28.6 C
Bogor
Friday, August 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 912

Mulyaharja Fest 2022 dan Saung Coffee.id Resmi Dibuka

0

Bogor | Jurnal Bogor

Langit di Kampung Tematik Agro Edukasi Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Senin (27/06/2022) malam mendadak gemerlap nan indah yang dihiasi puluhan lampion dengan bermacam warna, hal ini menandai telah resmi dibukanya “Mulyaharja Fest 2022” dan sekaligus juga peresmian Saung Coffee.id yang secara langsung dilakukan oleh Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

“Kegiatan seperti ini yang saya mimpikan ketika pertama kali datang ke titik ini pada tahun 2014 silam, dan saya membayangkan kegiatan seperti inilah kira-kira, jadi kalau bapak-bapak dan ibu-ibu bahagia saya yang paling lebih bahagia dengan kenyataan seperti ini, karena ini memberikan manfaat untuk warga intinya mah itu, kita ingin tempat ini bukan hanya untuk dinikmati oleh pengunjung dari luar saja tapi warga disini pun bisa menikmatinya juga,” ucap Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya.

Mulyaharja Fest 2022 ini akan berlangsung selama empat hari yang dimulai pada tanggal 2 sampai 5 Juli 2022. Dalam kegiatannya diisi dengan bermacam acara seperti, Bazzar UMKM MUlyaharja, Festival Lampion untuk umum, Lomba Baris Berbaris dan Yel-yel TK/PAUD se-Bogor Selatan, Nobar Layar Tancap, LOmba Senam Aerobik, Lomba Konten Video, Live Musik serta Peragaan Busana Petani RW/RT dan Kader Mulyaharja. Dan pada Minggu, 3 Juli 2022 dimeriahkan dengan mendatangkan artis Ibu Kota, Regina dan Vicky Prasetyo.

Dilokasi yang sama, Camat Bogor Selatan Hidayatullah menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi atas inisiasi yang digagas oleh para Kelompok Penggiat Pariwisata, menurutnya ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara Kompepar dan warga, sehingga dapat terwujud dan terlaksananya event Mulyaharja Fest 2022 dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke 540 tahun.

“Saya sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh para Kelompok Penggiat Pariwisata (Kompepar), warga dan khususnya kepanitian pagelaran acara Mulyaharja Fest 2022 ini, karena ini merupakan terobosan dan inovasi yang sangat bagus. Event yang baru kali pertama dilakukan ini akan sangat membantu lokasi Kampung Tematik Agro Edukasi Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja makin dikenal orang banyak bahkan mungkin hingga ke luar negeri,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Mulyaharja Indra Permana yang didampingi Ketua Panitia Mulyaharja Fest 2022 Teddy Supriadi menambahkan, ini sebagai ajang pembuktian kolaborasi Kelurahan Mulyaharja dan Kompepar yang dapat dikatakan berhasil menjalin kerjasama yang ditandai terlaksananya kegiatan ini. Event ini secara otomatis akan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.

“Bangga dan salut kepada seluruh panitia beserta kompepar yang ada dilingkungan Kelurahan Mulyaharja dapat memberikan sesuatu yang sangat membanggakan dan bermanfaat bagi warga sekitar. Tidak dipungkiri event ini akan menjadi agenda tahunan di Kampung Tematik Agro Edukasi Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja, dengan harapan tahun berikutnya akan lebih seru dan inovasi,” pungkasnya.

** Handy Mehonk

Graduation SMPN 8 Bogor di Harmony Yasmin

0

Teruslah Belajar, Raihlah Mimpi untuk Masa Depan Gemilang

Bogor | Jurnal Bogor

Ratusan murid SMPN 8 Bogor sejak pagi memasuki gedung Harmony Yasmin pada Selasa, 28 Juni 2022. Banyak dari mereka yang ditemani orangtuanya masing masing berpakaian bebas gaya khas anak muda. Ada yang mengenakan batik dan kebaya. Semua tersenyum senang menyambut acara perpisahan bertema Raihlah Mimpi untuk Masa Depan Gemilang.

