JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kecamatan Tanjungsari dan Pemerintah Desa se-Kecamatan Tanjungsari mengaku sangat berterima kasih kepada Bupati Bogor Ade Yasin, berkat program bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang spektakuler karena bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan desa.
Camat Tanjungsari, Entis Sutisna menuturkan sangat mengapresiasi dan berterima kasih dan mengucapkan selamat datang kepada Bupati Bogor, Ade Yasin yang telah menyempatkan waktunya untuk melakukan kunjungan kerja ke wilayah timur Kabupaten Bogor.
“Terima kasih dengan program bantuan Samisade sangat membantu warga kami sehingga infrastruktur di desa wilayah Kecamatan Tanjungsari jadi lebih baik. Mudah-mudahan kedatangan ibu bupati, juga bisa menyemangati, menuntaskan, mengejar percepatan vaksinasi hingga di angka 70%,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Tanjung, Marwan mengatakan, mewakili kepala desa dari 10 kepala desa se-Kecamatan Tanjungsari, dia menyampaikan rasa salut kepada BupatiAde Yasin yang sudah berani membuat program yang sangat spektakuler yang dinilainya sangat luar biasa.
“Di tengah negara yang sedang pandemi termasuk Kabupaten Bogor, tetapi Ibu Ade mampu membuat program yang begitu luar biasa untuk masyarakat kabupaten Bogor,” puji Marwan.
JURNAL INSPIRASI – Para pedagang Pasar Caringin, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menutup keberadaan Toko Mario. Desakan itu muncul, lantaran keberadaan Toko Mario tidak berizin dan ditolak pedagang.
Holil, pedagang pakaian di Pasar Caringin mengatakan, semenjak awal berdiri Toko Mario, para pedagang di pasar tradisional milik desa ini, tidak pernah memberikan izin.
“Kami pedagang disini tidak pernah menandatangani izin kepada pemilik Toko Mario,” katanya kepada wartawan.
Bahkan, lanjutnya, penolakan semua pedagang di Pasar Desa Caringin terhadap keberadaan Toko Mario, sudah ditempuh dengan berbagai cara, baik melalui petisi penolakan hingga berlanjut ke pengadilan.
Penolakan pedagang, sambung Holil, bukan tanpa alasan. Lantaran, pemilik Toko Mario yang menjual semua komoditi dengan harga dibawah pasaran dan berakibat kepada matinya pedagang di pasar tradisional.
“Sudah ada korban, beberapa pedagang di Pasar Caringin tutup dan gulung tikar, karena tidak ada pembeli semenjak toko itu dibuka kembali,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Caringin, RK Muhamad Taofiq menjelaskan, konflik antara pedagang pasar desa dengan pengusaha Toko Mario, sudah pernah dilakukan musyawarah yang difasilitasi pemerintah kecamatan.
Dimana, dari hasil rapat pembahasan permasalahan perizinan Toko Mario atasnama H. Amirudin yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Mei 2021, bertempat di aula kantor Kecamatan Caringin, menghasilkan beberapa pembahasan.
Diantara hasil pembahasan itu, kata RK Muhamad Taofiq, yakni pihak paguyuban pedagang pasar keberatan atas adanya Toko Mario Group, karena harga barang di toko itu dibawah harga pasar dan membuat kerugian untuk pedagang pasar.
“Untuk persyaratan administratif IMBG atas Toko Mario sudah lengkap. Dan akan diterbitkan IMBG nya apabila sudah ada kesepakatan dengan paguyuban pedagang pasar,” paparnya.
Ketua paguyuban yang akrab disapa Jalal itu menerangkan, dari hasil musyawarah tersebut juga, ada tiga alternatif yang ditawarkan paguyuban kepada pihak H. Amirudin, yaitu pihak H. Amirudin harus menjual barang yang disetujui oleh para pedagang.
