30.9 C
Bogor
Saturday, May 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 914

Elly Rachmat Yasin Tegaskan Satu Kamando

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor mengintruksikan tetap mendukung program Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sejumlah pejabat teras bogor termasuk didalamnya Bupati Bogor, Ade Yasin atas dugaan kasus suap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat (Jabar).

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin menegaskan, sebagai pemenang Pemilu pada Tahun 2018 lalu, partainya akan tetap dukung program Pemkab Bogor.

“Meskipun tidak dipimpin oleh Ade Yasin, PPP khususnya di legislatif Kabupaten Bogor tetap akan konsisten mendukung program pembangunan yang memiliki manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Anggota DPR RI tersebut mengatakan, bahwa program kerja tersebut telah dirumuskan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dirumuskan pasangan Ade Yasin dan Iwan Setiawan (HADIST).

“Kami akan terus kawal program Pancakarsa demi terwujudnya Kebupaten Bogor yang maju dan berkeadaban. Program tersebut juga jadi bagian janji politik pasangan HADIST kepada masyarakat,” kata Elly.

Ia menambahkan, program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) yang juga menjadi unggulan Pemkab Bogor setahun belakangan harus tetap berjalan maksimal.

“Samisade itu jadi bagian pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor. Program tersebut pastinya amat sangat dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di pedesaan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, adanya musibah yang dialami kader partainya tersebut jadi pelajaran bagi semua.

“Musibah tersebut mudah-mudahan dapat menjadikan kita semakin dewasa dalam bertindak dan bersikap. Ini adalah bagian daripada iktibar diri,” ungkapnya.

Ia memaparkan, agar seluruh masyarakat masih dapat menghormati proses hukum yang akan dijalani oleh Ade Yasin atas musibah yang dialaminya.

“Bu Ade Yasin mengatakan pada awak media usai konfrensi pers KPK, bahwa dirinya dipaksa untuk bertanggungjawab atas perbuatan anak buahnya. Maka dari itu semua kalangan harus menghormati proses hukim hingga putusan pengadilan nanti,” paparnya.

** noverando

Pemkab Sempat Raih Penghargaan, Tapi Wilayah Cigudeg Masih Miliki Masalah Gizi Buruk dan Putus Sekolah

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sempat mendapat penghargaan program penuntasan buta aksara tingkat madya beberapa tahun lalu. Pasalnya, itu merupakan bukti kepedulian Pemkab Bogor dalam memberantas buta huruf bagi warga Kabupaten Bogor.

Tetapi sangat miris, wilayah yang berada di pelosok seperti di Kampung Cisarua RT 01 RW 07, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor ternyata selain memiliki permasalahan gizi buruk juga masih ada permasalahan pendidikan diantaranya tidak mampu melanjutkan sekolah dan buta huruf. Bahkan, program kejar paket kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)-pun tidak ada.

Terlebih, pada pada bulan April 2022 lalu, Bupati Bogor Ade Yasin baru saja meresmikan program peningkatkan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) daerah. melalui Dinas Pendidikan yang meluncurkan program Lima Warga Satu guru (Mawarsagu) dan Satgas RLS.

“Iya anak saya tiga, yang terakhir umur 2 tahun yang kemarin meninggal, yang kata dokter karena gizi buruk, yang ke 2 umur 8 tahun masih Sekolah Dasar (SD) yang ke 1 umur 16 tahun sudah tidak sekolah hanya lulus SD,” ungkap Waludin (37) kepada wartawan. Rabu, (27/4/2022).

Waludin mengaku, bahwa dia sendiri merupakan salahsatu warga yang masih buta aksara. Padahal, program tersebut menyasar kepada masyarakat yang belum menamatkan jenjang pendidikan minimal jenjang SMA/SMK maupun sederajat guna menjaring warga belajar dari masyarakat di tingkat RT, RW hingga kecamatan yang bertujuan agar warga yang belum memiliki ijazah baik itu jenjang SD, SMP hingga jenjang SMA atau SMK, sederajat melalui program PKBM.

“Saya tidak tahu kalau ada program-program yang diselenggarakan pemerintah terkait pendidikan maupun kesehatan karena saya sendiri buta huruf. Tapi saya berharap mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi,” katanya.

Sebagai informasi, Waludin (37) Warga Desa Cisarua, Kecamatan Cigudeg merupakan ayah yang memiliki 3 orang anak. Satu diantaranya merupakan balita berusia 2 tahun pasien gizi buruk yang dikabarkan meninggal dunia pada, Jumat 22 April 2022 lalu, sebelumnya sempat di rawat selama sembilan hari di RSUD Leuwiliang. Jenazah balita tersebut dibawa pulang pihak keluarga dengan menggunakan kendaraan mobil bak terbuka atau pick up. Yang lebih memperihatinkan keluarga korban yang kurang mampu itu luput dari perhatian Pemerintah desa setempat.

**Andres

Kisruh Tanah Fasum Perum GAS, Siapa Tanggung Jawab?

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Semrawutnya persoalan fasilitas sosial dan umum (fasos fasum) Perumahan Griya Alam Sentosa di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor masih menjadi polemik dan tak kunjung terselesaikan. Pasalnya warga Perum GAS RW 08 menuntut fasos fasum warga yang diduga dijual oleh oknum developer yang tidak bertanggung jawab.

Yudi Deki Purwadi

Kuasa hukum warga RW 08 Yudi Deki Purwadi, SH mengatakan, persoalan ini sudah pernah menjadi pembahasan 2 tahun lalu, bahkan sudah diadukan kepada dinas – dinas terkait, namun sampai saat ini belum ada kejelasan dan tindakan apapun.

“Saya sangat heran, padahal yang kita perjuangkan adalah apa yang menjadi haknya Pemda, tapi kenapa kami tidak mendapatkan dukungan dari Pemda. Masterplant yang kami punya tahun 1993 ini sudah sangat jelas titik – titik yang seharusnya menjadi fasos fasum ,tiba – tiba site plant itu berubah saat masa jabatan Bupati Agus Utara Efendi,” papar Yudi.

Padahal, kejanggalan demi kejanggalan itu sudah ditemukan dari bedanya nomor HGU yang dimiliki oleh pemilik lahan yang mengklaim lokasi ini merupakan kavling miliknya, sampai adanya coretan pada Sertifikat Hak Milik yang dimiliki oleh pemilik kavling.

“Ini kita pertanyakan kinerja BPN seperti apa. Saat itu dalam masterplat tahun 1993 lokasi di Blok A ini dahulunya mau dijadikan pasar, hanya karena warga yang rumahnya berdekatan dengan lahan seluas kurang lebih 1000 m tersebut keberatan maka pada akhirnya tak jadi untuk menjadi pasar, hingga pada akhirnya disulaplah menjadi taman , saat itu ada perosotan – perosotan anak disana,” bebernya.

Namun, pada tahun 2007 ada yang mengklaim bahwa mereka itu pemilik lahan di lokasi taman itu, dengan sudah mengantongi SHM , hingga membuat warga berontak , karena dari total perumahan Griya Alam Sentosa yang mencapai 78 hektare tidak sampai 2 hektare untuk fasumnya.

” Kita semua tahu aturan fasum itu seperti apa, Bangunan 60 %, fasum 40%. Namun apa faktanya, row jalan pada mastersiteplant ada 2 menjadi 1, lahan yang seharusnya untuk taman menjadi ruko, dan kini lapangan di RW 08 sudah diperjual belikan lagi menjadi kavling – kavling , ditambah lagi fasilitas pemakaman kini menjadi SMPN 3 , dan kita diarahkan ke Jatisari yang jarak tempuhnya cukup jauh, kemana Pemda yang seharusnya memelihara aset – asetnya , tapi malah membiarkan asetnya diperjual belikan oleh oknum , mirisnya bisa timbul SHM produk BPN,” geram Yudi.

Terpisah, Kepala Desa Pasir Angin Ismail menjelaskan, persoalan fasum di Perumahan GAS sudah pernah dilakukan duduk bareng dengan warga pada tahun 2013 silam saat awal – awal dirinya menjabat, namun tidak ada titik temu, hingga terjadi mediasi ke-2 dan tidak ada titik temu juga.

“Kami pemerintah desa hanya sebatas memfasilitasi, persoalan adanya jual beli kavling di lokasi yang seharusnya menjadi fasum dan perubahan site plant itu diluar sepengetahuan desa karena desa sendiri tidak pernah dilibatkan adanya perubahan siteplant tersebut,” jelas Ismail kepada Jurnal Bogor, Rabu (27/4).

Namun, kata dia pernah digelar perkara, dan sudah dihadirkan dari DPKPP, BPKAD, BPN , dan pihak developer yang memang menjelaskan sudah uji data lokasi di RW 08 tersebut memang tidak masuk fasos fasum.

