31.9 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 889

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Kemang dan Parakan Jaya

0

Kemang | Jurnal Bogor

Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) membongkar bangunan liar yang berada di wilayah Desa Kemang dan Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Total ada lima lapak dan satu tempat usaha penggilingan padi.

“Hari ini pihak Satpol PP langsung melakukan pembongkaran bangunan liar yang berdiri diatas tanah Pemdes Kemang sekaligus situs budaya,” kata Kades Kemang Entang Suhana kepada wartawan, Rabu (8/6).

Entang mengaku, untuk di Kemang ada lima lapak yang dibongkar karena sudah menyalahi aturan keberadaan lapak tersebut. “Jadi pemilik lapak sudah mengubah jadi karya bisnis, dan lahan tersebut menjadi kotor sehingga tak terjaga kebersihannya,” kata Entang.

Senada dikatakan Camat Kemang Rameni, pihaknya mengapresiasi respon Satpol PP yang langsung turun dan membersihkan bangunan tak berizin tersebut.

“Jadi kami mengirim surat sehari dan langsung direspons dan kegiatan ini ada dua agenda pembongkaran di Kemang dan Parakan Jaya,” tuturnya.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Bogor Cecep Iman Nagarasid menegaskan, pembongkaran ini sebagai langkah lanjutan surat dari Pemcam Kemang mengenai bangunan tak berizin.

“Kami langsung merespons apa yang dimohon pemdes dan pemcam, dengan membongkar bangunan yang ada sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2015,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kedepan ketika ada pelanggaran hal yang pertama dilakukan persuasif bersama pemdes setempat sebelum dibongkar.

“Hari ini dua agenda di Kemang dan Parakan Jaya, semuanya sudah dibongkar dan kami menghimbau agar mematuhi aturan pemerintah daerah,” ungkapnya.

** Arif Ekon

Seringkali Diusulkan, Gedung SDN Parigi Dibiarkan Rusak

0

Pemkab Bogor Masih tak Merespon Usulan Kepala Sekolah

Nanggung l Jurnal Bogor

Gedung SDN Parigi di Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor sudah seringkali diusulkan karena kondisinya sudah rusak. Namun hingga kini tak direspons Pemkab Bogor.

Pada 2020 gedung SDN Parigi sudah masuk list daftar pembangunan, namun menghilang. “Setelah dicroscek,  gedung SDN Parigi tidak masuk daftar pembangunan tahun 2022. Kami lihat tidak ada dilist untuk dibangun,” ujar Kepala sekola SDN Parigi Juju Juhaeriyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (8/6).

Dengan batal dibangun, kekecewaan Juju Juhaeriyah tentu sangat beralasan lantaran pihaknya sering mengusulkan untuk pembangunan SDN Parigi, tetapi tak ada kejelasan.

“SDN Parigi disebut sebut salah satu prioritas untuk dibangun 2022, kenyataannya SDN Parigi masih dibiarkan rusak,” ungkap Juju sembari menunjukan lantai keramik sekolah yang sudah mengalami kerusakan.

Dia mengaku kecewa karena keinginan sekolah dibangun dan setiap tahunnya diusulkan, baik dimasukan MusrenbangDes maupun melalui pihak lain, hingga kini masih diabaikan.

Sebelumnya disebutkan Juju,  SDN Parigi, dari 15 lokal terdapat  10 ruang yang mengkhawatirkan dan diketahui 2 ruang yang dinyatakan membahayakan karena rusak berat. Juju berharap, usulannya segera dilaksanakan agar siswa-siswinya nyaman saat belajar dan tidak merasa khawatir.

“Kami harap perbaikan itu segera dilaksanakan karena menyangkut siswa juga, khawatir ada kejadian yang tidak diinginkan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Duh, Ormas Tutup Wisata Leuwihejo

0

Forkom Ormas Desa Karang Tengah Akan Turun ke Lapangan

Jurnal Bogor | Babakan Madang

Tempat wisata Leuwihejo yang berada di Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor ditutup oleh salah satu ormas. Mespons hal itu, Forum Komunikasi Ormas (Forkom) Karang Tengah melakukan rapat dan membuat kesepakatan akan turun ke lapangan bersama lima ormas lainnya, Kamis (9/6).

