30 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 884

Gelar Saba Warga, Pol PP Kemang Sambangi Majelis Taklim

0

Kemang l Jurnal Bogor

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Kemang terus melakukan keamanan dan ketertiban umum (trantibum) di wilayahnya melalui pengajian, bahkan sosialisasi ke security di perumahan.

“Ini kegiatan trantibum menindaklanjuti apel siaga di setiap di desa dengan melibatkan unsur kades dan jajaran serta ketua DKM majelis, termasuk security di perumahan perumahan,” kata Kanit Pol PP Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi kepada wartawan, Kamis (16/6).

Dia mengatakan tujuan ini ingin berkolaborsi dengan semua unsur termasuk kegiatan sosialisasi di majelis taklim oleh ibu-ibu pengajian.

“Kami juga memberikan himbauan di perumahan dengan membuat SOP tamu keluar masuk dan warga asli diberi striker sebagai minimalisir tindak kriminal di wilayah,” katanya.

Dia mengaku model yang dicanangkan ini mendapat apresiasi dari pimpinan karena belum pernah ada di wilayah lain.

“Dengan harapan semua pihak ikut berperan melakukan kegiatan kami dan menjaga ketertiban umum,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Iluni SMA Rimba 95 Konsisten Bantu Ketersediaan Darah di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ikatan Alumni (Iluni) Angkatan 1995 SMA Rimba Madya Bogor kembali melakukan donor darah di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (16/6). tepatnya.

Koordinator Pelaksana kegiatan donor darah, Siti Aisyah menjelaskan, program rutin Iluni SMA Rimba Madya 95 sebagai wujud berupaya membantu ketersediaan darah di ‘Kota Hujan’.

“Ini yang kedua di tahun ini karena rutin setiap 3 bulan sekali kita gelar donor darah,” jelasnya.

Sasaran donor darah kata dia, selain alumni juga masyarakat umum. Kepedulian ini kata dia sebagai sedekah untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan darah.

“Bersama PMI kami upayakan donor darah dilakukab berapapun hasilnya, yang penting ada upaya berkontribusi untuk ketersediaan darah,” jelasnya.

Untuk itu dia mengajak masyarakat untuk melakukan donor darah karena darah termasuk elemen penting yang harus tersedia keberadaanya di rumah sakit-rumah sakit, khususnya di Kota Bogor.

“Seperi kita ketahui, darah sangat dibutuhkab untuk kepentingan medis. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tandasnya.

**ass

Tahun Politik, Netfid dan Kesbangpol Kota Bogor Komitmen Ciptakan Situasi Kondusif

0

Bogor | Jurnal Bogor

Di tengah suhu politik yang semakin menghangat sebentar lagi akan menghadapi tahun politik (pilkada serentak dan pilpres), Netfid (network for Indonesian democratic society ) bersama Kesbangpol Kota Bogor terus berupaya mengawal demokrasi dari berbagai macam ideologi yang mengancam kedaulatan Pancasila dan menjaga kondusifitas Kota Bogor.

Ketua Netfid Kota Bogor Asep Setiawan menyebutkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) merupakan salah satu kunci stabilitas daerah dan nasional. Hal itu diungkapkannya pada audiensi di kantor Kesbangpol Kota Bogor,, Selasa (14/06/2022).

Kedudukan strategis Kesbangpol dalam menjaga stabilitas keamanan tersebut, Kesbangpol diharapkan turut mencermati dinamika dan perkembangan yang ada, serta turut andil dalam menghadapi tantangan bangsa.

“Mencermati perkembangan tantangan yang ada, suhu politik di Kota Bogor semakin menghangat menghadapi tahun politik yaitu (pilkada serentak dan pilpres), begitu banyak kelompok kepentingan yang berusaha membuat situasi menjadi keruh salah satunya adalah kelompok radikalisme yang cukup merisaukan dan mengkhawatirkan kita.”ujar Asep.

kita tidak ingin pemilu 2024 nanti dipenuhi dengan ketakutan-ketakutan dan pembelahan masyarakat seperti apa yang terjadi di tahun 2019 lalu, Kota Bogor yang aman damai dan sangat toleransi ini jangan sampai dibuat keruh.

