31.9 C
Bogor
Thursday, August 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 883

Hari Veteran, Generasi Muda Diingatkan Perjuangan Para Pahlawan

0

Pamijahan | Jurnal Bogor 

Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Bogor menggelar upacara Hari Veteran Nasional ke-65 dan hari ulang tahun Lokapurna ke-55 di lapangan alun-alun Lokapurna, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Rabu (10/8). Kegiatan ini mengingatkan generasi muda betapa berartinya perjuangan para pahlawan tempo dulu di era kemerdekaan sekarang ini.

Masyarakat setempat dan Pemuda Panca Marga (PPM) memeriahkannya dengan berbagai rangkaian kegiatan. Bahkan dilakukan penaburan bunga di makam pahlawan di Kampung Lokapurna tersebut.

Pada kesempatan tersebut tampak warga Kampung Lokapurna membawa berbagai hasil tani seperti buah-buahan dan sayur mayur dalam bentuk Dongdang dan juga 15 nasi tumpeng yang dibagikan kepada warga yang hadir. Penampilan tari jaipong oleh cucu seorang veteran yang ditampilkan oleh Neng Jahra. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah.

“Yang pertama saya mengucapkan selamat dan Dirgahayu Hari Veteran Nasional yang ke 65 tahun 2022 sekaligus milangkala Lokapurna yang ke-55 tahun,” ujar Ketua LVRI Kabupaten Bogor Bambang Heru dijumpai wartawan disela kegiatan.

Kampung Lokapurna ini jelas Bambang Heru adalah tempat pemukiman seluruh veteran pejuang, yang sekitar 75 orang ada disini dan sekarang hanya tinggal beberapa sisanya dan yang ada adalah putra putri dan cucunya

“Saya hanya berharap kedepan pemuda pemuda, anak-anak, remaja semua harus mengingat bagamana perjuangan para pahlawan. Perjuangan para veteran dan ini nyata, veteran ini nyata ada. Jadi, veteran itu bukan hanya fiksi atau cerita. Negara ini merdeka karena veteran dan sekali lagi saya ucapak selamat ulang tahun veteran nasional yang ke-65 tahun dan hari jadi Lokapurna yang 55 tahun,” katanya.

Selain itu, dia menyampaikan, bahwa selaku Ketua LVRI Kabupaten Bogor akan turut berjuang dan mengusahakan dan akan melakukan diskusi dengan para pemimpin daerah agar kedepannya lokasi wilayah Lokapurna tersebut menjadi daerah mandiri.

“Agar lokasi wilayah Lokapurna ini dibebaskan menjadi daerah mandiri arti kata bisa disertifikatkan. Ini akan saya perjuangkan sampai nanti pada saat Munas LVRI di bulan Oktober atau November 2022 mendatang,” katanya.

Dia juga berpesan, kepada generasi muda penerus bangsa ini untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan Negera Republik Indonesia dan mensukseskan pembangunan yang dibangun pemerintah untuk menuju negara yang lebih maju.

“Yang pasti harapannya negeri ini, negara ini harus lebih baik, lebih maju dari sekarang dan remaja, pemuda, pemudi harus lebih bagus dari sekarang dan meneruskan perjuangan dari pendiri bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Danton PPM Kecamatan Pamijahan, Darul Dinar mengatakan, dirinya selaku salah satu keturunan dari veteran akan terus berusaha semaksimal mungkin melestarikan untuk selalu mengingatkan kepada khalayak ramai tentang perjuangan para veteran tersebut.

“Bagaimana kami selaku warga republik Indonesia cucu dari yang sudah memerdekakan negara. ini Lokapurna adalah bagian benteng pertahanan untuk terus menjaga dan melestarikan semangat 45. Dorongan masyarakat dan pemerintah setempat yang mengapresiasi. Kami sebagai generasi penerus berupaya dan mencoba secara legalitas kami akan upayakan secara birokrasi sesuai dengan kemampuan kami,” tukasnya.

** Andres

Polsek Babakan Madang Amankan ODGJ yang Serang Warga

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Seorang pria berinisial HS (38) diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan Madang Polres Bogor. Pria tersebut diamankan karena melukai dua orang pria berinisial NA Dan UG di kampung Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Selasa (09/08) malam.