Penasihat Forkom Ormas Desa Karang Tengah, H. Sugih mengatakan,  Leuwihejo ditutup oleh ormas yang juga berada di naungan Forkom. “Yang pertama, Forkom ini dibentuk sebagai wadah untuk mempersatukan ormas dan lembaga agar meminimalisir permasalahan yang ada di wilayah, yang kedua sebagai wadah aspirasi masyarakat, ketika ada persoalan seperti inilah dibentuk musyawarah agar ada solusi, karena wisata Leuwihejo itu ditutup oleh salah satu ormas, yang katanya itu tanah milik pribadi,” ujarnya kepada Jurnal Bogor di Caffe Hutan Pinus Gunung Pancar, Desa Karang Tengah, Rabu (8/6).

Maka dari itu pihaknya melakukan pendeketan persuasif agar tidak meresahkan warga, dan mau diajak bicara dan kalau memang punya bukti, Forkom Ormas ingin melihat bukti itu. Menurutnya,  dengan turunnya lima ormas ini, bukan untuk membuat masalah baru, tetapi ingin membuat musyawarah.

“Besok akan kita turunkan 5 lembaga ke lapangan, bukan berarti ingin membuat permasalahan baru ya, tetapi untuk membuat musyawarah. Yang membuat resah warga saat ini itu saat kehadiran Pak Iwan. Karena informasi yang saya terima adalah datang ke Leuwihejo membawa bendera ormas sehingga masyarakat cukup resah,” jelasnya.

Sebetulnya, kata dia,  kalau menilik ke belakang,  tanah itu dulunya milik Solih sebagai ahli waris, akan tetapi sudah dikukuhkan saat itu oleh Departemen Kehutanan karena masuk kawasan hutan.

“Dulu tanah itu adalah milik Pak Solih kalo melihat sebagai ahli waris ya, cuman tanah tersebut masuk kedalam kawasan hutan, pada tahun 1996 itu sudah dikukuhkan Departemen Kehutanan bahwa tanah itu masuk kawasan hutan,” jelas H.Sugih

Namun pada saat itu informasi yang diterima, Solih menjual ke Iwan, tetapi pada kenyataannya sampai saat ini tanah tersebut oleh Iwan tidak pernah dilunasi, dan sudah berjalan sampai tiga tahun hingga sampai saat ini itu tanah masih milik Perhutani.

Namun dengan membawa bendera salah satu ormas, kata dia, cukup meresahkan warga dan apabila memang bersikeras memaksakan, kemungkinan akan dibawa ke jalur hukum. “Jelas membuat resah warga karena membawa massa ormas Pemuda Pancasila, dan kalo memang, Pak Iwan ini memaksakan mengklaim, dengan bukti yang tidak valid, ya kemungkinan akan kita ambil jalur hukum, soalnya itu tanah diklaim milik Perhutani,” lanjutnya.

Dia berharap ada jalan damai, dan menciptakan ketentraman kepada masyarakat, dan masalah ini segera diselesaikan, apalagi Leuwihejo itu menjadi salah satu mata pencaharian warga.

Ditempat yang sama Ketua Ormas Gibas Desa Karang Tengah Ara Angara mengatakan, ormas dibawah naungan Forkom ada 6  di Desa Karang Tengah. Dia menyayangkan ormas tersebut tidak komunikasi dengan Ketua Forkom karena Forkom  adalah wadah bagi masyarakat.

“Harapan kami disini, supaya semuanya berjalan dengan baik, semuanya aman dan tentram, dan tidak arogan, untuk semuanya bekerjasama, dan memberikan yang terbaik untuk semuanya,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Kades Tangkil Mangkir, Polda Jabar Lakukan Pemanggilan Kedua

0



Caringin | Jurnal Bogor
Mangkirnya Kepala Desa (Kades) Tangkil, Acep Awaludin saat pemanggilan pertama oleh penyidik Polda Jawa Barat (Jabar) terkait pelaporan atas dugaan over alih lahan garapan seluas 20.000 m2 di blok 011 (blok Cawal/TG), RT 01 RW 01, disayangkan Ketua Umum LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar), Sambas Alamsyah.

Sambas menilai, sikap yang ditunjukan Kades Tangkil dengan mangkirnya saat pemanggilan pertama oleh pihak penyidik Polda Jabar, suatu tindakan yang sama sekali tidak menghormati aparat penegak hukum.

“Harusnya terlapor kooperatif dan menghormati surat dari penyidik. Saya minta pada pemanggilan kedua, Acep Awaludin selaku terlapor untuk hadir,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (8/6).