Pihak H. Amirudin dapat menjual barang yang sama dengan pedagang pasar secara grosir. Apabila tetap menjual harga yang sama dengan harga yang ada saat ini, maka pihak Paguyuban Pasar Caringin meminta pindah lokasi toko ke tempat lain di wilayah Kecamatan Caringin.
“Yang terjadi sekarang, pihak Toko Mario masih tetap buka dan melanggar hasil kesepakatan tersebut,” tegas Jalal.
Saat dilaksanakan rapat, tidak hanya dihadiri pemerintah kecamatan, desa, paguyuban pedagang maupun pihak Toko Mario, tetapi hadir juga Kepala UPT Pengelolaan Bangunan Ciawi hingga Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bogor, Dace Supriadi.
Selain itu, Jalal menjelaskan prihal perkara pelaporan yang dilakukan pihak Toko Mario ke pengadilan terkait izin. Yang mana gugatan pihak pelapor di pengadilan kalah, begitu juga banding ke PTUN Bandung yang berujung penolakan.
“Perkara No. 175/Pdt.G/2021/PN.CBi, pihak kita menang atau terlapor. Kita memenangkan perkara tingkat pertama dan bandingnya ditolak PTUN Bandung,” tukasnya.
JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor, Ade Yasin melaksanakan Kunjungan Kerja ke Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Senin (15/11). Bupati Bogor meninjau beberapa titik kegiatan pembangunan infrastruktur desa melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) sepanjang 10.364 meter yang tersebar di 10 desa se-Kecamatan Tanjungsari.
Bupati meninjau jalan Samisade
Kunjungan Kerja diawali dengan kegiatan peresmian dan peninjauan lumbung pangan masyarakat di Desa Tanjungrasa. Selanjutnya meresmikan secara simbolis Jalan Samisade di dua desa yakni Desa Pasir Tanjung dan Selawangi, serta menandatangani prasasti Jalan Samisade di Kecamatan Tanjungsari.
Kemudian, Ade Yasin juga meninjau langsung Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sekaligus menyerahkan bantuan Rutilahu secara simbolis kepada 10 kepala keluarga dari 10 desa se-Kecamatan Tanjungsari.
Terakhir Bupati Bogor melakukan peninjauan langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kantor Desa Selawangi, peresmian dan peninjauan Lumbung Pangan Masyarakat di Desa Tanjungrasa.
Bupati Bogor Ade Yasin mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian Pertanian RI yang telah memberikan bantuan kepada Kabupaten Bogor berupa satu unit lumbung padi. Dia berharap bantuan lumbung padi ke depan bisa diberikan lagi dengan jumlah yang lebih besar mengingat luas dan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang sangat besar mencapai 5,5 juta penduduk dan terdapat 40 kecamatan.
“Lumbung pangan ini sangat dibutuhkan masyarakat petani, sehingga ini harus jadi prioritas dan kita akan terus realisasikan. Dulu saya pernah datang ke sini ada permintaan dari Gapoktan, Alhamdullah di sini sudah dibangun empat lumbung pangan yang dibangun dengan APBD. Ini kita lakukan untuk memfasilitasi kebutuhan para petani, sehingga mereka bisa lebih mudah dalam memasarkan produk pertaniannya,” tutur Ade Yasin.
Menurut Ade Yasin, lumbung padi tersebut selain untuk menyimpan cadangan pangan juga dapat mengantisipasi apabila ada paceklik, serta jadi tempat penyimpanan padi saat panen raya sebelum hasil panen terdistribusikan.
“Tentunya lumbung ini menjadi tempat yang aman untuk menyimpan hasil panen raya,” tegas Bupati Bogor.
Selain itu, lanjut Bupati, saat ini masyarakat Kabupaten Bogor sudah memanfaatkan beras lokal bahkan ASN sudah diwajibkan per ASN itu minimal mengkonsumsi beras asli Kabupaten Bogor atau beras Carita Makmur sebanyak 5 Kg. Bahkan kini sudah dikerjasamakan dengan PD Pasar Tohaga.
