29.9 C
Bogor
Saturday, May 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 911

Tirta Gunung Sewu Dongkrak Ekonomi Warga

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Wisata air kolam renang Tirta Gunung Sewu yang terletak Kampung Pasir Angin, Desa WargaJaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor pada hari raya Idul Fitri 2022 ternyata mendongkrak perekonomian warga setempat.

Pasalnya, adanya peningkatan pengunjung, menjadi kesempatan para pedagang warga sekitar untuk berjualan.

“Alhamdulillah tahun ini sekitar 30 persen pengunjung meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya, dengan begitu tentu sangat membantu perekonomian warga sekitar,” ungkap pengelolaan wahana kolam renang tersebut Dadang Sopandi, baru baru ini.

Ia menjelaskan, objek wisata yang baru tiga tahun beroperasi tersebut, pihaknya akan terus meningkatkan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung.

“Saat ini hanya menyuguhkan wahana kolam renang untuk orang dewasa dan anak-anak, karena tempatnya juga ini milik pribadi jadi belum ada apa-apa,” jelasnya.

Meski pemerintah sudah melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat, akan tetapi wisata itu tidak terlepas dari protokol kesehatan Covid-19.

Sementara, salah satu pedagang gulali yang merupakan warga sekitar, Radin mengaku bersyukur dibukanya wisata yang berada di permukiman masyarakat itu.

“Alhamdulillah omset saat ini per hari terhitung lumayan, sangat berbeda dengan hari libur biasanya. Karena saat Hari Raya Lebaran sangat banyak pengunjung,” paparnya.

Ditempat yang sama pengunjung asal Tangerang, Agus mengaku tempat tersebut sangat strategis dan nyaman untuk dikunjungi. “Wahana disini sudah cukup sih dengan harga tiket yang terjangkau juga menjadi salah satu alasan kita harus berwisata kesini,” kata dia.

Ia juga berharap kepada pengelola untuk bisa menambah wahana wahana bermain bagi anak-anak. “Mudah-mudahan pada pemilik wisata diberikan kemudahan untuk membuat sarana yang lain,” pungkasnya.

** Andres

Parkir Sembarangan, Kendaraan Ekspedisi Milik PT TVIP Dikeluhkan Pengguna Jalan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Parkir liar yang dilakukan sopir truk pengangkut air minum milik perusahaan ekspedisi PT TVIP dikeluhkan pengguna jalan. Sebab, keberadaan truk-truk besar khusus mengangkut galon rekanan salah satu perusahaan air minum terbesar di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu, memakan setengah Jalan Raya Bocimi (Bogor, Ciawi, Sukabumi).

Yudi, warga Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi mengaku kesal dengan adanya truk-truk pengangkut air minum yang berhenti dan parkir sembarangan hingga menghabiskan setengah dari ruas jalan.

“Truk-truk itu mengganggu pengguna jalan yang lain,” ungkapnya saat melintas dari arah Sukabumi menuju Ciawi kepada wartawan, Senin (9/5).

Harusnya, lanjut Yudi, pengusaha ekspedisi menghimbau kepada para sopirnya untuk parkir kendaraan didalam lahan yang sudah disediakan saat beristirahat.

“Tentunya pihak perusahaan melarang juga para sopir parkir dipinggir jalan,” ujarnya.

Menurutnya, hampir setiap hari dan lebih dari satu kendaraan truk milik PT TVIP yang berlokasi di Desa Bitungsari, Kecamatan Ciawi itu, parkir sembarangan di jalan. Parahnya lagi, parkir kendaraan tersebut sampai berjam-jam.

“Wajar saja sampai berjam-jam juga, sopirnya sendiri lagi istirahat. Mungkin  sopirnya tidur dulu maupun makan,” jelas Yudi.

Yudi berharap, adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian dalam hal ini anggota lalulintas, baik dari Polsek Ciawi hingga Polres Bogor terhadap para sopir truk ekspedisi yang parkir kendaraannya mengganggu pengguna jalan.

 “Pihak perusahaan nya juga harus diberikan peringatan. Kalau dibiarkan saja, pastinya setiap hari akan ada kendaraan truk yang parkir sembarangan,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Anto, pengguna jalan yang bekerja sebagai kurir paket. Keberadaan truk-truk pengangkut air minum yang setiap hari parkir di jalan itu, sangat menggangu lalulintas serta membahayakan para pengendara lainnya.