Maka dari itu, gerakan-gerakan radikalisme yang kembali mulai bermunculan harus menjadi perhatian lebih dan selalu dimonitor oleh Kesbangpol beserta para aparatur penegak hukum.

Apalagi Kota Bogor ini cukup seksi untuk menjadi pusat sentral gerakan kelompok radikal yang selalu berkembang dan menjalankan visi mereka, terlihat pada pekan yang lalu ada sekelompok yang mendeklarasikan gerakan pemuda pendukung khilafah mendukung salah satu capres. Kita tidak masalah deklarasi mendukung capres itu sah sah saja, tetapi kalau sudah bawa-bawa khilafah itu jelas dilarang oleh konstitusi negara kita. Hal ini menjadikan tugas Kesbangpol dalam pembinaan ideologi negara untuk bisa di gelorakan. “Sambung Asep Setiawan pada Kepala Kesbangpol saat audiensi.

Dalam risetnya Netfid juga menyebutkan faktor-faktor penyebab maraknya kelompok radikalisme menjelang tahun politik ini dikarenakan kurangnya pendidikan politik dan pemahaman ideologi Pancasila, sehingga khususnya kaum muda dapat dengan mudah disusupi paham paham yang melenceng dari norma-norma Pancasila.

Dalam hal ini, Kesbangpol diminta untuk bersinergi dengan pemangku kepentingan lain, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan lainnya, dengan pendekatan moralitas, sehingga bisa mencermati dinamika dan persoalan yang terjadi.

Jajaran Kesbangpol harus bersinergi dengan stakeholder yang ada untuk mendeteksi dini gelagat dinamika persoalan bangsa, dan kami siap menjadi mitra strategis Kesbangpol” kata Ketua Netfid itu pada kepala Kesbangpol.

Kepala Badan Kesatuan Politik dan Kebangsaan Kota Bogor merespon dengan baik dan terbuka atas apa yang disampaikan oleh Netfid Kota Bogor.

“Kami terbuka, Kesbangpol ini adalah rumah bersama untuk menyelesaikan berbagai tantangan bangsa dan kami mengajak para kaum-kaum muda untuk juga terlibat aktif dalam upaya pencegahan tumbuh kembangnya paham-paham radikalisme di Kota Bogor menjelang tahun-tahun politik ini.

Mari kita upayakan dalam bentuk program program yang bisa melibatkan para kaum muda dan stakeholder yang ada untuk bersama-sama menanggulangi hal hal tersebut,” ujar Dadang, Kepala Kesbangpol Kota Bogor.

Hasil audiensi tersebut mengahasilkan beberapa kesepakatan diantaranya.

  1. Kesbangpol dan Netfid Kota Bogor bersama sama akan menyelenggarakan program-program kedepan terkait pendidikan politik dan penerapan ideologi Pancasila.
  2. Memaksimalkan kader-kader PWK (penyuluh wawasan kebangsaan) bentukan dari Kesbangpol yang ada di setiap kelurahan.
  3. Menjadi mitra strategis untuk bersama-sama memberikan solusi terhadap persoalan bangsa.
  4. 4.Netfid dan Kesbangpol Kota Bogor berkomitmen untuk menciptakan situasi yang kondusif aman dan damai di Kota Bogor dalam menghadapi tahun politik.

Dengan solusi yang dihasilkan semoga bisa menjawab persoalan yang ada dalam menjaga kestabilan negara dan khususnya dapat menciptakan situasi yang kondusif, aman dan damai di Kota Bogor tercinta ini.