Acara yang dimulai dengan penampilan aki lengser yang mengapit murid laki-laki dan perempuan mengantarkannya ke atas panggung dalam prosesi pencabutan atribut sekolah yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 8 Bogor, Estiza Septiana sebagai tanda selesainya belajar.

Kepala Dinas Pendidikan  Kota Bogor, Hanafi,  yang ikut menghadiri acara perpisahan ini memberikan ucapan selamat. “Untuk anak-anakku, ingat pesan orangtua dan guru, jangan bosan untuk terus belajar karena tantangan akan lebih besar, teruslah belajar,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMPN 8 Bogor Estiza Septiana, ditemani Ketua Panitia Asep Juwandi, dan Ketua Komite SMPN 8 Mamat kepada Jurnal Bogor mengatakan, SMPN 8 sekarang sudah berusia 40 tahun, dan angkatan untuk tahun ini disebut angkatan mandiri karena hampir 2 tahun mereka belajar daring atau online.  

“Sebanyak 304 siswa yang hadir ini lulus semua dan mereka mengikuti perpisahan, 146 laki laki dan 158 perempuan orang. Dan alhamdulilah 172 sudah diterima di sekolah negeri  sebesar 56,6%. Beberapa lainnya diterima di Taruna Nusantara Magelang dan Taruna Kebangsaan Lampung,” jelasnya.

Sedangkan untuk nilai tertinggi dengan juara umum 1 diraih Muhammad Fauzan kelas 9A, juara umum 2 Wimala Nadhira Saffa kelas 9A, dan juara umum 3 Kayla Fahira Khairunnisa  kelas 9H.

Estiza Septiana lalu memberikan wejangan untuk anak didiknya agar jangan berhenti untuk belajar sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa belajarlah dari mulai dalam kandungan sampai kalian masuk ke liang lahat. “Pegang teguh etika dan akhlak yang luhur jangan terbawa arus budaya yang dapat merusak nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh agama, jadilah generasi muda yang cerdas, inspiratif, kreatif inofatif dan berakhlak mulia dan terakhir semoga kesuksesan selalu bersama dalam meraih masa depan, “ pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia Asep Juwandi juga mengatakan, acara perpisahan ini digagas orangtua murid dan mendapat dukungan komite dan sekolah. “Saya sendiri adalah orangtua murid, dan kami mendiskusikannya dengan komite. Alhamdulilah komite mendukung, dan kami pun berdiskusi dengan pihak sekolah, kepala sekolah dan guru-guru. Pihak sekolah pun mendukung dan memberikan support dengan mengerahkan beberapa guru untuk mensukseskan acara ini,” jelasnya.

**Prast

Bima Diusulkan Jadi Balon Capres

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor telah menuntaskan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilangsungkan di Bigland Hotel Int’l & Convention Hall, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (25/6).

Selain membahas program kerja dan strategi pemenangan PAN di kota hujan, Rakerda yang bertajuk ‘PAN Memilih 2024’ tersebut juga menghasilkan usulan 10 nama bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres).

Ketua Pelaksana Rakerda PAN Kota Bogor Niki Aditya Chaidir menjelaskan, dari sepuluh nama yang diusulkan, tiga nama diantaranya berasal dari internal PAN, yakni Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno, hingga Ketua DPP PAN yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Yang dari eksternal ada tujuh nama, yaitu Ridwan Kamil, Erick Thohir, Andika Perkasa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Haedar Nasir, dan Gatot Nurmantyo,” ungkap Niki.

Ia menyebut, sebelumnya ada sekitar 17 nama yang masuk sebagai usulan dari berbagai kalangan masyarakat, kemudian dalam Rakerda dikerucutkan menjadi 10 nama.