“Perputarannya sangat bagus, ini kita lakukan untuk memaksimalkan potensi yang ada, serta dalam rangka mendukung program Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan tahun 2024 akan berupaya menambah lebih banyak lumbung padi,” tandasnya.
Peninjauan Program Samisade Kecamatan Tanjungsari, Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan, program yang dirumuskan dalam Pancakarsa salah satunya adalah Bogor Membangun yaitu bagaimana membangun Kabupaten Bogor jadi maju. Salah satu sasarannya adalah desa-desa, dimana semua jalan desa harus dibangun betonisasi jalan, untuk mempermudah aksesibilitas perekonomian seperti memasarkan hasil pertanian dengan jarak tempuh yang lebih cepat dan bisa diakses oleh kendaraan roda empat.
“Dari situ timbul lah program visi-misi yang salah satunya adalah desa membangun. Dengan cara membangun infrastruktur desa melalui program Samisade, seperti betonisasi jalan, irigasi, MCK, menara selular untuk desa yang blank spot. Program Samisade ini kita lakukan dengan padat karya dan gotong-royong untuk membantu perekonomian masyarakat desa akibat pandemi Covid-19, karena banyak sekali masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena pandemi. Jadi 416 desa serentak membangun, dengan begitu Indeks Desa Membangun kita nanti akan tinggi. Mudah-mudahan indek kepuasaan masyarakat meningkat, ekonomi menjadi tinggi, karena dampak Samisade ini luar biasa,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa, kunjungan kerja dilakukan pertama adalah untuk mengecek program Samisade di desa-desa yang sudah selesai. Rata-rata desa yang ia kunjungi sudah selesai dilaksanakan seperti di Kecamatan Citeureup, Rancabungur, Caringin, Cileungsi, dan Ciawi.
“Beberapa daerah itu rata-rata bagus pelaksanaannya. Artinya, mereka sudah faham dan mengerti dengan anggaran sekian harus membuat jalan, spesifikasinya dan sebagainya sudah sesuai,” kata Ade Yasin.
Menurut Ade Yasin, selain fokus pada pembangunan desa dirinya juga tengah fokus pada pembangunan ibu kota Kabupaten Bogor, seperti perbaikan jalan besar atau jalan Kabupaten Bogor.
“Saya tidak hanya membangun desa, tetapi membangun juga Ibu Kota Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan akhir Desember, masuk Cibinong kondisinya sudah lain, akan terlihat indah seperti kota mulai dari Sentul hingga Pakansari, pelan-pelan kita benahi. Artinya masyarakat kota tidak boleh cemburu desanya terbangun serentak, kota juga kita perhatikan,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini juga Bupati Bogor Ade Yasin juga meninjau langsung lokasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sekaligus memberikan bantuan secara simbolis 15 juta per rumah kepada 10 orang perwakilan dari 10 Desa di Kecamatan Tanjungsari.
Ade Yasin menjelaskan, secara keseluruhan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten yang tersebar di 40 kecamatan dan 409 desa dengan total 2.000 unit rehabilitasi RTLH dengan anggaran 15 juta rupiah per rumah.
“Hari ini kita serahkan bantuan secara simbolis sebesar 15 juta per rumah kepada 10 kepala keluarga, Kecamatan Tanjungsari secara keseluruhan mendapatkan bantuan 49 Rutilahu” ungkapnya.
Bupati Bogor menyatakan, setiap tahun ia akan terus menggulirkan bantuan rehabilitasi RTLH untuk masyarakat yang tidak mampu yang kondisi rumahnya rusak. “Kita perbaiki dengan dana 15 juta per rumah,” tegas Ade Yasin.
Bupati Bogor Ade Yasin mengajak camat dan Kepala Desa se-Kecamatan Tanjungsari untuk menggeber pelaksanaan vaksinasi agar Kabupaten Bogor bisa segera turun level dari level 3 ke level 2 bahkan level 1.