Ia mengungkapkan, merujuk pada Surat Perintah Penyidikan Nomor SP. Lidik / 255/ IV /2022/ Ditreskrimum tanggal 13 April 2022 dan surat undangan klarifikasi Nomor B.2449 /V/ 2022/ Ditreskrimum tanggal 18 Mei 2022, pemanggilan ke-2 terhadap terlapor dijadwalkan pada Kamis, 9 Juni 2022.

“Sebagai pemimpin di wilayah, harusnya Kades Tangkil bersikap satria dengan memenuhi panggilan aparat penegak hukum,” jelas Sambas.

Terkait pernyataan terlapor akan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik, pihaknya sangat menghormati hak-hak warga negara, asalkan melalui mekanisme yang baik dan benar sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

“Kalau mau lapor balik silakan saja. Tetapi sebagai warga negara yang baik harus patuh terhadap hukum dengan memenuhi panggilan Polda Jabar,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun, ihwal Kades Tangkil dilaporkan ke Polda Jabar oleh LSM Genpar didasari adanya ketidakadilan yang dirasakan oleh keluarga almarhum Sumirat bernama Adhi Purnama. Pihak keluarga pun memberikan surat kuasa pendampingan hukum kepada Genpar karena di atas lahan garapan yang dipermasalahkan, telah beralih kepemilikan menjadi atas nama Polawison serta sudah berdiri sebuah bangunan villa.

Menurutnya, terjadinya proses perpindahan atas hak atau over alih garapan dari almarhum Sumirat kepada saudara Polawison yang diduga dilakukan oleh Haji Darma, melalui mediator Sape’i tanpa seijin dan sepengetahuan dari keluarga almarhum Sumirat pada tahun 2010.

“Namun dalam hal ini, transaksi jual beli diketahui Acep Awaludin sesuai dengan surat keterangan dari kades. Dengan begitu, diduga sudah terjadi perbuatan melawan hukum yang mana telah melakukan tindakan konspirasi dan mal administrasi,” tukas Sambas.

Sementara, Kades Tangkil, Acep Awaludin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak membalasnya. Bahkan, ketika dihubungi Kades Tangkil tidak menjawab atau belum memberikan tanggapan terkait pemanggilan kembali dirinya oleh penyidik Polda Jabar.

** Andreas 

Gandeng BRI, Desa Leuwinutug Salurkan Dana Desa Non Tunai

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Leuwinutug, Citeureup, Kabupaten Bogor mengimplementasikan Peraturan Bupati Bogor Nomor 31 Tahun 2022 tentang pengalokasian dan tata cara penyaluran  alokasi Dana Desa tahun anggaran 2022, dimana pemberian honorarium atau insentif Ketua RT dan RW, BPD dan guru ngaji yang semula tunai menjadi non tunai.

Di aula kantor Desa Leuwinutug, Kepala Desa Leuwintug Deden Saipul Hamdi memberikan langsung buku tabungan dan ATM kepada para ketua RT, RW, BPD, Linmas dan guru ngaji bersama KCP Unit BRI Kecamatan Citeureup. 

“Sebanyak 77 kartu ATM dan buku tabungan yang diberikan oleh pihak BRI Citeureup diantaranya 29 Ketua RT, 7 Ketua RW,  Ketua BPD beserta anggota sebanyak 9, anggota Linmas sebanyak 10 serta sebanyak 25 untuk guru ngaji yang nantinya akan digunakan untuk transaksi atau pengambilan honorarium dan insentif para aparatur dan lembaga Desa Leuwinutug,”  papar Kang Denz biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Rabu (08/06/22).

Dalam sambutannya, Kang Denz menyampaikan,  kedepan dia berharap BRI tidak hanya sebagai mitra desa dalam transaksi transfer alokasi Dana Desa, namun bisa berkolaborasi dengan desa dan aparatur RTdan RW mengembangkan potensi yang ada di Desa Leuwinutug seperti halnya UMKM yang ada di masyarakat disinergikan dengan Program UMI (Usaha Mikro), salah satu program Bank BRI.

“Kedepannya ingin ada ada sinergitas lain dalam mengimplementasikan program – program yang ada di Desa Leuwinutug dengan Bank BRI,” harapnya.

Senada disampaikan Kepala KCP Unit BRI Citeureup Reza Danaprayoga, buku dan kartu ATM yang diberikan bisa juga digunakan sebagai alat transaksi usaha para ketua RT dan RW  dan siap mendukung Desa Leuwinutug untuk mengembangkan UMKM-nya melalui program UMI yang sedang dijalankan saat ini. 

