27.5 C
Bogor
Saturday, August 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 915

Dewan Demokrat Apresiasi Kepsek dan Guru SDN Cikereteg 3

0

Caringin | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Abdul Djalil, memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik di SDN Cikereteg III yang sudah memberikan ilmu serta pendidikan terbaik terhadap siswa. Hal itu diungkapkan wakil rakyat dari Partai Demokrat, saat menghadiri wisuda dan pentas seni siswa SDN Cikereteg III yang berlokasi di Kampung Ciderum, RT 03 RW 09, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Minggu (26/06).

“Saya sampaikan apresiasi yang sebesarnya kepada guru pengajar di SDN Cikereteg III, karena sudah mendidik siswa dengan penuh dedikasi dan kesabaran selama 6 tahun. Sehingga, saat ini bisa lulus untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” kata Abdul Djalil usai memberikan sambutan kepada wartawan.

Menurutnya, SDN Cikereteg III yang saat pertama kali dibangun dinamakan Inpres, sudah mencetak puluhan anak didik, baik itu yang berdomisili di Desa Ciderum maupun luar desa hingga kecamatan.

“Kebetulan saya anak didik angkatan pertama di sekolah ini,” aku dewan yang duduk di Komisi 3 tersebut.

Abdul Djalil berharap, semua siswa yang tahun ini lulus, bisa melanjutkan jenjang pendidikannya ke SMP atau sederajat, bahkan hingga mendapatkan gelar sarjana. Untuk itu, dukungan dari para orang tua sangat penting agar cita-cita anaknya dapat terwujud.

“Saya doakan semoga semua siswa di sekolah ini, meraih kesuksesan di masa mendatang,” paparnya.

Kepala sekolah (Kepsek) SDN Cikereteg III, Endang Mahpudin menuturkan, untuk tahun ajaran 2022-2022 ini, sekolah yang dipimpinnya itu meluluskan 60 orang siswa-siswi.

“Alhamdulillah, semua siswa didik kelas VI lulus seratus persen. Saya sudah cek semua lulusan disini akan melanjutkan ke jenjang berikutnya, jadi tidak ada yang putus sekolah,” jelasnya.

Endang pun menjelaskan, dirinya menjabat sebagai Kepsek di sekolah ini, baru tiga tahun. Dimana, kegiatan wisuda ini pertama kali digelar semenjak pandemi Covid-19 masuk Indonesia pada 2020 lalu, sehingga antusias orang tua siswa dan siswi didik sangat tinggi.

“Kalau acara seperti ini sih sudah 10 tahun tidak pernah dilaksanakan. Sebenarnya tahun 2020 juga sudah mau mengadakan acara seperti sekarang, tapi adanya Covid-19 akhirnya batal. Makanya, antusias orang tua siswa dan warga disini sangat tinggi dan mendukung sekali,” akunya.

Sementara, perwakilan komite SDN Cikereteg III, Adeng Supriatna menyatakan, acara wisuda atau perpisahan ini dimeriahkan oleh penampilan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Mereka menampilkan berbagai kesenian, mulai menari hingga menyanyi. Selain perpisahan siswa kelas 6, kegiatan perpisahan kali ini sekaligus pelepasan kepala sekolah yang akan purna bakti alias pensiun.

“Kepala sekolah akan purnabakti dibulan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada Kepsek selama menjabat di SDN Cikereteg III sudah memberikan berbagai dedikasi dan motivasi, baik terhadap guru maupun siswa didik,” tukasnya yang juga sebagai pengajar sastra Sunda di SMK Darrul Qu’ran Cisarua.

** Deni Pratama

Yayasan Ar-Rahman Jonggol Wisuda 74 Siswa Tahfidz 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Yayasan Ar-Rahman Jonggol mengadakan wisuda Tahfidz sekaligus  pelepasan 74 siswa SMP dan SMA di halaman sekolah yang terletak di Kp Karni Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Sekretaris Yayasan Ar – Rahman Leo Admaja mengatakan, acara terselenggara berkat dukungan semua pihak, baik  dari  sekolah, orangtua, panitia OSIS, komite sekolah, dan juga pihak yayasan sehingga acara berjalan dengan baik.

“Saya mewakili pihak yayasan  mengucapkan terimakasih tak terhingga, kepada pihak panitia yang  telah menyelenggarakan acara Tahfiz ini,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (25/06/22)..

Dalam acara  tersebut dilakukan prosesi pengumuman siswa berprestasi dan kepada para siswa agar mempertahankan nilai kebaikan yang sudah diperoleh selama di sekolah. “Jangan ketika sudah melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, semua nilai kebaikan itu ditinggalkan begitu saja, seperti membaca Alqur’an, shalat lima waktu, sholat dhuha, menutupi aurat dan lain-lain,” jelasnya.