“Figur-figur capres dan cawapres ini yang menurut hasil Rakerda PAN Kota Bogor layak dan pantas untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024,” kata Niki.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kota Bogor Fajari Aria, menambahkan, sebelum mengusulkan nama-nama bakal capres dan cawapres, pihaknya melakukan roadshow ke sejumlah tokoh untuk mendengar aspirasi, mulai dari pemuka agama, tokoh pemuda, pengusaha dan tokoh masyarakat lainnya yang ada di Kota Bogor.

“Figur bakal capres dan cawapres yang diusulkan harus memiliki 5 kriteria yang ditetapkan DPP. Pertama, harus merupakan sosok yang nasionalis dan religius. Kedua, patut memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat,” jelasnya.

“Lalu ketiga, harus berpihak pada kelanjutan generasi. Keempat, harus memiliki semangat inovasi dan kolaborasi. Dan kelima, harus berwawasan Nusantara dan memiliki perspektif global. Kami rasa kriteria itu ada pada 10 figur yang kami usulkan,” terangnya.

Nama-nama tersebut, lanjut Fajari, akan menjadi bahan rekomendasi di Rakerwil Jawa Barat dan Rakernas PAN. “Semoga salah satu nama tersebut dapat lolos hingga tingkat nasional, tentunya berharap ada dari internal PAN sendiri,” pungkas Fajari.

** Fredy Kristianto

Fasha dan Annisa Sabet Juara Duta Genre Kota Bogor 2022

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemuda Kota Bogor berprestasi Fasha Maulana selaku ajudan millenial Gubernur Jawa Barat terus berprestasi. Kali ini mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor ini menyabet juara pertama Duta Generasi Berencana (Genre) 2022 kategori putra pada Pemilihan Duta Genre Kota Bogor 2022. Sedangkan juara kategori putrinya disabet  Annisa Nur Azizah yang juga mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

Pemilihan Duta Genre ini digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, sekaligus Jambore Remaja 2022 di BB Biogen Cimanggu pada 26 Juni 2022 dan dilaksanakan 3 hari berturut-turut.

Penganugerahan tersebut dilakukan setelah menjaring puluhan remaja terbaik untuk pemilihan Duta Genre. Kegiatan ini secara resmi dibuka Wakil Walikota Bogor Dedi Rachim dan diisi Walikota Bogor Bima Arya dan Yane selaku Bunda Genre Kota Bogor.

Menurutnya, Duta Genre merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa sekaligus mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan penyalahgunaan narkoba atau napza.

Pemilihan Duta Genre dinilai bermanfaat bagi remaja Kota Bogor sehingga diharapkan menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Pelaksanaan program Duta Genre dilaksanakan melalui Pengembangan Pusat Informasi dan Konseling (PlK) Remaja. Melalui pendekatan dari, oleh dan untuk remaja sesuai dengan kecenderungan remaja yang lebih menyukai bercerita tentang permasalahannya dengan teman sebayanya.

Lebih lanjut, Dedi Rachim berharap dengan adanya Duta Genre ini kenalan remaja bisa lebih diminimalisir. DPKKB pun kedepan akan terus membina para finalis tersebut untuk mengajarkan tugas apa yang harus diemban oleh seorang Duta Genre.

Ia berharap dengan dilaksanakannya program Duta Genre dapat menurunkan angka kelahiran dan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta keluarga berkualitas di Kota Bogor.

Sebelum terpilihnya para finalis, tim juri menjaring kurang lebih 50 remaja terbaik Kota Bogor, dan terpilih masuk grand final sebanyak 21 remaja.   “Juaranya ada 1,2,3, favorit dan motivator ” ucapnya.

Fasha Maulana juga berharap dengan terpilihnya sebagai Duta Genre Kota Bogor 2022 ini menjadi wasilah semakin luasnya menebarkan virus generasi berencana agar remaja Kota Bogor sadar akan pentingnya perencanaan dalam kehidupan, life skill, triad KRR dan pengembangan mental.