Kapolsek Babakan Madang Kompol Rizky Wowor, SH mengatakan, kedua orang pria tersebut dilukai dengan cara dipukul menggunakan kayu yang berasal dari kaki meja dan terdapat paku di kayu tersebut. HS mengamuk hingga melukai bagian hidung dan sobek di bagian kepala. 

“Pelaku penyerangan HS yang kita amankan ini diduga mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ, karena saat kita lakukan penyelidikan pelaku berbicaranya melantur atau tidak nyambung,” ungkap Wowor biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Rabu (10/8).

Menurutnya, atas temuan itulah HS ini dibawa langsung ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni Apresiasi Donor Darah PWI Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengapresiasi kegiatan donor darah yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (10/8).

“Saya sangat mengapresiasi dan mensuport kegiatan positif seperti ini harus terus digalakkan agar kebutuhan darah khususnya di Kabupaten Bogor dapat terpenuhi,” katanya kepada Jurnal Bogor.

Anggota Legilatif Partai PKS itu menambahkan, sebagai wakil rakyat sudah seharusnya selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk melayani masyarakat.

“Kami sebagai wakil rakyat dari PKS selalu siap sinergi dan kolaborasi untuk kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar Fathoni sapaan akrabnya.

Fathoni yang juga ikut mendonorkan darahnya itu berharap para wakil rakyat serta kader partai politik untuk terus bersinergi dengan siapapun termasuk insan media dalam kegiatan sosial. 

“Dan hari ini alhamdulillah saya dan beberapa anggota PKS bisa ikut serta menjadi pendonor. Semoga bisa terus sinergi antara insan media sepertu PWI dengan kami dari parpol dan aleg,” tandasnya.

Sementara PWI Kabupaten Bogor bersama lintas Instansi mengadakan donor darah dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang Ke-77.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai instansi baik itu dari SKPD Pemkab Bogor, dan juga dari instansi vertikal seperti dari Polres Bogor, Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Denpom TNI, Kejaksaan serta Pengadilan Negeri Cibinong.

” Semoga dengan setetes darah yang kita donorkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelas Ketua PWI Kabupaten Bogor, H.Subagiyo dalam sambutannya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada semua instansi yang telah berperan serta dalam kegiatan donor darah.

** Nay Nur’ain

Meriahkan HUT RI, Curugbitung Gelar Trofeo

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-77, Pemerintah Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung,  Kabupaten Bogor, menggelar Trofeo Sepak Bola Antar RW, Rabu (10/8).

Tropeo yang memperebutkan Piala Kepala Desa Curugbitung ini diikuti 30 tim yang terbagi menjadi tiga kategori diantaranya usia 12 tahun 5 tim, U-17 tahun 9 tim dan kategoru senior sebanyak 16 tim dari 15 RW.

Kepala Desa Curugbitung Engkos Kosasih menuturkan, trofeo ini selain peringati HUT RI Ke-77 juga untuk seleksi para pemain yang nantinya akan mengikuti Pordes.

“Kami sudah siapkan tim untuk menyeleksi para pemain yang berpotensi yang nantinya akan diikutsertakan dalam Pordes,” kata  Engkos Kosasih.

Dia berpesan kepada para team yang ikut serta dalam trofeo untuk selalu jaga sportivitas dan menjungjung tinggi persahabatan agar tidak terjadi apa yang tidak diinginkan agar para orangtua nyaman serta bangga melihat permainannya.

“Buat kami para orangtua dan penonton, aman, nyaman, tertib dan indah dalam setiap pertandingan, karena kegiatan ini kami selengarakan untuk mempererat ajang silaturahmi masyarakat Desa Curugbitung dan mencari bibit terbaik yang ada di Desa Curugbitung,” jelas Engkos Kosasih

Sementara itu Dava salah satu warga Desa Curugbitung menyambut baik adanya Trofeo Sepak Bola Antar RW di Desa Curugbitung yang diselenggarakan Pemdes Curugbitung.

“Sudah lama kami nanti kegiatan seperti ini alhamdulillah sekarang terselenggarakan, semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan bukan hanya dalam rangka HUT RI KE-77 saja, karena kegiatan seperti ini kita dapat melihat potensi-potensi anak muda yang ada di Desa Curugbitung dalam olahraga sepakbola untuk dibawa ke jengjang selanjutnya,” ungkapnya.

