melrimba Garden, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Sabtu (18/9/).

Selain Bupati Bogor, Ade Yasin, Bupati Cianjur, Herman Suherman, hadir juga Ketua DPRD Cianjur, Ganjar Ramadhan, Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf.Sukur Hermanto, Dandim 0608/Cianjur Letkol Kav. Ricky Arinuryadi, Kapolres Bogor AKBP Harun, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong Khamim Thohari, Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Taufan Rahmadi, Kepala Sub Direktorat Lalu Lintas Transportasi Darat, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bram Hertasning, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin, Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, perwakilan masyarakat Puncak Ngahiji, serta jajaran pemerintah daerah.

Ade Yasin mengungkapkan, silaturahmi antara dua daerah yakni Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hari ini, untuk mencari solusi permasalahan kemacetan yang terjadi di jalur Puncak.

Bupati Bogor pun mendukung kebijakan pemerintah dalam menerapkan sistem ganjil genap di wilayah Puncak. Karena sudah 36 tahun menerapkan sistem satu arah, belum membuahkan hasil yang signifikan. “Mudah-mudahan dengan ganjil genap akan ada perubahan atau perbaikan,” ungkapnya dalam keterangan pers yang disampaikan Diskominfo.

Namun, Ade Yasin menilai, meski sudah dilaksanakan sistem ganjil genap, realitanya masih juga ada kemacetan di jalur menuju kawasan wisata Puncak ini.

“Saya rasa perlu solusi yang lain yang juga kami selalu gaungkan, yakni membuka jalur Puncak dua melalui pembangunan jalan Poros Tengah Timur (PTT). Bupati Cianjur juga sangat mendorong, bahwa solusi kemacetan adalah membuka jalur Puncak dua,” tegasnya.

Ade Yasin menambahkan, walaupun sistem ganjil genap diberlakukan, solusi yang lain harus tetap dipikirkan. Karena potensi ekonomi di Puncak sangat bagus, mulai dari Gadog sampai Cianjur itu adalah lokasi-lokasi wisata yang tentunya butuh perhatian khusus bagi kedua daerah ini.

“Cianjur saat ini lokasinya sangat terjepit karena kemacetan dari arah Bandung dan dari Bogor. Kondisi di Puncak macet, rata-rata wisatawan hanya sampai ke Puncak Pass. Karena terasa jauh jika ditempuh dengan kondisi macet, akhirnya mereka balik lagi, sehingga yang terdampak adalah Cianjur,” jelas Ketua DPW PPP Jawa Barat tersebut.

Bupati Bogor juga mendorong jalur Puncak 2 ini yang manfaatnya bisa dirasakan wilayah lain. Dengan begitu bukan hanya untuk kepentingan Kabupaten Bogor saja, melainkan seperti Karawang, Bekasi, Provinsi Jabar, DKI Jakarta dan Banten, kemudian Kota Bogor juga terimbas manfaatnya.

“Tunggu apalagi, untuk skala nasional, saya kira dengan anggaran kurang lebih 5 triliun itu kecil, pasti bisa. Anggaran kurang lebih 5 triliun itu sampai tuntas seluruhnya dari Bogor sampai Cianjur. Untuk masalah tanah, biar kami yang membereskan, tinggal bagaimana infrastrukturnya yang harus dibangun segera,” imbuhnya.

Ade Yasin berharap, mudah-mudahan hasil pertemuan hari ini sampai ke pemerintah pusat dan didengar oleh Presiden. Terlebih pada pertemuan hari ini juga hadir perwakilan dari Kementerian Perhubungan, sehingga pembangunannya bisa dipercepat, semata-mata untuk mengurai masalah Puncak.

Sementara Bupati Cianjur Herman Suherman menyatakan, pertemuan ini begitu penting demi pembangunan jalur Puncak dua. Tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana pemerintah pusat mendengar aspirasi dari bawah ini. Pemerintah Kabupaten Cianjur sangat merasakan imbasnya, karena dulu wilayah Cipanas itu ramai wisatawan namun sekarang sepi.