** AsepS.Sayyev/rls

Sekcam Ciawi: Program Samisade Potong Dana Operasional Kecamatan 500 Juta

0

Ciawi|Jurnal Bogor

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang digulirkan era Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2019-2024, dinilai dipaksakan. Sebab,  pengguna anggaran dalam hal ini para kepala desa (Kades) melalui Tim Pelaksana Teknis (TPK), tidak dibekali Juklak dan Juknis secara terukur dalam pengerjaannya.

 “Karena terkesan penyaluran dana Samisade tahun 2021 dipaksakan, akhirnya banyak terjadi persoalan di lapangan saat pengerjaannya,” ujar Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciawi, Mochamad Sobar Mansoer, saat ditemui di kantornya, Senin (27/06).

Bahkan, yang membuat Sekcam Ciawi kesal, adanya pemotongan dana operasional kecamatan yang setiap tahunnya diterima sebesar 4 miliar untuk kegiatan maupun gaji pegawai, setelah adanya program politik tersebut.

 “Jadi dana operasional kecamatan dipotong 500 juta untuk mendukung program Samisade. Makanya, kami di kecamatan pusing dengan pemotongan uang operasional kegiatan yang sudah direncakan itu,” aku Sobar.

Adanya pemotongan uang operasional, lanjutnya, secara langsung berdampak terhadap kegiatan yang sudah direncanakan, mulai dari meminimalisir anggaran hingga terjadinya pencoretan kegiatan ditiap seksi.

 “Semua kegiatan disesuaikan dengan anggaran yang kami terima,” jelasnya.

Meski saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sedang melakukan berbagai revisi atau pelengkapan aturan dalam pelaksanaan program Samisade, tetapi dikhawatirkan persoalan akan timbul kembali saat dilaksanakannya pembangunan oleh desa.

 “Sebelum aturan dalam pelaksanaan program Samisade jelas, lebih baik tahun 2022 program itu ditangguhkan saja. Daripada nanti akan menimbulkan permasalahan baru,” papar Sobar.

Sebelumnya, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, tahun 2022 bantuan keuangan melalui program Samisade akan tetap dilanjutkan. Dan berbagai kekurangan pada tahun 2021, sedang dilengkapi baik dari aturan teknis maupun landasan hukumnya.

Terkait persoalan yang muncul, tambah Iwan, akan dijadikan bahan evaluasi agar pelaksanaan tahun 2022 tidak terjadi masalah.

“Samisade tetap akan dilanjutkan. Yang namanya program pemerintah itu tidak akan langsung berjalan secara mulus, makanya kami lakukan berbagai evaluasi,” jelas politisi partai Gerindra itu kepada wartawan usai menghadiri Rakerda Golkar Kabupaten Bogor, Jumat (24/06).

Untuk persyaratan peruntukan, sambung Iwan lagi, bisa saja terjadi perubahan. Intinya, Pemkab Bogor tidak ingin bantuan keuangan untuk masyarakat terjadi permasalahan, misalnya, lokasi lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan milik PTPN atau di atas lahan garapan.

“Soal lahan harus jelas, jangan nantinya timbul masalah supaya program ini berjalan aman, baik saat pelaksanaan pengerjaannya maupun setelah selesai pembangunan,” ujarnya.

Terkait adanya Turap Penahan Tebingan (TPT) yang dibiayai Samisade yang longsor atau ambruk seperti yang terjadi di Desa Galuga dan Desa Bendungan, Iwan mengaku hingga saat ini belum mendapat laporan. Meski begitu, ia menegaskan akan melakukan peninjauan penyebab ambruknya TPT di dua desa tersebut.

“Kita lihat nanti, apakah ambruknya karena faktor alam atau karena kesalahan kontruksi, dalam pendampingan teknis atau kontruksi melibatkan UPT. Sekali lagi saya sampaikan, jangan bermain-main dengan Samisade kalau tidak mau mendapat masalah,” kata Iwan

Program Samisade, sambungnya, bukan dana bantuan keuangan dari Pemkab Bogor yang harus dipakai atau dihabiskan oleh para Kepala Desa begitu saja, tetapi ada pertangungjawaban dalam melaksanakan kegiatannya. Untuk tahun 2022, kata dia lagi, program andalan itu akan tetap dilanjutkan.