Dia berharap anak-anak tetap istiqomah dengan Islam, dan terus menjadi manusia yang meraih ridho Ilahi dengan prestasi ya masing masing. Ia juga mengingatkan perpisahan itu bukan berarti akhir segalanya karena suatu saat nanti bila Allah mengizinkan, para siswa akan bertemu lagi dilain hari.

“Jadilah manusia yang kuat imannya, kuat aqidahnya, saling menyantuni, dan menghormati sesama manusia. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua,” harap Leo.

Menurutnya , acara wisuda kali ini bukanlah sebuah perpisahan, melainkan pelepasan untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Kalau perpisahan itu kita berpisah, padahal pintu Yayasan Ar – Rahman selalu terbuka khususnya kepada para alumninya. Perlu diketahui siswa-siswi Yayasan Ar – Rahman merupakan dari keluarga yang ekonomi  menengah kebawah dan juga para anak yatim piatu,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Banyak Pungli di Wisata Leuwihejo, Pengelola dan Perhutani Buat MoU

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

PT Perhutani KPH Kabupaten Bogor dengan pengelola wisata Leuwihejo Tjutju Supriawan menandatangani perjanjian kerjasama atau MoU (memorandum of understanding) guna mencegah adanya pungutan liar (pungli) yang sering dikeluhkan oleh pengunjung atau wisatawan.

Perjanjian tersebut dibuat di aula Kesatuan Pengelola Hutan, komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor.  Tjutju Supriawan menyampaikan, Mou dan NKK (Nota Kesepakatan Kerjasama) pengolahan lahan wisata seluar 18,5 hektare dengan pihak PT Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Pada hari Kamis (17/06), point – point yang disepakati diantaranya, meningkatkan kualitas dan kenyamanan wisata Leuwi Hejo, Leuwi Cepet, Leuwi Barong dan Leuwi Cibaliung menjadi tempat wisata yang menarik perhatian wisatawan,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (25/06).

Upaya ini juga demi mewujudkan sarana dan prasarana pengunjung, dan akan lebih ditingkatkan untuk fasilitasnya seperti mushola (sarana ibadah), toilet, rumah makan, gazebo-gazebo dan sarana trekking (jelajah alam) maupun camping ground.

“Pihak PT Perhutani berharap adanya sinergitas antara pihak PT. Sentul City Tbk dengan BUMN dalam hal ini PT Perhutani, dengan memberlakukan one stop ticket. Dimana ada lahan milik PT Perhutani dan lahan PT Sentul City yang berdekatan. Sehingga lahan PT sentul City, tbk yang berada didepan sebagai pintu masuk dan lahan milik PT Perhutani yang berada di belakangnya sebagai obyek wisata potensial,” papar Cucu biasa disapa.

Kedepan lanjutnya, PT Sentul City Tbk dan PT Perhutani, dapat berdampingan untuk pelestarian dan perlindungan alam. Karena wilayah tersebut merupakan ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu paru-paru dunia.

“Dengan adanya sistem satu tiket dalam satu gerbang masuk, tidak akan ada lagi pungutan – pungutan liar. Sistem ini akan berdampak positif yang membuat harga tiket masuk menjadi murah dan dapat dijangkau oleh kalangan luas,” jelasnya.

Menurutnya, ia akan berkomitmen dengan apa yang tertuang dalam Mou yang tertuang dalam perjanjian kerja sama tersebut. Dia akan melakukan penghijaun dengan mananam 400 pohon setiap satu hektare lahan. Maka dengan luasan 18,5 hektare sampai 20 hektar akan ditanam 8000 tanaman keras.

“kedepannya juga akan segera dibangun sarana dan prasarana pendukung, baik lahan parkir yang layak, jalan setapak, saluran air, kantong-kantong berteduh bagi wisatawan, sarana penerangan dan tempat sampah, yang merupakan bagian dari penunjang wisata,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

BPD Pangkaljaya Minta Kontraktor Komunikasi Saat Bangun Jembatan Cikaniki II

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pangkaljaya Ida Royani meminta pihak kontraktor segera koordinasi dan membangun komunikasi dengan kedua Pemerintah Desa Pangkaljaya dan Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor saat membangun jembatan Cikaniki II.

Diketahui, bukan hanya warga Desa Pangkaljaya, termasuk datangnya aspirasi dari warga Desa Nanggung mereka meminta adanya penyerapan tenaga  lokal dalam pelaksanaan jembatan Cikaniki II.