“Vaksinasi harus kita tingkatkan supaya kita bisa turun level, karena kalau tidak turun-turun, ekonomi terganggu dan ekonomi sulit untuk bergerak. Jangan patah semangat, mari kita geber bersama-sama vaksinasi ini, karena vaksinasi ini penting, kami juga sudah libatkan TNI, POLRI dan AL untuk membantu Pemkab Bogor dalam menyelesaikan vaksinasi,” ajak Ade Yasin.
Program Samisade di 10 Desa se-Kecamatan Tanjungsari
1.Pembangunan betonisasi jalan sepanjang 710 meter, Desa Tanjungsari, Kp. Cibarengkok Rt. 004 Rw. 002 dengan anggaran Rp. 1.000.000.000 realisasi 100%.
2.Pembangunan betonisasi jalan desa sepanjang 1.030 meter, Desa Selawangi, Kp. Karangmulya Rt. 005 Rw. 004 dengan anggaran Rp. 1.000.000.000 realisasinya 100%.
3.Pembangunan betonisasi jalan desa sepanjang 1.212 meter, Desa Tanjungrasa, Kp. Pasirjaya Rt. 005, 006, 007 Rw. 003 dan 004, dengan anggaran Rp. 1.000.000.000.
4.Pembangunan Rabat beton jalan Ciketon Menuju Wisata Curug Cilalay sepanjang 1.066 meter, Desa Antajaya, Kp. Campedak Rt. 010 Rw. 003, dengan anggaran Rp. 1.000.000.000.
5.Pengerasan Jalan Desa sepanjang 525 meter, Desa Pasir Tanjung, Kp. Mulyasari Rt. 010 Rw. 004 dengan anggaran Rp. 349.928.725 realisasinya 100%. serta betonisasi jalan desa sepanjang 400 meter, Desa Pasir Tanjung, Kp. Mulyasari Rt. 012 Rw. 004 dengan anggaran Rp. 322.492.600 realisasi 100%. Pembangunan Aspal Hotmix Jalan Desa sepanjang, 655 meter Desa Pasir Tanjung, Kp. Sirnabakti – Kp. Mulyasari, dengan anggaran Rp. 327,574,400 realisasinya 100%.
6.Pembangunan Jalan Beton, Bangunan Pelengkap Gorong-gorong dan Plat Dulker sepanjang 1.023 meter, Desa Cibadak, Kp. Boleklak Rt. 002 Rw. 008 dengan anggaran Rp. 1.000.000.000.
7.Pengerasan Jalan Kelengkapan Jalan dan Jembatan sepanjang, 461 meter, Desa Sirnasari Kp. Mukawarna Rt. 005 Rw. 003, dengan anggaran Rp. 735.947.900.
8.Betonisasi Jalan Desa sepanjang 510 meter dan Rabat Beton jalan desa sepanjang 700 meter, Desa Buanajaya Kp. Panagan Rt. 003 Rw. 004 dengan anggaran Rp. 483.615.000 dan Rabat Beton Jalan Desa dengan anggaran Rp. 516.384.900.
9.Betonisasi jalan desa sepanjang 1.000 meter, Desa Sirnarasa Kp. Solasih Rt. 012 Rw. 005 dan Kp. Cibeureum Rt. 012 Rw. 005 dengan anggaran Rp. 1.000.000.000 realisasinya 100%.
10.Betonisasi jalan desa sepanjang 1.072 meter, Desa Sukarasa Kp. Cigarukgak Rt. 014 Rw. 007 dan Kp. Sukatani Rt. 015 Rw. 003, dengan anggaran Rp. 924.800.000.
Cileungsi Cari Solusi Masalah Banjir, Macet, Kesenjangan Sosial dan Pendidikan
JURNAL INSPIRASI – Anggota Komisi DPRD Komisi 1 Beben Suhendar menyerap aspirasi masyarakat saat reses masa persidangan ke-1 tahun 2021 – 2022 anggota DPRD Kabupaten Bogor wilayah Dapil 2 yang dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Cileungsi, Senin (15/11). Salah satunya masalah di bidang pendidikan, sistem zonasi dinilai menyusahkan masyarakat.