“Sudah dilakukan mediasi dan uji materi atau data oleh dinas – dinas terkait yang membenarkan jika lokasi yang diklaim untuk pasar tersebut memang tidak masuk yang didaftarkan untuk fasum,” paparnya.

Pihaknya berusaha legowo, jelasnya, walaupun jika keinginan maunya lokasi itu jadi pasar, pasti akan ada perputara ekonomi nantinya. Namun apa boleh buat jika ternyata dikavling – kavlingkan dan saat ini sudah menjadi hak milik orang.

“Dan soal tanah makam , memang saat itu yang sekarang ada bangungan gedung SMPN itu diperuntukan untuk makam dan sudah diberikan ke Pemda, adapun jika saat ini tidak menjadi makam atau berubah flotingan itu merupakan kewenangan Pemda,” jelasnya.

** Nay Nur’ain

Buruh Harian PT Wika Tuntut THR tak Sesuai

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Beredar video ratusan buruh harian PT Wika melakukan aksi unjuk rasa menuntut gaji tunjangan hari raya (THR) yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi para karyawan harian. Pasalnya tunjangan hari raya yang diterima buruh harian jauh dari kata sesuai. Perusahaan yang berdiri di Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor ini memiliki buruh harian lepas berkisar ratusan orang.

“Tidak ada kebijaksanaan dari pihak perusahaan kita berkerja sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun,” ungkap salah satu karyawan inisial C (35), Selasa (26/4).

Menurutnya bukan masalah THR tidak dibayarkan, namun tidak sesuai dengan apa yang buruh harian lakukan untuk perusahaan mereka bekerja sudah belasan tahun, bahkan puluhan tahun. THR yang diberikan pihak perusahaan tidak sampai satu bulan gaji.

“Kami kecewa dengan jumlah THR yang kami terima dirasa tidak sesuai dengan pekerjaan yang kami kerjakan,” kesalnya.

Dirinya juga mengeluhkan dari sepengetahuannya produksi itu sendiri cukup ramai, dari awal Maret.

“Dari bulan Maret kemarin produksi cukup ramai, sedangkan dari pihak perusahan belum mendapatkan kesepakatan baru ada perundingan,”tutupnya

Sementara pihak perusahan tidak dapat ditemui , bahkan salah satu security sempat melarang wartawan untuk melakukan peliputan dan meminta untuk menghapus karya jurnalistik kepada salah satu wartawan tv nasional.

** Nay Nur’ain

Seorang Anak Korban Hanyut di Selokan Ditemukan Tewas

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Seorang anak di Griya Bukit Jaya (GBJ) Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor hanyut ketika bermain bola di dekat selokan. Korban ditemukan tersangkut jaring besi dalam kondisi tewas.

Korban bernama Ketriel Sihombing (5) sebelum kejadian, bermain bersama 4 temannya saat hujan deras. Diduga korban terpeleset dan hanyut.

“Warga GBJ 2 sedang bermain di RT 05 RW 25 dan pas hujan itu dia lagi maen di seputar balai RW 25, kejadiannya korban masuk ke selokan itu sekitar jam 1 an jadi entah kenapa langsung masuk ke selokan terus bablas terbawa arus,” papar Nanang, warga GBJ.

Menurut Nanang, bahwa kronoligis kejadiannya anak tersebut sedang bermain bola dengan teman-temannya di seputar balai RW 25 sekitar Pukul 12:00 WIB saat hujan deras.

 “Korban berusia sekitar 4-5 tahun , yang merupakan warga Griya Bukit Jaya, Saat ini korban telah dibawa ke rumah sakit YAPIDA,” jelasnya.

Senada disampaikan Komandan Regu Pemadam Kebakaran Alan, dia mendapatkan laporan dari masyarakat, bahwa ada warga yang sedang hanyut.

“Salah satu warga terpeleset ke dalam parit atau selokan lalu terbawa arus dan kemudian intensitas hujan cukup deras lalu si korban terbawa arus melewati gorong gorong,” katanya, Rabu (27/4).

Ia menjelaskan, korban lalu dievakuasi untuk mengeluarkan korban sekitar 1 jam.

“Alhamdulillah korban bisa diangkat dan keadaan korban sudah meninggal, kesulitan saat evakuasi tadi kita bobok dulu cocoran lalu kita potong dulu behel-behelnya sampai bawah,” ujarnya.

