28.7 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 883

Kades Sirnagalih Minta Pemprov Gercep Tangani Jembatan Cipaeh

0

 

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kondisi Jembatan Cipaeh yang berlokasi di RT 09 RW 05 Kp Kukun, Desa Sirnagalih di ruas jalan Transyogi  Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor sangat memprihatinkan. Kades Sirnagalih Ahmad Anwar meminta Dinas PUPR  Prov Jawa Barat untuk  segera memperbaikinya mengingat jembatan  tersebut kondisinya rawan roboh karena ditengah – tengan lantai atas dan sudah mulai retak

“Kondisi   jembatan  saat ini sudah mulai mengalami rusak dan retak. Oleh karena itu DPUPR Provinsi Jawa Barat harus responsif, jangan sampai Jembatan Cipaeh bernasib sama seperti Jembatan Cipamingkis yang putus,”  kata Ahmad Anwar kepada Jurnal Bogor, Kamis ( 15/06/22).

Menurutnya, untuk pemeliharaan Jembatan Cipaeh merupakan tanggungjawab  dari Dinas PUPR Provinsi Jabar  dan dia berharap segera dilakukan perbaikan agar masyarakat tidak semakin khawatir .

Terpisah disampaiakan Sekretaris Kecamatan Jonggol Gogo Badarudin yang mengatakan  apabila Jembatan Cipaeh tidak  diperbaiki, kondisinya  akan semakin parah bahkan bisa roboh. “Sama seperti Jembatan  Cipamingkis di Desa Jonggol beberapa tahun lalu,” pungkasnya.

** Nay / Ramses 

Sekcam Leuwiliang Tepis Tudingan Jembatan Karacak Abaikan Kajian Teknis

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Sekretaris Camat Leuwiliang Iwan Darmawan menanggapi perihal pembangunan jembatan yang berlokasi di Kampung Sipon RT 04 RW 09 Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang disebut LSM Genpar pembangunannya  yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bogor melalui program Samisade dinilai mengabaikan kajian teknis.

Menurutnya, bahwa Genpar terlalu dini untuk berbicara terkait kajian teknis. Pasalnya pemeriksaan dari inspektorat yang mempunyai kapasitas untuk memeriksanya baru akan dilaksanakan pada Jumat (17/6).

“Sebelum pelaksanaan, terlebih dulu  kajian teknis untuk pembangunan jembatan telah dilakukan,” kata Iwan Darmawan  melalui telepon selulernya, Kamis (16/6).

Dia menjelaskannya, awalnya pihak desa akan membuat jembatan, maka telah dilakukan upaya perizinan dengan  Indonesia Power Saguling. Bahkan sebelum izin turun, sebelumnya dilakukan kajian teknis.

Bukan satu atau dua pekan hingga memakan durasi waktu hingga  bulanan pada saat proses perizinan berlangsung. Jadi kata dia, pihak desa mengatakan pihak Saguling sempat telepon ke Kades Karacak dan pihak Saguling merespon seputar perencanaan pembangunan jembatan tersebut.

Dengan begitu pihaknya menegaskan harus  ada izin tertulis atau MoU, sebelum pembangunan dimulai. Kendati demikian, pihak kecamatan sifatnya hanya memonitoring. “Intinya sekarang silakan temui kepala desa, tanyakan surat-surat izinnya, MoU dari sana hasil kajian teknis dan silahkan liat kesana. Walaupun anda tidak punya kewenangan untuk melihat itu,” sebutnya.

Sementara tidak terpasangnya prasasti pada pembangunan jembatan itu, menurutnya, pada saat pembangunan itu sudah ada papan proyek. Sebab prasasti itu dipasang setelah pengerjaan sudah beres.

“Kan pembangunan itu baru beres, kami tanyakan ke Pemdes bahwa prasasti itu ada hanya belum dipasang,” kata Sekcam.

Sebelumnya Ketua Umum LSM Genpar Sambas menyayangkan pembangunan jembatan tersebut yang menelan anggaran dari  Pemerintah Kabupaten Bogor terlalu dipaksakan, karena terbentang di atas lahan obyek vital nasional Indonesia Power.

“Kita menduga semua pihak yang terlibat dalam hal pembangunan jembatan tersebut telah mengambil keputusan yang beresiko tinggi dan mengabaikan kajian teknis kontruksi bangunan.” ungkap Sambas.

Mulai dari Pemdes Karacak, pihak Kecamatan Leuwiliang begitu UPT PUPR dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dinilai telah gegabah dalam  mengkaji dan menganalisa pada pembangunan jembatan di Desa Karacak.

Jadi kata dia, akibat berdirinya jembatan tersebut pihak mana dan siapa yang akan bertanggung jawab manakala terjadi permasalahan di area tersebut, Pemdes Karacak atau PT Indonesia Power. “Saya langsung bicara dan mengklarifikasi hal ini via telepon dengan petinggi Indonesia Power Saguling Bandung untuk segera turun dan mengevaluasi ini,” jelasnya.

Dari temuannya, LSM Genpar akan mengawal terus dan akan melakukan audiensi dengan pihak Indonesia Power pusat. “Jembatan penghubung ini baiknya bersifat darurat saja kenapa harus dibangun permanen seperti itu,” tuturnya.

Selain itu kata Sambas, dirinya mempertanyakan batu prasasti yang mana sebagai keterbukaan anggaran tersebut. Dengan begitu mengindikasikan adanya dugaan anggaran yang ditilep oleh Pemdes Karacak. “Temuan ini akan kami tindak lanjut ke pihak yang berwajib dalam hal ini Direskrimsus Polda Jabar,” sebutnya.

Dia berharap, pihak pemerintah desa di Kabupaten Bogor agar mengedepankan kehati-hatian dalam pembangunan. Jangan sampai niat baik berujung menjadi bencana.

** Andres

Lakukan Pengeroyokan dan Mencekik, AS Polisikan Tetangganya

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

AS (52) warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri melaporkan tetangganya ke Polsek Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (15/6). Tetangganya tersebut diduga melakukan pengeroyokan dan AS mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan itu hampir dua tahun. 

“Tetangga saya yang merupakan pasangan suami istri,  dia iri katanya, soalnya keluarga saya PNS,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/06/22).

Menurutnya, setiap kali tetangganya menyerang dirinya selalu dalam jumlah berkelompok, yang di mana pasangan suami istri tersebut menyerang AS secara bersamaan. 

Bahkan, dalam kasus ini AS mengaku sudah melakukan visum untuk laporan dirinya ke kepolisian. AS mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya mengalami luka pada bagian leher. “Selama dua tahun itu sampai sekarang tetangga saya masih melakukan hal itu ke saya,” jelasnya.

Sebelumnya, kata AS, dirinya sudah melakukan mediasi di Kantor Desa Gunung Putri bersama warga dan kepala desa setempat. “Belum ditanggapi, makanya saya lapor lagi, sama pihak desa juga sama tanggapannya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Jalan Raya Pasirmadang Alami Keretakan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Bagi pengguna Jalan Raya Pasirmadang KM 05, tepatnya di Kampung Juga Jalan RT 04 RW 04 Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor saat ini harus berhati-hati. Sebab kondisi jalan tersebut saat ini mengalami keretakan dan nyaris amblas.

Kondisi itu sudah sejak sepekan lalu, namun setiap ada hujan keretakan tersebut semakin hari semakin membesar.

“Itu sudah ada lima retakan, di atas di bawah dan di tengah-tengah, khawatir kalau ada mobil dengan beban berat itu akan amblas sebab tanah di bibir jalan tersebut sudah amblas jadi khawatir patah dan jalan akses menuju Sukajaya akan terputus,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukaraksa Juweni saat dihubungi JurnalBogor, Kamis (16/6/22).

Menurut dia, saat ini untuk kendaraan roda empat yang bebannya melebihi batas agar untuk jangan dulu melintasi jalan tersebut. “Jalan itu kalau kondisi hujan deras khawatir akan lebih parah amblasnya,” jelasnya.

Dia berharap, perlu ada penanganan lebih cepat dari pihak terkait, karena khawatir dengan keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sukajaya apabila jalan tersebut terputus.

“Kita sudah melaporkan ke pihak terkait terutama Kecamatan Cigudeg, saya berharap cepat ditangani karena retakan tersebut sudah sampai ke rumah warga,” katanya.