Menurut Beben, aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat harusnya disesuaikan dengan kesiapan daerah. Kini adanya permintaan dibangun SMPN 4 , dan SMPN 5 , serta SMAN 3 yang semuanya kata Beben, pasti berbenturan dengan anggaran.
” Ini aturan seperti apa, sistem zonasi ini menurut saya menyusahkan warga. Coba kita lihat kesiapan di daerah, berapa jumlah penduduk dan berapa jumlah sekolah itu harus dipikirkan jangan hanya buat aturan tapi tak melihat kesiapan dibawahnya,” kata Beben biasa disapa.
Menurutnya, selain itu mengapa harus dipindahkan untuk mengurus SMAN itu di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Pemkab Bogor dan mungkin pemerintahan kabupaten dan kota lainnya kata dia, juga pasti masih mampu untuk menangani persoalan SMAN tidak perlu dioper alih ke provinsi. Selain jarak yang jauh, pasti tingkat pengawasan juga kurang maksimal.
“Bertahun – tahun ditangani oleh Pemkab nyatanya baik-baik saja, tiba-tiba ada aturan dipindahkan kewenangan kepada provinsi, ketika ada kendala pasti Pemkab juga dilibatkan. Soal sekolah, harusnya jika siap dengan sistem zonasi pastikan 1 di desa itu ada 2 sekolah SMA dan SMP,” pungkasnya.
Camat Cileungsi Adhi Nugraha menjelasnya, semua pihak yang hadir dalam acara reses ini untuk menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan yang nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan untuk disampaikan kepada dinas terkait saat sidang paripurna nanti.
“Banyak permasalahan yang ada di Kecamatan Cileungsi ini, mulai dari banjir, macet, kesenjangan sosial, pendidikan yang merupakan PR untuk kita bersama memecahkannya dan mencari solusi jalan keluarnya ” jelas Adhi, Senin ( 15/11).
Seperti halnya pendidikan, kata dia, dengan adanya sistem zonasi ini membuat banyak pihak kewalahan. Pasalnya, jumlah sekolah yang ada di Kecamatan Cileungsi tidak disesuaikan dengan jumlah penduduknya, begitupun perihal kemacetan dan TJSL.
“Semua pasti berkaitan dengan anggaran, karena program dan aturan sebagus apapun jika tidak ditopang dengan kesiapan anggaran pasti tidak akan maksimal,” jelasnya.
JURNAL INSPIRASI – Kepala UPT Insfrastruktur Irigasi kelas A wilayah V Handri Sukmawijayaguna meminta pelaksana pembangunan Bendungan Kali Cibongas yang berlokasi di Kampung Babakanliud, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor untuk mengedepankan kualitas.
Menurutnya, monitoring dengan turun ke lapangan langsung diharapkan pembangunan regular bendungan bisa berjalan efisien dan efektif.
Ada beberapa titik pembangunan regular rehabilitasi fungsi jaringan irigasi di wilayah pengairan UPT V salah satunya pengerjaan yang masih berlangsung pembangunan bendungan Kali Cibongas.
“Ada 14 pembangunan bendungan cakupan terbagi di wilayah 6 kecamatan,” ujar Kepala UPT Insfrastruktur irigasi Handri Sukmawijayaguna kepada Jurnal Bogor, Senin (15/11).
Progres pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi rata – rata masih berlangsung dan belum mencapai 100 persen.
“Agar kualitas pembangunan bisa kuat dan bertahan lama, kami minta pihak pelaksana untuk menggunakan bahan material sesuai aturan dan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan harus sesuai ketentuan gambar dan RAB,” katanya.
Sementara Konsultan Pengawas dari PT Duta Graha Cipta Enjinering Wisnu Wicaksono mengungkapkan, sesuai volume kontrak saat ini masih diangka 62, 57 persen karena ada mc addendum pada perubahan volume yang mengalami tambah kurang.