Terlebih, sambung Anto, di lokasi depan full ekspedisi milik PT TVIP itu, sering terjadi kecelakaan. Bahkan, yang menjadi korban itu cenderung para pengendara roda dua dan berakhir tewas dengan mengenaskan.

“Sudah di lokasi itu rawan kecelakaan, banyak truk-truk milik PT TVIP malah parkir sembarangan lagi,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Kemacetan Mengular di Jalan Rusak Ciampea-Rancabungur

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Ruas jalan raya Ciampea-Rancabungur belum diperbaiki. Meski demikian, pengguna jalan mengalami peningkatan hingga kendaraan mengalami kemacetan yang mengular dari pertigaan Warung Borong sampai perbatasan Rancabungur.

Salah satu pengendara Muhamad Fikar (34) mengatakan, dia bersama beberapa temannya berangkat dari wilayah Jakarta Selatan untuk mengisi liburan ke kawasan Pamijahan.

“Mesin motor mati karena kepanasan soalnya macet parah, selain itu kondisi jalan juga rusak,” keluhnya kepada wartawan, Senin (8/5).

Fikar mengaku hendak berwisata ke wilayah Bogor dan mengambil lewat jalur alternatif karena lebih dekat aksesnnya.

“Niatnya ke Curug Pangeran. Sengaja ngajak istri dan teman mumpung libur lebaran, tapi malah kejebak macet,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Unit Infrastruktur jalan dan jembatan kelas A wilayah IV Bondan Triayana menambahkan, untuk kondisi jalan masih menunggu proses lelang yang tahun ini bakal diperbaiki.

“Total ada 10 kegiatan tahun ini, dan yang paling besar peningkatan jalan Warung Borong Rancabungur dengan sistem betonisasi,” tukasnya.

** Arip Ekon

Perkuat Kebersamaan, Pemdes Kalong 2 Gelar Halal Bihalal

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Pascacuti bersama Idul Fitri 1443 Hijriyah, Pemerintah Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor menggelar halal bihalal di halaman kantor desa dan dihadiri seluruh RT, RW, BPD, perangkat desa, tokoh agama dan masyarakat.

Kepala Desa Kalong 2, Ulul Azmi memaparkan bahwa halal bihalal ini untuk saling memaafkan, baik disengaja atau tidak disengaja selama setahun terakhir.

“Semoga puasa tahun ini, Allah SWT  menerima amal ibadah kita semua,” ujar Kepala Desa Kalong 2, Ulul Azmi, Senin (9/5).

Tradisi silaturahmi ini lazim dilaksanakan pasca Idul Fitri oleh berbagai kalangan untuk saling meminta dan memberi maaf.

“Karena momentum halal bihalal ini guna memperkuat jalinan silaturahmi serta menjaga kebersamaan di antara kita,” paparnya.

“Terlebih kegiatan tersebut guna memupuk persaudaraan baik dengan perangkat desa maupun dengan  stakeholder Desa Kalong 2,” ungkapnya lagi.

Pada kesempatan itu, dia juga berterima kasih atas dukungan  dan kekompakan, serta kebersamaan yang terus terjaga hingga saat ini.

“Semoga kita semua terus berperan aktif untuk berpartisipasi dalam memberikan nilai positif  di masyarakat,” tandasnya.

** Arip Ekon

Curug Cigamea Jadi Favorit Wisatawan Jabodetabek

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Wisata alam Curug Cigamea yang berada di wilayah kawasan Gunung Salak Endah (GSE) Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, ternyata menjadi salah satu incaran bagi wisatawan Jabodetabek pada libur Lebaran 2022.

Koordinator pintu masuk Curug Cigamea 1, Samud mengatakan, keindahan alam yang dimiliki Curug Cigamea dengan air terjun sangat jernih ini menjadikan curug ini menjadi salahsatu destinasi wisata alam favorit dikunjungi baik pengunjung lokal maupun luar Bogor.

“Sehari, pengunjung wisata Curug Cigamea ini bisa sampai 200 sampai 300 lebih pengunjung,” kata Samud baru baru ini.