“Sekarang kalau mau ke Cianjur dari Jakarta, Puncak macet, dari Bandung mau ke Cianjur juga macet, dari Sukabumi juga macet, sehingga kami di Kabupaten Cianjur sangat terdampak dengan sepinya wisatawan,” tandasnya.

**dedesuhendar/diskominfo

Vaksinasi Warga Puncak Ditinjau Bupati dan Danrem

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Kegiatan vaksinasi Covid-19 di kantor Kecamatan Cisarua, Sabtu (18/9) lalu, ditinjau langsung Bupati Bogor Ade Yasin dan Danrem 061 Brigjen TNI Achmad Fauzi. Saat peninjauan, Bupati Bogor berharap tingginya antusias masyarakat yang ikut vaksinasi di wilayah Cisarua, bisa mendorong tercapainya herd immunity di Kabupaten Bogor.

 “Alhamdulilah lancar dan peserta juga banyak, vaksinasi hari ini merupakan kerjasama dengan Korem 061 dan Kodim 0621. Petugasnya juga kebanyakan dari TNI dan Rumah Sakit Salak, hari ini kelihatannya masyarakat sudah antusias untuk mengikuti vaksin, mudah-mudahan lancar dan sesuai target 70% untuk mencapai herd immunity di Kabupaten Bogor,” harap Ade Yasin.

Sementara Danrem 061 Brigjen TNI Achmad Fauzi menyatakan, sinergitas vaksinasi telah terlaksana dengan baik dan lancar. Fokus vaksinasi saat ini memang di kawasan Puncak atau yang ramai penduduknya, termasuk daerah tujuan wisata maupun kuliner yang banyak didatangi masyarakat.

 “Makanya kita ada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) datang kesini untuk inspeksi pelaksanaan vaksinasi,” ujarnya.

Danrem mengungkapkan, untuk Kabupaten Bogor vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 27,21 persen. Dan menurutnya, hal itu peningkatan yang luar biasa, berkat kerjasama dan antusias masyarakat untuk mendukung vaksinasi.

 “Kami berharap setelah vaksinasi ini mencapai herd immunity dan masyarakat bisa sehat. Sehingga kehidupan ekonomi, kehidupan wisata dan kehidupan masyarakat bisa pulih untuk melaksanakan Adaptasi Kegiatan Baru (AKB), itu yang terutama dan terpenting,” tukas Brigjen TNI Achmad Fauzi.

**dedesuhendar

Warga Selatan Minta Sistem Ganjil Genap Tidak Berlaku Kepada Pribumi

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Penerapan sistem ganjil genap yang dilakukan Forkopimda Kabupaten Bogor di Jalan Raya Puncak, menuai polemik di masyarakat. Sebab, sistem ganjil genap yang diterapkan jajaran Kepolisian Polres Bogor bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu, berlaku sama kepada masyarakat selatan Kabupaten Bogor.

Baban, warga Kecamatan Ciawi menyesalkan dengan penerapan sistem ganjil genap di jalur Puncak yang tidak tebang pilih. Dimana, larangan pengendara melintas saat dilaksanakannya sistem tersebut, tidak hanya diberlakukan untuk masyarakat luar.

 “Masa kami warga Kabupaten Bogor di wilayah selatan juga harus diputar balik. Saat itu saya ada keperluan yang sangat mendesak, harus ke Gunung Geulis,” keluhnya kepada wartawan.

Padahal, lanjutnya, saat dilaksanakan penyekatan jalur oleh petugas di Gadog, dirinya sudah menunjukan kartu indentitas KTP. Namun, petugas gabungan yang terdiri dari anggota Kepolisian, TNI, Satpol PP maupun Dinas Perhubungan (Dishub) tetap tidak memperbolehkan kendaraannya melintas.

 “Memang kendaraan saya plat nomornya B. Tapi saya sudah menunjukkan KTP,” papar Baban.