Saat masuk ke bawah selokan, kata dia, masih ada jaring-jaring besi untuk menahan sampah dan ternyata ditumpukan sampah tersebut ada korban.

“Korban saat ini langsung dibawa dengan ambulance ke rumah sakit YAPIDA,” bebernya.

** Nay/Wisnu

Kades Sukamanah Imbau Warga Cek Rumah Sebelum Mudik

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sukamanah, Hadi Sutardi menghimbau pada warga yang akan bepergian  mudik untuk memastikan kondisi rumah sudah  aman. Pihak pemdes sudah mengeluarkan surat edaran yang sudah diberikan ke seluruh RT, RW dan Kadus.

“Saya menghimbau kepada  warga Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor yang mau mudik,  pastikan rumah warga yang mau mudik, dititipkan pada RT, RW atau tetangga. Kedua, pastikan bahwa peralatan-peralatan yang ada di rumah dalam kondisi paling aman, misalnya listriknya, kompor , tabung gas, dan lain-lain,” ujar Hadi Sutardi  saat ditemui Jurnal Bogor, Rabu (27/4).

Menurutnya, selain memastikan kondisi rumah sudah aman sebelum ditinggal mudik, Kades Sukamanah ini juga mengingatkan agar selalu  tetap menjaga protokol kesehatan selama mudik dan jangan lupa segera melengkapi vaksin.

“Sebelum berangkat mudik pastikan sudah divaksin lengkap dan tetap menjaga protokol kesehatan selama mudik agar saat kembali ke rumah tinggal tidak membawa penyakit atau timbul klaster baru ,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Warga Kota Bekasi Antusias Sambut Pasar Tani Kementan

0


Bekasi | Jurnal Bogor

Semakin mendekati Hari raya Idul Fitri 1443 H Kementerian Pertanian (Kementan) terus gencar menggelar Pasar Tani. Bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi, Polresta Bekasi dan Makodim 0507/Bekasi, di Kota Bekasi acara dilaksanakan di Alun – alun Kota Bekasi, Rabu (27/4) disambut antusias warga.

Pasar tani merupakan satu strategi Kementan agar masyarakat mampu menikmati akses bahan pangan pokok yang berkualitas dan terjangkau.

Hadir membuka kegiatan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan pasar tani ramadan ini untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa ketersediaan pangan pokok cukup. Selain itu untuk mendukung masyarakat Kota Bekasi menghadapi hari raya Idul Fitri dalam kondisi nyaman.

” Berdasarkan pengamatan di lapangan 12 pangan pokok, beras, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, telur, cabe dan bawang, minyak goreng, termasuk juga gula pasir, aman. Dengan demikian masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri merasa nyaman karena pangan sudah tersedia di rumah,” tuturnya.

Turut hadir Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Yusral Tahir, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, Kapolres Kota Bekasi Kombes Hengki, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Herbert S.W Pandjaitan dan Camat Bekasi Selatan Ashari.

Salah satu pengunjung warga Rawalumbu, Retno mengatakan harga yang lebih murah dipasar tani sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur rumah tangganya.

” Sangat membantu, meringankan beban ibu rumah tangga seperti saya karena kebutuhan sedang banyak – banyaknya, terus menemukan harga yang lebih murah, ” ucapnya.

Tidak hanya dipenuhi ibu rumah tangga pasar tani juga dikunjungi para pria yang antusias berbelanja, Alvin warga setempat misalnya menyempatkan berbelanja mewakili orangtuanya yang tidak bisa datang langsung berbelanja.

” Harga dipasar tani lebih terjangkau jadi sayang kalau dilewatkan, makanya ibu saya tidak bisa saya sempatkan belanja, ” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Sumiati, warga kelurahan Margajaya yang menilai harga di pasar tani lebih ” miring ” sehingga lebih terjangkau.

Sementara Wawan warga Rawalumbu rela berdesakan untuk mendapatkan minyak goreng dan daging sapi yang dijual lebih murah dibanding pasar.

Sebagai langkah memastikan ketersediaan pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memerintahkan semua jajarannya turun ke lapangan untuk melakukan validasi dan faktualisasi kondisi di lapangan.

Bersama seluruh pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia Kementan melakukan pengawalan dan monitoring ketersediaan 12 bahan pangan pokok.

** Regi/PPMKP

Kini, Desa Sukaluyu Miliki Mobil Ambulance

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Guna permudah pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melengkapi mobil ambulance.

Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan memaparkan bahwa pembelian fasilitas berupa mobil ambulance jenis Suzuki APP lantaran kendaraan  siaga yang ada tidak bisa mengcover kebutuhan masyarakat.

“Mengingat masyarakat sangat membutuhkan, melalui musyawarah, maka Dana Desa  2022 kami alokasikan untuk pembelian mobil ambulance,” ujar Aos Hermawan kepada Jurnal Bogor, Rabu (27/4).

Kades menerangkan, penambahan mobil untuk pelayanan kesehatan diperlukan karena terkadang diwaktu bersamaan masyarakat sangat membutuhkan, namun dengan hanya satu unit kendaraan siaga sehingga kebutuhan masyarakat jadi terhambat.

Tampak pembelian mobil ambulance ini  dengan brending Pancakarsa dan bergambar Kepala Desa Sukaluyu.

Aos berharap kepada masyarakat agar tidak sekadar memakai saja, melainkan harus merasa memiliki karena mobil ambulance tersebut untuk kebutuhan warga Desa Sukaluyu.

“Tentu harus sama -sama saling menjaga dan merawat kendaraan itu sendiri,” tukasnya.

** Arip Ekon

Rem Blong, Motor Tabrak Teras Warga

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Kecelakaan tunggal menyebabkan satu unit sepeda motor Vario dengan Nopol B 3377 ENJ ringsek menabrak teras rumah warga di Kampung Tenggal Eksel, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (27/4).

Insiden terjadi sekitar pukul 12.00 wib  diduga karena rem blong , sehingga menyebabkan sepeda motor oleng dan masuk teras rumah warga.

Babinmas Desa Hambalang, Hambali mengatakan, korban selamat telah dibawa kerumah sakit oleh warga.

“Sudah dibawa oleh warga ke Rumah sakit 24, akibat rem blong dan masuk ke teras warga,” katanya saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (27/4).

Ia mengatakan, korban adalah seorang wanita paruh baya yang merupakan warga pendatang tetapi tinggal di Desa Hambalang.

” Warga pendatang tinggal di RT 19 Desa Hambalang ” singkatnya.

** Nay / wisnu

Buntut PT BAP, DPUPR Akan Dipanggil Komisi 3

0

Ciawi|Jurnal Bogor

Ketua Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Tutty Alawiyah akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Pemanggilan itu, terkait belum adanya tindakan terhadap perusakan aset negara yang dilakukan PT Balina Agung Perkasa (BAP), vendor ekspedisi pengangkut air minum salah satu perusahaan di wilayah selatan Kabupaten Bogor.

 “Untuk mengetahui adanya saluran Daerah Irigasi (DI) Cikereteg-Rancamaya yang ditutup dan dirusak perusahaan tersebut, nanti kami akan panggil pihak DPUPR,” ungkapnya kepada wartawan saat melaksanakan kegiatan buka bersama (Bukber) di kediamannya di Kampung Pandansari, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, beberapa waktu lalu.

Untuk pemanggilan, lanjutnya, tentunya tidak harus secara cepat dan tergesa-gesa. Apalagi, saat ini masih dalam bulan suci Ramadhan. “Mungkin setelah hari raya Idul Fitri pemanggilan akan dilakukan,” kata istri Eddy Santana, anggota DPR RI yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Palembang dua periode.

Selain melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait, kata wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) 3 itu, Komisi 3 juga menunggu adanya laporan dari warga setempat.

 “Kami juga mempersilahkan apabila warga mengadukan perusakan saluran irigasi itu. Tapi pengaduan tersebut secara tertulis,” ujar Tutty yang merupakan politisi Partai Gerindra tersebut.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan mengaku sudah mendengar dan mengetahui adanya perusakan saluran irigasi yang dilakukan perusahaan swasta di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi itu.

Wabup mengatakan, barang siapa yang merusak atau menghilangkan aset negara, bisa dipidanakan.

 “Di Pasal 406 ayat (1) KUHP yang sangat jelas mengatur hal tersebut,” ungkapnya kepada wartawan saat menyambut kedatangan kunjungan Presiden Jokowi ke Pasar Ciawi, Kamis (21/4).

Iwan pun menjelaskan, apabila ada salah satu aset negara yang dirusak akan ada tindak lanjut. Karena seharusnya bisa dilakukan proses melalui rislah atau ganti rugi.

“Pihak perusahaan dalam melakukan pembangunan juga tidak bisa semena – mena, semua ada aturannya. Seharusnya melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah setempat,” tukasnya.

** Dede Suhendar