Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Benteng Bogor Raya (BBR), di masa pandemi Covid-19 ini menunjukan rasa kepeduliannya kepada pengurus dan anggota yang ada di Kota Bogor, dengan membagikan paket Sembako.
“Bantuan paket Sembako ini dilatarbelakangi karena banyak pengurus dan anggota yang ekonominya terkena dampak pandemi, khususnya di masa pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),”kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP BBR Paul Nebrian Mahdi, Minggu (15/08/2021).
Paul mengatakan, paket Sembako yang dibagikan ini berasal dari donasi perusahaan swasta yang berkantor di Jakarta, yakni PT Citas Ide Aksi yang tergerak untuk membantu anggota BBR di masa pendemi Covid -19 ini.
Älhamdulillah, perusahaan tempat saya bekerja itu langsung bergerak, saat kita sampaikan kondisi ekonomi sebagian besar anggota BBR yang terkena imbas pandemi Covid-19,” ujarnya ditemui di lokasi acara di areal bekas Mall Mega M, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal.
Paul menjelaskan, pengurus dan anggota yang mendapatkan paket Sembako untuk sementara ini berasal dari Kota Bogor dulu, sedangkan untuk wilayah lain, sedang diupayakan dengan mencari donatur yang mau menyisihkan sebagian rezekinya.
“Insya Allah, kami mohon doanya saja, semoga berawal dari Kota Bogor, bantuan paket Sembako kepada pengurus dan anggota di wilayah lain bisa teralisasi,” katanya.
Sementara Mahmud, anggota BBR Zona 7 Kota Bogor mengaku senang mendapatkan bantuan paket Sembako dari DPP BBR. “Bantuan ini sangat berarti bagi seluruh anggota yang saat ini memang sebagian besar kesulitan dari sisi ekonomi,”ungkapnya.
Mahmud berharap, pandemi Covid -19 segera berakhir agar kehidupan dan roda ekonomi berjalan normal seperti sebelumnya. “Itu doa dan harapan bukan saja dari BBR, tapi semua rakyat Indonesia,” katanya menutupi.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin mempertanyakan pengerjaan ruas Jalan Raya Cigudeg-Kiarasari, Cisangku, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang dikerjakan PT Duta Tunas Kontruksi Pratama dengan anggaran fantastis sebesar Rp 28 miliar.
Nurodin menyebut pembangunan jalan tersebut tekesan lamban karena sampai Minggu (15/8) belum apa-apa sejak surat perintah mulai kerja (SPMK) yang dikeluarkan oleh WLP pada 16 Juli.
“Tinggal 2 hari lagi menginjak satu bulan kondisi bangunan jalan terlihat masih belum apa apa. Kami melihat progres lapangan ini masih di 0, karena pekerjaanya masih lambat,” sebut Nurodin, kemarin.
“Kami harap dengan anggaran yang sangat besar ini, pihak ketiga pemenang tender/pelaksana, bisa menjalankan dengan baik dan amanah,” ujarnya.
Ditambah pada pengerjaan pelebaran jalan dengan menggunakan alat berat yang keadaannya sering mogok. Hal ini akan mempengaruhi pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, pekerjaan lain seperti drainase Tembok Penahan Tanah (TPT) harus dikerjakan tidak hanya di satu spot saja.
“Kami coba telepon pihak UPT teknik jalan dan Jembatan, ini ada apa keterlambatan pengerjaan jalan? kenapa hanya melaksanakan pekerjaan satu jenis saja. Agar semua tercapai kan banyak varian pembangunan seharusnya dikerjakan,” bebernya.
karena itu, lanjut Nurodin, 6 bulan diberikan waktu jangan sampai nanti pekerjaan mepet, tergesa gesa akhirnya kualitasnya tidak baik dan buruk. “Pagu anggaran awalnya 28,7 miliar namun kan ada skema lelang yang dihitung hitung kembali dan akhirnya muncul di angka 28 berapa gitu,” jelasnya.
“kalu total untuk ruas jalannya 24,90 tetapi tidak semua, karena ada yang sudah dibangun, walaupun kegiatan pembangunan yang kemarin juga kualitasnya sudah mulai terlihat rusak, nah ini jangan sampai minimal sampai 5 tahun masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan tersebut.