Adanya perlakuan sama terhadap warga lokal, Baban menghimbau agar warga memiliki kendaraan lebih dari satu. Sehingga, saat sistem ganjil genap diberlakukan dan warga setempat ada keperluan, tinggal mengetahui jadwal pemberlakuan.

 “Itu terjadi waktu masih uji coba. Ketatnya minta ampun. Jadi kami warga selatan Kabupaten Bogor merasa dirugikan,” tegasnya.

Keluhan sama juga diutarakan Deni, warga Kecamatan Caringin yang terkena penyekatan sistem ganjil genap di simpang Gadog saat akan melintas ke Puncak.

 “Saya mau menjenguk saudara di Rumah Sakit Paru Cisarua, tapi tidak boleh melintas karena kendaraan saya plat nomornya ganjil, sedangkan saat itu yang boleh melintas hanya kendaraan plat nomornya bilangan genap,” jelasnya.

Deni berharap, sistem ganjil genap tidak diberlakukan untuk masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya yang berdomisili di wilayah selatan mulai dari warga Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, Cijeruk maupun Tamansari.

 “Sistem ganjil genap inikan tujuannya untuk mengurai kemacetan di jalur Puncak, akibat banyak kendaraan luar daerah yang berwisata ditengah masa pandemi Covid-19. Nah, kenapa warga lokal ikut sengsara,” imbuhnya.

**dedesuhendar

Tak Lama Lagi, PUPR Akan Perbaiki Jalan Ambles di Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Jalan Ace Tabrani tepatnya di Kampung Dukuhkawung RT 05 RW 02, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang mengalami ambles sejak pertengahan Agustus lalu, tidak lama lagi akan dilakukan perbaikan oleh pihak UPT Jalan dan Jembatan wilayah Cigudeg.

UPT VI Jalan dan Jembatan  melalui pengamat wilayah Kecamatan Nanggung H.Idris mengatakan, jalan yang ambles itu bakal segera dilakukan perbaikan.

“Akan diperbaiki diantaranya berupa pemasangan beronjong pada bagian tebingan jalan,” ujar H Idris kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Setelah itu, kata H Idris,  jalan tersebut rencananya  akan diperbaiki dengan dipasangnya  box culvert dimana  Box culvert atau plat beton berfungsi sebagai pengganti bagian saluran  gorong-gorong.

Mengingat secara teknis berikut gambar bangunan jalan itu telah dibuat  seiring belum lama ini, Dinas PUPR  dan UPT Jalan  melakukan survei dan pengukuran guna merencanakan untuk perbaikan jalan yang ambles itu.

“Mudah mudahan tidak lama lagi jalan itu akan diperbaiki, musababnya  Dinas PUPR dan UPT sudah melakukan pengukuran,” papar Idris.

Masih kata Idris, bahwa kontruksi jalan tersebut akan dibuat sesuai kondisi jalan semula. Akibat amblesnya, keberadaan jalan itu mengalami pergeseran hingga mendekati tebingan yang jaraknya berdekatan dengan kali Cikaniki.

“Pada pekerjaannya  jalan yang ambles itu akan dibikin lurus kembali berikut peninggian sesuai kondisi jalan  semula,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung meminta piahak terkait untuk segera melakukan perbaikan kondisi jalan yang ambles. Tak hanya itu, wakil rakyat dari PAN itu mempertanyakan kondisi jalan yang masih mengalami kerusakan diantaranya di wilayah Kecamatan Nanggung dan Sukajaya. “Dinas PUPR harus  peka dalam penangani permasalahan insfrastruktur yang sudah lama kondisinya rusak,” tukasnya.

**aripekon

Warning Bagi Disdik

0

Sejak 2004 SDN Otista Belum Direnovasi

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ambruknya atap SDN Otista yang berada di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur pada Kamis (16/9) siang, mendapat sorotan dari DPRD Kota Bogor.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Ahmad Rifky Alaydrus dan Anna Mariam Fadhilah pun langsung mengecek lokasi untuk melihat kerusakan yang dialami.

