30.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 949

Forkopimcam Lepas Camat Pamijahan Purna Bakti dan Pegawai yang Beralih Tugas

0

JURNAL INSPIRASI – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pamijahan, Kabupaten Bogor melepas beberapa pejabatnya lantaran pindah tugas dan masa purna bakti Camat Pamijahan. Sebanyak lima pegawai Kecamatan Pamijahan tersebut beralih tugas.

Yudi Hartono yang saat ini menjabat sebagi Camat Tamansari mengatakan, tentunya ada yang menjadi tanggung jawab dan tugas di Kecamatan Tamansari yaitu mensukseskan semua program Pancakarsa Bupati.

“Kita akan menyesuaikan diri dengan kultur yang berbeda tentunya dengan kebiasaan masyarakat yang berbeda. Semua wilayah pasti ada potensi tentunya  yang bisa dikembangkan,” ungkapnya, Rabu (12/1/2022).

Ia menjelaskan, tidak jauh berbeda dengan potensi di wilayah lain sama persis dengan Kecamatan Pamijahan potensinya pun hampir sama.

“Tentunya kita akan meningkatkan semua pontensi yang ada di Kecamatan Pamijahan sebagaimana Kecamatan Tamansari ini sebagai destinasi wisata, yang kebetulan secara biografi tidak jauh dengan Kota Bogor dan aksesnya pun lebih dekat dibandingkan dengan Kecamatan Pamijahan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Pamijahan Imam Mahmudi mengucapkan, selamat kepada yang sekarang sudah promosi menjadi camat dan yang naik jabatan.

“Itu yang promosi tersebut sangat bagus terpantau oleh Kabupaten dan kesehariannya juga kinerja mereka itu lumayan luar biasa bagus. Mereka menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang sangat tinggi semua pekerjaan bisa tercapai den terselesaikan sesuai dengan target yang kita berikan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, tentunya dalam hal ini tinggal melanjutkan dan meningkatkan lebih dari yang sudah tercapai pada tahun 2021 dan 2022.

“Sesuai tupoksi, mekanisme dan menerapkan pola aturan sesuai dengan aturan yang ada. Kita melaksanakan tugas sesuai dengan aturan sesulit apapun pekerjaan kita insyaallah akan tercapai dengan baik,” jelasnya.

Ia menargetkan untuk di tahun 2022 untuk program kita mengikuti dengan program yang ada dari Kabupaten Bogor. Karena, semua itu sudah di pola dan sudah diprogramkan melalui usulan-usulan yang ada.

“Saya berharap untuk yang bertugas di Kecamatan Pamijahan mudah-mudahan mereka bisa amanah dan bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di kecamatan yang baru,” pungkasnya.

**andres

Dugaan Potong Anggaran Dana Desa, BPKAD: Dicek Tim Verifikasi Kecamatan Dulu

0

JURNAL INSPIRASI – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor ikut geram terkait perilaku Kepala Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang diduga memotong anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2021.

Pasalnya, tindakan yang dilakukan oleh oknum kades itu merugikan masyarakat dan negara. Jika hal itu benar, maka sudah masuk tindakan korupsi.

Kepala Dinas BPKAD, Ade Jaya Munadi mengatakan, pihaknya akan menginstruksikan stafnya untuk mengecek secara langsung terkait permasalah di Desa Harkatjaya.

“Nanti diperiksa dulu dan harus dibuktikan kemudian akan ada langkah-langkah dari tim verifikasi kecamatan, nanti dia harus bertanggung jawab kalau ternyata terbukti atas perbuatannya,” ungkapnya saat dihubungi Jurnal bogor melalui WhatsApp, Rabu (12/1/22).

Menurutnya, kalau ada penyalahgunaan di lapangan, tim verifikasi akan memeriksa hasil pembangunan dan dugaan penyelewengan anggaran.