**m.rifki/mg

Kabupaten Bogor Sudah Sangat Siap Selenggarakan HUT APKASI 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan kesiapannya menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-22 tahun 2022 pada 18-19 Juni 2022. Sebanyak 416 Bupati sebagai Kepala Daerah Pemerintah Kabupaten se-Indonesia dipastikan hadir. “Sudah sangat siap kami gelar HUT APKASI tahun ini di Kabupaten Bogor,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hadijana, Rabu (15/6)

Meskipun baru pertamakalinya jadi tuan rumah, Kabupaten Bogor kata Hadijana yang juga Wakil Ketua 1 Panitia HUT APKASI 2022, sejumlah sarana dan prasarana telah disiapkan untuk menggelar Rakernas, pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI), Charity Golf  dan turnamen sepakbola.

“Nanti juga ada tasyakuran, pameran UMKM dan pentas kesenian. Untuk pameran kita siapkan display,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri bersedia jadi tuan rumah HUT APKASI 2022, selain keinginan kepala daerah, juga ingin memperlihatkan sejumlah potensi Kabupaten Bogor. Promosi pariwisata Sport and Tourism akan diperkenalkan karena Kabupaten Bogor memiliki banyak potensi pariwisata.

“Destinasi wisata di kita banyak dan tentu kepala daerah yang datang ke Kabupaten Bogor beserta rombongannya dapat menikmati wisata alam dan kulinernya,” kata Hadijana.

Secara geografis, Kabupaten Bogor juga memiliki akses dari Jakarta sehingga pada saat Rakenas yang akan dibuka Mendagri didampingi Gubernur Jabar dan tak akan kesulitan datang ke Kabupaten Bogor. “Rencananya, selain Mendagri (Tito Karnavian) juga akan hadir Gubernur Jabar (Ridwan Kamil, Menko Marves (Luhut Binsar Panjaitan) dan Menparekraf (Sandiaga Uno),” jelasnya.

Sedangkan untuk kegiatannya, pada Sabtu (18/6), dilakukan Rakernas, tasyakuran, pemilihan Putri Otonomi Indonesia, dan pada Minggu (19/8) ada Charity Golf dan turnamen sepakbola antara tim APKASI dan Pemkab. “ Untuk pemilihan Putri Otonomi Indonesia, putri Kabupaten Bogor masuk 12 besar grandfinal,” tandasnya.

HUT APKASI 2022

18 Juni 2022 – Rakernas, Tasyakuran, POI di Pullman Vimala
19 Juni 2022  – Charity Golf di Rainbow Hill, Turnamen Sepakbola di Stadion Pakansari

** Asep Saepudin Sayyev

KPI UIKA Gelar Seminar Internasional dan Exhibition

0

Bogor | Jurnal Bogor

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)  menyelenggarakan program Internasional Seminar dan Exhibition, yang diselenggarakan di gedung serba guna Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Khaldun Bogor, 18 Juni 2022.

Acara yang bertemakan “Islamic Broadcast Content as a Medium of Da’wah in the 4.0.” Acara tersebut juga bekerjasama dengan Trans 7 yang diisi oleh Pracoyo Wiryoutomo, dan juga bekerjasama dengan KPI Pusat yang diisi oleh Nuning Rodhiyah, M.Pd.I.

Selain bekerjasama dengan instansi pemerintah yang ada di dalam negeri acara itu pula dihadiri oleh dua universitas yang ada di Negeri Jiran Malaysia yakni Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Putra Malaysia.

“Alhamdulillah kita bisa melaksanakan acara ini yang bekerjasama dengan instansi luar negeri ini merupakan ajang untuk Mahasiswa Indonesia khususnya mengetahui kegiatan apa saja yang mereka lakukan di negeri jiran tersebut, dan serta bertukar pendapat mengenai program saluran TV yang ada disana begitupun sebaliknya.” tutur Ketua Prodi Progam Studi KPI UIKA bapak H. Nirwan Syafrin, MA. P.hD.