“Mungkin kalau sudah diterapkan kemungkinan bangunan bendungan tersebut nantinya ada kenaikan volume,” kata dia
Kedepan untuk para kontraktor atau penyedia jasa terutama di bidang sumber daya air kata dia, agar memperhatikan kualitas material semen dan pasir. “Terutama material pasir yang digunakan meski beli dari lokal dan memberdayakan masyarakat terutama pencucian pasir tersebut harus bersih. Proses pencucian pasir kadar lempungnya harus bersih berikut sedimentasinya harus dibawah 20 persen,” tukasnya.
JURNAL INSPIRASI – Akhirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Bogor menurunkan personilnya untuk menyegel seluruh pintu masuk area galian C yang berada di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (15/11/2021).
Upaya ini menindak lanjuti surat teguran dari pihak kecamatan yang ditembuskan ke Sat Pol PP Kabupaten Bogor untuk mengecek lokasi galian tanah, hingga menutup lokasi galian dengan garis line PPNS.
“Memang ada bekas kegiatan galian disini, dan saat dikonfirmasi kepada pemiliknya hanya untuk pembuatan jalan, namun sebelum sebelumnya ada tanah yang dibawa keluar, akhirnya disini kita melakukan penutupan dengan garis line PPNS” ujar Rama, Kasi Ops Sat Pol PP Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut Rama menjelaskan saat di lokasi tidak ada kegiatan apapun, dan terpantau tidak ada satu unit truk pun pengangkut tanah. “Setelah ditutup ini mungkin pihak perusahan ke kantor untuk memperlihatkan perizinannya seperti apa kita cek,” ujarnya.
Terpisah, Lukman, salah satu warga setempat mengatakan galian C tersebut sudah beraktivitas hampir kurang lebih 1 bulan dan menurut informasi yang dia dapat untuk pembukaan jalan.
“Informasinya sih lokasi ini milik perusahaan, tapi sejauh ini belum ada pihak yang muncul,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Pekan Olahraga Desa (Pordes) 2021 digelar di Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (15/11). Pordes ini diikuti masyarakat sebagai upaya menggali potensi dan ajang silaturahmi pemerintah desa dan warga.
Perlombaan olahraga yaitu bulutangkis, tenis meja, catur, dan bola voli. Juga dilombakan aritmatika dan seni seperti, kaligrafi, musabaqah tilawatil quran (MTQ), adzan, ceramah dan kasidah atau marawis.
Kepala Desa leuwiliang Iman Nurhaiman mengatakan, kegiatan olahraga dan seni ini untuk meningkatkan sinergitas antara pemerintah desa dengan masyarakat sekitar. “Tujuannya untuk meningkatkan tali silaturahmi dan mencari bibit-bibit muda untuk mengali potensi,” ujarnya.
Ia pun meminta kepada warganya agar saling rukun dan mengedepankan nilai keharmonisan dalam bertetangga. “Biar warga Leuwiliang lebih kompak dan tidak ada saling tidak kenal dari ujung barat sampai ujung timur,” jelasnya.
Sementara itu, warga sekitar Fahri mengatakan, Pordes diharapkan melahirkan bibit-bibit unggul dalam cabang olahraga dan seni. “Saya berharap tentunya ajang perlombaan seperti ini bisa menimbulkan bibit-bibit penerus yang mengharumkan Desa Leuwiliang ke ajang perlombaan tingkat nasional,” singkatnya.
JURNAL INSPIRASI – Banyaknya pohon yang rawan tumbang di sepanjang ruas jalan Transyogi Jonggol – Cariu Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor membuat warga yang melintasi jalan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) mengaku was-was. Mereka meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pemangkasan.
Dedi Badarudin, PKL yang sehari-harinya berjualan di tepi jalan Transyogi Jonggol – Cariu atau persisnya di depan Kantor UPT Pengelolaan Sampah Wilayah II Desa Jonggol meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang. Apalagi cuaca saat ini sedang tidak menentu.