** Arip Ekon

SELAMATKAN HUTAN JAWA, SERIKAT PERHUTANI BERSATU DAN PEGIAT LINGKUNGAN GUGAT KEBIJAKAN KHDPK MENTERI LHK KE PTUN

0

JAKARTA (10/8/2022) – Kebijakan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup mengurangi hampir separuh luas wilayah pengelolaan hutan produksi dan hutan lindung di Pulau Jawa oleh Perhutani memasuki babak baru. Setelah sebelumnya dikritik dan didemo oleh puluhan ribu karyawan Perhutani beserta elemen masyarakat lainnya, kini keputusan pemangkasan wilayah kelola Perhutani sebanyak 1,1 juta hektar dari total 2,4 juta hektar yang selama ini dikelola dengan baik oleh Perhutani tersebut harus menghadapi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara. Sekitar pukul 14:50 WIB, gugatan dimaksud teregister di PTUN Jakarta dengan nomor Perkara 275/G/2022/PTUN.JKT.

Para Penggugat yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Hutan Jawa meminta kepada Menteri LHK agar membatalkan Surat Keputusan Nomor SK.287/MENLHK/SETJEN/PLA.2/4/2022 tentang Penetapan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) pada Sebagian Hutan Negara yang Berada pada Kawasan Hutan Produksi dan Hutan Lindung di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten yang ditandatangani 5 April 2022 (SK 287/KHDPK).

“Hutan dan alam bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan untuk anak cucu kita. Filosofi itulah yang menjadi salah satu concern, mengapa kami menolak kebijakan KHDPK. Pengelolaan hutan jawa yang sudah baik, kami harap tetap dipertahankan agar tetap sustainable. Karena itu, kami mengambil keputusan untuk memperjuangkan hutan jawa dengan mengajukan gugatan di PTUN guna membatalkan SK 287/KHDPK, yang telah teregister di Kepaniteraan PTUN Jakarta tanggal 10 Agustus 2022,” ujar Mochamad Ikhsan, perwakilan salah satu penggugat. 

Ikhsan menambahkan, keberhasilan reboisasi hutan oleh Perhutani bahkan diakui sendiri oleh Kementerian LHK, dimana dalam rekalkulasi penutupan lahan di Indonesia tahun 2020 yang diterbitkan KLHK (https://geoportal/menlhk.co.id), tutupan hutan Jawa (yang dikelola perhutani) hanya kalah dari Papua, sedangkan dibandingkan hutan di luar Jawa lainnya, tutupan hutan Jawa jauh lebih baik. Selain itu, konflik sosial dan konflik lahan juga mulai terjadi di berbagai daerah sebagai imbas dari kebijakan KHDPK.

Sementara itu, Indrayana Centre for Government, Constitution, and Society *(INTEGRITY)* _Law Firm_ yang ditunjuk sebagai Kuasa Hukum Aliansi Selamatkan Hutan Jawa, menjelaskan, sebelum mengajukan gugatan, pihaknya telah mengajukan upaya administratif berupa keberatan kepada Menteri LHK dan Banding kepada Presiden Joko Widodo, tetapi keduanya mendapatkan respon negatif. Padahal, SK 287/KHDPK mengandung berbagai kecacatan serta ketidakabsahan dan seharusnya dibatalkan atau dinyatakan tidak sah.  

“Setelah kami kaji secara seksama, SK 287/KHDPK memang problematik dan multi cacat, yaitu cacat wewenang, cacat prosedur dan cacat substansi. Ketiga syarat tersebut sangat mendasar dan karena itu dapat digunakan sebagai alasan pembatalan sebuah Keputusan Tata Usaha Negara, ujar Denny Indrayana, kuasa hukum Aliansi Selamatkan Hutan Jawa di Jakarta, 10 Agustus 2022.

Denny menjelaskan, sebagai sebuah kebijakan, SK 287/KHDPK jelas-jelas menabrak putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 tentang UU Cipta Kerja, dimana salah satu amar putusannya menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU Cipta Kerja. Disamping itu, SK 287/KHDPK juga cacat prosedur karena diterbitkan tanpa sosialisasi, baik sebelum diterbitkan maupun pasca diterbitkan. Padahal, MK sendiri menegaskan, sosialisasi harus dilakukan secara baik dan proper, yang dikenal sebagai “_meaningful participation_” dan bukan formalitas semata.