Kesan positif diutarakan oleh Aisyah “acara kemarin sangat bermanfaat bagi saya pribadi, tidak merasa bosan dan sangat menyenangkan dan membuat saya berambisi untuk bisa mengikuti student exchange ke negara tersebut agar saya tidak hanya bisa mendengar cerita apa kata orang, tapi saya juga bisa merasakan sendiri apa yg kita rasakan.”

** Kadiv Jurnalistik/Hudzaifah Muhammad

Soal Lingkungan, Ade Yana: Jangan Andalkan Satu Instansi 

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor 

Maraknya tumpukan sampah yang dikelola oleh oknum dan dibuang di sembarang tempat membuat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor mempertanyakan kinerja camat dan kepala desa setempat. Dimana menurutnya sampah, baik di pasar maupun sampah rumah tangga milik masyarakat boleh saja dikelola oleh siapapun asalkan bertanggung jawab dan dibuang ke tempat semestinya sehingga tidak menimbulkan bau yang menggangu warga lain.

“Saya jelaskan sedikit, perihal persoalan tumpukan sampah di Desa Tlajung Udik dan Cariu, dimana itu ada yang mengelolanya dibuang di satu titik tempat dan hingga pada akhirnya menumpuk, kemudian tiba – tiba menyalahkan Dinas Lingkungan Hidup,” ucap Ade Yana kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Selasa (14/06/22).

Menurutnya, dalam penanganan lingkungan hidup tidak bisa dilimpahkan sepenuhnya kepada Dinas Lingkungan Hidup, harus turut dijaga bersama – sama mulai dari tingkat RT, RW, desa, dan kecamatan dimana semua stakeholder wajib untuk menjaga lingkungan dari pencemaran.

“Sekarang kita lihat contohnya, ada pencemaran pabrik yang membuang limbah di sungai, apa harus langsung dilimpahkan kepada DLH, tidak juga?  yang pertama harus dilakukan ialah dimulai dari awal dari tingkat RT. Bukan kah izin lingkungan itu desa yang buat dan tingkat kecamatan, harusnya pengawasan diawali dari tingkat yang paling bawah, jika tidak bisa ditangani baru buat laporan tertulis ke DLH , ini kan tidak, hanya buat menurut masyarakat tapi tidak ada pengaduan resmi melalui surat ke DLH,” paparnya.

Selain itu, kata dia , soal sampah yang menumpuk di suatu wilayah, dari hasil penelusuran ternyata itu ada oknum yang mengkoordinir hingga dibuang sampah di lokasi tersebut. Namun tiba – tiba sekarang menyalahkan DLH karena tidak mengangkut dan DLH tidak seperti itu, disini pemerintah desa harus peka dan tahu siapa yang mengkoordinir pungutan sampah kepada masyarakat itu.

“Boleh saja pihak ke-3 untuk mengelola sampah, namun harus berkordinasi dengan UPT DLH untuk pengangkutannya itu baru tepat, jangan pungutan ke warga dia yang ambil, lalu ditumpuk di suatu tempat dan dengan mudahnya meminta DLH mengangkut, cerdas dong bisa saja diangkut oleh DLH hanya berbayar,  kan mereka sudah minta warga masa mau nyuruh DLH kerja bakti akibat ulah perbuatan mereka, boleh saja diangkut gratis tapi bisa menjamin gak besok atau lusa tidak ada lagi yang membuang sampah di lokasi tersebut,” cetus.

Oleh karena itu, dia mengajal bersama – sama untuk menjaga lingkungan agar bebas dari pencemaran dan memiliki lingkungan sehat, jika hanya berpacu kepada salah satu instansi saja, maka keinginan untuk memiliki lingkungan yang sehat itu hanya mimpi di siang bolong. 