“Ngeri tumbang dan ada korban, jika dilihat pohon yang rawan tumbang itu ada 5 dan semuanya pohon mahoni,” jelas Dedi, Senin ( 15/11).
Dia mewakili para PKL meminta personel dari dinas terkait untuk dikerahkan memangkas pohon yang berdahan lebat karena rawan tumbang dan berpotensi membahayakan para PKL yang membuka lapak jualan dan juga bisa membahayakan warga ketika melintas di jalan tersebut.
Senada disampaikan Ojin, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu yang juga setiap hari melintasi jalan tersebut. Dia menyarankan harus ada pengecekan berkala dari dinas terkait untuk usia pohon yang ada di sepanjang jalan ini. Jangan sampai menunggu kejadian atau roboh hingga ada korban, baru dilakukan pengecekan.
“Petugas dimohon mengawasi secara rutin dan menindaklanjuti laporan warga sekitar yang merasa khawatir pohon tersebut rawan tumbang, paling tidak ada pemangkasan atas pohon untuk mengurangi beban pohon tersebut,” cetus Ojin.
Terpisah, Sekretaris Desa Jonggol Hermanto menjelaskan, sebaiknya pemerintah setempat seperti RT RW memberikan laporan kepada pihak desa, dan nantinya pemerintah desa melaporkan kepada dinas terkait.
“Silakan laporkan secara tertulis, nanti kami sampaikan kepada dinas terkait sebagai dasar acuan pengaduan warga,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Kondisi Jembatan Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor merupakan akses vital jalur Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung yang ambruk beberapa bulan lalu, tak lama lagi akan dibangun oleh pihak kedua wilayah pemerintah desa.
Kepala Desa Urug Sukarma mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Kepala Desa Nanggung, untuk berupaya segera membangun jembatan penghubung dua desa itu.
“Kami sepakat, diakhir bulan November direncanakan untuk membangun jembatan tersebut,” kata kepala Desa Urug Sukarma saat dihubungi Jurnal Bogor, Senin (15/11).
Karena keberadaan jembatan itu di dua wilayah desa, maka penganggarannya akan dibagi dua, yakni Desa Urug dan Nanggung. “Kalkulasi anggaran untuk perbaikan jembatan itu tidak dibangun oleh satu desa melainkan patungan dengan Pemdes Nanggung,” paparnya.
Kondisi jembatan ambruk itu akibat banjir bandang aliran Sungai Cidurian yang terjadi pada 7 September lalu. Musababnya, kata Sukarma, pasca ambruknya jembatan itu, aktivitas warga di kedua wilayah desa terhambat.
JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor telah berhasil melaksanakan vaksinasi kepada warga hingga mencapai 78 %.
Kepala Desa Singajaya Hj. Lili Mulyati, S.Pd mengatakan, pihaknya masih berupaya untuk melakukan penyisiran vaksinasi ke masyarakat dan pihak pemerintah desa telah mengerahkan semua tenaga kesehatan, baik yang ada di Puskesmas, maupun para relawan melakukan upaya jemput bola ke masyarakat.
“Semua masyarakat Desa Singajaya bisa dilakukan vaksinasi baik dosis 1 maupun dosis 2,” kata Hj Lili, Senin (15/11 ).
Menurutnya dari total 78 % warganya yang telah tervaksin, dia berharap bisa terus bertambah, dan menargetkan akhir tahun ini seluruh warga Desa Singajaya sudah tervaksin semua sehingga kegiatan sosial ditengah masyarakat bisa normal seperti sediakala seperti sebelum ada pandemi Covid-19.
“Semoga akhir bulan Desember tahun ini seluruh warga harus selesai tervaksin, dan saya harap ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri mengingat upaya apapun sampai sistem jemput bola sudah kami lakukan. Hanya tinggal kembali kepada keinginan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya penuh harap.