“SK 287/KHDPK juga bertentangan dengan berbagai Asas Umum Pemerintahan Yang Baik sebagaimana diatur dalam UU Administrasi Pemerintahan. Lalu, jika dilihat dari sisi substansi juga bermasalah karena diterbitkan pada wilayah kerja BUMN Kehutanan sehingga bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021. Selain itu, dari sisi prosedur juga bertentangan dengan UU tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” ujar Muhamad Raziv Barokah, Senior Lawyer Integrity Law Firm.

Sebagai informasi, Aliansi Selamatkan Hutan Jawa sebagai penggugat SK 287/KHDPK terdiri dari Serikat Karyawan Perum Perhutani (SEKAR PERHUTANI), Serikat Pekerja dan Pegawai Perhutani (SP2P), Serikat Rimbawan Perhutani (SERIMBA-PHT), Serikat Rimbawan Pembaharuan Perhutani (SERIMBA-PPHT),  Perkumpulan Bina Karya Patria, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sinar Harapan Kaledong (LMDH SINAR HARAPAN KALEDONG), serta beberapa perwakilan pegawai Perhutani dan elemen masyarakat. (*) 

Ayo, Lengkapi Imunisasi Anak

0

Sepanjang Agustus 2022, Pemerintah Kota Bogor menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Sebanyak  54.281 Anak menjadi target. Pencanangan program ini berlangsung di Posyandu Wijayakusuma, Jalan Mataram, Komplek Cimanggu Permai, Kelurahan Kedung Jaya, Kamis 4 Agustus lalu.
Pada kesempatan itu Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan, target BIAN jelas dan terukur yaitu anak-anak usia 9 sampai 59 bulan. Mereka akan diberikan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang terdiri dari 7 imunisasi, yaitu campak, rubella, polio, difteri, pertusis, hepatitis B, pneumonia meningitis. Imunisasi akan berlangsung di 959 posyandu, 25 puskesmas dan 22 rumah.
“BIAN sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai Kota Layak Bagi Keluarga, salah satunya fokus pada kesehatan anak. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, kuat dan kita mendapatkan bonus demografi maka harus betul-betul dipastikan semuanya sadar,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengungkapkan, pada saat pandemi Covid-19 memuncak dalam dua tahun yang lalu,  angka imunisasi secara nasional menurun. “Begitu juga di Kota Bogor, karena posyandu ada yang tutup, warga juga takut anak-anaknya tertular covid, sehingga cakupan imunisasi turun dan penyakit yang bisa dicegah dari imunisasi muncul lagi,” jelasnya. 
Akibat penurunan tersebut, di beberapa daerah terjadi KLB campak dan difteri. Di Kota Bogor pun kasus difteri dan campak yang sebelumnya sudah hilang, sempat muncul kembali. Oleh karena itu pada BIAN kali ini juga dilakukan Imunisasi Measles Rubella (MR) atau campak rubella mengingat di beberapa daerah muncul KLB campak.

Selain campak rubella, pada BIAN juga dilakukan imunisasi kejar. Maksudnya, anak-anak usia 12 – 59 bulan yang belum mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) akan menjadi sasaran untuk dilengkapi. Imunisasi lengkap terdiri  dari 7 macam imunisasi. Masing-masing, pada saat bayi lahir menerima HB,  1 bulan diberikan BCG Polio, 2 bulan diberi DPT HB HIB plus Polio, bulan ketiga diberi booster ditambah DPT HB HIB plus Polio, bulan keempat diberi DPT DPT HB HIB plus Polio dan Polio yang injeksi hingga bulan 9 diberi MR.

“Ketika ada yang terlewat disebabkan berbagai faktor, maka kepada anak itu sekarang diberikan imunisasi lengkap,” lanjut Retno. Sampai saat ini, Dinas Kota Bogor mencatat, masih banyak anak yang belum menerima imunisasi dasar lengkap. Terdiri dari imuniasi polio oral (tetes) kurang lebih 11.223 anak, Polio Injeksi kurang lebih 14 ribu anak, sementara DPT, HIB dan sebagainya ada 24.790 anak. Mereka inilah yang menjadi sasaran imunisasi kejar pada BIAN kali ini.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor mengingatkan para orangtua tentang pentingnya imunisasi lengkap. “Menurut saya imunisasi itu penting, karena investasi kesehatan agar anak-anak Kota Bogor sehat lahir batinnya. Secara umum menjadi tindakan atau langkah untuk mendukung masa depan anak-anak. Untuk itu saya harapkan menjadi hal prioritas bagi Dinas Kesehatan serta masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena imunisasi memiliki dampak jangka panjang ke depan,” kata Yane.
Bagi para orang tua yang merasa khawatir jika anaknya menerima imunisasi, Yane mengingatkan, imunisasi bukanlah program baru dan tidak ada yang harus dikhawatirkan, sehingga tidak perlu ragu untuk membawa anak-anaknya ke posyandu. “Tidak ada yang membahayakan atau dikhawatirkan. Justru dengan menerima imunisasi akan menghindari dan melindungi anak-anak dari penyakit-penyakit yang membahayakan dan mengganggu masa depan anak-anak. Saya sendiri atau para orang tua saat kecil menerima imunisasi dan hingga saat ini kondisinya baik-baik,” katanya.