** Nay Nur’ain

Pasar Leuwiliang Jadi Sentra Ikan Hias dan Benih Ikan Konsumsi

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Unit usaha ikan hias dan benih ikan konsumsi saat ini hadir di Pasar Tohaga Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pelaku usaha tersebut pun merasa gembira dengan dibukanya sentra pasar ikan hias dan benih ikan di pasar tradisional tersebut.

Kepala Unit Pasar Leuwiliang Mantri Mulyadi mengatakan, pembukaan sentra pasar ikan hias dan benih ikan itu bekerjasama dengan Perumda Pasar Tohaga, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Penyuluhan Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia.

Menurut Mantri, sebelumnya bangunan Pasar Blok D tersebut digunakan oleh pedagang daging, namun dengan kurang minatnya pengunjung, sehingga menjadi kawasan sentra ikan hias dan benih ikan konsumsi.

“Sudah ada 21 pedagang ikan hias yang berdomisili di 7 kecamatan di Kabupaten Bogor mengisi kios untuk ditempati para pedagang ikan hias,” ungkapnya, kemarin.

Lokasi sentra pasar ikan hias, kata dia, sudah dilengkapi sarana air bersih, listrik serta disiapkan juga lahan bagi ada yang mau berjualan khusus ikan hias.”Kita siap menerima masukan dari para pedagang ikan hias untuk kelangsungan pasar ikan hias Leuwiliang,” ujarnya.

Sementara, pedagang ikan hias bibit konsumsi Una (34) mengaku, hadirnya sentra usaha tersebut sangat membantu untuk mengembangkan usaha bagi para kelompok tani khusus di bidang ikan hias dan bibit ikan konsumsi. 

“Untuk harga sangat bervariasi dari jenis ikan hias itu sendiri yang jelas harga di sentra pasar ikan hias ini cukup terjangkau, saya sendiri  menjual bibit ikan konsumsi seperti Ikan patin, lele, gurame, nila dan tembakang,” tukasnya.

** Andres

Tak Ada Tindakan Pemerintah, Peternak Sapi Terancam Gulung Tikar 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Peternak dan usahawan sapi di Pasar Hewan Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor was-was terancam gulung tikar pasca Idul Adha.

Prediski gulung tikar pasca Idul Adha ini diungkapkan oleh salah satu peternak sapi di Kecamatan Jonggol, Dedy Ichwansyah. 

Ia menyebutkan, pemerintah tidak kunjung melakukan tindakan cepat seperti mendirikan lembaga atau badan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sehingga pasca Idul Adha tahun peternak sapi akan menarik diri dalam usaha niaga sapi. 

“Pasca Idul Adha, animo masyarakat tani atau usahawan ternak sapi akan menarik diri dalam usaha sapi, hal ini karena momok penyakit yang akan berakibat rasa takut akan penyakit sapi,” paparnya kepada Jurnal Bogor melalui pesan singkat, Rabu (15/6/2022).

Karena ketakutan akan PMK tersebut, kata dia, penyediaan sapi lokal di kemudian hari diperkirakan akan berkurang. 

“Sehingga lebih menguntungkan pihak importir dalam memasukkan sapi ke Indonesia,” cetusnya. 

Ia menekankan, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar rasa takut peternak sapi tidak meningkat. 

“Jangan sampai kepercayaan diri serta rasa takut akan usaha sapi meningkat, hingga akhirnya swasembada sapi tak akan pernah terjadi. Malah kita akan membutuhkan impor daging,” ujarnya. 

Dedy pun meminta analisa pasar penjualan sapi pasca bencana alam di Gunung Merapi tahu 2012 lalu. 

“Pada saat itu semua sapi di wilayah tersebut di jual murah hingga lelang cepat, akibatnya wilayah tersebut kehilangan pembibitan lanjutan, hingga mereka membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk kembali dalam usaha ternak sapi, coba analisa peristiwa tersebut,” kata Dedy. 

Menurut Dedy, dialog serta dukungan legislatif seperti Deddy Mulyadi dan anggota DPR lainnya sangat dibutuhkan guna mencapai skenario ketahanan pangan nasional. 