“Ada aturan kaitan dengan penyalahgunaan uang itu kaitan dengan tindak pidana korupsi nanti aparat hukum yang bertindak. Tapi sekarang dari tim verifikasi tingkat kecamatan dulu kemudian inspektorat turun memeriksa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, yang berwenang memverifikasi dan mengambil keputusan mereka. Bahkan ia menilai kejadian ini bukan kali pertama terjadi dan ada beberapa desa di Kabupaten Bogor yang pernah melakukan pelanggaran serupa.

“Kejadian tersebut tidak hanya kali ini saja terjadi pernah ada walaupun tidak banyak sebelum-sebelumnya pernah ada di desa lain. Setelah ada langkah-langkah baik verifikasi maupun pemeriksaan nanti aparat penegak hukum yang akan menindak itu sesuai dengan kewenangan masing-masing,” bebernya.

Ia menegaskan, kebijakan pemerintah kepada kepala desa supaya desa bisa membangun dengan pemberian bantuan keuangan, baik dari Provinsi Jabar maupun Kabupaten Bogor yang begitu besar itu semata-mata untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat agar digunakan sesuai dengan perencanaan dan sesuai dengan peruntukannya.

“Jangan sekali-kali menyelewengkan anggaran karena ini dana amanah, semua untuk rakyat jadi hati-hati dari sisi pelaksanaan sesuaikan dengan perencanaannya dan sisi tertib administrasi keuangannya itu yang harus diperhatikan,” pungkasnya.

**andres

Soal PAD, Dewan Kabupaten Bogor Berguru ‘Ilmu dan Strategi’ ke Perumda Tirta Pakuan

0

JURNAL INSPIRASI – Komisi II DPRD Kabupaten Bogor bersama rombongan mendatangi kantor pusat Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, di Jalan Siliwangi No 121, Senin (10/1/2022).

Kedatangan para wakil rakyat Bumi Tegar Beriman itu ingin ‘mengintip ilmu’ sekaligus berguru terkait strategi dan peran serta Perumda Tirta Pakuan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor diterima secara langsung oleh Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf yang didampingi Manajer Humas dan Pelayanan Pelanggan Sonny Hendarwan serta Manajer Keuangan Handoyo.

Direktur Teknik Tirta Pakuan Ardani Yusuf mengungkapkan, sebagai perusahaan Air Minum, Tirta Pakuan pastinya mempunyai tantangan-tantangan untuk memperoleh pendapatan.

Sehingga pihaknya merumuskan program jangka pendek untuk lima tahun kedepan. Diantaranya perbaikan pelayanan dalam meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan selama 24 jam penuh.

“Serta penurunan tingkat kehilangan air dan penambahan cakupan layanan menuju universal akses aman air minum 100 persen,” katanya kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Selain itu, upaya lain yakni pengembangan dan penerapan Teknologi Informasi (IT) terintegrasi guna mempermudah monitoring pelayanan dan gangguan pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Lalu, ada program prioritas untuk meningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kata Ardani, semua rencana kerja tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sebagai langkah peningkatan mutu dan kualitas pelayanan air bersih kepada para pelanggan atau masyarakat Kota Bogor pada umumnya.

“Ketika semua dapat berjalan dan semakin membaik, maka sejalan dengan itu kontribusi terhadap terhadap PAD akan semakin besar,” pungkas Ardani.

Handy Mehonk

Meresahkan, Warung Baso di Parakanmuncang 3 Kali Dibobol Maling

0

JURNAL INSPIRASI – Pemilik warung Baso Lava di Kampung Lukut, persis di seberang Kantor Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dibuat tidak aman.

Pasalnya, belakangan ini warung baso tersebut seringkali dibobol maling. ‘Selama 10 hari, warung kami sudah 3 kali dibobol maling,” ujar pemilik warung Baso Lava Maskus, kemarin.

Dengan kejadian itu, dia pun mempertanyakan fungsi Satuan Perlindungan Masyarakat (SatLinmas). “apalagi warung kami berada seberang Kantor Desa yang jaraknya hanya beberapa meter saja,” bebernya.

Selama ini barang yang dicuri termasuk kotak amal dan barang lainnya.

“Kami akan tanyakan ke kepala Desa fungsi Linmas itu apa,” tandasnya lagi.

