30.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 948

DPUPR Tidak Perbaiki, Tokoh Masyarakat Minta Pengusaha di Pancawati Patungan

0

JURNAL INSPIRASI – Belum juga ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), terhadap kerusakan ruas Jalan Cikereteg, membuat perwakilan warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, mendesak para pengusaha di Desa Pancawati ikut berpartisipasi untuk melakukan perbaikan.

Desakan itu mengemuka saat dilakukan pertemuan antara perwakilan warga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum dengan para pengusaha hotel, resort dan cafe yang ada di wilayah Pancawati, di aula kantor Kecamatan Caringin, Rabu (12/1/2022).

Pepen, tokoh masyarakat Kampung Ciderum mengatakan, kemacetan yang terjadi setiap hari Jum’at, Sabtu dan Minggu di ruas Jalan Cikereteg, seakan sudah krodit dan harus segera dicarikan solusi.

Selain penataan para pedagang kaki lima (PKL) disepanjang Jalan Cikereteg terutama didepan pasar, lanjutnya, kondisi jalan yang rusak parah salah satu penyebab juga terjadinya kemacetan. 

 “Bukan hanya penataan PKL, kerusakan jalan juga jadi penyebab kemacetan. Makanya, kami minta agar para pengusaha di wilayah Pancawati patungan untuk membantu memperbaiki jalan rusak tersebut,” tegasnya didepan para pengusaha, Camat Caringin dan Kapolsek Caringin beserta dua Kepala Desa (Kades) Ciderum serta Pancawati.

Kondisi jalan rusak yang sampai saat ini belum juga dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, sambung Pepen, harus disikapi bersama terutama para pengusaha. Karena, perbaikan jalan yang kondisinya rusak berat sangat mendesak agar arus lalulintas lancar.

 “Kalau nunggu perbaikan dari Pemkab Bogor pastinya masih lama, sedangkan perbaikan ini bersifat mendesak untuk mengurai kemacetan. Jadi kami minta ada partisipasi dan kontribusi dari para pengusaha di wilayah Pancawati,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua BPD Desa Ciderum, Ujang Hasbullah menegaskan, terjadinya kemacetan di ruas jalan yang menjadi akses utama warga beraktivitas banyak faktor, mulai dari kerusakan jalan di Cikereteg, sempitnya ruas jalan dan keberadaan para pedagang kaki lima (PKL).

 “Jalan rusak di Cikereteg menjadi penyebab juga kemacetan,” ungkapnya  usai mendatangi kantor Kecamatan Caringin, Senin (10/1/2022).

Ia menjelaskan, volume kerusakan jalan dititik Pasar Cikereteg, sangat luas dan memiliki kedalaman yang cukup membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

 “Dalamnya lubang di jalan, membuat pengendara mengendarai kendaraannya pelan-pelan. Itu juga sebagai penyebab kemacetan,” ujar Ujang Hasbullah.

Ketua BPD yang lama di Pemerintahan Desa (Pemdes) Ciderum itu mengaku, kondisi ruas Jalan Cikereteg terjadi macet, akibat tidak adanya pengawasan dari DPUPR terhadap pemilik bangunan yang ada disepanjang jalan ini. Lantaran, selama ini tidak ada teguran terhadap pemilik bangunan yang melanggar garis sempadan jalan (GSJ).

 “Harusnya saat ada pembangunan dan itu mengambil bahu jalan, pengawas DPUPR menegurnya. Jangan setelah dibangun baru ditegur, itukan akhirnya merugikan pemilik bangunan,” tegas Ujang Hasbullah.

** Dede Suhendar

Atasi Sinyal Jelek, BTS Dibangun di Hambaro

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Kampung Legok Kemang, Pabuaran Tengah dan Kampung Pasir Hihid di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menyambut dibangunnya tower Base Transceiver Station (BTS)

Sekretaris Desa Hambaro Opik Jurpikor menyebutkan, pembangunan tower di wilayahnya untuk mendukung sinyal telepon seluler (ponsel) yang sudah lama dinantikan warga.

“Mengingat jaringan sinyal dinilai kurang bagus, maka itu warga antusias menyambut akan berdirinya tower seluler,” kata Sekretaris Desa Hambaro kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/1)

Menurut dia, dari wilayah 10 Rukun Warga (RW) di 5 dusun diantaranya 3 kampung yang masih kurang  mendapat layanan komunikasi secara maksimal.