“Bila perlu ajak tim ahli peternakan dan biro pusat statistik ketahanan pangan nasional guna membangun skenario ketahanan pangan,” lanjutnya. 

Bahkan, sambungnya, peternak sapi di Kecamatan Jonggol ini menduga adanya skenario hitam dalam menghancurkan ketahanan pangan nasional. 

“Yang mungkin akan dimainkan 2024, analisa awal di mulai Ramadhan kemarin, yang mana biasanya harga daging frozen yang berangkat Rp. 45 ribu di tahun 2012, lalu masuk tahun 2016 masuk Rp 65ribu – Rp 80ribu, kini harga daging saat Ramadhan kemarin sudah masuk berkisar Rp 85 ribu hingga Rp 115 Ribu, lalu berapa harga daging tahun depan?,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Abaikan Kajian Teknis, Jembatan Karacak Terancam Dibongkar

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Bangunan jembatan yang dibangun dari bantuan anggaran infrastruktur Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Kampung Sipon Ilir RT 04 Rw 09 Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor terancam dibongkar.

Pasalnya, jembatan penghubung Kampung Sukamaju RT 01 dan RT 02 membentang di atas lahan pipa air berdiameter besar peninggalan zaman Belanda 100 tahun silam. Pipa tersebut menggerakkan 3 turbin raksasa yang berkontribusi mensuplai kebutuhan listrik di dua wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

“Jarak antara bibir jembatan dan permukaan tanah, hanya berjarak sekitar 30 Cm dan dibawahnya melintas pipa raksasa. Artinya ketika semua pihak bicara manfaat untuk warga masyarakat  lalu jangan pula mengabaikan kajian teknis bangunan dan resiko yang terjadi nanti,” ungkap Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah.

Dengan begitu, dia menilai sangat disayangkan hal yang dianggapnya gegabah. Sebab bangunan yang menelan anggaran Pemerintah Kabupaten Bogor melalui program Samisade tersebut terlalu dipaksakan, karena terbentang di atas lahan obyek vital nasional Indonesia Power.

“Kita menduga semua pihak yang terlibat dalam hal pembangunan jembatan tersebut telah mengambil keputusan yang beresiko tinggi, mengabaikan kajian teknis kontruksi bangunan. Mulai dari Pemdes Karacak, pihak Kecamatan Leuwiliang juga UPT PUPR dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) telah gegabah dalam hal mengkaji dan menganalisa,” ungkapnya.

Jadi kata dia, akibat berdirinya jembatan tersebut pihak mana dan siapa yang akan bertanggung jawab manakala terjadi permasalahan di area tersebut Pemdes Karacak atau PT Indonesia Power.

“Saya langsung bicara dan mengklarifikasi hal ini via telepon dengan petinggi Indonesia Power Saguling Bandung untuk segera turun dan mengevaluasi peristiwa ini,” jelasnya.

Dari temuannya LSM Genpar akan mengawal terus dan akan melakukan audiensi dengan pihak Indonesia Power pusat.

“Jembatan penghubung ini baiknya bersifat darurat saja kenapa harus dibangun permanen seperti itu,” tuturnya.

Selain itu kata Sambas, dirinya mempertanyakan batu prasasti yang mana sebagai keterbukaan anggaran tersebut. Dengan begitu mengindikasikan adanya dugaan anggaran yang ditilep oleh Pemdes Karacak. 

“Temuan ini akan kami tindak lanjut ke pihak yang berwajib dalam hal ini Direskrimsus Polda Jabar,” sebutnya.

Dia berharap, pihak pemerintah desa di Kabupaten Bogor agar mengedepankan kehati-hatian dalam hal pembangunan jangan sampai niat baik menjadi bencana.

Sementara, Kepala Desa Karacak Onas Saonah menyatakan, bahwa pihaknya  sudah ada kesepakatan dengan Indonesia Power Saguling.