Menurutnya, BPD sebagai penjaring aspirasi masyarakat, salah satu persoalan ditengah geliat proyek bangunan jembatan masyarakat menuntut untuk diberdayakan tenaga lokal.

“Bagaimana kami mau jawab, sejauh ini pihak kontraktor juga  belum ada komunikasi terkait hal itu,” ungkap Ida kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/6).

Agar tidak miskomunikasi kata dia, proses pelaksanaan jembatan yang begitu lama, sebelum pada progres pembangunan mestinya etika dulu dijalankan. Sebab kontraktor tidak ujug-ujug bisa mendapatkan proyek, tanpa ada proses panjang dari kedua wilayah desa.

“Dengan anggaran tak sedikit, hadirnya pembangunan jembatan itu dasarnya usulan dari desa,” imbuhnya.

Menurutnya, semua pihak sama-sama punya kewajiban untuk  mendukung program pemerintah, salah satu terbangunnya jalur penghubung yang akan mendongkrak perekonomian masyarakat. “Diharapkan pihak kontraktor segera melakukan koordinasi dengan kedua wilayah desa,” tuturnya.

“Disitu juga kan ada Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) ya, komunikasinya dijalankan. Bahkan bukan dengan Desa Pangkaljaya saja, termasuk BPD Desa Nanggung pun, hingga kini kontraktor belum juga ada koordinasi” paparnya lagi.

Ida Royani yang merupakan mantan Anggota DPRD kabupaten Bogor menegaskan, sebagai BPD  tentu punya hak menampung aspirasi masyarakat dan ada kewajiban mengawasi selama berlangsungnya pembangunan tersebut.

Bahkan hadirnya pembangunan jembatan pun dasarnya adalah usulan dari desa dengan anggarannya tidak sedikit. Jembatan Cikaniki II dibangun PT Trimanunggal Karya dibawah konsultan pengawas PT Demensi Ronakon dengan  anggaran sebesar Rp15.994.199.750 miliar.

“Diharapkan  proyek jembatan penghubung antara Desa Pangkaljaya Nanggung bisa berjalan sesuai spesifikasi RAB,” tukasnya. 

** Arip Ekon

e-SPPT Masuk 99 Top Inovasi Pelayanan Publik

0

JURNAL INSPIRASI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor terus memberikan kemudahan layanan bagi warga. Salah satunya dengan membuat program e-SPPT, yang kini masuk ke dalam 99 Top Pelayanan Publik.

“Dalam waktu dekat pak wali akan ekspose, mudah-mudahan bisa masuk ke peringkat 40,” ujar Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Kota Bogor, Anang Yusuf kepada wartawan, Minggu (26/6).

Menurut dia, e-SPPT telah dilaunching pada 2021 lalu, dan ditargetkan pada 2023 mendatang untuk SPPT tidak dilakukan secara manual.

“Selain mempermudah pelayanan, e-SPPT juga bentuk penghematan anggaran dan dapat mengefisienkan waktu,” kata Anang.

Sebab, kata dia, apabila SPPT dilakukan secara manual, maka membutuhkan waktu sebulan untuk satu SPPT.

“Belum lagi mendistribusikan ke wajib pajak, butuh tiga bulan untuk sampai,” katanya.

Dengan e-SPPT ini, wajib pajak hanya tinggal mendaftarkan NOP dan NJOP. “Nanti setiap 1 Januari kita akan sebar dokumennya, mereka tinggal download saja, dan langsung bayar melalui aplikasi,” katanya.

Kata Anang, dengan adanya e-SPPT target pendapatan pajak dapat meningkat hingga 20 persen. “Kami juga sudah sosialisasikan kepada para lurah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anang menegaskan bahwa Bapenda saat ini tengah membuat digitalisasi peta bidang untuk mengetahui objek pajak yang sudah bayar atau belum melaksanakan kewajibannya. Kelurahan Sempur saat ini tengah berjalan,” ungkapnya.** Fredy Kristianto

Kembali Buka Cabang, Kini Oscar Ayam Penyet Buka di Ruko Yasmin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Oscar Ayam Penyet optimistis membuka cabang bisa tersebar di setiap kecamatan yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor. Usaha franchice ini kini mulai opening cabang ke-3 di Ruko Sektor 6 Yasmin Bogor.

Owner Oscar Ayam Penyet Oscar Junior menjelaskan, dia mulai tertarik pada dunia kuliner yang sebelumnya sudah digeluti oleh orang tuanya, Oscar Dani Susanto.

“Menu andalan disini yang menjadi favoritnya adalah Ayam Penyet Bakar yang kami namai Oscar Ayam Penyet. Namun selain menu tersebut kami juga menyediakan menu lain, seperti Ayam Goreng, Gurame, dan berbagi jenis minuman yang kami sediakan,” ujar pemuda milenial berusia 29 tahun ini kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/06/22).

Pada hari pertama buka Oscar Ayam Penyet di Yasmin, antusias pembeli sudah cukup banyak.

“Untuk makan disini tidak perlu khawatir kemahalan karena cukup mengeluarkan uang Rp25.000 sudah bisa menikmati Ayam Penyet Oscar  dan untuk pemesanan sendiri bisa datang langsung atau melalui online food karena kami sudah mendaftarkan pula ke online food untuk memudahkan pembeli jika ingin menikmati Ayam Penyet Oscar,” papar Oscar Junior.

Untuk cabang pertama telah ada di Tegal Gundil, Bogor Utara dan cabang kedua di Ciheuleut, Baranangsiang, Bogor Timur, dan untuk cabang yang ketiga sekarang ini di Ruko Sektor 6 Yasmin, Bogor Barat, Kota Bogor

“Kami berharap untuk cabang Yasmin ini bisa seperti yang cabang 1 dan 2 , dalam sehari bisa menghabiskan 700 potong Ayam Penyet, sehingga bisa membuat kami bisa membuka cabang di tempat lain, dan juga membuka peluang usaha untuk masyarakat,” pungkasnya.

** nay

Mentan Ajak Ribuan Petani Bersama Antisipasi Krisis Pangan Global

0

Maros | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mengantisipasi krisis pangan global yang saat ini sedang melanda dunia.

Mentan mengajak semua pihak bersama berkontribusi terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan. Menurutnya, setiap kepala daerah untuk memperkuat lumbung-lumbung pangan dan cadangan pangan untuk ketahanan pangan daerah.

“Untuk itu diperlukan pemetaan potensi unggulan daerah, termasuk potensi komoditas lokal, sehingga akan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani”, tegas Mentan saat membuka kegiatan Pra Penas Petani Nelayan Tahun 2022 di Maros, Sulsel, Sabtu (25/6/2022).

Momen Pra Penas 2022 yang dihadiri berbagai kalangan, mulai dari petani yang tergabung dalam KTNA, PERHIPTANI, penyuluh, hingga peneliti bidang pertanian, Mentan Syahrul menekankan agar semua pihak bersama pemerintah menghadapi ancaman krisis pangan.

“Pertanian modern harus diperkuat, langkah extra ordinary harus dilakukan. Smart farming, pemanfaatan inovasi teknologi di era Revolusi Industri 4.0 seperti pemanfaatan Internet of Things (IoT), Drone, Robot Construction, Artificial Intelegent (AI),” tambahnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pra Penas Petani Nelayan Tahun 2022 ini merupakan forum pertemuan pendahuluan sebelum acara Penas Petani Nelayan XVI yang direncanakan diselenggarakan pada tahun 2023 di Propinsi Sumatera Barat.

Setidaknya hadir lebih dari 5000 orang dalam kegiatan ini, dengan tujuan meningkatkan motivasi serta gairah petani, nelayan, petani hutan, serta masyarakat pelaku agrobisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

**PPMKP/Kementan

Tugu Kujang Bakal Direvitalisasi

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta agar dilakukan kajian teknis secara serius terhadap kondisi Tugu Kujang. Hal ini diungkapkannya usai meninjau pelaksanaan kegiatan babakti Tugu Kujang, baru-baru inim

Kajian tersebut diminta Bima Arya tidak terlepas dari laporan yang diterima dimana ada indikasi kerusakan di beberapa titik karena termakan usia atau waktu, sehingga diperlukan revitalisasi yang rencananya akan dilaksanakan tahun depan.

Salah satu yang dilaporkan adalah pecahnya prasasti Tugu Kujang yang ditandatangani Wali Kota Bogor, Achmad Sobana saat pertama kali Tugu Kujang dibangun pada tahun 80-an dan hingga saat ini Tugu Kujang sudah berusia kurang lebih 40 tahun.

“Mudah-mudahan tahun depan kita akan anggarkan berdasarkan hasil kajian secara serius agar nantinya kondisi Tugu Kujang lebih kokoh sehingga aman secara teknis, bagian-bagian yang rusak bisa kita perbaiki. Selain itu juga taman yang ada akan kita tata jadi lebih baik lagi. Saya inginnya lebih tinggi tapi kita lihat hasil kajian nanti,” kata Bima Arya didampingi Kepala Disparbud Kota Bogor, Atep Budiman dan Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih.