“Kartu ATM dan buku tabungan bisa digunakan untuk transaksi apapun, tidak hanya dalam penerimaan gaji saja, dan saya ucapakan terima kasih kepada Pemerintah Desa Leuwinutug yang sudah mempercayakan transaksi untuk bekerja sama dengan BRI,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kediaman Janda di Batulayang Hancur Diterjang Puting Beliung

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, seperti itulah kejadian yang dialami Ciah (48), warga Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Usai bercerai dengan suami dan ditinggal anaknya, Ciah yang kini hidup menjanda hanya bisa pasrah saat tempat tinggalnya hancur porak poranda usai diterjang puting beliung pada Selasa (7/6) sore atau sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kejadiannya sore hari, rumah saya dan 68 warga lainnya rusak terkena puting beliung. Saya bingung mau memperbaiki bagaimana. Jangankan perbaiki rumah, untuk makan sehari-hari pun sulit,” ungkapnya kepada wartawan Rabu (8/6).

Janda yang hidupnya sebatang kara ini berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan bantuan untuk perbaikan rumahnya. Sehingga rumahnya bisa kembali ditempati. Ciah, mengapresiasi adanya bantuan tanggap bencana dari Dinas Sosial (Dinsos) berupa sembako yang sudah diterimanya

 “Kami berterimakasih atas bantuan yang saat ini disalurkan. Tetapi kami sangat berharap, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran bantuan perbaikan rumah yang terkena bencana puting beliung,” paparnya.

Camat Cisarua, Ivan Pramudia mengatakan, sebanyak 64 rumah yang terkena puting beliung berlokasi di RW 03 Desa Batulayang, tepatnya di RT 01 dan RT 03. “Kami akan melakukan upaya preventif, sekaligus berkoordinasi melalui dinas terkait maupun pemerintah desa,” kata Camat Cisarua saat berkunjung ke lokasi bencana didampingi Kepala Desa Batulayang, Kapolsek Cisarua, Danramil Cisarua dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Sementara, Milka Yulianti, Koordinator Dinsos Kabupaten Bogor mengungkapkan, pihaknya turut membantu dalam penanganan pascabencana menerjang perkampungan warga Desa Batulayang tersebut.

 “Kami berikan bantuan berupa paket sembako, alas tidur, selimut juga makanan dan minuman untuk bayi. Jika memang masih butuh yang lainnya, ya nanti tinggal kita koordinasi lagi,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Juara 1 Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bogor, Daman Huri Optimis di Tingkat Provinsi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor mendapat juara pertama Lomba Desa tingkat Kabupaten Bogor 2022, sehingga terpilih menjadi desa terbaik se-Kabupaten Bogor mengalahkan ratusan desa dengan banyaknya inovasi yang dilakukan dan akan menjadi perwakilan Kabupaten Bogor untuk Lomba Desa tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Dengan mendapatnya penganugerahan juara Lomba Desa, tingkat Kabupaten Bogor, Kami Pemdes Gunung Putri, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan amanah sebagai desa terbaik dalam Lomba Desa tahun 2022 di tingkat Kabupaten Bogor ini, dan dengan adanya penghargaan ini kami mengharapkan kepada seluruh warga Desa Gunung Putri untuk terus menjalankan program-program desa yang telah diprogramkan,” ucap Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri kepada Jurnal Bogor, Rabu (08/06/22).

Dia berharap kedepannya program ini dapat bermanfaat bagi warga Desa Gunung Putri, khusunya dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian warga desa.

“Saya atas nama Pemdes Gunung Putri mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang berada di Desa Gunung Putri, kepada perangkat desa,  lembaga lembaga, BPD Gunung Putri, Babinmas Babinsa, RT, RW yang terus mendukung dan mendukung dan mensupport program-program desa,” jelas A Heri biasa disapa.

Ia menyebut, semua persiapan untuk Lomba Desa di tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2022 sudah disiapkan di setiap programnya.

“Kami tim Pemdes Gunung Putri berikut tim Kecamatan Gunung Putri, dan tim DPMD Kabupaten Bogor, sudah mempersiapkan segala sesuatunya, insya Allah besok pagi kita akan menuju lokasi penilaian Lomba Desa tingkat Jawa barat di Kota Bogor, dan saya sangat optimis dengan kegiatan kegiatan dan inovasi desa yang sudah diprogramkan,” katanya.