“Selain melibatkan UPT, sambungnya, Forkompimda Kabupaten Bogor yang terdiri dari unsur Kejaksaan, TNI-Polri juga ikut dilibatkan dalam pengawasan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Para Blogger, Yuk Ikutan Blog Competition IndiHome 2022

0

Puluhan blogger berkesempatan mendapatkan total hadiah Rp 170 juta

Jakarta | Jurnal Bogor

IndiHome kembali menggelar Blog Competition 2022. Ajang ini ditujukan bagi para blogger untuk berunjuk gigi dalam berkonten ria.  Dalam lomba ini blogger dipersilakan untuk menulis segala sesuatu tentang manfaat internet yang sangat luas dalam kehidupan kita. Tema kompetisi berjudul “Manfaat Tak Terbatas Internetnya Indonesia” tersebut berhadiah total Rp 170 juta.

Para blogger segala umur bisa mengeksplorasi idenya ke dalam 10 sub-tema yang ada. Sub-tema yang tersedia terdiri dari; Internet dan Teknologi (ICT); Gamer & eSport; Lifestyle; Pendidikan; Creative & Culture; Parenting; Tourism & Hospitality; Ekonomi dan Bisnis; Kesehatan; dan Profesi. Pendaftaran dibuka sejak 17 Juni hingga 17 Juli 2022.

Tidak ada batasan eksplorasi konten yang akan menghambat para blogger dalam mengikuti kompetisi ini. Blogger juga dibebaskan berkreasi menggunakan Bahasa Indonesia informal namun tetap sopan dan tidak melanggar asas kesantunan masyarakat. Dalam mempercantik konten, penggunaan infografis, citra foto, hingga video turut mendapat sambutan baik.

Yang paling penting adalah karya merupakan ciptaan orisinil tanpa adanya pelanggaran hak cipta pihak lain dan potensi pelanggaran hukum lainnya. Selain itu, blogger-blogger terbaik di masing-masing sub tema berkesempatan mendapatkan kontrak eksklusif dengan IndiHome.

Vice President Marketing Management, E. Kurniawan mengatakan blogger merupakan mitra strategis bagi IndiHome. Seperti yang diketahui, blogger merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan konten digital secara luas. Nilai itulah yang sejalan dengan IndiHome selaku entitas infrastruktur jaringan internet nasional.

“Ini adalah kali kedua lomba blogger diselenggarakan. Sejak kompetisi yang pertama, kami mendapatkan banyak sekali masukan yang membangun dari blogger untuk IndiHome. Karena itu, pada lomba kali ini kami memperdalam angle spesifik karena internet sudah menjangkau hampir semua sendi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat,” kata E. Kurniawan.

**prast/rls

Dianggap Rugikan Warga, Ormas, LSM dan Paguyuban Ciawi Somasi Pemkab Bogor

0



Ciawi | Jurnal Bogor
Maraknya kendaraan bus dan truk pengangkut material melintas di Jalan Seuseupan-Banjarwaru hingga Tapos maupun Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, disikapi tegas sejumlah kalangan masyarakat di wilayah Ciawi.

Itu dibuktikan dengan adanya surat somasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang dilakukan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta paguyuban warga Ciawi.

“Hari ini kami somasi Bupati Bogor, Camat Ciawi dan Dinas Perhubungan karena dianggap telah membiarkan kendaraan besar bebas melintas di Jalan alternatif Veteran II Telukpinang dan Jalan Banjarwaru-Tapos,” ujar Tedi Susanto pengurus Marcab LMPI Kabupaten Bogor, kepada wartawan usai berdiskusi dengan UPT Dishub wilayah III Ciawi, setelah melayangkan surat somasi, Senin (27/06).