Samud menyebut, pada libur Lebaran 2022 ini peningkatan pengunjung mencapai 30 persen. Menurutnya, hal itu seiring dengan kelonggaran dari pemerintah pascadua tahun pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, objek wisata subur, pedagang mujur setelah dua tahun pandemi Covid,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Wisata GSE Gerbang Lokapurna, Darul Dinar mengimbau kepada para pengunjung yang hendak berlibur di kawasan wisata alam GSE untuk tetap menjaga keamanan.

“Apalagi kepada para orang tua yang membawa anak kecil untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat berlibur dan kita juga ada petugas-petugas di setiap wahana yang memberikan imbauan baik lisan maupun tulisan yang terpampang di setiap lokasi wisata,” pungkasnya.

** Andres

Dipertanyakan Pengunjung, Fire Hydrant Lantai Empat Pasar Ciawi Dibiarkan Rusak

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Keberadaan fire hydrant di Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor yang sudah rusak dan belum ada perbaikan, dipertanyakan pengunjung pasar semi modern tersebut.

Bahar, pengunjung Pasar Ciawi mengaku heran dengan kondisi fire hdyrant yang sudah lama rusak namun belum juga dilakukan perbaikan. Padahal, fire hydrant itu berada dilantai empat persisnya di lokasi kios counter handphone dan juga kantor unit pasar,  serta sekretariat Forcim merangkap kantor pihak ketiga pengelola parkir PT Tegar Parking.

 “Setiap kali saya mau servis atau beli handphone di lantai empat Pasar Ciawi,  fire hydrant itu tetap dibiarkan rusak,” katanya kepada wartawan saat berada di Pasar Ciawi, Minggu (8/5).

Bahar mengatakan, apabila melihat usia fire hydrant yang sudah rusak itu, hampir berbarengan dengan dibangunnya Pasar Ciawi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, belasan tahun lalu.

 “Bayangkan saja dari mulai pasar ini dibangun, sampai sekarang belum juga ada penggantian fire hydrant. Apa tidak ada anggaran untuk pemeliharaan atau pembelian barang yang menjadi fasilitas pendukung pasar,” heran pria warga Desa Bitungsari, Kecamatan Ciawi itu.

Hal senada juga diungkapkan Aryandi, pengunjung Pasar Ciawi lainnya, fire hydrant adalah sebuah terminal air yang berfungsi sebagai bantuan  darurat ketika terjadi kebakaran. Selain itu, fire hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses  penanggulangan ketika terjadi bencana kebakaran.

 “fire hydrant merupakan fasilitas  wajib bagi bangunan-bangunan publik, seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya di lingkungan perumahan pun harus ada fasilitas tersebut,” jelasnya.

Aryandi minta agar Perumda Tohaga selaku pengelola semua pasar tradisional di Kabupaten Bogor, segera menganti fire hydrant dilantai empat Pasar Ciawi yang sudah rusak itu.

 “Ini semata-mata untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana kebakaran. Bencana itu kan tidak ada yang tahu kapan waktunya,” ungkapnya.

Aryandi menilai, pemeliharaan fasilitas pendukung pasar seperti fire hdyrant, sebenarnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak pasar ataupun Perumda Tohaga, bisa juga kewajiban pihak ketiga.

 “Untuk pengelolaan parkir pasar ini kan oleh pihak ketiga, yakni PT Tegar Parking, harusnya perusahaan tersebut ikut bertanggung jawab juga dengan adanya perbaikan-perbaikan fasilitas pasar. Jangan hanya meraup keuntungan saja, tapi tidak ada kontribusi yang lain untuk kepentingan pasar,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Belum Digunakan, Gedung SMPN 4 Gunung Putri dan GOM Sudah Memprihatinkan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Belum sempat digunakan pascadibangunnya gedung SMPN 4 Gunung Putri yang sudah lama diimpikan masyarakat, kini kondisinya sudah memprihatinkan. Dari pantauan Jurnal Bogor terlihat pintu ruang kelas yang sudah copot akibat rusak dan beberapa ruangan terdapat genangan air. Hal yang sama pun terjadi di gedung GOM yang bersebelahan dengan SMPN tersebut.

Achmad Fathoni

Mendapati aduan dari masyarakat, anggota DPRD Kabaputen Bogor Achmad Fathoni sangat prihatin dengan kondisi SMPN 4 Gunung Putri dan GOM Gunung Putri yang belum sempat digunakan tapi sudah terdapat beberapa kerusakan.