Dibangunnya BTS seluler, lantaran seperti Kampung Legok Kemang, Pabuaran Tengah serta Kampung Pasir Hihid sangat memerlukan sarana pendukung jaringan sinyal telepon seluler yang maksimal.

Sementara, tokoh masyarakat sekitar yang merupakan penanggung jawab kegiatan pembangunan BTS, Wahyudin mengatakan, hasil survei pihak perusahaan mendatangi wilayah yang akan dijadikan pembangunan tower, kini disambut antusias warga desa.

Penanggung jawab kegiatan yang Ketua BPD Desa Hambaro Wahyudiin Antara masyarakat dengan pihak perusahaan telah menyapakati ketika ada hal berdampak buruk pihak perusahaan akan bertanggung jawab

Survei perusahaan sejak 2021 akhir, proses awal berlangsung pembuatan lubang tiang pemancar BTS  dengan kedalaman 1, 60 meter dan lebar 7, 5 meter.

“Diperkirakan sekitar 28 hari bangunan tower tersebut selesai,” ungkapnya.

Adapun kesepakan secara tertulis dengan pihak  perusahaan, mereka bertanggung jawab ketika ada hal berdampak yang tidak diinginkan.

“Sesuai kesepatakan dengan masyarakat tentu perusahaan  bertanggung jawab,” pungkasnya.

** Arip Ekon

JP Naik Tahta Masuk Asprov PSSI Jabar

0

JURNAL INSPIRASI – Joy Pendhita salah seorang pengurus KONI Kabupaten Bogor yang menduduki jabatan Wakil Ketua I  yang menaungi Bidang Organisasi saat ini namanya kian melambung di tanah Jabar.

Joy Pendhita dan Umuh Muchtar

Para pelaku olahraga Jabar dari berbagai cabang olahraga saat ini mulai mengenal sosok Joy Pendhita atau yang akrab disapa Bang JP.

JP juga sangat familiar dengan pengurus cabang olahraga yang ada di Bumi Tegar Beriman ini, apalagi saat BK Porprov XIV Jabar 2021, ia begitu rajin menyambangi semua venue pelaksana BK Porprov.

Prestasi  lain yang saat ini diraih JP adalah ketika namanya masuk dalam jajaran kepengurusan Asprov PSSI Jawa Barat 2021-2026.

JP masuk dalam kabinet Asprov PSSI Jabar dan tercatat sebagai anggota Komite Sepakbola.

“Insya Allah saya siap mengemban amanah yang baru ini.  Semoga masuknya saya di komite sepakbola ini akan punya dampak positif kepada saya dalam hal dunia sepakbola secara makro,” ujar JP yang tercatat sebagai penggemar klub sepakbola Chievo Verona ini.

JP  juga mengaku akan banyak melakukan diskusi dengan semua elemen sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor dan Jabar.  

Penggemar kuliner Dodongkal ini berharap, dengan masuknya beberapa perwakilan Kabupaten Bogor dalam  kabinet PSSI Asprov Jabar akan memberikan dampak positif bagi dunia sepakbola di Jabar.

Tak hanya itu, sambungnya, ia juga saat ini tengah merencanakan membuat klub sepakbola yang akan masuk sebagai anggota PSSI Askab Bogor.

“Nama klub yang saya akan buat ini masih dalam pemikiran. Saya akan minta masukan soal nama yang pas buat klub yang akan jadi anggota PSSI Askab Bogor nanti,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Lilik Optimis Bilqis Masuk Tiga Besar

0

JURNAL INSPIRASI – Hannadia Bilqis merupakan salah satu peselam andalan binaan POSSI Kabupaten Bogor yang saat ini tengah mengikuti seleksi Tim Selam Indonesia menuju Sea Games 2022 di Vietnam.

Bilqis akan turun pada nomor 50 Surfice dan 100 Surfice dalam seleksi yang berlangsung di Kolam GBK Senayan, Jakarta, 12-14 Januari 2022.

Selain Hannadia Bilqis, POSSI Kabupaten Bogor juga menurunkan tiga atlet lainnya dalam seleksi kali ini seperti, Eda Khaterina Rahayu, Kaisar Hansel Putra dan M Ikhwan Romadhon.