“Saya juga melihat drainase juga kayanya nggak dikerjakan gitu, jadi seperti ambil tanah pelebaran itu hanya untuk pelebaran saja, harusnya kan ada pelebaran jalan kemudian ada bahu, kemudian drainase. Nah saya juga belom melihat itu nggak tau belom selesai atau memang speknya seperti itu karena tidak terbuka terang benderang kan susah.
Di tahun sebelumnya kami banyak menyuarakan bahwa lelang kita itu selalu mepet. Waktu juga seharunya dimanfaatkan dengan baik agar pengerjaanya tidak asal asalan. Ini juga harus menjadi pengawasan secara parsipatif untuk mengawasi kita bersama masyarakat sehingga hasilnya juga akan baik karena dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.”
Sementara pelaksana di lapangan Wahyu mengatakan bahwa progres yang dikerjakan baru pelebaran. “Kalu ketersendatan karena perubahan kedua kemarin cuaca hujan terus karena tanah ini kan beresiko labil. Pembangunan tersebut akan mencapai target karena sudah siap dan sudah menjadi ketentuan,” kilah Wahyu.
“Ya mungkin metode lapangan kalo di terangin sekarang nggak bisa. Nanti menjadi penyesuaian waktu pelaksanaan saja kan di bagi enam segmen. Drainase ada minor cuman masih ada prubahan dalam satu paket ini ada beberapa item minornya seperti pasangan batu udit atau TPT. Dengan begitu tidak akan mengurangi kualitas, itukan ada pengawasan yang full dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor,” tukasnya.
Forum Jurnalis Bogor Barat (FJJB ) menjelang perayaan HUT RI ke-76 melakukan road trip dengan berkunjung ke rumah sejarah Kantor Bupati pertama di masa penjajahan Belanda yang saat itu lokasinya berada di Kampung Malasari, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Dalam kegiatan road trip selama 2 hari yakni 13-14 Agustus 2021 tersebut, anggota FJBB yang tergabung dari berbagai wartawan, baik media cetak, online maupun elektronik, selain menggali potensi sejarah tentang rumah sejarah tersebut, juga melakukan pemasangan bendera Merah Putih serta menggali potensi wisata dan pertanian di Desa Malasari.
Ketua FJBB Iman Abdurahman alias Ambon mengatakan, kegiatan ini tidak serta merta hanya melaksanakan road trip, namun sembari melakukan peliputan dan menggali tentang sejarah rumah sejarah yang saat itu dijadikan Kantor Bupati pertama.
“Diharapkan dengan adanya kunjungan kita ke tempat tersebut bisa membantu pontensi di Desa Malasari agar lebih maju terutama rumah sejarah yang saat ini harus jadi perhatian pemerintah,” katanya.
Dalam perjalanan, lanjut Ambon, yang juga Jurnalis Mgstv itu mengatakan, banyak infrastruktur yang amat memperhatikan, terlebih selain jalannya berliku juga jalan terjal berlubang. “Ini juga tentunya harus menjadi perhatian pemerintah agar akses ke desa wisata dan rumah sejarah di Desa Malasari bisa diakses dengan waktu yang lebih cepat,” katanya
Sementara Kepala Desa Malasari Andi Zaelani menyambut baik kedatangan FJBB yang diharapkan bisa menjadi penyambung lidah serta harapan masyarakat di Desa Malasari yang letak geografis jauh dari pusat pemerintahan.
“Harapan kami rumah sejarah ini bisa dirawat dengan baik agar kondisi tidak seperti saat ini,” pungkasnya.
Jelang HUT RI ke-76, bendera raksasa Merah Putih kembali berkibar di puncak Gunung Munara, Rumpin. Merah Putih berukuran dengan panjang 22 meter dan lebar 12 meter tersebut, berhasil dikibarkan sejumlah warga dan pemuda lintas organisasi di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/8/2021).
Prosesi pengibaran bendera raksasa itu disaksikan langsung oleh Camat Rumpin, Ade Zulfahmi dan Sekretaris Desa Kampung Sawah Mad Enoh, serta Danramil Rumpin Kapten Infanteri Iwan Wardhana.
Ketua Panitia Acara Pengibar Bendera Tegil mengatakan, proses dari pemasangan pengibaran bendera raksasa tersebut dilakukan oleh para pemanjat gunung dengan teknis menggunakan tali, sehingga bendera tidak mudah jatuh.
“Bendera ukuran raksasa ini mulai dikibarkan tanggal 14 Agustus dan akan diturunkan pada tanggal 31 Agustus 2021 mendatang,” kata Tegil.
Camat Rumpin Ade Zulfahmi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan komunitas yang ikut terlibat dalam rangkaian acara pengibaran bendera raksasa di puncak Gunung Munara. “Saya ucapkan banyak terima kasih, terutama pada komunitas The Green dan komunitas lainnya yang ikut serta dalam pengibaran bendera ini,” ujar Ade Zulfahmi.
Sementara Danramil Rumpin Kapten (Inf) Iwan Wardana memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Terlebih dilakukan di tengah pandemi Covi-19, sehingga semua rangkaian acara harus menerapkan Prokes Covid-19 ketat dan peserta yang sangat terbatas.
“Saya sangat apresiasi kegiatan ini. Ternyata pengibaran bendera di atas puncak gunung sangat sulit. Semog acara pengibaran bendera Merah Putih raksasa ini bisa terus berlanjut di tahun berikutnya,” pungkasnya.
Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriyah, saung ilmu Majelis Ta’lim An-Nahdoh bersinergi dengan LAZ -Azhar dan para donatur melaksanakan sunatan massal gratis untuk anak yatim dan dhuafa di Siang Ilmu Majelis Ta’lim An-Nahdoh, Kampung Jampang Gang Masjid RT 04 RW 06, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (15/8/2021).
Dalam kegiatan itu sebanyak 27 anak yatim dan dhuafa mengikuti kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan secara rutin oleh Majlis An-Nahdoh dengan melibatkan dokter dari pasukan sunat.
Menurut Ketua Saung Ilmu Majelis Ta’lim An-Nahdoh, Cahyadi, kegiatan tersebut diselenggarakan rutin untuk meringankan beban yatim dan dhuafa yang berada di Bogor dan luar Bogor seperti Jakarta.
“Selain kegiatan sunatan massal anak yatim dan dhuafa setelah disunat diberikan uang saku, pakaian dan makanan ringan, bahkan setelan disunat nanti akan terus dipantau oleh dokter pasukan sunat,” katanya.
Lebih lanjut Cahyadi mengatakan, selain melaksanakan kegiatan sunatan massal yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya, Majlis Ta’lim An-Nahdoh yang dibantu para donatur setiap bulannya juga selau mengadakan doa bersama dan santunan yatim
“Bahkan kami juga sesekali mengajak para anak yatim dan dhuafa berjalan-jalan mangajak mereka makan diluar agar mereka bisa merasakan kebahagiaan seperti halnya anak anak lain yang masih memiliki orang tua,” katanya.
Cahyadi berharap dirinya selalu bisa terus membahagiakan yatim bisa saling membantu meringankan beban yatim dan duafa untuk selau bisa tersenyum. “Saya ucapkan juga terimakasih kepada para donatur yang terus memberikan sumbangsihnya untuk kebahagiaan para yatim dan duafa,” pungkasnya.
Program vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun atau usia pelajar mulai digaungkan di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Boogr dengan harapan program pembelajaran tatap muka bisa segera terlaksana. Vaksinasi tersebut dilaksanakan di SMP Akademia, Jumat (13/8) yang juga bagian dari Yayasan Al-Anshor, Desa Pasirmukti..
Camat Citeureup Ridwan Said mengungkapkan terimakasihnya kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tajur, Pemerintah Desa (Pemdes) Pasirmukti, juga Yayasan Al-anshor yang sudah berkolaborasi serta memfasilitasi program vaksin anak ini.
“Ini adalah impian dan upaya kita untuk program pembelajaran tatap muka segera terlaksana,” ungkapnya.
Menurut Ridwan mengatakan, di Kecamatan Citeureup sendiri, angka positif Covid-19 sudah berangsur melandai. “Kita harapkan semua berperan aktif dalam vaksinasi ini, semoga impian kita bisa terwujud,” ujarnya.
Kemarin, lanjut Ridwan, Kabupaten Bogor sudah melakukan launching vaksinasi remaja. “Untuk mensukseskan program ini, maka Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Citeureup juga akan segera melakukan koordinasi dengan SMP dan SMA untuk mendata sekaligus menyiapkan teknisnya,” singkatnya.
Dalam hal ini, Dedi Mulyadi, Ketua Yayasan Al-Anshor juga berterimakasih kepada Muspika Citeureup yang telah memperhatikan santri dan pelajar di yayasan miliknya.
“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Kemenkes, Dinkes Kabupaten Bogor, Muspika Citeureup, Puskesmas Tajur, Pemdes Pasirmukti yang telah memperhatikan santri yang ada di yayasan ini. Dan saya optimis jika santri sudah divaksin, insya Allah Indonesia kembali merdeka,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Puskesmas Tajur Dokter Yuli menambahkan, vaksinasi yang dilakukan di SMP Akademia ini diperuntukan kepada santri dan pelajar yang ada di Yayasan Al-Anshor. “Dengan total 107 kuota, Alhamdulillah tidak ada kipi yang serius, harapannya untuk bisa sekolah tatap muka. Kalau memang 80% anak-anak sudah divaksin, insya Allah akan sehat,” tambahnya.
Senada dengan Ridwan Said dan Yuli, Kepala Desa (Kades) Pasirmukti, Kamaludin pun turut mengapresiasi kegiatan vaksin anak ini. “Sangat bagus sekali karena emang hal seperti ini sangat dibutuhkan dan kedepannya kami pun berharap supaya vaksinasi ini bisa menyeluruh sesuai dengan target pemerintah pusat,” ucapnya.
Tak berbeda dengan harapan masyarakat, Kamaludin pun berharap pandemi Covid-19 di Indonesia ini bisa cepat berakhir. “Sesuai dengan harapan masyarakat, supaya semua bisa kembali normal. Dan kita juga mengharapkan hal yang sama, dengan adanya ikhtiar seperti ini saya berharap segala yang diharapkan bisa tercapai,” pungkasnya.
Bupati Bogor Ade Yasin ingin Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka Ke-60 dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan peran gerakan Pramuka berbakti dalam melawan pandemi Covid-19 dan semangat hidup sehat, itu diungkapkan Bupati Bogor saat memperingatI HUT Pramuka Ke – 60 Tingkat Kwarcab Kabupaten Bogor, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Sabtu (14/8).
Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 Peringatan HUT Pramuka Ke – 60 Tingkat Kwarcab Kabupaten Bogor, harus dilakukan terbatas secara virtual. Meski demikian hari ini 14 Agustus 2021 merupakan hari spesial yang disambut suka cita oleh anggota Gerakan Pramuka, karena organisasi Pramuka berusia 60 tahun. Untuk itu dijadikan HUT Pramuka ke-60 sebagai momentum untuk meningkatkan peran gerakan Pramuka berbakti dalam melawan pandemi Covid-19 dan semangat hidup sehat.
“Sejak 60 tahun lalu kita tidak lagi terpecah-pecahkan, melainkan menyatu dalam satu wadah yang disebut Gerakan Pramuka, karena peringatan hari Pramuka menuju rasa syukur kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan kesatuan dalam wadah tunggal,” ungkapnya.
Menurut Ade Yasin, walaupun kita gembira mengikuti peringatan Pramuka dan sekaligus merayakan 60 tahun Gerakan Pramuka pada saat ini, tetapi karena Covid 19 yang telah berlangsung sejak setahun yang lalu, membuat kita harus disiplin dan prihatin dan saling membantu menanggulangi Covid-19. Itulah sebabnya bertepatan dengan HUT Pramuka, maka diingatkan agar Pramuka Berbakti Tanpa Henti Dalam Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru Dengan Kedisiplinan dan Kepedulian Nasional, seperti yang tertuang dalam tema HUT Pramuka ke-60 ini, sementara slogan yang merupakan inti tema tersebut adalah “Pramuka Berbakti Tanpa Henti”.
“Kami telah membentuk Satgas untuk membantu menangani Covid-19, berbagai hal yang sudah dilakukan mulai pembagian APD, melaksanakan vaksinasi , diharapkan Pramuka bisa menjadi contoh untuk mengubah perilaku masyarakat luas agar hidup lebih sehat dan bergotong-royong menanggulangi pandemi Covid-19. Mari kita peringati Gerakan Pramuka ini dengan semangat, tetap berupaya hidup sehat, jangan pernah menyerah dan putus asa agar Pramuka terus bergiat dan berbakti tanpa henti,” tuturnya.
Selanjutnya, Ketua Kwarcab Kabupaten Bogor, Agus Ridallah menuturkan, beberapa rangkaian kegiatan peringatan HUT Pramuka ke-60 dilakukan untuk mendorong percepatan penanganan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Bogor yakni, kegiatan pelaksanaan vaksinasi dan menjadi tim relawan di setiap kegiatan vaksinasi, jadi setiap kegiatan Kabupaten Bogor maupun kecamatan, seluruh anggota Pramuka turun untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi. Kemudian kedua adalah kegiatan pelatihan tangguh inovatif yang dilaksanakan secara virtual.
“Kemudian ada pembagian sembako yang dibagikan kepada masyarakat, kami juga memberikan bantuan berupa laptop, webcam, mouse untuk mendukung kegiatan Pramuka dalam masa pandemi covid-19,” katanya.
Tambah Agus Ridallah mengatakan, saat ini berbagai kegiatan serba terbatas karena masih kondisi pandemi Covid-19. Dari tahun 2020 hingga saat ini, dirinya kesulitan untuk menyelenggarakan kegiatan Pramuka secara offline, meski demikian dirinya tetap menyelenggarakan secara daring. Juga gencar melakukan penyebaran informasi membatu Pemkab Bogor melalui berbagai media sosial, website, youtube dan lainnya melalui Program Pasti Hebat.
“Program pasti hebat ketiga yaitu tata kelola transaksi profesional, tujuannya terwujudnya transaksi gugus depan yang modern. Total gugus depan yang telah terakreditasi di Kabupaten Bogor sekitar 128 gugus depan. Selanjutnya pengabdian kepada masyarakat secara langsung secara maksimal dan terus menerus, melengkapi sarana Protokol Kesehatan peduli kepada masyarakat,” tutupnya.
Petani di Desa Kalongliud dan Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menyambut baik dibuatnya jaringan irigasi tersier di dua titik lokasi untuk mengairi pesawahan mereka.
Sejumlah petani di dua desa yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Mitra Cai Kuda dengan Mitra Cai Bongas manfaatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI ) dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS) dibawah pengawasan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Tim Pendamping Masyarakat (TPM) pembangunan P3A Mita Cai Kuda yang berlokasi di Kampung Pakapuran RT 04 RW 06 Desa Parakanmuncang Haenudin mengatakan, dibangunnya irigasi tersier untuk meningkatkan kesejahteraan petani pemakai air dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Nantinya dapat berkontribusi pada ketahanan pangan warga petani,” ujar Haenudin kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Anggaran dari APBN yang dialokasikan kepada kelompok perkumpulan petani ini dapat memperlancar laju air ke pesawahan. “Sistem pengerjaan bangunan P3A dilandasi semangat kebersamaan dengan cara pengerjaan secara swakelola,” kata dia.
“Diharapkan bangunan tersebut terus berlanjut sehingga masyarakat petani bisa merasakan dampak positif terlebih bisa meningkatnya hasil panen yang didapat,” timpal Ketua P3A Mitra Cai Bongas Asoni saat ditemui di lokasi pembangunan bertempat di Kampung Liud Bongas RT 01 RW 10, Desa Kalongliud.
“Sejalan dengan meningkatkan program ketahanan pangan bahwa bangunan irigasi tersier salah kebutuhan mendasar bagi warga petani,” tutup Ketua P3A Mitra Cai Kuda Nur Soleh.