“Saya berharap pihak dinas terkait dan kontraktor bisa bertanggung jawab, memastikan bangunan diperbaiki sesuai ketentuan kontrak sehingga saat diserahterimakan ke Pemda Bogor sesuai dan bisa digunakan dengan baik,” cetusnya  kepada Jurnal Bogor, Minggu (08/05/22).

Selain itu, dia berharap, Pemda Bogor segera mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung sehingga kedua bangunan bisa segera dipergunakan, termasuk sarana akses jalan dan saluran drainasenya.

“Harus diingat, kedua aset bangunan ini sudah lama ditunggu oleh masyarakat Gunung Putri, apalagi SMPN 4 Gunung Putri sudah 3 tahun siswa – siswanya menumpang di sekolah lain. Saya berharap bangunan yang sudah menghabiskan belasan miliar anggaran APBD tersebut bisa diselesaikan segala macam persoalannya bisa segera digunakan oleh warga, khususnya masyarakat Gunung Putri,” papar Aleg yang berangkat dari Partai PKS tersebut.

Dia khawatir kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Gunung Putri , dan berharap dinas terkait bisa mengecek dan mengevaluasi bangunan – bangunan yang sudah dibangun pakai anggaran APBD terkait kondisi sebelum serah terima akhir.

“Sebaiknya segera pergunakan, dan resmikan untuk gedung atau bangunan yang memang sudah dibangun agar bisa sama – sama menjaga bangunan tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, warga sekitar Maulana (34) sangat menyayangkan bangunan tidak segera digunakan, hingga pada akhirnya bangunan kosong tersebut jadi sarang anak – anak muda yang nongkrong tengah malam.

“Gak heran kalo udah ada pintu yang rusak, bangunan itu gak ada yang jaga sering jadi tempat nongkrong anak-anak muda kalo malam hari, gak tau pada ngapain,” bebernya.

Dia juga heran, mengapa Pemkab menunda – nunda penggunaan bangunan SMPN 4 Gunung Putri dan GOM. Padahal jika lebih cepat digunakan mungkin tidak ada kerusakan dan terkesan mubazir.

“Memang saya dengar ada persoalan sengketa akses jalan, tapi kalo nunggu masalah sengketa selesai baru dipakai keburu ambruk bangunannya. Ngapain dibangun kalo  ujung-ujungnya gak bisa dinikmati warga, ngabis-ngabisin anggaran doing. Saya sebagai warga hanya mengingatkan itu yang dipake bangunan gedung kan uang rakyat harus dinikmati rakyat juga, jangan karena persoalan penggede rakyak gak bisa nikmati fasilitas , kecewa jika Pemda tidak tegas,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mau Liburan Murah, ke Curug Country Aja!

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Untuk mengisi waktu liburan yang masih panjang, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor menawarkan wisata air curug yang tak kalah indah dengan wisata – wisata air pada umumnya.

Pengelola Curug Country Yayan menjelaskan, Curug Country dibuka sejak tahun 2015, namun jumlah pengunjung yang masih tergolong sedikit membuat wisata air ini masih minim fasilitas.

“Pengunjungnya masih tergolong sepi, hari raya Idul Fitri saja sampai saat ini baru ada sekitar 800-an pengunjung , jadi untuk menambah fasilitas perputaran keuangannya belum bisa mumpuni,” paparnya.

Selain akses jalan yang masih minim, Curug Country pun tak miliki fasilitas spot foto, dimana hanya menyasar curug saja yang menjadi daya jual wisata ini.

“Untuk masuk ke curug ini, wisatawan cukup menyiapkan kocek 10.000 ribu saja per orang, dengan parkir untuk kendaraan motor 5.000 / motor, dan 15.000/mobil,” jelasnya, Jumat ( 06/05/22).

Menurutnya, penataan Curug Country sudah sering diajukan ke pemerintah desa bahkan sudah sampai ke tingkat kecamatan, namun sampai saat ini belum ada kelanjutannya.

“Sangat butuh sih, jika ada investor yang mau membantu untuk kemajuan Curug Country ini , terutama di akses jalannya yang masih tanah merah,” pungkasnya.

Senada disampaiankan Andri, salah satu pengunjung yang sering mendatangi Curug Country ini. Dia menjelaskan dari awal dibuka sampai saat ini tidak ada perubahan wajah pada curug ini.