Ia menambahkan, somasi dilayangkan oleh ormas dan LSM serta paguyuban warga, mewakili aspirasi seluruh masyarakat di Kecamatan Ciawi.

Isi dalam surat somasi itu, kata Tedi lagi, menolak secara tegas adanya aktivitas kendaran besar melintas, serta mendesak Pemkab Bogor segera mengambil tindakan sebelum ada gejolak di masyarakat.

“Jangan sampai ada gejolak di masyarakat, Semua instansi terkait harus menampung aspirasi kami,” imbuhnya.

Tedi menjelaskan, hasil penelitian serta koordinasi dengan berbagai pihak, jelas disebutkan bahwa ruas Jalan Alternatif Veteran II dan Banjarwaru-Tapos, masuk kedalam kategori jalan kelas 3 yang mana tidak bisa dilalui kendaran besar.

Anehnya, selama ini ratusan bus dibiarkan melintas, terutama pada akhir pekan dan truk tronton pengangkut material ke proyek Bendungan Sukamahi pun bebas melintas.

“Warga dirugikan dengan permasalahan ini. Pemkab Bogor jangan diam saja, ini harus ditindak lanjuti agar tidak menyengsarakan masyarakat umum,” jelasnya.

Sementara, Kepala UPT Dishub wilayah III Ciawi, Iwan Sugito mengungkapkan, somasi yang diberikan perwakilan warga ini akan segera ditindaklanjuti. Untuk kaitan bus dan truk besar yang melintas di dua ruas jalan kelas 3 itu, sambungnya, menjadi ranah bidang lalu lintas (lalin), tetapi pihaknya berjanji akan turun tangan jika mendapat instruksi dari dinas.

“Kami hanya terkait pemeliharaan PJU tapi bisa diperbantukan apabila dinas mengintruksikan. Kalau aduan secara lisan memang sering kami terima,” singkatnya.

Untuk diketahui, sejumlah ormas dan paguyuban warga yang menolak kendaraan besar seperti bus dan truk yakni Ormas BBRP Zona 3 Ciawi, BBR Kecamatan Ciawi, LMPI Kecamatan Ciawi, KKPMP Kecamatan Ciawi, Markas Komunikasi Radio Kecamatan Ciawi (Mako AWI), Ebhel Silaturahmi, Forum Komunikasi Kebersamaan (Fokar) dan Pejuang Subuh.

** Dede Suhendar  

Gara-gara TPT Ambruk, Dua UPT Teknis Saling Tuding

0

Ciawi|Jurnal Bogor
Ambruknya tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Bendungan RT 01 RW 03, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, yang dibangun melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) anggaran tahun 2021,  membuat dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) kepanjangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, saling tuding tanggungjawab.

Pengawas UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III Ciawi, Dedi Djunaedi membantah pihaknya ikut melakukan pendampingan teknis kaitan kontruksi awal pembangunan TPT di Desa Bendungan tersebut.

Menurutnya, yang bertanggungjawab dengan pelaksanaan teknis didalam pengerjaan program Samisade itu adalah UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, karena yang melakukan pendampingan awal.

“Kata siapa kami melakukan pendampingan awal terkait teknis ataupun kontruksi pembangunan TPT di Desa Bendungan yang berasal dari program Samisade tersebut. Justru setelah ambruk, baru kami lah yang ada di UPT Irigasi dilibatkan,” ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Bahkan, kata Dedi, surat tugas dari DPUPR ditujukan ke salah seorang pegawai UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, yakni atasnama Abdul Rohman.

“Jadi sudah jelas kalau yang bertanggungjawab itu bukan kami, tapi pegawai di UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan sesuai dengan surat tugas yang diberikan DPUPR,” tegasnya yang merupakan pengamat irigasi wilayah Ciawi.

Sementara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban menjelaskan, dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang berasal dari program Samisade tidak semua desa membangun jalan, tapi ada juga yang masuk keranah pengawasan UPT Infrastruktur Irigasi, seperti pembangunan TPT yang ambruk di Desa Bendungan.

“Pendampingan teknis awal terkait pembangunan TPT di Desa Bendungan, itu pihak UPT Irigasi. Nah, kami di UPT Jalan dilibatkan setelah terjadinya ambruk TPT yang dibiayai program Samisade itu,” jelasnya.

Dan keterlibatan UPT Jalan dalam pendampingan konstruksi perbaikan TPT yang ambruk, lanjutnya, sudah dilakukan pihaknya sesuai hasil komunikasi dengan pihak kecamatan dan inspektorat.

Tidak hanya itu, Ade juga mengungkapkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Bendungan melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), diberikan saran untuk dibuat selimut beton, serta penambahan beberapa penahan TPT dan dibuatkan kolom beton. Saran tersebut, agar kualitas pembangunan TPT lebih bagus dan kuat.

“Pengerjaan perbaikan TPT saat ini sedang tahap pembuatan kolom beton oleh TPK. Tapi untuk selimut beton tidak dikerjakan, mungkin kaitan dengan nilai anggaran yang cukup mahal,” imbuhnya.

Ade pun minta dalam masalah ini, jangan saling menyalahkan apalagi UPT teknis yang sama-sama berada di DPUPR. “Baiknya kita duduk bareng dengan semua pihak, baik itu UPT Jalan, UPT Pengairan, kecamatan, desa dan TPK,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Bendungan, Ading Suherman menuding, ambruknya TPT setinggi 15 meter yang dibangun dari program Samisade tahun 2021 dengan biaya sebesar Rp969.644.000, karena kesalahan teknis dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di lapangan yang tidak melakukan pembangunan sesuai standarisasi kontruksi.

Meski begitu, sambung Kades Bendungan, adanya kejadian tersebut akan dijadikan pelajaran, baik dalam pengelolaan keuangan maupun pengawasan pengerjaan di lapangan dilaksanakan TPK.

“Saya anggap itu suatu pelajaran untuk pembangunan di wilayah Desa Bendungan kedepannya, terutama yang berasal dari bantuan pemerintah, mulai Samisade, Dana Desa dan sumber bantuan anggaran pemerintah lainnya,” tukas Ading.

** Dede Suhendar  

Polsek Cigudeg Dalami Kasus Pengeroyokan 3 Wartawan

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Sebanyak 10 orang diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap tiga wartawan media online beberapa hari  lalu.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula 3 orang wartawan saat meliput kegiatan perpisahan di SDN Parakantiga, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Belum diketahui secara pasti penyebab pengeroyokan terhadap 3 orang wartawan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Cigudeg, Ipda Iman Budiman menerangkan, perkembangan kasus pengeroyokan yang menimpa  para kuli tinta tersebut saat ini masih dalam  proses penyelidikan.

Kejadian ini sudah beberapa saksi telah diperiksa sehingga progresnya pada gelar perkara.

“Kasus ini  diatensikan,  hingga kini masih fokus pemeriksaan dan dimintai keterangan pada para saksi lainnya,” kata Ipda Iman Budiman, kemarin.

Perkembangan kasus pengeroyokan, kata Iman, sebelumnya pihak Polsek Cigudeg telah menjalani pemeriksaan dengan memanggil  3 orang sebagai saksi. Setelah itu, penyelidikan berlangsung,  nantinya kasus tersebut bakal berlanjut pada gelar perkara.

Lebih lanjut Kanit Reskrim mengatakan, bahwa belum lama ini sejumlah 10 orang bersetatus sebagai saksi telah mengikuti periksaan intensif di Mapolsek Cigudeg. “Kami tidak  gegabah, ketika bertindak pun jangan sampai salah tangkap pelaku,” papar Iman.

Lebih baik landai, dengan begitu sambil dilakukan pendalaman, perinsipnya  proses kasus tersebut tetap  berjalan. Iman mengatakan, untuk menjadi kesimpulan masih dilakukan pengumpulan data pendukung dan bukti lainnya. “Serta menghadirkan saksi  lain tentu yang mengetahui peristiwa pengeroyokan terjadi,” ungkapnya.

Dia menegaskan sangat berhati-hati,  sebab jangan sampai masalah ini dipelintir. Menurutnya, tentunya dalam penanganan semua permasalahan pihaknya selalu kooperatif.

Sementara kasus penganiyaaan dan pengeroyokan dari 3 orang, salah satunya adalah wartawan Angkaranews.com. “Hingga masuk kemeja hijau,  kasus penganiayaan ini terus dikawal. Biar ada efek jera, bagi terduga pelaku tersebut,” ujar Pimred Angkaranews.com Rahman.

“Dijadikan pembelajaran, jangan suka main hakim sendiri. Diharapkan kedepan tidak ada lagi kekerasan, kepada siapapun  dengan bertidak semena-mena,” tukasnya. 

** Arip Ekon

Sebelum Huntap Dibangun, Pemkab Bogor Tanggung Sewa Rumah Korban Banjir Bandang

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mendatangi lokasi yang terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang dan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Senin (27/06/22).

Iwan Setiawan didampingi jajarannya melihat langsung para korban bencana, di dua wilayah yang hingga menelan korban jiwa itu.

“Sebelum ke Cibunian Pamijahan, tadi saya ke Leuwiliang, Desa Purasari, dari peristiwa itu banyak insfratruktur yang mengalami kerusakan cukup lumayan berat akses jalur ke perusahaan Chevron dan ke Sukabumi di wilayah Cianten sepanjang 8 kilo di 20 titik jalan terputus oleh longsoran,” ungkap Iwan Setiawan kepada wartawan.

Menurut Iwan, saat ini pihaknya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dibantu oleh Chevron dan relawan sedang mengerjakan untuk mengaktifkan kembali jalur yang terdampak longsor. 

“Memang ada beberapa kendala yang perlu kita tangani secara khusu yaitu jembatan yang putus, tetapi saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk membuat jembatan sementara, sebab itu akses jalan yang sangat strategis,” ujarnya.

Selain itu, Iwan menyebut, bagi warga yang terdampak sudah mulai diperbolehkan sewa rumah sebagai tempat tinggal sementara sampai dibangunkan hunian tetap (huntap).

“Selama belum ada huntap dan masih direlokasi kami minta siapkan untuk disewa selama rumah itu belum jadi, tanpa batas waktu yang tak ditentukan,” kata dia.

Iwan menegaskan, kalau memang disewakan mereka akan nyaman, dan Pemerintah Kabupaten Bogor sudah membuat pernyataan dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) terkait sewa dan rehab rumah warga terdampak bencana banjir dan longsor.

“Untuk relokasi sedang koordinasi mencari lahan, kalau ada tanah milik pemerintah daerah silakan dipakai buat kebutuhan huntap,” tegasnya.

Namun, Iwan menuturkan ada keinginan masyarakat agar diberikan uang bukan berupa bangunan, khawatir lokasinya masih rawan bencana.

“Kalau memang keinginan warga uang kita siapkan, makanya tidak gampang mencari tempat dan kami sedang menyiapkan besaran huntap sebesar Rp 62 juta dengan type 36,” paparnya.

“Kami ingin apa yang disampaikan semua kebutuhan, termasuk sampai urusan pribadi mereka, diluar bantuan yang sekarang seperti celana dalam dan pakaian lainnya,” tambahnya.

Selain itu, BPBD juga akan mempublish apa saja keinginan warga terdampak bencana saat ini yang prioritas termasuk pampers, susu dan sebagainya.

“Sementara bangunan yang rusak berat di Leuwiliang ada 10 unit, rusak ringan ada 90 bangunan sedangkan di Pamijahan 14 rusak berat di Kampung Muara,” tukasnya.

** Andres