Ketua Harian POSSI Kabupaten Bogor, Lilik Suhartini mengatakan, ia menaruh harapan besar kepada semua atlet selam binaan POSSI Kabupaten Bogor untuk masuk dalam skuad Timnas Selam Indonesia menuju Sea Games 2022 di Vietnam.

Lilik optimis Bilqis akan bisa masuk dalam tiga besar pada seleksi  Timnas Selam Indonesia menuju Sea Games 2022.
Selama ini Bilqis terus menunjukan grafik prestasi yang meningkat.

Hal itulah, sambung Lilik, yang menambah optimis  tinggi dari POSSI Kabupaten Bogor terhadap Bilqis dalam seleksi di Jakarta.

“ Saya berharap empat atlet selam binaan POSSI Kabupaten Bogor termasuk Bilqis bisa masuk dalam skuad selam merah putih di Sea Games 2022,” ujar  Kepala Sekolah SMPN 2 Citeureup yang juga menjabat sebagai  Manager Selam Kabupaten Bogor untuk Porprov XIV Jabar 2022.

Tak hanya itu, Lilik juga merasa optimis para atlet selam Kabupaten Bogor akan kembali menyumbang medali bagi Kontingen Kabupaten Bogor pada Porprov XIV Jabar 2022.

“ Tradisi memberikan  kontribusi medali bagi Kontingen Kabupaten Bogor akan terus kami pertahankan di Porprov XIV Jabar 2022,” pungkas Lilik.

** AS Pangrango

Dewan Siap Anggarkan Program “Gaji” Atlet

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengaku sangat setuju dengan semua langkah progresif dan positif yang dilakukan Sekdispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga atau yang akrab disapa TR.

Rudy menilai, rancangan Perbup” Gaji” atlet ini benar benar terobosan yang mulia, karena bisa mendongkrak daya ungkit kesejehteraan para atlet Kabupaten Bogor yang telah mengharumkan nama daerah atau nama negara diberbagai event.

Politisi Parta Gerindra ini menambahkan, pihaknya akan ikut membantu dalam soal penganggaran terkait gaji atlet ini.

“ Saya siap menganggarkan anggarannnya apabila SKPD mengusulkannya,” tegas Rudy Susmanto, Rabu, 12 Januari 2022.

Tak ada alasan untuk tidak mendukung,kata Rudy, karena dalam program yang dibangun Dispora ini merupakan salah satu bentuk Investasi Sumber Daya Manusia ( ISDM).

Ia sangat optimis, ketika para atlet sudah mendapatkan kepastian soal kesejahteraannya maka akan merangsang motivasi yang tinggi bagi mereka untuk mengangkat  nama harum daerah atau negara dalam berbagai event olahraga.   

Sementara itu,  TR selaku Sekdispora Kabupaten Bogor mengatakan SKPD nya dalam hal ini Dispora pasti akan mengajukan soal anggaran ini.

Namun saat ini, tambahnya,  pihaknya masih dalam tahap finishing pembuatan  Perbup “gaji” atlet.

“Tujuan saya hanya satu, saya ingin semua atlet Kabupaten Bogor ini bisa sejahtera dan nyaman dalam berlatih, bertanding hingga bisa selalu meraih prestasi yang mengangkat prestise daerah,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Dispora Rancang Perbup “Gaji” Atlet

0

JURNAL INSPIRASI – Upaya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor memberikan kesejahteraan kepada atlet Kabupaten Bogor bukan hanya gincu belaka.

Buktinya, Dispora Kabupaten Bogor sudah mengundang SKPD terkait dalam rapat resmi pembahasan Perbup terkait apresiasi prestasi para atlet Kabupaten Bogor.

Dalam rapat terakhirnya di ruang rapat besar Dispora Kabupaten Bogor, Selasa, 12 Januari 2022  hadir perwakilan dari Dispora, BKPSDM, BPKAD, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bagian Kesra Setda,NPCI,  KONI dan  Bagian Pembangunan Setda.   

Menurut Sekdispora Kabupten Bogor, Trian Turangga yang akrab disapa TR mengatakan, pemberian penghargaan prestasi atlet ini tak hanya berupa nominal uang.

Akan tetapi, katanya, penghargaan prestasi atlet ini bisa berupa besiswa sekolah dan kuliah bagi para atlet.

Terkait masalah  gaji bulanan, sambung TR, ini wajib dilakukan, karena sebagai bentuk perhatian Pemkab Bogor kepada para atlet Kabupaten Bogor untuk terus berprestasi diberbagai event yang akan diikutinya.

“ Saat ini kami sedang menyusun soal definisi atlet Kabupaten Bogor itu siapa saja. Hal hal ini yang tengah kami rumuskan sebelum jadi Perbup yang akan menjabarkan soal pemberian gaji bulanan kepada para atlet,” beber TR.

Intinya, sambung TR, untuk tahap awal ini kami akan fokus membuat Perbup ini.

Sementara Itu, Waka I KONI Kabupaten Bogor, EF Joy Pendhita mengatakan, rancangan pemberian gaji dan  penghargaan lainnya  kepada para atlet Kabupaten Bogor ini satu hal yang sangat positif.

“Ini akan sangat menguntungkan bagi cabor atau lembaga olahraga yang menaungi pembinaan para atlet Kabupaten Bogor,” beber EF Joy Pendhita yang saat ini masuk dalam kepengurusan Asprov PSSI Jabar sebagai anggota Komite Sepakbola.

Joy berharap, Perbup yang akan mengatur soal gaji atlet ini bisa segera rampung dan terealisasi pada tahun 2022.

Hal yang sama dikatakan,  Iji Hataji, Wasekum NPCI Kabupaten Bogor mengaku sangat setuju dengan rancangan Perbup “Gaji” atlet ini.

Terlebih, kata Iji, pihak Dispora Kabupaten Bogor juga ingih lebih jelas lagi dalam membuat definisi atlet Kabupaten Bogor.

“Kami dari NPCI Kabupaten Bogor sangat mendukung rancangan Perbup “Gaji” atlet Kabupaten Bogor ini. Karena ini akan menimbulkan efek domino yang positif bagi kelangsungan olahraga di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Kadisdik Resmikan SDN 06 Citeureup, Dorong Mutu Pendidikan Melalui Sarana dan Prasarana Sekolah

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah meresmikan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Citeureup yang berlokasi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (12/01/22). Kadisdik mendorong mutu pendidikan melalui sarana dan prasarana sekolah.

Juanda Dimansyah mengatakan, pembangunan gedung SDN 06 Citeureup ini adalah progres yang dilakukan oleh Disdik Kabupaten Bogor. “Sesuai dengan fungsi Disdik untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Menurut Juanda, dalam peningkatan mutu ini ada beberapa hal yang penting dan harus diprioritaskan, seperti sarana dan prasarananya merupakan hal yang penting dan harus diprioritaskan. Mengingat  Kecamatan Citeureup ini merupakan daerah perkotaan.

“Dengan berada di daerah perkotaan, sangat disayangkan mereka (SDN 6 Citeureup,-red) saat itu masih menempati gedung bersama dengan sekolah yang lain,” tutur Djuanda.

Atas dasar itu, Disdik berinisiatif mengambil langkah-langkah upaya untuk membangun gedung baru dengan pelaksanaan ini diatas lahan yang cukup luas sekitar 1900-an meter masih banyak menyisakan ruang, karena yang baru dibangun sekitar 450 meter dengan anggaran Rp 2,3 miliar.

“Pembangunan dengan anggaran sebesar 2,3 miliar ini sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang Disdik Kabupaten Bogor buat,” jelasnya.

Menurutnya, ada tahapan-tahapannya karena ini masuk dari tahun 2017, dan tahapan yang dilakukan ada ketentuan RPJMD Kabupaten, Melihat masih banyak ruang yang belum terpakai, Djuanda pun mengungkapkan akan menindak lanjuti pembangunan, karena dipandangnya gedung yang sudah terbangun ini masih belum mencukupi untuk menampung siswa.

“Karena ini baru 9 ruang, masih kurang 3 rumbel, mungkin akan ada penambahan karena memang muridnya cukup banyak,” bebernya ,

Dengan terbangunnya gedung SDN 06 Citeureup ini, dia berharap besar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung dengan nyaman dan tindak lanjut perawatan oleh pihak sekolah.