“Seingat saya curug ini sudah ada dari tahun 2002 dan tampilannya hanya seperti ini saja tidak ada perubahan dan tidak ada tambahan spot apapun, ya semoga kedepannya ada tambahan spot selfi dan pendukung lainnya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Turut Prihatin, Sentul City Bantu Korban Banjir dengan Paket Sembako

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Pascabencana banjir yang terjadi di Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, PT Sentul City memberikan bantuan paket sembako.

“Kami dari Sentul Sity, perusahaan properti yang ada di Kecamatan Babakan Madang dan Sukaraja, turut prihatin terhadap bencana alam yang ada, terutama banjir yang menjadi langganan warga Cicerewed,” ujar perwakilan Sentul City Bidang Departement Land, Budi Purwanto kepada Jurnal Bogor, Jumat (06/05/22).

Menurutnya, sebanyak 100 paket sembako diberikan kepada 80 warga sekitar yang  terdampak. Ia berharap, sembako ini dapat membantu kebutuhan pokok warga dalam kondisi kesulitan setelah ditempa banjir. Ia pun berjanji bersama mitra perusahaan yang ada, pihaknya memastikan dapat membantu memecahkan persoalan banjir yang ada di wilayah tersebut.

“Kami turut merasakan apa yang dialami warga, oleh karena itu apa yang kami berikan ini bagian dari pada kepedulian kami, dimana agar warga juga bisa melihat jika kami ada untuk warga dan untuk persoalan yang diinginkan warga mencarikan solusi dari banjir yang menjadi langganan warga,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cijayanti, Ahmad Fauzan menagtakan, selain beban material, warga korban bencana juga mengalami beban mental. Ia berharap bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban para korban.

“Semoga untuk para korban bersabar, kami pemerintah desa berusaha maksimal seperti membangun TPT, meninggikan jembatan untuk masyarakat, tapi alam berkehendak lain,” jelasnya.

Sebelumnya, di masa libur Lebaran, warga tiga kampung di Desa Cijayanti, Babakan Madang diterjang banjir pascahujan yang rutin turun di sore hari.

Selain permukiman, banjir juga merendam fasilitas umum warga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (4/5) malam itu.

Menurut catatan BPBD Kabupaten Bogor, banjir disebabkan hujan deras yang mengakibatkan aliran air Sungai Cisarapati, Sungai Cijayanti dan Sungai Cikeas meluap.

** Nay Nur’ain

Adu Meriam Karbit jadi Tradisi Warga Sukagalih Usai Idul Fitri

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Perayaan  Idul Fitri merupakan  hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa dan bagi sebagian muslim kerap dirayakan suka cita dengan cara tertentu.

Di Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor misalnya, warga masyarakat  memiliki cara unik merayakan Idul Fitri, yakni dengan cara membuat meriam karbit dan kegiatan  membunyi meriam karbit digelar selama  satu hari penuh berlokasi  di areal persawahan Kp Cimendo, Rabu (04/05/22) lalu.

“Saya kurang tahu sejarahnya, tapi meriam karbit selalu dibunyikan usai perayaan Idul Fitri,” kata Ayudin Ketua Panitia Lomba Bedug  yang juga menjabat Kesra Desa Sukagalih kepada Jurnal Bogor, Sabtu (07/05/22).

Ia menambahkan  untuk  persiapan meriam karbit  dimulai usai perayaan Idul Fitri. Untuk meriam sendiri terbuat dari pohon batang kelapa berdiameter 60 centimeter dan panjang lebih kurang  6 meter. Kemudian meriam tersebut dibersihkan untuk membuang kotoran yang menempel. Setelah dibersihkan, batang pohon kelapa yang dibagi menjadi dua bagian itu dirakit kembali menjadi satu.

“Setelah kering, disimpai atau dililit dengan rotan, agar ketika dibunyikan, batang pohon kelapa  tidak pecah,” papar Ayudin.

Menurutnya, kegiatan adu bedug dan adu karbit  merupakan  tradisi dari nenek moyang mereka.

“Kami sebagai warga Desa Sukagalih wajib untuk melestarikan, karena siapa lagi melestarikannya kalau bukan warga sendiri. Kegiatan adu karbit sangat direspons oleh warga, hal ini dapat terlihat dari banyaknya pengunjung yang hadir bahkan dari luar daerah untuk menyaksikan tradisi adu karbit ini ,” pungkasnya.

** Nay / ramses