** Andres

Rektor IAI Tazkia Ajak Mahasiswa Berprestasi dengan Tasyakuran

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Institut Agama Islam Tazkia mengadakan tasyakuran dan do’a bersama dalam rangka memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan mahasiswi Tazkia yang telah berprestasi di bidang akademik dan non-akademik, baik di ajang regional maupun nasional, Kamis(16/06).

Rektor IAI Tazkia, Murniarti Mukhlisin mengundang 50 mahasiswa dan mahasiswi terbaik yang telah memenangkan perlombaan, dimana mereka mengikuti berbagai macam cabang perlombaan seperti olimpiade, business plan, LKTI, MTQ, MHQ, desain, video kreatif, pencak silat, duta baca, dan masih banyak lainnya. 

“Pada 14 Juni 2022, sebagai rektor saya memberikan motivasi dan semangat kepada mahasiswa kampus ekonomi syariah, dan kita juga memberikan kontribusi terbaik untuk dakwah ini,” ucap Murniarti Mukhlisin kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/06/22).

Menurutnya,  mengikuti ajang perlombaan dan ikut mensyiarkan dari Indonesia hingga dunia juga merupakan bagian dari sarana dakwah.

“Salah satunya dengan mengikuti ajang kompetisi, Dengan begitu kita akan ikut andil mensyiarkan ekonomi syariah bukan hanya tingkat nasional tapi juga ke tingkat global,” jelasnya.

Salah satu mentor juara terbanyak tiga tahun, Abdullah Haidar berharap kampus Tazkia terus maju kedepannya.

“Semoga Tazkia terus melahirkan para juara yang berlandaskan Al Qur’an dan hadits,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Direktur Pusat Matrikulasi Miftakhussurur, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Rizqi Zakiya.

** Nay / Wisnu 

Koperasi WKM PWI Kabupaten Bogor Gelar RAT Perdana, Banjir Apresiasi

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor 

Koperasi Wartawan Karya Mandiri (WKM) PWI Kabupaten Bogor menggelar rapat anggota tahunan (RAT) tahun 2021 untuk pertama kalinya di gedung serbaguna 1, Setda Kabupaten Bogor, Kamis (16/6/22).

Ketua Koperasi WKM PWI Kabupaten Bogor, Effendi Tobing menyatakan, rasa senang dan apresiasinya atas terselenggaranya RAT Koperasi WKM di bawah naungan PWI Kabupaten Bogor.

Dimana, RAT ini juga merupakan rapat perdana sejak didirikannya Koperasi WKM PWI Kabupaten Bogor pada tahun 2009.

“Terima kasih kepada pengurus dan anggota Koperasi WKM yang sudah hadir dalam RAT pertama ini tahun buku 2021,” kata Effendi Tobing dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, sejak dirinya menjabat sebagai ketua Koperasi WKM periode 2020-2025, sejauh ini telah melakukan segala upaya untuk mencari peluang bisnis demi pemasukan maupun mensejahterakan pengurus Koperasi WKM ini.

Bisnis yang telah dilakukan koperasi yang ia pimpinan, diantaranya kebun percontohan berlokasi dibelakang gedung sekretariat PWI Gedung Pusda’i yang bekerjasama dengan Himpunan Tani Citeureup (Hitaci), serta PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) milik Badan Usaha Milik Pemkab Bogor untuk lahan parkir di lokasi lahan samping Kantor BPJS Perwakilan Cibinong.

“Selama 2 tahun saya menjabat pada tanggal 24 Juni 2020, meski belum menguntungkan untuk mensejahteraan anggota dan pengurus koperasi WKM, tapi saya cukup mengapresiasi atas apa yang telah dicapai pada saat ini, sampai menggelar RAT pertama bagi Koperasi ini maupun sejumlah peluang usaha yang telah ditempuh,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Tobing itu juga tak lupa mengajak, bagi seluruh anggota PWI Kabupaten Bogor yang juga menjadi bagian dari pengurus maupun anggota Koperasi WKM merasa akan sangat senang bila seluruh pihak dapat saling mendukung demi kemajuan Koperasi ini.

“Mari kita semua bekerjasa sama, bila ada masukan atau kritikan apapun terhadap saya, secara pribadi saya akan sangat senang menerima karena saya senang bila dikritik. Tak lupa juga kata sambutan terakhir saya, “Saya Akan Terbuka Kepada Siapa Saya Sehati, Saya Akan Berjalan Kepada Orang Yang Sejalan dengan Saya, Karena Niatan Saya Tulus Demi Memajukan Kesejahteraan Anggota Koperasi PWI Warta Karya Mandiri”, terima kasih,” tegas Tobing.

Sementara, yang mewakili Kepala Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, yakni Pejabat Fungsional Kepala Seksi Kelembagaan, Suhandi menyampaikan, rasa apresiasinya karena pengurusan Koperasi WKM di periode ini telah bisa melaksanakan RAT Koperasi WKM PWI Kabupaten Bogor untuk pertama kalinya.

Menurut dia, di dalam melaksanakan rapat anggota tahunan koperasi itu bertujuan untuk memberi pertanggung jawaban terhadap pengurus serta mempersiapkan program kerja.

“Itu lah inti dari pada rapat anggota tahunan tersebut, karena kalau koperasi tidak melaksanakan RAT seperti ini berarti apa yang dipertanggung jawabkan dan apa yang mau dikerjakan. Kalau tidak ada RAT ini, berarti nggak jelas program kerjanya kalau begitu,” bebernya.

Suhandi juga mengimbau, meski RAT Koperasi WKM baru pertama kali diadakan rapat anggota tahunan ini, semoga bukan juga untuk yang terakhir kalinya. 

“Tetapi saya harapkan rapat anggota tahunan yang akan datang di tahun-tahun berikutnya dapat terus dilaksanakan sebagai mestinya,” ucapnya.

Lebih jauh ia memaparkan, di salam suatu pengurus kekoperasian dalam menjalan prodak keorganisasian perlu adanya suatu perjalanan baik dari segi organisasi, segi usaha harus juga dibutuhkan dengan sosok seorang pengawas. Yang di maksudkan, sambung Suhandi, bertujuan untuk mengawasi apakah dalam rapat anggota tahunan ini sudah bisa dijalankan atau belum.

“Itu lah salah satu kunci dari pada pengawasan,” imbuhnya.

Masih ditempat sama, Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo mengaku, mengapresiasi setinggi-tingginya atas digelar RAT Koperasi WKM untuk pertama kalinya.

“Sehingga pertanggung jawaban dan rencana program kerja jadi jelas bila diselenggarakan nya rapat anggota tahunan Koperasi Wartawan Karya Mandiri ini. Semoga sukses dan tujuannya dapat tercapai dalam tujuan usaha yang digeluti oleh rekan-rekan yang tergabung dalam keanggotaan koperasi WKM,” ucapnya.

Selain itu, Korwil PWI Jawa Barat, HRM. Danang Donoroso juga menyampaikan hal yang sama atas digelarnya RAT Koperasi WKM PWI Kabupaten Bogor.

“Ini sejarah, karena baru pertama kali dilakukan. Semoga RAT ini dapat terus dilakukan kedepannya bagi pengurusan Koperasi Wartawan Karya Mandiri PWI Kabupaten Bogor, sesuai harapan kita bersama. Sehingga rencana dan pertanggung jawaban dalam pengurusan Koperasi ini dapat diketahui bersama tanpa adanya yang di tutup-tutupi oleh seluruh anggotanya tersebut,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Kopsyah BMI Cabang Nanggung Perluas Layanan ke Batu Tulis

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Cabang Nanggung, Kabupaten Bogor memperluas pelayanan wilayah ke Desa Batu Tulis. Koperasi yang baru berdiri belum genap satu tahun tersebut mendapat sambutan baik dari tokoh masyarakat Desa Batutulis.

“Alhamdulillah hadirnya ke wilayah Desa Batu Tulis warga maupun tokoh masyarakat setempat menerima dengan baik dan mempersilahkan kita untuk masuk,” kata Manajer Kopsyah BMI Cabang Nanggung, Senoaji Purwanto, kemarin.

Dia menjelaskan, dari tiga desa diantaranya Desa Kalongliud, Parakanmuncang dan Desa Nanggung. Pihaknya memberikan pelayanan keuangan syariah kepada 1.052 orang anggota dan dan simpanan Rp 800 juta.

“Anggota sudah ada 45 di Desa Batu Tulis, dan baru dibuka 4 RT sedangkan yang sudah terbentuk satu RT, pencairannya minggu depan dan targetnya 350 orang anggota,” ujarnya.

Menurut Seno kedepan akan dilakukan pelayanan perluasan di dua kecamatan. Namun saat ini pihaknya masih menganalisa dan melihat minat masyarakat mana yang paling efektif dan efisien.

“Kalau di Desa Batu tulis ini lokasinya strategis dan pasarnya sangat bagus bahkan kedepannya target kami bisa saja ke Desa Kalong Satu dan Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng. Jadi pada dasarnya kita melayani di dua kecamatan,” paparnya.

Saat ini Kopsyah BMI, kata dia menyempurnakan pelayanan  melalui 5 pilar dan 5 instrumen. “Tentu jadi solusi pembiayaan yang mengutamakan prinsip kehati-hatian dan edukasi benar-benar kita laksanakan,” kata dia.

Sementara kegiatan sosial yang sudah dilakukan Kopsyah BMI adalah bedah rumah dan renovasi tempat ibadah di beberapa titik wilayah sekitar. Bahkan rencananya kedepan akan membangun sanitasi masjid, mushola dan pesantren (Sanimesra), terutama setiap desa itu harus ada rumah yang akan dibedah.

“Mari berkoperasi yang belum menjadi anggota mari sama-sama membangun di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual melalui koperasi insya Allah dengan berkoperasi semuanya kita bisa tuntaskan dan menjadi anggota yang sejahtera,” tukasnya.

** Andres

Sempat Tutup, Pasar Hewan Jonggol Buka Lagi

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pasar Hewan di Kecamatan Jonggol  kembali dibuka setelah sempat tutup selama hampir dua pekan. UPT Puskeswan Wilayah II Jonggol sudah mengizinkan transaksi di Pasar Jonggol atas rekomendasi dari Plt Bupati Bogor.

Menurut Kasubag Tata Usaha  Puskeswan wilayah II Jonggol, DRH Toib, mulai Senin kemarin pasar hewan dibuka kembali. Pasar hewan terbesar di Kecamatan Jonggol dan sekitarnya itu sudah  kembali ramai dikunjungi pedagang dan pembeli hewan.

“Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) sangat selektif memperkenankan hewan ternak yang akan diperdagangkan. Semua hewan yang akan masuk ke pasar hewan diperiksa terlebih dahulu. Di pintu masuk kita lakukan pemeriksaan suhu dan fisik luarnya. Jika ada yang tidak sehat, tidak diperkenankan masuk ke Pasar Hewan Jonggol,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/06/22). 

Pihaknya melakukan pemeriksaan intensif di pasar setelah meminta para pedagang membawa kembali puluhan hewan ternak yang diindikasikan terjangkit PMK. 

“Kami tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan hewan-hewan terjangkit PMK tersebut masuk ke pasar. Pasalnya hewan tersebut berpotensi menyebarkan PMK kepada hewan-hewan lain. Kita cegah sedini mungkin. Jangan sampai terjadi penularan,” tegas Toib.

Terpisah, disampaikan salah seorang pedagang sapi, Nana. Dia berharap PMK segera hilang sehingga mereka kembali leluasa beraktivitas. Dia menyambut baik upaya Dinas Peternakan memeriksa di pintu-pintu masuk Pasar Hewan.

“Harapannya sih bisa normal seperti semula karena dampak dari PMK ini membuat pemasukan kami merosot drastic,” keluhnya.

** Nay / Ramses 

Desa Leuwinutug Dapat Kunjungan 200 Kades dari Aceh Utara

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Sebanyak 200 kepala desa (kades) asal Aceh Utara berkunjung ke Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor guna mempelajari teknik budidaya maggot dan pembuatan kompos.

“Hari ini kami dari Aceh Utara mengunjungi Desa Leuwinutug yang kami anggap punya kelebihan tersendiri yang bisa kita adopsi disana, dalam segi pertanian, industri khususnya pada budidaya maggot dan pembuatan pupuk kompos,” kata Kades Alue Keujruen, Kecamatan Tanah luas, Kabupaten Aceh Utara, Afrizal kepada Jurnal Bogor,  Kamis (16/6/2022). 

Afrizal menambahkan, pihaknya memboyong sejumlah kades itu dari empat Kecamatan dari Aceh Utara untuk berlabuh di Kabupaten Bogor. 

“Kawan-kawan dari sini (Citeureup) sudah mencontohkan pembuatan pupuk organik dan budidaya maggot kepada 200 kades perwakilan Aceh Utara,” ujarnya. 

Menurutnya, ilmu yang didapat di Kabupaten Bogor ini akan berguna bagi masyarakat Aceh Utara yang notabene memiliki profesi sebagai petani. 

“Yang pasti saat pulang nanti kita akan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat kelompok tani, agar serapan pengetahuan cara membuat pupuk kompos ini bisa diterapkan oleh masyarakat,” singkatnya. 

Di tempat yang sama, Kades Leuwinutug, Deden Saeful Hamdi merasa bangga desa yang ia pimpin dikunjungi oleh 200 kades asal pulau Sumatera dengan tujuan belajar membudidayakan maggot. 

“Saya bangga akan hal ini, bangganya Kabupaten Aceh Utara adalah kabupaten terbesar dengan 854 desa, tentunya ini menjadikan motivasi dari Tani Warung Apung agar terus bersemangat untuk berkarya,” ujarnya. 

Pria yang akrab disebut Kang Denz ini menjelaskan pembelajaran ini sangat berguna untuk perputaran ekonomi. “Bagaimana kita memanfaatkan sampah agar sampah itu bisa bermanfaat dan menghasilkan,” ucapnya.

Sementara itu Lembaga Teknologi Putra Bangsa, Putra menyebutkan, program yang saat ini ia tangani adalah pelaksanaan 20 persen program dana desa dalam ketahanan pangan. “Karena Desa Leuwinutug ini mempunyai produksi maggot, sebagai mana diketahui produksi maggot itu cukup langka, jadi kita pilih desa ini,” ujarnya. 

Putra berharap, 200 kades yang ia boyong ke Kecamatan Citeureup ini, nantinya bisa membudidayakan maggot-maggot di Kabupaten Aceh Utara dengan baik. “Saat ini uji coba yang kita buat membawa Kabupaten Aceh Utara, harapannya semua kabupaten yang ada di Aceh bisa membudidayakan produksi maggot ini,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

MAI dan Baitulmal Tazkia Distribusikan Sabun Cuci Piring Gratis

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Sabun cuci piring gratis yang diinisiasi Mandiri Amal Insani (MAI) dan Baitulmal Tazkia kini mulai disalurkan dengan box delivery. Untuk pengiriman perdana, ada 400 UMKM di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor menerima program isi ulang sabun cuci piring secara gratis dan masing-masing UMKM mendapatkan satu liter sabun cuci piring MAI Klin.

Direktur MAI Erwin Setiawan mengatakan, program isi ulang sabun cuci piring sebelumnya telah diluncurkan dan perdana dibagikan di wilayah Kecamatan Babakan madang. “Nantinya 4.000 UMKM akan mendapatkan sabun cuci piring gratis itu,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/06/22).

Erwin mengatakan program ini merupakan pemberdayaan umat yang mungkin akan berdampak terhadap tiga aspek. Pertama adalah aspek pendidikan, sabun cuci piring ini diproduksi oleh santri-santri Goa Batu. Para santri menghafal Al Qur’an dan memproduksi sabun cuci, ini guna keberlangsungan pendidikan mereka.

“Lalu aspek kedua adalah ekonomi, kita akan memberdayakan para tukang ojek pangkalan, yang akhir-akhir ini tergerus oleh dunia online, dan aspek ketiga yaitu aspek lingkungan, program ini akan disalurkan dengan sistem refill atau isi ulang kepada para UMKM, sehingga mengurangi sampah plastik di lingkungan,” jelasnya.

Erwin mengatakan setiap hari nantinya relawan akan membagikan sabun cuci piring gratis dengan menggunakan box menuju perkampungan dengan sasaran para pelaku UMKM semisal pedagang baso, dan warung-warung makanan lainya.

“Dan juga kita sediakan botol gratis dan itu bisa diisi ulang nantinya ketika habis itu akan dapat lagi,” kata Erwin.

Sementara itu salah satu penerima bantuan sabun cuci piring gratis, Nur Hasanah berterimaksih sudah mendapat sabun cuci piring gratis. “Kebetulan sabun saya sedang habis, terima kasih banyak, berkah selalu,” tutur penjual rumah makan sederhana.

** Nay Nur’ain