” Untuk perawatan gedung dari sekolah, tentunya ada kaitannya dengan pemeliharaan yang sudah dipersentasekan melalui Bantuan Operasional Sekolah(BOS), intinya untuk perawatan dan pemeliharaan sudah ada, dan sudah dianggarkan dalam Dana BOS,” paparnya.

Menurutnya, dengan konsep pembanguan yang berbeda tentunya sekolah ini akan menjadi sorotan dari sekolah lain. Anggaran dilihat lagi dan jika ada anggarannya maka akan dibuat lebih nyaman lagi. Upaya ini dilakukan sesuai apa yang diinginkan Bupati Bogor melalui program Bogor Cerdas.

Di lokasi yang sama, Kepala Sekolah SDN 06 Citeureup, Siti Hapsoh amat bersyukur dengan telah diresmikannya gedung yang sangat indah ini.

“Alhamdulillah SDN 06 Citeureup telah memiliki gedung baru yang sangat bagus, karena sebelumnya menumpang di SMP PGRI Citeureup,” katanya.

Ia berharap kedepannya, dengan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah bisa mendorong KBM di sekolah ini.

“Dengan kualitas sarana dan prasarana yang bagus ini, saya berharap dan sangat mengupayakan sekolah bisa meningkatkan kualitas belajar mengajar dan meningkatkan prestasi siswa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ojol Lapor Motor Hilang, Malah Kena Pukul Polisi

0

JURNAL INSPIRASI – Seorang driver ojek online (ojol) dipukul oleh aparat kepolisian usai melaporkan kasus pencurian sepeda motor miliknya ke Polsek Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dari informasi yang dihimpun, aksi pencurian yang dialami driver ojol itu terjadi pada Sabtu (8/1) lalu. Namun, kala itu korban tak langsung melapor ke pihak berwajib.

Korban kemudian baru melapor ke Polsek Cileungsi pada Senin (10/1). Disebutkan bahwa laporan korban tersebut tak ditanggapi oleh anggota yang bertugas.

Bahkan, korban disebut juga mengalami aksi pemukulan oleh anggota saat membuat laporan tersebut.

Charly, seorang driver ojek online (Ojol) diduga dipukul oknum polisi saat hendak membuat laporan sepada motor miliknya di Polsek Cileungsi.

Dugaan pemukulan terungkap dari cerita akun Instragram @marinnadks hingga viral di medsos, Senin (10/1) lalu.

”Sudah (lapor), tapi tidak tanggapi sama polisi Cileungsi  Abang saya dipukul dadanya malah katanya kalu gak ada uang, gak diurus, ” tulis akun tersebut.

Bukan hanya kehilangan motor, driver ojol tersebut  kehilangan dompet yang tersimpan di bagasi motor miliknya.

Terkait hal ini, Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya, membenarkan adanya pemukulan tersebut dan mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sudah melakukan penanganan kepada korban secara langsung dengan baik di hari itu juga.

“Dari proses laporan polisi, klaim asuransi, hingga administrasi lainnya pun sudah selesai kita tangani. untuk penanganan kasusnya saat ini pun sudah dalam proses penyelidikan kami,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/1).

Terpisah, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin juga membenarkan kejadian tersebut. Namun, kata Iman, pihaknya langsung menindak tegas anggota tersebut.

“Sudah ditindak tegas dengan penanganan kode etik dan disiplin,” kata Iman saat dikonfirmasi.

Namun, Iman tak membeberkan identitas anggota tersebut. Iman hanya menyebut bahwa yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan oleh Propam dan telah diberikan sanksi.

“Sudah diberi sanksi, penempatan khusus dan ditarik dari bagian pelayanan,” ucap Iman.

** Nay/Wisnu

Paguyuban RW Desa Singasari Santuni Yatim

0

JURNAL INSPIRASI – Paguyuban RW Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor memberikan santunan kepada 25 anak yatim dari warga kurang mampu di Kp Ciukuy RT 03 RW 04, Desa Singasari, Jonggol. Paguyuban RW ini merupakan komunitas yang didirikan dan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan di sekitar wilayah Jonggol.

Ketua Paguyuban RW Kecamatan Jonggol, Yohanis mengatakan,  santunan anak yatim sering dilakukan di wilayah Kecamatan  Jonggol dan ini merupakan kegiatan yang kelima kalinya.

“Alhamdulillah para RW di Kecamatan Jonggol  sangat antusias mengikuti kegiatan Paguyuban RW. Para kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Jonggol sangat mendukung adanya kegiatan kita ini,” ungkapnya, Rabu ( 12/01/22).

Menurutnya, kades di Kecamatan Jonggol  mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan Paguyuban RW, adanya kegiatan yang bersifat sosial ini, para donatur banyak yang membantu dengan menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Paguyuban RW Kecamatan Jonggol.

“Kami berharap, semoga kegiatan sosial ini dapat sedikit membantu anak yatim piatu dan warga masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Adapun kegiatan lainnya yang telah dilakukan oleh Paguyuban RW selain  santunan kepada anak yatim piatu juga memberikan bantuan kepada warga yang terkena bencana alam.

“Kami juga siap membantu dalam menangani bencana alam seperti banjir, dan tanah longsor,” paparnya.

** Nay/Ramses

Warga Desa Cikeas Udik Sudah Bosan Dengan Janji Pemerintah

0

JURNAL INSPIRASI – Warga dan pengendara yang menggunakan  kendaraan  bermotor  yang melintas di jalan Lapangan  Kapuk  RT 01 RW 12 Desa Cikeas Udik , Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor  mengaku sudah bosan mengeluhkan kondisi jalan di desa tersebut yang hingga saat ini rusak dan berlubang.

Seperti yang disampaikan Edi Rohman. Hal itu karena warga sudah lelah beberapa tahun ini mereka  menyampaikan keluhannya, baik kepada anggota dewan maupun Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR Kabupaten Bogor  tentang kondisi jalan lintas  yang rusak parah tersebut. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Buat apa mengeluh, didengar juga tidak. Nanti kalau mau Pilkada lagi, baru datang ke sini memberikan janji-janji untuk memperbaiki jalan,” kata Ketua Himpunan Pengusaha Bogor Timur (HPBT), H. Edi Rohman saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (12/1).

Menurutnya, sudah hampir 5 tahun ini jalan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Khususnya jalur  di jalan  Lapangan Kapuk RT 01 RW 11 Desa Cikeas Udik yang sempit tersebut nyaris tak menyisakan permukaan datar karena rusak parah dengan lubang menganga di badan jalan.

“Padahal sebelumnya ada pengerjaan pembangunan dan perbaikan jalan. Namun pembangunan hanya dilakukan di beberapa titik saja. Bahkan saat Dinas PUPR  melakukan pemeliharaan  jalan ini sudah rusak namun tak juga diperbaiki,” ungkap H Edi

Menurutnya, kondisi jalan yang semakin lama semakin rusak tersebut dikhawatirkan masyarakat sekitar akan berdampak pada kecelakaan lalu lintas. Pasalnya sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas dari kendaraan yang melintasi kawasan tersebut. Ditambah lagi dengan arus lalu lintas yang akhir – akhir ini semakin padat.

“Jalannya sempit dan padat kendaraan, ditambah lagi jalan berlubang. Sudah sering kendaraan motor roda dua  yang melintas kawasan tersebut terpeleset dan jatuh, khususnya ketika hari hujan, jalan tersebut sangat rawan kecelakaan,” jelas H. Edi.

Hal serupa juga disampaikan Dadang, warga sekitar yang turut mengeluhkan kondisi jalan yang semakin hari semakin rusak. Ia mengaku sudah sering melihat pengendara motor yang jatuh terpeleset ketika melintasi jalan tersebut.

 “Apalagi musim hujan, saat ini masih berlangsung dan sering sekali pengendara yang jatuh. Jalannya selain sempit, dan berlubang, juga sangat licin,” ungkapnya.

Untuk itu, Dadang berharap kepada Pemkab Bogor untuk bisa memperhatikan ruas jalan Lapangan Kapuk RT 01 RW 11 Desa Cikeas Udik.

 “Yang jelas kami berharap pemerintah bisa segera memperbaikinya. Saya pikir warga serta pengendara lainnya setuju, jika jalan ini diperbaiki karena akan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

** Nay/Ramses