Ya, inilah “kebut-kebutan” yang dilakukan klub motor tua Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia di masa pandemi Covid 19 ini. Klub motor tua yang berpusat di Kota Kembang Bandung ini mengadakan bakti sosial di tiap chapter dan checkpointnya yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia berkerja sama dengan Jabar Quick Respone dalam pendistribusian bantuan. Sedikitnya bantuan yang disalurkan oleh Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Java Chapter – Checkpoint Bogor berupa 1 dus / 20 box masker medis, 2 dus hand sanitizer dan 25 hazmat untuk masing-masing rumah sakit dan puskemas wilayah Bogor dan sekitarnya antara lain RS Ummi Bogor, RSUD Cibinong, Puskesmas Bojong Gede, Puskesmas Cibinong, RS EMC Sentul, Puskesmas Gunung Putri, RS MH Thamrin Cileungsi, Mary Cileungsi, dan Puskesmas Cimanggis.
Seiring dengan program pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Kota Bogor dalam percepatan vaksin bagi masyarakat, Bikers brotherhood 1% MC Indonesia West Java Chapter – Checkpoint Bogor berkerja sama dengan Polresta Bogor dan Masyarakat Cinta Bogor (MCB), serta Support 22 mengadakan vaksin massal gratis untuk warga Kota Bogor di gedung DPRD Kota Bogor di Jalan Pemuda. Tidak tanggung-tanggung dari tanggal 9 Agustus 2021 sampai 30 September 2021 dengan quota 150 orang per harinya dan vaksin yang digunakan AstraZeneca, dan pada hari Minggu tanggal 15 Agustus 2021 membeludak sampai 1200 orang yang divaksin.
Bakti sosial yang dilakukan selama ini adalah bentuk nyata dari program “Bakti Untuk Negeri” yang dicanangkan oleh Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia. Oleh karena itu, bagi warga Kota Bogor yang mau divaksin bisa daftar langsung ke sekretariat Masyarakat Cinta Bogor (MCB) di Jalan Buldozer No. 10 Baranangsiang Bogor atau bisa menghubungi Bro Lingga (081311530104), Bro Adam (089614730188), Bro Agoy (082111166662), Bro Affan (0895372370856).
Sekali lagi kami mengajak warga Kota Bogor untuk mendukung program pemerintah, ayo kita bervaksin agar segera lepas dari pandemi ini, “gak vaksin gak sehat, gak sehat gak touring, gak touring gak ugal-ugalan”.
Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dari APBD Pemerintah Kabupaten Bogor di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, digunakan untuk peningkatan jalan aspal hotmix, TPT (tembok penahan tanah dan drainase. Pembangunan tersebut untuk menunjang aktivitas dan mobilitas warga.
Upaya Pemerintah Desa Pangkaljaya tersebut pun mendapat dukungan dari warga sekitar. Salah satunya dikatakan Sahi (40) yang mengaku mendukung program Samisade digunakan infrastruktur ini.
“Saya berterimakasih kepada ibu Bupati Bogor Ade Yasin, termasuk kepada pemerintahan desa dengan adanya pembangunan peningkatan insfraktuktur di wilayah kami,” kata Sahi, warga Tapos, Desa Pangkaljaya saat menyaksikan launching Samisade, belum lama ini.
Menurutnya, mayoritas warga setempat adalah petani sehingga dengan dibangunkannya drainase ataupun jalan hotmix warga tidak kesulitan lagi mengakses ke lahan pertanian mereka.
Sementara Kepala Desa Pangkaljaya Topik Sumarna mengatakan, untuk tahap awal 40 persen dana Samisade itu untuk membangun drainase sepanjang 226 meter, sedangkan untuk jalan hotmix di tahap satu sepanjang 445 meter.
“Kalau untuk Hotmix kita tinggal persiapan materialnya saja. Ini kita ambilnya dusun satu ada 4 RW yaitu Kampung Parengpeng, Tapos dan Kirayam di wilayah itu dihuni sekitar 1200 kepala keluarga,” katanya.
Topik Sumarna menambahkan, untuk pemilihan lokasi pembangunan di wilayah itu karena menurutnya, merupakan PR paling besar sehingga dengan adanya anggaran satu miliar tersebut menjadi peluang untuk dapat membangun jalan dan menopang perekonomian warga, terutama para petani dalam membawa hasil pertaniannya.
“Memang ini ajuan dari dulu, jadi pembangunan jalan ini sangat diharapkan sekali oleh warga,” pungkasnya.