Dengan sembilan inovasi ini, Heri optimistis akan merebut poin-poin penilaian sehingga berhasil memenangkan Lomba Desa tersebut.

“Desa Gunung Putri sebanyak 9 inovasi desa, dan saya optimis akan berhasil untuk mencuri poin, mudah-mudahan dengan kerja keras yang maksimal dari Pemdes Gunung Putri, dari Kecamatan Gunung Putri dan DPMD Kabupaten Bogor, kita akan lolos ke Provinsi Jawa barat,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Jalan Lintas di Tenjo Sempat Kebanjiran

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Akibat hujan disertai angin kencang menyebabkan banjir di jalan lintas Kampung Pabuaran RT 03/08 dan Kampung Boja RT 02/05 dan Cimalang, Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Senin (6/6) pukul 15.30 WIB.

“Untuk penyebab kejadian adanya penyempitan sungai di Kampung Jantungan Desa Jambe Kabupaten Tangerang, sehingga jalan lintas dua kampung wilayah Tenjo sempat terendam,” kata Camat Tenjo Yudi Utomo kepada wartawan, Rabu (8/6).

Dia menjelaskan, pada waktu kejadian jalan penghubung terendam banjir sehingga aspal rusak, dan sawah terendam banjir. Tapi tidak ada korban jiwa. “Kalau Kerugian material diperkirakan 128 juta. Upaya yang telah dilakukan melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman atau keluarga terdekat bagi warga yang sekitar lokasi,” ucapnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap aliran sungai tersebut, mengantisipasi banjir lebih besar lagi.

“Hari ini kami rechecking lokasi untuk inventarisasi kerusakan dan dampak lebih lanjut. Karena pada waktu kejadian tidak ada rumah yang terendam, hanya akses terendam banjir saja, dan sekarang sudah bisa dilewati lagi,” pungkasnya.

** Andres

Citeureup Optimistis Bakal Tumbangkan Gunung Putri

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Kecamatan Citeureup tetap menargetkan poin penuh melawan Kecamatan Gunung Putri pada Piala Bupati Bogor 2022 di Stadion Mini Cileungsi, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor FC, Kamis (8/6). 

“Kita targetkan 3 poin melawan Kecamatan Gunung Putri,” ungkap manajer Kecamatan Citeureup, Wawang Sudarwan.

Dia menuturkan, persiapan para pemain pun diutamakan menjelang pertandingan tersebut.

“Yang jelas stamina hingga formasi dibutuhkan dalam pertandingan nanti, pemain Gunung Putri pun cukup baik kemarin saat tanding melawan Kecamatan Klapanunggal,” terangnya.

Dia optimis mampu mencuri poin tiga angka melawan Kecamatan Gunung Putri dengan menurunkan full team.

 “Setiap pemain ada kekurangan dan kelebihan namun kita harus optimis bisa menumbangkan Kecamatan Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Desa Singajaya Siap Ikuti Lomba Desa Tahun 2022

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Desa Singajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor tengah persiapan mengikuti Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tahun 2022 dengan tema “Desa Tangguh Ekonomi Masyarakat Tumbuh”. Kades Singajaya Hj Lili Mulyati pun mengajak para perangkat desa untuk mensukseskan kegiatan ini agar desanya menjadi yang terbaik dari berbagai sector, baik dari segi administrasi, kebersihan, maupun hal lainnya.

“Salah satu yang dilombakan ialah tertib administrasi, dimana apakah desa sudah mengimplementasikan apa yang sudah tertuang dalam aturan Kementerian Desa ,” Ujar Hj.Lily kepada Jurnal Bogor, Rabu (08/06/22).

Ia berharap Desa Singajaya bisa mendapatkan hasil maksimal dan meraih juara tingkat Kecamatan Jonggol. Dia juga melihat banyak hal yang telah dilakukan oleh pemerintah desa dalam mempersiapkan diri mengikuti lomba tersebut. Pihak desa pun berbenah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi lomba.

“Saya mengajak seluruh perangkat desa dan elemen masyarakat bersama-sama mewujudkan desa yang diharapkannya mengingat lomba ini dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 81 Tahun 2015 Tentang Evaluasi Perkembangan Pembangunan Desa/Kelurahan dengan aspek yang dievaluasi yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan, PKM, Posyandu, manula dan beberapa bidang lainnya,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay / Ramses