Menurut pemilik warung, meski barang yang diambil maling itu nilainya tak seberapa, namun kondisi ini membuatnya tidak nyaman karena keberadaan maling tersebut sangat meresahkan.

Saat dihubungi Jurnal Bogor, KepalaDesa Parakanmuncang Mauludin menyatakan, sejauh ini Linmas dibawah tanggung jawabnya per satu malam, 2 anggota Linmas itu aktif tugas malam di desa.

“Setiap malam Linmas aktif dan keliling lapangan, hanya saja warung yang kemalingan, itu kondisinya gelap dan tidak termonitor,” tukasnya.

** Arip Ekon

Komisi I Ultimatum Holywings

0

JURNAL INSPIRASI – Polemik kehadiran Holywings di Kota Bogor kian meruncing. Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Safrudin Bima melayangkan ultimatum kepada pihak investor agar mengikuti aturan main.

Dimana untuk berjualan minuman alkohol (Minol) di Kota Bogor sudah diatur didalam perwali nomor 48 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penertiban Minuman Beralkohol di Kota Bogor. Sehingga yang akrab disapa SB ini meminta pihak Holywings yang agar mengikuti aturan main di Kota Bogor dalam menyelenggarakan usahanya.

“Tentu didalam perwali itu jelas larangan penjualan Minol golongan B dan C. Sehingga saya meminta agar pihak Holywings mengikuti aturan mainnya,” ujarnya, Selasa (11/1).

Tak hanya memberikan ultimatum kepada pihak investor saja. SB juga meminta kepada Pemkot Bogor agar tidak mengeluarkan izin untuk berjualan minol di Holywings. Hal ini tentunya sejalan dengan pernyataan sikap MUI Kota Bogor.

“Kami dengan tegas meminta Pemkot tidak mengeluarkan izin itu dan kami dari Komisi I juga mendukung MUI yang menolak kehadiran THM atau penjualan minol di Kota Bogor. tegas SB.

Lebih lanjut, SB pun menilai visi Kota Bogor yaitu Kota Ramah Keluarga harus sejalan dengan ekosistem bisnis yang baik di Kota Bogor pula. Jika dari ekosistem bisnis dan investasi di Kota Bogor tidak baik, menurut SB rasanya sulit mewujudkan visi Kota Bogor.

“PAD penting kita tingkatkan tetapi dengan tetap berpegang pada visi Kota Bogor dalam mengelurkan izin,” katanya.

Sebelumnya, Kehadiran cafe dan restoran Holywings di Kota Bogor, menuai sorotan tajam dari Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Menurutnya, sikap DPRD Kota Bogor akan berpatokan kepada Perda Nomor 1 tahun 2021 tentang Penyelenggaran Ketertiban Umum dan Ketenetraman Masyarakat. Dimana, apabila ada rencana pendirian cafe yang melanggar tertib asusila dan menganggu kenyamanan masyarakat, DPRD Kota Bogor akan menolaknya.

“Kita akan menolak dan meminta Pemerintah Kota Bogor untuk menertibkan dan menegakkan perda ini,” kata Atang, Minggu (9/1).

Selain itu, Holywings yang diketahui selalu menuai polemik di setiap daerah ini, karena mengusung konsep tempat hiburan malam, disamping dijadikan cafe dan restoran. DInilai oleh Atang, akan menjadi sorotan dan polemik di Kota Bogor.

“Kehadiran Holywings tidak sejalan dengan visi Kota Bogor yang mengusung Kota Ramah Keluarga. Sehingga pembangunan ini tidak boleh dibiarkan agar Kota Bogor tetap menjadi kota beriman dan ramah keluarga,” tutup Atang.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Holywings yang berlokasi di Jalan Padjajaran, Kecamatan Bogor Timur, setelah menerima aduan dari masyarakat.

Berdasarkan hasil sidak, Bima menyampaikan ia memiliki banyak catatan terhadap pembangunan Holywings di Kota Bogor. Diantaranya adalah konsep tempat usaha dan izin minuman beralkohol.

“Karena itu apabila Holywings dibuka di Kota Bogor dan konsepnya sama seperti yang ada di kota-kota lain, kami tidak akan mengizinkan Holywings beroperasi. Itu jelas, itu clear. Karena tidak sejalan dengan visi Kota Bogor dan tidak sejalan dengan karakter Kota Bogor,” kata Bima.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bogor tidak pernah dan tidak akan pernah mengeluarkan izin bagi cafe yang akan menjual minol dengan kadar di atas 5 persen. “Kalau di bawah 5 persen itu adalah kewenangan pemerintah pusat, tapi di atas 5 persen ada otoritas kami di sini,” ujar Bima.

“Jadi, saya sudah sampaikan itu kepada pemilik Holywings, IMB memang sudah dikeluarkan untuk operasi kafe dan restoran, umum saja. Karena persyaratan teknisnya sudah dipenuhi. Tetapi untuk menjual monol, apalagi ada aktivitas DJ dan lain-lain seperti kota lain, kami tidak akan izinkan. Jadi, bagi warga atau dari luar kota yang ingin bersantai menikmati minol silahkan ke kota sebelah, kota tetangga, tidak di Kota Bogor,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

PTM 100 Persen Ditentukan Februari

0

JURNAL INSPIRASI – Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen akan ditentukan pada Februari 2022 mendatang. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar), Dedi Supandi.

Sebelumnya, Kota Bogor telah gagal menerapkan PTM 100 persen pada hari pertama semester genap tahun ajaran 2021-2022. Akibat status PPKM naik ke level 2.

“Kota Bogor bagian dari aglomerasi, jadi baru bisa PTM 50 persen,” ujar Dedi kepada wartawan, Selasa (11/1).

Kata dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdik Kota Bogor, mereka baru akan melihat perkembangan kasus Covid-19 pasca liburan Natal dan Tahun Baru.

“Sebenarnya bukan hanya Kota Bogor saja yang belum bisa menerapkan PTM 100 persen. Daerah lain yang sudah bisa menggelar PTM 100 persen, sekarang kebanyakan baru 75 persen,” ungkapnya.

Kata dia, hal ini lantaran semua daerah di wilayah Jabar ingin melakukan evaluasi terlebih dahulu pasca libur.

“Jadi 10 Januari mulai pembukaan PTM baru, mereka baru di 75 persen. Karena ingin melakukan evaluasi dulu di pekan ini pasca Nataru,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi setiap daerah apabila ingin menggelar PTM 100 persen. Yakni. PTM 100 persen maksimal 6 jam per hari diperuntukkan bagi sekolah yang minimal 80 persen pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) serta 50 persen warga lansia di kotanya telah divaksin dua dosis.

“Kapasitas 50 persen maksimal 6 jam per hari ditujukan bagi satuan pendidikan yang 50 sampai 80 persen PTK serta 40 sampai 50 persen warga lansia di lingkungan sekolahnya, sudah memperoleh vaksin dosis kedua,” jelasnya.

Sedangkan yang terakhir, sekolah dapat menjalankan PTM terbatas dengan kapasitas 50 persen maksimal 4 jam per hari bila kurang dari 50 persen PTK dan kurang dari 40 persen warga lansianya sudah mendapat vaksin kedua.

Sementara bagi sekolah pada status PPKM level 3, PTM terbatas dilakukan dengan kapasitas 50 persen atau pembelajaran jarak jauh.

“Dan itu berlaku bila vaksinasi dosis 2 pada PTK kurang dari 40 persen dan warga lansia kurang dari 10 persen,” kata dia.

Menurutnya, ayoritas daerah tak bisa masuk ke level 1 dan menggelar PTM 100 persen, bukan karena kasus tinggi. Melainkan rendahnya presentase vaksin.

** Fredy Kristianto

Pemkot Bogor Canangkan Program Budidaya Kopi di Rancamaya

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama berbagai pihak melakukan pencanangan Penanaman Bibit Kopi Program Budidaya Kopi Berkelanjutan di Kampung Pancasan, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (11/1/2022).

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko (DKMR), PT  Surveyor Indonesia, Rosmanidar Zulkifli didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, Kepala BPTP Jawa Barat, Yiyi Sulaeman, kepala OPD dan Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan melaksanakan penanaman bibit kopi.

Sebelumnya, dilaksanakan penandatangan antara Perumda Tirta Pakuan selaku pemilik lahan dengan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pancasan Ngahiji sebagai pengelola lahan. Untuk pengembangannya ke depan akan dibantu PT Surveyor Indonesia.

Kerja sama yang terjalin dalam pemanfaatan lahan tersebut menurut Dedie, merupakan kerja sama yang luar biasa dan sedikit ‘nekat’ mengingat keterbatasan wilayah yang dimiliki Kota Bogor untuk menanam kopi yang membutuhkan lahan yang cukup luas.

“Tetapi ini langkah yang luar biasa dan bisa dijadikan sebagai satu upaya bersama dalam menyatukan berbagai kepentingan, seperti pelestarian alam, membudidayakan kopi Bogor dan menyandingkan dengan durian Rancamaya, membangkitkan ekonomi masyarakat, menambah identitas daerah agar dari sisi urban farming bisa terlaksana,” kata Dedie dalam keterangan Diskominfo Kota Bogor.

Saat ini Dedie berpandangan tantangan yang dihadapi Kota Bogor luar biasa, salah satunya kepadatan kependudukan yang mencapai 9.000 orang dalam 1 km persegi sehingga persoalan sosial kemasyarakatannya juga luar biasa.

Oleh sebab itu, apapun bentuk bantuan dari pemerintah pusat, BUMN atau instansi terkait menjadi satu harapan untuk mengentaskan kemiskinan, memperbaiki kondisi lingkungan, termasuk didalamnya meningkatkan perekonomian di masyarakat.

Dedie menyebut, Bogor Selatan memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling rendah dibanding wilayah lain di Kota Bogor. Hal ini dikarenakan keterbatasan akses ekonomi. Bahkan, sejak tahun 1950 belum ada penambahan akses.

“Dengan jumlah kelurahan sebanyak 16, hanya ada dua akses utama yakni JalanA Warung Nangka dan Jalan Batutulis,” sebutnya.

Untuk itu Dedie berharap program dan kegiatan yang akan mendukung dan meningkatkan perkembangan ekonomi di masyarakat perlu diakselerasi dan dibantu semua pihak terkait. 

“Ke depan ketersediaan tanah untuk jalan menjadi prioritas agar bisa membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko (DKMR), PT Surveyor Indonesia, Rosmanidar Zulkifli menerangkan, bantuan Green House dan pembibitan benih kopi menjadi salah satu bentuk kepedulian pihaknya. Penyuluhan dan pembinaan juga diberikan yang bertujuan untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs)-8 yang dicanangkan pemerintah, yakni berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua.

“Nantinya para petani ini akan kita bina secara berkelanjutan oleh PT. SI dan penyuluhan secara maksimal tentang bagaimana biji kopi yang baik dan pemanfaatannya yang maksimal,” kata Rosmanidar.

Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan menambahkan, Rancamaya memiliki potensi ekonomi yang perlu untuk dikembangkan, syaratnya harus berkolaborasi.

“Pemerintah bersama masyarakat dan pihak lainnya harus saling berbagi rencana berkolaborasi menjadi satu potensi yang baru. Yang penting aset-aset milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor harus bermanfaat. Satu yang saya titip adalah rawat pipa Tirta Pakuan yang ada di kawasan sekitar lahan,”  kata Rino.

Lurah Rancamaya, Hardi Suhardiman mengatakan, untuk tahap awal lahan penanaman yang akan digunakan seluas  1.000 meter persegi, termasuk untuk pembangunan Green House dengan jangka waktu pinjam pakai lahan selama satu tahun.

**fredyk-rls

Wujudkan Akselerasi Transformasi Digital, Menkominfo: Natal Tingkatkan Solidaritas dan Kerekatan Sosial

0

JURNAL INSPIRASI – Masih dalam momentum perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mengatasi ujian atas wabah tersebut dengan membangun ketangguhan seluruh komponen bangsa.

Bahkan, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, momentum perayaan Natal kali ini menjadi salah satu tolok ukur atas solidaritas dan kerekatan sosial agar mampu menghadapi tantangan dan tekanan di berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam mewujudkan akselerasi transformasi digital nasional.

“Walaupun pandemi Covid-19 sendiri ada tantangan yang mencemaskan, yang menggetarkan kita semuanya. Tapi ada sisi lain dari pandemi Covid-19, yaitu harapan besar akselerasi transformasi digital untuk memudahkan kehidupan manusia di muka bumi, secara khusus di Indonesia,” ujarnya dalam Perayaan Natal bersama Kementerian Kominfo RI yang berlangsung secara hibrida, dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (11/01/2022).

Mengenai akselerasi transformasi digital, menurut Menteri Johnny, Kementerian Kominfo mempunyai tugas besar sebagai enabler membangun dan menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang memadai untuk memperkecil disparitas digital.

“Tugas kita memungkinkan migrasinya aktifitas masyarakat dari ruang fisik ke ruang digital, memungkinkan migrasinya kegiatan masyarakat dari physical space ke digital space. Penyelenggaraan berbagai agenda nasional maupun komunitas secara virtual maupun hibrida, perlu dimaknai sebagai bukti bahwa kita sebagai bangsa memiliki kemampuan beradaptasi dan memiliki kemampuan untuk mengatur arah baru di tengah situasi yang menantang saat ini,” jelasnya.

Menkominfo menjelaskan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menetapkan tema Natal Tahun 2021 adalah Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan. Menurut Menteri Johnny, tema tersebut relevan untuk membangun perdamaian dan menciptakan kehidupan yang harmonis.

“Yang menjadi tema Natal kita kali ini juga membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis diantara umat beragama, sesama anak-anak manusia, putra-putra Allah di dunia ini di seluruh muka bumi,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, tema Natal Nasional yang juga menjadi tema dalam perayaan Natal Kementerian Kominfo itu bersumber dari Alkitab Surat 1 Petrus Pasal 1 ayat 22.

“Surat 1 Rasul Petrus ini ditulis untuk jemaat Kristiani di Asia kecil saat itu, surat itu berisi nasihat tentang hidup praktis yang sesuai dengan iman Kristiani dan cara jemaat menghadapi cobaan dan penderitaan,” jelasnya.

Menkominfo menjelaskan otoritas gereja memilih Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan sebagai tema Natal agar umat Kristiani kembali pada hakikat panggilan yang sesungguhnya, yaitu menyelamatkan dunia melalui gerakan menjaga persatuan dan kesatuan atas dasar persaudaraan umat manusia yang sejati.

“Itulah kira-kira faktanya, tema tersebut sangat relevan tentunya dengan situasi bangsa yang otentik dengan keberagaman dan kemajemukan. Tadi Pak Pendeta mengelaborasinya secara dalam, persaudaraan merupakan tema universal yang dapat merekatkan hati orang-orang beriman untuk menjaga kerukunan, menjaga kedamaian, menjaga atau menjadikan kesejahteraan bagi masyarakat, bagi bangsa, dan bagi negara,” paparnya.

Bahkan, menurut Menteri Johnny, Presiden Joko Widodo saat perayaan Natal Nasional juga mengajak seluruh masyarakat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. “Jadi sekarang tambah lombanya, lomba kebaikan, menggaungkan solidaritas dan kegotongroyongan nasional, menggerakkan naluri-naluri persaudaraan dan bekerja untuk aksi kemanusiaan di seluruh wilayah tanah air kita,” tandasnya.

Solidaritas dan Subsidiaritas

Menkominfo menyatakan, prinsip solidaritas dan subsidiaritas harus terus diwujudkan bersama-sama dalam bingkai keberagaman bangsa. Dua prinsip itu yang juga sangat relevan dengan tema Natal Nasional mengingatkan penandatanganan sebuah dokumen antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed el-Tayeb.

“Kita sama-sama tahu “The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together,” (Dokumen tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian dan Hidup Bersama). Dokumen ini ditandatangani oleh Bapak Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb pada 4 Februari 2019 yang lalu,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, dokumen Abu Dhabi tersebut menjadi roadmap atau peta jalan yang berharga untuk menumbuhkan semangat persaudaraan sebagaimana yang tercermin pada tema Natal 2021.

“Perayaan kelahiran Yesus Kristus mendorong kita untuk selalu mengembangkan semangat kasih persaudaraan yang tulus, sekali lagi yang tulus dan ikhlas, sekali lagi dan ikhlas melalui tindakan bela rasa, juga memberikan kita kekuatan untuk menemukan cara yang baik dan cara-cara yang kreatif untuk mewartakan keadilan dan membawa damai sejati,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo mengajak seluruh umat Kristiani untuk memberikan makna yang makin konkret dari perayaan Natal dengan menjadi duta-duta cinta kasih di tengah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

“Semoga semangat Natal menginspirasi gerakan-gerakan sepanjang sejarah bangsa Indonesia untuk terus membangun persaudaraan, membangun kepedulian, membangun solidaritas sosial, terutama bagi sesama saudara-saudari yang rentan dan terpinggirkan,” tandasnya.

Mengutip pepatah Ubi Caritas et Amor Deus Ibi Est (Dimana ada cinta dan kasih disana Allah hadir), Menteri Johnny juga mengajak umat Kristiani khususnya di Kementerian Kominfo untuk mewujudkan cinta kasih Tuhan demi kemajuan Indonesia.

“Sekali lagi selamat Natal dan bahagia tahun baru bagi segenap umat Kristiani, secara khusus bagi keluarga besar Kominfo di seluruh wilayah tanah air termasuk di Balmon (Balai Monitoring) yang tersebar di seluruh wilayah nusantara kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua, Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju,” imbuhnya.

Perayaan Natal bersama Kementerian Kominfo, turut hadir Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif; Juru Bicara Dedy Permadi; Staf Khusus Rosarita Niken Widiastuti dan Philip Gobang.

Dalam ibadah natal, khotbah disampaikan oleh Pendeta Poltak YP Sibarani dan Pesan Natal oleh Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Wali Gereja Indonesia; Romo Stevan Lalu Pr. Menteri Johnny juga memberikan santunan kepada perwakilan Panti Asuhan Bhakti Kasih Mandiri, serta petugas kebersihan dan petugas keamanan di lingkungan Kementerian Kominfo.

**fredyk-rls

Armada Mogok, Pelayanan Pengangkutan Sampah Warga Kampung Ciderum Terhambat

0

JURNAL INSPIRASI – Tumpukan sampah warga Kampung Ciderum di empat rukun tetangga (RT) di RW 09, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menghiasi ruas Jalan Ciderum-Citapen. Itu lantaran tidak adanya pengangkutan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Wilayah Ciawi.

Baharudin, koordinator sampah di RW 09 Kampung Ciderum mengatakan, sampah-sampah warga yang menumpuk di bahu jalan, lantaran belum dilakukan pengangkutan oleh petugas dari UPT.

Menurutnya, setiap seminggu dua kali, sampah warga yang ada di RW 09 selalu diangkut petugas kepanjangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

“Jadual pengangkutan hari Selasa dan Jumat,” kata Baharudin kepada wartawan.

Baharudin mengungkapkan, tidak diangkutnya sampah warga yang terdapat dibeberapa titik penampungan sementara, membuatnya kuatir akan ada warga luar kampung yang membuang ke lokasi penampungan tersebut. Terlebih, lokasi penampungan sampah berada disepanjang jalan.

“Makanya kalau tidak langsung dilakukan pengangkutan, kuatir ada warga luar yang tidak masuk kedalam langganan ikut membuang,” paparnya.

Informasi yang didapat, lanjutnya, keterlambatan pengangkutan yang harusnya hari Selasa, karena kendaraannya masuk bengkel alias mogok.

“Kata petugas wilayah Caringin, mobil yang biasa mengangkut sampah warga kami sedang mogok dan masuk bengkel. Jadi tidak bisa beroperasi dulu,” jelasnya.