Untuk mendukung suksesnya BIAN, Bima mengingatkan tiga aspek yang perlu diperhatikan semua pihak. Masing-masing, sosialisasi yang masif, administrasi dan mobilisasi.  “Apresiasi saya untuk para kader posyandu dan TP PKK yang gigih lakukan sosialisasi, selain Ketua RT dan RW serta aparatur wilayah. Administrasi atau pencatatan juga penting dan ini memerlukan koordinasi dengan semua, tidak hanya di jajaran Pemerintah Kota Bogor tetapi juga provinsi. Terakhir mobilisasi, semua bergerak serentak mengajak untuk imunisasi,” katanya.

Oleh karenanya, diharapkan para orangtua yang memiliki balita, dapat memanfaatkan BIAN untuk melengkapi imunisasi yang harus diterima anak. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menumbuhkan imunitas anak dari kemungkinan tertular berbagai jenis penyakit yang umum menyerang balita. Jadi ayo, berkunjunglah ke posyandu atau puskesmas dan lengkapi imunisasi anak! ( Advertorial) 

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Cijeruk Meradang

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

Meski sudah beroperasi selama tiga tahun, namun keberadaan Pasar Cijeruk yang berlokasi di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, masih saja sepi pengunjung. Akibat sepi pembeli, para pedagang pun meradang lantaran penghasilannya tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Jajat, pedagang sayuran di Pasar Cijeruk mengatakan, untuk mendapatkan keuntungan besar dari hasil berjualan sayuran, dirasa sangat berat. Itu karena, para pengunjung atau pembeli yang datang ke Pasar Cijeruk tidak tentu.

“Seperti sekarang, hasil berjualan hari ini (kemarin,red) saya hanya mendapatkan uang 500 ribu. Pendapatan sebesar ini kalau menjual satu komoditi seperti bawang merah, sekitar 10 kilogram saja,” akunya kepada wartawan saat sedang santai didekat los tempat jualan di Pasar Cijeruk, Selasa (9/08).

Menurutnya, pembeli yang datang ke pasar dibawah pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tohaga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ini, kebanyakan warga sekitar. Padahal, harga jual yang ada di Pasar Cijeruk, hampir sama dengan pedagang yang ada di pasar lainnya.

“Kebanyakan yang belanja ke sini untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau buat yang jualan lagi, jarang sekali yang datang,” ungkap Jajat.
Jajat mengungkapkan, mulai dari pertama kali pasar dibuka dan dioperasikan, dirinya langsung mendaftar sebagai pedagang di pasar tersebut dengan menempati los di area zona basah yang diperuntukkan khusus penjual sayuran.

“Memang sih namanya usaha tidak tentu, kadang rame dan sepi. Tapi untuk bisa menjual habis dagangan yang dijualnya dalam satu hari, sampai sekarang belum pernah saya alami, paling cepat itu dua hari,” paparnya.

Jajat berharap Perumda Tohaga melakukan terobosan agar keberadaan pasar rakyat di Kecamatan Cijeruk ini, menjadi ramai pengunjung.
“Mudah-mudahan ke depan pasar yang kami tempati untuk mengais rezeki ini, banyak dikunjungi pembeli, baik warga Cijeruk maupun luar wilayah,” harapnya.

Sementara, Haris, staf Unit Pasar Cijeruk membenarkan kondisi pasar yang tidak ada perubahan signifikan, terutama dari tingkat pengunjung.

Haris menjelaskan, kurang ramainya pengunjung ke pasar plat merah tersebut, karena berada ditengah-tengah. Dimana, tidak jauh dari lokasi Pasar Cijeruk, terdapat juga pasar yang ada di wilayah Cibadak, Cijeruk.

“Ditambah untuk sampai Pasar Bogor, warga hanya sekali naik angkutan umum yang setiap hari melintas di Jalan Cijeruk. Belum lagi dengan Pasar Caringin dan Cigombong jaraknya tidak terlalu jauh, makanya pembeli ke pasar ini kebanyakan warga sekitar saja,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

CPNS Kementan, Bersiaplah Jadi ASN Berkualitas

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2022 lingkup Kementerian Pertanian telah dimulai secara klasikal. Sebanyak 200 peserta calon pemimpin bangsa siap di”gembleng” jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berkualitas. Zulkifli, Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian menuturkan beberapa hal yang harus dipahami dan diinternalisasikan dalam diri seorang ASN Kementan

“Siapapun kita, tidak boleh berhenti belajar, terutama perkembangan teknologi, harus bisa beradaptasi dengan digitalisasi, kemudian bekerjalah dengan CCA, Cepat, Cermat, dan Akurat, serta jadilah tim yang solid. Bekerja dengan teamwork karena tidak ada kesuksesan karena satu orang”, tutur Zulkifli

ASN merupakan pelayan publik, karena itu seyogianya seorang pelayan harus mementingkan kepentingan negara bukan golongan

Zulkifli juga mengingatkan fungsi ASN dalam kehidupan bernegara. “Kalian harus pahami bahwa fungsi ASN adalah sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan pemerintah, serta alat perekat atau pemersatu bangsa. Internalisasikan hal  tersebut dalam bekerja”, ujarnya

Pembangunan pertanian ke arah maju, mandiri, dan modern tak luput dari kualitas sumber daya manusianya. Karenanya, peningkatan kapasitas SDM menjadi agenda penting Kementerian Pertanian

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mendorong penguatan SDM pertanian yang unggul, profesional, dan adaptif. Terutama disaat sekarang, dimana ASN dihadapkan pada berbagai tantangan dan turbulensi seperti digital disruption, Pandemi Covid-19 dan berbagai tantangan lainnya.

“Dari tantangan yang terjadi saat ini maka seorang ASN atau pejabat pemerintah harus dikawal dengan moralitas melalu pendekatan Core Values BerAKHLAK agar kita tetap bisa bekerja dengan baik” kata Mentan Syahrul.

** Nita/PPMKP

Sidang Fasos Fasum Perumahan GAS Masuki Babak Baru

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Tim Penyelamat Fasos Fasum Perumahan Griya Alam Sentosa (GAS) yang berada di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor kembali memadati Pengadilan Negeri Cibinong untuk menyaksikan hasil persoalan fasos fasum yang sudah memasuki sidang keempat, Selasa (9/8).

Dalam persidangan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni turut hadir dan memberikan support untuk warga GAS yang masih semangat dan terus berjuang mempertahankan hak fasos fasum milik Pemda Kabupaten Bogor.

“Ini sidang ke-4, dan saya lihat semangat dari warga Griya Alam Sentosa masih sangat besar, terbukti saat ini masih ada sekitar 50 warga yang ikut hadir di acara sidang memperjuangkan fasos fasum mereka di Perumahan GAS,” ujar Fathoni biasa disapa.

Oleh karena itu, kata dia, persoalan ini menarik, dimana warga getol mempertahankan hak milik Pemda Bogor, makanya dia pun mengupayakan selalu hadir mengikuti sidang sekaligus memberikan support kepada warga GAS dan ingin mengetahui ending atau akhir dari perjalanan sidang.

“Terakhir ada 300 perusahan di Kabupaten Bogor untuk persoalan fasos fasum, dan sampai saat ini saya belum monitor lagi, dalam rapat pun saya selalu membahas persoalan ini walaupun belum pernah dibahas di sidang paripurna,” papar politisi PKS tersebut kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8).

Dia mengajak masyarakat Kabupaten Bogor khususnya yang tinggal di perumahan untuk turut memperhatikan lahan fasum fasom yang berubah fungsi dan melaporkan kepada dinas terkait agar oknum pengusaha maupun wilayah terkait tidak semena-mena menggunakan fasos fasum untuk kepentingan pribadinya.

“Apalagi ini sudah masuk ranah hukum dan saya sangat mendukung akan keputusan warga yang menaikan persoalan ini ke ranah hukum agar bisa secepatnya diketahui hasil dari perjalanan fasos fasum warga GAS ini,” ujar Aleg dari Dapil 2 tersebut.

Kuasa Hukum warga GAS Yudhi Deki Purwadi SH, mengatakan yang hadir hanya kuasa hukum dari para pembeli lahan fasos fasum, sedangkan dari Dinas PUPR, BPN, dan perwakilan Bupati tidak hadir.

“Sidang ditunda tanggal 30 mendatang, karena ada permintaan KTP warga yang belum diserahkan, walaupun dari 340 an warga, hanya sekitar 0,2 persennya yang belum menyerahkan KTP asli dikarenakan warga tersebut ada yang kerja di luar kota,” Yudi biasa disapa.

Dia menyatakan, sanggahan yang keluar dari kuasa hukum tergugat tidak terlalu ditanggapi, karena pada intinya sidang ini masih terus berlanjut dan berharap dinas terkait, dan motaris serta pihak pengembang untuk hadir agar persoalan fasos fasum ini cepat rampung.

“Tolong dihadirkan perwakilan masing-masing dari dinas terkait agar persoalan ini cepat rampung, kami masih optimis dengan data yang kami punya dan adanya pernyataan BPN Kabupaten Bogor terkait keabsahan sertifikat yang dimiliki tergugat dibilang ngawur itu sudah cukup jadi kuncian kami. Disini yang dibutuhkan adalah keberanian dari dinas-dinas terkait serta notaris, kami gak akan mundur sampai ada titik temu dari persoalan ini dan kami berharap sidang ini terus dilanjutkan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Korwil Presidium Kecamatan Jonggol Santuni Anak Yatim di 2 Desa 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Belum lama menunjukan kepeduliannya kepada lingkungan dengan membangun pelebaran jalan dan pembuatan TPT di lingkungan tempat tinggalnya, kini Acep Supriadi pengusaha muda asal Jonggol tersebut merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharam dengan memberikan santunan kepada yatim piatu di 2 desa yang berdekatan tempat tinggalnya di kediamannya, Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, Minggu (7/8) lalu.

“Alhamdulilah dalam memperingati 1 Muharam ini kami masih bisa memberikan santunan bagi warga yang membutuhkan terutama untuk yatim piatu yang memang harus kita bantu dan kita muliakan,” ucap CEO CV UMP Group tersebut.

Kali ini, dia bisa menyantuni lebih dari 200 yatim piatu mencakup 2 desa, yaitu Desa Sukanegara dan Desa Sukajaya. “150 ank dari Desa Sukajaya Kecamatan Jonggol dan 85 lagi dari Desa Sukanegara,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah Kecamatan Jonggol Presidium Bogor Timur ini mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperhatikan warga sekitar, baik dalam fasilitas umum ataupun kegiatan sosial kepada yang membutuhkan.

“Saya warga asli Desa Sukajaya bertetangga dengan Desa Sukanegara, dan sebagai pengusaha lokal saya berupaya untuk memperhatikan warga sekitar kediaman saya, mengingat saya berusaha di wilayah dan dikenal sebagai pengusaha masa kita harus tutup mata dengan kondisi warga yang memang sangat membutuhkan,” ucapnya.

Selain santunan, lanjutnya, untuk memeriahkan 1 Muharam ini juga menyediakan panggung untuk siraman rohani. “Berharap setelah acara ini kita semua mendapatkan rahmat dan ridho Allah SWT karena sudah berupaya memuliakan anak yatim dan mendengarkan siraman rohani yang bisa menenangkan pikiran dan menyejukkan hati kita sebagai muslim,” pungkasnya.

Terpisah, disampaikan Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani yang memberikan apresiasi akan kepadulian Acep Supriadi yang sudah memperhatikan sebagaian anak yatim piatu yang ada di wilayah kerjanya. “Saya ucapkan terimakasih atas perhatian kang Acep dimana walaupun kediamannya masuk wilayah Desa Sukajaya tapi Desa Sukanegara dapat ciptaratan perhatian juga dari pengusaha muda tersebut,” ujar Ahmad Yani.

Dia berharap apa yang dilakukan oleh Acep Supriadi bisa dicontoh oleh pengusaha lain yang ada di Desa Sukanegara.

** Nay Nur’ain