Babakti Tugu Kujang atau ngumbah Tugu Kujang menurut Bima Arya, memiliki arti menjaga warisan masa lalu dan mengingatkan makna filosofi dari Kujang. Selain itu, secara fisik dan teknis harus dipastikan Tugu Kujang bangunannya tetap kokoh dan kondisinya layak.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Atep Budiman menyampaikan pihaknya sudah menampung usulan ini sejak babakti Tugu Kujang tahun 2018 dan 2019.

“Kondisinya sudah terlihat, khususnya pada kujangnya, sudah ada perubahan-perubahan pada fisiknya, dikhawatirkan ada hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa berakibat fatal. Makanya kegiatan ngumbah kujang hari ini jadi momen untuk memotret lebih komprehensif kondisi terbaru tugu kujang dan juga kebutuhan kita untuk merevitalisasi sejauh mana,” jelas Atep.

Ke kepan kata Atep, Disparbud dan Disperumkim Kota Bogor akan melakukan pertemuan untuk berbagi tugas sesuai dengan ranah tupoksi masing-masing merumuskan rencana revitalisasi.

“Mudah-mudahan sesuai harapan Pak Wali Kota, lebih cepat lebih baik, tetapi harus selaras dengan jadwal penganggaran,” katanya.** Fredy Kristianto

Eks Holywings Disegel dan Diancam Cabut Izin

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyegel Elvis (eks Holywings) lantaran kedapatan menjual minuman beralkohol (minol) dengan kadar alkohol di atas 40 persen.

“Penyegelan dilakukan selama 14 hari kedepan,” ujar Wali Kota Bima Arya kepada wartawan, Sabtu (25/6).

Bima juga menegaskan bahwa pihaknya bakal mencabut izin Elvis yang masih berafiliasi dengan Holywings.

“Izin yang diberikan ini bukan untuk menjual alkohol di atas 5 persen, tetapi dari pengecekan kami, ditemukan alkohol di atas 5 persen rata-rata 40 persen,” ucap dia.

Bima menyanyangkan sikap Elvis yang masih menjual alkohol diatas 5 persen.

“Saya kira ini sudah keterlaluan, tidak paham, tidak mau memahami, tidak mau menaati aturan dan juga kearifan lokal kita. Karena itu sesuai dengan prosedur Elvis yang terafiliasi dengan Hollywings Jakarta kami segel, sekaligus dibekukan IMB,” ungkapnya.

Saat disinggung soal adanya promosi minol yang meresahkan dan menyinggung umat beragama. Bima memastikan bahwa hal tersebut tidak terjadi di Kota Bogor.

“Forkopimda menindaklanjuti laporan dari masyarakat keresahan yang diakibatkan karena adanya promosi dari Holywings kami cek langsung ke lokasi walaupun di Kota Bogor ini sudah berganti nama menjadi elvis, tetapi kami temukan bukti bahwa toko ini gerai ini masih terafiliasi dengan Holywings Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, pihaknya berkoordinasi dengan jajaran satpol PP dengan Kodim untuk memastikan bahwa Elvis mematuhi ketentuan.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan tentunya kami akan terus mengawal apa yang menjadi ketentuan kebijakan Wali Kota terkait dengan penutupan penyegelan hingga nanti pencabutan izin,” tandasnya.** Fredy Kristianto

72 Atlet Tarung Derajat Bertarung di Dispora Cup

0

JURNAL INSPIRASI – Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat (TD) Kota Bogor melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) bertajuk “Dispora Cup ke-III” di GOR Indoor Pajajaran pada Minggu (26/6).

Ketua TD Kota Bogor, Boris Derurasman mengatakan bahwa kejurda ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan di ‘Kota Hujan’ pasca pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah antusias peserta sangat baik, terutama dari daerah-daerah seperti Cianjur, Depok, Sukabumi serta Kabupaten Bogor. Ya, intinya mereka mengapresiasi kejuaraan ini diselenggarakan,” ujar Boris kepada wartawan, Minggu (26/6).

Menurut dia, kejurda kali ini merupakan langkah TD dalam menjaring atlet muda potensial, yang diproyeksikan menjadi pelapis para atlet senior.

“Turnamen ini diikuti oleh 72 peserta, yang berasal dari tingkat SD, SMP hingga umum,” kata Boris.

Selain untuk menggali potensi atlet muda, sambung Boris, kejuaraan ini juga bertujuan untuk memberi motivasi bagi atlet junior, agar dapat lebih giat lagi berlatih demi meraih prestasi.

“Kami harap pasca turnamen ini bermunculan atlet-atlet junior yang dapat mengharumkan nama Kota Bogor di level daerah maupun nasional,” tandasnya.** Fredy Kristianto