Baharudin berharap, pihak DLH segera melakukan pengangkutan sampah yang sudah terkumpul di jalan tersebut. Sehingga lingkungan Kampung Ciderum bersih dan menghindari adanya sampah liar yang dibuang warga luar.

“Saya harap besok (hari ini, red) ada pengangkutan. Saya malu sama warga, takut berpikiran negatif melihat sampah masih menumpuk dan belum diangkut,” imbuhnya.

Sementara, melalui pesan WhatsApp, Ajat, pengawas UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Ciawi meminta maaf atas adanya kendala dalam pelaksanaan pelayanan pengangkutan sampah warga di Kampung Ciderum.

“Armada yang biasa mengangkut sampah di wilayah Ciderum sedang masuk bengkel. Jadi tidak bisa beroperasi dulu. Saya usahakan untuk mencari kendaraan lain agar pelayanan tetap dilakukan kepada warga,” tukasnya.

** Deni Pratama

Saat Rakor, Camat Cigombong Nyatakan Vaksinasi Anak Penting

0

JURNAL INSPIRASI – Camat Cigombong, Raden Eman Irwan Somantri menyatakan, pentingnya vaksinasi untuk anak, karena kelompok usia tersebut harus belajar tatap muka, sehingga beresiko menularkan bagi diri sendiri, sesama siswa, guru, orang tua, dan lansia di rumah.

Ia mengatakan, mempertimbangkan kemungkinan rendahnya kepatuhan anak dalam memakai masker dan proses lainnya, menjadikan vaksin aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap Covid-19 pada kelompok umur tersebut.

“Kelompok usia ini sudah terbiasa mendapat imunisasi sejak bayi, balita, dan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), mulai di sekolah kelas 1 hingga kelas 5,” kata R.E Irwan Somantri saat melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) Pemerintahan Kecamatan (Pemcam) Cigombong, di aula kantor kecamatan, Selasa (11/1/2022).

Menurutnya, Puskesmas sudah lama berpengalaman dalam melaksanakan program BIAS. Sedangkan konvensi hak anak serta undang-undang (UU) perlindungan anak menyatakan, bahwa anak mempunyai hak yang sama untuk dilindungi dari sakit, cedera dan berbagai kekerasan.

R.E irwan Somantri menjelaskan, penyuntikan vaksin untuk anak usia 6 sampai 11 tahun, mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun.

Selain itu, Surat Edaran Sekretaris Daerah Kab. Bogor Nomor 1170/COVID-19/Sekret/I/ 2022 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun.  Dan surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Nomor 800/188/Pemb.SD tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun.

“Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan cara intramuskular. Artinya injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas. Dosis yang diberikan juga sebesar 0,5 mililiter,” jelas Camat Cigombong.

Ia melanjutkan, vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun, diberikan sebanyak dua kali dengan interval minimal 28 hari. Namun, sebelum pelaksanaan vaksinasi, harus dilakukan skrining dengan menggunakan format standar petugas vaksinasi.

Adapun terkait kegiatan vaksinasi, sambung R.E Irwan Somantri, dilaksanakan di Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lain, baik milik pemerintah maupun swasta, termasuk pos-pos pelayanan dan sentra vaksinasi.

“Termasuk yang kami wajibkan pos pelayanan vaksinasi di sekolah atau satuan pendidikan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, kata camat, Pemcam Cigombong melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, masih terus meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) meski telah selesai divaksinasi. Pasalnya, selain vaksin, disiplin penerapan prokes merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah risiko penularan Covid-19.

“Prokes yang harus dipatuhi adalah 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas serta menghindari makan bersama,” imbuhnya.

Selanjutnya, disisi lain akan diturunkan tenaga kesehatan yang berasal dari Puskesmas Cigombong, Puskesmas Ciburayut dan TNI serta Polri.

“Data sasaran vaksinasi anak berjumlah 11.267 orang yang berada di 51 sekolah dasar dan 6 madrasah ibtidaiyah negeri serta swasta,” tukas R.E Irwan Somantri.

** Dede Suhendar/Deni Pratama