Berdasarkan pantauan yang dilihat oleh Rifky dan Anna, diketahui ada dua ruang kelas yang atapnya ambruk.

Selain itu, ruang-ruang kelas lainnya juga sudah mengalami kerusakan yang cukup parah dibagian atapnya. Hal itu terlihat dengan adanya beberapa lubang dan retakan pada plafon kelas.

Melihat kondisi tersebut, Rifky mengaku sangat sedih, dimana masih ada sekolah yang mengalami kerusakan parah padahal lokasinya tidak jauh dari Istana Presiden.

“ini di Kota Bogor pusat kota ya (tidak jauh dari istana presiden), cukup prihatin memang dengan kondisi yang seperti ini. Mungkin sebelumnya tidak tersentuh dan kedepannya kami meminta kepada dinas pendidikan agar ini jadi perhatian yang lebih serius untuk menangani hal hal seperti ini,” kata Rifky, baru-baru ini.

Berdasarkan laporan yang ia terima dari kepala sekolah SDN Otista, diketahui bahwa bangunan sekolah tersebut belum pernah direnovasi sejak 2004 silam lamanya.

Sehingga diduga ambruknya atap dikarenakan sudah terlalu tua struktur bangunan dan memang harus mendapatkan perhatian lebih.

“Ya lihat kondisi sih memang tidak layak, jadi bukan karena memang kelayakan bangunan sebelumnya sudah diperbaiki dan tidak memenuhi spek, tapi ini memang speknya sudah lama,” jelas Rifky.

Menurut Anna, ambruknya atap SDN Otista harus menjadi pelajaran bagi Dinas Pendidikan. Mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) akan segera dimulai di Kota Bogor.

Ia meminta agar Disdik segera menyelesaikan revitalisasi sarpras sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor, agar saat PTM nanti tidak ada lagi kasus seperti ini.

“Jadi ini mungkin pelajaran juga ya bagi kita semua. Karena mungkin dua tahun tidak dihuni ya, yang namanya bangunan kosong sehingga cepat rusak dan ini jadi alarm ya buat kita di DPRD maupun di Dinas untuk mengecek juga bangunan bangunan sekolah yang lain. Karena khawatir terjadi hal yang serupa. Sehingga sebelum kejadian kita sudah antisipasi dan bisa kita anggarkan di tahun berikutnya,” ungkap Anna.

Lebih lanjut, politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, menyatakan akan menyisir sekolah mana lagi yang perlu mendapatkan prioritas.

Karena menurutnya semua orang tua ingin mengantarkan anaknya ke sekolah dengan rasa aman karena bangunan yang layak.

“Insyallah kita semua nggak ingin kejadian ini terulang lagi, apalagi menyangkut anak anak di sekolaah gitu ya. Semua orangtua pasti ingin mengantarkan anaknya dengan kondisi yang aman di sekolah, jangan sampai terjadi bencana,” tutupnya.

Untuk sementara, perbaikan atap dua ruang kelas SDN Otista akan menggunakan anggaran dari biaya tidak terduga (BTT). Setelahnya akan dianggarkan melalui APBD untuk perbaikan di 2022.

Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi, mengaku sudah mendapatkan laporan dari Kepala Sekolah bahwa ruang kelas tersebut tidak layak digunakan.

Maka dari itu, sambil menunggu perbaikan yang rencana akan dijalankan pada 2022, ia meminta agar kelas-kelas tersebut tidak digunakan terlebih dahulu dan dikosongkan.

“Di 2021 dari kepsek. Temen kita di bidang Sapras sudah keliling semua, sudah ada komunikasi. Ada yang secara lisan menyampaikan, ada yang tertulis. Kita juga menyampaikan ini untuk dikosongkan dulu karena kondisinya tidak memungkinkan. Dan kebetulan memang sedang kosong, tidak ada PTM, tapi yang namanya bencana tidak bisa dihindarkan,” jelas Hanafi.

Mantan Kepala Bappeda Kota Bogor ini juga mengaku sudah menginventarisir sekolah yang rusak dan diketahui ada tujuh sekolah yang dilaporkan memiliki kerusakan yang perlu segera ditangani.