Menurutnya, tidak mungkin dibangun sembarangan di atas lahan orang lain tanpa ada persetujuan dan kebersamaan.

“Jembatan tersebut sudah terbangun, kesepakatan kita dengan Indonesia power Saguling di atas materai juga sudah diketahui oleh dinas satu tahun yang lalu, jadi tidak ada permasalahan lagi seperti itu,” jelas Onas Saonah sat dihubungi JurnalBogor, melalui telepon seluler, kemarin.

Onas pun membenarkan bahwa jembatan tersebut dibangun dari anggaran Samisade, namun terancam dibongkar, Onas menyebut, bahwa itu mengada-ada yang tidak ada.

“Kita kalau tidak ada kesepakatan mungkin kita tidak akan bangun, sementara untuk batu prasastinya belum kita pasang karena kita mau adakan peresmian nanti, tapi prasastinya sudah siap,” tukasnya.

** Andres 

Pekerja Summarecon Dibegal Dua Orang tak Dikenal

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pegawai PT. Summarecon asal Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dibegal dua orang tak dikenal, Rabu (15/6/2022). 

Korban bernama Maulana Hidayat Hanam (19) menuturkan, saat hendak berangkat kerja, mengais rezeki, dirinya menjadi korban pelaku pembegalan di Jalan Letnan Nasir, Kecamatan Gunung Putri. 

“Saya berangkat kerja jam setengah 5 pagi, pada saat itu jalanan sepi, saya langsung dipukul dari belakang lalu dipepet sampe jatoh,” ungkapnya kepada wartawan di tempat kejadian. 

Tak hanya mendapatkan tindak kekerasan, Maulana mengaku, motor yang Yamaha N-max bernomor polisi B-3342-UQJ pun lenyap digondol oleh dua orang tak dikenal tersebut. 

“Pelaku pake kendaraan Nmax warna item, kejadian jam setengah 5 di Jalan Letnan Nasir, Gunung Putri,” tuturnya. 

Atas kejadian tersebut, Maulana langsung mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Permata Cibubur. 

“Luka di leher aja, kemungkinan senjata yang dipake sajam, dapet perawatan jahitan 4 luka dalem dan 11 luka luar,” kata korban dugaan pembegalan ini. 

Mendapati hal tersebut , Polisi Sektor (Polsek) Gunung Putri gerak cepat (gercep) lakukan olah Tempat Kejadian Perkara terkait pembegalan yang terjadi di Jalan Letnan Nasir, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (15/6/2022). 

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, kronologi terjadi pembegalan tersebut berawal, dari korban berinisial MHH hendak berangakat menuju ke tempat kerja. 

“Kemudian berangkat dari rumah 4.30 WIB, tidak lama, 15 menit kemudian, di Jalan Ciangsana-Bojongkulur, korban dipepet dari arah belakang oleh dua orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor,” ungkapnya kepada wartawan. 

Kemudian, lanjut Bayu, korban dilukai menggunakan senjata tajam dibagian leher. 

“Sajam pelaku mengenai leher korban dan pelaku pun berusaha menjatuhkan korban dengan cara memukul, setelah korban terjatuh kemudian sepeda motornya dirampas,” ujarnya. 

Menurut Bayu, akibat kejadian tersebut, MHH (19) mendapatkan luka ringan pada bagian lehernya. “Luka ringan, Luka di leher, ada 7 jahitan, kemudian Luka lecet tangan dan lutut,” paparnya. 

Bayu mengatakan, pihak Kepolisian mendapati sendal jepit yang diduga milik pelaku tertinggal di TKP. 

“Dugaan sementara, pelaku sendiri kami kenakan pasal 365, yaitu pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tutur Kapolsek Gunung Putri ini. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman pada aksi pencurian dengan pemberatan ini. 

“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polres, juga tim lapangan masih mencari informasi di sekitar lokasi dari beberapa barang bukti yang ditemukan di TKP,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain