25.2 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1030

Pemdes Kalong Dua Renovasi Kantor Desa Gunakan Banprov

0

JURNAL INSPIRASI – Kantor Pemerintah Desa Kalong Dua, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor direnovasi menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat tahun 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh TPK dan masyarakat Desa Kalong Dua itu menelan biaya sebesar Rp 64.650.000 termasuk PPN, PPH, operasional TPK dan pelaporan dengan volume panjang 11 meter × lebar 10 meter dan tinggi 4 meter.

BACA JUGA: Desak Seleksi Bos PDJT Diulang

Kepala Desa Kalong Dua Ulul Azmi menjelaskan, kondisi bangunan kantor pelayanan Desa Kalong Dua keberadaan sebelumnya sudah tidak layak. “Bangunan sudah tua bahkan plafon juga pendek panas nggak layak lah, dengan kondisinya tanahnya sempit,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sudah belasan tahun keberadaan kantor pelayanan Desa Kalong Dua kondisinya sudah tidak layak, sehingga pihaknya merenovasi. “Agar masyarakat bisa lebih nyaman dan tenang ketika membutuhkan pelayanan dari aparatur pemerintah desa,” kata Ulul Azmi kepada Jurnal Bogor, Senin (15/11).

BACA JUGA: RS Perluasan Covid-19 Ditutup Sementara

Ulul Azmi mengungkapkan, renovasi kantor desa saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan baru mencapai 40 persen. “Saat ini baru selesai pengecoran, sekitar 40 persen nan lah, rencana saya mau dibuat 2 lantai. Jadi rencananya di bawah aula, seperti mushala, kamar mandi dan ruang rapat dan di atas pelayanan, itu rencana saya,” pungkasnya.

**andres

HADITS HARI INI

0

Sahih al-Bukhori: 6786

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مِكْيَالِهِمْ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِي صَاعِهِمْ وَمُدِّهِمْ، يَعْنِي أَهْلَ الْمَدِينَةِ.

Dari Anas ibn Malik: Bahwa Rasulullah saw pernah memanjatkan doa:

Ya Allah, berkahilah mereka dalam timbangan mereka, dan berkahilah mereka dalam sha’ dan mud mereka, maksudnya bagi penduduk Madinah.

Pesan:
Madinah al-Munawwarah adalah kota yang sangat dicintai Rasulullah. Beliau mendoakan agar penduduknya diberkahi dalam timbangan, sha’ dan mudd mereka.

Desak Seleksi Bos PDJT Diulang

0

Dewan Minta Lima Peserta tak Diloloskan

JURNAL INSPIRASI – Seleksi pimpinan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor masih berlangsung. Hingga kini terdapat lima orang nama yang sudah lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti seleksi Uji Kelayakan Kepatutan (UKK).

Namun, seleksi yang berlangsung ini mendapatkan sorotan tajam dari Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy.

Menurut Rusli, dari lima orang yang lolos tidak ada yang memiliki kelayakan untuk memimpin PDJT kedepannya. Hal itu dikarenakan tidak ada calon direksi yang memiliki latar belakang ahli dalam bidang transportasi.

BACA JUGA: Kejari Tegaskan tak Ada LO Bagi PDJT

“Perlu digarisbawahi dalam menetapkan ini (Direktur PDJT) kiranya harus mempunyai dasar atas latar belakang bidang trasportasi, ini paling penting. Apabila tidak ada yang memiliki dasar itu, Pansel harus mangkaji ulang dan tidak gegabah dalam memutuskan,” tegas Rusli, Minggu (14/11).

Pentingnya seorang ahli bidang transportasi dalam mengelola PDJT, kata Rusli, agar kedepannya tidak ada lagi masalah-masalah yang muncul dalam pengelolaan perusahaan pelat merah ini.

Berbagai kebijakan dalam pengelolaan bus Transpakuan juga perlu dikelola oleh seorang pemimpin yang mengerti moda transportasi.

“Karena jelas PDJT hari ini tidak punya keuangan yang sehat jadi perlu nakhoda yang handal dan konsen. Tujuan direksi nanti adalah mengembalikan marwah PDJT sebagai BUMD Kota Bogor, selain memberikan kontribusi tentunya menghadirkan pelayanan yang ramah dan nyaman bagi warga,” ungkap Rusli.

BACA JUGA: RS Perluasan Covid-19 Ditutup Sementara

Dengan kondisi yang saat ini tergambarkan, Rusli menegaskan bahwa sebaiknya para peserta ini jangan ada yang diloloskan. Sehingga nantinya bisa dibuka lagi proses seleksi demi mencari calon bos Transpakuan yang lebih kompeten,” imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak lima peserta seleksi calon direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) periode 2021-2025 lolos seleksi. Sementara 17 peserta lainnya gugur.

Kelima calon direktur yang dinyatakan lolos adalah Avisurjo Satyodwipo, Estu Suherman, Indra Wahyu Setiawan, Lies Permana Lestari, Rachma Nissa Fadliya.

“Ya, sekarang sudah masuk seleksi tahap dua yakni uji kelayakan dan kepatutan,” ujar Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Dody Ahdiat kepada wartawan.

BACA JUGA: Wabup Harapkan Proyek Pembangunan Wilayah Selatan Selesai Akhir Tahun

Kata dia, pada Selasa (9/11), peserta mengikuti ujian tertulis dan penulisan makalah yang dilakukan di Gedung IBI Kesatuan Jalan Rangga Gading, Kota Bogor.
Sedangkan pada Selasa (16/11) mendatang dijadwalkan untuk mengikuti presentasi makalah dan wawancara di Gedung Pasabean Naraya Balaikota Bogor. “Tapi waktu dan tempat masih bisa berubah,” ucap Dody.

Ia menjelaskan, seleksi Calon Direktur PDJT periode 2021-2026 dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan tim tim pansel. Sehingga tidak perpanjangan waktu yang diberikan oleh pansel.

**fredykristianto

Kejari Tegaskan tak Ada LO Bagi PDJT

0

JURNAL INSPIRASI – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan status Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Transpakuan hingga kini belum disahkan DPRD. Bahkan, saat ini rancangan regulasi itu telah dikembalikan oleh panitia khusus (pansus) kepada Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) lantaran masa kerja pansus telah kadarluarsa.

Diketahui, mandeknya pengesahan raperda tersebut lantaran DPRD kembali meminta Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor akibat adanya kasus hukum yang tengah mendera PDJT saat ini. Padahal, sebelumnya Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) telah menerbitkan LO serupa.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Ario Wicaksono mengatakan bahwa Korp Adhyaksa tidak menerbitkan LO sesuai permintaan DPRD. “Tidak ada LO lagi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/11).

BACA JUGA: RS Perluasan Covid-19 Ditutup Sementara

Mantan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Pandeglang itu menyatakan, hingga kini belum ada permintaan penerbitan LO dari DPRD untuk mengesahkan raperda tersebut.

“Setahu saya tidak ada permintaan LO dari DPRD, yang ada hanya pendampingan saja,” ungkap Ario lagi.

Pengurus Bidang Pembangunan Daerah Korp Alumni HMI (KAHMI) Bogor, Dwi Arsywendo mengaku bingung dengan langkah Bamus yang kembali meminta LO)l kepada kejari sebagai syarat untuk mengesahkan raperda tersebut.

“Jujur, saya bingung. Kan LO untum raperda itu sudah ada dari Kejati Jawa Barat. Kenapa minta LO lagi? Memang apa bedanya LO dari kejati dan kejari?,” tanya Dwi.

Dwi menilai, apabila alasan DPRD meminta LO untuk yang kedua kali lantaran saat ini PDJT tengah tersandung proses hukum, itu merupakan hal yang salah. Sebab, raperda yang saat ini tengah dibahas merupakan amanat Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan PP 54 Tahun 2017, yang mewajibkan BUMD berubah menjadi perumda.

BACA JUGA: Wabup Harapkan Proyek Pembangunan Wilayah Selatan Selesai Akhir Tahun

“Sementara permasalahan hukum yang terjadi kan, informasinya soal penggunaan anggaran di dalam PDJT. Sedangkan, raperda ini hanya membahas perubahan status. Makanya saya jadi heran,” kata pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Sebelumnya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Raperda Perumda Transpakuan, Shendy Pratama mengatakan bahwa batalnya regulasi itu diparipurnakan untuk disahkan lantaran belum terbitnya LO dari Kejari Kota Bogor.

“Sudah diagendakan pada Badan Musyawarah (Bamus) untuk diparipurnakan raperda itu. Namun LO dari kejaksaan belum turun, akhirnya diundur,” ujar Shendy.

BACA JUGA: Pengurus Padepokan Awasi Pengerjaan Proyek TPT

Shendy juga mengaku telah bertanya kepada kejaksaan secara lisan mengenai kebutuhan LO baru dari Kejari Kota Bogor. “Jawaban dari kejaksaan sudah cukup menggunakan LO dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Tapi kan itu lisan, makanya rekan Bamus menunggu surat balasan dari kejari,” ungkapnya.

Kata Shendy, apabila setelah mendapat surat balasan dari kejari sudah didapat nantinya, dan dirasa cukup menggunakan LO Kejati, otomatis raperda itu akan diparipurnakan.

**fredykristianto

RS Perluasan Covid-19 Ditutup Sementara

0

JURNAL INSPIRSI – Rumah Sakit (RS) Perluasan Covid-19 yang berdiri di bekas lahan RS Lapangan di kawasan GOR Pajajaran ditutup sementara hingga 14 November, seiring melandainya kasus positif corona di Kota Bogor.

Direktur RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir mengatakan bahwa sejak September lalu, tidak ada pasien yang dirawat di RS Perluasan. Atas dasar itu, pengoperasian rumah sakit itu dihentikan sementara. Tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lainnya sudah dipulangkan ke RSUD.

BACA JUGA: Pengurus Padepokan Awasi Pengerjaan Proyek TPT

Kendati demikian, sarana dan prasarana rumah sakit tetap disiagakan, sebagai antispasi apabila terjadi lonjakan kasus. “Tapi mudah-mudahan kasusnya tak naik lagi,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, sejumlah tempat tidur untuk pasien covid mulai dikurangi di RSUD. Pasalnya, hingga 13 November hanya ada lima pasien yang dirawat. “Ruang perawatan pasien covid masih ada untuk gejala sedang dan berat,” katanya.

**fredykristianto

Wabup Harapkan Proyek Pembangunan Wilayah Selatan Selesai Akhir Tahun

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) dengan meninjau langsung Kegiatan Pembangunan RSUD Ciawi, Pembangunan Pasar Cisarua dan Pembangunan Rest Area Gunung Mas Cisarua, dilanjutkan dengan peninjauan Gelanggang Olahraga Mini (GOM) Cisarua Kabupaten Bogor, Kamis (11/11). Ia meminta beberapa pembangunan di kawasan Puncak itu dapat selesai di akhir tahun.

Turut mendampingi Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, yakni Asisten Ekonomi Pembangunan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Kesehatan, Dirut RSUD Ciawi, Kabag Administrasi Pembangunan, perwakilan Dispora, perwakilan Dinas PUPR dan perwakilan PD Pasar Tohaga,

“Saya ingin pembangunannya selesai di akhir tahun. Saya optimis bisa terkejar hingga Desember yang penting benar-benar semua niatnya sama. Jangan saya niatnya sama, Pak direktur sama, pemborongnya tidak, ya tidak bakalan bisa, ini harus komitmen bersama,” tegasnya.

BACA JUGA: Pengurus Padepokan Awasi Pengerjaan Proyek TPT

Lanjut Iwan Setiawan menyatakan, untuk percepatan pembangunan, dirinya akan mendorong dengan cara menambah manpower, yang kedua menambah waktu. Untuk penambahan waktu yang biasanya 12 jam jadi 24 jam dengan sistem shift.

“Untuk pendanaan tidak ada masalah, kendala jalan juga sudah diselesaikan, sekarang sudah ada crane yang di atas, itu sangat membantu. Menurut saya sudah tidak ada masalah, saya juga apresiasi pembangunan Pasar Cisarua karena pengerjaannya di luar target yang ditentukan,” tandasnya.

Dikesempatan itu, Iwan Setiawan juga meninjau langsung kegiatan pembangunan GOM Cisarua Kabupaten Bogor. Menurutnya GOM Cisarua ini bisa digunakan untuk bulu tangkis, basket, volly, laga tangkas, laga satria dan sejenisnya, tapi untuk futsal, mini soccer dan bola tidak bisa.

BACA JUGA: Progres Samisade Tahap 2, Pemdes Curugbitung Fokus Bangun Insfrastruktur

“Antusiasme masyarakat Cisarua terhadap GOM Cisarua sangat tinggi, sehingga dirinya berharap pembangunan GOM Cisarua dapat segera selesai hingga akhir tahun 2021. Saya ingin akhir tahun bisa selesai, dan GOM Cisarua ini bisa segera digunakan masyarakat cisarua,” tuturnya.

Ia menyatakan, patut disyukuri karena di tengah pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bogor masih bisa melakukan pembangunan fisik, pokoknya kita minta GOM Cisarua ini selesai tapi tepat waktu.

“Tadi kita tanya kendalanya apa, katanya barang, tapi kalau barang mungkin internal, itu bukan lingkungan, seperti tidak  punya stok barang, mobilisasi atau pembayaran, karena kalau kendala  barang tidak masuk logika kalau di Puncak ini, kecuali kemarin saat peninjauan ke RS Parung memang aksesnya susah karena jalannya harus melewati rawa, kalau Puncak kan tidak ada. Saya minta segera diselesaikan masalah telat barang,” tuturnya.

BACA JUGA: Warga Minta TPU Kampung Lengkong Diperlebar

Tambah Iwan Setiawan, konsekuensi ketika pembangunan berjalan tidak maksimal salah satunya pemberian sanksi. Sanksi pertama sesuai administrasi, kalau telat tidak ada perpanjangan adendum, juga ada denda berjalan. “Terakhir tidak usah ikut lagi kalau memang tidak mampu,” imbuhnya.

**dedesuhendar

Pengurus Padepokan Awasi Pengerjaan Proyek TPT

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Desa Cimande, Kecamatan Caringin, terutama para pengurus Padepokan Pencak Silat Cimande terus mengawasi pelaksanaan pembangunan tembok penahan tebing (TPT) yang sedang dikerjakan CV. Serintunan dengan nilai kontrak sebesar Rp557 juta lebih.

Ketua Padepokan Pencak Silat Cimande, Encis mengatakan, untuk mendapatkan bantuan pembangunan proyek TPT pasca terjadinya longsor, memakan waktu hampir dua tahun.

 “Saya ajukan di tahun 2019 lalu, setelah tebing parkiran padepokan longsor. Alhamdulillah akhirnya tahun ini dibangun juga,” katanya kepada wartawan.

BACA JUGA: Gandeng Semua Unsur, Vaksinasi Desa Cijeruk Capai 60 Persen

Menurutnya, hampir setiap hari warga yang juga sebagai pengurus padepokan, melihat para pekerja dari pihak ketiga mengerjakan pembangunan TPT tersebut.

 “Memang setiap hari ada saja warga yang mengawasi pengerjaan proyek,” ungkap Encis.

Bahkan, lanjutnya, saat sedang melakukan pemasangan pondasi tebing didepan Padepokan, dirinya meminta kepada pihak pelaksana untuk mengerjakan sesuai perencanaan dan tidak asal-asalan.

 “Ternyata pengerjaannya sangat bagus dan cepat. Bayangkan saja, hanya dalam beberapa minggu TPT halaman Padepokan sudah hampir selesai,” papar Encis yang juga termasuk salah satu tokoh juga di Desa Cimande.

BACA JUGA: Warga Minta TPU Kampung Lengkong Diperlebar

Encis mengaku akan mengajukan usulan kembali kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terkait penataan Padepokan untuk tahun anggaran 2022 nanti.

 “Padepokan ini sudah menjadi aset pemerintah. Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan anggaran baik untuk pemeliharaan dan lainnya, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah,” jelasnya.

Sementara, Ronny perwakilan CV. Serintunan yang melaksanakan proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor menegaskan, dalam pelaksanaan pengerjaan proyek TPT ini, pihaknya lebih mengutamakan kualitas bangunan.

BACA JUGA: Toko Mario Buka, Pedagang Pasar Caringin Gulung Tikar

 “Saya juga takut kalau kerja asal-asalan. Belum apa-apa sudah longsor lagi, saya juga yang rugi,” imbuhnya.

Ronny pun optimis pelaksanaan pengerjaan proyek TPT dapat selesai tepat waktu atau sesuai dengan masa  kontrak kerja selama 75 hari.

 “Walaupun ada perubahan gambar, saya optimis proyek ini selesai tepat waktu,” tukasnya.

**dedesuhendar

Gandeng Semua Unsur, Vaksinasi Desa Cijeruk Capai 60 Persen

0

JURNAL INSPIRASI – Keputusan Pemerintah Desa (Pemdes) Cijeruk, Kecamatan Cijeruk untuk mempercepat dan mensukseskan program vaksinasi nasional dengan menggandeng semua unsur wilayah, mulai dari tokoh agama, pemuda serta tokoh masyarakat.

Upaya ini pun membuahkan hasil. Hal itu dapat dilihat dari jumlah pencapaian vaksinasi massal di Desa Cijeruk, hingga mencapai 60 persen dari jumlah warga yang sudah masuk kategori harus dilakukan vaksin.

 “Alhamdulillah sampai hari ini vaksinasi massal di desa kami sudah 60 persen,” kata Kepala Desa Cijeruk, Asep Saepul Rohman, kepada wartawan saat memantau pelaksanaan vaksinasi di salah satu rumah tokoh agama H.Encep Hariri, di Kampung Kawung Luwuk, RT 01 RW 03, akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Warga Minta TPU Kampung Lengkong Diperlebar

Kades Cijeruk yang akrab dipanggil Fahad, mengapreasi peran tokoh agama dan juga tokoh masyarakat  setempat. Dimana, tokoh tersebut  telah menyediakan tempat untuk vaksinasi massal, sehingga vaksinasi berjalan dengan lancar dan aman.

 “Vaksinasi massal ini merupakan program pemerintah. Suksesnya kegiatan ini, tentunya perlu semua dukungan dari masyarakat. Alhamdulilah di Desa Cijeruk semua mendukung program vaksinasi, termasuk H.Encep Hariri yang menyediakan tempat untuk digunakan vaksinasi massal,” ujarnya.

Fahad berharap, vaksinasi di Desa Cijeruk dapat terus meningkat dan  masyarakat semakin antusias.

Dijelaskan Kades Cijeruk, dengan melakukan vaksinasi, tubuh menjadi kebal dan dapat mencegah terjadinya penularan Covid 19.

BACA JUGA: Cari Warga Belum Vaksin, PPP Rangkul Pemcam dan Puskesmas

“Kami tidak akan pernah berhenti untuk mengajak masyarkat agar mau dan sadar betapa pentingnya divaksin. Semoga masyarakat semakin sadar betapa pentingnya ikut program vaksinasi,” imbuhnya.

Dayat, warga Desa Cijeruk mengaku lega setelah ikut divaksin massal tersebut. Padahal, pertama kali adanya program vaksinasi massal, dirinya menolak dan tidak mau ikut divaksin.

 “Karena saya sering mendengar ada warga sakit setelah divaksin, jadi saya merasa takut. Tapi banyak juga teman disini yang divaksin kondisinya tetap sehat. Akhirnya saya divaksin dan Alhamdulillah sehat tidak terasa apapun,” tukasnya.

**denipratama

Warga Minta TPU Kampung Lengkong Diperlebar

0

Kirim Surat Permohonan Tahun 2018 Dibalas 2021

JURNAL INSPIRASI – Warga kampung Lengkong Barang, Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor mempertanyakan terkait surat mereka yang sudah diajukan ke pengembang perumahan Green Duta City soal permohonan memperlebar tempat pemakaman umum (TPU).

 TPU Kampung Lengkong Barang yang luasnya 500 meter, kini sudah berbatasan dengan perumahan pGreen Duta City yang berjarak beberapa meter saja, karena posisi TPU berada di atas perumahan. Hal ini menjadi kekhawatiran warga disaat musim penghujan tanah pemakaman longsor.

Sejak tahun 2018 warga melalui pemerintah desa telah mengajukan ke pihak pengembang untuk meminta pelebaran TPU ke pihak pengembang, namun alhasil surat dibalas tahun 2021.

BACA JUGA: Satu Desa di Wilayah Ini Gaptek

“Dengan rasa kecewa, surat permohonan tersebut tidak mendapatkan respon positif padahal perumahan Grand Duta City dibangun dengan luas puluhan hektar,” ujar Kepala Desa Iwul, Nasim Setiawan.

Nasim menambahkan, pihaknya telah bernegosiasi dengan pengembang untuk memberikan kepastian warga, namun sesuai hasil rapat pihak pengembang belum memberikan keputusan dalam beberapa hari yang lalu.

Masih kata Nasim, perlu disampaikan untuk sampai saat ini pihak pengembang belum berkoordinasi dengan pemerintah desa, namun pembangunan perumahan Grand Duta City terus berjalan.

BACA JUGA: Cari Warga Belum Vaksin, PPP Rangkul Pemcam dan Puskesmas

“Maka dari itu pihak perusahan bisa mengerti dan taat aturan biar nanti kedepan bisa bersinergi dengan pemerintah desa dan bisa membangun perekonomian di Desa Iwul sendiri,” pungkasnya.

**agaalamanda

Cari Warga Belum Vaksin, PPP Rangkul Pemcam dan Puskesmas

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat (Jabar), Usep Supratman meninjau kegiatan vaksinasi di aula Kantor Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Minggu (14/11).

Kegiatan yang bertemakan “Vaksinasi Bersama Menuju Masyarakat Sehat” itu,  sebagai realiasi dari kerjasama antara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Caringin serta Puskesmas Caringin dalam percepatan vaksinasi.

Usep mengatakan, kerjasama antara DPC PPP dengan pemerintah kecamatan dan puskesmas ini, terus berlanjut sampai akhir tahun 2021.

BACA JUGA: Toko Mario Buka, Pedagang Pasar Caringin Gulung Tikar

 “Kita akan berputar sampai akhir tahun ini. Biar Kabupaten Bogor bisa ke level 1,” ungkapnya kepada wartawan.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor itu mengungkapkan, tujuan diadakannya kegiatan vaksin ini untuk melaksanakan tugas guna membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi.

 “Kita itu wajib mencari masyarakat yang belum di vaksin,” jelas Usep.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi tersebut bukan hanya kali ini saja dilaksanakan. Melainkan sudah yang ke sekian kalinya dilakukan DPC PPP Kabupaten Bogor.

 “Sengaja kita berkeliling, mulai dari Bogor Barat, Timur, Utara dan Selatan. Nah hari ini saya di selatan dan mungkin minggu depan di Cibinong guna membantu kepala desa untuk mencari masyarakatnya yang belum divaksin,” kata Usep.

BACA JUGA: Progres Samisade Tahap 2, Pemdes Curugbitung Fokus Bangun Insfrastruktur

Secara level, sambungnya, Kabupaten Bogor sudah harus turun ke level 1 karena saat ini berada di level 2. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus membantu pemerintah Kabupaten Bogor dari segi kuantitasnya agar lebih baik lagi.

Mengingat, dilihat dari kualitasnya sendiri sudah masuk pada zona hijau, artinya sudah tidak ada kasus meskipun dibawah level 2, tapi secara keseluruhan masih ada.

 “Kita berharap semoga tidak ada kasus terpapar Covid lagi, adapun untuk Kabupaten Bogor capaian vaksinasinya sudah mencapai 50,65%,” tegas anggota dewan asal daerah (Dapil) 3 tersebut.

Sementara, Kepala Puskesmas Caringin, drg. Puspita menyatakan untuk vaksin yang digunakan pada kegiatan ini jenisnya adalah Sinovac, Pfizer, AstraZeneca dan Moderna.

BACA JUGA: Satu Desa di Wilayah Ini Gaptek

“Semua ada dan lengkap, untuk sasarannya  mulai dari usia 12 tahun ke atas dan masyarakat umum dengan target 1000 peserta. Kita berharap mudah-mudahan bisa tercapai,” ucapnya.

Soal kendala, kata Puspita, itu berada di vaksin ke 2, karena khusus di Kecamatan Caringin untuk vaksin ke 1 sudah mencapai 65 %. Sedangkan di vaksin ke 2 masih dikisaran 40 %.

“Kendalanya mungkin warga masih beranggapan vaksin 1 itu cukup, padahal tidak begitu. Sebab kekebalan tubuhnya baru mencapai 50 %. Makanya harus sampai vaksin 2 agar kekebalannya bisa capai 100%. Jadi bagi masyarakat terutama yang berada di wilayah Kecamatan Caringin yang belum di vaksin baik itu ke-1 dan ke-2 segeralah untuk divaksin,” jelasnya.

Dilokasi sama, Camat Caringin, Euis Komalasari mengungkapkan sejauh ini pihaknya selalu berupaya melaksanakan vaksinasi. Mulai dari dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat maupun cara lainnya.

BACA JUGA: Warga Apresiasi Pekerjaan Jalan Cijayanti – Bojong Koneng

“Disamping menggandeng para tokoh ulama dan kader untuk menyampaikan pentingnya dilakukan vaksin bagi warga sebagaimana anjuran pemerintah. Dan kita berharap, warga atau masyarakat yang belum divaksin segeralah divaksin, baik vaksin ke 1 dan ke 2,” pungkasnya

Sejak pagi terlihat antrean masyarakat untuk mendapatkan vaksin. Bahkan, tampak antusias mengikutinya, termasuk mengapresiasi kegiatan yang digelar DPC PPP Kabupaten Bogor ini.

**dedesuhendar/denipratama