“Variasi. Kita nggak bisa disampaikan, ada tingkat kerusakannya dikit, tapi bisa merembet ke kelas lain. Secara teknis. Kalau kerusakan kita harus menyampaikan secara teknis. Tapi intinya hampir cukup banyak sekolah yang kerusakan ringannya cukup banyak,” pungkasnya.

**fredykristianto

Marineroad Junior Segera Luncurkan Album Pertama

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Band bergenre ballad rock asal ‘Kota Hujan’, Marineroad Junior segera melaunching album pertamanya yang berisikan 10 lagu dalam waktu dekat ini.

Band yang digawangi Dani sebagai vocalis, Dian pada drum, Luken di bass, Reza di gitar dan Reza 2 pada melodi ini memiliki dua lagu hits, yakni Dunia Dalam Kepiluan serta Pembuluh Asaku.

Kepada wartawan, sang vocalis Dani mengatakan bahwa Marineroad Junior merupakan band reinkarnasi dari De Marineroad, yang kini para personilnya telah pensiun dari dunia musik.

“Jadi kami meneruskan apa yang dilakukan senior, dan membawakan lagu mereka yang diaransemen ulang,” ujar Dani, Minggu (19/9).

Menurut dia, Marineroad Junior banyak terinfluence dari band luar negeri, diantaranya Bon Jovi. “Dulu ada unsur reggae, sekarang cenderung ke ballad rock. Lirik lagu kami bernuansa percintaan, religi, kehidupan sehari-hari dan kisah seorang pelaut, yang terinspirasi dari cerita eks pentolan De Marineroad, Pak Antonius Arung Angkasa,” katanya.

Dani menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus menggarap single anyar dan video clip baru. Namun, ia enggan membeberkan lagu barunya tersebut. “Nanti saja, biar pada penasaran,” ucapnya sambil tertawa renyah.

Ia menambahkan, rencananya album perdana Marineroad Junior akan diproduseri oleh mantan pentolan De Marineroad, Antonius Arung Angkasa. “Kebetulan beliau punya studio rekaman. Mudah-mudahan semuanya lancar,” harapnya.

**fredykristianto

UMKM GM FKPPI Rayon Cigombong-Dijeruk Bergerak

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Terus melebarkan sayap, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Generasi Muda Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (GM FKPPI) Rayon Cigombong-Cijeruk gencar ikuti pameran produk lokal. Kali ini pameran dilaksanakan di salah satu pusat perbelanjaan wilayah Kecamatan Sukaraja.

Owner GM FKPPI Rayon Cigombong-Caringin, Bayu mengatakan, pihaknya menggerakan usaha kerakyatan secara kreatif berbasis kemandirian.

“Produksi kami itu berupa kerajinan tangan diantaranya keset, boneka dan kursi. Bahan bakunya itu berupa limbah kaos untuk pembuatan keset dan boneka. Sementara kursi kami pakai limbah ban luar,” ujar Bayu kepada Jurnal Bogor, Minggu (19/9).

Ketua Rayon GM FKPPI Rayon Cigombong-Caringin itu menerangkan, salah satu produk unggulan pihaknya telah sampai ke luar negeri alias ekspor.

“Kami sudah kirim contoh keset kepang itu untuk pasar di Korea. Tapi karena siruasi pandemi ini jadi agak terhambat untuk ekspor nya,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki keinginan untuk ketergantungan terhadap pemerintah.

“Kami bukan menolak bantuan pemerintah tapi memang ingin menjalanlan dunia usaha dengan mandiri. Alhamdullilah, kami tetap berjalan meski belum pernah merasakan bantuan pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, usaha pihaknya tersebut melibatkan sejumlah unsur dalam proses produksi.

“Pengrajin bukan hanya anggota GM FKPPI Rayon Cigombong-Cijeruk tapi juga warga dan yatim setempat. Saya ingin maju bersama berbasis militan,” paparnya.

**noverando.h